Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kenaikan harga plastik dalam beberapa pekan terakhir mulai dirasakan para pedagang kecil di sejumlah wilayah di Tanah Air.

Mereka terpaksa mengeluarkan biaya lebih besar untuk pembelian kemasan plastik, namun tak berani menaikkan harga jual makanan lantaran takut sepi pembeli.

Untuk menggali lebih dalam soal kenaikan harga plastik, sudah bergabung bersama kami Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia atau INAPLAS, Bapak Fajar Budiono, melalui sambungan Zoom.

#platik #hargaplastik #industri #pedagang

Baca Juga Jawab Mendagri Tito soal Marak Kepala Daerah Terjaring OTT KPK: Mekanisme Rekrutmen Pilkada di https://www.kompas.tv/nasional/663021/jawab-mendagri-tito-soal-marak-kepala-daerah-terjaring-ott-kpk-mekanisme-rekrutmen-pilkada



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/663022/full-harga-plastik-naik-sekjen-inaplas-dorong-pelaku-industri-lakukan-inovasi
Transkrip
00:01Saudara kenaikan harga plastik dalam beberapa pekan terakhir mulai dirasakan para pedagang kecil di sejumlah wilayah di tanah air.
00:10Mereka terpaksa mengeluarkan biaya lebih besar untuk pembelian kemasan plastik, namun tak berani menaikan harga jual makanan lantaran takut sepi
00:19pembeli.
00:24Kenaikan harga plastik dalam beberapa pekan terakhir berdampak langsung pada pedagang kecil yang mengandalkan plastik dan Mika sebagai kemasan utama
00:33untuk jualan mereka.
00:35Di Bengkulu, harga plastik yang biasanya berkisar Rp8.000 hingga Rp11.000 per kantong, kini naik menjadi Rp18.000.
00:45Sama halnya dengan Mika kemasan pembungkus makanan, yang biasanya Rp8.000 naik menjadi Rp12.000.
00:53Pedagang mengaku tetap punya solusi lain selain tetap berjualan dengan harga normal, mengingat mayoritas pembeli merupakan anak sekolah.
01:03Beli kan macam-macam, aku pakai Mika sama kantong kresek gini, kalau untuk kantong kreseknya di harga Rp5.000, sekarang
01:09udah harga Rp9.000.
01:10Itu ukuran yang kecil, beda ukuran kan beda harganya.
01:13Terus buat Mika-Mika yang kecil-kecil gini, beda lagi harganya.
01:17Biasanya kalau yang paling kecil Rp8.000 sekarang udah Rp12.000.
01:19Dari yang biasa beli cuma Rp19.000 sekarang udah di angka Rp25.000, Rp27.000 kayak gitu.
01:26Alternatifnya paling pakai kertas lah sekarang.
01:28Oh kertas.
01:29Biasanya bapak berapa beli harga plastik?
01:31Harga plastik biasanya belinya Rp8.000 sampai Rp11.000 per kantong.
01:37Sekarang Rp15.000-an.
01:39Tantong.
01:41Di Manado, Sulawesi Utara, kenaikan harga plastik yang terjadi dalam dua minggu terakhir dirasakan penjual barang plastik hingga perajin tempe.
01:50Kenaikan harga kirim dari Rp20.000.000 per kontainer menjadi Rp27.000.000 per kontainer membuat penjual barang plastik terpaksa
01:58menaikkan harga jualan.
02:00Akibatnya dagangan mereka menjadi sepi pembeli.
02:05Sedangkan harga plastik untuk bungkusan tempe naik hingga 100% sehingga sangat berdampak pada biaya operasional.
02:14Sebenarnya kalau menurut saya kenaikan kirim itu tidak terlalu signifikan karena masih logis lah untuk penjual harga tau untuk sekarang
02:24harganya masih bisa.
02:25Tapi yang saya sangat desalkan ini harga plastik yang naik 100%.
02:29Itu sangat-sangat mengeluarkan cukup biaya yang dua kali lipat.
02:35Yang tadinya harga Rp6.000.000 per 100 kg sekarang sudah naik Rp12.000.000.
02:42Saya hanya mengurangi dari segi ketebalan sama ukuran.
02:46Harga tetap sama.
02:49Sementara di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, harga kantok plastik yang meroket hingga 40% membuat warga mulai mengubah kebiasaan berbelanja.
02:58Di Pasar 5 Banjarmasin, para pengunjung kini kembali menggunakan bakul atau keranjang tradisional.
03:26Kenaikan harga plastik dipicu oleh konflik di Timur Tengah yang berdampak pada distribusi dan bahan baku.
03:32Namun, hal ini bisa dimanfaatkan sebagai momentum untuk mengurangi penggunaan plastik.
03:39Tim Liputan Kompas TV
03:46Saudara plastik ini jadi makin mahal.
03:49Sebenarnya kenapa?
03:50Salah satunya karena harga minyak mentah dunia yang ikut naik.
03:54Padahal minyak ini adalah bahan dasar pembuatan plastik.
04:00Harga plastik naik berawal dari lonjakan harga minyak mentah.
04:04Minyak mentah lalu diolah jadi nafta.
04:07Lalu kemudian menjadi biji plastik saudara.
04:10Dan dari biji plastik diolah hingga jadi produk plastik sehari-hari.
04:14Di sisi lain, Indonesia masih banyak mengandalkan impor.
04:17Sekitar 60% bahan baku plastik didatangkan dari luar negeri.
04:22Lebih dari setengahnya mengandalkan impor.
04:25Ketika rantai pasok global terganggu, pasokan ikut terhambat.
04:30Ujungnya, biaya produksi naik dan harga plastik pun ikut terdorong.
04:38Dalam hitungan hari, harga bahan baku plastik melonjak tajam.
04:42Akhir Februari, harga nafta masih di level 572 dolar per ton.
04:47Namun memasuki Maret, grafik langsung menanjak saudara.
04:51Di angka 787 dolar Amerika Serikat per ton pada 9 Maret.
04:56Kenaikan terus berlanjut hingga awal April, harga sempat menembus 1000 dolar per ton.
05:03Meski sempat turun, harganya masih bertahan tinggi di atas 900 dolar per ton.
05:09Nah, nafta ini jadi bahan dasar utama industri plastik saudara.
05:13Diolah menjadi etilena dan propilena yang kemudian digunakan dalam berbagai produk sehari-hari.
05:20Artinya saat harga nafta melesat, harga plastik pun sulit untuk tidak ikut naik.
05:29Harga plastik naik, dampaknya bisa langsung terasa di rumah ya saudara.
05:34Soalnya sebagian besar kemasan produk yang kita beli ini pakai plastik.
05:38Mulai dari minyak goreng, sabun, sampai makanan anak.
05:42Di Indonesia sekitar 65% plastik digunakan untuk kemasan.
05:46Artinya hampir semua barang harian kita tergantung plastik.
05:51Di mana bahan bakunya banyak datang dari luar negeri, bahkan 60-70% dari Timur Tengah.
05:57Jadi kalau pasokan terganggu dan harga naik, biaya produk ikut terdorong.
06:02Ujung-ujungnya harga barang di warung atau supermarket bisa ikut naik perlahan.
06:08Dan tanpa disadari, pengeluaran rumah tangga pun ikut bertambah.
06:17Untuk menggali lebih dalam soal kenaikan harga plastik, sudah bergabung bersama kami Sekjen Asosiasi Industri
06:24oleh VIN Aromatik dan Plastik Indonesia atau Inaplas, Bapak Fajar Budiono melalui sambungan SUM.
06:30Selamat siang Pak Fajar.
06:32Selamat siang Mbak Arena Pak.
06:34Baik, Pak Fajar kita lihat ini harga plastik di dalam negeri mengalami kenaikan harga.
06:39Sebenarnya yang jadi faktor utama yang mendorong lonjakan itu apa?
06:42Dan apakah tren ini sementara saja atau akan terjadi jangka panjang Pak?
06:48Ya, tadi seperti narasi di depan bahwa memang ini impact dari perang.
06:52Sehingga nafta yang selama ini untuk ban baku plastik masih 100% import.
06:57Dan harganya memang naik hampir dua kali lipat.
07:00Itu yang pertama.
07:00Kemudian yang kedua, dengan ditutupnya selat hormus, otomatis sumber pasokan menjadi terbatas.
07:07Sehingga kita dari industri hulu harus mencari alternatif pasokan dan substitusi naftanya.
07:13Begitu Mbak Renata.
07:14Oke, cari pasokan dan substitusinya.
07:17Tapi kalau ngomong-ngomong soal ketergantungan Indonesia sendiri terhadap impor ini,
07:22sebenarnya seberapa besar ini akan mempengaruhi harga Pak?
07:27Jadi otomatis kalau harga ban baku naik, otomatis nanti di bawahnya naik.
07:31Jadi ini gelombangnya ini terus akan sampai ke industri hilir.
07:37Tapi minggu ini adalah minggu yang lumayan cukup banyak perkembangan.
07:41Sehingga kalau kita lihat, ketersediaan dan alternatif pasokan kita sudah mulai mendapatkan.
07:47Sehingga untuk keperlanjutan pasokan itu sudah mulai agak aman.
07:52Dan kemudian kalau kita lihat, harga-harga yang naik di industri hulu sudah mulai landai.
07:58Dan ada beberapa yang sudah mulai turun.
08:02Kemudian juga untuk biji plastik sudah mulai banyak import dari China yang masuk.
08:07Bahkan untuk polifinil kloride dan PET kelihatannya di minggu-minggu depan sudah mulai masuk banyak sekali.
08:14Jadi untuk PE dan PP di akhir bulan ini sudah mulai masuk banyak juga dari China.
08:20Di samping itu juga logistik atau feedstock dalam negeri sudah mulai bisa nyambung.
08:26Sehingga kekhawatiran untuk kelangkaan minggu ini sudah mulai ada tidak terang.
08:31Bahwa itu tidak akan terjadi di jangka menengah ini.
08:35Dan terus kita upayakan untuk mencari alternatif feedstock selain NAFTA tadi, Mbak Renata.
08:42Harganya sudah mulai melandai dan sudah mulai mencari alternatif ya Pak yang mungkin pasokannya dari Timur Tengah sudah mulai menyasar
08:50ke China begitu.
08:52Nah pertanyaan kami gini Pak, kan harganya juga melandai tapi masih tetap di harga yang tinggi.
08:57Nah dari pelaku industri ini bagaimana kiat-kiatnya untuk menahan kenaikan harga Pak?
09:02Jadi ini masukin era baru ya, jadi nanti akan ada keseimbangan baru harga di pasca perang ini.
09:08Jadi ini sebenarnya 98 juga begitu, 2008 juga begitu.
09:12Jadi nanti kalau ini nanti ketemu keseimbangan baru ya, mau nggak mau para pengguna plastik harus melakukan inovasi-inovasi.
09:21Yang bisa dilakukan adalah yang pertama mengurangi dimensi atau donkicink, baik itu tebal, berat maupun ukurannya.
09:28Kalau tidak bisa juga, mereka juga nanti harus melakukan penambahan filler atau tambahan bahan-tambahan seperti kapur, sinika, dan taleg.
09:38Ini biasa dilakukan di industri rumah tangga dan karung.
09:42Kalau tidak bisa juga, nanti bisa melakukan dengan menambahkan recycle content atau kandungan recycle materialnya.
09:50Jadi nanti itulah yang akan membuat harga plastik ini, harga jualnya bisa terjangkau, Mbak Renata.
09:57Jadi memang kita terus nantikan inovasi-inovasi dari pelaku industri supaya harga plastiknya ini bisa setidaknya tidak terlalu berdampak ke
10:07bawah-bawahnya lagi,
10:08ke penjual, bahkan pembeli yang pada akhirnya harus menambah belanjanya.
10:12Terima kasih banyak pandangan sudah dibagikan dari Sekjen Inaplas.
10:17Ada Pak Fajar Budiono yang sudah bergabung di Kompas Siang.
10:20Sehat selalu, Pak.
10:22Terima kasih.
10:23Sehat selalu, Pak.
Komentar

Dianjurkan