00:00Bentar, sementar, Bu Shelly tadi.
00:02Ya, pimpinan, saya sebetulnya tadi agak tergelitik dengan pembicaraan Pak Wamen.
00:09Ini hanya meluruskan saja.
00:11Jangan sampai nanti kita jadi sumir.
00:14Pernyataan Kang Maman, Pak Wamen, kemudian karena ini kita live, gitu kan.
00:20Kita harus meluruskan.
00:22Tujuan kita beribadah itu, memang puncak hajinya itu hanya lima hari.
00:28Di Arafah.
00:31Tetapi, jamaah itu kan berangkat 42 hari.
00:36Maka Pak Wamen, kita luruskan kembali.
00:40Bahwa niatan kita menempatkan jamaah itu di masing-masing mahtabnya, di hotel-hotelnya adalah untuk mereka bisa fokus beribadah menuju
00:53Masjidil Haram.
00:55Gitu kan.
00:55Kalau mereka di Madinah, maka mereka ke Masjid Nabawi.
01:00Maka jangan sampai nanti salah persepsi juga nih.
01:07Makanya kenapa kita berkali-kali melakukan rapat untuk mengingatkan kembali.
01:18Ada yang namanya full board, yang kita lakukan hari ini, ini adalah semi full board pimpinan.
01:26Kenapa?
01:27Karena hari ini, yang dikerjakan oleh Kemen Hajj ini, masih ada kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh vendor-vendor swasta.
01:39Baik itu catering, baik itu yang namanya hotel, yang seharusnya itu dikerjakan oleh syarikat-syarikat.
01:47Betul atau salah? Betul kan?
01:50Maka ke depan Pak Kemen Hajj, maupun Pak Wamen, yang hal-hal seperti ini itu tidak lagi kita perdebatkan kembali
02:00pimpinan.
02:02Karena ini menjadi keputusan bersama.
02:05Maka niat kita ini, kembali bahwa hotel Al-Hidayah itu penempatannya, betul yang disampaikan oleh kita semua.
02:18Kalau tadi Pak Wamen berbicara, kenapa jamaah ditempatkan di Al-Hidayah?
02:24Karena kan lebih dekat beribadah menuju puncak, hajinya kan ada di Arafah.
02:32Bukan di situ Pak Wamen.
02:34Maaf Bu, saya bukan argumentasi itu.
02:37Kalau Ibu tanya kami milih mana, kami tidak akan milih Al-Hidayah Bu.
02:42Jadi yang harus jelaskan bukan karena saya bangun argumentasi kami pilih ini dekat dengan Arafah dan Minah.
02:48Itu dalam post major Bu.
02:51Ini kondisinya sudah no point to return Bu.
02:53Akhirnya kami sudah, akhirnya ada argumentasi ya dekat dengan Arafah dan Minah.
02:59Jadi kalau sejak awal saya maunya pilihnya, bila perlu di sekitar Masjidil Haram Bu.
03:06Kalau ditanya saya maunya di mana, sejam-jam tower Bu, saya ingin.
03:11Makanya statement tadi itu mohon untuk diralat.
03:15Maka jangan dibangun alasan dekat dengan Arafah.
03:18Makanya kalau dibangun argumentnya begitu, maka Menteri Haji memilih Al-Hidayah.
03:24Jangan memilih Al-Hidayah, karena dekat dengan Arafah.
03:27Kita membantu ini.
03:28Kita membantu ini.
03:28Makanya jangan begitu alasannya.
03:37Ada, ada, ada, ada, ada, ada, kalau itu.
03:44Hotel-hotel itu berjarak 4,5 meter dari tempat Haram.
04:02Kalau sudah ada kepastian dari pemerintah pembiayaan ini, kita masukkan dalam kesimpulan.
04:12Nanti kita sebutkan sesuai, jadi kan yang kita minta tadi itu kepastian.
04:18Kalau memang tidak pasti, dinyatakan tidak pasti, baru kita bergeser ke BPIH.
04:23Tapi kalau landasannya, ada landasannya.
04:28Bantalan.
04:29Oh iya bantalan, ada bantalannya.
04:33Nanti mekanismenya itu diserahkan ke Menteri Haji.
04:37Jadi Menteri Haji jangan tidak mau bertanggung jawab, harus bertanggung jawab.
04:42Karena memang tugasnya seperti itu.
04:44Tidak mungkin kita menjerumuskan Menteri Haji, kita bantu kok.
04:48Tidak sampai begitu.
04:50Begitu ya.
04:51Berarti kesimpulannya nanti ada anggaran dari pemerintah.
04:55Mekanisme pembayaran diserahkan ke Kementerian Haji sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan.
05:02Dengan argumentasi yang disebutkan Pak Wahid tadi ya Pak, yang dua itu.
05:14Yang mana?
05:15Yang tadi.
05:16Nanti kita bahas pas kesimpulannya Pak.
05:25Yang mana?
05:26Tadi.
05:35Kalau pos mayor nanti alasannya, nanti Bapak-Bapak tidak mendapatkan pos mayor dari Saudi.
05:44Karena yang meminta ini juga bagian dari sistem di sana.
05:49Mereka tidak mau.
05:50Sudah kita saja yang membuat ini realitas.
05:54Harga upturnya naik.
05:55Kalau kita buat lagi pos mayor, nanti kita minta dari Saudi.
05:59Tidak dapat juga dari Saudi.
06:01Tidak jadi-jadi ini.
06:03Ya kita maunya seperti itu.
06:05Tapi sudah, kita lah yang menyatakan realitasnya naik 100 kali lipat 100%.
06:11Itu sudah alasan.
06:14Nah kalau minta lagi pos mayor pernyataan, ya nanti bagaimana kita mendapatkan dari Saudi.
06:21Mungkin karena yang menuntut ini Saudi Airlines.
06:24Nah gitu saya kira apanya.
06:28Ya, kenaikan after.
06:30Kenaikan after.
06:31Kenaikan after, Pak.
06:32Jadi argumentasi kenaikan after, kemudian
06:39tidak ditangani oleh BPKH.
06:44Karena keterbatasan.
06:45Bukan tidak ditangani oleh BPKH.
06:47Ah iya, berarti kan itu masuk kesimpulan, Bu.
06:50Nanti.
06:51Itu masih saya, Pak.
06:54Hal lain tadi?
06:57Ada, Pak.
06:57Kemudian yang berikutnya, Pak Mimpinan dan lainnya.
07:03Terkait dengan award ticket yang paling ramai.
07:07Tentu award ticket ini ada tiga hal yang menjadi perhatian kami.
07:12Sebenarnya ini concernnya Pak Hidayat Nurahid adalah
07:17bagaimana memperpendek antrian.
07:22Kemudian kedua, bahkan dalam posisi bagaimana antrian tidak ada.
07:28Kira-kira begitu.
07:29Itu pertama.
07:30Kemudian kedua, apakah ini urgent?
07:33Memang keberadaan kementerian haji yang paling banyak ditanya oleh publik
07:37mampu enggak memperpendek antrian ini?
07:39Masalah tepat dan tidak tepat sebenarnya bukan tidak tepat.
07:44Ini sebenarnya disampaikan di forum rakernasnya kementerian haji
07:50yang memang forum itu digunakan untuk membahas persiapan perhajian di satu sisi
07:56baik itu persiapan jangka pendek maupun persiapan jangka panjang
08:01terkait dengan tata kelola perhajian.
08:04Hanya saja kemudian ditangkap oleh wartawan yang disampaikan oleh Pak Menteri
08:11kemudian berkembang sebagai
08:17isu yang menurut saya berkemajuan.
08:21Kenapa?
08:22Karena semua pihak berpikir bareng-bareng
08:25menyampaikan idenya masing-masing.
08:28Dan saya pikir ini cara membuat kebijakan yang maju
08:32karena terbuka kami nyampaikan kepada publik apa yang akan
08:37dan kami akan kami kerjakan
08:40publik bisa mengkritik, publik bisa berdiskusi
08:44dan tentu kami semuanya punya pendekatan dan jawaban.
08:48Nah tentu misalnya tadi disampaikan oleh Pak Marwan
08:53di jangka ke depan tentu Saudi itu kan punya Saudi Vision 2030 Pak Hidayat.
09:03Iya Saudi Vision 2030 dan target mereka salah satunya itu adalah 5 juta Pak.
09:09Jamaah Haji yang mereka dorong itu ke depan itu 5 juta
09:15dan kita harus bersiap dengan kuota yang jauh lebih besar.
09:19Nah persiapan kuota yang jauh lebih besar itu
09:22diskursusnya harus kita persiapkan sejak dini.
09:25Kenapa?
09:26Karena itu terkait dengan keuangan haji kita di satu sisi
09:29di sisi lain terkait dengan isti to'ah jamaah kita.
09:32Banyak sekali sebenarnya yang ingin saya jelaskan di sini
09:34tapi saya mempermudah itu dengan ada tulisan-tulisan
09:39yang sengaja kami publikasi untuk sebagai forum diskusi
09:44membuat keputusan nanti pada waktunya.
09:47Nah kemudian berikutnya terkait dengan petugas haji
09:52ini dari Kang Kiai Maman tadi
09:55ya ini juga kami tertipkan Kiai Maman
10:00karena misalnya kejadian di salah tiga itu
10:02itu bukan petugas haji pusat
10:05tapi PHD yang juga tadi disampaikan oleh Bu Seli, Keluhan
10:09ada beberapa PHD yang terus terang
10:12apa namanya di luar kontrol penuh kita
10:16itu fakta Bu
10:17karena kami tentu di awal kementerian haji
10:23tidak banyak yang bisa kami cover
10:25terutama di daerah
10:27karena ya sebagian besar bedul desa kan
10:30kalau di daerah
10:31maka oleh sebab itu
10:32tentu itu akan jadi perhatian kami
10:35Bu Seli dan Kiai Maman terkait dengan komunikasi itu
10:38selebihnya tadi
10:42terkait komitmen lawan kartel
10:46terus tentu akan terus kami lakukan
10:48Pak Wahid
10:50apa lagi tadi Bu?
10:52selamat menikmati
Komentar