Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Anggota Komisi VIII DPR, Selly Andriany, dan Wamen Haji & Umrah, Dahnil Anzar, sempat berdebat soal alasan penempatan jemaah haji dalam rapat Komisi VIII DPR pada Selasa (14/4/2026).

"Kalau tadi Pak Wamen berbicara kenapa jemaah ditempatkan di Al-Hidayah? Karena kan lebih dekat beribadah menuju puncak hajinya kan ada di Arafah, bukan di situ Pak Wamen, gitu," ujar Anggota Komisi VIII DPR, Selly Andriany.

"Maaf Bu, enggak. Saya bukan argumentasi itu. Saya sebut kalau Ibu tanya saya kami milih mana, kami enggak akan milih Al-Hidayah, Bu," jawab Wamen Haji Dahnil Anzar.

"Makanya statement tadi itu mohon untuk diralat, gitu," kata Selly merespons pernyataan Dahnil.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen Dahnil juga sempat menyinggung soal wacana "war tiket" untuk haji.

Baca Juga Harga Avtur Naik Imbas Konflik, Biaya Haji & Umrah Berpotensi Melonjak | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/nasional/662814/harga-avtur-naik-imbas-konflik-biaya-haji-umrah-berpotensi-melonjak-kompas-siang

#dpr #ibadahhaji #breakingnews

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/662853/depan-dpr-wamen-haji-dahnil-anzar-posisi-hotel-jemaah-hingga-singgung-wacana-war-tiket
Transkrip
00:00Bentar, sementar, Bu Shelly tadi.
00:02Ya, pimpinan, saya sebetulnya tadi agak tergelitik dengan pembicaraan Pak Wamen.
00:09Ini hanya meluruskan saja.
00:11Jangan sampai nanti kita jadi sumir.
00:14Pernyataan Kang Maman, Pak Wamen, kemudian karena ini kita live, gitu kan.
00:20Kita harus meluruskan.
00:22Tujuan kita beribadah itu, memang puncak hajinya itu hanya lima hari.
00:28Di Arafah.
00:31Tetapi, jamaah itu kan berangkat 42 hari.
00:36Maka Pak Wamen, kita luruskan kembali.
00:40Bahwa niatan kita menempatkan jamaah itu di masing-masing mahtabnya, di hotel-hotelnya adalah untuk mereka bisa fokus beribadah menuju
00:53Masjidil Haram.
00:55Gitu kan.
00:55Kalau mereka di Madinah, maka mereka ke Masjid Nabawi.
01:00Maka jangan sampai nanti salah persepsi juga nih.
01:07Makanya kenapa kita berkali-kali melakukan rapat untuk mengingatkan kembali.
01:18Ada yang namanya full board, yang kita lakukan hari ini, ini adalah semi full board pimpinan.
01:26Kenapa?
01:27Karena hari ini, yang dikerjakan oleh Kemen Hajj ini, masih ada kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh vendor-vendor swasta.
01:39Baik itu catering, baik itu yang namanya hotel, yang seharusnya itu dikerjakan oleh syarikat-syarikat.
01:47Betul atau salah? Betul kan?
01:50Maka ke depan Pak Kemen Hajj, maupun Pak Wamen, yang hal-hal seperti ini itu tidak lagi kita perdebatkan kembali
02:00pimpinan.
02:02Karena ini menjadi keputusan bersama.
02:05Maka niat kita ini, kembali bahwa hotel Al-Hidayah itu penempatannya, betul yang disampaikan oleh kita semua.
02:18Kalau tadi Pak Wamen berbicara, kenapa jamaah ditempatkan di Al-Hidayah?
02:24Karena kan lebih dekat beribadah menuju puncak, hajinya kan ada di Arafah.
02:32Bukan di situ Pak Wamen.
02:34Maaf Bu, saya bukan argumentasi itu.
02:37Kalau Ibu tanya kami milih mana, kami tidak akan milih Al-Hidayah Bu.
02:42Jadi yang harus jelaskan bukan karena saya bangun argumentasi kami pilih ini dekat dengan Arafah dan Minah.
02:48Itu dalam post major Bu.
02:51Ini kondisinya sudah no point to return Bu.
02:53Akhirnya kami sudah, akhirnya ada argumentasi ya dekat dengan Arafah dan Minah.
02:59Jadi kalau sejak awal saya maunya pilihnya, bila perlu di sekitar Masjidil Haram Bu.
03:06Kalau ditanya saya maunya di mana, sejam-jam tower Bu, saya ingin.
03:11Makanya statement tadi itu mohon untuk diralat.
03:15Maka jangan dibangun alasan dekat dengan Arafah.
03:18Makanya kalau dibangun argumentnya begitu, maka Menteri Haji memilih Al-Hidayah.
03:24Jangan memilih Al-Hidayah, karena dekat dengan Arafah.
03:27Kita membantu ini.
03:28Kita membantu ini.
03:28Makanya jangan begitu alasannya.
03:37Ada, ada, ada, ada, ada, ada, kalau itu.
03:44Hotel-hotel itu berjarak 4,5 meter dari tempat Haram.
04:02Kalau sudah ada kepastian dari pemerintah pembiayaan ini, kita masukkan dalam kesimpulan.
04:12Nanti kita sebutkan sesuai, jadi kan yang kita minta tadi itu kepastian.
04:18Kalau memang tidak pasti, dinyatakan tidak pasti, baru kita bergeser ke BPIH.
04:23Tapi kalau landasannya, ada landasannya.
04:28Bantalan.
04:29Oh iya bantalan, ada bantalannya.
04:33Nanti mekanismenya itu diserahkan ke Menteri Haji.
04:37Jadi Menteri Haji jangan tidak mau bertanggung jawab, harus bertanggung jawab.
04:42Karena memang tugasnya seperti itu.
04:44Tidak mungkin kita menjerumuskan Menteri Haji, kita bantu kok.
04:48Tidak sampai begitu.
04:50Begitu ya.
04:51Berarti kesimpulannya nanti ada anggaran dari pemerintah.
04:55Mekanisme pembayaran diserahkan ke Kementerian Haji sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan.
05:02Dengan argumentasi yang disebutkan Pak Wahid tadi ya Pak, yang dua itu.
05:14Yang mana?
05:15Yang tadi.
05:16Nanti kita bahas pas kesimpulannya Pak.
05:25Yang mana?
05:26Tadi.
05:35Kalau pos mayor nanti alasannya, nanti Bapak-Bapak tidak mendapatkan pos mayor dari Saudi.
05:44Karena yang meminta ini juga bagian dari sistem di sana.
05:49Mereka tidak mau.
05:50Sudah kita saja yang membuat ini realitas.
05:54Harga upturnya naik.
05:55Kalau kita buat lagi pos mayor, nanti kita minta dari Saudi.
05:59Tidak dapat juga dari Saudi.
06:01Tidak jadi-jadi ini.
06:03Ya kita maunya seperti itu.
06:05Tapi sudah, kita lah yang menyatakan realitasnya naik 100 kali lipat 100%.
06:11Itu sudah alasan.
06:14Nah kalau minta lagi pos mayor pernyataan, ya nanti bagaimana kita mendapatkan dari Saudi.
06:21Mungkin karena yang menuntut ini Saudi Airlines.
06:24Nah gitu saya kira apanya.
06:28Ya, kenaikan after.
06:30Kenaikan after.
06:31Kenaikan after, Pak.
06:32Jadi argumentasi kenaikan after, kemudian
06:39tidak ditangani oleh BPKH.
06:44Karena keterbatasan.
06:45Bukan tidak ditangani oleh BPKH.
06:47Ah iya, berarti kan itu masuk kesimpulan, Bu.
06:50Nanti.
06:51Itu masih saya, Pak.
06:54Hal lain tadi?
06:57Ada, Pak.
06:57Kemudian yang berikutnya, Pak Mimpinan dan lainnya.
07:03Terkait dengan award ticket yang paling ramai.
07:07Tentu award ticket ini ada tiga hal yang menjadi perhatian kami.
07:12Sebenarnya ini concernnya Pak Hidayat Nurahid adalah
07:17bagaimana memperpendek antrian.
07:22Kemudian kedua, bahkan dalam posisi bagaimana antrian tidak ada.
07:28Kira-kira begitu.
07:29Itu pertama.
07:30Kemudian kedua, apakah ini urgent?
07:33Memang keberadaan kementerian haji yang paling banyak ditanya oleh publik
07:37mampu enggak memperpendek antrian ini?
07:39Masalah tepat dan tidak tepat sebenarnya bukan tidak tepat.
07:44Ini sebenarnya disampaikan di forum rakernasnya kementerian haji
07:50yang memang forum itu digunakan untuk membahas persiapan perhajian di satu sisi
07:56baik itu persiapan jangka pendek maupun persiapan jangka panjang
08:01terkait dengan tata kelola perhajian.
08:04Hanya saja kemudian ditangkap oleh wartawan yang disampaikan oleh Pak Menteri
08:11kemudian berkembang sebagai
08:17isu yang menurut saya berkemajuan.
08:21Kenapa?
08:22Karena semua pihak berpikir bareng-bareng
08:25menyampaikan idenya masing-masing.
08:28Dan saya pikir ini cara membuat kebijakan yang maju
08:32karena terbuka kami nyampaikan kepada publik apa yang akan
08:37dan kami akan kami kerjakan
08:40publik bisa mengkritik, publik bisa berdiskusi
08:44dan tentu kami semuanya punya pendekatan dan jawaban.
08:48Nah tentu misalnya tadi disampaikan oleh Pak Marwan
08:53di jangka ke depan tentu Saudi itu kan punya Saudi Vision 2030 Pak Hidayat.
09:03Iya Saudi Vision 2030 dan target mereka salah satunya itu adalah 5 juta Pak.
09:09Jamaah Haji yang mereka dorong itu ke depan itu 5 juta
09:15dan kita harus bersiap dengan kuota yang jauh lebih besar.
09:19Nah persiapan kuota yang jauh lebih besar itu
09:22diskursusnya harus kita persiapkan sejak dini.
09:25Kenapa?
09:26Karena itu terkait dengan keuangan haji kita di satu sisi
09:29di sisi lain terkait dengan isti to'ah jamaah kita.
09:32Banyak sekali sebenarnya yang ingin saya jelaskan di sini
09:34tapi saya mempermudah itu dengan ada tulisan-tulisan
09:39yang sengaja kami publikasi untuk sebagai forum diskusi
09:44membuat keputusan nanti pada waktunya.
09:47Nah kemudian berikutnya terkait dengan petugas haji
09:52ini dari Kang Kiai Maman tadi
09:55ya ini juga kami tertipkan Kiai Maman
10:00karena misalnya kejadian di salah tiga itu
10:02itu bukan petugas haji pusat
10:05tapi PHD yang juga tadi disampaikan oleh Bu Seli, Keluhan
10:09ada beberapa PHD yang terus terang
10:12apa namanya di luar kontrol penuh kita
10:16itu fakta Bu
10:17karena kami tentu di awal kementerian haji
10:23tidak banyak yang bisa kami cover
10:25terutama di daerah
10:27karena ya sebagian besar bedul desa kan
10:30kalau di daerah
10:31maka oleh sebab itu
10:32tentu itu akan jadi perhatian kami
10:35Bu Seli dan Kiai Maman terkait dengan komunikasi itu
10:38selebihnya tadi
10:42terkait komitmen lawan kartel
10:46terus tentu akan terus kami lakukan
10:48Pak Wahid
10:50apa lagi tadi Bu?
10:52selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan