Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pengusaha travel umrah dan haji mulai merasakan dampak kenaikan harga avtur imbas konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Sebuah perusahaan travel di Makassar, Sulawesi Selatan, menyebut naiknya harga avtur berdampak pada kenaikan harga tiket untuk perjalanan haji nanti.

Menurut seorang pemilik travel haji dan umrah di Makassar, kenaikan harga tiket pesawat jemaah haji berkisar Rp800.000 per orang.

Selisih harga tiket ini dibayarkan oleh pihak travel dan tidak dibebankan kepada jemaah.

#pengusaha #travel #haji #umrah

Baca Juga Gedung 23 Lantai di AS Lenyap Dalam Sekejap di https://www.kompas.tv/internasional/662813/gedung-23-lantai-di-as-lenyap-dalam-sekejap



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/662814/harga-avtur-naik-imbas-konflik-biaya-haji-umrah-berpotensi-melonjak-kompas-siang
Transkrip
00:01Intro
00:04Komisi 8 DPR menggelar rapat kerja lanjutan dengan Menteri Haji dan Umroh sekaligus rapat dengar pendapat dengan Badan Pengelola Keuangan
00:13Haji.
00:14Raker dan RDP ini melanjutkan pembahasan mekanisme biaya tambahan operasional dari pesawat haji.
00:20Imbas kenaikan aftur dampak perang Timur Tengah.
00:25Rapat dipimpin Ketua Komisi 8 Fraksi PKB Marwan Dasopang dihadiri Menteri Haji dan Umroh Muhammad Irfan Yusuf didampingi Wakil Menteri
00:35Daniel Anzar Simanjuntak sebelumnya dalam Raker pekan lalu.
00:40Pemerintah memastikan tambahan biaya operasional pesawat tidak ditanggung calon jemaah haji 2026.
00:47Saat itu rapat belum memutuskan skema anggarannya yang bisa dipakai untuk menutupi lonjakan harga aftur.
00:55Menteri Haji dan Umroh mengaku butuh persetujuan dari DPR terkait lonjakan biaya transportasi udara menyusul naiknya harga aftur pesawat.
01:07Dalam rangka mengakomodir kondisi di atas kami berharap pada kesempatan rapat kerja dengan Komisi 8 DPR ini dapat disetujui dan
01:16diputuskan mengenai besaran dan sumber pembiayaan untuk memenuhi penyesuaian biaya tersebut.
01:23Angka-angkanya ada di situ, total selisih yang diperlukan 1,77 triliun.
01:35Peneliti senior Indo-Pacific Strategic Intelligence
Komentar

Dianjurkan