00:09Bung Charles Honoris
00:10Sebenarnya saya bersama dengan Bung Charles Honoris berada di Jalan Dan Mogot, Grogol, Jakarta Barat.
00:15Saya akan datangi satu dealer ya, Bung Charles, yang merupakan produsen dari motor listrik MBG.
00:24Dan ini adalah pagarnya, Bung Charles.
00:26Sudah digembok sekarang.
00:27Saya akan coba lihat ya.
00:30Oke, terkonfirmasi bisa ditunjukkan mungkin.
00:34Sangat jelas tulisannya adalah Emo Electric Mobility.
00:41Merk motor listrik yang akan digunakan oleh kepala SPPG.
00:44Saya ingin tanyakan Bung Charles bahwa motornya sudah dikirim, sudah tersebar videonya melalui media sosial,
00:50tetapi dealernya belum beroperasi. Apakah ini hal yang wajar?
00:53Bahwa hari ini kita datang ke sini, kita lihat sendiri, kantornya saja belum ada.
00:58Ya.
00:58Berarti saya nggak tahu, dasar untuk penentuan mengapa merk ini yang diambil juga menjadi pertanyaan besar.
01:05Kita ketahui kepala SPPG itu tugasnya adalah melakukan, mengelola ya.
01:10Memanage SPPG atau dapur, sehingga kebutuhan yang bersangkutan untuk berpergian itu sebenarnya kan minim sekali.
01:17Dan saya tidak melihat urgency, mereka bisa mendapatkan motor dengan jenis motor trail, ya.
01:23Apalagi yang ada di perkotaan seperti di Jakarta ini, gitu.
01:26Oke, artinya menurut Anda pembelian motor listrik MBG untuk kepala SPPG saat ini bukanlah merupakan keputusan yang tepat?
01:34Ya, bukan merupakan keputusan yang tepat.
01:36Bayangkan, hari ini semua kementerian dipaksa untuk melakukan efisiensi.
01:41Bahkan Bapak Presiden juga menyampaikan berkali-kali agar kita melakukan efisiensi,
01:45karena kondisi ekonomi memang sedang dalam menghadapi tantangan, gitu.
01:49Kalau dikatakan bahwa motor trail itu dibutuhkan karena banyak SPPG lokasinya ada di daerah terpencil,
01:56yang tidak tersedia jalan, pertanyaannya jumlahnya berapa banyak?
02:00Saya berharap tentunya pemerintah bisa lebih tepat sasaran ya dalam menggunakan anggaran.
02:05Kebutuhan yang lain itu banyak sekali, di sektor pendidikan, sektor kesehatan, sektor perlindungan tenaga kerja, dan lain sebagainya.
02:12Yang hari ini setiap lembaga itu dipaksa untuk melakukan efisiensi.
02:16Ingat ya, program MBG ini tujuannya adalah untuk memperbaiki gizi anak-anak, bukan untuk bagi-bagi proyek.
02:27Kami mencoba mengonfirmasi kepada produsen motor listrik MBG terkait sejumlah pertanyaan yang timbul di tengah publik,
02:33namun panggilan telepon yang kami lakukan tidak dijawab oleh pihak yang bersangkutan.
02:38Saya akan bertahan, sedapat mungkin.
02:42Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan.
02:48Anda nggak lihat anak-anak yang stunting.
02:52Saya lihat, saya kampanye sekian kali saya di desa-desa, saya lihat.
02:56Anak umurmu berapa? 11 tahun, badannya anak 4 tahun.
03:00Saya yakin saya berada di jalan yang benar.
03:05Saudara memasuki tahun kedua, pelaksanaan publik mencatat sejumlah persoalan
03:10terkait dengan pelaksanaan program unggulan pemerintah.
03:14Makan bergizi gratis, salah satunya adalah terkait dengan kasus keracunan.
03:18Tetapi tidak hanya itu, ada juga sejumlah persoalan lain mulai dari pengawasan
03:23hingga penggunaan anggaran yang kemudian menjadi pertanyaan publik.
03:27Lalu bagaimana Badan Gizi Nasional menjawab pertanyaan ini,
03:30saya akan tanyakan secara eksklusif kepada Prof. Dadan Hindayana,
03:34Kepala Badan Gizi Nasional, Prof.
03:35Terima kasih untuk waktunya, Prof.
03:37Ya, sama-sama.
03:37Baik, kemarin datang, Mas Depo.
03:39Saya ingin langsung ke kasus yang paling dekat dan paling baru, Prof. Dadan.
03:43Bahwa di Jakarta ada kasus keracunan yang diduga akibat MBG.
03:48135 siswa dan guru mengalami keracunan.
03:5272 diantaranya harus menjalani perawatan.
03:54Apa penjelasan dari BGN? Mengapa kasus keracunan kembali terjadi di Ibu Kota?
03:59Ini adalah salah satu kejadian di mana bentuk kelalaian terjadi di lapangan.
04:09Dan atas nama Badan Gizi Nasional,
04:13saya menyampaikan suruh prihatin untuk para penerima manfaat yang mengalami kejadian.
04:18Dan mohon maaf atas kejadian tersebut.
04:20Dan kami sedang melakukan investigasi secara detail kurang lebih penyebabnya apa.
04:25Karena dari hasil saya di lapangan, ada orang tua, siswa, yang mencicipi baksonya saja terkena.
04:36Dugaan kami tadinya tidak disebabkan karena sausnya yang sudah terlalu lama dipanaskan.
04:43Untuk sementara SMPG-nya kita suspend, ada kurang lebih 1.750 SMPG yang kita suspend sementara.
04:511.750 SMPG disuspend?
04:53Seluruh Indonesia. Itu penjawabnya karena IPAL-nya tidak ada.
04:57Atau belum mendaftar SLHS.
05:00Atau juga ada juga yang IPAL-nya sudah ada, kemudian sudah daftar SLHS.
05:07Kualitasnya juga bagus, tetapi sertifikatnya belum keluar lebih dari 1 bulan.
05:12Itu pun kami suspend.
05:14Kami sedang berusaha untuk meningkatkan kualitas agar keamanan tangannya lebih terjamin.
05:20Oke, saya izin tanyakan bahwa sejumlah kasus keracunan yang terus terjadi
05:25dalam implementasi program Makan Begisi gratis ini ada yang menyebut
05:28bahwa ini merupakan kelalaian dari BGN terkait dengan pengawasan.
05:33Ya, begini kami kan sudah menetapkan SOP.
05:36Kami mempertangkan standar.
05:39Kemudian kami juga buat Juknis.
05:41Nah, memang tantangan dari kami adalah bagaimana agar ini dipatuhi secara penuh
05:47oleh seluruh mitra seluruh SOPG di seluruh Indonesia.
05:52Oke.
05:52Jadi memang kami sedang berusaha meningkatkan intensitas tersebut.
05:56Ada tanda-tanda perbaikan karena jumlah kasusnya terus menurun ya.
06:00Meskipun kita ingin menghilangkan total kejadian tersebut agar masyarakat lebih percaya dengan apa yang kami lakukan.
06:09Oke, tentu itu yang akan kita dukung.
06:10Tapi saya ingin tanyakan, Prof, bahwa ada satu lagi.
06:12Hal yang kemudian viral di media sosial dan menjadi perbijakan publik.
06:15Ketika ada perencanaan pembangunan SPPG di Cakung bersebelahan dengan tempat pembuangan sampah.
06:22Apakah itu memang sesuai dengan standar yang kemudian ditetapkan oleh BGN?
06:26Enggak. Justru kami tidak akan pernah meloloskan.
06:31Tidak akan pernah meloloskan?
06:32Tidak akan pernah meloloskan.
06:34Satu, SPPG yang berdekatan dengan tempat pembuangan sampah.
06:40Kemudian dua, SPPG yang berdekatan dengan kandang hewan.
06:44Ada dua poin artinya, SPPG tidak boleh dibangun berdekatan atau bahkan berdampingan dengan tempat pembuangan sampah dan juga kandang hewan.
06:51Dan saat ini kita berada mungkin di salah satu SPPG di kawasan Babakan Madang ya, Bogor, Jawa Barat.
06:56Sebenarnya untuk yang paling proper atau paling layak SPPG ini berdiri, patah letaknya seperti apa Prof?
07:03Mungkin bisa dijelaskan dari SPPG ini.
07:05Dalam standar kami, itu bangunannya 20x20.
07:1020x20?
07:11Dengan luas lahan minimal 600 meter persegi.
07:14600 meter persegi?
07:16Itu standar kami.
07:17Oke.
07:17Kalau untuk bangunan ini Prof, mungkin ini terlihat sangat megah ya?
07:20Kalau bangunan ini sih lebih dari cukup.
07:21Lebih dari cukup?
07:22Lebih mewah sekali kalau ilmu saya.
07:23Ini standarnya melebihi standar yang ditapur oleh Badan Gigi Nasional.
07:28Karena luas lahannya sudah hampir 1200 ini.
07:31Oke.
07:32Ya.
07:32Dan ini kebetulan SPPG yang awalnya merupakan mitra yang bergerak di bidang catering.
07:40Bergerak di bidang catering?
07:42Boleh saya tunjukkan mungkin ini pasti ada namanya ya?
07:44Dan ini adalah salah satu mitra yang merupakan pionir yang berkontribusi positif terhadap program Makan Bergeri Gratis.
07:54Karena sudah mulai operasional dari tanggal 13 Januari 2025.
07:5913 Januari?
07:59Kami akan mulai program 6 Januari 2025.
08:01Dan ini 13 Januari 2025 dengan kualitas yang sangat baik.
08:06Dan saya kira ini bisa menjadi contoh untuk yang lainnya.
08:10Boleh kita lihat Prof?
08:11Oke.
08:19Ketika di tengah efisiensi saat ini dan di tengah ancaman krisis akibat geopolitik.
08:24Menjadi pilihan yang tepat untuk BGN mengadakan motor listrik dan digunakan oleh Kepala SPPG.
Komentar