Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Jurnalis KompasTV Dipo Nurbahagia bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris menelusuri sebuah dealer motor SPPG di kawasan Jakarta Barat.

Charles menyoroti pengadaan motor listrik yang disebut akan digunakan oleh Kepala SPPG.

Ia mempertanyakan dasar pemilihan merek hingga urgensi pengadaan tersebut, terlebih saat fasilitas pendukung belum sepenuhnya siap.

Charles juga menyoroti fungsi Kepala SPPG yang dinilai tidak membutuhkan mobilitas tinggi. Ia bahkan mempertanyakan relevansi penggunaan motor jenis trail di wilayah perkotaan.

Menurut Charles, kebijakan ini bukanlah keputusan yang tepat. Ia mengingatkan bahwa saat ini seluruh kementerian tengah didorong melakukan efisiensi anggaran. Charles juga mempertanyakan alasan penggunaan motor trail dengan dalih wilayah terpencil.

Ia menegaskan anggaran seharusnya difokuskan pada sektor yang lebih mendesak. Lebih jauh, Charles mengingatkan kembali tujuan utama program MBG.

"ingat ya, program MBG ini tujuannya adalah untuk memperbaiki gizi anak-anak, bukan untuk bagi-bagi proyek," tegasnya.

Sementara itu, KompasTV telah mencoba mengonfirmasi pihak produsen motor listrik terkait polemik ini, namun belum mendapat respons.




Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/SLuZnuNfxPo



#mbg #dadanhindayana #motorlistrik

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/662804/dpr-kritik-pengadaan-motor-listrik-mbg-bukan-prioritas-di-tengah-efisiensi-dipo-investigasi
Transkrip
00:09Bung Charles Honoris
00:10Sebenarnya saya bersama dengan Bung Charles Honoris berada di Jalan Dan Mogot, Grogol, Jakarta Barat.
00:15Saya akan datangi satu dealer ya, Bung Charles, yang merupakan produsen dari motor listrik MBG.
00:24Dan ini adalah pagarnya, Bung Charles.
00:26Sudah digembok sekarang.
00:27Saya akan coba lihat ya.
00:30Oke, terkonfirmasi bisa ditunjukkan mungkin.
00:34Sangat jelas tulisannya adalah Emo Electric Mobility.
00:41Merk motor listrik yang akan digunakan oleh kepala SPPG.
00:44Saya ingin tanyakan Bung Charles bahwa motornya sudah dikirim, sudah tersebar videonya melalui media sosial,
00:50tetapi dealernya belum beroperasi. Apakah ini hal yang wajar?
00:53Bahwa hari ini kita datang ke sini, kita lihat sendiri, kantornya saja belum ada.
00:58Ya.
00:58Berarti saya nggak tahu, dasar untuk penentuan mengapa merk ini yang diambil juga menjadi pertanyaan besar.
01:05Kita ketahui kepala SPPG itu tugasnya adalah melakukan, mengelola ya.
01:10Memanage SPPG atau dapur, sehingga kebutuhan yang bersangkutan untuk berpergian itu sebenarnya kan minim sekali.
01:17Dan saya tidak melihat urgency, mereka bisa mendapatkan motor dengan jenis motor trail, ya.
01:23Apalagi yang ada di perkotaan seperti di Jakarta ini, gitu.
01:26Oke, artinya menurut Anda pembelian motor listrik MBG untuk kepala SPPG saat ini bukanlah merupakan keputusan yang tepat?
01:34Ya, bukan merupakan keputusan yang tepat.
01:36Bayangkan, hari ini semua kementerian dipaksa untuk melakukan efisiensi.
01:41Bahkan Bapak Presiden juga menyampaikan berkali-kali agar kita melakukan efisiensi,
01:45karena kondisi ekonomi memang sedang dalam menghadapi tantangan, gitu.
01:49Kalau dikatakan bahwa motor trail itu dibutuhkan karena banyak SPPG lokasinya ada di daerah terpencil,
01:56yang tidak tersedia jalan, pertanyaannya jumlahnya berapa banyak?
02:00Saya berharap tentunya pemerintah bisa lebih tepat sasaran ya dalam menggunakan anggaran.
02:05Kebutuhan yang lain itu banyak sekali, di sektor pendidikan, sektor kesehatan, sektor perlindungan tenaga kerja, dan lain sebagainya.
02:12Yang hari ini setiap lembaga itu dipaksa untuk melakukan efisiensi.
02:16Ingat ya, program MBG ini tujuannya adalah untuk memperbaiki gizi anak-anak, bukan untuk bagi-bagi proyek.
02:27Kami mencoba mengonfirmasi kepada produsen motor listrik MBG terkait sejumlah pertanyaan yang timbul di tengah publik,
02:33namun panggilan telepon yang kami lakukan tidak dijawab oleh pihak yang bersangkutan.
02:38Saya akan bertahan, sedapat mungkin.
02:42Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan.
02:48Anda nggak lihat anak-anak yang stunting.
02:52Saya lihat, saya kampanye sekian kali saya di desa-desa, saya lihat.
02:56Anak umurmu berapa? 11 tahun, badannya anak 4 tahun.
03:00Saya yakin saya berada di jalan yang benar.
03:05Saudara memasuki tahun kedua, pelaksanaan publik mencatat sejumlah persoalan
03:10terkait dengan pelaksanaan program unggulan pemerintah.
03:14Makan bergizi gratis, salah satunya adalah terkait dengan kasus keracunan.
03:18Tetapi tidak hanya itu, ada juga sejumlah persoalan lain mulai dari pengawasan
03:23hingga penggunaan anggaran yang kemudian menjadi pertanyaan publik.
03:27Lalu bagaimana Badan Gizi Nasional menjawab pertanyaan ini,
03:30saya akan tanyakan secara eksklusif kepada Prof. Dadan Hindayana,
03:34Kepala Badan Gizi Nasional, Prof.
03:35Terima kasih untuk waktunya, Prof.
03:37Ya, sama-sama.
03:37Baik, kemarin datang, Mas Depo.
03:39Saya ingin langsung ke kasus yang paling dekat dan paling baru, Prof. Dadan.
03:43Bahwa di Jakarta ada kasus keracunan yang diduga akibat MBG.
03:48135 siswa dan guru mengalami keracunan.
03:5272 diantaranya harus menjalani perawatan.
03:54Apa penjelasan dari BGN? Mengapa kasus keracunan kembali terjadi di Ibu Kota?
03:59Ini adalah salah satu kejadian di mana bentuk kelalaian terjadi di lapangan.
04:09Dan atas nama Badan Gizi Nasional,
04:13saya menyampaikan suruh prihatin untuk para penerima manfaat yang mengalami kejadian.
04:18Dan mohon maaf atas kejadian tersebut.
04:20Dan kami sedang melakukan investigasi secara detail kurang lebih penyebabnya apa.
04:25Karena dari hasil saya di lapangan, ada orang tua, siswa, yang mencicipi baksonya saja terkena.
04:36Dugaan kami tadinya tidak disebabkan karena sausnya yang sudah terlalu lama dipanaskan.
04:43Untuk sementara SMPG-nya kita suspend, ada kurang lebih 1.750 SMPG yang kita suspend sementara.
04:511.750 SMPG disuspend?
04:53Seluruh Indonesia. Itu penjawabnya karena IPAL-nya tidak ada.
04:57Atau belum mendaftar SLHS.
05:00Atau juga ada juga yang IPAL-nya sudah ada, kemudian sudah daftar SLHS.
05:07Kualitasnya juga bagus, tetapi sertifikatnya belum keluar lebih dari 1 bulan.
05:12Itu pun kami suspend.
05:14Kami sedang berusaha untuk meningkatkan kualitas agar keamanan tangannya lebih terjamin.
05:20Oke, saya izin tanyakan bahwa sejumlah kasus keracunan yang terus terjadi
05:25dalam implementasi program Makan Begisi gratis ini ada yang menyebut
05:28bahwa ini merupakan kelalaian dari BGN terkait dengan pengawasan.
05:33Ya, begini kami kan sudah menetapkan SOP.
05:36Kami mempertangkan standar.
05:39Kemudian kami juga buat Juknis.
05:41Nah, memang tantangan dari kami adalah bagaimana agar ini dipatuhi secara penuh
05:47oleh seluruh mitra seluruh SOPG di seluruh Indonesia.
05:52Oke.
05:52Jadi memang kami sedang berusaha meningkatkan intensitas tersebut.
05:56Ada tanda-tanda perbaikan karena jumlah kasusnya terus menurun ya.
06:00Meskipun kita ingin menghilangkan total kejadian tersebut agar masyarakat lebih percaya dengan apa yang kami lakukan.
06:09Oke, tentu itu yang akan kita dukung.
06:10Tapi saya ingin tanyakan, Prof, bahwa ada satu lagi.
06:12Hal yang kemudian viral di media sosial dan menjadi perbijakan publik.
06:15Ketika ada perencanaan pembangunan SPPG di Cakung bersebelahan dengan tempat pembuangan sampah.
06:22Apakah itu memang sesuai dengan standar yang kemudian ditetapkan oleh BGN?
06:26Enggak. Justru kami tidak akan pernah meloloskan.
06:31Tidak akan pernah meloloskan?
06:32Tidak akan pernah meloloskan.
06:34Satu, SPPG yang berdekatan dengan tempat pembuangan sampah.
06:40Kemudian dua, SPPG yang berdekatan dengan kandang hewan.
06:44Ada dua poin artinya, SPPG tidak boleh dibangun berdekatan atau bahkan berdampingan dengan tempat pembuangan sampah dan juga kandang hewan.
06:51Dan saat ini kita berada mungkin di salah satu SPPG di kawasan Babakan Madang ya, Bogor, Jawa Barat.
06:56Sebenarnya untuk yang paling proper atau paling layak SPPG ini berdiri, patah letaknya seperti apa Prof?
07:03Mungkin bisa dijelaskan dari SPPG ini.
07:05Dalam standar kami, itu bangunannya 20x20.
07:1020x20?
07:11Dengan luas lahan minimal 600 meter persegi.
07:14600 meter persegi?
07:16Itu standar kami.
07:17Oke.
07:17Kalau untuk bangunan ini Prof, mungkin ini terlihat sangat megah ya?
07:20Kalau bangunan ini sih lebih dari cukup.
07:21Lebih dari cukup?
07:22Lebih mewah sekali kalau ilmu saya.
07:23Ini standarnya melebihi standar yang ditapur oleh Badan Gigi Nasional.
07:28Karena luas lahannya sudah hampir 1200 ini.
07:31Oke.
07:32Ya.
07:32Dan ini kebetulan SPPG yang awalnya merupakan mitra yang bergerak di bidang catering.
07:40Bergerak di bidang catering?
07:42Boleh saya tunjukkan mungkin ini pasti ada namanya ya?
07:44Dan ini adalah salah satu mitra yang merupakan pionir yang berkontribusi positif terhadap program Makan Bergeri Gratis.
07:54Karena sudah mulai operasional dari tanggal 13 Januari 2025.
07:5913 Januari?
07:59Kami akan mulai program 6 Januari 2025.
08:01Dan ini 13 Januari 2025 dengan kualitas yang sangat baik.
08:06Dan saya kira ini bisa menjadi contoh untuk yang lainnya.
08:10Boleh kita lihat Prof?
08:11Oke.
08:19Ketika di tengah efisiensi saat ini dan di tengah ancaman krisis akibat geopolitik.
08:24Menjadi pilihan yang tepat untuk BGN mengadakan motor listrik dan digunakan oleh Kepala SPPG.
Komentar

Dianjurkan