Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Menyusul serangan militer Israel terhadap kelompok militan Hizbullah di Lebanon, media pemerintah Iran, Fars, melaporkan bahwa otoritas Iran dikabarkan kembali menutup Selat Hormuz pada Rabu, 8 April lalu.

Penutupan ini terjadi sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon.

Situasi ini membuat jalur strategis pengiriman minyak dunia kembali macet dan memicu ketegangan baru di kawasan.

Gedung Putih merespons laporan media yang menyebut Iran kembali menutup Selat Hormuz. Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan penutupan Selat Hormuz tidak bisa diterima.

Karoline menegaskan kembali tuntutan Presiden Trump agar Selat Hormuz dibuka segera.

Tuntutan tersebut merupakan bagian dari poin perjanjian gencatan senjata yang telah disepakati.

Karoline bilang, apa yang dilakukan Iran berbeda dengan apa yang telah disampaikan sebelumnya. Amerika meminta agar Selat Hormuz segera dibuka kembali.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, memastikan jalur strategis Selat Hormuz masih dapat dilalui. Meski demikian, kapal sipil tetap harus berkoordinasi dengan otoritas Iran demi keamanan.

Hal itu karena Iran mengakui telah menempatkan ranjau laut sebagai bagian dari strategi perang.

Pengamat Timur Tengah, Musthafa Abdul Rahman, mengatakan serangan yang dilakukan Israel ke Lebanon tanpa peringatan, hingga ke tengah Kota Beirut, disebut sebagai kejahatan perang dan mengancam hasil perundingan yang telah disepakati Amerika Serikat dan Iran sebelumnya.

Iran menerima gencatan senjata dengan Amerika Serikat selama dua pekan. Iran mengklaim keputusan menerima gencatan senjata bukan tanda kelemahan, tetapi untuk mengonsolidasikan kemenangan.

Sementara Amerika Serikat juga mengklaim sebagai pemenang perang karena telah menghancurkan sejumlah infrastruktur milik militer Iran, termasuk sektor energinya.

Baca Juga Pasca Gencatan Senjata AS-Iran, Perwakilan PBB Tinjau Kerusakan di Teheran | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/internasional/662235/pasca-gencatan-senjata-as-iran-perwakilan-pbb-tinjau-kerusakan-di-teheran-sapa-pagi

#iran #israel #gencatansenjata

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/662238/respons-serangan-israel-ke-lebanon-iran-kembali-tutup-selat-hormuz-perdamaian-terancam
Transkrip
00:03Menyusul serangan militer Israel terhadap kelompok militan Hezbollah di Lebanon.
00:08Media pemerintah Iran, Fars, melaporkan bahwa otoritas Iran dikabarkan kembali menutup Selat Hormuz pada Rabu 8 April lalu.
00:16Penutupan ini terjadi sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon.
00:20Situasi ini membuat jalur strategis pengiriman minyak dunia kembali macet dan memicu ketegangan baru di kawasan.
00:27Gedung Putih merespons laporan media yang menyebut Iran kembali menutup Selat Hormuz.
00:33Juri bicara Gedung Putih, Karolin Levitt, menyatakan penutupan Selat Hormuz tidak bisa diterima.
00:39Karolin menegaskan kembali tuntutan Presiden Trump agar Selat Hormuz dibuka segera.
00:45Tuntutan tersebut merupakan bagian dari poin perjanjian gencatan senjata yang telah disepakati.
00:51Karolin bilang, apa yang dilakukan Iran berbeda dengan apa yang telah disampaikan sebelumnya.
00:56Amerika meminta agar Selat Hormuz segera dibuka kembali.
01:24Sementara, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Said Khatibzadeh memastikan,
01:29jalur strategi Selat Hormuz masih dapat dilalui.
01:32Meski demikian, kapal sipil tetap harus berkoordinasi dengan otoritas Iran demi keamanan.
01:38Hal itu karena Iran mengakui telah menempatkan ranjau laut sebagai bagian dari strategi perang.
01:59Jika menempatkan ranjau laut, mereka harus berkumpul dengan kumpulan kita.
02:00Jadi, ada beberapa kemahiran teknikal.
02:03Dan ini adalah kenapa semua pesawat yang ingin melakukan melalui Hormuz,
02:08mereka harus berkumpul dengan panggilan kami dan panggilan militer kami.
02:14Karena limitasi di hormuz ini.
02:17Hormuz ini adalah hormuz yang sangat menarik.
02:19Ini adalah di air teritorial kita,
02:21dan di air teritorial kita,
02:23ini adalah di dalam air teritorial kita.
02:26Pengamat Timur Tengah, Mustafa Abdul Rahman bilang,
02:29serangan yang dilakukan Israel ke Lebanon tanpa peringatan ke tengah kota Beirut
02:33disebut sebagai kejahatan perang,
02:35hingga mengancam hasil perundingan yang telah disepakati Amerika Serikat dan Iran sebelumnya.
02:40Yang membuat situasi runyam dan yang mengakibatkan isu
02:47Selat Hormuz naik ke permukaan lagi,
02:50yaitu ketika Israel pada hari Rabu
02:53melancarkan serangan yang sangat brutal terhadap Lebanon
02:57yang menewaskan 254 warga Lebanon
03:01dan lebih dari seribu luka-luka.
03:05Dan Israel melancarkan serangan itu tanpa peringatan
03:09dan serangan itu menyasar tengah kota Beirut,
03:14di tengah keramaian.
03:16Ini jelas merupakan kejahatan perang, kan?
03:18Iran menerima gencatan senjata dengan Amerika Serikat selama dua pekan.
03:23Iran mengklaim,
03:25keputusan menerima gencatan senjata bukan tanda kelemahan,
03:28tetapi mengkonsolidasikan kemenangan.
03:31Sementara, Amerika Serikat juga mengklaim sebagai pemenang perang
03:34karena telah menghancurkan sejumlah infrastruktur milik militer Iran
03:38hingga energinya.
03:39Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan