00:00Poin pertama yang saya katakan itu adalah video AI, karena video mentah atau video asli atau video otentik yang dipakai
00:11pada video yang diproduksi dengan cara AI tersebut berasal dari kanal saya sendiri.
00:19Yang saya publikasi dengan views 88.000 sekitar 4 minggu lalu atau sebulan lalu pada tanggal 11 Maret malam, satu
00:33hari sebelum atau menjelang saya menjumpai Bapak Joko Widodo di kediamannya di Solo sana.
00:40Nah, apa itu? Video otentik yang direproduksi, dimanipulasi secara sintesi, secara rekayasa oleh AI itu berasal dari video di Baligia
00:52Academy tanggal 11 Maret 2026.
00:57Judulnya adalah Klarifikasi Rismon Sianipar Terkait Kajian Ilmiah Ijasa Jokowi.
01:05Nah, ini dia. Nah, ya kan? Nah, inilah dia.
01:09Ya kan? Urutan nomor 3. Ya, 3 video terakhir.
01:15Nih. Ya, 3 video terakhir di kanal saya.
01:19Di sana, ya, ada beberapa fitur, ya, pada video tersebut.
01:26Ya, pada objek video tersebut, di mana saya mengenakan kemeja berwarna pink, ya,
01:35dengan jas saya yang hitam satu-satunya, dan korden, dan ada juga terlihat di sana stop kontak.
01:43Ya, itu adalah sejumlah ciri dari video asli yang selanjutnya mereka rekayasa menjadi video yang menyebutkan seorang elit di Republik
01:57ini, ya,
01:58dengan nama spesifik, dengan jumlah dana spesifik yang mereka reproduksi,
02:04mereka rekayasa menggunakan aplikasi AI yang sangat marak dewasa ini,
02:11bahkan versi gratis juga banyak, untuk versi mobile maupun Android, ya,
02:17versi, apa namanya, web juga ada, jadi, oleh karena itu kita harus hati-hati, sangat hati-hati.
02:23Di era artificial intelligence ini, semua orang bisa melakukannya.
02:31Jadi, kalau saya perbesar, nah, inilah video saya, ya, video saya yang otentik, ya,
02:38video saya otentik yang berjudul
02:40Klarifikasi Rismon Sianipar terkait kajian ilmiah Ijasa Jokowi.
02:45Nah, inilah dia yang diambil.
02:47Video otentik, video mentah.
02:49Jadi, ini merupakan bukti otentik bahwa bukan saya, ya, yang memproduksi video tersebut, ya,
02:58karena otentiknya ada di sini, sebagai jejak digital yang tidak terbantahkan.
03:05Di dalam video tersebut, saya hanya menceritakan
03:09kajian-kajian teknis terkait dengan temuan-temuan saya yang baru, ya,
03:15yang menegasikan temuan saya pada tulisan saya sebanyak 486 halaman di buku Jokowi's White Paper.
03:24Ya, temuan saya yang baru itu, ya, menambahkan variable rotasi, translasi,
03:33maupun, apa namanya, resolusi, maupun pencahayaan yang menyimpulkan bahwa tidak ada bukti manipulasi digital, ya,
03:45terhadap, apa, ijasa Bapak Jokowi Dodo yang di-upload oleh Saudara Dian Sandi Utama.
03:51Jadi, kalau mereka, ya, yang meragukan atau melabel saya pengkhianat tanpa ada pembuktian ilmiah dari pihak sebelah,
04:01maka kita anggap saja itu merupakan ujaran-ujaran berbasis kepanikan.
04:07Jadi, oleh karena itu, ya, saya menyesalkan, ya, meskipun sekarang generasi-generasi muda sekarang sudah secara sensitif,
04:19bisa membedakan antara video yang dihasilkan oleh AI daripada video otentik,
04:26itu mereka sangat sensitif.
04:28Kita sangat sayangkan mereka yang melaporkan saya justru tidak punya kesensitifan tersebut.
04:33Atau memang sengaja mengetahui bahwa itu AI generated video,
04:38tetapi ingin membuat komosien di, apa namanya, di republik ini.
04:44Saya nggak tahu motifnya, ya.
04:46Yang pasti, ya, saya di sini adalah korban rekayasa AI oleh pihak yang membuat, ya,
04:56pihak yang memproduksi dan menyebarkan video tersebut, ya.
05:01Saya, saya katakan lagi, saya adalah korban rekayasa AI.
05:08Saya tidak tahu siapa yang membuat, siapa yang mengunggah, siapa yang menyebarkan.
05:14Itu, karena ini sudah dilaporkan kepada pihak penegak hukum,
05:19maka pihak penegak hukum bertanggung jawab untuk mencari, ya,
05:25siapa yang memproduksi, bagaimana diproduksi, pakai apa AI generated, AI toolnya,
05:31dan segala macam, dan segala macam, ya.
05:34Meskipun saya sekarang dituduh, ya, dituduh sebagai pembuat atau yang mengatakan hal-hal yang ada dalam video tersebut.
05:47Dalam konteks informasi video audiovisual yang di-generated, yang dihasilkan dengan AI, ya,
05:55saya sebagai korban, ya, tidak bertanggung jawab terhadap isi video tersebut,
06:01maupun informasi di dalamnya, ya.
06:04Mereka yang memproduksilah yang bertanggung jawab mengklarifikasi kebenaran atau ketidakbenaran informasi yang terkandung di dalam video tersebut.
06:15Karena apa? Ya, karena saya korban.
06:18Saya ketika dipanggil dan diklarifikasi oleh, nanti dipanggil oleh penyidik Baris Krimpolri,
06:28maka saya akan tinggal menunjukkan video otentik di kanal Baligie Akademi sekitar satu bulan lalu.
06:35Ya, tinggal ini aja.
06:37Ya, ini aja saya tunjukkan bahwa saya tidak terlibat.
06:40Itu ya, yang saya produksi sendiri di kanal Baligie Akademi, ya, sekitar satu bulan yang lalu,
06:4811 Maret 2026.
06:52Ya, jadi kita menyesalkan, ya, ketidak hati-hatian dalam melaporkan seseorang,
06:58sampai menyebutkan nama saya, ya.
07:01Konsekuensi hukum jika ini terbukti bahwa ini adalah video AI,
07:05yang saya tidak terlibat di dalamnya, dan itu akan dibuktikan oleh pihak Baris Krimpolri,
07:12maka tentu ada konsekuensi hukum.
07:15Bagi mereka yang melaporkan dengan cara yang tidak hati-hati, ya,
07:21dengan serampangan langsung menyebutkan nama saya,
07:25maka saya dengan kuasa hukum saya nanti akan berdiskusi
07:28apa yang akan kita lakukan ketika itu tidak ditemukan tindak pidana tertait dengan saya, ya.
08:15Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar