Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
RIAU, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG Pekanbaru mencatat perkembangan titik panas atau hotspot sejak tanggal 1 April hingga 9 April. Melalui citra satelit Himawari-9 EH, pada tanggal 4 April jumlah titik panas di wilayah Riau terpantau mencapai 310 titik.

Sejumlah wilayah di Provinsi Riau terjadi kebakaran hutan dan lahan, seperti wilayah Kota Dumai dan wilayah Kabupaten Bengkalis. Tim Manggala Agni, bagian dari tim Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan, melakukan upaya pemadaman melalui jalur darat.

Pemadaman juga dibantu melalui jalur udara dengan mengerahkan heli water bombing.

Sejak awal tahun 2026, kebakaran yang terjadi di wilayah Riau mencapai 2.713 hektare.

Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Pekanbaru, Bibin Sulianto, mengatakan kemarau tahap pertama yang terjadi di wilayah Riau sudah berakhir dan April ini masuk pada musim hujan hingga bulan Mei mendatang. Namun, pada bulan Juni akan masuk musim kemarau dan lebih kering dibanding dengan tahun lalu.

BMKG Pekanbaru mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Kita bahas prediksi cuaca dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau. Kita terhubung dengan Kepala Stasiun BMKG Pekanbaru, Warjono. Selamat pagi, Pak Warjono.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga Tim SAR Evakuasi 2 Jenazah Korban Laka Mobil Masuk Jurang, Medan Curam Jadi Kendala di https://www.kompas.tv/regional/662244/tim-sar-evakuasi-2-jenazah-korban-laka-mobil-masuk-jurang-medan-curam-jadi-kendala

#cuacaekstrem #riau #bmkg #kemarau

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/662245/full-bmkg-prediksi-kemarau-lebih-kering-riau-siaga-karhutla
Transkrip
00:03Intro
00:03Saudara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Pekanbaru
00:08memprediksi musim kemarau di wilayah Riau lebih kering dari tahun lalu.
00:13Akhir Maret lalu, sejumlah wilayah di Riau terjadi kebakaran hutan dan lahan.
00:19Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG Pekanbaru
00:23mencatat perkembangan titik panas atau hotspot
00:25sejak tanggal 1 April hingga tanggal 9 April.
00:29Melalui citra satelit Himawari 9EH pada tanggal 4 April
00:34jumlah titik panas di wilayah Riau terpantau mencapai 310 titik.
00:39Sejumlah wilayah di Provinsi Riau terjadi kebakaran hutan dan lahan
00:43seperti wilayah Kota Dumai dan wilayah Kabupaten Bengkalis.
00:48Tim Manggala Akdi bagian dari Tim Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan
00:52melakukan upaya pemadaman melalui jalur darat.
00:55Pemadaman juga dibantu melalui jalur udara dengan menggerahkan heli water bombing.
01:00Sejak awal tahun 2026, kebakaran yang terjadi di wilayah Riau mencapai 2.713 hektare.
01:08Kepala Bidang Darat dan Informasi BMKG Pekanbaru Bibin Sulianto bilang
01:13kemarau tahap pertama yang terjadi di wilayah Riau sudah berakhir
01:17dan bulan April masuk pada musim hujan hingga bulan Mei mendatang.
01:21Namun pada bulan Juni akan masuk musim kemarau dan lebih kering dibanding dengan tahun lalu.
01:27Bulan Februari itu memang curah hujannya itu di bawah normal semuanya sifatnya.
01:33Terus di bulan Maret, awal Maret itu juga masih di bawah normal.
01:38Di akhir Maret sudah mulai ada hujan.
01:42Jadi dari curah hujan yang sangat minim itu perkembangan titik panas atau hotspot itu juga ada peningkatan.
01:50Dan di bulan April ini kami perakirakan masuk musim penghujan.
01:55Nanti musim penghujan ini akan berakhir sampai nanti di bulan Mei.
02:00Nanti setelah bulan Mei nanti kami perakirakan itu musim kemarau kedua itu di bulan Juni hingga nanti di bulan Oktober.
02:08Kan nanti kita masih tetap berkoordinasi sama BNPB.
02:11Artinya memang di musim kemarau ini diperakirakan agak lebih panjang dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
02:19BMKG Pekanbaru menghimbau kepada masyarakat agar jangan membuka lahan dengan cara dibakar.
02:25Sawino Ardi, Kumpas TV, Pekanbaru, Riau.
02:34Saudara kita bahas prediksi cuaca dan penjagaan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau.
02:40Kita terhubung dengan Kepala Stasiun BMKG Pekanbaru, Warjono.
02:44Selamat pagi Pak Warjono. Bapak bagaimana upaya penjagaan kebakaran hutan di Riau melihat untuk tahap 2 kemarau yang berlangsung Juni
02:56hingga September ini Pak?
02:57Ya, selamat pagi.
03:00Bahwa saya, kita dari BMKG memprediksi memang ada potensi tahapnya lemah ya.
03:07Di bulan-bulan April ini masih ada ujian.
03:11Selagi masih ada potensi ujian untuk melakukan penampungan.
03:17Artinya kita panen air ujian untuk persiapan menjelang kemarau yang panjang.
03:24Jadi prediksinya nanti di bulan Juni, Juli, Agustus, September itu adalah kemarau.
03:30Sehingga sebelum sampai sana, di bulan-bulan April ini, April-May,
03:35kita akan melakukan panen ujian dan beberapa kali kita juga sampai sekarang masih melakukan modifikasi cuaca.
03:44Sehingga jumlah air yang ada di wilayah kita di Rio, di lahan-lahan di Gambit itu memenuhi.
03:51Kemudian bisa bertahan sampai di puncak kemarau.
03:57Lalu bagaimana kondisi pertumbuhan awan di Rio, Bapak berdasarkan citra satelit saat ini?
04:04Kondisi awan di sini masih ada ya.
04:07Jadi di bulan April ini kan memang musim penghujan di wilayah Rio.
04:14Jadi bulan ini masih ada ujian.
04:17Kemudian potensi-potensi pembentukan awan hujan yang bisa memungkinkan untuk segera diturunkan, diturunkan.
04:23Jadi modifikasi cuaca ini masih kita lakukan di wilayah Rio, hampir seluruh wilayah ya.
04:29Kita memantau di mana wilayah-wilayah ada, wilayah yang masih potensi terjadinya awan-awan hujan.
04:36Kita semain.
04:39Lalu Bapak, apakah Satgas ini sudah mulai memetakkan wilayah prioritas untuk modifikasi cuaca gitu ya Pak ya?
04:45Guna mencegah karhutlah dan juga menjaga air gambut Pak?
04:49Ya betul. Jadi ini kita sudah melakukan modifikasi cuaca, sudah dilakukan di wilayah Rio dengan setiap hari.
04:59Jadi ada dua pesawat untuk melakukan itu, dan setiap hari kita melakukan modifikasi cuaca di wilayah Rio.
05:07Dan dari BNKG kita memantau potensi-potensi di wilayah mana.
05:12Nah, jadi kita melihat awan-awan ini ada di mana, kemudian dilakukan penyemian untuk memudahkan.
05:20Artinya terbentuk awan-awan hujan.
05:22Jadi menyemai garam itu adalah waktu untuk menarik ya, sehingga lebih-lebih cepat.
05:30Baik, berarti dari BNKG ini sudah mulai memetakkan begitu ya Pak ya.
05:33Apa strategi Satgas ini untuk menghadapi kemarau yang katanya ini diprediksi lebih panjang dari tahun lalu Pak?
05:40Ya, betul. Strategi dari BNKG atau pemerintah Rio sendiri bahwasannya kita memprediksi ada potensi cuaca yang lebih kering.
05:53Artinya kemarau ini datangnya lebih awal, kemudian lebih panjang daripada tahun lalu,
05:58sehingga potensi ini harus segera dilakukan pengamanan.
06:05Artinya kita harus lebih aman terhadap lahan, jadi kebakaran lahan itu.
06:11Kemudian kita melakukan dari pemerintah daerah, ya dari BNKG dan BNKG,
06:17terbaru dari dunia penerbangan,
06:20untuk membantu proses pembentukan awan-awan hujan,
06:24menyemai awan-awan hujan, sehingga terjadi awan hujan yang segera turun ke wilayah Rio,
06:31sehingga memenuhi kantong-kantong air ya.
06:33Artinya lahan-lahan gamut ini lebih basah,
06:37sehingga tidak mudah terjadinya kebakaran.
06:41Jadi, selagi masih ada potensi untuk terbentuknya awan-awan hujan,
06:46lakukan penyemian untuk lebih cepat menjatuhkan air hujan
06:52dan kantong-kantong air tersedia di wilayah Rio.
06:55Baik Bapak, mungkin imbauan dari BNKG untuk masyarakat gitu ya Pak ya,
06:59guna mencegah karhutlah yang kita tahu,
07:02biasanya ini terjadi gitu ya Pak di musim kemarau di Riau ini?
07:06Ya, kami menghibur masyarakat di seluruh wilayah Rio
07:12bahwasannya kemudahan kebakaran ini tergantung dari kondisi cuaca di wilayah Rio.
07:20Kemudian ketika kita memprediksi adanya potensi kekeringan
07:23dan unsur-unsur kemudahan terbakarnya menjadi lebih mudah,
07:29kami mengharapkan kepada seluruh masyarakat Rio saling menjaga,
07:33artinya saling menjaga, mengawasi,
07:37bagaimana ketika ada potensi terjadi kebakaran
07:40untuk memantau jangan sampai meluas.
07:43Artinya ketika melakukan pemakan,
07:46sebenarnya tidak boleh melakukan pemakaran.
07:48Jadi ketika ada api harus segera dipadamkan
07:51atau ketika sudah lebih awas harus segera melaporkan ke pemerintah daerah.
07:58Baik ke BBB maupun ke dinas polisi,
08:02di Molde sendiri sudah melakukan call center ya,
08:07di satu-satu call center.
08:08Setiap yang melaporkan harus segera dipindah lanjutnya.
08:13Baik, berarti dari BMKG juga sudah melakukan upaya-upaya begitu ya Pak,
08:18supaya tidak terjadinya karhutlah di musim kemarau di Riau terkhususnya.
08:22Terima kasih Kepala Stasiun BMKG Pekan Baru,
08:25Bapak Warjono sudah bersedia bersama kami dialog di Kompas TV.
08:30Terima kasih Bapak.
08:32Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan