00:03Intro
00:03Saudara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Pekanbaru
00:08memprediksi musim kemarau di wilayah Riau lebih kering dari tahun lalu.
00:13Akhir Maret lalu, sejumlah wilayah di Riau terjadi kebakaran hutan dan lahan.
00:19Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG Pekanbaru
00:23mencatat perkembangan titik panas atau hotspot
00:25sejak tanggal 1 April hingga tanggal 9 April.
00:29Melalui citra satelit Himawari 9EH pada tanggal 4 April
00:34jumlah titik panas di wilayah Riau terpantau mencapai 310 titik.
00:39Sejumlah wilayah di Provinsi Riau terjadi kebakaran hutan dan lahan
00:43seperti wilayah Kota Dumai dan wilayah Kabupaten Bengkalis.
00:48Tim Manggala Akdi bagian dari Tim Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan
00:52melakukan upaya pemadaman melalui jalur darat.
00:55Pemadaman juga dibantu melalui jalur udara dengan menggerahkan heli water bombing.
01:00Sejak awal tahun 2026, kebakaran yang terjadi di wilayah Riau mencapai 2.713 hektare.
01:08Kepala Bidang Darat dan Informasi BMKG Pekanbaru Bibin Sulianto bilang
01:13kemarau tahap pertama yang terjadi di wilayah Riau sudah berakhir
01:17dan bulan April masuk pada musim hujan hingga bulan Mei mendatang.
01:21Namun pada bulan Juni akan masuk musim kemarau dan lebih kering dibanding dengan tahun lalu.
01:27Bulan Februari itu memang curah hujannya itu di bawah normal semuanya sifatnya.
01:33Terus di bulan Maret, awal Maret itu juga masih di bawah normal.
01:38Di akhir Maret sudah mulai ada hujan.
01:42Jadi dari curah hujan yang sangat minim itu perkembangan titik panas atau hotspot itu juga ada peningkatan.
01:50Dan di bulan April ini kami perakirakan masuk musim penghujan.
01:55Nanti musim penghujan ini akan berakhir sampai nanti di bulan Mei.
02:00Nanti setelah bulan Mei nanti kami perakirakan itu musim kemarau kedua itu di bulan Juni hingga nanti di bulan Oktober.
02:08Kan nanti kita masih tetap berkoordinasi sama BNPB.
02:11Artinya memang di musim kemarau ini diperakirakan agak lebih panjang dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
02:19BMKG Pekanbaru menghimbau kepada masyarakat agar jangan membuka lahan dengan cara dibakar.
02:25Sawino Ardi, Kumpas TV, Pekanbaru, Riau.
02:34Saudara kita bahas prediksi cuaca dan penjagaan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau.
02:40Kita terhubung dengan Kepala Stasiun BMKG Pekanbaru, Warjono.
02:44Selamat pagi Pak Warjono. Bapak bagaimana upaya penjagaan kebakaran hutan di Riau melihat untuk tahap 2 kemarau yang berlangsung Juni
02:56hingga September ini Pak?
02:57Ya, selamat pagi.
03:00Bahwa saya, kita dari BMKG memprediksi memang ada potensi tahapnya lemah ya.
03:07Di bulan-bulan April ini masih ada ujian.
03:11Selagi masih ada potensi ujian untuk melakukan penampungan.
03:17Artinya kita panen air ujian untuk persiapan menjelang kemarau yang panjang.
03:24Jadi prediksinya nanti di bulan Juni, Juli, Agustus, September itu adalah kemarau.
03:30Sehingga sebelum sampai sana, di bulan-bulan April ini, April-May,
03:35kita akan melakukan panen ujian dan beberapa kali kita juga sampai sekarang masih melakukan modifikasi cuaca.
03:44Sehingga jumlah air yang ada di wilayah kita di Rio, di lahan-lahan di Gambit itu memenuhi.
03:51Kemudian bisa bertahan sampai di puncak kemarau.
03:57Lalu bagaimana kondisi pertumbuhan awan di Rio, Bapak berdasarkan citra satelit saat ini?
04:04Kondisi awan di sini masih ada ya.
04:07Jadi di bulan April ini kan memang musim penghujan di wilayah Rio.
04:14Jadi bulan ini masih ada ujian.
04:17Kemudian potensi-potensi pembentukan awan hujan yang bisa memungkinkan untuk segera diturunkan, diturunkan.
04:23Jadi modifikasi cuaca ini masih kita lakukan di wilayah Rio, hampir seluruh wilayah ya.
04:29Kita memantau di mana wilayah-wilayah ada, wilayah yang masih potensi terjadinya awan-awan hujan.
04:36Kita semain.
04:39Lalu Bapak, apakah Satgas ini sudah mulai memetakkan wilayah prioritas untuk modifikasi cuaca gitu ya Pak ya?
04:45Guna mencegah karhutlah dan juga menjaga air gambut Pak?
04:49Ya betul. Jadi ini kita sudah melakukan modifikasi cuaca, sudah dilakukan di wilayah Rio dengan setiap hari.
04:59Jadi ada dua pesawat untuk melakukan itu, dan setiap hari kita melakukan modifikasi cuaca di wilayah Rio.
05:07Dan dari BNKG kita memantau potensi-potensi di wilayah mana.
05:12Nah, jadi kita melihat awan-awan ini ada di mana, kemudian dilakukan penyemian untuk memudahkan.
05:20Artinya terbentuk awan-awan hujan.
05:22Jadi menyemai garam itu adalah waktu untuk menarik ya, sehingga lebih-lebih cepat.
05:30Baik, berarti dari BNKG ini sudah mulai memetakkan begitu ya Pak ya.
05:33Apa strategi Satgas ini untuk menghadapi kemarau yang katanya ini diprediksi lebih panjang dari tahun lalu Pak?
05:40Ya, betul. Strategi dari BNKG atau pemerintah Rio sendiri bahwasannya kita memprediksi ada potensi cuaca yang lebih kering.
05:53Artinya kemarau ini datangnya lebih awal, kemudian lebih panjang daripada tahun lalu,
05:58sehingga potensi ini harus segera dilakukan pengamanan.
06:05Artinya kita harus lebih aman terhadap lahan, jadi kebakaran lahan itu.
06:11Kemudian kita melakukan dari pemerintah daerah, ya dari BNKG dan BNKG,
06:17terbaru dari dunia penerbangan,
06:20untuk membantu proses pembentukan awan-awan hujan,
06:24menyemai awan-awan hujan, sehingga terjadi awan hujan yang segera turun ke wilayah Rio,
06:31sehingga memenuhi kantong-kantong air ya.
06:33Artinya lahan-lahan gamut ini lebih basah,
06:37sehingga tidak mudah terjadinya kebakaran.
06:41Jadi, selagi masih ada potensi untuk terbentuknya awan-awan hujan,
06:46lakukan penyemian untuk lebih cepat menjatuhkan air hujan
06:52dan kantong-kantong air tersedia di wilayah Rio.
06:55Baik Bapak, mungkin imbauan dari BNKG untuk masyarakat gitu ya Pak ya,
06:59guna mencegah karhutlah yang kita tahu,
07:02biasanya ini terjadi gitu ya Pak di musim kemarau di Riau ini?
07:06Ya, kami menghibur masyarakat di seluruh wilayah Rio
07:12bahwasannya kemudahan kebakaran ini tergantung dari kondisi cuaca di wilayah Rio.
07:20Kemudian ketika kita memprediksi adanya potensi kekeringan
07:23dan unsur-unsur kemudahan terbakarnya menjadi lebih mudah,
07:29kami mengharapkan kepada seluruh masyarakat Rio saling menjaga,
07:33artinya saling menjaga, mengawasi,
07:37bagaimana ketika ada potensi terjadi kebakaran
07:40untuk memantau jangan sampai meluas.
07:43Artinya ketika melakukan pemakan,
07:46sebenarnya tidak boleh melakukan pemakaran.
07:48Jadi ketika ada api harus segera dipadamkan
07:51atau ketika sudah lebih awas harus segera melaporkan ke pemerintah daerah.
07:58Baik ke BBB maupun ke dinas polisi,
08:02di Molde sendiri sudah melakukan call center ya,
08:07di satu-satu call center.
08:08Setiap yang melaporkan harus segera dipindah lanjutnya.
08:13Baik, berarti dari BMKG juga sudah melakukan upaya-upaya begitu ya Pak,
08:18supaya tidak terjadinya karhutlah di musim kemarau di Riau terkhususnya.
08:22Terima kasih Kepala Stasiun BMKG Pekan Baru,
08:25Bapak Warjono sudah bersedia bersama kami dialog di Kompas TV.
08:30Terima kasih Bapak.
08:32Terima kasih.
Komentar