- 3 jam yang lalu
- #israel
- #gencatansenjata
- #as
- #iran
- #perang
KOMPAS.TV - Di tengah gencatan senjata dan perundingan yang dilakukan Iran dan Amerika Serikat, Israel tetap tidak menghentikan serangan ke kelompok Hizbullah di Lebanon.
Apakah ini akan merusak proses perundingan untuk gencatan senjata? Kita bahas bersama Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga Detik-Detik Astronaut Artemis II Mendarat Kembali di Bumi di https://www.kompas.tv/internasional/662242/detik-detik-astronaut-artemis-ii-mendarat-kembali-di-bumi
#israel #gencatansenjata #as #iran #perang
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/662247/full-prof-hikmahanto-soal-serangan-israel-di-tengah-gencatan-senjata-as-iran-rusak-upaya-damai
Apakah ini akan merusak proses perundingan untuk gencatan senjata? Kita bahas bersama Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga Detik-Detik Astronaut Artemis II Mendarat Kembali di Bumi di https://www.kompas.tv/internasional/662242/detik-detik-astronaut-artemis-ii-mendarat-kembali-di-bumi
#israel #gencatansenjata #as #iran #perang
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/662247/full-prof-hikmahanto-soal-serangan-israel-di-tengah-gencatan-senjata-as-iran-rusak-upaya-damai
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:01Di tengah gencatan senjata dan perundingan yang dilakukan Iran dan Amerika Serikat, Israel tetap tidak menghentikan serangan ke kelompok Hismuloh
00:09di Lebanon.
00:10Apakah ini akan merusak proses perundingan untuk gencatan senjata?
00:14Kita bahas bersama Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana.
00:19Selamat pagi, Prof. Hikmahanto Juwana.
00:22Selamat pagi, Mas Rene.
00:23Ya Profik, hari ini di Islamabad Pakistan, Amerika Serikat dan juga Iran bertemu gitu ya.
00:30Tapi di sisi lain Israel dan juga Hismuloh ini terus saling serang sampai hari ini.
00:36Bisakah kita optimis dengan perundingan hari ini akan menghasilkan kesepakatan?
00:40Ya ini yang terus terang kalau dari sisi saya agak sedikit pesimis justru ya.
00:47Karena saya melihat bahwa ada kepentingan Israel untuk perang ini tidak selesai.
00:53Bagi Israel, perang akan selesai apabila telah terjadi perubahan regime di Iran.
01:01Dari sistem mullah menjadi sistem monarki.
01:04Di mana mereka tentu berharap Reza Pahlebi yang akan menjadi pemimpin di sana.
01:10Karena sudah menjanjikan hubungan akan lebih baik dengan Amerika Serikat dan Israel.
01:17Lalu kemudian juga penghentian pembangunan senjata nuklir dan pengayaan uranium.
01:23Dan yang terakhir adalah tidak akan mendanai lagi kelompok-kelompok yang dianggap oleh Israel sebagai teroris.
01:29Yaitu Hamas, Hezbollah, dan kemudian juga Saudi.
01:33Nah oleh karena itu saya sedikit pesimis.
01:35Karena apa? Setiap kali Amerika Serikat mau menyelesaikan perang ini, Israel itu justru melancarkan.
01:43Kalau tidak serangan ke Iran atau yang sekarang ini kita lihat serangan ke Lebanon.
01:48Jadi Israel ini seolah-olah ingin mensabotase.
01:52Karena ini tidak sesuai dengan keinginannya atau kepentingannya.
01:56Nah ini yang membuat terus terang saya pesimis.
01:59Karena dari pemerintah Amerika Serikat mengatakan bahwa perundingan ini sebenarnya tidak mencakup serangan Israel ke Lebanon.
02:09Sementara kalau dari sisi Iran dan Pakistan sebagai mediator mengatakan ini termasuk.
02:15Karena pada waktu Hezbollah menyerang Israel itu dalam konteks dia membantu Iran untuk melakukan serangan ke Israel.
02:25Jadi seperti itu namun demikian yang saya dengar di media Amerika Serikat bahwa Presiden Trump mengatakan kepada Netanyahu untuk mengurangi
02:37intensitas serangan.
02:39Dan tidak tahu bahwa minggu depan hari Senin mungkin akan ada pembicaraan antara pihak Israel dengan pihak Lebanon dalam hal
02:50ini mewakili Hezbollah.
02:52Seperti itu.
02:52Oke Amerika Serikat sudah dalam tanda petik berhasil membujuk Israel untuk mau bernegosiasi.
02:58Walaupun sampai sekarang serangan masih terus dilancarkan ke dua belah pihak baik Israel maupun Lebanon.
03:02Tapi Prof kalau kita bicara soal Israel yang selalu bikin onar nih.
03:07Kalau kita lihat dalam beberapa waktu terakhir selain yang waktu kemarin ketika gejatan senjata dan juga saat ini saat perundingan
03:15mereka masih saling serang dengan Lebanon.
03:18Kita relevan gak kita bicara soal sanksi mungkin yang diberikan kepada Israel.
03:22Apakah kita sekarang bicara soal sanksi dan siapa yang kemudian bisa memberikan sanksi kepada Israel?
03:28Ataupun kita fokus saja kepada negosiasi antara Amerika Serikat, Iran maupun Israel, Lebanon.
03:34Ya yang sekarang ini yang paling efektif bisa memberikan sanksi adalah Iran.
03:40Karena Iran mengatakan pada Amerika Serikat kalau misalnya Israel masih terus menyerang Lebanon maka dia akan menutup Selat Hormuz.
03:50Atau dalam bahasa Iran adalah dia akan memberi akses kepada hanya kapal-kapal tertentu dari negara tertentu.
04:00Tentu dia tidak akan memberi akses kepada Amerika Serikat maupun Israel.
04:05Karena bagi dunia, dunia tidak bisa melakukan apa-apa.
04:09Dan kalau misalnya masalah ini pun dibawa ke PBB, masuk ke Dewan Keamanan PBB, saya yakin Amerika Serikat akan melakukan
04:16veto apapun resolusi Dewan Keamanan yang akan dibuat.
04:21Termasuk salah satunya resolusi Dewan Keamanan untuk dibuat pasukan multinasional untuk menyerang Israel misalnya.
04:29Itu pasti akan di veto oleh Amerika Serikat.
04:32Jadi sanksi-sanksi seperti itu tidak akan efektif.
04:35Yang paling efektif sekali lagi adalah bagaimana Iran bersikap terhadap serangan Israel ke Lebanon seperti itu.
04:45Sanksi dari internasional tidak cukup.
04:47Ya sanksinya dari pihak yang ada di dalam ya gitu ya dengan tadi leverage luar biasa yang dimiliki Iran di
04:53Selat Hormuz.
04:54Tapi kita mungkin sekarang bicara soal perundingan hari ini Prof yang antara Amerika Serikat dan juga Iran gitu ya.
05:00Ini delegasi sudah dikirimkan Wakil Presiden AS, J.D.Fans.
05:04Kemudian kalau delegasi Iran ini ada Ketua Parlemen dan juga Menlu Abbas Araksi gitu ya.
05:09Kalau kita lihat dari orang-orang yang menjadi delegasi antara Amerika Serikat dan juga Iran.
05:15Ini ada yang bisa Anda baca tidak Prof?
05:17Kenapa yang dikirimkan mereka?
05:19Ya yang pasti kalau dari sisi Amerika Serikat ini suatu kemajuan ya.
05:23Karena selama ini Presiden Trump mempercayakan kepada Special Envoy yang adalah kemannya sendiri yaitu Steve Witkoff tanpa portfolio di pemerintahan.
05:34Dan menantunya Jared Kushner yang juga tidak ada portfolio-nya di pemerintahan Amerika Serikat.
05:40Mereka berdua dianggap sebagai Special Envoy gitu ya.
05:44Dan kekhawatiran saya adalah dua orang ini, ini sangat dekat dengan Israel.
05:48Jadi apapun keputusan negosiasi itu diwarnai oleh kepentingan Israel juga.
05:55Nah kalau J.D.Fans ini adalah Wakil Presiden.
06:00Jadi menurut saya Trump sudah lebih reasonable untuk mengirim negosiatornya adalah seorang Wakil Presiden.
06:10Sementara kalau dari Iran, kita tahu adalah Ketua Parlemennya dan Menteri Luar Negerinya.
06:17Jadi ini pun kelihatan bahwa dengan hadirnya beliau-beliau, dengan jabatan-jabatan yang beliau-beliau pegang,
06:24itu menunjukkan bahwa ada keinginan yang sangat kuat bahwa perdamaian ini bisa menyelamatkan dunia dari perahara yang lebih berat gitu
06:39ya.
06:39Nah yang perlu juga kita garis bawahi adalah Iran.
06:44Iran mengatakan kita punya etikat baik untuk melakukan perdamaian.
06:48Tapi kita tidak punya kepercayaan, trust.
06:52Karena selama perundingan antara Iran dengan Amerika Serikat yang sebelum sekarang ini misalnya terakhir itu yang terkait dengan senjata nuklir,
07:02itu kan perundingan sudah hampir final tiba-tiba mendapat serangan.
07:06Nah ini yang dikhawatirkan oleh Iran.
07:09Dan Presiden Trump sebenarnya sudah menyampaikan ancaman ini.
07:13Kalau kita lihat dari media-media di Amerika Serikat, beliau mengatakan bahwa perundingan ini harus deal,
07:23kalau tidak saya akan serang.
07:25Karena beliau mengatakan bahwa waktu jeda yang katakanlah dua minggu ini sebenarnya ingin juga untuk menggemukkan kemampuan Amerika Serikat untuk
07:35menyerang Iran.
07:36Karena nanti akan ada kapal-kapal Angkatan Laut Amerika Serikat yang baru yang akan mungkin datang ke Timur Tengah menggantikan
07:45yang sudah menipis amunisinya.
07:49Mungkin juga rudal-rudal akan baru lagi.
07:51Dan dia sudah menjanjikan itu.
07:53Nah namun dari sisi Iran juga mereka mengatakan bahwa ya kita belum mengeluarkan rudal-rudal modern yang juga menjadi ancaman.
08:02Seperti itu.
08:03Oke selain tadi persiapan amit-amit gitu ya akan terjadi yang lebih besar.
08:08Mereka mempersiapkan kekuatan masing-masing selama kejahatan senjata.
08:11Tapi ada juga yang bilang bahwa kesepakatan ataupun perundingan ini juga bisa menjadi exit strategy yang mulus gitu ya.
08:17Karena masing-masing pihak sebenarnya sudah kehabisan amunisi.
08:21Dalam tanda kutip ini dari segi ekonomi, dari segi tenaga, ataupun dari segi militer.
08:25Seperti apa Prof kalau melihatnya?
08:26Arahnya lebih kemana?
08:27Ya yang pasti adalah exit strategy ini yang sangat dibutuhkan oleh Trump.
08:33Dia ingin adanya soft landing ya.
08:35Dia ingin adanya penyelamatan muka terhadap dirinya.
08:40Memang Trump satu minggu, dua minggu kemarin itu selalu mengatakan kita sudah menang.
08:46Kita sudah menghancurkan angkatan perang Iran.
08:49Kita sudah membuat senjata nuklir Iran itu tidak ada lagi dan lain sebagainya.
08:54Jadi itu sudah disampaikan.
08:56Tapi pada saat Trump mengatakan seperti itu, justru rudal-rudal dari Iran terus menyerang baik itu Israel maupun pangkalan-pangkalan
09:08militer Amerika Serikat di negara Teluk termasuk juga kapalnya.
09:11Dan kita tahu kapal induk Gerald Ford itu harus sudah ditarik.
09:17Yang sekarang ada masih Abraham Lincoln.
09:20Dan kita tidak tahu jumlah apa namanya, mungkin sudah menipis ya jumlah persenjataan di Abraham Lincoln.
09:28Nah Trump mengatakan seperti itu, untuk konsumsi siapa?
09:33Untuk konsumsi dalam negeri, bukan untuk konsumsi Iran ataupun dunia internasional.
09:37Kalau Iran ataupun dunia internasional, mereka tahu bahwa sebenarnya Amerika Serikat gagal.
09:43Karena apa?
09:44Karena tujuan-tujuan yang selama ini dipatok oleh Amerika Serikat tidak tercapai.
09:50Tujuan bahwa rakyat Iran akan memberontak terhadap pemerintahannya tidak terjadi.
09:56Tujuan senjata nuklir tidak dimiliki.
10:00Sekarang Iran mengatakan bahwa, oh kalau sekarang agak beda nih.
10:03Kalau kemarin kita memang sepakat senjata nuklir tidak dimiliki, tapi sekarang saya berubah pikiran.
10:09Ketiga, tidak terjadinya pemerintahan regime.
10:13Walaupun dari sisi Trump mengatakan Ali Khamenei sudah diganti sama Mujtaba.
10:17Itu sudah pergantian regime katanya.
10:19Tapi kan Mujtaba lebih kuat lagi daripada Ali Khamenei.
10:23Kemudian pembukaan selat hormus.
10:25Itu ternyata Trump tidak bisa melakukan pembukaan selat hormus.
10:29Kalau misalnya kita lihat dari kriteria-kriteria, apa yang dicanangkan sebagai tujuan dari perang ini, itu kan tidak tercapai.
10:38Kalau di dunia militer itu, kalau komandan bilang turunkan bendera musuh, ya itu yang harus dilakukan.
10:44Tapi kalau bendera musuh tidak turun, berarti dia tidak berhasil.
10:48Artinya dia gagal dalam misinya.
10:50Nah, sementara kalau dari sisi Iran kan, yang penting adalah apapun serangan, baik dari Amerika Serikat maupun dari Israel, itu
10:58bisa ditangkis dan kemudian mereka bisa menyerang balik.
11:01Jadi, sekarang Mujtaba sudah mengatakan bahwa kita memenangkan perang ini.
11:07Karena Mujtaba tidak ditaklukkan oleh Amerika Serikat, oleh Trump.
11:13Dia masih bisa menutup selat hormus, katakanlah.
11:16Kemudian juga tidak ada pergantian.
11:19Bahkan juga, apa namanya, serangan yang dijanjikan oleh Amerika Serikat, baik itu pembangkit listrik maupun peradaban di Iran, itu tidak
11:29terjadi.
11:30Seperti itu.
11:31Oke, Prof, kita kembali lagi mungkin ke perundingan gitu ya.
11:34Anda bilang tadi awalnya pesimis gitu ya dengan hasil kesepakatan antara kedua belah pihak.
11:38Tapi kalau kita melihat, arahnya bakal kemana nih, Prof? Apakah kita bisa ke genjatan senjata?
11:45Ini kemudian diperpanjang gitu ya, yang sempat terganggu oleh Israel.
11:48Apakah mungkin di bawah itu kesepakatannya hanya poin-poin kecil saja, bukan termasuk genjatan senjata?
11:55Melihat stance dari masing-masing negara, Amerika Serikat maupun Israel juga masih tetap kukuh dengan masing-masing, terutama soal selat
12:02hormus juga?
12:03Ya, yang paling ideal adalah tiga hal.
12:06Genjatan senjata terjadi.
12:10Kedua, adanya kesepakatan bahwa tidak ada lagi Iran membangun senjata nuklir,
12:17tapi Iran akan mengatakan senjata nuklir boleh tidak dibangun,
12:20namun dia harus diperbolehkan untuk mengembangkan nuklir untuk tujuan-tujuan damai,
12:26untuk pembangkit listrik dan lain sebagainya.
12:28Dan yang ketiga, ini terkait dengan selat hormus.
12:32Bahwa selat hormus harus dibuka kembali.
12:35Nah, tiga hal ini yang akan menjadi perundingan bagi kedua belah pihak.
12:44Namun demikian, kalau saya katakan tadi pesimis, ini pesimis karena ada kaitan dengan Israel.
12:50Jadi kalau Israel terus mengganggu proses ini,
12:53utamanya dengan menyerang Lebanon, gitu ya,
12:57maka bisa saja bahwa tiga hal yang hendak dirundingkan ini bisa tidak terjadi.
13:05Karena yang membuat katakanlah mungkin dari pihak Amerika Serikat
13:09yang berada di belakang Israel,
13:13mengatakan bahwa saya tidak mau meneruskan perundingan ini.
13:17Tapi di sisi Iran juga mengatakan,
13:19kalau Israel tidak menghentikan serangan ke Lebanon,
13:22maka saya tidak akan meneruskan.
13:25Sekarang ini sudah ada ancaman bahwa dari pihak Iran
13:28tidak akan meneruskan perundingan yang sedianya hari ini
13:32kalau Israel terus melakukan serangan ke Lebanon.
13:35Jadi ini leverage.
13:36Berarti kuncinya harusnya perundingan antara Israel dan Lebanon
13:39harusnya lebih dulu dong ya Prof, ya.
13:40Untuk bisa membuat perundingan antara Amerika Serikat dan juga Iran ini
13:43menjadi lebih sederhana, gitu.
13:45Ya, sebenarnya ideanya kayak begitu.
13:48Tapi harus diingat,
13:49kalau Israel masuk ke Lebanon itu,
13:51sebenarnya kan begini,
13:52Hezbollah kan menyerang Israel.
13:54Atas serangan dari Hezbollah yang kata-kata berpihak pada Iran,
13:58Israel melakukan serangan balik.
14:00Tapi serangan balik ini tidak proporsional.
14:03Serangan balik ini justru dimanfaatkan oleh Israel
14:05untuk memperluas wilayah Israel.
14:08Sampai yang diklaim sebagai Israel raya itu di Lebanon Selatan
14:12yang banyak di situ Hezbollah.
14:15Nah, sekarang ini tidak hanya Lebanon Selatan yang diserang oleh Israel,
14:19tetapi juga ibu kota, Beirut.
14:22Maka pada sidang Dewan Keamanan PBB pada waktu tiga prajurit kita yang gugur,
14:30itu kan utusan kita, Pak Umar Hadi di Perserikatan Bangsa-Bangsa,
14:35selain mengutuk serangan dari Israel,
14:38juga mengutuk, mengecam tindakan Israel mengambil wilayah Lebanon.
14:44Mengecam.
14:45Nah, itu yang kita harus baca bahwa
14:47yang namanya Israel,
14:49itu kadangkala dia memang mendapatkan berkah, katakanlah begitu ya.
14:54Ada serangan apakah itu dari Hamas,
14:56ataupun dari Hezbollah,
14:58karena dengan alasan dia diserang,
15:01dia akan menyerang balik,
15:02tapi tidak proporsional.
15:03Misalnya di Hamas itu kan,
15:05dia menewaskan sampai 72 ribu orang,
15:09lalu kemudian ingin sekaligus mengambil wilayah Hamas itu sebagai bagian dari dia.
15:14Ini yang terjadi juga di Lebanon.
15:15Nah, ini yang masyarakat internasional harusnya kutuk.
15:18Tapi ya, kembali lagi,
15:20kalau di PBB,
15:22Dewan Keamanan tidak bisa melakukan itu.
15:24Saya berharap,
15:25pemerintah kita,
15:26pertama,
15:27mengutuk tindakan dari Lebanon,
15:29kalau saya tidak salah,
15:30memang sudah kita lakukan,
15:31dan kita harus menggalang negara-negara untuk banyak,
15:35mengutuk bukan Lebanon,
15:36maksud saya,
15:37Israel,
15:37mengutuk Israel atas serangan ke Lebanon.
15:40Yang kedua,
15:41tadi kan Iran mengatakan,
15:43kita punya etikat baik,
15:45tapi kita tidak punya trust.
15:46Nah, trust itu,
15:47harus kita berikan,
15:48dengan cara kita membangun aliansi,
15:51penjamin,
15:51bahwa Amerika Serikat,
15:53ataupun Israel,
15:54tidak akan melakukan serangan,
15:56selama ada perundingan,
15:58ataupun setelah ada kesepakatan,
16:00untuk kesepakatan itu,
16:01dijalankan dengan baik.
16:02Seperti itu.
16:03Ada beberapa poin ini, Prof.
16:04Kita soal serangan ke Lebanon,
16:06kemudian soal pengayaan uranium,
16:08tapi yang tidak kalah penting,
16:09ini Selat Hormuz.
16:10Kita terakhir ini, Prof.
16:11Selat Hormuz,
16:12AS minta tanpa syarat dibuka,
16:14tapi Iran tentu saja tetap ingin,
16:17memiliki kendali penuh,
16:18terhadap Selat Hormuz,
16:19dan berencana untuk memberikan tarif,
16:21bagi siapapun yang lewat.
16:22Kalau Anda melihatnya,
16:23titik tengahnya untuk Selat Hormuz ini,
16:25bakal kemana, Prof?
16:26Ya, saya melihat bahwa Selat Hormuz ini,
16:29titik tengahnya adalah,
16:31akan ditunjuk mungkin,
16:33otorita,
16:33yang di,
16:35apa namanya,
16:36di,
16:38pegang oleh masyarakat internasional,
16:40walaupun Selat Hormuz ini,
16:41sebagiannya adalah,
16:42wilayah teritorial dari Iran.
16:44Yang untuk memastikan,
16:46bahwa,
16:47Iran tidak,
16:48sepenuhnya mempunyai kendali,
16:50sementara,
16:51dunia internasional juga,
16:53ingin melihat bahwa,
16:55otorita ini,
16:56menjalankan perannya,
16:57walaupun misalnya,
16:58suatu hari nanti,
16:59ke depan ada perang,
17:00yang kemudian Iran tidak bisa,
17:02mengendalikannya secara penuh.
17:04Mungkin itu,
17:05yang akan menjadi,
17:06kesepakatan antar negara,
17:08tetapi sekali lagi,
17:10bukannya tidak mungkin,
17:11Iran mengatakan tidak mau,
17:12karena dia tahu,
17:13kunci strategis dari,
17:16Selat Hormuz,
17:17yang bisa,
17:18membuat dia,
17:19memenangkan perang,
17:20apabila mendapat serangan.
17:22Oke,
17:22kemungkinannya akan ada otorita,
17:24tapi Iran sepertinya,
17:25tidak akan mau melepas ya,
17:26karena ini menjadi,
17:28daya tawar yang sangat besar,
17:29buat dia.
17:30Dan kita harap,
17:30walaupun kita pesimis gitu ya Prof,
17:32kita harap semoga,
17:33bisa membuat,
17:34kesepakatan,
17:36baik hari ini gitu ya,
17:37kita berharap juga,
17:39seluruh pihak,
17:41sportif gitu ya,
17:42bisa saling,
17:43mengikuti,
17:44ataupun,
17:44menyepakati,
17:45mengikuti kesepakatan,
17:46yang sudah dibuat gitu,
17:47dan semoga Pakistan,
17:48juga bisa menjadi penelan yang baik nanti.
17:50Terima kasih Prof,
17:51Hikmah Hanto,
17:52Juwana,
17:52Guru Besar Ilmu,
17:53Hukum Internasional.
Komentar