- 20 jam yang lalu
- #iran
- #as
- #gencatansenjata
KOMPAS.TV - Di tengah gencatan senjata dan proses perundingan damai yang dilakukan Iran dan Amerika Serikat, Israel tetap tidak menghentikan serangan ke kelompok Hizbullah di Lebanon.
Apakah ini akan merusak proses perundingan untuk gencatan senjata? Kita bahas bersama sejumlah narasumber, Guru Besar Hukum Internasional FH UGM, Heribertus Jaka Triyana, dan pakar geopolitik dan keamanan nasional, Wibawanto Nugroho Widodo.
#IRAN #AS #gencatansenjata
Baca Juga Penampakan Tumpukan Uang Rp11,4 Triliun yang Diserahkan Kejagung kepada Negara di https://www.kompas.tv/nasional/662124/penampakan-tumpukan-uang-rp11-4-triliun-yang-diserahkan-kejagung-kepada-negara
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/662139/pakar-guru-besar-hi-ugm-soroti-serangan-israel-ke-hizbullah-di-tengah-gencatan-senjata-iran-as
Apakah ini akan merusak proses perundingan untuk gencatan senjata? Kita bahas bersama sejumlah narasumber, Guru Besar Hukum Internasional FH UGM, Heribertus Jaka Triyana, dan pakar geopolitik dan keamanan nasional, Wibawanto Nugroho Widodo.
#IRAN #AS #gencatansenjata
Baca Juga Penampakan Tumpukan Uang Rp11,4 Triliun yang Diserahkan Kejagung kepada Negara di https://www.kompas.tv/nasional/662124/penampakan-tumpukan-uang-rp11-4-triliun-yang-diserahkan-kejagung-kepada-negara
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/662139/pakar-guru-besar-hi-ugm-soroti-serangan-israel-ke-hizbullah-di-tengah-gencatan-senjata-iran-as
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:02Di tengah gencatan senjata dan proses perundingan damai yang dilakukan Iran dan AS,
00:08Israel tetap tidak menghentikan serangan ke kelompok Hisbuloh di Lebanon.
00:12Apakah ini akan merusak proses perundingan untuk gencatan senjata?
00:16Kita bahas bersama sejumlah narasumber,
00:19Guru Besar Hukum Internasional FHUGM Heribertus Jakatriyana,
00:23dan Pakar Geopolitik dan Kamanan Nasional Wibawan Tonugroh Widodo, PhD.
00:27Selamat petang semua.
00:29Selamat petang, Mbak.
00:31Prof. Jaka, banyak negara yang mengkhawatirkan kelanjutan gencatan senjata karena Israel tetap menyerang Hisbuloh di Lebanon.
00:38Kalau menurut Anda, berarti nasib gencatan senjata ke depannya bakal kayak gimana?
00:44Kemarin saya juga sudah menyatakan bahwa dasar hukum dari gencatan senjata ini sebenarnya rapuh sekali,
00:50karena faktual di lapangan itu sangat ditentukan oleh kepatuan dari para pihak yang bertikai.
00:55Dalam hal ini negara dengan negara, dan proksinya.
00:58Nah, buntutnya, yaitu proksi negara-negara ini, inilah yang nanti juga akan sangat menentukan keberhasilan dari,
01:04apa itu, cheese fire yang akan dilakukan dan memulai agreement yang dilaksanakan di Pakistan.
01:11Saya kira memang satu syarat kondisi yang harus ditempuh adalah prakondisi perdamaian faktual di antara paribia terlebih dahulu,
01:20sehingga mood di dalam nanti mereka bertemu di Islamabad itu akan tinggi dan menghasilkan poin-poin yang sangat diharapkan oleh
01:28banyak pihak.
01:29Karena saat sekarang kerugian, lalu korban, dan juga hal-hal yang sifatnya destraktif itu sangat-sangat menjadi perhatian,
01:38dan saya kira sudah saatnya, saat sekarang, para pihak juga menekan.
01:42Apa itu proksi-proksi mereka untuk menahan diri terlebih dahulu.
01:46Amerika harus menekan Israel supaya menghentikan dulu,
01:49Iran sebaiknya menekan Hezbollah,
01:52dan juga menghentikan suplai ataupun kaitan faktual terkait dengan perdamaian yang ada.
01:57Ini adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi sebelum perundingan di Islamabad dilakukan.
02:03Kalau itu jadi syarat mutlak, tapi kenyataannya masih ada serangan menurut Anda Pak Wibawanto,
02:07Iran akan mau bernegosiasi tidak?
02:11Jadi saya langsung aja kepada akar masalahnya.
02:14Jadi secara esensial, Amerika itu mau meng-content Iran secara militer, secara nuklir, dan secara pengaruh regional.
02:23Artinya melucuti proksi-proksi juga.
02:24Yang kedua, Amerika mau memastikan bahwa Hormuz tetap di bawah kontrol global community,
02:30termasuk Amerika Serikat.
02:32Jika Iran mau meng-control, Amerika juga harus di-control.
02:34Yang ketiga, Amerika juga akan mencegah terbentuknya blok Rusia dan China di regional security complex Timur Tengah.
02:42Dan ini harga mutlak yang tidak bisa ditawas.
02:44Sehingga struktur dari regional security complex di Timur Tengah ini dihadapkan oleh Amerika setelah konflik ini tetap tidak berubah.
02:52Dan Israel tak aman.
02:54Inilah yang membuat kesannya.
02:55Israel itu tidak ada yang bisa menekan.
02:57Tapi sebenarnya bukan tidak bisa menekan.
02:59Karena tekanan kepada Israel itu melahirkan konsekuensi, yaitu biaya politik strategis yang militer bagi siapapun yang mau menekan.
03:06Alasannya pertama, adanya perlindungan Amerika secara militer dan juga diplomasi di Dewan Kalmanan PDB.
03:14Yang kedua, superioritas dari militer dan teknologi termasuk semampuan intelijen dan emerging teknologi dari Israel itu sendiri di kawasan.
03:23Yang ketiga adalah lobby-lobby Israel yang masuk ke dalam politik domestik di negara-negara yang mendukung Israel.
03:31Sehingga jika lobby-lobby tidak diakomodi, itu mengganggu kondisi domestik di negara-negara yang mempunyai pengaruh lobby swat Israel.
03:43Yang berikutnya adalah ada fragmentasi terhadap Israel dari komunitas dunia.
03:48Negara Barat cenderung pro-Israel, tetapi Global South itu lebih switchis melihat ini.
03:54Dan oleh karena itu, kalau ada pihak yang menekan Israel, ya itu pasti akan melahirkan konsekuensi respon dari Israel yang
04:03bisa melahirkan eskalasi konflik lebih jauh.
04:06Apalagi Israel itu selalu mengklaim right to self-defense, walaupun belum diserima secara universal.
04:13Nah ini tadi Prof sudah menyinggung bahwa hitung internasional itu seperti tidak berjalan.
04:18Kenapa? Karena berjalan dengan kepentingan-kepentingan strategis dari aktor-aktor besar, termasuk great powers, ya.
04:25Yang sering posisinya berada di atas hukum internasional itu sendiri, gitu.
04:29Ini manifestasi dari dunia multiporal yang sekarang itu fragmented karena adanya persaingan antara ruling power Amerika melawan regime power Rusia
04:39dan China.
04:40Jadi ini interaksi dua variabel itu.
04:42Jadi kalau pun ada tekanan perundingan kepada Iran, itu simpatnya, Mbak, hanya manajemen konflik dan tidak ada penyelesaian kundak mental.
04:49Sehingga Iran pilihannya adalah mau terima itu atau perang syarigus, begitu.
04:54Dan ini bisa disesekan dengan eskalasi yang ditekan, ya.
04:58Sementara ini spesifik operasi orientasi konflik atau eskalasi mengarah kepada perang dunia.
05:02Itu berjalan saya.
05:04Eskalasi lebih lanjut atau ya berakhir dengan negosiasi?
05:07Tapi kalau Prof. Jaka, menurut Anda, ketika kesepakannya kan sedang digodok, kalau ada satu pihak yang melanggar perjanjian, ada sanksikah
05:13yang bisa dijatuhkan?
05:16Untuk saat sekarang, karena masih dalam posisi saling melihat, saling memberikan, saya kira ini sangat mungkin terjadi, terjadinya kegagalan.
05:26Kenapa? Karena biaya atau resikonya itu terlalu gede.
05:30Ingat, saat sekarang itu adalah faktual, yaitu pausing the button di dalam konflik ini.
05:36Jadi, masing-masing pihak itu sangat tergantung dari perilaku mereka untuk menciptakan kondisi, yaitu confidence building,
05:44untuk para pihak bisa duduk, bertemu, dan mendiskusikan segala sesuatunya.
05:49Saya kira, satu hal yang menarik untuk dapat kita lihat adalah, bagaimana saat ini, sejauh ini,
05:55para negara-negara yang mau berunding, yaitu Amerika, Israel, sorry, Iran,
06:00yang ini ketemu di Pakistan, itu juga nanti kita bisa melihat apakah mereka mengikutkan proksi-proksi mereka
06:07sebagai satu bagian dalam rencana pertemuan mereka.
06:11Saya kira ini juga menjadi satu prasarat confidence building.
06:15Tapi kalau melihat dari apa yang sudah terjadi di akhir-akhir ini, Prof. Jaka, sorry,
06:19tapi kalau melihat apa yang terjadi di akhir-akhir ini,
06:22apakah Anda meyakini kesepakatan itu akan bisa tercapai di selama abad?
06:26Paling tidak, kesepakatan ini akan tercapai untuk tadi yang sifatnya adalah bukan yang eksistensial,
06:33dan bukan mencapai peace agreement.
06:35Kenapa? Karena kepentingan-kepentingan ini kan sifatnya sangat-sangat apa,
06:39dasar, fundamental untuk mereka semuanya.
06:42Iran mempertaruhkan segala sesuatunya karena nationhood mereka.
06:47Amerika juga pasti nggak mau kalah pamor sebagai negara adidaya.
06:52Israel, tentu dia akan mempertaruhkan eksistensi Israel terhadap apa itu yang terjadi
07:00dengan Lebanon, proksinya dengan Hezbollah, Palestina dengan Hamas, dan lain sebagainya.
07:05Sehingga ini sama-sama gegah.
07:07Nah, untuk ini, saya kira nanti peran dari mediator itu menjadi penting untuk pausing the button ini,
07:13yaitu Pakistan dan juga negara-negara lainnya yang memiliki channel langsung dengan para biaya yang sedang bertikai.
07:19Oke. Untuk sementara, saya kira nanti yang faktual atau yang visible terjadi adalah faktual dulu.
07:24Tetapi untuk basisnya, saya kira kok masih jauh dari panggang dari api.
07:29Oke. Kalau di belakang Israel ada negara adidaya, ada Amerika Serikat, Pak Wibawa,
07:33menurut Anda sebenarnya masih ada negara yang bisa menekan Israel tidak untuk patuh terhadap aturan
07:38atau seandainya adalah apa kesepakatan di genjata-senjata?
07:42Jadi, great power lainnya, dalam hari Rusia dan China, termasuk juga Perancis dan Undis,
07:46juga tidak bisa terlalu nyauh menekan Israel.
07:49Dengan struktur regional security complex yang seperti sekarang.
07:53Ya, karena akan melahirkan konsekuensi krisis strategis dan militer ke mereka.
07:57Karena Rusia dan China itu juga mempunyai bilateral relation dengan Israel yang cukup kuat.
08:03Gitu loh.
08:04Gitu. Jadi, Israel itu,
08:06normal, saya harus menyampaikan apa adanya nih, Prof, ya.
08:09Susah diganggu-gugat.
08:10Jadi, kalau Iran mau menekan Israel di dalam perundingan ini,
08:1399% confidence level nggak akan bisa.
08:16Kenapa? Karena struktur saat ini,
08:17itu memberikan favorit point kepada Israel.
08:20Makanya, regime 79, Iran,
08:22mau mengubah struktur itu.
08:23Nah, struktur itu menurut saya,
08:25saya sama Prof, sama-sama orang haib,
08:27solusinya adalah perang.
08:28Bukan kita realis.
08:29Tetapi, pendekatan liberalis sudah dianggap tidak berhasil atau belum berhasil.
08:33Nah, kalaupun mau ditunggu apakah berhasil atau tidak,
08:36berarti semua harus menahan diri.
08:38Itu poinnya, Prof.
08:39Nah, itu poinnya.
08:40Jadi, apalagi sekarang yang masuk ke sini,
08:42yang Prof bilang,
08:43semuanya dalam kondisi trade,
08:45dalam kondisi defisit kepercayaan.
08:47Apa yang mau dibat?
08:48Adalah hal-hal yang non-idologis,
08:49seperti di sekalasi jatah saja.
08:51Nggak ada harap yang eksistensial yang akan disepakasi.
08:54Ya, Prof, ya.
08:55Begitu.
08:55Oke, dengan kondisi defisit kepercayaan ini,
08:58salah satu poinnya juga yang ditagih oleh AS adalah
09:00membuka selat hormus.
09:01Mungkinkah Iran akan membuka itu?
09:03Kita basuh saja dan tetap bersama kami di Kompas Petang.
09:12Kita lanjutkan dialognya.
09:14Prof. Jaka, tadi kalau Iran mengklaim sudah masuk ke fase baru,
09:18nah, kalau salah satu yang dipersoalkan oleh AS juga adalah soal selat hormus,
09:22adakah kemungkinan besar Iran akan membuka selat hormus seperti sebelumnya?
09:28Saya kira salah satu tekanan yang paling utama itu adalah akses terhadap penggunaan selat hormus
09:35yang menjadi urat nadi perekonomian dunia.
09:37Dan saya kira ini adalah satu yang berpengaruh besar terhadap kemampuan Amerika,
09:42kepentingan Amerika,
09:44kepentingan ekonomi untuk memastikan suplai energi dunia itu terpenuhi melalui pembukaan selat hormus.
09:51Dan saya kira ini adalah tekanan besar kepada Amerika untuk sedikit ngerem Israel
09:56untuk bisa sedikit apa itu mengurangi intensitas penggunaan kekerasan bersenjatanya di Lebanon.
10:02Dan saya kira juga faktual ketika bapak yang berkuasa ini sedikit banyak punya masalah,
10:09saya kira tekanan terhadap anak-anak yang mengganggu anaknya ini,
10:12saya kira juga akan sedikit berkurang.
10:14Sehingga saya kira baik prakondisi yang ada di teluk misalnya di selat
10:21untuk dapat menggunakan kesempatan pembukaan selat hormus ini
10:25untuk menciptakan tata perekonomian dunia yang lebih kondusif, lebih visible,
10:30lebih bermanfaat sebagai satu bentuk tekanan kepada penjamin dari Israel ini siapa?
10:35Yaitu Amerika.
10:36Tapi Prof. Jaka, sebenarnya aturan internasional gimana?
10:40Apakah Iran memang bisa mengendalikan selat hormus ketika itu menjadi jalur internasional?
10:45Alasan yang dipakai oleh Iran, saya kira itu adalah suatu alasan yang faktual.
10:50Kenapa?
10:51Karena sebelum serangan kemarin, mereka memasang apa yang disebut sebagai weaponry atau weapon system di laut.
10:58Yang dari sisi keamanan navigasi laut, ini menjadi tanggung jawab mereka yang menanam arm weapons di laut.
11:06Sehingga alasan Iran itu memperoleh satu justifikasi pembenar.
11:10Kenapa?
11:11Karena ada emergency situations di selat hormus.
11:14Yang dia tahu, dia yang meletakkan, sehingga resourcesnya,
11:18alokasi untuk apa itu, mengetahui tempat berbahaya misalnya ya,
11:23penanaman ranjunya misalnya,
11:25ini menjadi sebuah justifikasi pembenar buat Iran untuk
11:29bukan pembukaan selat hormus secara apa itu tidak utuh.
11:34Sehingga dia bisa menerapkan kebijakan-kebijakan yang sangat menguntungkan untuk dirinya.
11:40Walaupun sebenarnya ini tidak bisa dibenarkan melalui hukum internasional,
11:44apalagi melalui unclosed.
11:46Nah, saat sekarang faktual situasinya itu adalah armed conflict.
11:50Nah, ketentuan hukum internasional umum itu dapat dikesampingkan,
11:53tetapi ini pun harus ada prinsip.
11:55Satu, non-diskriminasi, proporsional, yang berlaku buat semua pihak.
11:59Nyatanya, Iran itu tidak menerapkan prinsip itu.
12:03Misalnya kapal Cina dia diberikan akses yang lebih, ini kan nggak baik juga gitu loh.
12:07Sehingga tekanan terhadap Iran pun tinggi dari sisi hukum internasional
12:10yang basisnya adalah profesionalisme, proporsionalisme, dan non-diskriminatif.
12:16Oke, ketika Slatorus menjadi salah satu modal bagi Iran, daya tawar bagi Iran,
12:20Pak Wibawa menurut Anda, Amerika Serikat akan ngapain lagi dalam waktu dekat?
12:24Apakah itu akan menjadi bahasan yang lebih semakin panas juga dalam negosiasi nanti?
12:30Jadi, kalau Amerika Serikat itu sebagai super power,
12:34saransi utamanya itu adalah freedom of navigation.
12:37Dari tahun 1776, Amerika merdeka, bahkan di abad 20,
12:42bahkan sejak revolusi Iran tahun 1776,
12:45Amerika itu sudah berdarah dan memperjuangkan yang namanya freedom of navigation.
12:49US Navy juga akan seberangkan rupa atau menghadapi full spectrum
12:53di dalam domain meridian untuk menjamin freedom of navigation.
12:58Jadi, pendekatan liberalis yang tadi proporsional akan dilakukan,
13:01tapi pendekatan-pendekatan realis kita juga harus antisipasi mereka akan lakukan.
13:05Nah, tadi propors sudah menjelaskan, bagus tuh penjelasannya.
13:08Iran mempunyai justifikasi, ya, karena mereka dalam keadaan terancam.
13:13Ada serangan militer, sehingga mereka mempunyai wilayah teritorial,
13:18apa, wilayah apa, laut teritorial di situ,
13:20yang bisa mereka gunakan bahwa,
13:25bahwa kapal yang lewat itu bisa saja, bukan inocent passage gitu.
13:28Pembenarannya begitu.
13:30Nah, tapi tadi propors sudah jelaskan juga,
13:32tapi ini tidak ada di sini lagi ke Amerika, kan.
13:36Nah, tapi jauh lagi oleh Iran dengan perdebatan bahwa
13:39apa yang dilakukan oleh Amerika tetap membawa dimensi ketidakamanan
13:42bagi kepentingan Iran.
13:43Jadi, ini akan menjadi debat yang tidak ada abisnya.
13:46Sehingga yang saya khawatirkan adalah penyelesaian yang realis.
13:50Nah, kalau penyelesaian yang realis yang terjadi,
13:52memang NATO tidak terlibat selangsung, ya.
13:54Dulu setuju untuk keputusnya.
13:56Tetapi akan ada pertempuran laut yang tidak diharapkan,
14:00walaupun chance-nya itu lebih sekil,
14:03tapi jika itu terjadi,
14:04itu akan sangat mengganggu perekonomian dunia
14:08karena akan mengganggu lalulitas perdagangan maritim di Hormus.
14:11Tetapi mungkin itu yang menyelesaikan.
14:13Karena perang itu adalah penyelesaian politik dengan cara lain,
14:17karena pendekatan yang liberalis sudah tidak bisa lagi digunakan.
14:19Nah, sekarang upayakan supaya fokusnya itu adalah satu platformers.
14:24Yang kedua adalah di atas segala jalannya adalah kemanusiaan.
14:27Baik konflik di Senegal Palestina,
14:29baik itu yang di Libanon,
14:31baik itu yang di Iran,
14:32baik juga di Tahrani juga banyak meninggalnya rakyat Iran sendiri.
14:36Kita takui salah tembak dari US Navy kemarin
14:39ke tasaran sipil sekolah di Iran.
14:42Dan juga korban sipil di grup kontrikansi itu juga harus jadi pertimbangan.
14:45Nah, kita walaupun mengerti pemikiran neorealis
14:48jadi dari great power yang harus preventive,
14:51kita juga sebagai manusia yang hidup di zaman ini harus berusaha
14:54untuk memasukkan yang namanya self-restraint,
14:57yang tadi Prof bilang itu, self-restraint.
14:59Tapi Pak Wibaw, artinya bisa dibilang
15:02negosiasi atau kesepakatan kejatan senjata
15:04yang akan berlangsung hari ini tidak akan berjalan mulus?
15:08Hanya akan mencapai hal-hal yang sepatutnya non-ideologis.
15:12Jadi kalau Iran memaksa maksimalis, tidak akan bisa.
15:17Karena Amerika tidak akan mau tilangan leverage-nya.
15:20Oke. Dan kepercayaan yang menjadi dasar bisa berhasil atau tidak?
15:24Nanti kita, ya semoga ada kabar baik tentunya.
15:27Prof. Jaka, Heribartus Jakatriyana, dan Pak Wibawan,
15:30Tandukroh Widodo, PSD.
15:31Terima kasih sudah berbagi bersama kami di Kompas Petang.
15:33Saya selalu semuanya.
15:34Terima kasih sudah berbagi bersama kami di Kompas Petang.
Komentar