- 3 jam yang lalu
- #ultimatumtrump
- #trump
- #iran
- #as
- #selathormuz
KOMPAS.TV - Komando Pusat Militer Amerika Serikat atau United States Central Command (CENTCOM) merilis rekaman serangan terhadap target-target militer Iran.
Rekaman tersebut memperlihatkan kendaraan serta berbagai infrastruktur militer Iran hancur akibat ledakan besar.
Dalam pernyataannya, CENTCOM menyebut kekuatan militer Iran terus menurun, sementara Amerika Serikat tanpa henti menyerang aset dan infrastruktur militer negara tersebut.
Di sisi lain, Iran tetap menolak gencatan senjata sebagai bagian dari kesepakatan yang ditawarkan Amerika Serikat.
Iran beralasan bahwa Amerika Serikat telah melanggar kesepakatan gencatan senjata sebelumnya, meskipun telah disetujui oleh pihak Iran.
Teheran menginginkan perang berhenti secara permanen serta adanya kepastian keamanan di kawasan Teluk.
Iran juga menegaskan tidak akan membiarkan tenggat waktu yang diberikan Presiden AS, Donald Trump, sebelum melancarkan serangan besar-besaran menjadi ancaman bagi masyarakatnya.
Untuk membahas situasi menjelang batas waktu tersebut, akan dihadirkan pakar strategi Perhimpunan Purnawirawan Angkatan Udara, alumni US Air War College, Agung Sasongkojati, serta peneliti senior Indo-Pacific Strategic Intelligence, Fauzia Cempaka Timur.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga Israel Rilis Rekaman saat Serang Unit Rudal Anti-Tank Hizbullah | BERUT di https://www.kompas.tv/internasional/661497/israel-rilis-rekaman-saat-serang-unit-rudal-anti-tank-hizbullah-berut
#ultimatumtrump #trump #iran #as #selathormuz
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/661506/analisis-pakar-strategi-peneliti-senior-soal-batas-waktu-ultimatum-trump-as-akan-hancurkan-iran
Rekaman tersebut memperlihatkan kendaraan serta berbagai infrastruktur militer Iran hancur akibat ledakan besar.
Dalam pernyataannya, CENTCOM menyebut kekuatan militer Iran terus menurun, sementara Amerika Serikat tanpa henti menyerang aset dan infrastruktur militer negara tersebut.
Di sisi lain, Iran tetap menolak gencatan senjata sebagai bagian dari kesepakatan yang ditawarkan Amerika Serikat.
Iran beralasan bahwa Amerika Serikat telah melanggar kesepakatan gencatan senjata sebelumnya, meskipun telah disetujui oleh pihak Iran.
Teheran menginginkan perang berhenti secara permanen serta adanya kepastian keamanan di kawasan Teluk.
Iran juga menegaskan tidak akan membiarkan tenggat waktu yang diberikan Presiden AS, Donald Trump, sebelum melancarkan serangan besar-besaran menjadi ancaman bagi masyarakatnya.
Untuk membahas situasi menjelang batas waktu tersebut, akan dihadirkan pakar strategi Perhimpunan Purnawirawan Angkatan Udara, alumni US Air War College, Agung Sasongkojati, serta peneliti senior Indo-Pacific Strategic Intelligence, Fauzia Cempaka Timur.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga Israel Rilis Rekaman saat Serang Unit Rudal Anti-Tank Hizbullah | BERUT di https://www.kompas.tv/internasional/661497/israel-rilis-rekaman-saat-serang-unit-rudal-anti-tank-hizbullah-berut
#ultimatumtrump #trump #iran #as #selathormuz
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/661506/analisis-pakar-strategi-peneliti-senior-soal-batas-waktu-ultimatum-trump-as-akan-hancurkan-iran
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:0010 malam di Kompas TV
00:41Di sisi lain, Iran tetap menolak gencatan senjata sebagai bagian dari kesepakatan yang ditawarkan Amerika Serikat.
00:47Alasannya, AS juga telah melanggar kesepakatan gencatan senjata sebelumnya, meski telah disetujui Iran.
00:53Iran ingin perang berhenti secara permanen dan kepastian keamanan di wilayah Teluk.
00:58Iran menegaskan tak akan membiarkan tenggat waktu yang diberikan Trump sebelum menyerang Iran besar-besaran jadi anjaman masyarakat Iran.
01:50Anj
01:58Selamat malam Pak Agung. Dan juga melalui sambungan virtual ada penelitismur Indo-Pacific Strategic Intelligence,
02:05Pauzia Cempaka Timur. Selamat malam Mbak Cempaka.
02:09Selamat malam Mas.
02:10Ya, saya ke Pak Agung dulu.
02:12Pak Agung, sebelum saya tanya apakah benar terrealisasi, saya ingin bertanya dulu soal eskalasi serangan yang dilancarkan Amerika Serikat.
02:20Meskipun Donald Trump berbilang beberapa kali kan sudah mengatakan 2-3 hari atau mundur lagi 48 jam gitu.
02:28Tapi apakah menurut perspektif Pak Agung eskalasi serangan itu sudah mulai tampak meningkat di Iran saat ini?
02:35Sejak dari awal serangan tanggal 28 Februari, Amerika itu kebanyakan secara terus-menerus mengadakan serangan.
02:42Bahkan serangan itu kadang-kadang berulang pada target yang sama, mungkin target yang sulit dihancurkan ya seperti ini.
02:48Namun sekarang mereka menambah dengan serangan kepada universitas,
02:52kepada apa dengan semua dikasih label ini ada kaitan sama militer atau kaitan sama RGC, ada revolusi.
02:58Namun itu menunjukkan bahwa strateginya itu kalau menambah target, menambah itu pada saat sudah berjalan,
03:06itu adalah memang tidak punya rencana.
03:08Mereka hanya berusaha untuk menekan, koersif, ya menekan-koersif untuk menekan, memaksa untuk Iran dengan menimbulkan,
03:14mungkin dipikirkan rasa sakit pada Iran, dihancurkan ini, dihancurkan itu, jernih, dan itu.
03:19Namun sepertinya juga saya lihat bahwa Iran ternyata memiliki titik sakitnya bukan di situ.
03:24Bukan di berapa banyak bangunan yang dihancurkan, atau berapa banyak orang yang dibunuh,
03:30atau berapa banyak sistem yang dirusak.
03:32Tetapi kelihatannya adalah memang bukan itu center of gravity-nya Iran.
03:37Pintoleransi juga sangat tinggi begitu ya, Iran ini ya?
03:40Sekarang masalahnya kan juga Iran membalas dengan serangan yang terus konstan juga
03:45kepada target-target di Teluk dan target-target di Israel,
03:49yang mana target-target semua adalah kepentingan terkait kepentingan Israel dan Amerika,
03:52yang juga menimbulkan pain, pain atau kesakitan juga.
03:57Nah kesakitannya mungkin bukan secara orang yang terbunuh berapa,
04:00tetapi juga dengan tidak berfungsinya fasilitas itu,
04:03dan kemudian berefek pada gangguan ekonomi.
04:05Jadi sebetulnya Iran itu membalasnya dengan tekanan berupa tekanan ekonomi,
04:09baik dengan penghentian penutupan hormus pada Amerika dan sekutunya,
04:14serta memastikan bahwa semua bisnis yang dibangun di Israel,
04:21dan khususnya di negara Teluk itu menjadi terhambat, terganggu,
04:23atau tidak berjalan sama sekali.
04:25Jadi tekanannya lebih bersifat senjata untuk ekonomi,
04:29sedangkan Amerika senjata untuk penderitaan,
04:32atau putusnya pengambilan keputusan, dan itu tidak terjadi.
04:37Oke, nah dengan kondisi-kondisi seperti ini Pak Gung,
04:40dengan apa yang dikatakan Trump,
04:42jika memang tidak dibuka selat hormus,
04:43Iran akan dibumi hanguskan.
04:44Dengan pernyataan tersebut,
04:46mungkinkah Amerika Serikat akan membungi hanguskan Iran,
04:50dengan pernyataan katanya Iran akan jadi Stone Age?
04:52Nah, membungi hanguskan karena sudah spesifik,
04:54yaitu pada jembatan dan infrastruktur energi.
04:57Yang dimasukkan infrastruktur energi itu bukan kilang minyak, jelas.
05:00Bukan penghilangan minyak, bukan untuk ekstraksi minyak,
05:04bukan untuk saluran minyak,
05:06karena itu bunuh diri bagi Amerika.
05:08Jelas, yang dimasukkan infrastruktur seperti jembatan,
05:11untuk transportasi, dan juga mungkin listrik ya.
05:14Nah, cuman masalahnya adalah,
05:15itu harus berhati-hati,
05:17karena kalau sampai itu merusak ataupun menemui hal-hal yang menjadi titik kritis terkait dengan ekonomi,
05:27yaitu menimbulkan dampak balik,
05:30seperti menghancurkan kilang minyak,
05:32atau membuat kilang minyak tidak berfungsi,
05:35karena itu akan tiba-tiba menyetop sejumlah aliran minyak ke dunia,
05:41berapa juta barel,
05:42itu sudah langsung meningkatkan harga minyak,
05:45dan itu akan menimbulkan efek bencana ekonomi bagi Amerika sendiri.
05:48Jadi Amerika betul-betul memilih,
05:50target mana yang punya efek kepada ekonominya dia,
05:53dan target mana yang tidak ada efek langsung.
05:55Jadi memang tidak bisa menghancurkan semuanya.
05:57Jadi kata-kata menghancurkan itu ya mungkin adalah benda-benda secara fisik,
06:01yang bisa kelihatan penghancuran,
06:02ada ledakan, ada api, ada asap yang bumbung timi.
06:06Tetapi tidak sepenuhnya akan mematikan,
06:08atau menghentikan proses pendapatan daripada Iran,
06:12yang akan punya efek kepada Amerika juga.
06:14Lalu gitu saya bertanya ke Mbak Cempaka,
06:16dari perspektif intelijen strategis, Mbak Cempaka.
06:20Seberapa kredibel sebenarnya ultimatum yang dilancarkan oleh Donald Trump ini,
06:23mengingat ada inkonsistensi pernyataan Donald Trump beberapa waktu sebelumnya juga,
06:29yang mengelur-ngelur waktu.
06:31Katanya ada tengah waktu, namun tidak terjadi.
06:33Nah sekarang muncul lagi tengah waktu.
06:35Apakah ini sekali ini kredibel pernyataan Trump ini?
06:38Jadi terima kasih Mas.
06:39Jadi memang kalau kita lihat statement dari Trump ini,
06:42ketika kita melihat setiap statement yang dikeluarkannya semakin keras.
06:46Dengan tohnya juga semakin sangat menekan begitu ya.
06:49Dalam konteks ini, dalam konteks ancaman,
06:51tentu setiap ancaman tidak terwujud gitu ya,
06:54kredibilitas terus menurun Mas.
06:56Nah ini kita lihat bagaimana sebenarnya Trump memang mengulur waktu
07:00dalam salah satu statement yang dikeluarkan baru-baru ini,
07:03kemarin gitu ya, waktu ditanya oleh salah satu wartawan di depan White House,
07:07ditanya apakah mungkin Trump memperpanjang lagi?
07:10Karena memang sudah ada diskusi,
07:12terutama dari interluputer seperti Pakistan,
07:15Mesir, dan juga Turki,
07:17untuk meminta extension kembali selama 45 hari.
07:20Nah ini Trump menjawab mungkin.
07:22Jadi dari memang Trump ini melihat bagaimana
07:25mungkinnya kredibilitas ini tentu menurun,
07:28tetapi memang mungkinnya juga extension ini bertambah.
07:31Namun kita harus lihat juga Mas, saya rasa terkait dengan
07:34bagaimana kredibilitas ancaman terkait dengan serangan militer
07:38yang merupakan Mas saat ini masih melalui udara,
07:41itu memang dilakukan oleh Israel misalnya.
07:45Kemarin di pukul 3 pagi, 3 dini hari waktu Iran,
07:50dilakukan serangan yang sifatnya masif ke bandara-bandara yang berada di Iran.
07:55Dan ini kita lihat bagaimana lebih dari 12 pesawat jet dari Iran
08:01ini melakukan serangan ke Merhabat Airport.
08:03Nah ini cukup memberikan serangan terlebih ketika kita melihat
08:06salah satu informasi bahwa salah satu pimpinan tertinggi IRDC
08:11juga gugur dalam serangan yang hari sebelumnya dilakukan ke Iran.
08:17Oke. Lalu bagaimana kemungkinan Iran juga nanti merespons?
08:21Misalnya dalam 24 jam pertama jika serangan benar-benar terjadi,
08:24apakah Iran punya waktu cukup untuk mengaktifasikan seluruh pertahanannya?
08:29Kalau kita lihat memang ada sebuah data Mas yang menunjukkan bahwa
08:33sebenarnya dibandingkan sejak serangan di 28 Februari hingga saat ini,
08:39kredibilitas atau signifikansi setelah presisi yang dimiliki Iran
08:42itu meningkat 9 kali lipat Mas.
08:44Meskipun di sisi lain mereka juga memiliki korban yang jumlahnya saat ini
08:48terhitung lebih dari 2.000 orang telah meninggal.
08:52Nah ini sebenarnya 2 hal yang tadi disampaikan juga oleh Pak Agung bahwa
08:57ada pain threshold atau batas luka atau batas yang disakit,
09:03yang dapat diterima oleh Iran ini sangat tinggi.
09:06Meskipun tadi dalam sisi lain korban semakin banyak,
09:10korban ekonomi dengan infrastruktur juga semakin tinggi.
09:13Namun di sisi lain presisi yang dilakukan Iran semakin lama itu juga semakin tinggi Mas.
09:19Jadi serangan yang dilakukan kita dengar kembali kemarin misalnya salah satu serangan yang dilakukan Iran
09:25di gelombang lalu, di gelombang kemarin itu berhasil masuk ke kompleks,
09:29sekitar kompleks kementerian pertahanannya Israel.
09:33Nah ini kita lihat bagaimana sangat presisi begitu ya.
09:35Jadi tidak hanya menyerang yang sifatnya infrastruktur tapi juga strategis.
09:39Oke, Pak Agung, Donald Trump ini kan mengatakan tadi seperti yang disinggung Pak Agung,
09:43akan menyerang atau menghancurkan jembatan lalu juga fasilitas energi Iran.
09:48Dalam konteks ini yang paling mungkin operasi militer serangan udara kah yang akan dilancarkan?
09:53Oh iya, tidak ada cara lain di Amerika untuk melaksanakan serangan untuk masuk ke ini.
09:57Karena darat mungkin, tapi laut pun juga akan mengirimkan rudal jelajah Tomahawk ya,
10:03yang bersumlahnya sudah sangat terbatas.
10:04Jadi gini, sekarang ternyata Iran setelah satu setengah bulan,
10:09hampir satu bulan, satu minggu,
10:11itu ternyata pertahanan udaranya sebetulnya masih ada.
10:14Namun karena mereka tahu bahwa mereka tidak bisa head-to-head langsung berhadapan,
10:18ya mereka hanya menggunakan pertahanan udaranya,
10:20S-400 yang terkenal itu,
10:22dengan cara gerilya.
10:23Dinyalakan kalau perlu untuk mendapatkan data awal masuk,
10:26kemudian dimatikan, data itu disalukan kepada sensor-sensor inframerah
10:30yang terletak di sepanjang jalan,
10:31untuk kemudian sensor inframerah akan mengantarkan
10:34memantau saat-saat itu sampai titik,
10:36yang tertentu bahkan ditembak.
10:38Yang terbang rendah akan terkena,
10:40yang terbang tinggi tentu tidak,
10:41karena memang inframerah itu terbatas ketinggiannya.
10:44Jadi nanti kira-kira pelaksanannya adalah
10:45menggunakan bom-bom-bom ketinggian tinggi,
10:48walaupun pesawat tempur yang dikandungan bom,
10:49dia pasti tinggi,
10:50di atas 30 ribu kaki,
10:52menggunakan stand-off missile,
10:54atau rudal jarak jauh,
10:56dan juga rudal jelajah jarak jauh,
10:59seperti itu.
11:00Jadi tidak akan ada lagi yang berani terbang cukup rendah,
11:03karena resikonya tidak bisa.
11:04Karena kemarin pada saat jatuhnya pesawat F-15,
11:07ada dua teori ya,
11:08pesawat F-15 itu jatuh karena ada rencana
11:11untuk mengambil uranium dekat iswahan.
11:14Makanya kenapa ada dua Hercules MC-130
11:16yang stand-in di sana,
11:18kemudian kecelakaan,
11:19sebetulnya tabrakan itu di bawah.
11:21Oh, itu tabrakan ya Pak ya?
11:23Iya, kelihatan kan dari dua pesawat ini,
11:25mungkin ada satu molending,
11:26satunya mungkin berbelok,
11:27ada koordinasi yang tidak jelas,
11:28itu kayaknya tabrakan,
11:30pokoknya yang jelas mereka rusak.
11:31Tapi ada teori keduanya adalah,
11:33dimulai dengan pesawat F-15 yang ketembak,
11:36terus jadi,
11:37dalam pesawat recovery F-15 itu,
11:39mereka melakukan 150 pesawat,
11:40dari termasuk 64 pesawat tempur,
11:42kemudian sekitar 20 pesawat tanker,
11:45dan jadi operasi yang masih besar-besaran,
11:47untuk melindungi, memaksa para jurit-jurit Iran,
11:52ataupun para polisi Iran yang mengejar itu,
11:54untuk ditahan supaya tidak mendekati,
11:56kemudian ada dramanya ini,
11:58jadi bayangkan 150 pesawat,
12:00dan kehancuran yang terjadi,
12:01bisa dihitung ya,
12:02F-15,
12:03100 juta dolar,
12:05dua MC-130 itu,
12:06satu masalahnya 150 juta dolar itu,
12:09karena dia spesial,
12:10pesawat Tano C-30,
12:11tapi masalah spesial dua,
12:12ditambah lagi berapa,
12:14kemudian ditambah satu pesawat,
12:15apa,
12:16A-10 Thunderbolt,
12:17tiga puluh juta ya,
12:19kemudian ditambah lagi dengan dua P-VOK,
12:21itu mahal sekali,
12:21kemudian ditambah lagi dengan,
12:22satu F-16 yang tidak sampai jatuh,
12:25tapi,
12:25tapi ilahkan,
12:26kemudian ada dua pesawat little boat,
12:28helikopter,
12:28cukup mahal,
12:29dan terakhir adalah,
12:30drone,
12:31apa,
12:32Ripper yang harganya,
12:33masalah-masalah 30 juta,
12:33itu total semuanya itu adalah,
12:39575 juta dolar,
12:40oke,
12:41menunjukkan,
12:41satu kolonel yang sangat berharga,
12:43jadi,
12:44seperti dalam film,
12:45untuk menjaga harkat martabatnya,
12:48bagian negara yang,
12:49tidak bisa membiarkan ditangkep,
12:51mengorbankan senilai 9,1 triliun,
12:53atau masih jumlah juta dolar,
12:54jadi,
12:55dan untuk menutup itu,
12:56sampai pidato Presiden Trump sendiri,
12:58terdapat,
12:58wah ini,
12:59kehebatan gini,
13:00tapi dari situ juga,
13:01kelihatan kebocor kan,
13:02berapa yang digunakan,
13:03berapa yang dikerahkan,
13:04jadi total biaya,
13:05mungkin termasuk biaya terbang,
13:06segala macam,
13:07mungkin juga ada yang tewas kan,
13:08kelihatan itu ada yang saat helikopter,
13:10ditembak jatuh,
13:11orang-orang,
13:11tapi kan gak disebutkan,
13:13itu mungkin totalnya,
13:14bisa mendekati hampir,
13:15600,
13:16700 juta dolar,
13:17sampai,
13:1710 triliun,
13:19itu jadi,
13:19sebetulnya,
13:20mungkin ucapan keras teram,
13:22itu nutupi,
13:23jangan sampai orang,
13:24terlalu konsentrasi,
13:25lari ke,
13:27membahas soal,
13:28apa kata,
13:29topik sukses,
13:29sukses,
13:30satu kolonel,
13:31tapi kata berencana,
13:32untuk sekian,
13:33triliun,
13:3510 triliun lebih itu,
13:36oke,
13:37ini,
13:37saya teringat,
13:38satu film,
13:39Behind Enemy Lines,
13:40yang,
13:41dimana pilot Amerika Serikat,
13:43waktu itu jatuh di,
13:44Yugoslovia ya,
13:44kalau gak salah,
13:45ini juga,
13:46drama yang dijelaskan oleh,
13:48Pak Agung,
13:48sangat,
13:48sangat,
13:49sangat menarik,
13:49dan,
13:50akan juga,
13:51nanti tindak lanjut,
13:52bagaimana,
13:53Iran juga bertahan,
13:54dari serangan-serangan Amerika Serikat,
13:56tapi saya ingin ke,
13:57Mbak Cempaka juga,
13:58soal,
13:58Iran yang dikenal,
14:00ahli dalam,
14:00asimetrik warfare,
14:02Mbak Cempaka,
14:03kira-kira,
14:04apa saja kelebihan,
14:05terbesar Iran,
14:06mulai dari geografi,
14:07rudal balistik,
14:08drone Shahed,
14:09atau cyber warfare,
14:10tapi akan,
14:11saya tanyakan setelah jeda,
14:12ke saat lagi,
14:12disampai Indonesia Malam,
14:13tetap bersama kami.
14:24Ya,
14:24tadi sebelum jeda,
14:25saya bertanya ke,
14:26Mbak Cempaka,
14:27soal,
14:27Iran yang dikenal,
14:29ahli dalam,
14:29asimetrik warfare,
14:31kira-kira,
14:31Mbak Cempaka,
14:32dari analisis Anda,
14:33apa saja kelebihan,
14:34terbesar Iran,
14:34dari mulai geografi,
14:35rudal balistik,
14:36drone Shahed,
14:37cyber warfare,
14:37yang bisa kira-kira,
14:39menyulitkan Amerika Serikat,
14:40atau juga Israel,
14:41meskikalah secara konvensional.
14:43Baik,
14:44paling tidak ada,
14:45empat yang saya temukan,
14:46meskipun,
14:48itu,
14:48analisis yang lainnya.
14:50Pertama adalah,
14:50tentu terkait dengan geografis ya,
14:51mereka memiliki,
14:53keunggulan,
14:55secara teritori,
14:56yang memang,
14:57seperti,
14:58benteng alami,
14:59gitu ya,
14:59karena memang,
15:00dikelilingi oleh,
15:02gunung,
15:03Zagros,
15:03begitu ya,
15:04memang sangat,
15:05seolah seperti benteng alami,
15:06yang pertama,
15:07yang kedua,
15:07tentu saja,
15:08bagaimana memiliki,
15:09will to fight,
15:10atau keiminan,
15:11untuk,
15:12menang yang sangat tinggi,
15:14begitu ya,
15:14untuk bertahan,
15:15sebenarnya,
15:15maksud saya.
15:16Dalam konteks ini,
15:17kita lihat bagaimana,
15:18pembagian,
15:19dalam konteks,
15:21militer,
15:21dan paramiliter,
15:22yang dimiliki oleh Iran,
15:24itu berbeda dari,
15:25militer yang kita tahu,
15:26di beberapa negara lain,
15:27misalnya,
15:27dalam konteks,
15:29Iran,
15:30begitu,
15:30dia tidak hanya punya,
15:31yang memang,
15:32angkatan bersenjatanya,
15:33tapi juga punya,
15:34IRGC,
15:35yang punya tujuan,
15:36yang berbeda,
15:36dan,
15:37institusnya berbeda,
15:38dari militernya,
15:40dan juga punya basih,
15:41yang sifatnya,
15:42sebenarnya paramiliter,
15:43dari yang terlatih,
15:44begitu.
15:44Nah,
15:44ini sebenarnya,
15:46mengapai,
15:47keunggulan,
15:48atau will to fight-nya,
15:49sangat besar.
15:50Dan tentu,
15:50yang kita tidak lupa adalah,
15:51yang keempat,
15:52adalah bagaimana,
15:54Iran memiliki,
15:55keunggulan teritori,
15:56kontrol,
15:57terhadap,
15:57Selat Hormuz,
15:58yang tentu saja,
15:59ini menjadi,
16:00choke point,
16:01yang tidak hanya,
16:02membebankan,
16:04beban perang ini,
16:05pada Iran saja,
16:06tapi juga,
16:06pada negara-negara lain,
16:08sehingga,
16:08beban,
16:09atau dorongan,
16:11untuk berperang,
16:12atau menyudahi perang,
16:13ini tidak hanya datang,
16:14dari Iran saja,
16:15yang menjadi,
16:16dalam target,
16:17begitu ya,
16:18tapi juga,
16:18dari negara-negara lain,
16:19kita lihat,
16:20bagaimana,
16:20negara-negara interlocutor,
16:22begitu ya,
16:23lebih,
16:24sangat,
16:24sangat berkejaran,
16:26dengan waktu,
16:27begitu ya,
16:28sangat,
16:28tidak hanya,
16:29tiga negara tadi,
16:30yang saya sebutkan,
16:30tapi juga,
16:31Oman,
16:31misalnya,
16:32yang saat ini,
16:33mungkin tidak terlalu banyak,
16:35disorot publik,
16:35tapi dia,
16:36melakukan bilateral,
16:38dengan,
16:39Iran,
16:40karena,
16:40tentu saja,
16:40kalau kita dengar,
16:41salah satu,
16:42diskusi terkait,
16:43Selat Hormuz,
16:43statement yang dituarkan,
16:45Iran adalah,
16:45ketika kontrol,
16:46Selat Hormuz ini,
16:47bukan akan ditentukan,
16:48oleh Amerika Serikat,
16:49tetapi,
16:50justru oleh,
16:51Oman dan Iran,
16:52nah ini sudah ada,
16:53membuka celah,
16:54bahwa,
16:55teritori ini,
16:55dimiliki oleh,
16:56Iran dan Oman,
16:57sehingga,
16:57Oman,
16:58dianggap sebagai,
16:59honest broker,
16:59saat ini,
17:00Oke,
17:02saya tertarik juga,
17:03saya ke panggung,
17:04saya tertarik juga,
17:05pernyataan,
17:05Presiden Rusia,
17:07Vladimir Putin kemarin,
17:08yang menyebut,
17:09bahwa,
17:09kekuatan Iran,
17:10belum sepenuhnya,
17:11keluar semua,
17:12katanya,
17:12nah,
17:13dalam kaitan ini,
17:14dalam konteks ini,
17:15saya ingin bertanya,
17:16apakah,
17:17memang betul demikian,
17:18Iran,
17:18belum mengeluarkan,
17:19seluruh kekuatannya,
17:20ada kekuatan besar,
17:21yang belum dikeluarkan,
17:22mengingat,
17:22Iran juga,
17:23tidak banyak proksi,
17:24yang menyokong Iran,
17:25sejauh ini,
17:26hanya Hezbollah,
17:26mungkin juga dengan Houthi,
17:27gitu,
17:27kira-kira,
17:28Pak Agung,
17:29itu banyak,
17:30banyak ya,
17:30bayangkan,
17:31dia bisa membuka front,
17:32di selatan,
17:33namanya Houthi,
17:34lengkap dengan ribuan rudal,
17:35dan drone,
17:37dia punya,
17:38koalisi,
17:39apa,
17:40pendukung Iran,
17:41di Irak,
17:41dengan ribuan rudal,
17:42dan drone,
17:43dia punya,
17:45Hezbollah,
17:45yang punya ribuan roket,
17:47dan rudal,
17:49itu membuat,
17:50itu menjadi frontnya,
17:51terpecah menjadi empat front,
17:52yang harus dihadapi Israel,
17:54dan memang,
17:55jangan dilihat itu sebagai bagian dari,
17:57mereka dia bagian dari sistem,
17:58pertahanan Iran,
17:59dan selalu sistem serangan Iran,
18:00yang terkoordinasi,
18:02dalam satu,
18:03apa,
18:04seperti koordinasi serangan,
18:05gitu loh,
18:06sehingga kapan,
18:06nyerang apa,
18:07untuk apa,
18:07untuk apa,
18:07jadi,
18:08kan ingat bahwa,
18:09militer itu adalah,
18:11kepanjangan tangan,
18:12daripada,
18:12negosiasi politik,
18:14diplomasi,
18:15jadi,
18:16ada saat kita memukul,
18:17ada saat kita ngomong,
18:18ayo tawar-menawar,
18:19kita mukul lagi,
18:20jadi Iran menggunakan itu dengan cerdik,
18:22Amerika dan Israel,
18:23hanya mengenal satu,
18:24memukul,
18:24mukul,
18:25mukul,
18:25mukul,
18:25pukul,
18:26kemudian kamu nyerah enggak,
18:27tidak ada diplomasi,
18:28tidak ada ini,
18:29hanya mukul,
18:29nah masalahnya,
18:30pasal dipukul itu,
18:31yang dipukul kebal,
18:32dan yang dipukul,
18:33bales mentum,
18:34yang kita lama-lama,
18:35enggak punya alat untuk menangkis,
18:37nah itu kan jadi,
18:37itu yang terjadi,
18:39tapi yang sebetulnya,
18:40yang paling membuat itu,
18:41adalah selangan ekonomi,
18:43kenapa,
18:44kalau sampai Amerika salah,
18:45makanya Amerika marah betul,
18:46sama Israel saat menyerang,
18:47kilang minyak itu,
18:49kenapa,
18:49begitu ada satu tetes saja minyak,
18:52atau satu barel minyak,
18:54mengubur kurang,
18:55dari keluar dari teluk,
18:57baik itu diproduksi oleh Iran,
18:58atau diproduksi apapun,
18:591 juta barel,
19:00atau berapa juta,
19:00itu sudah langsung akan menaikkan,
19:02apa,
19:03harga minyak,
19:04begitu harga minyak naik,
19:05di atas 100 dolar,
19:06150,
19:07130 dolar,
19:07yang terjadi adalah,
19:08inflasi kan,
19:10ya,
19:10terjadi harga minyak naik,
19:12karena barang-barang naik,
19:12inflasi,
19:13begitu inflasi naik,
19:14maka,
19:15para pembeli surat utang Amerika,
19:18akan merilis,
19:19akan menjual surat utang itu,
19:20karena risiko,
19:22begitu surat utang dijual,
19:23maka bank setel Amerika,
19:24terpasang menaikkan yieldnya,
19:26yield itu suku bunga obligasi,
19:27begitu suku bunga obligasi,
19:29maka,
19:30semua kredit-kredit di Amerika,
19:32kredit rumah,
19:33kredit mobil,
19:34apapun,
19:34itu juga naik,
19:35begitu kredit naik,
19:36maka tingkat kemiskinan Amerika meningkat,
19:38banyak orang gak sanggup bayar kredit,
19:39maka yang ditakutkan lagi,
19:41efek kedua,
19:42yaitu serangan politik,
19:43mereka akan beramai-ramai,
19:44meninggalkan pantai republik,
19:46dan mereka akan memilih,
19:47untuk memilih partai yang demokrat,
19:50yang akan memasingkan,
19:51akan menge-impeach Trump,
19:52tapi bukan itu sudah terjadi Pak,
19:54karena gelombang besar-besaran juga,
19:55mana sudah terjadi sebenarnya di IMF,
19:56ya itu kan demo,
19:57dia gak peduli,
19:59Trump tuh gak peduli sama demo berapapun,
20:01sama demo tuh gak punya efek,
20:03pada pemilihnya,
20:03oke,
20:04tapi yang pasti akan membuat efek pemilihnya,
20:06bila terjadi,
20:07bila serangan ini,
20:09justru malah membuat harga minyak naik,
20:11karena ada yang fasilitas terganggu,
20:14ekonomik disaster yang ada di,
20:14begitu ekonomi minyak naik,
20:16maka terjadi inflasi,
20:17karena barang semua naik,
20:18begitu inflasi terjadi,
20:19maka orang jual surat utangnya Amerika,
20:2134 triliun sekarang,
20:23begitu surat utang dijual,
20:25yieldnya naik,
20:25suku bunga naik,
20:27untuk US Treasury yield,
20:2910 years,
20:3010 tahun,
20:31begitu naik,
20:32maka semua kredit Amerika naik,
20:33begitu kredit Amerika naik,
20:34orang gak sanggup bayar rumah,
20:35gak sanggup bayar mobil,
20:37gak sanggup bayar apapun,
20:38banyak orang lay off,
20:39banyak di nganggur,
20:40maka yang terjadi adalah bencana politik,
20:42bagi Republik,
20:44jadi,
20:45Itram ini ngancam itu,
20:47di hati-hati,
20:47yang diancam,
20:48itu diancam,
20:49itu apa yang diancam itu adalah Iran,
20:51atau yang diancam para pemilihnya,
20:53itu yang terjadi.
20:54Oke,
20:54saya ingin bertanya lagi kembali ke Mbak Cempaka,
20:57soal kematian kepala intelijen Iran,
21:02Mayor General Syed Majid Akademi,
21:04atau Majgen,
21:05yang dikenal dengan Majgen ini ya,
21:06ini salah satu,
21:09general yang dihormati di Iran,
21:11dan tadi juga secara langsung,
21:12pemimpin tertinggi Iran,
21:13sudah mengucapkan buka cita,
21:16berasung kawai ya,
21:17Mursabah Ali Khamenei,
21:18menurut Anda dengan tewasnya,
21:20atau meninggalnya,
21:22Majgen Syed Majid Akademi ini,
21:24akan mengurangi kekuatan intelijen Iran,
21:27terhadap gempuran-gempuran serangan Amerika Serikat,
21:28dan juga Israel?
21:29Mbak Cempaka.
21:31Betul Mas,
21:31jadi ada sebenarnya,
21:33kalau kita lihat,
21:34selama ini memang decapitation,
21:36atau decapitasi,
21:37pemimpin-pemimpin Iran,
21:38tidak langsung memberikan dampak,
21:40begitu ya Mas ya,
21:41tapi sebenarnya ada dua dampak,
21:43yang baik secara langsung,
21:45ataupun tidak langsung,
21:45mempengaruhi jalannya,
21:47atau berlangsungnya perang ini,
21:48yang pertama adalah,
21:49tentu saja,
21:49ada kemampuan koordinasi,
21:51yang terganggu secara sementara,
21:52itu yang pertama,
21:53karena yang kita sebut,
21:54sebenarnya degradasi,
21:55yang sepatnya pendek gitu ya,
21:57meskipun pada akhirnya,
21:58ini akan digantikan oleh pimpinan yang lain,
22:00yang kedua adalah,
22:01tentu saja,
22:02ini akan meningkatkan determinasi,
22:04penggantinya untuk membalas,
22:05jangan lupa bahwa kita harus ingat juga,
22:07bahwa Majid Academy ini,
22:10juga menggantikan yang sebelumnya,
22:12pimpinannya,
22:13yang terdekapitasi juga Mas,
22:15Pak Jemi ya?
22:16Betul,
22:17betul Mas,
22:19betul sekali,
22:19nah ini,
22:21dalam ketika menghadapi serangan ini,
22:23salah satu yang sebenarnya,
22:25statement yang dikeluarkan oleh Envoy,
22:26atau perwakilan Pakistan sebenarnya,
22:29yang sebagai salah satu interlokutor,
22:31dengan menerima berita ini,
22:33bahwa Majid Hademi ini,
22:35tewas atau gugur,
22:36begitu ya,
22:37nah,
22:37ini,
22:37Pakistan ini langsung,
22:39mendatangi ke,
22:41tim atau ke perwakilan Amerika Serikat,
22:43begitu,
22:44karena untuk meminta bahwa,
22:46penghentian serangan kepada target-target,
22:48yang sifatnya,
22:49di kepemimpinan kritis,
22:51karena,
22:52tentu saja tadi,
22:53kita lihat,
22:53kalau misalnya,
22:54negosiasi ini masih berjalan,
22:56dan,
22:57di titik-titik strategis,
22:59ataupun kritis,
22:59ini sudah,
23:00hampir,
23:01atau bahkan,
23:02kita tahu bahwa,
23:03meskipun Iran,
23:04menolak adanya ceasefire,
23:06tapi dia menyetujui,
23:07adanya penghentian perang,
23:08dan dia pun memberikan,
23:09beberapa kali,
23:10counter proposal,
23:11dari yang sebelumnya,
23:12counter proposalnya 5,
23:13sekarang sudah mendekati ke 10,
23:15dan yang sebelumnya,
23:16tidak ada diskusi sama sekali,
23:17hanya melewati interlocutor,
23:19yaitu Pakistan,
23:21Egypt,
23:21dan juga,
23:22Mesir,
23:23maksud saya,
23:23dan juga,
23:24Turki,
23:25sekarang ini,
23:25sudah mengeluarkan,
23:27yang,
23:28proposal yang sifatnya tertulis,
23:30mas antar negara,
23:30nah ini,
23:31harus dilihat sebagai juga,
23:32perkembangan sebenarnya,
23:33dari segi negosiasi.
23:35Oke,
23:36baik,
23:36terakhir saya akan bertanya,
23:37ke masing-masing narasumber saya,
23:38mulai dari Pak Agung dulu,
23:40Pak,
23:40kalau dengan kondisi seperti ini,
23:42mungkinkah diplomasi,
23:43jadi jalan keluar,
23:44dan bisa mengakhiri semua ini,
23:46ataukah,
23:47ini tidak bisa terhindari,
23:48dan,
23:48serangan besar,
23:49benar-benar terjadi di Iran,
23:50oleh Amerika.
23:51Mengatakan,
23:51tidak menerima,
23:53apa,
23:54usulan dari pihak yang lain,
23:56atau mengatakan menerima,
23:58atau mengatakan yang lainnya,
23:59itu bagian dari diplomasi.
24:01Oke.
24:01Karena Iran tahu,
24:03Amerika sangat desperate sekarang,
24:05yang lebih butuh,
24:06damai itu Amerika,
24:07karena masalah,
24:09suku bunganya,
24:10jangan sampai naik,
24:11tetapi,
24:12Amerika juga tidak mau,
24:14berhenti,
24:15perdamaian permanen,
24:16kenapa?
24:16Karena nanti dia cari waktu,
24:18untuk bales lagi,
24:19yang penting mengamankan,
24:19suku bunganya,
24:20jangan sampai,
24:21ini apa,
24:22naik lagi,
24:23stop,
24:23settle lagi,
24:24ngumpulkan senjata lagi,
24:25nanti nyerang lagi.
24:26Nah itu kan,
24:27tidak mau Iran,
24:27jadi Iran sebaliknya,
24:28maunya permanen,
24:29di-finish,
24:30tidak ada lagi serangan,
24:31karena dia tidak mau,
24:32jeda serang,
24:33jeda serang.
24:33Tapi ada oknum lain,
24:35yang memang,
24:36mengganggu nama Israel.
24:37Itu kan mayor general,
24:38itu kan dibunuh sama Israel.
24:40Betul.
24:40Jadi,
24:41justru katanya,
24:42beliau itu orangnya,
24:43orangnya agak,
24:43agak lebih,
24:44relax ya,
24:45lagi mau perdamaian,
24:46malah kan,
24:46malah dibunuh.
24:47Jadi makin orang yang,
24:48minta damai,
24:49seperti orang yang tidak,
24:50sehingga kekerasan,
24:51malah dibunuh sama,
24:52sama,
24:53sama Israel.
24:54Karena,
24:55apapun yang menuju ke arah,
24:57apa,
24:57konflik terselesaikan,
24:59damai,
25:00itu malah,
25:01itu mengganggu bagi Israel.
25:02Jadi,
25:03yang akan mensabotase,
25:05perdamaian ini,
25:06apapun itu,
25:06adalah Israel.
25:07Oke.
25:07Saya,
25:08kalau mbak Cepaka betul,
25:09Israel ini menjadi penghalang,
25:10sebenarnya,
25:10langkah diplomasi,
25:11antara Amerika Serikat dan Iran?
25:14Saya setuju ya,
25:15statement dari Pak Agung,
25:16karena memang,
25:17Israel ini,
25:18mengganggu yang pertama,
25:19yang kedua adalah,
25:20memang,
25:20ketika diminta,
25:21menjadi pendukung serangan,
25:23daerah Amerika Serikat,
25:24dia menyatakan tidak mau.
25:25Jadi dalam konteks ini,
25:26ketika eskalasi,
25:27dia tidak mau,
25:28tapi juga ketika deeskalasi,
25:30dia mengganggu begitu.
25:31Namun yang kita lihat,
25:32sebenarnya adalah,
25:33saat ini masih menjadi problem,
25:34bagi negosiasi ini adalah,
25:36terkait dengan pengakuan,
25:37kedaulatan Iran,
25:38dan juga,
25:39penggantian,
25:40atau reparasi,
25:41yang diminta oleh Iran.
25:42Nah,
25:42ini poin yang belum,
25:44disetujui oleh Amerika Serikat.
25:45Dan,
25:46Amerika Serikat juga,
25:47meminta jaminan tertulis,
25:49untuk Iran tidak lagi,
25:50mengembangkan senjata nuklir.
25:52Nah,
25:52ini poin-poin yang saat ini,
25:53masih tarik-menarik,
25:54diinterlokutor.
25:55Jadi,
25:55kalau kita lihat,
25:56sebenarnya memang,
25:56kedua negara,
25:57si Amerika dan juga Iran,
25:58ini sama-sama,
25:59tidak bertemu,
26:00begitu ya,
26:00tidak bertemu di tengah,
26:01belum,
26:02tetapi,
26:03interlokutornya ini,
26:04saling kejar-kejaran,
26:05baik Oman,
26:06bagi Ones Broker,
26:07maupun negara lain.
26:08Artinya,
26:09yang geroknya Israel.
26:10Jadi,
26:10tidak ada salahnya juga,
26:11ketika strategi militer,
26:12yang luar biasa dilancarkan oleh Iran,
26:14memiliki proksi di Lebanon Selatan,
26:16oleh Houthi,
26:16menggempur terus Israel,
26:17ini karena jadi salah satu alasannya,
26:19begitu,
26:19kira-kira,
26:20mengapa langkah diplomasi,
26:22hingga detik ini,
26:22seperti buntu antara Amerika Serikat,
26:24dan Iran.
26:24Padahal,
26:24mereka punya sama-sama kepentingan,
26:27menghindari,
26:27economic disaster,
26:29terlebih,
26:29kepentingan global juga.
Komentar