Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kebijakan larangan pembuangan sampah organik di TPA Suwung membuat kondisi di lapangan menjadi beragam.

Sejumlah sopir truk sampah berhasil memasuki area TPA dan membuang muatannya setelah dipastikan hanya membawa sampah residu.

Mereka mengaku masyarakat di wilayahnya mulai memahami aturan baru, sehingga sampah yang diangkut telah dipilah sejak dari sumber.

Seperti apa pola penanganan sampah oleh Pemerintah Kota Denpasar, Bali, saat ini? Kami sudah bersama Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kota Denpasar, Gde Wirakusuma.

#TPA #SampahOrganik #denpasar #bali

Baca Juga Viral Warga Tutup Akses Jalan di Sidoarjo, Pelaku Berdalih Demi Keselamatan Cucu | JURNAL NUSANTARA di https://www.kompas.tv/regional/661342/viral-warga-tutup-akses-jalan-di-sidoarjo-pelaku-berdalih-demi-keselamatan-cucu-jurnal-nusantara

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/661347/full-larangan-sampah-organik-di-tpa-suwung-ini-pola-penanganan-sampah-pemkot-denpasar
Transkrip
00:00Lalu seperti apa saudara pola penanganan sampah oleh pemerintah kota Denpasar, Bali?
00:06Saat ini kita sudah bersama Gede Wira Kusumah, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Denpasar.
00:14Selamat pagi Pak Wira dengan DC di studio.
00:22Oke Pak Wira, ini kan dari informasi yang kita tahu bahwa TPA Suwung ya Pak ya, di Bali ini menerapkan
00:30sistem tidak menerima lagi sampah non-organik.
00:35Nah, maaf maksud kami tidak menerima sampah organik ya Pak ya?
00:42Nah, ini dari pemerintah Bali sendiri bagaimana solusi ini untuk menerapkan pengelolaan sampah yang seperti ini Pak?
00:51Ya, baik. Terima kasih. Jadi sebenarnya kunci utama adalah sampah di mana-mana di belahan dunia, itulah pemilahan.
01:00Teknologi maupun sumber daya yang ada itu akan sangat terbantu ketika di hulu,
01:05yaitu yang berbasis sumber baik di rumah tangga, di kantor, di usaha resmi, dan sebagainya sudah terpilang.
01:12Sehingga harapannya adalah apa yang kita siapkan di tempat penampungan sampah sementara maupun yang TPST terpadu ataupun TPA,
01:21itu akan lebih mudah karena sampah organik itu akan dikacah menjadi kompos,
01:27kemudian unorganik yang masih bernilai itu bisa dibawa ke bank sampah atau dikembalikan ke pabrik.
01:32Nah, jadi hanya kita mengelola residu.
01:35Ya, residu ini kalau kami berdasarkan pengalaman dan data, sampah organik kita itu adalah sekitar 60 persen.
01:43Kemudian unorganik yang masih bernilai adalah 35-40 persen.
01:47Hanya sisa residu 5-10 persen.
01:50Jadi kita bisa bayangkan kalau kita bersama-sama memilah dari hulu,
01:55itu utamanya kalau misalnya sampah organik itu bisa selesai di rumah atau di sumber,
01:5960 persen masalah sampah di perpoksi sudah selesai.
02:03Kemudian tinggal sekarang yang menyelesaikan 40 persen.
02:06Kalau apalagi masyarakat bisa mengolah yang unorganik masih bernilai dibawa ke bank sampah untuk disembalikan ke pabrik,
02:14berarti sisa 5-10 persen saja.
02:17Jadi sali sampah itu menjadi isu ya,
02:20terutama di Indonesia, di banyak daerah juga terjadi penumpukan,
02:24karena memang kapasitas tentok monahir sudah maksimal, tidak bisa lagi.
02:28Oleh karena itu, menjadi kewajiban bersama baik masyarakat maupun pemerintah.
02:33Masyarakat tugasnya adalah memilah supaya memudahkan seluruh sistem ini bekerja,
02:39baik dari TPS 3M, TPSC, tenaga yang ada, mesin yang ada,
02:44itu akan lebih mudah bekerja jika sudah terpilah dari hulu.
02:48Oke, terpilah dari hulu ya Pak ya, maksudnya kan ini dari rumah tangga sendiri begitu ya Pak ya?
02:55Dari rumah tangga, dari kantor, dari usaha, restoran, kafe, dan sebagainya, hotel.
03:00Oke, tapi apakah sebenarnya sudah dilakukan oleh warga kota sendiri ya Pak?
03:05Ya, berdasarkan kami kan melakukan survei.
03:07Dari 185 ribu warga di Netasar yang terdata, itu kami sudah survei sekitar 33 ribu.
03:14Nah, dari 33 ribu ini, datanya lumayan mengembirakan karena ada 83 persen yang sudah mulai memilah.
03:22Jadi, sebanyak 32 warga, 32 ribu warga yang sudah mulai memilah,
03:28dan 30 ribu atau 79 persen diantaranya sudah menggunakan komposting.
03:34Itu artinya trennya positif karena saya yakin warga Bali dan Denpasar juga sama-sama menyadari bahwa
03:41Bali itu adalah bertumpu pada pariwisata, sehingga permasalahan sampah ini menjadi tantangan tersendiri yang harus kita selesaikan bersama,
03:48mengingat pariwisata bahwa musuhnya adalah pengelola sampah yang tidak terkelola.
03:54Oke, dengan adanya kompost bag ini Pak ya, dan juga tong komposter ini,
04:01sebenarnya kalau misalnya kita mau lihat, seberapa efektifkah dalam mengelola sampah?
04:07Ya, seperti tadi saya sampaikan, sebenarnya sampah harian kita itu volumenya,
04:12kalau pengalaman saya dan berdasarkan data yang berapa kali saya cek,
04:16data dari DLHK kami, penelitian IPB, kemudian data dari penelitian di Swiss,
04:20itu komposisinya adalah 50-60 persen adalah sampah organik,
04:24yang masih bisa dimanfaatkan, dikelola sendiri di rumah,
04:27dengan komposting, dan itu akan menghasilkan tanah subur.
04:31Kemudian 35-40 persen itu adalah sampah anorganik yang masih bisa bernilai.
04:37Itu bisa dibawa ke bank kampah, dititipkan kepada pengulung,
04:41untuk dikembalikan ke pabrik, untuk di depan.
04:44Nah, hanya kita 5-10 persen ini yang memang tidak bernilai.
04:48Sampah anorganik yang tidak bernilai, seperti pemper, diapet,
04:51isu, yang seperti itu yang memang tidak ada yang mau mengambil,
04:55karena memang tidak bernilai.
04:56Kalau ini yang bisa disertekan di tingkat hulu, di tingkat rumah tangga,
05:00di tingkat kantor, ataupun usaha,
05:02tentu yang keluar dan sampai ke TPA itu hanya 5-10 persen.
05:07Jadi kita bisa bayangkan,
05:09kalau saat ini sampah harian di Denpasar itu 1000 ton,
05:12kalau kita bisa menyertekan 5-10 persen,
05:15berarti hanya 50-100 ton saja yang harus dikelola.
05:19Saya kira itu akan jauh lebih ringan bagi mesin yang sudah ada,
05:22bagi TPS 3R dan TPSP yang sudah menyimpan mesin dan tenaga.
05:26Karena rata-rata kapasitas TPS 3R itu 5-10 ton.
05:31Sedangkan saat ini sudah ada 20 TPS 3R.
05:35Jadi bisa selesai kalau memang misalnya seperti ini.
05:39Oke, berarti memang ini pengelolaan sampah sangat dijaga sekali Pak ya sekarang di Bali,
05:44karena juga untuk mempermudah proses dari daur ulang sendiri,
05:48kemudian juga mengurangi penumpukan sampah di TPA.
05:51Begitu ya Pak ya?
05:52Betul.
05:53Oke, kalau gitu.
05:54Bapak terima kasih atas waktunya sudah bergabung bersama kami di Kompas TV.
05:59Sehat selalu Pak.
06:01Terima kasih banyak Mbak Desi.
Komentar

Dianjurkan