- 2 jam yang lalu
- #andrieyunus
- #aktivis
- #tni
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, kian memunculkan pertanyaan serius. Di tengah desakan pengungkapan secara transparan, kepolisian justru melimpahkan perkara ini ke Puspom TNI.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menyatakan kekecewaannya terhadap langkah tersebut. Ia menegaskan, kasus ini seharusnya diproses melalui peradilan umum, bukan militer.
Menurut Dimas, tindak kekerasan ini merupakan pidana umum, meski diduga melibatkan anggota TNI. KontraS juga menilai langkah polisi melimpahkan kasus ke Puspom TNI terlalu dini.
"Kami kecewa. Karena sedari awal, kami merasa bahwa kasus penyiraman air keras ini harusnya dibawa dengan mekanisme Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana, artinya lewat peradilan umum," katanya.
Tak hanya itu, KontraS mengungkap adanya dugaan pengintaian panjang sebelum kejadian. Bahkan disebut terdapat operasi dengan sandi tertentu.
"Kami mendapatkan informasi soal identitas operasi yang digunakan, yaitu operasi dengan kata sandi SADANG," ujarnya.
Dari penelusuran yang dilakukan, jumlah terduga pelaku juga disebut lebih besar dari yang diungkap aparat. Ada 16 orang terduga pelaku yang dilaporkan.
Temuan lain menunjukkan adanya indikasi intimidasi sebelum kejadian, termasuk aktivitas mencurigakan di malam hari dan kendaraan taktis yang terekam CCTV di sekitar lokasi.
Bagaimana menurut Anda?
#andrieyunus #aktivis #tni
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/661320/terkuak-kasus-andrie-yunus-disiram-air-keras-cctv-pengintaian-hingga-operasi-sadang-dipo
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menyatakan kekecewaannya terhadap langkah tersebut. Ia menegaskan, kasus ini seharusnya diproses melalui peradilan umum, bukan militer.
Menurut Dimas, tindak kekerasan ini merupakan pidana umum, meski diduga melibatkan anggota TNI. KontraS juga menilai langkah polisi melimpahkan kasus ke Puspom TNI terlalu dini.
"Kami kecewa. Karena sedari awal, kami merasa bahwa kasus penyiraman air keras ini harusnya dibawa dengan mekanisme Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana, artinya lewat peradilan umum," katanya.
Tak hanya itu, KontraS mengungkap adanya dugaan pengintaian panjang sebelum kejadian. Bahkan disebut terdapat operasi dengan sandi tertentu.
"Kami mendapatkan informasi soal identitas operasi yang digunakan, yaitu operasi dengan kata sandi SADANG," ujarnya.
Dari penelusuran yang dilakukan, jumlah terduga pelaku juga disebut lebih besar dari yang diungkap aparat. Ada 16 orang terduga pelaku yang dilaporkan.
Temuan lain menunjukkan adanya indikasi intimidasi sebelum kejadian, termasuk aktivitas mencurigakan di malam hari dan kendaraan taktis yang terekam CCTV di sekitar lokasi.
Bagaimana menurut Anda?
#andrieyunus #aktivis #tni
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/661320/terkuak-kasus-andrie-yunus-disiram-air-keras-cctv-pengintaian-hingga-operasi-sadang-dipo
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:03Tiga pekan telah berlalu penanganan kasus teror penyiraman air keras kepada aktivis kontras Andri Yunus seolah menemui jalan buntu.
00:11Keadilan bagi sang aktivis tak kunjung tegak kebendaran belum juga terungkap.
00:17Proses hukum yang berjalan tak kalah membuat publik terperanjat sebab kasus yang kini tengah didalami oleh aparat dinilai salah kaprah
00:24dan langkah hingga melahirkan potensi impunitas bagi aktor-aktor yang terlibat.
00:30Desakan untuk membentuk tim gabungan pencari fakta kian merebak lalu akankan negara berani mengambil sikap agar keadilan tetap berdiri tegak.
00:40Inilah episode ke-66 di Poinvestigasi.
00:42Saya di penerbaik bagi saya akan menelusuri dan mencari bukti berbagai kejanggalan dalam pengungkapan kasus penyiraman air keras kepada aktivis
00:49kontras.
00:59Semakin disiram air keras!
01:04Terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan kepada saya untuk menghadapi teror dari orang-orang yang mengecut.
01:25Terus saya tiba di persimpangan Jalan Panglima Polim.
01:29Analisa dari taut apa yang kemudian dilakukan oleh para terduga pelaku di kawasan Jakarta Selatan.
01:34Kami punya satu dugaan kuat bahwa ada satu lokasi yang digunakan oleh para pelaku untuk melakukan perencanaan peristiwa penyiraman air
01:41keras kepada Andri.
01:43Setelah saya akan coba mendatangi Jalan Panglima Polim 3 yang diduga menjadi salah satu titik penting untuk kemudian mengungkap kasus
01:53penyiraman air keras kepada aktivis kontras Andri Yunus.
01:56Bisa ditunjukkan ya rumah berwarna putih ini, ini adalah rumahnya Segara.
02:06Apa yang kemudian terjadi kepada Andri Yunus ini merupakan pengintaian panjang.
02:10Jadi setelah melakukan aksi intervensi di Fairmont cukup intens itu ya 5 kali ada kendaraan rantis yang lalu lalang di
02:18sekitar area kontras.
02:26Ketangkapan dari CCTV yang kami peroleh gitu ya lalu kami kembangkan kami analisa memang ya itu yang kami kemudian sebutkan
02:33sebagai bagian dari operasi intelijen.
02:36Baiz itu terstruktur pekerjaannya dan senyap.
02:41Jadi kalau itu betul-betul dipimpin seorang pati dilaksanakan oleh seorang kolonel, Andri tidak akan pernah pulang rumah.
02:50Artinya narasi yang kemudian disampaikan oleh presiden bahwa aksi ini aksi teror, Anda sepakat dengan hal ini?
02:55Ya bisa aja, kalau intelijen itu teroris kok.
03:04Permasalahan tersebut sudah kami limpahkan ke Puspom TNI.
03:12Salah langkah, polisi bisa dianggap lepas dari tanggung jawab.
03:16Kalau Andri adalah orang sipil dan mengalami kejahatan sipil harusnya pelakunya sama-sama diadili di pengadilan sipil, bukan di pengadilan
03:23militer.
03:26Dan ini nampaknya dilakukan secara sistematik dan terencana.
03:30Ini adalah serangan terhadap demokrasi itu sendiri.
03:33Dan karena itu negara harus mengambil satu langkah-langkah hukum yang tegas untuk menuntaskan kasus ini.
03:40Apakah ini betul merupakan operasi senyap intelijen?
03:44Setelah pengungkapan kasus terkait dengan peristiwa penyerapan air keras kepada aktivis kontras, Andri Yunus seolah menemui jalan buntu.
03:53Sebelumnya saudara tim advokasi untuk demokrasi telah melakukan investigasi independen.
03:58Dan salah satu yang digaris bawahnya adalah peristiwa penyerapan air keras kepada Andri Yunus diduga merupakan upaya pembunuhan berencana.
04:09Namun di tengah hasil investigasi independen tersebut,
04:14Polisi justru melimpahkan penanganan perkara ini kepada puspom TNI yang tentu melahirkan sejumlah pertanyaan keperbukaan.
04:25Saya akan gambarkan apa-apa saja yang kemudian ditemukan oleh tim advokasi untuk demokrasi dalam investigasi independen.
04:33Dan juga saya akan gambarkan rangkaian pengungkapan kasus penyerapan air keras kepada Andri Yunus.
04:39Tiga minggu setelah aksi teror terjadi.
04:46Di penghujung Maret 2026 atau lebih dari dua pekan usai peristiwa teror air keras terhadap Andri Yunus,
04:52laporan investigasi tim advokasi untuk demokrasi atau TAUD dirilis.
04:57Investigasi TAUD berdasarkan rekaman 37 kamera pengawas di sekitar TKP.
05:03Hasilnya ada 16 orang terduga pelaku lapangan yang terlibat dalam aksi pengintaian dan penyiraman air keras.
05:11TAUD menduga ada indikasi kuat keterlibatan warga sipil dalam insiden teror terhadap Andri Yunus.
05:17Dugaan itu diantaranya berdasarkan pemantauan CCTV di sekitar kantor YLBHI Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
05:24Pada tanggal 12 Maret 2026 sekitar pukul 20.46 waktu Indonesia Barat,
05:31tampak terduga pelaku satu persatu berdatangan di titik kumpul seberang kantor YLBHI.
05:37Kurang lebih 30 menit kemudian yaitu sekitar pukul 21 lewat 13 menit waktu Indonesia Barat,
05:44tampak sejumlah terduga pelaku bergeser ke Taman Diponegoro yang hanya berjarak 200 meter dari titik awal.
05:51Terduga pelaku penyiraman yang wajahnya dirilis oleh Polda Metro Jaya juga diduga menghampiri titik ini
05:57dari alah depan gedung RSCM sekitar pukul 21 lewat 27 menit waktu Indonesia Barat.
06:04Kejadian yang terekam dalam CCTV tersebut berselang sekitar 2 jam sebelum kejadian penyiraman air keras kepada Andri Yunus.
06:11Jumlah terduga pelaku yang dianalisis tahu jauh lebih banyak dibandingkan yang dirilis oleh aparat penegak hukum.
06:19Dua pekan sejak rilis terakhir tentang penanganan kasus Andri Yunus dalam rapat dengar pendapat Komisi 3 DPR RI pada 31
06:26Maret lalu,
06:27polisi menyatakan telah melakukan pelimpahan kasus Andri Yunus ke pusat polisi militer TNI.
06:33Polisi juga mengklaim belum menemukan adanya keterlibatan warga sipil dalam kasus ini.
06:38Setelah kami menemukan fakta-fakta dari hasil penyelidikan tersebut,
06:44kemudian saat ini dapat kami laporkan kepada pimpinan bahwa permasalahan tersebut sudah kami limpahkan ke puspom TNI.
06:59Pada hari yang sama, Kepala Pusat Penerangan TNI merilis keterangan tertulis yang berisi informasi.
07:05Di antaranya, TNI telah menetapkan 4 pelaku yang sebelumnya dirilis sebagai terduga pelaku menjadi tersangka sejak 18 Maret 2026.
07:14Dan saat ini, tengah menjalani penahanan di instalasi tahanan militer POM Dam Jaya Guntur.
07:20Sehari setelah penetapan tersangka, penyidik puspom menyebut telah berupaya memintai keterangan Andri Yunus,
07:25tapi dokter tidak mengizinkan dengan alasan kesehatan.
07:29Puspom TNI menerima surat dari Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban atau LPSK
07:34yang menyatakan Andri Yunus berada di bawah perlindungan LPSK.
07:37Dan puspom TNI selanjutnya telah mengirimkan surat ke Ketua LPSK terkait permohonan meminta keterangan.
07:46Setelah saya tiba di Jalan Keramat 2, Witang, Jakarta Pusat, saya akan kembali melanjutkan investigasi
07:52untuk mendalami berbagai kejanggalan yang muncul terkait dengan penanganan kasus penyeraman air keras kepada aktivis kontras.
08:05Saya akan membahas berbagai kejanggalan yang kemudian ditemukan oleh tim advokasi untuk demokrasi
08:11bersama dengan koordinator kontras, Mas Dimas Bagus Arya.
08:14Mas Dimas, terima kasih untuk waktunya.
08:16Makasih Mas Tipo.
08:16Saya ingin langsung tanyakan Mas Dimas bahwa di tengah desakan untuk kemudian membawa pengungkapan kasus penyeraman air keras terhadap Andri
08:24Yunus secara terang beneran,
08:26Direktur Reserse Kriminal Umum, Polda Metro Jaya di hadapan wakil rakyat, termasuk di hadapan Anda,
08:32menyebut bahwa kasus ini telah dilimpahkan ke Puskom TNI.
08:36Tanggapan Anda?
08:37Ya, sesuai dengan apa yang kami sampaikan juga dalam rapat dengan pendapat umum dengan Komisi 3DPR RI, kami kecewa.
08:43Karena sedari awal kami merasa bahwa kasus penyeraman air keras ini harusnya dibawa dengan mekanisme Kitab Undang-Undang Hukum Acara
08:51Pidana.
08:51Artinya lewat peradilan umum.
08:53Karena lagi-lagi proses ini bukan satu tindakan yang bisa dikategorikan sebagai tindakan pidana militer.
09:00Ini adalah tindak pidana umum, memang dilakukan oleh prajurit TNI, dalam hal ini adalah anggota bahis,
09:05tapi kemudian bukan hanya pada faktor identitas pelakunya, tapi soal tindakannya.
09:11Korbannya adalah sipil, kepentingan yang paling diluruhkan adalah kepentingan sipil.
09:15Apakah kemudian, berdasarkan penyataan dari Mas Limas tadi, dapat digatakan polisi telah salah langkah dalam mengambil jalan proses hukum ini?
09:25Mungkin ya, lalai untuk melihat tipologi tindak pidana-nya.
09:29Empat prajurit yang kemudian diidentifikasi oleh puspom TNI sebagai terduga pelaku,
09:33bukan sebagai prajurit yang menjalankan fungsinya sebagai alat pertahanan.
09:38Sehingga, seharusnya polisi lebih jeli melihat ini sebagai tindak pidana umum.
09:44Kontras menilai apa yang sesungguhnya terjadi pada polisi sehingga mengambil jalan memutar arah?
09:49Kami melihat bahwa langkah polisi ini prematur.
09:51Prematur?
09:52Prematur dalam artian apa, Mas Dipo?
09:54Dalam artian, polisi terburu-buru melakukan pelimpahan kepada puspom TNI.
10:00Padahal, masih ada banyak sejumlah petunjuk yang harusnya bisa digali.
10:03Terutama apa?
10:04Terutama membongkar soal aktor intelektualisnya.
10:07Intelektualisnya siapa?
10:08Orang-orang yang kami laporkan juga ada 16 orang terduga pelaku.
10:12Sementara rilis kepolisian hanya menyebut dua nama, yaitu BHC dan MAK.
10:16Dan yang perlu digarisbawahi, polisi juga sudah mengirimkan SPDP tanggal 25 Maret.
10:21Surat pemberitahuan dimulainya penyidikan yang ditembuskan kepada kami.
10:26Kepada kejaksaan tinggi.
10:27Saya ingin mendalami juga apa yang kemudian disampaikan oleh tim Advokasi untuk Demokrasi,
10:31bahwa apa yang kemudian terjadi kepada Andri Yunus, ini merupakan pengintaian panjang.
10:36Artinya sudah dilakukan sejak lama.
10:38Apakah titik ataupun kantor kontras ini juga menjadi titik awal-mula pengintaian tersebut?
10:43Kami mendapatkan informasi soal identitas operasi yang digunakan,
10:48yaitu operasi dengan kata sandi sadang.
10:50Sadang.
10:50Operasi sadang.
10:51Nah, operasi sadang ini kami coba telusuri informasinya,
10:54memang sudah dilakukan cukup lama.
10:56Dimulai dari aksi yang dilakukan oleh Andri Yunus
10:59dan beberapa tim Koalisi Masyarakat Sipil untuk reformasi sektor keamanan
11:03ketika melakukan aksi intervensi di Hotel Fairmont.
11:05Kami menolak adanya pembahasan di dalam.
11:08Kami menolak adanya dui fungsi apri, teman-teman.
11:12Sebelum insiden di TKP, di Jalan Salengban 1, Jalan Talang,
11:16sudah ada beberapa tim Advokasi Untuk Demokrasi menemukan rekaman CCTV di kantor kontras.
11:22Oke, mungkin bisa sambil ditunjukkan ya, Mas.
11:23Ada dua titik CCTV yang itu merekam aktivitas di luar kantor.
11:28Itu CCTV pertama.
11:30Itu yang pertama ya?
11:31Sama CCTV kedua.
11:32Oke, mungkin bisa ditunjukkan terlebih dahulu.
11:34Itu CCTV kedua yang kemudian merekam aktivitas di depan dari kantor kontras.
11:38Ada kejanggalan yang ditemukan?
11:40Kejanggalan yang kami temukan ketika Andri kemudian keluar dari kantor kontras sekira pukul 4 sore,
11:45ada beberapa aktivitas-aktivitas yang mencurigakan,
11:48termasuk beberapa orang yang lalang di sini, di area sedikit kantor,
11:51dan terekam oleh CCTV,
11:53yang kemudian kami coba sambungkan dengan sejumlah pelaku yang kami temukan
11:57dengan bukti CCTV di ILBI dan kantor selios yang terletak di Jalan Banyumas, Menteng.
12:0216 terduga pelaku yang kemudian diduga melakukan aksinya,
12:05sempat terpantau juga berada di depan dari kantor kontras.
12:08Persis.
12:08Oke, ada satu hal yang menarik juga,
12:10bahwa dua kamera CCTV ini,
12:13dasarkan informasi yang kami dapatkan,
12:14Mas Dimas,
12:15sempat merekam peristiwa pada tanggal 16 Maret 2025.
12:20Apa yang sesungguhnya terjadi kala itu?
12:21Jadi setelah aksi yang cukup viral waktu itu,
12:25di mana kemudian Andri Yunus dan juga beberapa anggota koalisi masyarakat sipil
12:28untuk reformasi sektor keamanan,
12:30melakukan aksi intervensi di Fairmont,
12:32ada sejumlah aktivitas yang kami duga sebagai upaya intimidasi.
12:35Upaya intimidasi?
12:36Pukul 12 malam, dini hari, tanggal 16 Maret 2025,
12:39ada tiga orang yang mengetuk pintu kontras,
12:42mengaku media,
12:43lalu Andri HP-nya itu mendapatkan tiga panggilan nomor tidak dikenal,
12:48yang kemudian kami coba telusuri,
12:50dan terindikasi, terafiliasi,
12:52pada satu orang yang afiliasi adalah Intel Kodam Jaya.
12:57Dan kemudian selang berapa lama,
13:01cukup intens,
13:02itu ya lima kali,
13:03ada kendaraan rantis yang lalu lalang di sekitar area kontras.
13:06Kendaraan pertama itu memfoto kendaraan kedua dari depan,
13:10lalu sempat kami melihat di rekaman CCTV,
13:12bahwa ada aktivitas untuk merekam juga situasi kantor dari luar.
13:17Karena sebelumnya sempat ada juga kendaraan rantis yang melintasi jalan ini sebelum peristiwa Fairmont?
13:22Tidak ada, sebelumnya tidak ada sama sekali.
13:52Jalan Diponegoro
13:57dari kantor YLBHI yang menjadi lokasi terakhir sebelum Andri mengalami peristiwa penyeraman air keras.
14:03Saya ingin tanyakan Mas Dimas,
14:04bahwa di titik ini disebut menjadi salah satu lokasi pengintaian terhadap Andri.
14:09Temuan terbaru taut seperti apa terkait hal ini?
14:11Setelah melakukan penelusuran dari sejumlah alat bukti CCTV terutama,
14:15yang ini ya CCTV-nya ya?
14:16Salah satunya CCTV ini,
14:17lalu juga CCTV dalam gedung YLBHI,
14:19lalu juga CCTV yang dari bagian arah Megaria itu,
14:23kami menemukan ada aktivitas yang cukup ramai.
14:25Ada setidaknya 16 orang,
14:28yang mana mungkin bisa berkembang Mas Sipo.
14:30Artinya, di sini itu adalah titik di mana kemudian sejumlah terduga pelaku,
14:35itu melakukan komunikasi, koordinasi.
14:37Salah satunya pada akhirnya juga yang diidentifikasi adalah
14:40empat orang LTK yang menjadi eksekutor.
14:46Ketika konferensi perspolisi pertama kali,
14:49ataupun pada saat memperlihatkan CCTV,
14:51menyebutkan bahwa ada satu OTK yang kemudian berjalan di seberang sana,
14:55seakan memberi kode kepada OTK lain yang berada di sini.
14:58Dan hanya terlihat kurang lebih satu hingga tiga orang.
15:01Artinya ada temuan CCTV baru bahwa ada segerombolan orang di sana?
15:06Atau seperti apa?
15:07Jadi posisinya ada orang yang menunggu di depan portal,
15:10lalu di belakang portal itu,
15:13di area pintu masuk-pintu keluar YLBHI,
15:15itu juga ada sejumlah motor,
15:17dan juga sejumlah orang yang ditenggarai melakukan aktivitas surveillance,
15:21atau penguntitan, atau pengintaian.
15:24Dan dari beberapa tangkapan layar CCTV yang kami kembangkan,
15:27dan kemudian kami analisis,
15:29orang yang di depan portal itu seolah-olah memberikan kode sinyal.
15:33Ketika Andri keluar dari gedung YLBHI,
15:35dan orang-orang yang di sini itu langsung melawan arah,
15:38menuju arah Megaria,
15:39dan mengarah ke Tugu Proklamasi.
15:41Dan bertemu dengan korban,
15:43itu di Tugu Proklamasi.
15:45Jadi memang tangkapan dari CCTV yang kami peroleh,
15:48lalu kami kembangkan, kami analisa,
15:50memang itu yang kami kemudian sebutkan sebagai bagian dari operasi intelijen.
15:54Karena sebelumnya ada tindakan komunikasi koordinasi,
15:57dan juga dilakukan oleh lebih dari satu orang.
16:09Tidak hanya satu OTK yang memberi kode,
16:11tetapi sekumpulan orang memarkirkan motor di sini,
16:16dan dicurigai merupakan bagian dari 16 terduga pelang.
16:19Oke, saya ingin tanyakan, Mas Timas,
16:21bahwa ada dugaan,
16:22tidak hanya anggota TNI,
16:26tetapi ada dugaan keterlibatan sipil.
16:28Apakah keterlibatan itu juga mulai di titik ini?
16:31Keterlibatan sipil itu,
16:32ya kami tenggarai,
16:33juga terjadi di lokasi perimeter TKP,
16:36tapi yang kami juga sangat telusuri adalah
16:39apa peran dari sipil ketika dalam proses operasi intelijen ini.
16:43Kemungkinan besar juga ada beberapa orang-orang sipil
16:46yang terlibat dalam merancang atau merencanakan pemukatan jahat ini
16:50sebelum kemudian kondisi naas yang menimpa Andri Yunus.
16:53Artinya tidak hanya harus ada di TKP,
16:56tapi mungkin juga bagian dari perencanaan.
16:59Jadi memang tangkapan layar CCTV yang kami dapat,
17:02ada seseorang yang masuk dalam gerombolan,
17:05dalam orang-orang yang kami sinyalir adalah terduga pelaku
17:08yang ada di lokasi YLBHI ini,
17:10itu menggunakan jaket Ojek Online.
17:14Jika betul pengintaian dilakukan jauh
17:17ataupun beberapa jam sebelum Andri keluar dari kantor YLBHI,
17:22posisinya saat itu,
17:24portal ini terbuka?
17:25Belumnya terbuka,
17:26jadi terbuka itu dari siang
17:28sampai kemungkinan jam 8 malam.
17:31Dan Andri masuk lewat sini?
17:33Dan Andri masuk lewat sini, gitu ya.
17:34Andri masuk lewat sini,
17:35lalu kemudian keluar sekitar pukul 23.00 lebih, gitu ya.
17:4023.00 lebih.
17:41Dan dia, karena portalnya tertutup,
17:43dia mengarahkan motornya ke arah Borobudur.
17:46Apakah itu yang kemudian tidak terprediksi oleh terduga pelaku
17:50dan melakukan improvisasi?
17:52Jadi memang yang kami duga sebelumnya adalah
17:55para pelaku ini memang mengincar lokasinya.
17:57Kenapa kemudian banyak gerombolan orang itu
17:59ada di area di luar portal ini?
18:01Karena memang memprediksi bahwa
18:03arah keluarnya atau arah motornya Andri itu
18:06akan melewati area ini.
18:07Yang saya dapetin informasi dari
18:10Kontras dan Taut juga bahwa ada satu
18:12tempat di situ yang dipakai untuk melakukan komunikasi
18:15di Taman Borobudur itu.
18:16Dan disebut sebagai titik kumpul ataupun base camp?
18:18Betul.
18:19Boleh kita ke sana, Mas?
18:19Boleh.
18:19Oke, saya akan tunjukkan, Saudara.
18:28Jika titik pertama ketika ada terduga pelaku yang memberikan kode,
18:33kemudian juga titik kedua diseberang dari YLBHI
18:35ini betul-betul untuk melakukan proses pengintaian.
18:39Dibuga seperti itu.
18:40Untuk titik ini fungsinya apa, Mas?
18:41Hasil investigasi independen tahun?
18:43Ya, seperti kami sampaikan sebelumnya,
18:45bahwa kami tenggarai bahwa lokasi ini
18:47di Taman Borobudur ini adalah lokasi untuk komunikasi antar pelaku.
18:51Oke.
18:51Jadi mereka menggunakan lokasi ini persis gitu ya,
18:54karena mungkin agak jauh jaraknya dengan YLBHI
18:57untuk melakukan komunikasi dan membangun kembali
18:59perencanaan-perencanaan untuk improvisasi.
19:02Ya.
19:02Karena ada beberapa,
19:03bayangan kami adalah karena posisi YLBHI itu portalnya tertutup,
19:07di mana Andri awalnya akan di asumsikan,
19:11akan melewati jalan ini.
19:12Maka mereka kemudian merancang semua perencanaan itu,
19:16berkomunikasi kembali, itu di sini.
19:18Di sini ya?
19:19Oke, saya ingin tunjukkan.
19:20Karena sebelumnya,
19:22yang kemudian dirilis oleh Taut adalah bahwa
19:25yang terekam kamera CCTV dari sebelah sana,
19:28ini titiknya di sini ya?
19:29Ya.
19:30Dan berkumpul beberapa orang.
19:31Beberapa orang.
19:42Sepakah betul ada satu orang
19:44yang kemudian diduga memegang komando
19:47dari operasi penjelaman air keras kepada Andrius di titik ini?
19:51Itu yang kami juga masih kembangkan,
19:54kelas SIPO gitu ya.
19:54Dari semua orang 16 itu,
19:56apa saja perannya,
19:57tapi yang sudah ketahuan adalah 4 orang
19:59yang bertindak sebagai surveillance actor
20:01yang membutuhkan Andri dari belakang
20:03dan 2 orang menggunakan 1 motor
20:05yang melakukan eksekusi.
20:08Yang menjadi ironi adalah
20:09lokasi pengintaian di titik ini
20:11di Taman Diponegoro
20:13berada persis di depan dari rumah sakit
20:16Cipto Mangunkusumo, Jakarta
20:18tempat Andriunus menjalani perawatan.
20:20Apakah untuk saat ini Mas Dimas
20:23dengan lokasi yang begitu dekat dengan Andri
20:25sudahkah dapat dipastikan
20:27bahwa pengintaian kepada Andriunus
20:29ini sudah betul-betul berhenti
20:30atau ada dugaan lain?
20:32Ya, dugaan kami
20:33proses pengintaian masih berlanjut.
20:34Masih berlanjut?
20:35Kenapa begitu?
20:36Karena pertama
20:364 pelaku yang disampaikan oleh Pus Pong Tendi
20:40belum dirilis wajahnya.
20:41Kami belum juga tahu
20:42struktur komandonya siapa.
20:44Selain soal keamanan Mas Dimas
20:46yang tentu penting untuk didalami adalah
20:49kondisi terbaru
20:51kondisi kesehatan dari Andriunus.
20:53Pas jaman menjalani operasi keempat
20:54kondisinya berlangsung membaik.
20:56Memang ada beberapa situasi-situasi
20:59perkembangan yang menurun
21:00terutama dari hasil rilis
21:02yang dilakukan oleh SCM terakhir
21:04bahwa ada kondisi penurunan
21:06di bagian mata kanan
21:07dan berpotensi
21:08itu juga bisa melemahkan penglihatannya.
21:17Terima kasih atas segala bentuk dukungan
21:20yang telah diberikan kepada saya
21:23untuk menghadapi teror
21:26dari orang-orang yang pengecut.
21:30Saya akan tetap kuat
21:33akan tetap tegar
21:34untuk dengan segala dukungan penuh
21:39dari kawan-kawan sekalian.
21:42Aluta kontinua
21:43panjang umur perjuangan.
21:49Bisa ditunjukkan ya.
21:51Rumah berwarna putih ini.
21:54Ini adalah rumahnya segera.
21:56Rumahnya segera.
Komentar