- 3 jam yang lalu
- #iran
- #as
- #timurtengah
- #perang
KOMPAS.TV - Ancaman demi ancaman terus dilontarkan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Kali ini, Iran turut memperingatkan negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah pangkalan militer Amerika Serikat untuk mengusir pasukan tersebut dari wilayah mereka.
Apakah langkah ini menjadi strategi untuk menggertak serangan Amerika Serikat dan Israel, atau justru memperparah ketegangan diplomasi Iran dengan negara-negara Teluk?
Untuk membahasnya, simak dialog KompasTV bersama analis dari Lembaga Kajian Pertahanan Strategis, Adrianus Prima, serta pengamat Timur Tengah Universitas Padjadjaran, Dina Sulaeman.
Baca Juga Meledak! Detik-Detik Rudal Multi Hulu Ledak Iran Hantam Distrik Utara Israel| SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/661083/meledak-detik-detik-rudal-multi-hulu-ledak-iran-hantam-distrik-utara-israel-sapa-malam
#iran #as #timurtengah #perang
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/661084/terbaru-iran-ancam-negara-teluk-usir-pasukan-as-strategi-atau-gertakan-ini-kata-analis-pengamat
Apakah langkah ini menjadi strategi untuk menggertak serangan Amerika Serikat dan Israel, atau justru memperparah ketegangan diplomasi Iran dengan negara-negara Teluk?
Untuk membahasnya, simak dialog KompasTV bersama analis dari Lembaga Kajian Pertahanan Strategis, Adrianus Prima, serta pengamat Timur Tengah Universitas Padjadjaran, Dina Sulaeman.
Baca Juga Meledak! Detik-Detik Rudal Multi Hulu Ledak Iran Hantam Distrik Utara Israel| SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/661083/meledak-detik-detik-rudal-multi-hulu-ledak-iran-hantam-distrik-utara-israel-sapa-malam
#iran #as #timurtengah #perang
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/661084/terbaru-iran-ancam-negara-teluk-usir-pasukan-as-strategi-atau-gertakan-ini-kata-analis-pengamat
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Ancaman demi ancaman terus dilontarkan Amerika Serikat, Israel ke Iran.
00:04Kali ini Iran bahkan turut mengancam negara teluk,
00:06tuan rumah pangkalan militer Amerika Serikat,
00:09untuk mengusir tentara militer Amerika Serikat dari halaman belakang rumah mereka.
00:14Apakah langkah ini menjadi langkah yang tepat untuk menggertak serangan Amerika dan Israel
00:18atau justru ini hanya akan menambah ketegangan diplomasi Iran dengan negara-negara di teluk?
00:22Untuk membahasnya kita telah terhubung dengan Adrianus Prisma.
00:27Adrianus Prisma, maksud kami analis lembaga kajian pertahanan strategis
00:33dan ada juga Dina Sulaiman sebagai pengamati burtengah dari Universitas Pajajaran.
00:37Selamat malam Mas Adrianus dan Bu Dina.
00:40Selamat malam.
00:42Saya ke Mas Adrianus dulu.
00:45Mas Adrianus dari sisi pertahanan strategis,
00:47apakah ancaman Iran untuk menyerang negara teluk yang masih menjadi tuan rumah pangkalan Amerika Serikat ini
00:52merupakan langkah deteransi yang realistis
00:55atau justru membuka front baru yang berisiko tinggi bagi Iran sendiri?
00:59Mas Adrianus.
01:00Sebenarnya ini merupakan langkah deteransi yang sudah mulai dilakukan oleh Iran
01:07dengan mereka menyerang beberapa pangkalan dan juga infrastruktur
01:12maupun kilang-kilang minyak dan fasilitas migas di negara-negara teluk.
01:17Jadi, ini bukan sekedar getak sambal karena Iran sudah menunjukkan bahwa mereka mampu
01:22dan berani untuk melakukan itu.
01:24Tapi memang ini adalah menjadi dilema ya, baik untuk Iran sendiri maupun untuk negara-negara teluk
01:30di mana mereka juga tidak akan dengan mudah setamerta mengusir pasukan Amerika.
01:37Kita tentu saja ingat bahwa Iraq itu pernah parlemennya itu voting
01:42yang hasilnya adalah mau mengusir pasukan Amerika.
01:46Tapi nyatanya sampai sekarang pasukan Amerika belum pergi juga dari sana begitu.
01:50Oke, kalau gitu saya coba fokus ke Budina soal geopolitik dan diplomasi timur tengahnya nih Budina.
01:57Langkah Iran mengancam langsung negara teluk ini, apakah ini merupakan kelanjutan logis
02:02dari doktrin pertahanan proaktif Iran sejak revolusi tahun 1979
02:07atau ini menandakan pergeseran strategi yang lebih agresif dan berisiko Budina?
02:13Iya, kalau kita lihat sejak awal sebelum Amerika Serikat menyerang Iran
02:20kan memang secara verbal sudah berkali-kali ya disampaikan ancaman-ancaman dari Trump.
02:27Nah itu Iran juga sudah memberikan peringatan.
02:30Karena dipastikan serangan Amerika Serikat pasti datangnya dari pangkalan-pangkalan militer
02:36yang ada di negara-negara Arab ya.
02:38Nah Iran sudah mengancam bahwa kalau Amerika betul-betul menyerang
02:43maka balasannya adalah ke pangkalan militer di negara-negara Arab ini.
02:47Sebenarnya ini juga peringatan kepada para pemerintah monarki di Teluk ya
02:53bahwa kalau mereka membiarkan Amerika menyerang
02:58menggunakan tanah mereka untuk menyerang
03:00mereka pasti akan jadi target balik gitu.
03:03Tapi kan ternyata kan diabaikan ya
03:05sehingga yang terjadi sekarang ya memang eskalasi ya
03:08sebelumnya sudah betul-betul menyerang
03:11membalas serangan Amerika dan Israel itu ke pangkalan-pangkalan militer Amerika
03:17dan juga ke aset-asetnya Amerika.
03:19Kan juga ada beberapa perusahaan teknologi juga yang menjadi serangan gitu kan.
03:24Nah itu ternyata kan ini ya
03:28masih terus terjadi serangannya.
03:31Jadi dari Amerika Serikat ke Iran itu masih terus ada pengeboman
03:34dan yang diserang adalah infrastruktur sipil
03:39bahkan termasuk pabrik obat juga diserang.
03:41Nah saya pikir ini upaya Iran untuk meningkatkan ancamannya
03:45supaya memang pemerintah negara-negara Arab ini lebih berani lagi.
03:50Toh situasinya sudah menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak betul-betul kuat ternyata.
03:55New York Times sudah melaporkan bahwa ada 13 pangkalan militer Amerika Serikat
03:59di kawasan yang sudah lumpuh baik sebagian ataupun keseluruhannya.
04:04Artinya ini ujian ya buat negara-negara Teluk ini
04:07apakah mereka masih terus takut kepada Amerika Serikat
04:10atau berpikir ekonel karena mereka sekarang mengalami kerugian besar ya
04:14dari sisi ekonomi akibat perang ini.
04:17Ya, ya. Nah ini menarik.
04:18Tadi Bu Dina mengatakan ada 13 setidaknya pengeboman militer Amerika Serikat di kawasan.
04:22Saya kembali ke Mas Adrianus.
04:24Dari posisi tadi atau dari kondisi tadi
04:27kalau bicara untung-rugi pasti kalau perang tidak ada untungnya.
04:30Pasti semuanya rugi begitu.
04:31Tapi jika sekarang jaminan Iran tidak akan serang negara
04:37yang mengusir tentara Amerika Serikat itu bisa terwujud
04:42apakah ada jaminan juga ke depan
04:44bahwa tidak akan lagi ada serangan ke kawasan
04:47ketika pasukan Amerika Serikat sudah angkat kaki dari kawasan misalnya?
04:52Ya, mungkin seperti tadi sempat disampaikan Bu Dina ya
04:56ini kan hanya reaksi saja dari Iran
04:59tapi kita bisa lihat sebenarnya dari awal itu
05:02Iran sudah membuka keran untuk dialog
05:04tapi kalau mungkin saya sedikit ke geopolitik ya Bu Dina
05:08mungkin bisa ditambahkan.
05:09Kita bisa lihat kalau sekarang itu yang masih keras
05:13posisinya terhadap Iran itu ada dua
05:15yaitu Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
05:19Nah, kita lihat sebenarnya
05:20kalaupun mereka ditinggalkan oleh Amerika
05:23sebenarnya dua negara ini itu masih memiliki kekuatan yang
05:26kekuatan defensif yang cukup besar ya.
05:29Jadi, kalau kita lihat juga
05:31di Qatar dan Uni Emirat Arab itu ada dua negara lain
05:35Eropa yaitu Perancis dan Inggris itu
05:38dia menempatkan pasukannya di sana untuk defensif.
05:42Nah, kita bisa lihat juga bahwa
05:43Presiden Macron kemarin dalam statementnya itu
05:46menyatakan bahwa satu-satunya opsi untuk
05:48membuka kembali Selat Hormus itu adalah opsi diplomatis.
05:51Jadi, mungkin kita bisa lihat bahwa
05:53dengan ditariknya pasukan Amerika
05:56yang secara de facto itu sudah ada 13
05:59pangkalan yang kosong dan tidak berfungsi
06:01dan serangan-serangan sekarang ini kan lebih banyak
06:03bersumber dari pangkalan yang ada di Arab Saudi ya.
06:06Jadi, kita bisa lihat bahwa sebenarnya
06:08sebagian negara teluk pun
06:10kecuali Kuwait, UAE, dan Arab Saudi itu
06:13tidak lagi menjadi sumber
06:14serangan-serangan Amerika ke Iran.
06:17Jadi, kita bisa lihat bahwa ada opsi-opsi lain
06:19seperti menempatkan Perancis
06:22yang saat ini bisa kita anggap sebagai negara
06:24yang cukup netral ya
06:25ataupun Inggris yang juga menolak
06:27untuk bergabung dalam perang ini
06:28menjadi penjamin lah dengan menempatkan
06:31kekuatan defensifnya di negara-negara teluk.
06:34Begitu, kalau menurut kami.
06:35Ini ada informasi juga yang terbaru
06:37dari Al-Zazira, baru saja dirilis
06:39bahwa Iran baru saja menyerang
06:42memombardir pabrik petrokimia
06:45yang ada di Bahrain dan Kuwait
06:47kalau saya tidak salah.
06:48Ya, betul, di Kuwait.
06:49Nah, ini seberapa besar sebenarnya
06:53risiko konflik regional meningkat
06:55akibat kondisi seperti ini.
06:59Sekarang kondisinya saja di Kuwait
07:01dan Bahrain tadi juga di Singgung Budina
07:04tidak hanya pengkalan militer.
07:06Sekarang pabrik petrokimia juga diserang.
07:10Ya, mungkin kita bisa lihat bahwa
07:12ini adalah serangan retaliasi ya.
07:14Karena beberapa waktu yang lalu
07:16tadi Budina sempat sebutkan juga
07:20pabrik obat, bahkan institut Pasteur ya
07:23yang dimana dia adalah institut penelitiannya
07:25itu juga diserang oleh Amerika dan Israel.
07:29Selain itu juga sebelumnya
07:32dilakukan serangan oleh Amerika dan Israel
07:34terhadap fasilitas petrokimia Iran
07:37yang memasok sebagian besar
07:41bensin untuk kebutuhan domestik Iran.
07:43Di sini kita bisa lihat bahwa memang
07:45opsinya Iran adalah seperti yang kami
07:47pernah sampaikan adalah mengetes
07:48pen tolerance atau toleransi rasa sakit
07:51dari negara teluk.
07:53Begitu, jadi kenapa yang diserang
07:54adalah dua negara itu?
07:55Karena memang dua negara itu masih
07:57belum menentukan sikap.
07:59Mungkin Qatar ini kan sudah cooling down ya.
08:01Karena Qatar sendiri pun sudah menyatakan
08:03bahwa mereka tidak setuju dengan
08:05opsi ofensif kepada Iran.
08:08Budina, hubungan Iran dengan negara-negara
08:11teluk sebenarnya terutama Saudi Arabia
08:13lalu Uni Emirat Arab dan Qatar
08:15selama ini kan sudah membaik
08:18melalui normalisasi dan mediasi oleh Tiongkok.
08:21Nah, apakah ini justru akan merusak upaya
08:24deeskalasi regional jika terus-menerus
08:26Iran menyerang beberapa fasilitas
08:29yang berada di kawasan?
08:33Ya, situasinya itu sebenarnya kan
08:36antara Iran dan negara-negara teluk itu
08:38bukan permusuhan dalam arti ini
08:41karena berbeda ideologi atau permusuhan
08:44yang sifatnya apa ya
08:48bosuh, bebuyutan, nggak seperti itu gitu ya.
08:50Jadi selama ini pun juga
08:52perdagangan itu sangat baik ya
08:54antara Iran dengan negara-negara teluk ini.
08:56Bahkan juga asetnya Iran itu banyak
08:59di Uni Emirat Arab ya.
09:00Bisnis-bisnis para perdagang Iran
09:02ada di sana.
09:03Qatar, apalagi Qatar ketika
09:06berseteru dengan Arab Saudi dulu
09:08bahkan Iran yang datang membantu ya
09:10mengirim logistik
09:11dan Iran dengan Arab Saudi pun juga
09:14hubungannya baik
09:15apalagi ada
09:16urusan haji dan umroh ya
09:18dan itu
09:19jadi buat Iran itu penting sekali
09:21menjaga hubungan baik dengan Qatar
09:22dengan Arab Saudi.
09:24Tapi ini kan masalahnya sudah
09:27eksistensi negaranya ya.
09:28Ketika negaranya dibombardir
09:30bombardir oleh Amerika Serikat dan Israel
09:33dan Amerika itu menggunakan
09:34negara-negara Arab ini
09:37wilayah-wilayah negara Arab ini
09:38untuk menyerang Iran
09:40dan ada ribuan orang Iran yang terbunuh
09:42tentu pilihannya saat ini ya
09:44Iran membalas gitu
09:45dan membalasnya kemana ya
09:47tentu ke asal serangan
09:49ketika asal serangannya
09:51dari pangkalan militer Amerika Serikat
09:53di Arab Saudi ya
09:54itulah yang diserang
09:55dan kemudian juga Iran itu
09:57strateginya adalah membalas
09:58dengan setara
09:59kalau infrastrukturnya diserang
10:01berarti
10:01balasannya juga infrastruktur
10:03yang ada di negara penyerang
10:06negara lokasi yang menjadi
10:07asal serangan
10:08nah memang kadang-kadang
10:10dipertanyakan
10:11lah kenapa kok misalnya
10:13apa pabrik petrokimia di Saudi
10:15misalnya yang kena
10:17atau infrastruktur di
10:18di negara Arab yang kena
10:21tapi kalau kita cek
10:22ternyata kan sahamnya juga
10:23sebenarnya juga sebagian dari
10:25Amerika Serikat juga
10:26artinya memang itu aset Amerika juga
10:28meskipun sebagian
10:29sehingga situasi ini
10:32akhirnya yang membuat
10:33Amerika Serikat
10:35betul-betul terjepit sekarang
10:37artinya
10:38perlawanan Iran
10:39itu secara strategis
10:41membuat pihak lawan
10:42akhirnya
10:43betul-betul harus berhitung
10:45apakah melanjutkan perang
10:47atau tidak
10:47terutama negara-negara Arab ini
10:49kalau terus membiarkan
10:51ya pasti nanti kerugiannya
10:53akan tambah besar
10:54dan kalau kita lihat
10:55Qatar itu tonnya sudah
10:56sudah bagus ya
10:58sekarang
10:59berkali-kali mengatakan bahwa
11:01Iran dan
11:03Arab ini
11:04Persia dan Arab ini
11:05sudah ribuan tahun loh
11:06hidup berdampingan
11:08jadi sebaiknya kita
11:09menyelesaikan urusan
11:10tidak dengan
11:11senjata
11:12nah itu kan
11:12sinyal ya
11:13bahwa
11:14ada negara-negara yang sudah
11:16mulai
11:16berani ya
11:18untuk menyatakan bahwa
11:19yang lebih baik
11:20memang bukan perang
11:21oke nah
11:22kaitannya dengan ultimatum
11:23Iran ini untuk
11:25mengusir
11:26semua
11:27apa namanya
11:28infrastruktur
11:29militer Amerika Serikat
11:30yang ada di kawasan
11:31apakah
11:32artinya ini
11:33strategi nyata
11:34Iran
11:34atau sekedar
11:35retorika geopolitik
11:36tapi saya akan
11:37tanyakan hal itu
11:38nanti setelah jeda
11:38sesaat lagi
11:39disampai Indonesia malam
11:40tetaplah bersama kami
11:40saudara serangan Iran
11:42menghantam perusahaan
11:43kilang minyak Bahrain
11:44Babco Energies
11:46di pulau Sitra
11:47serangan ini
11:48membakar salah satu
11:49fasilitas penyimpanan
11:52kebakaran kilang minyak
11:53Bahrain terjadi
11:54pada minggu waktu
11:55setempat
11:55Babco Energies
11:56menyatakan telah berhasil
11:57memadamkan api
11:58sebelumnya
11:58Iran juga sempat
11:59menyerang kilang minyak
12:01Babco Energies
12:02pada 9 Maret lalu
12:08dan kami lanjutkan
12:09perbincangan tadi
12:10sebelum
12:11jeda
12:12saya bertanya
12:13ke Bu Dina
12:15soal
12:17bagaimana
12:18kalau
12:18tadi saya tanyakan
12:20soal
12:21infrastruktur
12:22militer Amerika Serikat
12:23yang terus
12:23diserang
12:25termasuk
12:25di kawasan
12:26nah ini kan
12:27berkaitan dengan
12:28ultimatum
12:29untuk mengusir
12:30pasukan Amerika Serikat
12:31dari kawasan
12:32apakah artinya
12:33ini strategi nyata
12:34Iran atau
12:34sekedar retorika
12:35geopolitik Bu Dina
12:37ya ini sebenarnya
12:39tuntutan
12:39Iran yang
12:40sangat jelas
12:41sudah berkali-kali
12:42disampaikan oleh
12:43para pejabat Iran
12:44bahwa
12:45yang diinginkan
12:46oleh Iran adalah
12:47bukan
12:48gencatan senjata
12:49jadi kalau
12:49tawarannya hanya
12:50gencatan senjata
12:51dari Amerika Serikat
12:52itu akan ditolak
12:53kalau gencatan senjata
12:55kan artinya
12:55cuma sementara
12:56ada jeda
12:57dan kemudian
12:58sangat mungkin
12:58akan diserang lagi
12:59nah yang diinginkan
13:01Iran adalah
13:01penghentian perang
13:02secara total
13:03dan jaminan
13:04tidak akan ada lagi
13:05serangan dari pihak
13:06Amerika Serikat
13:07maupun Israel
13:08nah ketika di
13:09di poin jaminan
13:11dengan cara apa
13:12menjamin bahwa
13:13Amerika Serikat
13:14tidak akan menyerang lagi
13:15tentu logikanya adalah
13:16Amerika Serikat
13:17keluar dari sana
13:18kan ada sekitar
13:1915
13:20pangkalan militer
13:22ya di
13:22di teluk
13:23itu ya
13:23di teluk dan di Arab
13:24secara keseluruhan
13:26dan
13:28kalau masih ada
13:30masih tersisa
13:32pasukan Amerika Serikat
13:34di sana
13:34artinya sangat mungkin
13:35nanti akan menyerang lagi
13:36itulah sebabnya
13:37Iran
13:38menyatakan bahwa
13:39Amerika Serikat
13:40harus keluar dari
13:41Timur Tengah
13:43kalau memang
13:44menginginkan perang
13:45berhenti
13:46nah sekarang mungkin
13:47pertanyaannya adalah
13:49mungkinkah itu terjadi
13:50kalau saya pikir
13:51mungkin
13:52karena sejarahnya perang
13:53yang dilakukan oleh
13:55Amerika Serikat ini
13:56kan sebelumnya
13:56sudah berkali-kali ya
13:57dan Amerika Serikat itu
13:59keluar ya
13:59misalnya dari Vietnam
14:00keluar
14:01kemudian dari
14:01Afghanistan keluar
14:02dari Iraq
14:04ya 2011
14:05akhirnya keluar juga
14:06dan sekarang juga sudah
14:082011 keluar
14:10lalu 2014
14:10balik lagi
14:11dengan alasan
14:12membantu
14:12melawan ISIS
14:13dan sekarang
14:15akhir-akhir ini
14:15beberapa hari terakhir
14:16kan juga sudah banyak
14:17yang dievakuasi ya
14:18karena ternyata ada
14:19serangan-serangan
14:20dari milisi-milisi
14:21di dalam Iraq
14:22artinya
14:23mungkin ya
14:24bahwa Amerika Serikat
14:25akhirnya ketika
14:26melihat begitu banyak
14:28yang harus dikorbankan
14:29dalam perang ini
14:30dana pasukannya
14:32yang tewas
14:32dan kemudian juga
14:33dari sisi tekanan
14:35ekonomi
14:35termasuk juga
14:36dari sekutu-sekutunya
14:37kan juga merasakan
14:38tekanan ekonomi
14:39akibat perang ini
14:41sangat mungkin
14:42ketika tekanan itu
14:43semakin kuat
14:44ya Amerika terpaksa
14:45untuk menerima
14:47tuntutan tersebut
14:48oke
14:49saya kembali
14:50akan bahas
14:51kekuatan militer
14:52dari Iran
14:54tadi kan
14:54Iran juga mengklaim
14:55punya rudal balistik
14:56jarak jauh
14:56yang mampu
14:57mencapai
14:58pangkalan-pangkalan
14:58Amerika Serikat
15:00diteluk
15:00bahkan ada yang
15:01jaraknya
15:02jarak luncurnya
15:03sampai 2000 km
15:04Mas Adriano
15:05secara militer
15:06seberapa visibel
15:07langkah ini
15:08jika benar-benar
15:09di eksekusi
15:10mengingat sistem
15:10pertahanan
15:11udara Amerika Serikat
15:12juga
15:12dan sekutunya
15:13juga di kawasan tersebut
15:14punya
15:14apa
15:15daya cegat
15:16yang juga baik
15:17begitu
15:19sebenarnya
15:20kalau dari beberapa
15:21analis itu
15:22masih
15:24punya konsensus
15:25bahwa
15:26stok rudal
15:27balistik Iran
15:28itu masih
15:28seribu lebih
15:29dan saat ini
15:30kita bisa lihat
15:31bahwa
15:31Iran itu
15:32menggunakannya
15:33juga lebih efisien
15:34tentu saja
15:35selain rudal
15:36balistik
15:37Iran masih
15:37memiliki ribuan
15:38drone
15:39yang tentu saja
15:39diproduksi dalam
15:40negeri
15:41dengan ongkos yang
15:42murah
15:42yang ada yang bilang
15:4410 ribu
15:44ada yang bilang
15:45lebih dari itu
15:46jadi memang
15:47kita bisa lihat
15:48bahwa pola serangan
15:49Iran sendiri
15:49sekarang tidak
15:50seperti awal-awal
15:51dimana dia
15:52menembakkan
15:53puluhan
15:54bahkan hampir
15:55ratusan rudal
15:56dalam satu hari
15:57bahkan tidak
15:58seperti waktu
15:58perang 12 hari
15:59tahun lalu
16:00jadi kita bisa
16:01lihat juga
16:01bahwa sebenarnya
16:02dari sisi
16:03negara-negara
16:04teluk
16:06apalagi
16:06Israel
16:07Israel sendiri pun
16:08sekarang sudah
16:09kesulitan
16:10jadi hanya
16:11mengintersep
16:11rudal-rudal
16:12yang menuju
16:13ke
16:14sasaran militer
16:15dan itu pun
16:16juga kadang
16:16gagal
16:17begitu
16:17kita bisa
16:18lihat bahwa
16:19sebenarnya
16:19dari sisi
16:20kekuatan
16:20masih banyak
16:21yang disimpan
16:22oleh
16:22Iran
16:23apalagi
16:23kita juga
16:25membaca
16:25beberapa kali
16:26bahwa
16:26di internal
16:30IDF sendiri
16:31sudah menyatakan
16:32kepada pemerintahnya
16:32bahwa mereka
16:33sudah agak
16:34stuck
16:34terkait
16:35bagaimana
16:36cara menentralisir
16:37kemampuan
16:38rudal Iran
16:38karena mereka
16:39sudah beberapa kali
16:40menyerang
16:40apa yang disebut
16:42sebagai kota
16:42misil
16:43atau misil
16:43city
16:43Iran
16:44yang ada
16:45beberapa itu
16:45dengan berbagai
16:46metode
16:47tapi
16:47tempat yang diserang
16:49itu beberapa menit
16:50kemudian
16:50dia meluncurkan
16:51rudal
16:51balistik
16:52jadi disini
16:53kita bisa lihat
16:53bahwa sebenarnya
16:54Iran dan
16:55Amerika pun
16:56sebenarnya
16:56sudah agak
16:57kesulitannya
16:57bagaimana
16:58menetralkan
16:58kemampuan
17:00rudal
17:01Iran
17:02tetapi
17:02di sisi lain
17:03kita juga harus
17:04sama-sama
17:04sadari
17:06bahwa
17:06Israel dan
17:08Amerika ini
17:08tampaknya juga
17:09tidak ada
17:10intensi untuk
17:11mengurangi
17:12serangan-serangan
17:12jadi
17:13kemarin
17:14beberapa hari yang lalu
17:15ketika Donald Trump
17:16sempat bilang bahwa
17:17Selat Hormuz
17:18bukan
17:19tanggung jawab
17:20mereka lagi
17:21biarkan negara-negara
17:22yang butuh
17:22Selat Hormuz
17:23mengurusnya
17:23itu kita
17:24sempat mengira
17:26bahwa akan terjadi
17:26deeskalasi
17:27tapi ternyata
17:28tidak
17:29sepertinya
17:30Israel ini
17:31masih ingin
17:31memperpanjang
17:33perang ini
17:33karena bagi mereka
17:34dengan perang ini
17:35mereka bisa menutupi
17:36apa yang mereka
17:37lakukan di Lebanon
17:38begitu
17:38dari perspektif
17:41strategi pertahanan
17:42Mas Adrianus
17:43apakah Iran
17:44sedang menerapkan
17:45doktrin asimetrik
17:46warfare
17:46dengan melibatkan
17:47negara teluk
17:48atau ini sudah
17:49masuk kategori
17:50kesalahan strategis
17:53ini kalau
17:54menurut kami
17:54masih berupa
17:55asimetrik warfare
17:56karena dari awal
17:57kami sampaikan bahwa
17:58dari awal perang ini
18:00kami berapa kali
18:01diundang
18:02kami menyampaikan bahwa
18:03sebenarnya yang
18:04menjadi faktor kunci adalah
18:05pen tolerans negara-negara teluk
18:07karena seperti
18:08kita sama-sama ketahui
18:10dalam asimetrik warfare itu
18:11pihak satunya
18:13dalam hal ini
18:14Irannya
18:14mereka itu memiliki
18:16pen toleransi yang cukup tinggi
18:17bagaimana lagi
18:18pemimpin tertingginya
18:19dibunuh
18:20kemudian
18:20korban jiwanya
18:22ribuan
18:22tetapi mereka
18:23masih terus melawan
18:24dan sebenarnya
18:25dari sisi Iran pun
18:26selama mereka
18:27masih bisa menembakkan
18:28rudal dan drone
18:30ke
18:30pangkalan-pangkalan Amerika
18:32negara-negara teluk
18:33maupun ke Israel
18:34itu mereka
18:35belum kalah
18:35nah di sisi lain
18:37dari sisi Amerika
18:38dan Israel
18:39sebenarnya objektifnya itu
18:40makin hari
18:40makin tidak jelas
18:41makanya
18:42kita bisa
18:43melihat pola yang sama ya
18:45setiap
18:46weekend begini
18:48akan ada sarangan
18:49kemudian nanti
18:49Trump akan ngomong
18:51bahwa
18:51kita sedang berusaha
18:53berdialog
18:54untuk meredam
18:55pasar
18:56pasar saham
18:57dan juga harga minyak
18:58kita
18:58kita seperti
18:59akan melihat pola yang sama
19:00begitu
19:01ini polanya memang
19:02selalu sama
19:03dari setidaknya
19:04dua minggu terakhir
19:05ini kita bisa lihat
19:06betul
19:07tadi kata
19:08Mas Adrianus
19:09ada serangan
19:09di akhir pekan
19:10nanti di
19:11weekdays
19:12di tengah
19:14pekan
19:15akan ada pernyataan
19:16dari Donald Trump
19:17yang menyatakan bahwa
19:17kemarin dua tiga minggu lagi
19:19akan berakhir
19:19tapi justru
19:21eskalasi semakin meningkat
19:23dari Iran
19:23saya ke Budina
19:24kembali ke
19:25masalah ultimatum
19:26Iran
19:27Budina
19:27ini saya juga
19:28wondering
19:28bagaimana sebenarnya
19:30reaksi yang paling mungkin
19:31negara-negara
19:32dari negara-negara
19:33tuluk yang muncul
19:33apakah mereka akan
19:34menekan Amerika Serikat
19:35untuk menarik pasukan
19:37atau justru
19:38semakin mendekat
19:39ke Amerika Serikat
19:40karena merasa terancam
19:41oleh Iran
19:44pada akhirnya
19:45kalau secara teori
19:46negara-negara itu
19:47akan memperjuangkan
19:48kepentingan nasionalnya
19:49masing-masing ya
19:50itu yang terlihat
19:51sikap terbaru
19:52dari Perancis
19:53misalnya kan
19:54padahal Perancis
19:56itu kan
19:56sekutunya Amerika
19:58sebenarnya
19:58sama-sama
19:59kemudian Inggris
20:01juga kan
20:01mengatakan
20:02kita tidak mau
20:03ada solusi militer
20:05selat hormus itu
20:07bisa dibuka
20:07dengan diplomatik
20:09kan gitu
20:09nah saya pikir juga
20:10ini akan
20:12diikuti juga ya
20:13oleh negara-negara
20:14teluk
20:14dan
20:14saya meyakini
20:16bahwa sebenarnya
20:17ada
20:18diplomasi
20:19di balik layar
20:19juga yang terus
20:20dilakukan ya
20:21back channel
20:22diplomasi
20:23untuk
20:23ya meminta
20:25semua pihak
20:26untuk kemudian
20:27menghentikan perang
20:28ini
20:29dengan alasan
20:29bahwa ya
20:30kita semua
20:30sama-sama rugi
20:31nih gitu kan
20:32cuma masalahnya
20:34ini memang
20:35kalau kita dengar
20:36dari pengamat
20:37di Amerika Serikat
20:39sendiri
20:39ya itu
20:39banyak yang
20:40tidak paham juga
20:41kenapa kok
20:42Trump masih berkeras
20:43ketika situasinya
20:44sudah
20:44senemikian huruf
20:45buat Amerika Serikat
20:46sendiri
20:47dan
20:48buat sekutu-sekutunya
20:50Amerika Serikat
20:51nah ini yang
20:51saya pikir
20:53peran dari
20:54selain ya
20:55selain dari
20:56negara-negara
20:57teluk itu
20:57saya pikir
20:58akan
20:59berpikir ulang
21:00berpikir rasional
21:02untuk kepentingannya
21:03tapi di dalam negeri
21:04juga jangan lupa
21:05kan memang juga
21:05semakin kuat juga
21:07tekanan kepada
21:08Trump
21:08dan
21:10di saat yang sama
21:11Iran juga terus
21:12melakukan balasan
21:13ini
21:14dengan berbagai
21:15variable seperti ini
21:17sangat mungkin
21:19memang perang bisa
21:21berakhir
21:21dengan
21:22Amerika Serikat
21:24mengikuti
21:25tuntutan-tuntutan
21:26dari
21:26Iran
21:27nah kemudian
21:28pertanyaannya
21:28Israel seperti apa
21:30memang
21:30kalau dari awal
21:31kita lihat
21:32itu
21:33Trump itu
21:33akhirnya memutuskan
21:35untuk menyerang Iran
21:35itu kan karena
21:37memang dibujuk oleh
21:38Netanyahu ya
21:39dan bahkan Trump juga
21:40berterus terang juga
21:41bahwa dia
21:41dibujuk oleh
21:42mantunya gitu
21:44Jared Kushner gitu
21:45dan mengira bahwa
21:46perang itu akan
21:46segera selesai
21:47artinya ya
21:48memang jelas
21:49ini
21:49Trump ini
21:50secara personal
21:51gitu ya
21:51bukan secara sistem
21:52kebijakan luar negeri
21:54Amerika Serikat
21:55tapi secara personal
21:56memang
21:56sepertinya mendapatkan
21:57tekanan
21:58nah sekarang
21:59kuat-kuatan tekanan
22:00ini ya
22:00kalau negara teluk
22:02juga berani menekan
22:03meskipun di depan
22:04di publik
22:05tidak secara terbuka
22:06tapi back channel
22:07diplomasi
22:07kemungkinan besar
22:09telah terjadi
22:09ya
22:11ya
22:12yang diharapkan
22:14oleh semua pihak
22:15tentu saja
22:15yaitu perang
22:16bisa segera berhenti
22:17ya termasuk
22:19pernyataan
22:20Donald Trump
22:20yang paling baru
22:21untuk
22:22ultimatum ya
22:23tempatnya untuk
22:23membuka Salat Hormu
22:24selama 48 jam
22:26ke depan
22:27Budina ini
22:28melihatnya
22:28gestur tekanan
22:29terhadap
22:30Donald Trump
22:31yang juga muncul
22:31dari Presiden Amerika Serikat ini
22:34kalau
22:34kalau Trumpnya ya
22:36kalau ancaman dari
22:37Trumpnya
22:37dan respon
22:38Iran itu
22:39berkali-kali
22:40justru Iran itu
22:41malah
22:41apa ya
22:42memberikan respon
22:43yang mocking
22:44ya
22:46malah menertawakan
22:47gitu ya
22:48karena memang
22:49labil sekali
22:50ini Trump ini ya
22:52hari ini
22:53bilang A
22:53kemudian beberapa
22:54hari ini
22:55bilang B
22:56gitu ya
22:56sehingga
22:57kesimpulannya
22:58kalau
22:59versi Iran
23:00dan Anda ini
23:00sebenarnya sedang panik
23:01dan Anda
23:03mencari-cari cara
23:04untuk menutupi
23:05kekalahan
23:06kalau pihak Iran kan
23:07responnya seperti apa
23:08artinya tekanan
23:09dari Trump itu
23:10tidak berefek
23:11kepada Iran
23:12dan yang perlu kita
23:14catat juga
23:15sebenarnya
23:15dan ini terkait juga
23:16dengan Indonesia
23:17sebenarnya
23:17bahwa Iran itu
23:19bilang gini kan
23:19kita tuh gak menutup
23:20Selat Hormus
23:21tapi yang lewat
23:22adalah orang
23:23negara-negara
23:24yang menyatakan
23:25tidak membantu
23:26Amerika Serikat
23:27dan Israel
23:27sesederhana itu
23:29gitu kan
23:29artinya
23:30negara-negara
23:31kemudian kan
23:31akhirnya memilih
23:33jalan untuk
23:34ya sudah
23:34negosiasi langsung
23:35dengan Iran
23:36mengatakan
23:37oh kami gak ikut
23:38dalam perang ini
23:40akhirnya kan
23:40ada beberapa
23:41yang boleh lewat
23:42akhirnya ya
23:42betul
23:43masuk Malaysia
23:44Thailand
23:44itu juga
23:45mengambil jalan
23:46yang seperti itu
23:47justru tekanan ini
23:48ada
23:49ke diri Trump sendiri
23:50sepertinya begitu ya
23:51sehingga
23:52mengeluarkan
23:53gestur
23:54pernyataan seperti itu
23:55untuk membuka
23:56Selat Hormus
23:56dalam 48 jam
23:57faktanya selama ini
23:58tidak pernah ditutup
23:59bagi negara-negara
24:01yang tidak menyatakan
24:01perang dengan Iran
24:02gitu ya
24:03nah
24:03saya terakhir juga
24:04ke Mas Adrianus
24:06kalau tadi saya sudah
24:07bertanya soal
24:09kekuatan
24:09militer Iran
24:11saya juga sekarang
24:12bertanya soal
24:13kekuatan militer
24:14Amerika Serikat juga
24:15di Timur Tengah
24:16apakah
24:17sehingga saat ini
24:18Amerika Serikat
24:19masih mampu
24:19melindungi
24:20negara-negara
24:21sekutu
24:22di Timur Tengah
24:22kira-kira
24:24tentu saja
24:25kita masih
24:26harus melihat
24:28dari kacamata
24:28yang cukup efektif
24:30kalau dari sisi
24:31bertahan
24:32sepertinya mereka
24:33masih cukup mampu
24:35karena mereka
24:35masih terus
24:36menggeser
24:38pasukan
24:38dan juga
24:39peralatan
24:40termasuk
24:40rudal-rudal
24:41pencegat
24:41tetapi
24:42apakah
24:43Amerika mampu
24:44untuk meningkatkan
24:45bertahan itu
24:46menjadi
24:46invasi darat
24:47nah itu
24:48masih menjadi
24:49tanda-tanya besar
24:50karena
24:50kekuatan pemukul
24:52yang ada sekarang
24:53di wilayah Teluk
24:55itu hanya
24:56dua
24:57Marine Expeditionary Unit
24:59dan juga
24:59satu
25:00pasukan
25:01lintas udara
25:03nah
25:03sepertinya memang
25:04saat ini pun
25:05kalau mau melakukan
25:07operasi ofensif
25:08mereka masih
25:08mikir-mikir
25:09karena masih
25:10sangat terbatas
25:10kemampuan pemukulnya
25:11jadi mereka masih
25:13dalam mode defensif
25:14dan juga melakukan serangan
25:15melalui
25:16serangan-serangan udara
25:17yang kemarin
25:18kita bisa lihat
25:19bahwa
25:20F-15
25:21Amerika ditembak
25:22jatuh ya
25:23meskipun
25:24Amerika masih
25:25membantah
25:26katanya
25:26kerusakan
25:27dan sebagainya
25:28tapi
25:28kemarin itu
25:29menjadi momen
25:30yang sangat
25:31desisif
25:31ketika mereka
25:32memutuskan
25:33menyelamatkan
25:34pilotnya ya
25:35yang menjadi
25:36kontroversi baru
25:37dengan
25:38ada korban
25:40pesawat-pesawat
25:40Amerika ya
25:41disitu kita bisa lihat
25:42bahwa mereka
25:43sepertinya juga
25:44masih berpikir-pikir
25:45dan hanya
25:45dalam mode defensif
25:47dan mengandalkan
25:47serangan-serangan udara
25:48begitu
25:49baik
25:49analisis yang sangat menarik
25:51dari Mas Adrianus
25:52dan juga Ibu Dina
25:53terima kasih perspektifnya
25:55malam hari ini
25:55disapa Indonesia malam
25:57Adrianus Prima
25:58analis lembaga kajian
25:59pertahanan strategis
26:00dan Dina Sulaiman
26:01pengamat timur tengah
26:02dari Universitas Pajajaran
26:04selamat malam
26:05sampai jumpa kembali
26:07terima kasih
26:08Yes
26:08Yes
Komentar