- 5 jam yang lalu
- #selathormuz
- #iran
- #as
- #trump
KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengunggah pernyataan di akun Truth Social. Ia mengultimatum Iran agar membuka Selat Hormuz dalam waktu 48 jam atau dua hari ke depan.
Namun, Iran memperingatkan bahwa jika agresi berlanjut, maka akan menjadi "neraka" bagi aset Amerika Serikat dan Israel.
Untuk membahas ultimatum tersebut, simak dialog KompasTV bersama pakar hubungan internasional Teuku Rezasyah dari Presiden University dan dosen hubungan internasional Tia Mariatul Kibtiah dari Binus University.
Baca Juga [FULL] Pakar Intelijen CIDE Bicara soal Inggris Inisiasi Koalisi 40 Negara untuk Buka Selat Hormuz di https://www.kompas.tv/internasional/661061/full-pakar-intelijen-cide-bicara-soal-inggris-inisiasi-koalisi-40-negara-untuk-buka-selat-hormuz
#selathormuz #iran #as #trump
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/661062/panas-trump-ultimatum-iran-buka-selat-hormuz-dalam-48-jam-apa-dampaknya-ini-analisis-pakar-hi
Namun, Iran memperingatkan bahwa jika agresi berlanjut, maka akan menjadi "neraka" bagi aset Amerika Serikat dan Israel.
Untuk membahas ultimatum tersebut, simak dialog KompasTV bersama pakar hubungan internasional Teuku Rezasyah dari Presiden University dan dosen hubungan internasional Tia Mariatul Kibtiah dari Binus University.
Baca Juga [FULL] Pakar Intelijen CIDE Bicara soal Inggris Inisiasi Koalisi 40 Negara untuk Buka Selat Hormuz di https://www.kompas.tv/internasional/661061/full-pakar-intelijen-cide-bicara-soal-inggris-inisiasi-koalisi-40-negara-untuk-buka-selat-hormuz
#selathormuz #iran #as #trump
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/661062/panas-trump-ultimatum-iran-buka-selat-hormuz-dalam-48-jam-apa-dampaknya-ini-analisis-pakar-hi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Saudara ultimatum Trump untuk buka Selat Hormuz dalam 48 jam, nyatanya dilawan oleh Iran.
00:06Lalu apa yang akan terjadi jika tengkat dari Amerika Serikat ini tidak tercapai?
00:10Kita bahas bersama dengan pakar hubungan internasional, Presiden Universiti,
00:14Mas Nekorejasa dan juga dosen hubungan internasional, Binus Universiti, Mbak Tia Mariatul Kibtia.
00:20Selamat petang semuanya.
00:22Selamat petang. Salam Indonesia.
00:24Saya ke Mbak Tia dulu, Mbak Tia Anda membacanya ini ultimatum Trump ini hanya omongan biasa
00:32atau akan ada konsekuensi jika tidak dituruti oleh Iran?
00:38Saya sepakat dengan Prop Susi ya, ini dikhawatirkan nanti ujungnya ketika mereka deadlock tidak menyelesaikan,
00:45tidak bisa menyelesaikan perang dengan Iran ini adalah digunakannya senjata nuklir.
00:50Karena pertama, catatan dari saya, satu, Iran tidak terbukti memiliki senjata nuklir.
00:55Tapi pengalian uranium Iran memang dilakukan untuk energi, for the prosperity.
01:00Jadi hanya untuk kesejahteraan masyarakatnya.
01:03Yang kedua, alasan kedua mereka menyerang Iran, Amerika Serikat dan Israel,
01:07itu adalah untuk menurunkan rezim.
01:09Kemudian sekarang tujuan menurunkan rezim pun tidak berhasil,
01:12karena ternyata alihaman yang lain itu sangat banyak di Iran.
01:17Pun mojitabah misalnya berhasil dilengsarkan, itu akan ada mojitabah-mojitabah lain.
01:22Memang sistemnya sangat rapi, sangat berlapis dan tidak mudah dilengsarkan
01:27atau tidak mudah diganti sistem vilayat El-Fakir ini di Iran.
01:30Kemudian yang ketiga, posisi yang sangat terdesak bagi Amerika Serikat adalah
01:34tidak ada satupun aliansinya yang membantu Amerika Serikat.
01:37Dari mulai Perancis, kemudian negara-negara Uni Eropa, kemudian negara-negara Timur Tengah sekalipun,
01:43mereka hanya menyatakan mengutuk, tapi tidak ada action apapun.
01:46Mereka hanya diam, begitu ya.
01:47Jadi betul-betul posisi Trump itu sedang tidak baik-baik saja.
01:51Kemudian pembukaan Selat Hormuz ternyata juga tidak berhasil.
01:55Trump melakukan promokrasi terhadap negara-negara Uni Eropa juga tidak berhasil,
01:58karena ternyata Perancis diperbolehkan.
02:01Di Asia Tenggara, Malaysia, Filipina terbaru ya, Thailand diperbolehkan.
02:06Kemudian negara-negara yang selama ini menjadi aliansi Amerika Serikat ternyata diperbolehkan melewati Hormuz.
02:12Jadi memang semuanya posisinya Trump terdesak.
02:16Israel dikhawatirkan nanti ke depan, Iran dengan kekuatan yang sangat defense,
02:22sangat memiliki skill untuk mempertahankan diri, khawatirnya memang Israel kacau begitu ya.
02:28Dan Amerika tidak akan membiarkan Israel kacau.
02:30Nah ini buntuknya, khawatirnya Mas, dilakukanlah penggunaan senjata nuklir yang seperti Prof. Susi katakan tadi.
02:37Kalau Mas Tenggara Jasa sendiri melihatnya seperti apa?
02:41Karena Iran enggak menyerah.
02:42Menurut Anda, apa yang pertama kali dilakukan oleh Amerika Serikat jika memang tingkat waktu 48 jam ini ternyata tidak diakomodir
02:50oleh Iran?
02:51Saya ini takutnya, pertama nuklir itu kalau digunakan, itu akan berarti punahnya peradabannya.
02:59Sedangkan sesama negara besar itu punya prinsip no first use.
03:03Dan Amerika Serikat tentunya mengerti kalau dia melakukan nuklir, itu akan menjadi ditentang juga oleh negara-negara nuklir yang lain.
03:11Yang saya takutkan ini adalah, Trump ini kan punya kejiwaan namanya Narcissistic Personality Disorder kan.
03:23Ini kan gangguan kesehatan mental yang merasa dirinya superior, kemudian butuh pengakuan dan tidak punya empati terhadap orang lain.
03:33Kemudian dia ini haus pujian, manipulatif.
03:36Dan ini yang saya khawatirkan, dia punya perasaan sukses kalau bisa mengancam orang.
03:42Apakah ini akan menjadi ancaman itu?
03:45Ya, karena yang menteri pertahanannya itu juga sudah main ancam begitu.
03:52Dia sudah mengancam jenderal misalnya Randy George untuk segera pensiun.
03:57Dia juga sudah mengancam jenderal-jenderal lain seperti Mayor General William Green.
04:01Kemudian dia juga sudah mengancam jenderal lain seperti John Kelly.
04:08Kemudian James Mattis.
04:10Mereka semua itu mengatakan, Donald Trump dan juga menteri pertahanannya itu ya, itu tidak bisa dipercaya.
04:18Kemudian mereka itu berbahaya ya.
04:21Dan mereka itu tidak fit untuk memegang jabatan.
04:24Mereka mengancam konstitusi.
04:26Dan juga itu tidak sesuai dengan jiwa kemiliteran.
04:29Jadi untuk itu kita perhatikan, jenderal-jenderal di Amerika sudah mulai komplain, sudah mulai membangkang.
04:36Tapi buat Donald Trump ya kesempatan, dia tinggal ganti orang.
04:39Jadi kalau dalam kondisi seperti ini, ya saya tidak tahu persis ya, apa yang bisa dilakukan.
04:46Jelas gelombang anti-Trump itu sudah sangat besar.
04:48Sudah sekitar sampai 90 juta dan sudah menuju ke impeachment atau pemakzulan.
04:55Kalau dari Mas Rajasa sendiri melihat dari sisi Iran sendiri,
04:59Enggan mematuhi ultimatum dari Trump ini.
05:02Itu modal mereka apa?
05:04Karena memang dari segi militer itu memang masih kuat untuk melawan Iran?
05:08Atau memang ada dari sekutu-sekutu yang memang saat ini juga mendukung mereka seperti Houthi dan juga Isbullah?
05:16Nah saya pikir pertama secara psikologis ya.
05:18Suasana di Iran kan bukan suasana bela sungkawa kan.
05:21Ayatullah Ali Hamenei wafat dan mereka sedang bergabung 40 hari.
05:26Jadi selama 40 hari itu mereka menolak bernegosiasi.
05:30Dan pihak Iran sendiri mengatakan tidak perlu bernegosiasi dengan setan besar dan setan kecil.
05:35Amerika Serikat itu adalah setan besar, Israel itu setan kecil.
05:39Dua-duanya itu adalah setan, kalau bicara apa itu pasti bohong.
05:43Kemudian kalau nanti terikat pada perjanjian, mereka itu akan ingkar.
05:47Dan kalau sudah bersama-sama menjalankan sesuatu, mereka akan mengunting dalam lipatan.
05:51Dan untuk itu saya pikir Iran sedang mempersiapkan berbagai mekanisme dengan China dan Rusia.
06:00Hanya-hanya dua negara ini yang mereka bisa percaya untuk menggalang solidaritas di PBB.
06:06Sehingga nanti PBB bisa melahirkan sesuatu resolusi di Dewan Keamanan.
06:10Walaupun nanti skornya belum tentu mereka itu menang.
06:14Tapi dari pengalaman selama ini, ada negara-negara yang like-minded atau dapat dianggap,
06:20dapat diajak berbicara dengan normal, dengan tulus,
06:24bahwa dunia ini akan punah.
06:29Bukan hanya Iran yang punah, seluruh dunia akan punah.
06:31Baik, kalau dari Mbak Tia sendiri melihatnya seperti apa?
06:34Karena kita lihat ancaman Trump dibalas dengan pernyataan tegas Iran
06:38bahwa mereka tidak mau menuruti apa yang menjadi ancaman Trump.
06:42Tentu saja dampaknya nanti tidak hanya terhadap Iran sendiri,
06:45tapi bagaimana negara-negara teluk yang ada di sekitar wilayah Iran.
06:50Anda membacanya negara-negara teluk ini akan mengambil sikap seperti apa?
06:55Saya pikir negara teluk sampai saat ini masih pada posisi mengecam.
06:58Jadi tidak akan ada yang berani action.
07:00Karena memang mereka hanya memiliki resursus,
07:02tapi mereka tidak punya kapabilitas dalam hal militer atau berperang.
07:06Jadi memang dalam hal keberanian pun memang kurang.
07:09Iran dan negara teluk kan berbeda.
07:12Ras, Arya dan Arab itu berbeda.
07:14Jadi memang secara keberanian pun berbeda.
07:16Mereka hanya menyatakan statement stop perang,
07:20kemudian jangan menyerang mereka, hanya di sebatas itu.
07:23Dan tetap mereka believe terhadap Amerika Serikat
07:25dan mengharapkan Amerika Serikat melindungi mereka.
07:28Dan saya pikir ini tidak akan ada sesuatu perubahan dari negara-negara teluk.
07:34Justru harapan itu tadi seperti Pak Teguh katakan,
07:37bahwa harapan kita, saya berulang kali di berbagai media,
07:40menyatakan satu-satunya mediator yang bisa menghentikan perangannya adalah misalnya Cina.
07:45Nah, masalahnya adalah Cina bersedia atau tidak untuk menjadi mediator.
07:48Atau Amerika Serikat mau atau tidak menjadikan Cina sebagai mediator.
07:52Kenapa Cina?
07:53Karena tidak ada lagi negara mana, Pakistan.
07:56Pakistan, kemudian MBS, Arab Saudi, mereka berkumpul belum lama ini bertiga ya.
08:00Tapi yang mereka katakan hanya nasional interest mereka masing-masing,
08:03bagaimana energi tetap supply dari Timur Tengah lancar.
08:06Jadi hanya membicarakan bagaimana income untuk negara masing-masing.
08:09Tapi mereka tidak berpikir bagaimana menyelesaikan konflik ini secara permanen.
08:13Yang mereka pikirkan hanyalah uang, hanyalah nasional interest mereka sendiri.
08:18Jadi Pakistan itu aliansi Amerika Serikat.
08:20Tentu Iran, kepercayaannya tidak tinggi terhadap Pakistan.
08:24Siapa lagi menjadi mediator, artinya hanya Cina dalam hal ini
08:28yang bisa berdiri di tengah-tengah antara Amerika Serikat dengan Iran.
08:32Masalahnya Amerika Serikat tahu atau tidak.
08:34Atau Xi bersedia atau tidak untuk menjadi mediator
08:36seperti yang dilakukan antara Iran dengan Saudi Arabia ya pada 2019.
08:41Mereka membuka hubungan diplomatik.
08:42Dua negara ini berhasil damai begitu dengan mediator Cina.
08:46Nah kali ini tidak Cina.
08:48Mau tidak begitu ya.
08:49Karena yang dipercaya Iran, seperti Pak Teguh bilang,
08:52ya hanya Cina dan Rusia begitu.
08:55Jadi ya itu negara yang menjadi mediator untuk kembali ke majangan.
09:00Hanyalah Tiongkok begitu.
09:01Kalau Mas Teguh sendiri melihatnya seperti apa?
09:04Rusia dan juga Tiongkok ini akan mengambil posisi sebagai mediator
09:09atau mereka justru memberikan dukungan secara militer begitu?
09:13Karena selama ini informasi yang beredar,
09:15Tiongkok dan juga Rusia ini secara dalam tanda kutip
09:19memang membantu dalam serangan-serangan yang dilakukan oleh Iran
09:22kepada Israel maupun Amerika Serikat.
09:26Terima kasih.
09:26Kalau sebatas non-nuklir,
09:30saya pikir Rusia dan Tiongkok ada di situ ya.
09:34Tapi kalau sudah masuk ke dalam ancaman nuklir,
09:37ini adalah ancaman untuk punahnya bumi begitu.
09:41Karena dampak dari nuklir ini kali,
09:43itu lebih dahsyat daripada kombinasi
09:46Hiroshima plus Nagasaki plus Chernobyl plus Fukushima.
09:51Ini bisa meluluh lantakan bukan hanya Iran,
09:54tapi seluruh dunia.
09:56Dan yang namanya nuklir winter itu,
09:59itu akan memusnahkan kehidupan di muka bumi.
10:05Dan untuk itu saya melihat masih ada potensi Rusia dan China
10:10untuk mengelola isu ini di perserikatan bangsa-bangsa.
10:15Tapi kan mereka tidak bisa bergerak sendiri.
10:17Mereka juga memerlukan dukungan dari lintas benua.
10:21Nah, disitulah saya melihat potensi Indonesia
10:23berkinerja dengan organisasi konferensi Islam,
10:26berkinerja dengan gerakan non-blok,
10:28berkinerja dengan Liga Arab,
10:31berkinerja dengan rezim-rezim nuklir yang lainnya.
10:35Misalnya Southeast Asia,
10:36nuclear weapon free zone di Asia Tenggara,
10:39kemudian Telatelolco yang ada di Amerika Latin,
10:42dan juga Rarotonga yang ada di Pasifik Selatan.
10:45Sebanyak mungkin Indonesia bisa menggalang itu
10:48akan menjadikan draft resolusi dari Rusia dan China ini
10:56sangat kuat di perserikatan bangsa-bangsa.
10:59Karena selama ini mereka itu kalah di PBB
11:02karena ada anggota-anggota tidak tetap itu
11:04yang ternyata sangat dekat dengan Amerika Serikat.
11:07Seperti anggota tidak tetap itu kan ada 10,
11:10Denmark, Greece, Pakistan, Panama, dan Somalia.
11:13Kemudian ada Bahrain, ada Kolombia,
11:16ada Kongo, ada Latvia, dan Liberia.
11:18Selama ini mereka berserikat.
11:20Dengan kata lain Mas Reza,
11:22Anda melihat sebenarnya Tiongkok dan juga Rusia ini
11:24sebenarnya punya posisi yang strategis
11:26begitu menjadi mediator antara konflik yang terjadi
11:30di Tumur Tengah antara Amerika Serikat
11:32dan juga Israel dan melawan Iran.
11:36Tapi pertanyaan selanjutnya,
11:37kenapa posisi strategis tersebut tidak dilakukan,
11:40tidak dieksekusi oleh kedua negara ini?
11:43Ini kan suatu-suatu yang dirahasiakan ya.
11:46Tentunya Tiongkok dan Rusia sedang berunding di balik layar ini.
11:53Karena mereka tahu sekali yang dihadapi adalah seorang Donald Trump
11:56dan seorang Hekset yang sama-sama itu punya masalah kejiwaan.
12:00Mereka juga masih melihat bahwa masyarakat Amerika Serikat juga ternyata kok diam-diam saja.
12:07Kongresnya diam, senatnya diam, kemudian masyarakat umumnya diam.
12:11Tampaknya mereka diam-diam juga menyetujui rencana,
12:14rencana gila-gilaan dari Donald Trump ini.
12:17Dan ini yang tampaknya harus diingatkan kepada PBB.
12:21Bahwa PBB harus ambil alih.
12:22Tidak ada Rusia dan Cina itu bisa-bisa diganggu oleh PBB
12:27dalam berbagai forum.
12:29Tapi kalau sekjen PBB berkoalisi dengan Rusia dan Tiongkok,
12:34itu kemungkinan besar bisa mendapatkan simpati dunia.
12:36Di sinilah saya melihat peran Bidad Garno tahun 60 silam,
12:41tanggal 30 September dengan mengatakan
12:43to build the world anew.
12:45PBB ini harus direformasi.
12:46Karena dia energinya sudah berkurang.
12:49PBB ini seperti NATO, no action talk only.
12:53Kalau dari Mbak Tia sendiri melihatnya seperti apa?
12:57Pertanyaannya, kepentingan apa?
12:59Dari kedua pihak, Iran melawan Amerika Serikat dan Israel,
13:04akhirnya kedua negara tersebut bisa duduk untuk berunding.
13:08Tidak ada lagi perang militer, tidak ada lagi saling serang.
13:10Tapi jangan dijawab dulu Mbak Tia.
13:12Pertanyaan gantung saya tadi ke Mbak Tia Mariatul,
13:15ini terkait dengan sebenarnya kepentingan apa
13:16dari kedua belah pihak agar mereka ini bisa duduk di meja perundingan.
13:23Agak susah dalam kondisi saat ini ya Mas,
13:25karena memang situasinya Amerika Serikat menginginkan
13:29untuk kembali ke meja perundingan,
13:30tapi serangan terus dilakukan.
13:32Kemudian provokasi dari Israel juga masih cukup kuat.
13:35Sementara Iran juga harus tetap strong,
13:37harus tetap melakukan retaliation
13:39selama Amerika Serikat terus menyerang infrastruktur Iran.
13:43Jadi kalau saat ini masih sulit diprediksi,
13:46saya agak-agak mengendur statement saya
13:50kalau saya bilang tiga minggu setelah Idul Fitri ini,
13:52nampaknya sekarang sudah mulai berubah
13:54karena ternyata memang di bawah Trump ini
13:56betul-betul tidak bisa diprediksi.
13:58Kalau misalnya presidennya yang lain,
14:00misalnya dari Partai Demokrat,
14:02itu bisa diprediksi.
14:03Jadi memang Trump ini sulit diprediksi,
14:06satu sisi dia menyatakan ingin berunding,
14:07tapi di sisi lain dia terus menyerang Iran,
14:09dan Iran pun dalam kondisi terus diserang
14:11harus tetap bertahan, harus tetap nampak strong
14:13bahwa dia adalah merupakan bangsa
14:16yang tidak mudah ditumbangkan.
14:18Apalagi perang ini tidak beralasan.
14:20Bahkan publik Amerika Serikat sendiri
14:22melihat bahwa untuk apa perang ini?
14:24Amerika itu untuk apa?
14:25Untuk nasional interest Amerika Serikat sendiri
14:27tidak ada.
14:28Bahkan sekarang,
14:29impact-nya sangat besar
14:30terhadap kenaikan BBM di sana.
14:31Sudah mencapai 8 dolar,
14:33yang tentu ini sangat mencekik
14:34ke rakyat Amerika Serikat sendiri.
14:36Jadi memang it's useless.
14:37Perang ini tidak ada gunanya
14:39sama sekali untuk Amerika Serikat
14:40selain provokasi dari Netanyahu begitu.
14:43Jadi dalam kondisi saat ini
14:44memang betul-betul tidak bisa diprediksi.
14:48Tampak mereka akan kembali ke meja perundingan.
14:51Bisa jadi secepatnya
14:53atau bahkan bisa lebih lama lagi
14:56tergantung situasi
14:58posisi politik Amerika Serikat sendiri.
15:00Ini memang sulit diprediksi ya.
15:02Mereka akan duduk di meja perundingan ini.
15:04Kalau seandainya duduk di meja perundingan
15:07tidak bisa dilakukan,
15:08tentu yang dikhawatirkan adalah
15:10akan ada perang darat begitu.
15:13Kalau dari Mas Reza sendiri melihatnya
15:14jika itu perang darat itu pecah,
15:16bagaimana posisi dari Rusia
15:18dan juga Tiongkok ini sendiri
15:20apakah akan mengambil posisi
15:21untuk membantu militer dari Iran?
15:25Saya teringat statement Putin ya
15:27berpeminggu silam.
15:28Dia mengatakan Iran itu masih memiliki
15:30stok senjata yang lebih canggih
15:32dari yang sekarang.
15:33Jadi saya masih percaya
15:35Putin mengatakan
15:36dia ingin bantu Iran,
15:38tapi Iran tidak minta.
15:40Jadi untuk itu
15:41saya perhatikan
15:42sepanjang ini masih isunya
15:43perang konvensional,
15:46Rusia masih
15:47masih melihat-lihat saja.
15:50Walaupun Rusia
15:50dan China saat ini
15:52sangat beruntung.
15:53Mereka bisa membaca
15:54bagaimana pergerakan elektronik,
15:56bisa melihat bagaimana
15:57pengambilan keputusan
15:57Amerika Serikat
15:59dalam kondisi kritis sekarang.
16:01Bahkan mereka sudah berpikir
16:02kalau sekiranya
16:02kelak di kemudian hari
16:03mereka bertarung dengan Amerika,
16:05mereka sudah memiliki
16:06stok informasi yang cukup.
16:09Tapi yang sekarang tampaknya
16:11bisa dilakukan oleh Amerika Serikat
16:12adalah seperti yang
16:14diancam oleh Donald Trump
16:15akan membawa
16:16irum ke zaman batu.
16:17Dan ini kan artinya
16:18adalah pemboman besar-besaran.
16:20Ya dalam teori
16:21namanya
16:21carpet bombing.
16:23Jadi
16:23membom secara
16:25luar biasa
16:25pada
16:27satu titik
16:28spesifik
16:29dan kemudian
16:29menciptakan
16:30kerusakan
16:30yang luar biasa.
16:32Ini yang menjadi kekhawatiran ya
16:34karena kalau seandainya
16:35ultimatum dari Trump
16:37kalau kita lihat ini kan
16:37biasa
16:38kalau kita ingat betul gitu
16:39Trump sempat ngomong
16:402-3 minggu begitu
16:42perang akan selesai
16:44begitu kami akan meninggalkan Iran.
16:45Ini hanya 48 jam.
16:47Jadi
16:48yang disampaikan 4 April
16:49berarti ini tinggal
16:50kurang dari 48 jam lagi.
16:52Anda melihatnya ini nanti
16:54apa
16:55yang betul-betul
16:56akan dilakukan Trump
16:57mengingat
16:58apa yang disampaikan
16:59dalam cuitannya
17:02menyatakan
17:03bahwa akan
17:03membuat neraka
17:04bagi mereka?
17:07Saya pikir
17:08di dalam negeri
17:10Amerika Sekret
17:11sudah terdapat
17:12ada paling enggak itu
17:137 jenderal
17:13yang sangat kritik.
17:15Mereka sudah berbicara
17:16di depan umum kan
17:16General John Kelly
17:18General James Mattis
17:19General Mark Milley
17:20General Barry McCaffrey
17:23itu kan
17:23mereka pada
17:24mantan kepala staff
17:25mantan menteri
17:27menteri pertahanan
17:28kepala Joint Chief of Staff
17:30kepala staff gabungan
17:31kepala staff angkatan darat
17:33kepala staff angkatan laut
17:34mereka juga tampaknya
17:35mulai mengatakan
17:36kepada
17:36kepada rekan-rekan mereka
17:38jangan kita berikan
17:39ini
17:40akses bagi Donald Trump
17:41untuk
17:42memerintahkan
17:43penggunaan nuklir tersebut
17:44karena
17:45kalau
17:45kalau diperintahkan
17:47itu orang seperti
17:48Donald Trump itu
17:49tidak akan tanggung-tanggung
17:50dia akan mencet nuklir itu
17:52lebih dari satu kali
17:53sampai
17:54sampai
17:55naluri
17:55politik
17:56dia itu terpuaskan
17:57begitu
17:57ini kita berhadapan dengan
17:59orang yang sangat
18:00yang sangat berbahaya
18:01dan orang ini
18:02orang ini
18:04juga
18:05anehnya ya
18:06karena kalangan
18:07American Psychiatric Association
18:09itu juga tidak
18:10tidak satu kata
18:11begitu
18:12bagaimana menghadapi Trump ini
18:13misalnya mereka mengatakan
18:14ada
18:15Gold Water Rule
18:17artinya
18:17tidak etis bagi kami
18:19untuk mengomentari
18:20sebelum orang itu
18:20kami periksa
18:21ini tidak ada inisiatif
18:22dari kalangan medis
18:23Amerika Serikat
18:24untuk mempunyai Donald Trump
18:25ini gitu
18:26jadi tampaknya
18:27kalangan dalam negeri
18:28Amerika Serikat
18:29tampaknya diam-diam
18:30mendukung Donald Trump
18:30tampaknya ada koalisi
18:32yang diam-diam
18:33antara demokrasi
18:34dengan republik
18:34untuk mengizinkan
18:35Donald Trump
18:36untuk
18:36mengizinkan
18:38Donald Trump
18:38berlaku
18:39karena ujung-ujungnya
18:40kan nanti
18:41impeachment
18:42tapi sebelum impeachment
18:43terjadi
18:43kemenangan sudah diperoleh
18:45dan dalam kemenangan tersebut
18:46mereka bisa berkata
18:47energi
18:48energi timur
18:49sudah kami kuasai
18:50seperti
18:51bagaimana kami
18:52menguasai energi
18:53di Venezuela
18:53tentu saja kekhawatiran kita
18:55jangan sampai ya
18:56saya yakin Mbak Tia
18:57dan juga Mas Reza
18:58berharap jangan sampai
18:59ada penggunaan nuklir
19:00di sini
19:01dan tentu saja
19:01ini tidak hanya
19:03berdampak pada
19:03timur tengah saja
19:04tapi tentu saja
19:05berdampak global
19:06begitu
19:07nah
19:07melihat kondisi seperti ini
19:09apa yang bisa dilakukan
19:11oleh negara-negara
19:11yang punya power
19:12sebut saja
19:13Rusia
19:13Tiongkok
19:14dan juga negara-negara lain
19:15di timur tengah
19:17khawatir jika
19:18akhirnya Amerika Serikat
19:19menggunakan nuklir
19:20dalam perang ini
19:21Mbak Tia
19:23sejauh ini
19:24saya melihat
19:24belum ada action yang nyata
19:25dari Rusia dan China
19:27saya pikir
19:28bantuan mereka
19:29masih indirect
19:29masih di belakang layar
19:31jadi dalam hal ini
19:32Rusia dan China
19:33nampak sangat hati-hati sekali
19:34karena mereka juga
19:36memiliki
19:37seperti Rusia
19:38begitu ya
19:38menghadapi konflik
19:40di negaranya
19:40antara
19:41Ukraina dan Rusia
19:42dan ini berkaitan juga
19:44dengan kebijakan Amerika Serikat
19:45begitu
19:46jadi memang
19:47nampaknya kedua negara ini
19:48masih sangat hati-hati
19:50dan mereka memiliki veto
19:52untuk tidak
19:53menggunakan senjata nuklir
19:55hanya saja khawatirnya
19:56itu tadi
19:56karena memang ini adalah
19:58Trump
19:58khawatirnya memang
19:59tidak menggubris
20:00tidak melihat sama sekali
20:01ke PBB
20:02jadi
20:03sejarah di
20:04Hiroshima dan Nagasaki
20:05takutnya terulang
20:06tiba-tiba tidak ada
20:07apa namanya
20:09tidak ada
20:09aba-aba terlebih dahulu
20:11begitu ya
20:11langsung menggunakan itu
20:12ketika dalam kondisi
20:14terjepit
20:15begitu ya
20:15dan Israel juga
20:16saat ini sudah banyak
20:17infrastrukturnya rusak
20:18akibat daripada
20:20retaliation Iran
20:21begitu
20:21nah dikhawatirkan tentu
20:23kita semua sebagai
20:24akademisi di sini
20:24terus bersuara
20:25untuk
20:26supaya menekan
20:27Trump men-stop
20:28perang ini
20:29mereka kembali
20:30kepada perundingan
20:31jalan diplomasi
20:32adalah jalan yang terbaik
20:33bagaimanapun caranya
20:34kita harus mempush juga
20:35saya percaya
20:36bahwa ini adalah
20:37era digital
20:38adalah
20:38era dimana
20:40kekuatan
20:40people
20:41atau
20:42people power
20:43itu
20:43cukup signifikan
20:44dalam mempengaruhi
20:45kebijakan negara
20:47kebijakan satu negara
20:48artinya memang diharapkan
20:50publik Amerika Serikat
20:51terus mempush
20:51Trump ini
20:53untuk menghentikan perang
20:54kemudian
20:55mudah-mudahan
20:55tidak sedikit
20:56perbedaannya
20:57antara Republik
20:57dan Demokrati Kongres
20:58mudah-mudahan ya
20:59jadi dengan tekanan publik ini
21:01Republik juga akhirnya
21:02pay attention
21:02terhadap
21:03midterm elections
21:05akhirnya mereka
21:06mendesak Trump
21:07untuk menghentikan perang ini
21:08mudah-mudahan demikian
21:09karena kalau ini
21:10terus berlanjut
21:11efeknya sangat luar biasa
21:12terhadap
21:12perekonomian global
21:13dan khawatirnya itu tadi
21:15karena ini Trump
21:16gelap mata
21:17tidak melalui proses PBB
21:18tidak melakukan
21:20diskusi terlebih dahulu
21:21langsung melakukan
21:22serangan
21:23yang kita khawatirkan
21:24itu tadi mas
21:25nah harapannya
21:26tidak terjadi ya
21:27seperti yang tadi
21:27disampaikan
21:28dan ini
21:28semoga negara-negara
21:30yang punya power
21:31itu juga bisa segera
21:32mengambil sikap
21:32sehingga
21:33apa yang kita khawatirkan
21:34ini tidak terjadi
21:36dan perundingan bisa
21:37terjadi antara
21:38kedua belah pihak
21:38terima kasih
21:39pakar hubungan
21:40internasional dari
21:41Presiden Universiti
21:42Master Kurejasa
21:43dan juga dosen
21:44hubungan internasional
21:45BINUS University
21:46Mbak Tia Mariatul Kibtia
21:48telah berbagi perspektifnya
21:49di Kompas Petang
21:50salam sehat semuanya
21:51selamat menikmati
Komentar