Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kunjungan kerja ke luar negeri merupakan bagian dari upaya memperkuat ekonomi nasional sekaligus meningkatkan posisi tawar Indonesia di tengah dinamika global.

Menurut Prabowo, kondisi dunia saat ini telah berubah, di mana kekuatan ekonomi menjadi faktor utama dalam menentukan hubungan antarnegara.

Dalam situasi tersebut, ia menilai setiap negara harus aktif membangun hubungan internasional, termasuk melalui diplomasi langsung di tingkat kepala negara.

"Makanya setiap presiden Indonesia ya capek disangka saya suka jalan-jalan ke situ dan juga saya jalan-jalan untuk menjaga rakyat saya untuk menjaga apa? Lapangan kerja," kata ujar Presiden Prabowo dilansir dari Youtube Prabowo Subianto.

Ia menegaskan, kehadiran langsung dalam berbagai forum dan pertemuan internasional kerap menjadi penentu dalam proses negosiasi, terutama yang berkaitan dengan perdagangan dan investasi.

"Di ujungnya saya harus datang," ujarnya.

Lebih Lanjut Presiden Prabowo menekankan bahwa penguatan ekonomi nasional menjadi kunci agar Indonesia tidak mudah ditekan dalam percaturan global.

"Kalau ekonomi kita kuat, kita tidak bisa dibentak-bentak," tegasnya.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Vila

Baca Juga Cegah Akses Hizbullah, Israel Gempur Jembatan di Lebanon Selatan | BERUT di https://www.kompas.tv/internasional/658700/cegah-akses-hizbullah-israel-gempur-jembatan-di-lebanon-selatan-berut



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/658710/prabowo-ungkap-alasan-sering-kunker-luar-negeri-untuk-perkuat-ekonomi-ri-tak-bisa-dibentak-bentak

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Jadi pengalaman Bapak selama ini, selama setahun, sangat aktif, baik di dalam negeri maupun di luar negeri dalam membicarakan masalah
00:08-masalah ini,
00:09termasuk manifestasi terakhir tadi BOP, ini kan manifestasi dari sebuah prinsip kan, ini kan tactical decision,
00:16tapi kan prinsip belakangnya ya, alinia keempat Pak, ini mukadima bukan pasal ini, perintah dasar.
00:23Nah, pengalaman Bapak selama ini kalau bisa dikasih istilah singkat zaman kita ini, Farid Sakarya bilang hot piece ira,
00:32si Neil Ferguson bilang second court war, seorang Prabowo yang melihat geopolitik sekarang sebagai presiden di Indonesia,
00:42how can you summarize the age? Ini kan harus ada namanya ini.
00:46Saya kok condong juga mengatakan ini kombinasi dari dua-duanya, ini the second cold war, tapi juga hot piece, piece
00:59yang panas.
01:01Tapi saya ingin sampaikan begini ya, ini bukan saya passion di geopolitik, tapi posisi Indonesia ini agak unik, satu,
01:11kita negara keempat terbesar di dunia dari segi populasi, lima penduduk.
01:20Kedua, kita negara yang mungkin memiliki sumber daya alam salah satu mungkin lima atau enam negara terbesar di dunia.
01:34Ketiga, kita adalah negara yang ratusan tahun ya, kawasan ini, adalah kawasan terbuka.
01:47Karena kita gugusan pulau, kita terbuka.
01:50Rakyat kita ini hidup dari dagang, antara Sulawesi dan Jawa, antara Kalimantan dengan Sumatera, antara Teluk, Malaya,
02:05sama dari Tiongkok ke India, ke Afrika ratusan tahun.
02:12Kita hidup dengan alam perdagangan.
02:16Ingat, negara-negara barat datang ke kita karena sumber alam kita, karena rempah-rempah.
02:24Waktu itu rempah-rempah adalah sangat strategis.
02:28Barang-barang, kalau minyak sekarang.
02:31Karena dulu tidak ada obat, nggak ada kulkas.
02:38Jadi untuk merawat makanan lebih lama dari beberapa hari, harus ada rempah-rempah.
02:44Jadi kalau mau jadi super power waktu itu, harus punya angkatan laut.
02:48Angkatan laut butuh rempah-rempah.
02:51Dan dia butuh kayu.
02:53Indonesia banyak kayu waktu itu.
02:55Jadi mereka semua ke Indonesia.
02:57Ke gugusan pulau waktu itu kan.
03:01Mereka ke Pulau Timur, ambil kayu-kayu kita yang bagus.
03:06Super power waktu itu ya.
03:09Spanyol, Portugis, Perancis, Belanda, Inggris.
03:14Semua kesini.
03:16Jadi kita ini dari dulu selalu menjadi tujuan.
03:25Inceran.
03:26Karena kekayaan kita.
03:29Suka tidak suka.
03:31Nah kita akhirnya, kita harus punya hubungan baik dan banyak negara.
03:37Kita anggota ASEAN.
03:40ASEAN itu 10 negara loh.
03:42Sekarang 11.
03:43Tapi kita juga apa?
03:45Kita anggota G20.
03:4820 negara.
03:50Abis itu kita apa lagi?
03:52Kita anggota OKI.
03:56Abis itu kita ikut banyak.
04:02Nah kalau kita diundang, kita tidak datang, kan nggak bagus.
04:10Ya kan?
04:12Nah makanya setiap Presiden Indonesia, ya capek.
04:18Disaka saya suka jalan-jalan ke situ.
04:20Dan juga saya jalan-jalan untuk menjaga rakyat saya.
04:26Untuk menjaga apa?
04:27Lapangan kerja.
04:30Aku kalau nggak lobby, tentunya menteri-menteri yang kerja.
04:33Di ujungnya, saya harus datang.
04:37Iya kan?
04:38Ke Raja Belgia, ke Raja Belanda, ke Uni Eropa.
04:44Akhirnya, kita punya perdagangan.
04:49Sepa kita agak lancar.
04:5110 tahun loh.
04:52Kita tembus.
04:54Kita sama Kanada.
04:56Sepa.
04:57Juga perdagangan.
04:59Untuk buka.
05:00Sekarang kita punya barang-barang 0% ke Kanada.
05:06Ke mana?
05:06Uni Eropa.
05:07Ke Uni Eropa.
05:08Artinya apa?
05:09Sepatu kita, tekstur kita.
05:11Yang tadinya terancam, bahwa kita punya pengalihan.
05:16Jadi, ini yang harus kita lakukan.
05:19Kadang-kadang, kalau kita berunding.
05:22Kalau barang-barang ini, Anda harus lapor ke nomor 1 kita.
05:29Mereka selalu gitu.
05:30Ada hal-hal yang penting harus deal.
05:35Langsung.
05:37India umpamanya.
05:38Kita ini surpur sama India.
05:40Jadi, India mengatakan.
05:42Tolonglah.
05:44Belilah barang-barang dari India juga.
05:46Lagi dikit.
05:47Lagi dikit.
05:48Itu.
05:49Deal direct.
05:50Ngomong langsung gitu.
05:52Jadi.
05:54Jadi, itu ya masalahnya.
05:56Jadi, memang.
05:57Di dunia yang sekarang.
06:00Geopolitik sudah menjadi geoekonomi.
06:03Jadi, kalau Anda hubungannya tidak baik, Anda dapat tekanan macam-macam.
06:11Jadi, tapi yang Anda mengatakan itu benar ya.
06:15Yang dikatakan juga Pak Marigo.
06:17Dalam setiap hubungan, memang harus ada posisi tawar.
06:25Harus dari posisi kuat.
06:27Nah, itu yang sedang kita kerjakan sekarang.
06:30Jadi, kenapa saya ingin perkuat ekonomi kita?
06:34Transformasi dan sebagainya.
06:35Supaya kita, satu.
06:37Tidak bisa dibentak-bentak.
06:40Tidak bisa di.
06:42Nah, ini juga yang banyak mungkin tidak suka dengan pemerintah yang seperti saya.
06:48Jangan karena kita tidak mau serta-merta semua tergantung orang lain.
06:57Kira-kira begitu.
Komentar

Dianjurkan