- 3 jam yang lalu
- #selathormuz
- #israel
- #trump
- #iran
- #timurtengah
KOMPAS.TV - Ketegangan di Timur Tengah kian memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan ultimatum keras kepada Iran terkait penutupan Selat Hormuz, jalur vital energi dunia.
Trump menuntut Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu 48 jam atau menghadapi ancaman serangan terhadap fasilitas pembangkit listriknya.
"Jika Iran tidak sepenuhnya membuka, tanpa ancaman, Selat Hormuz dalam waktu 48 jam sejak saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, mulai dari yang paling terbesar terlebih dahulu," tulis Trump di akun Truth Social miliknya.
Iran tidak kalah gertak. Negara itu balik mengancam jika fasilitas energinya diserang, Teheran akan menutup Selat Hormuz secara total.
Jalur strategis ini sudah terganggu sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari lalu. Selat Hormuz menjadi jalur sempit yang mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.
Islamic Revolutionary Guard Corps menyatakan siap untuk menutup total Selat Hormuz sepenuhnya jika Amerika Serikat terus memberikan ancaman terhadap fasilitas energi mereka.
Jawaban ini merupakan respons Iran usai Trump memberikan ultimatum akan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka dalam 48 jam.
Kita akan membahasnya bersama Stanislaus Riyanta, pengamat intelijen dan keamanan UI, serta pengamat Timur Tengah Zulfan Lindan.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga Cegah Akses Hizbullah, Israel Gempur Jembatan di Lebanon Selatan | BERUT di https://www.kompas.tv/internasional/658700/cegah-akses-hizbullah-israel-gempur-jembatan-di-lebanon-selatan-berut
#selathormuz #israel #trump #iran #timurtengah
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/658702/zulfan-lindan-pengamat-intelijen-soal-iran-bakal-tutup-total-selat-hormuz-pasca-diancam-trump
Trump menuntut Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu 48 jam atau menghadapi ancaman serangan terhadap fasilitas pembangkit listriknya.
"Jika Iran tidak sepenuhnya membuka, tanpa ancaman, Selat Hormuz dalam waktu 48 jam sejak saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, mulai dari yang paling terbesar terlebih dahulu," tulis Trump di akun Truth Social miliknya.
Iran tidak kalah gertak. Negara itu balik mengancam jika fasilitas energinya diserang, Teheran akan menutup Selat Hormuz secara total.
Jalur strategis ini sudah terganggu sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari lalu. Selat Hormuz menjadi jalur sempit yang mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.
Islamic Revolutionary Guard Corps menyatakan siap untuk menutup total Selat Hormuz sepenuhnya jika Amerika Serikat terus memberikan ancaman terhadap fasilitas energi mereka.
Jawaban ini merupakan respons Iran usai Trump memberikan ultimatum akan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka dalam 48 jam.
Kita akan membahasnya bersama Stanislaus Riyanta, pengamat intelijen dan keamanan UI, serta pengamat Timur Tengah Zulfan Lindan.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga Cegah Akses Hizbullah, Israel Gempur Jembatan di Lebanon Selatan | BERUT di https://www.kompas.tv/internasional/658700/cegah-akses-hizbullah-israel-gempur-jembatan-di-lebanon-selatan-berut
#selathormuz #israel #trump #iran #timurtengah
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/658702/zulfan-lindan-pengamat-intelijen-soal-iran-bakal-tutup-total-selat-hormuz-pasca-diancam-trump
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:28GARDA REVOLUSI IRAN
00:30Pak Zulfan Lindan, selamat petang semuanya.
00:33Selamat petang semuanya.
00:34Pak Stanislaus, kita kan menghitung mundur tengkat waktu 48 jam dari Trump.
00:39Tapi respons dari Iran justru mengancam balik.
00:42Kalau dalam waktu 6-7 jam ke depan ini posisinya tetap seperti ini.
00:45Apakah artinya Amerika Serikat akan mengeskalasi ancaman menjadi sebuah serangan militer?
00:51Ya, ini Trump kan mengancam sebuah entitas yang dia tidak mudah diancam.
00:56Iran itu sudah 40-an tahun itu ditekan, kemudian punya musuh, tapi mampu berdiri sendiri.
01:03Jadi kalau Trump sekarang mengancam, saya kira itu bukan hal yang luar biasa bagi Iran.
01:07Sudah biasa seperti itu.
01:08Yang jadi masalah adalah ketika nanti Amerika mungkin melakukan ancaman,
01:15kemudian Trump menutup ini, ini siap nggak dunia menghadapi ini?
01:17Karena model yang dijalankan oleh Iran itu bukan perang konvensional antar senjata.
01:22Tidak, ini menggunakan perang asimetris, jadi menggunakan unsur-unsur lain yang dampaknya lebih besar daripada senjata.
01:30Termasuk menggunakan kekuatan selat hormus ini untuk mengacaukan ekonomi dunia.
01:35Dan ini kan sebenarnya bentuk semacam pus-prop istilah dalam intelijen yang perang urat-caraf dan propaganda.
01:41Jadi menebarkan ketakutan juga.
01:43Saya melihat ketika nanti 6-7 jam kemudian Iran tetap melakukan itu,
01:49Amerika saya yakin tidak akan langsung melakukan serangan seperti yang di ancam,
01:54tapi mungkin sedikit demi sedikit ya untuk menguji apakah Iran serius atau tidak.
01:58Tapi melihat track record selama ini, Iran adalah suatu entitas yang berani dan nekat,
02:05dan dia tidak hanya modal punya senjata, tapi dia punya ideologi.
02:08Sementara Amerika adalah entitas yang persenjataan militernya sangat kuat,
02:12kemudian dia juga punya dukungan dari beberapa negara.
02:14Saya kira ini kalau head-to-head ya sebenarnya mempunyai kelebihan masing-masing
02:19dan cukup berbahaya sebenarnya bagi kondisi dunia saat ini.
02:23Dan artinya sebenarnya gertakan dari AS ini sudah dipahami betul oleh Iran,
02:26asalnya dalam kondisi ini?
02:28Iran sudah biasa digertak, Iran.
02:30Jadi mereka akan siap menghadapi dan ingat bahwa Iran itu pendukungnya banyak,
02:37masyarakatnya banyak mendukung dan ini secara ideologis mereka punya kekuatan.
02:40Sudah berapa kali diserang dan seperti itu.
02:42Jadi ini harus diperhitungkan juga oleh AS.
02:45Walaupun mungkin ada juga entitas-entitas di Iran yang mungkin tidak setuju dengan perang,
02:50tapi Iran adalah negara yang dibangun strukturnya dengan struktur ideologis.
02:55Saya kira ini cukup kuat.
02:57Jadi jangan dianggap sepilih itu.
02:59Walaupun kita tahu senjata Amerika juga cukup kuat kan,
03:01tapi ini yang repot bukan hanya Iran dan Amerika,
03:03tapi yang repot adalah banyak negara termasuk kita saat ini.
03:06Kalau Pak Zulfan, sebenarnya kan selain mengancam akan menutup total selat hormus,
03:11tapi juga Iran mengancam akan melakukan penyerangan terhadap infrastruktur energi
03:15dan teknologi informasi AS di kawasan.
03:18Ketika ini kan jadi semakin rumit,
03:20tapi Anda melihat seberapa serius rezim di bawah mustabah akan melakukan hal ini?
03:25Ya, saya punya pengalaman 10 hari di Iran dalam peperangan itu.
03:32Saya kan berdialog dengan banyak pihak,
03:36apakah tokoh masyarakat, ulama, kemudian intelektual.
03:40Mereka itu kan semuanya sudah siap.
03:42Persis seperti kata Mbak Stanislow tadi,
03:45bahwa saya tambahkan sedikit, bukan hanya ideologi,
03:49tetapi secara teologis mereka cukup yakin.
03:52Mereka bukan percaya mereka menang.
03:55Ini kan, kalau orang hanya percaya menang,
03:58itu kan masih ragu-ragu.
03:59Ini yakin menang.
04:01Itu masalahnya.
04:03Kenapa?
04:03Tadi disampaikan, dukungan rakyat, semangat,
04:08kemudian 40 tahun mereka sudah diberikan sanksi,
04:12sudah dipojokkan.
04:14Jadi mereka 40 tahun mempersiapkan diri perang ini.
04:19Bukan 1 tahun, 2 tahun.
04:21Jadi kalau mereka punya drone, punya misil, punya macam-macam,
04:25itu 40 tahun persiapannya.
04:27Jadi ancaman Trump menurut saya dianggap enteng saja sama mereka.
04:32Dan bahkan kalau Trump ini berani masuk,
04:36inilah kehancuran Amerika.
04:38Dia harus tahu, nggak main-main ini.
04:41Karena seluruh kekuatan Iran, dia tahu betul,
04:44senjata sholat urmus ini bukan hanya bicara perang,
04:49senjata,
04:50tapi ini mengganggu ekonomi global.
04:54Oke, tapi Pak Zulfan ketika NATO sudah akhirnya mau ikut turun,
05:00ketika disindir oleh Trump,
05:01akhirnya NATO juga mulai mau mengambil langkah.
05:03Apakah Iran juga mulai menanggap ini secara serius?
05:06Saya kira semua negara ikut pun Iran akan serius.
05:09Mereka yakin betul itu.
05:11Selama rudal mereka sampai menjangkau,
05:13itu nggak ada masalah.
05:15Dan negara-negara lain secara psikologis,
05:18seperti dikatakan Mas Tanis tadi,
05:20mereka berhitung.
05:21Iran ini nggak berhitung.
05:22Mereka biasa sulit.
05:24Hidupnya rakyatnya biasa menderita.
05:26Tapi negara-negara yang maju sekarang enak hidupnya,
05:29satu gedung, dua gedung, tiga apartemen kena rudal,
05:32mereka sudah mulai digelisah.
05:34Pemerintahnya juga akan mereka tekan.
05:37Oleh karena itu.
05:39Berarti kalau kita melihat secara teknis dan kekuatan militer,
05:43Pas Tanis Laus,
05:43berarti Iran memang betul-betul mampu
05:45untuk memblokade total selat hormus?
05:48Kalau kita lihat hitung-hitungannya lewat global air power,
05:51Amerika kan di nomor satu.
05:53Kemudian Israel nomor 15,
05:55Iran nomor 16.
05:56Tapi hitung-hitungan perang,
05:57itu bukan hitung-hitungan senjata saja.
05:59Ini kan ada orang yang,
06:01mungkin Amerika satu orang nekat membuat perang,
06:04tapi Iran itu seluruh orang nekat.
06:06Seluruh negaranya nekat.
06:07Kalau di Amerika hanya presiden yang nekat.
06:09Jadi harus hati-hati lagi.
06:10Dan ini tidak hanya senjata,
06:12ideologi,
06:13atasnya teologi.
06:14Benar, saya setuju itu.
06:15Jadi mereka itu siap mati.
06:17Bukan yang siap perang,
06:18siap mati untuk melakukan ini.
06:19Jadi kalau misalnya diancam,
06:21saya kira mereka malah menunggu,
06:23menunggu ancaman ini.
06:24Saya melihat bahwa Iran itu sebenarnya,
06:26menunggu ada pasukan darat datang ke Iran.
06:28Kemudian ada peperangan di Selat Hormuz.
06:30Karena apa?
06:30Mereka menyiapkan itu itu.
06:32Mereka punya senjata bawah laut.
06:34Mereka punya drone bawah laut.
06:36Mereka sudah menyiapkan ranjur-ranjur di laut.
06:38Ini negara-negara lain yang ikut masuk ke sana,
06:40pasti akan berpikir juga.
06:42Jadi Iran saya kira sangat siap menghadapi ini.
06:46Tapi ketika NATO bilang juga akan mulai koordinasi intensif untuk melesaikan ketegangan di Selat Hormuz,
06:52itu akan membuat semuanya menjadi lebih rumit,
06:54atau justru mereka bisa mengurai agar lebih cepat deeskalasi?
06:58Saya meyakini bahwa perang ini nanti akan berhenti bukan karena kalah senjata,
07:04tapi perang ini akan berhenti karena tekanan-tekanan politik dan ekonomi.
07:09Trump sudah mulai kehilangan pendukung di negaranya.
07:12Ada pejabatnya yang mundur,
07:13kemudian ada tekanan dari Kongres,
07:15kemudian tekanan-tekanan dari para pebisnis Amerika
07:17yang punya bisnis di Timur Tengah,
07:19yang sekarang juga mereka menderita kerugian.
07:21Saya kira banyak sekali nanti akan tekanan-tekanan pada Trump
07:24yang akan membahas dia akan menghentikan perang,
07:27tapi tentu saja tidak menyatakan kalah.
07:29Saya menduga bahwa nanti berakhir dengan cara
07:32Trump mengumumkan perang selesai dan dia menang.
07:34Itu strategi dia untuk menghentikan perang,
07:37jadi tidak merasa malu,
07:38tapi dia menghentikan perang selesai karena dia sudah menang.
07:41Bagaimana situasinya bukan karena menang,
07:42tapi karena ingin mengakhiri saja karena banyak tekanan.
07:44Tapi kalau perang dihenti karena senjata,
07:46saya kira tidak.
07:47Oke, kalau Pak Zulfan dari sudut pandang Anda sebenarnya,
07:49kalau ketika NATO sudah menyampaikan
07:52akan melakukan operasi militer juga di sana,
07:55apakah ini juga bisa memberikan tekanan diplomatik
07:57yang cukup kuat untuk Iran?
08:02Oke, kami akan coba hubungi lagi Pak Zulfan Lindan,
08:05tak mungkin ada gangguan komunikasi.
08:07Kalau gitu saya lanjutkan dulu ke Pak Stanislaus.
08:08Pak Stanislaus, tapi ketika perang ini terus tereskalasi
08:12dengan semakin banyaknya negara-negara yang terlibat,
08:15apa hitung-hitungan yang tidak boleh dilewatkan oleh Iran?
08:20Ya, Iran saya kira,
08:22tadi sampai ke Pak Sunil sudah 40 tahun dia berhitung ya,
08:25sudah 40 tahun punya banyak musuh,
08:28punya banyak tekanan dari berbagai,
08:30bahkan negara-negara di sekitar Iran,
08:32di Timur Tengah pun melakukan tekanan-tekanan,
08:35Iran tidak goyah.
08:36Tapi saya melihat bahwa nanti
08:39Iran akan mungkin berhenti
08:41bukan karena senjata, tidak,
08:45tapi mungkin faktor-faktor lain.
08:46Saya berharap bahwa segera dilakukan
08:48dilakukan mediasi, dilakukan perundingan,
08:52supaya ini berhenti.
08:53Tidak dengan terus meneruskan
08:54adu kekuatan senjata siapa yang bisa menghancurkan,
08:58siapa yang bisa menekan, tidak seperti itu.
09:00Seharusnya NATO di situ.
09:02Jadi bukan malah membela satu pihak,
09:05tetapi meredakan ini supaya cepat selesai.
09:08Kita di sini berdialog bukan untuk membela Iran
09:11atau Amerika, atau Israel, atau NATO.
09:13Tidak, kita membela perdamaian dunia
09:15dan segera menghentikan perang.
09:16Saya kira di situ.
09:18Dengan kuatnya solidaritas warga Iran sendiri,
09:21apakah artinya menegaskan Iran
09:23akan melakukan blokade total selatuh hormus?
09:26Tapi jangan dijawab dulu,
09:26Pak Stanislaus, kita akan lanjutkan lagi.
09:28Saya jadinya bersama Pak Zulfan Lindan juga.
09:30Tetap bersama kami di Kompas Petang.
09:40Kita lanjutkan diskusi bersama Pak Stanislaus dan Pak Zulfan.
09:44Pak Zulfan, jalur selat hormus ini kan adalah jalur vital,
09:48tidak hanya untuk negara teluk,
09:50tapi juga untuk global.
09:51Ketika, kalau misalnya langkah penelupan total ini betul diambil Iran,
09:55apakah negara-negara teluk, negara kawasan akan turun tangan juga?
09:59Ya, teman, sekarang kan Iran sudah memainkan langkah-langkah taktis mereka.
10:06Artinya, seluruh negara-negara yang tidak berapiliasi,
10:10tidak mendukung Amerika dan Israel,
10:12itu dibebaskan untuk lewat.
10:15Kemudian, hanya kapal-kapal Amerika, Israel,
10:20dan yang bersama dengan mereka tidak diberi lewat,
10:23lewat pusulat hormus.
10:24Jadi, saya kira bahwa ini,
10:28dan kalau bicara dari kepentingan,
10:30negara yang tidak dihambat oleh Iran kan tidak punya kepentingan untuk ikut perang.
10:36Makanya Amerika ketika mengajak Trump,
10:39mengajak negara-negara NATO untuk bersama-sama,
10:43bahkan Trump tadi kan mengajak untuk menyerang, kan?
10:47Tapi, mereka tidak mau terlibat.
10:50Ternyata NATO mau hanya bersebagai penengah, lah katakan demikian, ya.
10:54Supaya ini cepat damai, kan gitu.
10:56Kan sampai di situ.
10:58Nah, masing-masing negara ini kan punya syarat.
11:01Iran itu punya syarat.
11:03Bahwa mereka menyatakan kalah.
11:07Pernyataan kalah itu seperti apa?
11:09Mereka tidak menyerang Iran lagi,
11:11maka Iran tidak menyerang.
11:13Kan ini, ini sekarang macam-macam secara psikologis persoalan perang ini.
11:18Jadi, saya kira tidak mudah.
11:21Dan tadi, memang masyarakat Iran ini,
11:24masyarakat yang luar biasa.
11:27Kalau kita lihat, ya, sudah.
11:29Mereka siap segala-galanya.
11:31Oh, begitu Pak Zulfan.
11:32Tapi kan juga Iran pernah menegaskan
11:35ia berjanjakan melakukan balas dendam.
11:37Kemudian, kalau dengan apa yang sudah Iran terima sejauh ini,
11:41apakah sebenarnya masih mungkin konflik ini diselesaikan di meja perundingan?
11:46Ya, saya kira
11:47itu kan diplomasi jalan terus.
11:50Masalahnya kan,
11:51meja perundingan kan sedang berjalan,
11:53tapi Trump menyerang mereka.
11:55Mereka hampir tidak percaya itu dengan perundingan-perundingan ini.
12:01Kan perundingan nuklir sedang berjalan.
12:04Tinggal dua hari lagi selesai.
12:06Tapi Trump langsung menyerang Ali Khamenei,
12:08sehingga terbunuh.
12:10Jadi menurut saya,
12:12sulit bagi Iran ini
12:13untuk mempercayai Amerika dan Israel.
12:17Jadi oleh sebab itu,
12:18perundingan ini untuk apa nih,
12:19kalau berbohong?
12:21Oleh sebab itu, mereka...
12:23Oke.
12:23Kalau gitu, kalau menurut Anda,
12:24tapi Pas Nislaus,
12:25apakah betul artinya meja perundingan
12:27atau jalur diplomasi
12:28sudah benar-benar tertutup
12:29antara Iran dan Amerika Serikat?
12:31Oh, saya kira tidak.
12:33Perundingan tetap dilakukan.
12:34Komunikasi antara dua negara
12:36melalui jalur tidak resmi dilakukan.
12:37Mereka pasti punya,
12:39masih-masih punya orang ya,
12:40melewat di balik layar,
12:42mereka punya,
12:42misalnya seperti orang-orang intelijen
12:44yang saling menggalang dari
12:46atau berhubungan dengan pihak lawan,
12:48itu pasti terjadi.
12:49Saya kira nanti akan dilakukan
12:51komunikasi di balik layar,
12:52kemudian akan dilakukan
12:53we win solution ya,
12:54tanpa mempermalukan negara
12:56masing-masing pihak,
12:57tetapi juga tidak mengorbankan
13:00kepentingan yang lebih besar,
13:02maka perang akan
13:04dihentikan, mungkin dihentikan.
13:05Mungkin nanti eskalasinya
13:06akan lebih dipersempit,
13:07jadi nanti perangnya bukan
13:08antara Amerika, Israel dengan Iran,
13:10tapi nanti akan masih ada perang
13:12antara Israel dengan Iran.
13:13Tapi Amerika menarik diri
13:14supaya kepentingan yang lebih besar
13:16berjalan.
13:18Berapa lama waktu yang dibutuhkan
13:20kira-kira untuk betul-betul
13:21AS menarik diri dari perang ini?
13:24Ya, perang itu kan memakan
13:26biaya yang sangat besar ya.
13:27Saya kira tidak ada negara
13:29yang senang berperang,
13:31apalagi dengan biaya yang besar itu.
13:32resource berapapun
13:33pasti itu akan merugikan.
13:35Saya melihat bahwa
13:35ini tidak akan lama ya,
13:37ini kan sebenarnya
13:38tarik ulur saja
13:39sambil perang ulur saraf
13:41dan propaganda.
13:42Mungkin antara 1-2 minggu
13:45bisa di menarik diri,
13:46tetapi tetap menjaga eskalasi
13:48bahwa pemusuhan itu tetap ada.
13:50Kepentingan Amerika tetap ada
13:51di sana kan.
13:52Dan nanti
13:53Israel yang akan lebih dominan
13:55menjalankan perang itu,
13:56mungkin Amerika akan dibalik layar
13:57supaya kepentingan ekonomi terjadi.
13:59Tapi ini saya kira
14:00bukan hal yang
14:03serius bagi Iran,
14:05karena dia sudah 40 tahun
14:05menghadapi ini.
14:06Jadi mereka siap-siap saja,
14:08mau narik juga siap,
14:09mau perang juga siap.
14:11Kalau menurut Anda Pak Zulfansi,
14:13mana yang lebih serius sebenarnya?
14:14Trump dengan gertakan
14:1548 jam yang akan merang
14:17infrastruktur listrik
14:18atau Iran yang akan
14:19melakukan pembalasan?
14:22Saya kira
14:23kalau Trump melakukan itu,
14:25Iran sudah siap.
14:26ya jadi
14:27Trump akan berhitung panjang lah.
14:29Akan berhitung panjang
14:31untuk melakukan
14:32menyerang infrastruktur.
14:34Karena negara-negara
14:36yang selama ini
14:37menjadi sekutu dia
14:39di Timur Tengah
14:40itu sangat kewalahan.
14:42Kan targetnya mereka juga.
14:45Nah jadi menurut saya
14:46Trump akan lebih hati-hati
14:48mendapat peringatan.
14:49Dan
14:49kita tahu
14:50bahwa banyak pengusaha
14:53konglomerat
14:54oligarki Amerika
14:55itu bisnis
14:56investasi
14:57di negara-negara
14:58Timur Tengah.
14:58Termasuk
14:59anak Trump sendiri kan.
15:01Punya saham besar
15:02di Qatar misalnya.
15:03Jadi ini menjadi
15:04perhitungan.
15:05Psikologis
15:05Trump
15:06pasti dikritik
15:08dikoreksi
15:09kiri-kanan.
15:10Jadi dia berpikir.
15:11Tapi ini
15:12kan ancaman
15:1348 jam ini.
15:15Dan buat Iran
15:15itu tidak didengar.
15:17Dianggap
15:18ancaman main-main.
15:20Itu.
15:22kalau misalnya
15:23memang Iran
15:23serius
15:24dan memiliki
15:25soliditas
15:26punya modal
15:26untuk betul-betul
15:27menutup Selat Hormuz
15:28Pas Tanis Laos
15:29kalau menurut Anda
15:31apa yang akan dilakukan
15:32oleh negara-negara
15:33yang terdampak?
15:34Apa konsekuensi
15:35bagi mereka?
15:37Ya pasti akan
15:38melakukan jalur lain
15:39diplomasi saya kira.
15:40Ini kan ada
15:40perundingan-perundingan
15:41negosiasi dengan Iran.
15:42Itu jalur yang
15:43cara yang terbaik ya.
15:45Bukan
15:45dengan senjata saya kira.
15:47Jadi
15:47NATO seharusnya
15:48menengahi itu
15:49menjaga Selat Hormuz
15:50supaya ekonomi
15:51tetap berjalan
15:52dan perang
15:53tidak terjadi.
15:54Saya kira
15:54NATO akan di situ.
15:55Tapi kalau NATO
15:56justru akan membantu
15:57Amerika untuk
15:57mengalahkan Iran
15:58ini menjadi
15:59bencana dunia
16:00saya kira.
16:01Apa?
16:02Menurut Anda
16:02sebenarnya NATO
16:03akan ikut intervensi
16:04dalam hal apa?
16:06Saya kira
16:06intervensinya
16:07bukan membela
16:08Amerika kemudian
16:08menyerang Iran
16:09tetapi untuk
16:10menjaga
16:10Selat Hormuz
16:11tetap bisa
16:13digunakan
16:13seperti
16:15sebelumnya
16:15jadi jalur
16:16perdagangan.
16:17Supaya
16:17ekonomi dunia
16:18tetap berjalan.
16:18Jadi kepentingan
16:19NATO sebenarnya
16:19di situ saya lihat
16:20bukan untuk
16:21membela Amerika
16:21untuk mengalahkan Iran.
16:23Oke artinya
16:24bukan menurunkan
16:26militer
16:26ke sana
16:27tapi akan
16:27mendahulukan juga
16:28jalur diplomasi?
16:30Ya
16:30harusnya di situ.
16:31Dan akan efektif
16:32menurut Anda?
16:35Efektif tidak efektif
16:36itu menjadi
16:36jalur utama
16:37harusnya yang ditempuh
16:38supaya
16:39perdamaian terjadi
16:40dan korban-korban
16:41tidak bertambah.
16:42Ini kan kita
16:43memilih jalur
16:44kemanusiaan
16:44bukan jalur ego
16:45perang
16:46atau kemenangan
16:46salah satu pihak.
16:48Oke.
16:48Kalau menurut Pak Zulfan
16:49pandangan Anda
16:50sebenarnya siapa yang
16:50masih didengarkan
16:51Iran sampai saat ini
16:52terutama kalau dalam hal
16:53jangan sampai
16:54Slator Rus itu
16:55betul-betul ditutup
16:55atau berdampak
16:56pada ekonomi dunia?
16:57Iya.
16:58Kalau menyangkut NATO
16:59ini Iran ini kan
17:01misalnya kemarin
17:03Garcia
17:04Pulau Garcia
17:05itu dipakai oleh Amerika
17:07di UK kan
17:09kan itu akhirnya
17:11mereka serang juga
17:12ke sana dengan rudal
17:13walaupun tidak
17:13kena apa-apa.
17:15Jadi dia mengatakan
17:16bahwa
17:16masih belum tulus
17:19NATO ini
17:19ingin menyelesaikan
17:21untuk perundingan
17:22untuk perdamaian.
17:23Jadi mereka
17:24masih menguji
17:25sampai sejauh mana
17:26NATO ini
17:27betul-betul
17:28tidak berpihak
17:28kepada Amerika.
17:30Jadi itu
17:31Dan menurut Anda
17:32posisi NATO?
17:34Ya posisi NATO
17:35sekarang ini
17:36antara maju mundur.
17:38Dia kan
17:39sasaran paling dekat.
17:41Kalau terjadi
17:42apa-apa kan
17:42negaranya bisa
17:43dijangkau oleh
17:44rudal Iran
17:45dan Iran itu
17:46tidak peduli
17:46negara manapun
17:48ikut
17:48dia akan hantam.
17:50Dan itu tadi
17:51serpikologis
17:52negara-negara
17:53maju ini
17:53di NATO
17:54tidak siap.
17:54Mereka kan
17:55selama ini
17:56melawan
17:56negara-negara
17:58yang tidak
17:58mampu
17:58menjangkau
17:59negara mereka.
18:01Ini Iran
18:01mampu menjangkau
18:02maka mereka
18:03berhitungnya
18:03di situ.
18:05Jadi dia bilang
18:05ini
18:06kayak anak kecil
18:07misalnya
18:08enak aja
18:09Amerika
18:09ngajak kita
18:10dia kan
18:10negaranya jauh
18:11kita dekat
18:12Amerika
18:139000 kilo
18:14kita 4000 kilo
18:16aja bisa dijangkau
18:17sama rudal Iran
18:17dan bisa hancur
18:19nah ini
18:20tidak siap
18:20NATO
18:22Oke kalau
18:22tadi
18:23menyinggung sedikit
18:24Pak Zulfan bilang
18:25soal rudal Iran
18:25itu bisa menjangkau
18:26negara-negara NATO
18:27tapi sebenarnya
18:27kalau Pak Stanislaus
18:28rudal Iran
18:29itu jangkauannya
18:30seperti apa
18:30sedasyat apa
18:31sampai bisa membuat
18:32mungkin negara-negara
18:33kawasan juga
18:34cukup khawatir.
18:37Ya benar
18:38yang dikatakan Pak Zulfan
18:38tadi bahwa
18:39negara-negara NATO
18:40itu terjangkau
18:41oleh-oleh rudalnya
18:42Iran
18:42dan kemarin kan
18:43sempat terjadi
18:44hal unik ya
18:44bahwa Qatar
18:45itu mendekatin
18:45Hamas
18:46mendekatin Hamas
18:47kemudian Hamas
18:48memperingatkan
18:49Iran
18:49supaya tidak
18:50menimbulkan korban
18:51di negara-negara
18:52sebenarnya kan
18:52ini salah satu
18:53bukti bahwa
18:54sebenarnya
18:54negara-negara lain
18:56itu khawatir
18:56dengan perang ini
18:57tidak hanya Amerika
18:58dan tekanan-tekanan
19:00pebisnis
19:00tekanan-tekanan
19:01para politikus
19:02ini nanti yang
19:03saya duga
19:04justru akan
19:04menghentikan perang
19:05bukan dengan senjata
19:07nah inilah yang
19:08harusnya diintensifkan
19:09supaya terus terjadi
19:10ini kepada Trump
19:11supaya perang berakhir
19:12kalau soal senjata
19:13ya kalau
19:14peringkatnya kan
19:15Amerika nomor satu
19:16kemudian Israel 15
19:17Iran nomor 16 ya
19:19tapi ingat
19:19senjata Iran itu
19:21tidak terbuka semuanya
19:22ada yang disimpan
19:24ada yang tidak tercatat
19:25nah inilah yang berbahaya
19:26yang ditunggu
19:27yang bisa
19:27bisa membuat
19:28negara-negara itu
19:29hancur negara-negara
19:30di sekitar Iran
19:31yang terkena
19:31dampak dari perang Iran ini
19:33oke dan dorongan
19:35agar semuanya
19:35kembali ke meja perundingan
19:37itu jadi ya
19:38tentu jadi harapan semuanya
19:39agar Slator
19:39tidak betul-betul ditutup
19:41dampak ekonomi global
19:42bisa ditekan
19:43Pak Stanislav Sriyanta
19:44pengamat intelijen
19:45dan keamanan UI
19:46Pak Zulfan Lindan
19:47pengamat timur tengah
19:47terima kasih
19:48sudah berbagi persen
Komentar