Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 6 menit yang lalu
KOMPAS.TV - Amerika Serikat mulai melonggarkan sanksi terhadap sebagian stok minyak Iran di laut untuk menambah pasokan dan menekan harga minyak global.

Departemen Keuangan AS mengumumkan kebijakan ini melalui situs resminya pada Jumat, 20 Maret.

AS mengizinkan penjualan minyak dan produk petrokimia Iran yang telah dimuat ke kapal hingga 19 April waktu New York mendatang.

Kebijakan ini diterapkan di tengah harga minyak yang melonjak hingga 50 persen akibat Iran menutup Selat Hormuz dan menyerang sejumlah fasilitas minyak di negara-negara Teluk.

Pada Jumat, 20 Maret, harga minyak mencapai 112 dolar Amerika Serikat per barel, atau tertinggi sejak 2022.

Beberapa waktu kemudian, Presiden AS, Donald Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika Teheran tidak sepenuhnya membuka kembali Selat Hormuz.

Dalam akun media sosialnya pada Sabtu, 21 Maret 2026, Trump menulis:

"Jika Iran tidak sepenuhnya membuka, tanpa ancaman, Selat Hormuz, dalam waktu 48 jam dari saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, dimulai dengan yang terbesar terlebih dahulu!"

Israel pun menyatakan serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran akan meningkat signifikan dalam beberapa hari mendatang.

Israel mengancam akan menyerang infrastruktur andalan Iran.

Iran menjawab ancaman Amerika Serikat dan Israel dengan memastikan akan menyerang balik infrastruktur mereka.

Iran mengklaim angkatan bersenjata dan kekuatan udara AS dan Israel dalam kendali Teheran.

Perang AS dan Israel terhadap Iran telah memasuki minggu keempat sejak 28 Februari lalu.

Sebagai bentuk pertahanan, hingga kini Iran masih menutup Selat Hormuz yang menjadi urat nadi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia bagi sekutu AS dan Israel.

Kita bahas langkah Amerika Serikat membuka akses minyak Iran di tengah ancaman akan menyerang Selat Hormuz dalam 48 jam, bersama peneliti senior Indo-Pacific Strategic Intelligence, Aisha Rasyidila Kusumasomantri.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/658671/full-peneliti-senior-soal-trump-buka-akses-minyak-iran-di-tengah-ancaman-akan-serang-hormuz

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Amerika Serikat mulai mengizinkan penjualan minyak Iran untuk menekan harga minyak global.
00:05Saat hampir bersamaan, Trump juga mengancam akan menyerang infrastruktur penting Iran
00:10jika tak buka Selat Hormuz dalam waktu 48 jam.
00:31Amerika Serikat mulai melonggarkan sanksi terhadap sebagian stok minyak Iran di laut
00:36untuk menambah pasokan dan menekan harga minyak global.
00:40Departemen Keuangan AS mengumumkan kebijakan ini melalui situs resminya pada Jumat 20 Maret.
00:46AS mengizinkan penjualan minyak dan produk petrokimia Iran
00:50yang telah dimuat ke kapal hingga 19 April waktu New York mendatang.
00:55Amerika Serikat menerapkan kebijakan ini di tengah harga minyak melonjak
00:59hingga 50 persen dampak Iran menutup Selat Hormuz
01:03dan menyerang sejumlah fasilitas minyak di negara-negara Teluk.
01:07Jumat 20 Maret, harga minyak mencapai 112 dolar AS per barel atau tertinggi sejak 2022.
01:15Beberapa waktu kemudian, Presiden AS Donald Trump mengancam
01:19akan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika tak heran tidak sepenuhnya membuka kembali Selat Hormuz.
01:25Dalam akun media sosialnya pada Sabtu 21 Maret 2026,
01:30Trump menulis, jika Iran tidak sepenuhnya membuka tanpa ancaman Selat Hormuz
01:36dalam waktu 48 jam dari saat ini,
01:39Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka,
01:44dimulai dengan yang terbesar terlebih dahulu.
01:47Israel pun menyatakan, serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran
01:51akan meningkat signifikan dalam beberapa hari mendatang.
01:54Israel mengancam akan menyerang infrastruktur andalan Iran.
02:22Hiram menjawab ancaman AS dan Israel dengan memastikan akan menyerang balik infrastruktur.
02:36Terima kasih telah menonton!
03:08Terima kasih telah menonton!
03:35Terima kasih telah menonton!
04:25Terima kasih telah menonton!
04:40Terima kasih telah menonton!
04:52Terima kasih telah menonton!
04:56Terima kasih telah menonton!
05:16Terima kasih telah menonton!
05:46Terima kasih telah menonton!
06:19Terima kasih telah menonton!
06:26Terima kasih telah menonton!
06:54Terima kasih telah menonton!
07:00Terima kasih telah menonton!
07:33Terima kasih telah menonton!
07:40Terima kasih telah menonton!
08:21Terima kasih telah menonton!
08:25Terima kasih telah menonton!
09:00Terima kasih telah menonton!
09:17Terima kasih telah menonton!
09:20Terima kasih telah menonton!
09:27Terima kasih telah menonton!
09:32Terima kasih telah menonton!
09:44Terima kasih telah menonton!
09:47Terima kasih telah menonton!
09:53Terima kasih telah menonton!
10:00Terima kasih telah menonton!
10:03Terima kasih telah menonton!
10:05Terima kasih telah menonton!
10:06Terima kasih telah menonton!
10:07Terima kasih telah menonton!
10:10Terima kasih telah menonton!
10:10Terima kasih telah menonton!
10:11Terima kasih telah menonton!
10:12Terima kasih telah menonton!
10:13kan tekanan ekonomi kepada
10:15level global sehingga kemudian
10:17tekanan terhadap Amerika Serikat sangat kuat
10:19sehingga tadi terdapat juga
10:21tekanan politik di dalam negerinya karena
10:23tadi masalah ekonomi tersebut
10:25ini tidak bisa terselesaikan
10:27oleh kemudian Presiden Donald Trump
10:29jadi ada dua pilihan tersebut, nah sejauh ini
10:31kalau kita lihat belum ada statement
10:33resmi dari pemerintah Iran
10:35terkait kemudian wafer Amerika ini
10:37nah kita lihat seperti itu
10:38jadi Mbak Isya artinya adalah
10:40Iran bertahan dengan menutup Selat Hormuz
10:43tapi satu sisi Amerika Serikat mengancam
10:45akan menyerang
10:47pembagian listrik Iran jika Iran tidak membuka
10:49berarti artinya dua-duanya masih mempunyai daya
10:51tawar yang, ya saya tidak tahu nih
10:53yang mana yang harus duel mengalah dan yang mana harus
10:55kemudian tetap bertahan
10:57ya, saya rasa ini tergantung
10:59sangat tergantung ya, karena tadi
11:01sekali lagi kita belum bisa mendapatkan
11:03dan memprediksi apa yang akan dilakukan Iran
11:05karena Iran belum memberikan
11:06statement resmi dari pemerintahnya, apabila
11:09kemudian ini terjadi ya maka kemudian akan ada
11:1130 hari ya, relief dari segi
11:13harga minyak dunia, tetapi
11:15kalau misalnya tidak, berarti kan Iran tetap memilih
11:17untuk kemudian bisa bertempur, tetap memilih
11:19strategi yang konfrontatif, nah apabila
11:21misalnya seandainya Amerika Serikat menyerang
11:23fasilitas-fasilitas strategi
11:25energi Iran, maka yang kemungkinan
11:26akan terjadi adalah sebenarnya tidak hanya
11:29kemudian krisis di level global, tetapi
11:30kemudian juga krisis di masyarakat Iran
11:33itu sendiri, saya rasa itu kemudian cara-cara
11:35yang kemudian dilakukan oleh Amerika Serikat sekali lagi
11:37untuk mengimbangi strategi strategi Iran
11:39dengan kemudian tidak menyerang membabi
11:41buktah, tetapi secara presesi menyerang
11:44infrastruktur-infrastruktur
11:45strategisnya Iran, sehingga Iran kehilangan
11:47kapasitas untuk bisa bertahan, baik itu
11:48secara ekonomi, dan kemudian secara
11:50resiliens dan moral bangsanya
11:52oke, berarti artinya ini juga masih harus menunggu 48 jam
11:55apakah Amerika akan berani, dan satu sisi juga
11:57dengan terbuka selat hormus ini
11:59atau apa, dengan
12:00membuka kembali penjualan minyak Iran
12:02apakah Iran kemudian berani juga ya
12:04untuk sebaliknya begitu ya Mbak, ini berarti masih
12:06wait and see sama-sama ya Iran dan Amerika ya
12:08betul, betul
12:09Mbak Isha, terima kasih untuk ulasannya
12:11selamat sore Mbak Isha
12:13dengan senang hati Mbak, selamat sore
12:14Mbak, selamat menikmati
12:15Mbak, selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan