Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Pemerintah Indonesia resmi menangguhkan agenda Board of Peace, termasuk rencana pengiriman sekitar 8.000 pasukan TNI ke Gaza. Keputusan ini diambil karena situasi konflik yang dinilai belum kondusif, sehingga keselamatan personel dan efektivitas misi menjadi pertimbangan utama.

Langkah ini mendapat dukungan dari DPR yang menilai keputusan pemerintah sudah tepat. Kondisi keamanan di Gaza yang masih berisiko tinggi membuat pengiriman pasukan harus dipikirkan secara matang, dengan keselamatan prajurit sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan.

Meski ditunda, komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia tetap kuat. Pemerintah akan terus memantau situasi dan membuka peluang pengiriman pasukan jika kondisi sudah memungkinkan. Simak penjelasan lengkapnya dalam video ini dan jangan lewatkan informasi selengkapnya!

Artikel terkait:
https://www.suara.com/news/2026/03/18/090057/pemerintah-tangguhkan-urusan-board-of-peace-dan-pengiriman-pasukan-tni-ke-gaza-apa-kata-dpr

Creative/Video Editor:Nura/Leo

#Penundaan #BoP #DPR

==================================

Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram: https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Penundaan misi Port of Peace ke Gaza, DPR dukung langkah pemerintah.
00:05Pemerintah Indonesia menangguhkan agenda Port of Peace termasuk rencana pengiriman sekitar 8.000 pasukan TMI ke Gaza.
00:12Keputusan ini diambil menyusul situasi konflik di wilayah tersebut yang dinilai belum kondusif.
00:18Penangguhan diakukan sebagai langkah antisipatif demi menjaga keselamatan personal dan efektivitas misi perdamaian.
00:25Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI Dev Laksono menyatakan bahwa langkah pemerintah tersebut sudah tepat.
00:31Menurutnya, kondisi keamanan di Gaza saat ini masih beresiko tinggi, sehingga pengiriman pasukan perlu dipertimbangkan secara matang.
00:39DPR menilai faktor keselamatan prajurit harus menjadi prioritas utama.
00:44Meski ditanggulkan, Indonesia tetap menunjukkan komitmennya dalam mendukung perdamaian dunia.
00:49DPR menegaskan bahwa peran Indonesia tidak berhenti, melainkan disesuaikan dengan situasi di lapangan.
00:55Pemerintah juga terus memantau perkembangan konflik serta berkoordinasi dengan pihak internasional.
01:01Kedepan, pengiriman pasukan perdamaian akan kembali dipertimbangkan jika kondisi di Gaza dinilai lebih aman dan memungkinkan.
01:09Penangguhan ini ditegaskan bukan sebagai bentuk mundurnya Indonesia,
01:13Mainkan langkah strategis agar kontribusi yang diberikan tetap maksimal dan tidak membahayakan personal.

Dianjurkan