00:00Mbak Nana kayaknya giliran mau nanya.
00:01Silahkan.
00:04Udah langsung nyambar.
00:06Sebelumnya saya masih ingin menyambung dari Bang Faisal,
00:09tapi saya pindah haluan dulu Pak.
00:11Baru kemudian nanti mungkin kita bisa kembali.
00:14Bukan ekonomi, tapi isu yang juga luar biasa penting Pak.
00:19Aktivis kontras Pak, bernama Andri Yunus,
00:24disiram air keras, mengalami luka serius.
00:27Luka bakar hampir 20%.
00:30Kornea matanya sebelah kanan juga rusak.
00:34Kapolri sudah mengatakan mendapatkan instruksi langsung
00:37dari Pak Presiden untuk mengusut kasus ini.
00:40Dan saya juga ingin mengutip Menteri Koordinator Hukum,
00:42Menteri Bapak Pak Yusril, Komnas HAM, Komisi 3 DPR,
00:46semuanya menilai ini bukan sekedar tindak kriminal Pak Presiden,
00:49tetapi ini serangan terhadap demokrasi,
00:52serangan terhadap pembela HAM.
00:54Saya ingin tahu posisi Bapak, apakah setuju dengan penilaian itu Pak?
00:57Ya pastilah, ini terorisme.
01:01Iya kan?
01:02Tindakan biadab, harus kita kejar, harus kita usut.
01:06Harus kita usut.
01:09Sampai ke, bukan hanya pelaku lapangan,
01:12tapi apakah siapa yang nyuruh, siapa yang bayar.
01:16Termasuk apabila ternyata yang melakukan itu aparat negara, Pak?
01:21Ya jelas dong.
01:23Yang berseragam?
01:24Tidak akan dilindungi, tidak akan ada impunitas?
01:27Tidak akan.
01:28Bapak menjamin itu, Pak?
01:29Saya menjamin.
01:31Tapi sebaliknya, kalau ini yang provokator,
01:35yang bukan dari pemerintah, bukan dari aparat,
01:37jelas kita harus usut kok.
01:39Pola yang terjadi selama ini,
01:41kasus-kasus teror itu berulang,
01:44dan tidak pernah terungkap sampai yang memberikan perintah.
01:49Sebatas di pelaku lapangan.
01:51Spesifik Pak, saya mau menyebutkan.
01:53Ini yang terjadi selama setahun terakhir, Pak.
01:57Ada yang tadi Bapak sebutkan, Wartawan Tempo.
02:01Francisca Christi Rosana.
02:02Ada Tio Ardianto.
02:04Ada Ramon Doni Adam.
02:06Ada Firindian Aurelio.
02:07Ada Sheryl Anavita.
02:09Ada Iqbal Danami.
02:10Damani.
02:11Ada Zainal Ariefi Mohtar.
02:12Latar beragang mereka, Pak Presiden, semuanya beragam.
02:15Tetapi kesamaannya adalah semuanya kritis
02:18menyampaikan pandangan di muka publik.
02:21Apakah Bapak bisa memahami ada kekhawatiran yang muncul
02:24bahwa ruang aman untuk bersuara menjadi semakin menyempit, Pak?
02:30Anda merasakan.
02:32Apakah dibandingkan dengan banyak negara,
02:34apakah kita batasi enggak?
02:37Ada yang merasakan.
02:38Coba lihat, kita batasi enggak.
02:40TikTok, fake news, hoax,
02:44kebohongan yang disiarkan tiap hari.
02:47Coba Anda lihat.
02:49Coba dibandingkan dengan negara lain.
02:50Karena yang terjadi adalah dampaknya yang kita lihat, Pak.
02:53Mereka yang bersuara kritis.
02:55Iya, tapi kadang-kadang ada orang,
02:57Mbak Nana, kita ini bukan anak kecil,
02:59kita sudah hidup lama.
03:01Kadang-kadang kan ada peristiwa yang justru dibuat seolah,
03:05Anda ngerti ya,
03:07itu namanya provokasi.
03:08Itu ada di buku, Mbak Nana.
03:10Ada di buku Intelligence.
03:12Ada itu.
03:12Itu namanya False Flag Operation.
03:16Iya kan?
03:17Melakukan aksi teror seolah yang lakukan orang Palestine.
03:21Tapi yang lakukan bukan orang Palestine.
03:23Yang lakukan Mossad.
03:25Itu terjadi.
03:26Ada paham ya?
03:28Jadi sama juga ini.
03:29Ini mau mengarah bahwa rezim kita otoriter.
03:34Sebetulnya spekulasi-spekulasi itu muncul karena ketidakadaan jawaban, Pak Presiden.
03:40Jadi kerap kali kasus-kasus yang terjadi ini berhenti begitu saja.
03:45Tidak terselesaikan.
03:46Sehingga kemudian muncullah begitu persepsi publik bahwa,
03:50wah kalau ini tidak selesai berarti ini ada unsur negara yang bermain dan sebagainya.
03:55Karena tidak ada jawaban, maka kemudian...
03:57Saya ingin menjamin,
03:58saya ingin membangun Indonesia yang beradab.
04:04Itu cita-cita saya.
04:06Saya ingin membangun pemerintah yang bersih.
04:10Saya ingin punya polisi yang bersih.
04:12Jaksa yang bersih.
04:14Intelligence yang bersih.
04:16Anda tahu, saya mau tanya.
04:18Sekali lagi ya.
04:19Saya ini korban juga.
04:21Tapi saya itu berpikir yang besar.
04:24Concern rakyat.
04:26Pangan, energi.
04:27Benar nggak?
04:28Dengan perang,
04:31harga pangan bisa naik.
04:32Tapi saya mau tanya.
04:33Ini bulan Ramadan.
04:35Harga pangan terkendali atau tidak?
04:39You know, I think we're doing a good job.
04:43Jadi, percayalah.
04:44Saya tidak akan mengizinkan hal-hal seperti itu terjadi.
04:47Itu yang ingin kami dengar, Pak.
04:50Percayalah.
04:50Saya dipilih oleh rakyat.
04:52Untuk membela rakyat.
04:54Tapi kita waspada.
04:56Saya minta diusut benar.
04:59Diusut sampai aktornya.
05:01Iya, sampai aktornya.
05:02Saya rasa pernyataan Pak Presiden sudah boleh.
05:04Soal yang itu ya.
05:05Dan berarti,
05:07Bapak tadi bicara secara tegas,
05:09tidak boleh ada warga
05:10yang diintimidasi,
05:12yang diteror,
05:12karena mengkritik pemerintah.
05:14Tidak boleh.
05:15Jaminan langsung dari Presiden Republik Indonesia.
05:18Kalau bonang ada,
05:19itu saya lakukan.
05:21Iya.
05:22Bapak,
05:23apakah memberikan tengkat waktu ke Kapolri, Pak,
05:25untuk pengusutan kasus ini?
05:28Iya,
05:28saya ini orang realistis,
05:30dan saya seorang yang adil.
05:32Dari segi kapasitas,
05:35kita biarkanlah mereka bekerja.
05:38Tapi tidak hanya
05:40Polri,
05:41banyak lembaga lain juga harus bekerja.
05:44Lembaga lain,
05:46penegak hukum juga yang keluar ke Polisi.
05:48Iya, penegak hukum.
05:48Apakah Bapak terbuka
05:49dengan ide membentuk tim independen
05:52untuk membackup ini, Pak?
05:54Kita bisa pertimbangkan.
05:57Kita bisa pertimbangkan.
05:59Saya independen ya.
06:01Independen.
06:02Iya, jangan semua LSM-LSM
06:03yang sudah a priori benci
06:05sama pemerintah
06:07yang dapat uang dari luar negeri.
06:09Iya kan?
06:11Iya kan?
06:13Kalau Anda mau bicara
06:15apa adanya,
06:16saya juga bicara apa adanya.
06:18Iya kan?
06:19Tapi yang jelas,
06:20malam ini
06:21kami sudah mendengarkan langsung
06:23setiap dari Presiden.
06:24Presiden sangat boh.
06:25Begini,
06:26saya ingin menegakkan hukum.
06:29Saya ingin menegakkan hukum.
06:31Bagaimana kita
06:32menegakkan hukum
06:33kalau kita biarkan seperti ini?
06:34Kalau itu dari aparat.
06:36Dan saya ingin kasih tahu
06:38bahwa memang aparat kita
06:39ya banyak kekurangannya.
06:41Kita menemukan deep state.
06:44Kita menemukan
06:45ada dirjen-dirjen
06:46yang berani
06:48melawan menteri.
06:49akhirnya kita pecat kan
06:51banyak sekali dirjen-dirjen.
06:52Ada dirjen-dirjen
06:54yang merasa
06:54untouchable.
06:56Ada lembaga-lebaga
06:57yang merasa
06:58tidak boleh di audit.
07:00Ini sedang saya
07:01ini pekerjaan
07:02tidak ringan.
07:03Tapi kan saya tidak mau
07:06sedikit-sedikit
07:06mengeluh
07:07atau sedikit-sedikit
07:08mencari
07:09simpati rakyat.
07:10Ya ini pekerjaan saya
07:11saya dilantik
07:12untuk itu
07:12saya bersihkan.
07:14BUMN
07:14saya sedang bersihkan
07:20BUMN selama ini
07:21salah satu
07:23kebobolan kita
07:24paling besar.
07:27Jadi dari
07:28Ban Ani
07:29memang ini masalah Indonesia
07:30gitu.
07:31Di mana-mana.
07:33Iya kan?
07:35Jadi tapi
07:37percayalah
07:37bahwa tidak ada
07:38niat dari pemerintah
07:39apalagi yang saya pimpin
07:40untuk lakukan seperti itu.
07:42Come on!
07:42Apa sih?
07:44Benda nggak?
07:45Rakyat kita
07:46nggak bodoh.
07:48Saya mau ingatkan ya
07:49sampai hari ini
07:51rakyat yang di bawah
07:52itu dukung saya.
07:54Persis
07:55yang disampaikan tadi
07:56Pak
07:56Pak
07:57Dede.
08:00Iya kan?
08:00Kalau memang rakyat
08:01tidak suka sama saya
08:02bisa
08:03turun ke jalan
08:04rame-rame.
08:06Tapi mereka tahu
08:07kalau rusuh
08:08semua negara yang rugi
08:11mau ganti saya
08:12tunggu dong
08:132029
08:16jadi negara yang berabat
08:18berabat ya?
08:18Sabar ya?
08:19Iya sabar.
08:20Tapi yang saya lihat
08:22ya
08:22Ban Ani harus
08:23harus objektif juga
08:25ya
08:25sebagai
08:27seorang tokoh
08:30bahwa
08:35destabilisasi
08:36disinformasi
08:37itu bagian dari
08:40bernegara.
08:41Jadi ada negara-negara
08:43tertentu yang
08:43punya keahlian disitu.
08:46Resim change.
08:48Color revolution.
08:49Come on!
08:50Masa Anda
08:50nggak pernah baca
08:51nggak pernah lihat?
08:52Iya kan?
08:52Apakah Bapak membaca
08:54kritikan-kritikan
08:55yang dilontarkan
08:56baik oleh pengamat
08:57yang Bapak sebut
08:57tidak patriotik
08:58seperti tadi
08:59pertanyaan Mbak Eno
09:00atau dari
09:01orang-orang yang memang
09:03selama ini
09:04kritis terhadap pemerintah
09:05itu semuanya
09:05bermuara pada keinginan
09:07untuk resim change
09:07Pak Presiden?
09:10Tidak semuanya.
09:11Saya tidak pernah
09:12katakan semuanya.
09:13Tapi ada.
09:15Oh jelas ada.
09:17Jadi begini.
09:18Bagaimana Bapak
09:18membedakan itu Pak?
09:19Mana yang menurut Bapak
09:20memang ini
09:21sudah keluar jalurnya
09:22sudah
09:24saya ingat istilah
09:25Bapak makar
09:26waktu dulu
09:26bulan Agustus
09:28ada demo
09:28dan mana yang memang
09:29ya ini sesuatu
09:30yang wajar.
09:31Jelas waktu Agustus
09:32ya jelas makar
09:33dia mau bakar
09:35gedung DPR
09:36kantor gubernur
09:38kantor gubernur
09:40institusi pemerintahan
09:42mau dibakar
09:42dia semakar
09:43bikin kerusuhan
09:45bawa bom Molotov
09:48ya kan?
09:50Tidak ada
09:50LSM yang ribut
09:52soal bom Molotov
09:54banyak yang
09:55ada yang protes gak?
09:56Banyak Pak yang protes
09:57Banyak yang protes
09:58Ya come on
09:59sudah lah
09:59Banyak yang protes
10:00Jujur buka
10:00rukam jejaknya
10:01rukam di juturnya
10:02Tetapi dalam
10:03tahun satunya kita
10:04cukupkan dulu ya
10:05Gak, gak, gak, gak
10:05biar aja
10:06Biar aja
10:07Ayo silahkan
10:08Oh iya
10:11Gak apa-apa
10:11ini kesempatan
10:12bagi saya jawab
10:13Betul Pak
10:14Oh iya
10:14Ada yang ribut gak
10:15soal bom Molotov
10:16Banyak Pak
10:17Aduh come on
10:18Gak objektif
10:19Gak ada
10:20Ada yang ribut gak
10:22gedung DPR mau dibakar
10:23Banyak Pak
10:24Beritaan media juga
10:25banyak soal itu
10:25Gak ada
10:26Beritaan media banyak soal itu
10:27Banyak-banyak yang mengecapi
10:28Saya hormati itu
10:29Silahkan
10:30Tapi begitu
10:32bakar-bakar
10:33itu
10:35kriminal
10:36Iya
10:37Tapi
10:39kenyataannya Pak
10:41Rapusan yang ditangkap kemarin
10:42Itu kebanyakan justru mahasiswa
10:45Ada satu penelitian yang menyebut
10:47Terbesar sejak zaman reformasi
10:50Penangkapan yang terjadi
10:51Pada mahasiswa dan aktivis Pak
10:53Tetapi provokatornya
10:55Atau siapapun yang bertanggung jawab
10:57Aktor yang menyuruh dan sebagainya
10:59Itu tidak pernah terungkap
11:00Alih-alih dibawa ke pengadilan Pak Presiden
11:03Ya itu tantangan kita
11:05Kita harus cari
11:07Saya baru menjabat berapa tahun
11:09Satu setengah tahun
11:10Satu setengah
11:10Masih ada waktu untuk saya
11:12Membuktikan
11:13Kami tunggu pembuktian itu Pak Presiden
11:15Kami tunggu pembuktian itu
11:18Jumlah koruptor yang saya tangkap
11:20Berapa
11:21Come on
11:22Percaya
11:23Saya
11:24Sumpah
11:25Untuk membela rakyat saya
11:26Saya pertaruhkan jiwa saya
11:29Berkali-kali
11:30Saya tidak rela
11:31Saya tinggalkan
11:33Negara ini nanti
11:34Pada saat saya dipanggil Tuhan
11:35Saya tidak rela
11:36Ini jatuh ke tangan
11:37Maling-maling
11:38Bandit-bandit
11:39Saya tidak rela
11:44Baik Pak
11:45Cukup dulu
11:47Sebetulnya masih ingin panjang
11:48Cuma masih
11:48Tahun 2 ya
11:49Tahun 2 ya
11:50Karena masih ada Bang
11:52Bosman Mardigu
11:53Yang belum kebagian
11:54Saya mau menjawab itu dengan sangat gamblang
11:56Oh sangat gamblang
11:57Saya senang
11:58Apa saja
11:58Terima kasih
11:59Saya ingin menerima
12:01Pertanyaan terkait
12:02Tadi komunikasi
12:03Tapi
12:03Saya kira Pak Mardigu
12:05Belum
12:06Pak Mardigu
12:07Sudah nahan
12:08Siap
12:09Kalau ini orang baru
12:11Sabar Pak
12:13Kayaknya tadi
12:14Pak mengumpulkan semua
12:16Pertanyaan-pertanyaan
12:17Mau dirangkum
12:17Jadi semua pertanyaan
12:19Tidak apa-apa
12:20Silahkan
12:20Debat itu bagus
12:22Terima kasih Pak Presiden
12:24Ini undangan pertama
12:26Saya kesini
12:27Mudah-mudahan bukan yang terakhir Pak
Komentar