Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 jam yang lalu
Memasuki pekan ketiga, konflik antara Iran dan Amerika SerikatIsrael belum menunjukkan tanda-tanda mereda, bahkan semakin meluas. Bola api besar melintas...
Transkrip
00:00Sudara eskalasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel meluas dan belum menunjukkan tanda-tanda meredah.
00:06Sementara negara-negara Arab dan NATO terus mengecam perang karena banyaknya kilang minyak yang menjadi sasaran rudal.
00:13Kita akan membahasnya bersama pengamat militer Anton Ali Abbas.
00:16Selamat malam Mas Anton, apa kabar?
00:19Baik, selamat malam Mbak Falen.
00:22Iya Mas Anton, ini NATO menolak untuk membantu Amerika Serikat, sementara Iran ditekan Arab Saudi.
00:27Bagaimana pandangan Anda terkait dengan eskalasi perang di Timur Tengah saat ini?
00:32Iya, jelas ini fasenya memang sudah semakin meningkat ya.
00:37Kalau misalnya kita lihat dari staging dari awal, dari awal ketika Amerika melakukan serangan,
00:42lalu stage kedua adalah ketika Iran melakukan retaliasi,
00:46lalu kemudian stage ketiga Iran mencoba meluaskan ketika dia ikut menyerang.
00:50Misalnya aset-aset yang digunakan Amerika Serikat di wilayah Timur Tengah,
00:54dia mencoba meluaskan dari sisi konfliknya, dan terakhir adalah escalation,
00:58bagaimana kemudian ini susah untuk menjadi deeskalasi,
01:02tapi justru eskalasi ini yang bisa kita lihat bagaimana kemudian Iran juga punya concern
01:06untuk menyerang target-target infrastruktur di kawasan.
01:11Itu satu.
01:12Kedua yang terkait NATO memang menarik bahwa sebenarnya pertemuan hari ini di Brussels
01:18itu kan sebenarnya sudah diawali dengan pertemuan sebelumnya di hari Senin ketika
01:21mereka mencoba untuk mendiskusikan apakah misalnya Uni Eropa merasa penting
01:28untuk meluaskan operasi Aspides yang mereka jalankan, operasi maritim di Laut Merah
01:34untuk sampai ke Selat Hormuz, dan mereka sepakat untuk tidak.
01:38Dan hari ini semakin menegaskan bahwa mereka bilang bahwa ini bukan perang kita.
01:43Walaupun juga ini ada kegelisahan mereka, ketika mereka juga sudah merespon,
01:49jangan sampai nanti misalnya Trump juga mengatakan ketika perang Rusia-Ukraine
01:53bilang ini bukan perangnya Amerika Serikat.
01:54Mereka juga deg-degan, ini nanti kayak gimana.
01:56Sementara sudah, walaupun saya juga cukup paham bahwa Uni Eropa di sisi lain gitu ya,
02:03dalam beberapa, satu tahun belakangan ini kan juga seringkali dipermalukan oleh Trump gitu ya.
02:09Jadi Trump tidak menganggap bahwa mereka adalah panel equal, mereka panel yang penting.
02:13Buktinya apa, Trump seringkali beberapa kali gitu misalnya,
02:17melantarkan ancaman, ancaman tarif, belum lagi ketika kita bicara NATO,
02:21Trump juga ingin mencaploh Greenland misalnya ya.
02:23Jadi ini yang bagi saya, apa yang dilakukan oleh Uni Eropa dan juga NATO,
02:31ini menunjukkan ada fase yang baru terkait bagaimana relasi antara Amerika Serikat dan Uni Eropa
02:38serta NATO pasca dari perang ini.
02:41Ini yang nanti akan ke depan, kita lagi akan kembali cermati bahwa dampaknya itu ternyata juga ada banyak.
02:47Belum lagi misalnya sekalipun Uni Eropa itu tidak punya dampak langsung ya,
02:53jadi bahwa ini agak jauh, tapi mereka juga punya concern bagaimana kemudian harga gas itu melonjak mencapai 25%
03:00ketika misalnya pemerintah, ya bukan, Iran itu kemudian menyerang LNG hubnya di Qatar,
03:08itu yang kemudian membuat harga gas market.
03:11Di sisi lain mereka kemudian jadi gamang.
03:13Apakah mereka harus membuka misalnya gas dengan Rusia atau tidak?
03:16Nah ini yang bagi saya kemudian situasinya menjadi lebih kompleks.
03:19Nah Mas Anton, berarti untuk hasil pertemuan di Brussels ini berarti bisa berpengaruh ya terhadap perang di Timur Tengah?
03:26Bisa meredakan nggak kira-kira?
03:29Mereka sebenarnya sama-sama punya sepakat, standpoint bahwa mereka mengecam Iran,
03:34bukunya juga mereka ingin memberikan sanksi ya, jadi memberikan sanksi kepada entitas-entitas tertentu,
03:40tapi mereka sama-sama juga sepakat.
03:42Jadi ada kesepahaman yang sama terkait Iran, tapi mereka hanya tidak sepakat adalah penggunaan senjata.
03:48Jadi mereka tidak mau mengamankan hormus sepanjang senjata masih digunakan.
03:53Kalau senjata sudah tidak digunakan, mereka punya concern yang sama.
03:57Itulah yang kemudian ditunjukkan misalnya oleh Jerman.
03:59Mereka ingin membuka bagaimana ketegangan ini bisa meredah sehingga kemudian selat hormus itu bisa kembali menjadi lebih normal gitu ya.
04:09Nah itu yang mereka concern, sepanjang senjata.
04:12Jadi mereka concern, mereka nggak mau ikut terlibat dalam penggunaan kekerasan, penggunaan senjata.
04:16Tapi untuk deeskalasi dan lain-lain mereka punya concern yang sama sebenarnya dengan Iran.
04:21Ya, Anda mengatakan bahwa kondisi saat ini di selat hormus itu membuat kegelisahan oleh sejumlah pihak.
04:29Tapi Mas, kalau melihat apa yang terjadi beberapa waktu terakhir,
04:32kilang minyak ini mulai, beberapa kilang minyak ini mulai terancam akibat perang Amerika Serikat dan juga Iran.
04:38Apa yang Anda baca dari situasi saat ini?
04:43Ya, jelas Iran ingin mencoba untuk mengontrol pergerakan di selat hormus.
04:48Dan bagi dia, ketika kita bicara ini adalah perang asimetris, itu adalah salah satu bentuk kemenangan.
04:53Yang kecil bisa mendikti peperangan.
04:56Jadi ini adalah salah satu poin kemenangan strategisnya bagi Iran.
05:00Dan ini Iran ingin menjaga.
05:01Selain dari, kalau misalnya ada data terakhir itu menunjukkan bahwa serangan yang menggunakan misal itu mulai terjadi peningkatan.
05:08Jadi dengan kata lain, Iran ingin menunjukkan klaim-klaim yang diberikan oleh Amerika Serikat
05:13bahwa mereka sudah berhasil melumpuhkan kemampuan militernya Iran.
05:17Sebenarnya itu adalah data yang salah.
05:21Buktinya apa?
05:21Mereka tetap melakukan perlawanan dan mereka ikut bisa mendikte.
05:25Kenapa saya bilang bisa ikut mendikte?
05:26Mereka bisa menentukan siapa yang boleh lewat dan siapa yang tidak boleh lewat.
05:30Dan orang akhirnya kemudian takut.
05:32Amerika ingin mengajak, ayo kawal bareng-bareng, padahal nggak ada yang mau.
05:35Artinya apa?
05:37Jadi dengan kata lain, apa yang Iran sampaikan,
05:40itu walaupun orang bilang, oh ini gertak sambal, kan udah 100 persen.
05:44Tapi kok nggak ada yang berani juga?
05:46Jadi bagi saya ini adalah salah satu, jadi sejauh ini adalah kemenangan strategis Iran.
05:52Bagaimana Iran kemudian bisa mendikte peperangan ke arah mana?
05:55Jadi menang di medan pertempuran, di battle, iya bagus.
05:59Tapi itu tidak sama dengan bahwa dia akan mendapatkan kemenangan, victory.
06:03Dan Iran selalu mencoba untuk memainkan itu.
06:06Saya kecil, inilah perang asimetris, tapi saya bisa ikut menentukan siapa yang bisa lewat.
06:11Dan Slat Hormuz adalah titik strategis ketika kita bicara tentang perang ini.
06:16Oke, di sisi lain mas, beberapa waktu terakhir ini juga menteri luar negeri di negara Arab ini juga berkumpul.
06:25Nah seberapa kuat tekanan negara Arab terhadap konflik ini?
06:28Terutama terhadap Iran sendiri.
06:30Jelas tadi yang bilang bahwa mereka punya hak.
06:33Dari awal, dari hari ketika mereka dapat serangan, mereka sebenarnya punya hak untuk melakukan serangan balasan.
06:39Kalau misalnya ngomong kedaulatan, mereka diserang.
06:42Tapi kan mereka tidak melakukan itu.
06:44Artinya apa?
06:45Mereka juga, bagi saya ketika kita melihat itu, bahwa mereka juga tahu bahwa perangnya bukan perang mereka.
06:51Tapi mereka juga dikasih sinyal bahwa yang diserang adalah pada awalnya adalah entitas-entitas.
06:59Atau fasilitas yang digunakan oleh Amerika Serikat.
07:02Walaupun kemudian bergeser, ada fasilitas, ada infrastruktur, ada hotel, dan lain-lain.
07:07Jadi di satu sisi, di Teluk juga, walaupun Qatar juga sudah melakukan peningkatan untuk kategori hubungan diplomatik.
07:15Mereka melakukan persesuan non grata dan yang lain belum diikuti.
07:18Tapi mereka juga cukup berhitung.
07:19Di satu sisi, mereka ketika kita bicara tentang peperangan ini sudah masuk ke hari 19, misalnya.
07:26Mereka tahu bahwa pertahanan mereka makin lama itu makin rapuh.
07:30Interceptor makin lama makin banyak digunakan.
07:33Walaupun mereka bilang ini success rate, success rate selalu di atas 90 persen.
07:37Tapi mereka tahu bahwa semakin lama interceptor ini digunakan, artinya stoknya semakin sedikit.
07:43Stok semakin sedikit akan equal dengan pertahanan mereka.
07:48Itu menjadi makin rapuh.
07:50Nah ini yang mereka selalu mengkalkulasi.
07:52Ini bukan perang kita, tapi mereka juga punya dampak.
07:55Kalau saya ingin melakukan serangan, Iran seperti ini seberapa lama nanti.
08:00Jadi ada banyak kalkulasi.
08:02Jadi itulah tidak mengherankan.
08:03Pertemuan negara Teluk itu selalu meminta Iran untuk menghentikan serangan kepada mereka.
08:09Mereka cuma mampu sebatas itu.
08:11Mereka untuk bergerak lebih jauh dari itu, mereka dengan apa namanya.
08:15Bagi saya mereka penuh kalkulasi.
08:16Karena kalau ingin mereka melakukan serangan balas, tentu pada awal-awal peperangan itu sudah dilakukan.
08:22Tapi kan kenyataannya tidak.
08:23Itu Mbak Valen.
08:24Baik, terima kasih.
08:25Sudah berbagi analisa Anda kepada kami di Kompas Malam Kompas TV.
08:29Pengamat Militer Anton Ali Abbas.
08:30Salam sehat selalu, Mas Anton untuk Anda dan juga keluarga.
Komentar

Dianjurkan