Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 6 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Presiden Prabowo Subianto menyoroti adanya kebocoran besar dalam pengelolaan aset dan lembaga negara yang selama ini dinilai menjadi titik lemah tata kelola pemerintahan.

"BUMN selama ini salah satu kebobolan kita paling besar," kata Prabowo, Kamis (19/3/2026).

Ia menegaskan pemerintah saat ini tengah melakukan pembenahan, termasuk di sektor badan usaha milik negara.

"BUMN saya sedang bersihkan," tegasnya.

Prabowo juga mengakui masih terdapat berbagai persoalan di internal birokrasi yang menjadi tantangan dalam reformasi pemerintahan.

"Kita kita menemukan deep state, kita menemukan ada dirjen-dirjen yang berani ngelawan menteri,"

Selain itu, ia menyoroti adanya pejabat yang merasa tidak tersentuh pengawasan.

"Ada dirjen-dirjen yang merasa untouchable, ada lembaga-lembaga yang merasa enggak boleh diudit," katanya.

Menurutnya, upaya pembersihan ini bukan pekerjaan mudah, namun menjadi tanggung jawab yang harus dijalankan.

Meski demikian, Prabowo menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Joshua

Baca Juga APBN untuk Situasi Terburuk yang Mungkin Dihadapi di https://www.kompas.tv/kolom/658141/apbn-untuk-situasi-terburuk-yang-mungkin-dihadapi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/658146/prabowo-blak-blakan-bumn-salah-satu-kebobolan-paling-besar-sedang-saya-bersihkan
Transkrip
00:00Tapi yang jelas malam ini, kami sudah mendengarkan langsung setiap dari Presiden.
00:05Begini, saya ingin menegakkan hukum.
00:09Saya ingin menegakkan hukum.
00:11Bagaimana kita tegakkan hukum kalau kita biarkan seperti ini, kalau itu dari aparat.
00:16Dan saya ingin kasih tahu bahwa memang aparat kita ya banyak kekurangannya.
00:21Kita menemukan deep state, kita menemukan ada dirijen-dirijen yang berani melawan menteri.
00:30Akhirnya kita pecat kan banyak sekali dirijen-dirijen.
00:32Ada dirijen-dirijen yang merasa untouchable.
00:36Ada lembaga-lembaga yang merasa tidak boleh di audit.
00:41Ini pekerjaan tidak ringan.
00:43Tapi kan saya tidak mau sedikit-sedikit mengeluh.
00:47Atau sedikit-sedikit mencari simpati rakyat.
00:50Ya ini pekerjaan saya, saya dilantik. Untuk itu saya bersihkan.
00:54BUMN saya sedang bersihkan.
01:00BUMN selama ini salah satu kebobolan kita paling besar.
01:07Jadi dari Ban Ani, memang ini masalah Indonesia gitu.
01:11Di mana-mana.
01:13Iya kan?
01:15Jadi tapi percayalah bahwa tidak ada niat dari pemerintah, apalagi yang saya pimpin,
01:20untuk lakukan seperti itu.
01:22Come on.
01:23Apa sih?
01:24Benda nggak?
01:25Rakyat kita nggak bodoh.
01:28Saya mau ingatkan ya, sampai hari ini,
01:31rakyat yang di bawah itu dukung saya.
01:34Persis yang disampaikan tadi Pak Dedek.
01:40Iya kan?
01:40Kalau memang rakyat tidak suka sama saya, bisa turun ke jalan rame-rame.
01:46Tapi mereka tahu, kalau rusuh, semua negara yang rugi.
01:51Mau ganti saya tunggu dong, 2029.
01:56Jadi negara yang beradab ya?
01:59Sabar ya?
01:59Iya sabar.
02:01Tapi yang saya lihat ya, Mbak Nana harus objektif juga.
02:06Sebagai seorang tokoh, bahwa destabilisasi, disinformasi, itu bagian dari bernegara.
02:21Jadi ada negara-negara tertentu yang punya keahlian di situ.
02:26Resim change.
02:28Color revolution.
02:29Come on.
02:30Masa Anda nggak pernah baca, nggak pernah lihat.
02:32Iya kan?
02:32Kasih ya tengah.
Komentar

Dianjurkan