Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama


KOMPAS.TV - Pemantauan hilal juga dilakukan oleh tim Lembaga Falakiyah PWNU DKI Jakarta di Masjid Raya KH Hasyim Asyari, Jakarta pada Kamis (19/03/2026). Hasil pengamatan ini nantinya akan dilaporkan ke Kementerian Agama dan dibahas dalam sidang isbat untuk menentukan secara resmi awal Syawal.



#lebaran2026 #isbat #lebaran

Baca Juga Kemenag dan Stasiun Geofisika Balikpapan Memantau Hilal Lebaran 2026 di IKN di https://www.kompas.tv/regional/658087/kemenag-dan-stasiun-geofisika-balikpapan-memantau-hilal-lebaran-2026-di-ikn



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/658090/lembaga-falakiyah-pwnu-jakarta-soal-pantauan-hilal-dari-masjid-raya-kh-hasyim-asy-ari
Transkrip
00:00Sedikit wilayah Indonesia Timur, tadi sudah kita dengar laporan langsungnya, terutama di Sorong, bahwa Hilal tidak terlihat di sana.
00:06Kita akan coba tinjau titik lainnya di wilayah Indonesia Tengah dan Indonesia Barat.
00:10Nah, pantauan Hilal untuk penetapan awal Syawal 1447 Hijriya berlangsung saat ini di Observatorium Unismuh Makassar, Sulawesi Selatan.
00:19Lokasi ini dipilih karena berada di lantai 18 gedung kampus sehingga punya jangkauan pandang yang lebih luas untuk mengamati posisi
00:26bulan.
00:26Persiapan pantauan Hilal di sana dijadwalkan mulai pada pukul 4 sore waktu Indonesia Tengah atau 3 sore waktu Indonesia Barat.
00:34Selain itu, Observatorium dilengkapi dua kubah atau dome dengan teleskop canggih yang mampu mengikuti pergerakan matahari dan bulan secara otomatis.
00:42Fasilitas ini diharapkan bisa membantu proses pengamatan Hilal secara lebih akurat.
00:47Berdasarkan data BMKG, matahari diperkirakan terbenam pada pukul 18.13 waktu Indonesia Tengah.
00:53Sementara bulan muncul pukul 18.22 waktu Indonesia Tengah.
01:07Di wilayah Indonesia Barat, persisnya di Jakarta, pantauan terbaru Hilal di Masjid Hashim Ash'ari, Jakarta Barat,
01:14menunjukkan kondisi Hilal masih sulit terlihat pada sore hari ini.
01:19Ketua Lembaga Falakiyah PWN UDKI Jakarta, Abdul Khalid Soleh menyebut berdasarkan data Hisab,
01:25posisi Hilal saat matahari terbenam diperkirakan berada di kisaran 1 hingga 2 derajat.
01:31Angka itu masih di bawah kriteria minimum yang ditetapkan Mabims,
01:34yakni ketinggian 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
01:38Selain faktor posisi, cuaca juga menjadi penentu dalam proses pengamatan hari ini.
01:44Cuaca cerah akan memperbesar peluang terlihatnya Hilal, sedangkan cuaca berawar akan menjadi kendalanya.
01:50Meski begitu, tim Rukyatul Hilal di sana tetap melakukan observasi langsung memastikan hasil pengamatan di lapangan.
02:01Peneropong itu sudah siap dengan alatnya masing-masing dan kemudian sore hari ketika huruf tenggelamnya matahari,
02:10munculnya Hilal atau munculnya bulan, nanti akan terlihat atau tidak terlihat.
02:18Kalaupun seandainya terlihat, ya berarti Idul Fitri akan jatuh pada hari Jumat.
02:26Kalau seandainya Hilal ternyata tidak terlihat, maka pesan Rasul Fastakmilo Salatina Yauman,
02:33Ramadannya digenapkan menjadi 30 hari.
02:35Artinya Idul Fitri akan jatuh pada hari Sabtu.
02:40Nah sekarang dua-duanya baik dari ketinggian Hilalnya maupun dari elongasinya masih belum memenuhi kriteria.
02:46Tapi kita lihat saja nanti, kita lihat di lapangan, observasi lapangan atau Rukyatul Hilal akan berhasil atau tidakkah Hilal terlihat
02:57atau tidak terlihat.
03:01Kami ajak Anda ke pantauan Hilal Masjid Hashim Ash'ari Jakarta Barat dan kita dengar laporan langsung jurnalis Kompas TV
03:07Asri Gunawan dan judokamera Ian Faris.
03:10Dinamika pantauan Hilalnya sejauh mana di sana Asri?
03:24Oke, kita coba perbaiki dulu komunikasi kami.
03:27Asri, untuk pantauan Hilalnya sejauh ini sejauh mana dinamikanya?
03:41Ya saudara, di Masjid Raya Kiai Haji Hashim Ash'ari saat ini telah dilakukan halakoh yang nantinya memang setelah ini
03:56akan ada pemantauan Rukyatul Hilal begitu.
03:58Dan tadi juga saya sempat berbincang bersama dengan Ketua Lembaga Falaki PWNU DKI Jakarta bahwa memang untuk hari ini, Kamis
04:0819 Maret 2026, Hilal saat matahari terbenam ini masih di bawah 2 derajat.
04:16Dan juga sudut elongasinya masih di sekitar 6 derajat begitu.
04:21Nah kalau kita melihat dari kriteria Mabim bahwa tadi data yang saya sebutkan atau hisap yang disebutkan ini belum memenuhi
04:27kriteria Mabim sehingga memang kalau dilihat dari hisap saja,
04:31satu syawal belum bisa ditetapkan esok.
04:35Melainkan harus dibulatkan menjadi 30 hari Ramadannya sehingga kemungkinan ada di tanggal 21 Maret 2026.
04:43Tapi ini memang belum keputusan resmi, belum keputusan bulat itu baru data hisap saja.
04:47Dan nantinya akan ada pemantauan Hilal atau Rukyatul Hilal yang dilakukan oleh kader falakiyah di Masjid Raya Kiai Haji Hashimasyari.
04:56Yang nantinya juga jika ada yang melihat Hilal makanya nanti akan disumpah, kemudian nanti akan disampaikan ke Kementerian Agama,
05:02lalu nanti akan dibahas dalam musyawarah, dalam sidang isbat secara tertutup.
05:06Lebih lengkap saya akan bertanya langsung kepada Ketua Lembaga Falakiyah PWNU DKI Jakarta, Bapak Abdul Holik Saleh.
05:14Bapak, izin saya bertanya terkait dengan pantauan Hilal di Masjid Kiai Haji Hashimasyari.
05:20Betul berarti tadi ya, masih di bawah dua derajat atau seperti apa penjelasannya?
05:24Iya, Rukyatul Hilal yang diselenggarakan oleh Lembaga Falakiyah PWNU Provinsi DKI Jakarta,
05:30kita detik-detik nanti menjelang huruf di jam 18.05 sampai jam 18.15 menit.
05:40Terlihat atau tidak terlihatnya Hilal ditunjang oleh dua faktor.
05:45Pertama, kondisi alam, bersahabat atau tidak, mendung atau tidak.
05:50Yang kedua, didukung oleh data hisap yang ada.
05:54Data hisap yang kami miliki di Lembaga Falakiyah pada kesempatan sore ini,
05:58itu ada di kisaran dua derajat.
06:02Satu derajat lebih, dua derajat kurang.
06:04Sedangkan ketentuan Mabim, kesepakatan pemerintah dengan kementerian di lima negara,
06:11Malaysia, Brunei, Indonesia, Singapura itu,
06:14menetapkan batas minimal Imkanur Rukyat itu ketinggian tiga derajat.
06:19Kalau di bawah tiga derajat itu sangat susah untuk bisa terlihat,
06:24bahkan masuk dalam kategori Bustahilur Rukyat.
06:27Nah, kondisi sekarang ini, data hisap kami dua derajat.
06:32Artinya masih jauh di bawah ketentuan.
06:37Elongasinya juga baru sampai enam derajat.
06:40Ketentuannya itu enam koma empat, elongasinya.
06:43Jadi dari sudut elongasi masih belum memenuhi kriteria,
06:48kemudian dari ketinggian hilalnya juga belum memenuhi kriteria,
06:53sehingga kami kesempatan sore ini agak kesulitan untuk bisa melihat hilal.
07:00Namun demikian, amanat pesan Rasulullah,
07:05Kami tetap melakukan ikhtiar observasi bulan atau Rukyatul Hilal
07:12dari jam 8.05 sampai jam 8.15.
07:22Kalau di jam-jam itu hilal terlihat,
07:26kalau terlihat, maka Idul Fitri akan jatuh pada hari Jumat, tanggal 20 Maret.
07:33Tapi kalau hilal tidak nampak, tidak terlihat,
07:36Kata Rasulullah, sempurnakan bilangan Ramadannya menjadi 30 hari.
07:43Berarti lebarannya hari Sabtu.
07:46Rukyatul Hilal hari ini, alhamdulillah,
07:48kami bangga bersyukur dihadiri Ketua DMI DKI Jakarta,
07:53Ketua Kepala Kemenang Jakarta Barat,
07:56kemudian dari Polres Jakarta Barat.
07:58Artinya, semua komponen masyarakat menjadi saksi.
08:01Hari ini melihat atau tidak Rukyatul Hilal.
08:05Nah, ini kan juga ada nanti yang akan memantau Rukyatul Hilal begitu ya.
08:10Itu ada berapa orang nantinya di jam 18.05 sampai 18.15 ya Pak?
08:17Kalau untuk tenaga perukyat hari ini,
08:21memang sedikit, cuma ada 12 orang.
08:24Karena bagi-bagi tugas,
08:26ada kader-kader kami yang ditempatkan di PBNU,
08:29ada kader-kader kami yang ditempatkan di Kemenang Pusat untuk Sidang Isbat.
08:34Nah, yang di sini ada 12 orang.
08:3612 orang itu pertama memegang teleskop robotik,
08:42yang kedua memegang teodolit,
08:44kemudian ada yang menggunakan alat manual Rubu Mujaya,
08:47Ustaz Seiful.
08:50Teleskop robotik sendiri sebenarnya tidak usah dipegang,
08:53tidak usah diintip juga tidak masalah.
08:55Karena dari teleskop robotik itu sudah tersambung dengan kamera.
09:00Artinya, ketika Hilal itu nampak atau terlihat,
09:04itu tidak usah dilihat dengan mata,
09:06tidak usah diintip,
09:07cukup lihat di layar monitor.
09:09Kelihatan Hilalnya,
09:11sudah ada atau belum.
09:12Itu yang disebut dengan citra Hilal,
09:15dan itu yang diminta sama Kemenang Pusat,
09:17ketika kami bisa melihat Hilal.
09:19Buktinya mana?
09:20Citra Hilalnya mana?
09:21Baik, nanti kita akan pantau bersama.
09:24Terima kasih Bapak atas waktunya untuk Kompas TV.
09:26Terima kasih banyak.
09:27Nah, nanti Cynthia,
09:29maksud kami nanti kita akan pantau
09:32bagaimana kemudian hasil Rukyatul Hilal
09:35di Masjid Raya Kiai Haji Hashim Ashari
09:38untuk kemudian menyampaikan
09:40apakah ada yang melihat Hilal atau tidak,
09:43begitu untuk kemudian nantinya juga disampaikan
09:45ke Kementerian Agama,
09:47lalu nanti akan disidangkan atau dimusyawarahkan
09:49secara tertutup dalam sidang isbat.
09:52Demikian, kembali ke studio.
Komentar

Dianjurkan