00:00Bapak membaca kritikan-kritikan yang dilontarkan baik oleh pengamat yang Bapak sebut tidak patriotik seperti tadi pertanyaan Mbak Eno
00:07atau dari orang-orang yang memang selama ini kritis terhadap pemerintah itu semuanya bermuara pada keinginan untuk rezim change, Pak
00:14Presiden?
00:17Tidak semuanya, saya tidak pernah katakan semuanya, tapi ada, oh jelas ada.
00:24Bagaimana Bapak membedakan itu Pak? Mana yang menurut Bapak memang ini sudah keluar jalurnya, sudah saya ingat istilah Bapak makar
00:32waktu dulu bulan Agustus ada demo
00:35dan mana yang memang, ya ini sesuatu yang wajar.
00:38Jelas waktu Agustus ya jelas makar, dia mau bakar gedung DPR, kantor gubernur, institusi pemerintahan mau dibakar,
00:49dia semakar, bikin kerusuhan, bawa bom Molotov, ya kan?
00:56Tidak ada LSM yang ribut soal bom Molotov?
01:01Banyak yang menyampaikan?
01:03Jujur lah, ya come on, sudah lah, buka rukam jejaknya, rukam di jisurnya.
01:09Untuk dalam satunya kita cukupkan dulu ya.
01:12Tidak, tidak, tidak, biar aja, biar aja, ayo silahkan.
01:15Tidak ada Bapak Presiden biar, biar hidup.
01:17Oh iya, tidak apa-apa, ini kesempatan bagi saya jawab.
01:20Betul Pak, terima kasih kesempatan.
01:21Ada yang ribut tidak soal bom Molotov?
01:23Banyak Pak yang ribut.
01:24Aduh, come on, you tidak objektif.
01:26Banyak yang ribut.
01:27Tidak ada.
01:28Ada yang ribut tidak gedung DPR mau dibakar?
01:30Banyak Pak, pemerintahan media juga banyak soal itu.
01:32Tidak ada itu.
01:33Pemerintahan media banyak soal itu, banyak-banyak yang mengecapkan.
01:35Biar saya hormati itu, silahkan.
01:37Tapi begitu bakar-bakar, itu kriminal.
01:43Iya, tapi kenyataannya Pak, rapusan yang ditangkap kemarin itu kebanyakan justru mahasiswa.
01:52Ada satu penelitian yang menyebut terbesar sejak zaman reformasi penangkapan yang terjadi pada mahasiswa dan aktivis Pak.
02:00Tetapi provokatornya atau siapapun yang bertanggung jawab, aktor yang menyuruh dan sebagainya,
02:06itu tidak pernah terungkap alih-alih dibawa ke pengadilan, Pak Presiden.
02:11Ya, itu tantangan kita. Kita harus cari.
02:13Saya baru menjabat berapa tahun?
02:16Satu setengah tahun.
02:17Satu setengah tahun.
02:17Masih ada waktu untuk saya membuktikan?
02:20Kami tunggu pembuktian itu, Pak Presiden.
02:22Kami tunggu pembuktian itu.
02:25Jumlah koruptor yang saya tangkap, berapa?
02:28Come on.
02:30Percaya, saya sumpah untuk membela rakyat saya.
02:34Saya pertaruhkan jiwa saya berkali-kali.
02:37Saya tidak rela.
02:38Saya tinggalkan negara ini nanti pada saat saya dipanggil Tuhan.
02:42Saya tidak rela.
02:43Ini jatuh ke tangan maling-maling bandit-bandit.
02:47Saya tidak rela.
02:51Sudah, Pak Danai cukup dulu.
02:53Sebetulnya masih ingin panjang, cuma masih ingin panjang.
02:57Masih ada Bang Bosman Mardigu yang belum kebagiannya.
03:01Saya mau menjawab itu dengan sangat gamblang.
03:03Oh, sangat gamblang. Saya senang.
03:04Apa saja.
03:05Kalau boleh, saya ingin menerima satu pertanyaan terkait tadi komunikasi.
03:10Tapi, saya kira Pak Mardigu belum ada.
03:12Pak Mardigu dulu ya.
03:13Pak Mardigu sudah nahan.
03:14Siap.
03:15Gak nahan dari tadi.
03:16Soalnya ini orang baru.
03:18Sabar, Pak.
03:20Kayaknya tadi, Pak, mengumpulkan semua pertanyaan-pertanyaan mau dirangkum.
03:24Jadi, sebuah pertanyaan ya.
03:26Gak apa-apa. Silahkan.
03:28Debat itu bagus.
03:29Iya, kan?
03:30Terima kasih, Pak.
Komentar