Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk membela rakyat sekaligus membersihkan pemerintahan dari berbagai praktik penyimpangan.

Meski demikian, Prabowo menegaskan langkah pembersihan terus dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawabnya sebagai kepala negara.

"Ini pekerjaan saya. Saya dilantik untuk itu. Saya bersihkan," katanya.

Selain itu, ia juga menekankan komitmen pribadi dalam menjaga arah negara agar tidak jatuh ke pihak yang merugikan.

"Saya tidak rela ini jatuh ke tangan maling-maling bandit-bandit. Saya tidak rela," kata Presiden.

Menurutnya, tanggung jawab tersebut akan terus dipegang hingga akhir hayat.

Presiden Prabowo Subianto juga menilai tidak semua kritik bermuatan upaya pergantian rezim, namun ada sebagian yang mengarah ke sana.

Prabowo mencontohkan peristiwa demonstrasi pada Agustus yang dinilai telah melampaui batas.

"Jelas waktu Agustus ya jelas makar dia mau bakar apa gedung DPR. Kantor gubernur," kata Presiden menanggapi pertanyaan Najwa Shihab, Kamis (19/3/20206).

Ia menegaskan tindakan perusakan fasilitas negara tidak dapat dibenarkan.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Joshua

Baca Juga Ada Jakarta Bedug Kolosal Malam Ini, Berikut Titik Parkir di Sekitar Lokasi di https://www.kompas.tv/regional/658132/ada-jakarta-bedug-kolosal-malam-ini-berikut-titik-parkir-di-sekitar-lokasi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/658145/prabowo-tegaskan-komitmen-bersihkan-negara-saya-tidak-rela-ini-jatuh-ke-tangan-maling-bandit
Transkrip
00:00Bapak membaca kritikan-kritikan yang dilontarkan baik oleh pengamat yang Bapak sebut tidak patriotik seperti tadi pertanyaan Mbak Eno
00:07atau dari orang-orang yang memang selama ini kritis terhadap pemerintah itu semuanya bermuara pada keinginan untuk rezim change, Pak
00:14Presiden?
00:17Tidak semuanya, saya tidak pernah katakan semuanya, tapi ada, oh jelas ada.
00:24Bagaimana Bapak membedakan itu Pak? Mana yang menurut Bapak memang ini sudah keluar jalurnya, sudah saya ingat istilah Bapak makar
00:32waktu dulu bulan Agustus ada demo
00:35dan mana yang memang, ya ini sesuatu yang wajar.
00:38Jelas waktu Agustus ya jelas makar, dia mau bakar gedung DPR, kantor gubernur, institusi pemerintahan mau dibakar,
00:49dia semakar, bikin kerusuhan, bawa bom Molotov, ya kan?
00:56Tidak ada LSM yang ribut soal bom Molotov?
01:01Banyak yang menyampaikan?
01:03Jujur lah, ya come on, sudah lah, buka rukam jejaknya, rukam di jisurnya.
01:09Untuk dalam satunya kita cukupkan dulu ya.
01:12Tidak, tidak, tidak, biar aja, biar aja, ayo silahkan.
01:15Tidak ada Bapak Presiden biar, biar hidup.
01:17Oh iya, tidak apa-apa, ini kesempatan bagi saya jawab.
01:20Betul Pak, terima kasih kesempatan.
01:21Ada yang ribut tidak soal bom Molotov?
01:23Banyak Pak yang ribut.
01:24Aduh, come on, you tidak objektif.
01:26Banyak yang ribut.
01:27Tidak ada.
01:28Ada yang ribut tidak gedung DPR mau dibakar?
01:30Banyak Pak, pemerintahan media juga banyak soal itu.
01:32Tidak ada itu.
01:33Pemerintahan media banyak soal itu, banyak-banyak yang mengecapkan.
01:35Biar saya hormati itu, silahkan.
01:37Tapi begitu bakar-bakar, itu kriminal.
01:43Iya, tapi kenyataannya Pak, rapusan yang ditangkap kemarin itu kebanyakan justru mahasiswa.
01:52Ada satu penelitian yang menyebut terbesar sejak zaman reformasi penangkapan yang terjadi pada mahasiswa dan aktivis Pak.
02:00Tetapi provokatornya atau siapapun yang bertanggung jawab, aktor yang menyuruh dan sebagainya,
02:06itu tidak pernah terungkap alih-alih dibawa ke pengadilan, Pak Presiden.
02:11Ya, itu tantangan kita. Kita harus cari.
02:13Saya baru menjabat berapa tahun?
02:16Satu setengah tahun.
02:17Satu setengah tahun.
02:17Masih ada waktu untuk saya membuktikan?
02:20Kami tunggu pembuktian itu, Pak Presiden.
02:22Kami tunggu pembuktian itu.
02:25Jumlah koruptor yang saya tangkap, berapa?
02:28Come on.
02:30Percaya, saya sumpah untuk membela rakyat saya.
02:34Saya pertaruhkan jiwa saya berkali-kali.
02:37Saya tidak rela.
02:38Saya tinggalkan negara ini nanti pada saat saya dipanggil Tuhan.
02:42Saya tidak rela.
02:43Ini jatuh ke tangan maling-maling bandit-bandit.
02:47Saya tidak rela.
02:51Sudah, Pak Danai cukup dulu.
02:53Sebetulnya masih ingin panjang, cuma masih ingin panjang.
02:57Masih ada Bang Bosman Mardigu yang belum kebagiannya.
03:01Saya mau menjawab itu dengan sangat gamblang.
03:03Oh, sangat gamblang. Saya senang.
03:04Apa saja.
03:05Kalau boleh, saya ingin menerima satu pertanyaan terkait tadi komunikasi.
03:10Tapi, saya kira Pak Mardigu belum ada.
03:12Pak Mardigu dulu ya.
03:13Pak Mardigu sudah nahan.
03:14Siap.
03:15Gak nahan dari tadi.
03:16Soalnya ini orang baru.
03:18Sabar, Pak.
03:20Kayaknya tadi, Pak, mengumpulkan semua pertanyaan-pertanyaan mau dirangkum.
03:24Jadi, sebuah pertanyaan ya.
03:26Gak apa-apa. Silahkan.
03:28Debat itu bagus.
03:29Iya, kan?
03:30Terima kasih, Pak.
Komentar

Dianjurkan