Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama (Kemenag), Cecep Nurwendya menjelaskan posisi hilal dalam penentuan 1 Syawal 1447 Hijriyah, lebaran Idulfitri 2026.

Ia mengatakan posisi hilal di sebagian wilayah Provinsi Aceh telah memenuhi parameter tinggi hilal minimum 3 derajat, namun tidak memenuhi parameter elongasi minimun 6,4 derajat.

Oleh karena itu, Cecep mengatakan Har Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriyah diprediksi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

"Sehingga tanggal 1 Syawal 1447 Hijriyah secara hisab MABIMS jatuh bertepatan dengan Sabtu Pahing, 21 Maret 2026," ujar Cecep, Jakarta, Kamis (19/3/2026).

Baca Juga Penetapan Idulfitri 2026, 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026 | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/658094/penetapan-idulfitri-2026-1-syawal-1447-h-jatuh-pada-21-maret-2026-kompas-malam

#lebaran #sidangisbat #idulfitri #breakingnews

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Lintang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/658102/full-tim-hisab-kemenag-soal-posisi-hilal-penentu-idulfitri-prediksi-jatuh-sabtu-21-maret-2026
Transkrip
00:00Hai katas panggung.
00:48Baik kepada Ibu sebelum pelaksanaan sidang isbat yang akan digelar setelah salat maghrib,
00:53kita akan mendengarkan terlebih dahulu posisi hilal penentu 1 syawal 1447 Hijriah
01:00dan telah hadir bersama kita sejumlah narasumber yang telah kami sebutkan tadi.
01:06Dan sebelum para narasumber menyampaikan perspektif atau pokok-pokok pikiran,
01:11kita akan mendengarkan terlebih dahulu selama 15 menit posisi hilal penentu 1 syawal 1447 Hijriah
01:18yang akan dipaparkan oleh Bapak Haji Cecep Rewendai MSI.
01:22Anggota Tim Hisab Rukyad Kementerian Agama.
01:25Silakan.
01:37Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
01:42Alhamdulillahirrabilalamin.
01:43Wassalatu wassalamu ala ushabi ambiya mussalin.
01:47Sayyidina wa maulana Muhammadin.
01:50Wa ala alihi wa sahbihi ajmain.
01:54Yang terhormat Bapak Menteri Agama Republik Indonesia.
02:00Bapak Wakil Menteri Agama Republik Indonesia yang kami hormati.
02:05Bapak Ketua Komisi 8 DPR RI yang kami hormati.
02:11Yang mulia para duta besar dan perwakilan negara sahabat.
02:15Bapak Ketua Majlis Ulama yang kami muliakan.
02:20Bapak-Bapak dan Ibu Pejabat Kementerian Agama dan instansi terkait yang kami hormati.
02:29Para peserta sidang ITSBAT awal syawal 1447 Hijriah yang kami hormati.
02:36Mohon izinkan saya, Cecep Norwendaya, anggota tim Bishabat Kementerian Agama Republik Indonesia.
02:44Unsur dari Planetarium dan Osir Patrim Jakarta akan menyampaikan paparan tentang posisi hilal penentu awal syawal 1447 Hijriah.
02:58Bapak-Bapak dan Ibu sekalian yang kami hormati, data posisi hilal penentu awal bulan syawal 1447 Hijriah di wilayah hukum
03:14Negara Kesatuan Republik Indonesia.
03:18Hari ini adalah hari yang sangat menentukan.
03:22Pertama adalah hari hisab, hari istimah, hari rukyah sekaligus hari isbat penetapan tangga 1 syawal 1447 Hijriah.
03:40Bapak-Bapak dan Ibu sekalian, sebagaimana kita ketahui bahwa periode rata-rata pasir bulan 29,53055 hari.
03:55Hari ini adalah tangga 29.
03:57Tangganya menentukan apakah secara hisab dan secara rukyah besok sudah memenuhi kriteria awal bulan syawal ataukah kita harus mengistigmalkan, menggenapkan
04:14bulan Ramadan menjadi 30 hari.
04:16Baik, saya akan mencoba membahasnya dalam paparan yang pertama adalah kita coba melihat peta, bukan erongasi, kita ketinggian dulu.
04:33Pertama peta ketinggian hilal saat matahari terbenam Kamis 19 Maret 2026 Masehi, penentu awal bulan syawal 1447 Hijriah.
04:47Konjungsi terjadi pada hari ini, Kamis 19 Maret 2026, secara dunia pukul 01.23.23 Universal Time atau Green Watchman
05:00Time.
05:02Tinggi hilal adalah posisi bulan relatif terhadap horizon pengamat.
05:08Tinggi ini sangat mempengaruhi penampakan hilal, ketampakan hilal.
05:15Mengapa?
05:16Karena sangat dipengaruhi oleh cahaya safak atau cahaya senja.
05:23Kalau tingginya rendah, hilal pun sulit teramati.
05:27Semakin tinggi, semakin memungkinkan hilal telah mati.
05:32Karena pengaruh safak semakin jauh dari horizon, jauh dari upok, itu semakin melemah.
05:39Tinggi hilal di wilayah daratan dunia, kita lihat di sini.
05:48Antara minus 2,2 derajat di New Zealand, silinder baru.
05:54Kemudian sampai di Amerika, 12,2 derajat di daratan dunia.
06:01Karena kita membahasnya daratan dunia.
06:03Kemudian kita lihat di sini, nah dari sini kita bisa membayangkan, oh berarti sangat mungkin ada dua hari yang berbeda
06:13mengalami satu syawal di dunia ini.
06:16Mengapa?
06:17Karena tingginya yang di sini sangat rendah, di sini sangat tinggi.
06:21Itu baru ketinggian.
06:22Yang kedua adalah yang mempengaruhi bagaimana hilal tampak atau tidak adalah elongasi atau sudut elongasi.
06:38Elongasi adalah posisi bulan relatif terhadap matahari.
06:44Ini sangat penting.
06:45Bahkan secara astronomi ini lebih penting.
06:48Kenapa?
06:49Karena tidak terpengaruh oleh lintang pengamat.
06:53Nah, elongasi ini menyebabkan seberapa besar, seberapa tebal atau tipisnya hilal.
07:01Semakin jauh jarak matahari ke bulan, elongasi semakin besar, maka hilal semakin tebal.
07:08Dan kalau hilal semakin tebal, maka memungkinkan dapat terlihat atau diri.
07:15Elongasi geosentrik adalah kesepakatan yang dipergunakan di Indonesia bulan di wilayah dertan dunia antara 3,4 derajat di New Zealand
07:25sampai dengan 15,1 di Amerika.
07:29Nah, jadi semakin terbenam matahari terlambat, maka bulan pun bergerak di matahari menyebabkan elongasi semakin panjang atau semakin besar.
07:41Lalu baik kita lihat, betulkah hari ini terjadi konjungsi, terjadi konjungsi geosentrik yang dikenal sebagai ektima?
07:55Memang benar.
07:56Secara astronomis, hari ini tanggal 19 Maret 2026 Masehi bertepatan dengan tanggal 29 Ramadan 1447 Hijriah pada pukul 08.23
08:08.23 waktu Indonesia Barat
08:10Atau 08.23.23 waktu Indonesia Tengah atau 10.23.23 waktu Indonesia Timur, bulan dan matahari memiliki value, memiliki
08:23harga buljur ekliptika yang sama.
08:27Inilah konsep konjungsi.
08:29Namun ternyata, bulan berada di sebelah utara matahari sebesar 1 derajat 45-17 detik atau sekitar 1,75 derajat di
08:41utara matahari.
08:43Menyebabkan menjelang syawal ini tidak ditandai oleh gerhana matahari.
08:50Kenapa?
08:51Karena memang ada lintangnya, lintang ekliptika.
08:55Baik, saya coba menunjukkan bagaimana dengan di Jakarta, posisi di Jakarta saat ini.
09:07Pada saat matahari terbit di Jakarta, pukul 05.5.701 ada yang mengatakan hilal belum lahir.
09:16Kenapa?
09:17Karena istima belum terjadi.
09:19Istima akan terjadi pada pukul 08.23.23 WIB.
09:23Ada yang mengatakan umur hilalnya 0 jam.
09:27Hilal adalah anak bulan.
09:30Istima adalah menyatunya bulan dan matahari tampak dari bumi.
09:35Jamaah menyebabkan terbentuknya hilal.
09:38Lalu pada saat matahari terbenam di Jakarta, pukul 18.03.58, tinggi hilalnya 1,95 derajat.
09:51Masih cukup rendah.
09:55Umur hilalnya 9 jam 40 menit 35 detik.
10:01Ini hanya dua dimensi, hanya tinggi saja.
10:04Tidak membahas, tidak menggambarkan elongasinya.
10:08Tapi dengan tingginya 1,95, dipastikan elongasinya juga tidak besar harganya.
10:25Kita coba bandingkan posisi di Jakarta.
10:3018 Maret kemarin, 28 Romobon.
10:34Saat terbenamnya matahari, bulan sudah terbenam terlebih dahulu.
10:38Sehingga tinggi bulannya negatif, minus 9,07.
10:44Dan kalau pun kita melihat ada yang memotret.
10:48Nah kita lihat, bentuknya pun sabit tua dan telungkup.
10:52Ini tidak boleh hilal, telungkup tidak boleh.
10:55Kenapa kalau telungkup berarti matahari ada di atas?
10:59Nah ini kita lihat kemarin.
11:01Lalu hari ini istima minus satu hari wajar negatif karena sehari sebelum istima.
11:08Hari ini yang menentukan 19 Maret, 29 Romobon, 1447 Hijriah.
11:14Istima terjadi 082323.
11:18Tinggi bulan di Jakarta 1,95 derajat.
11:23Jadi secara astronomis masih di bawah 3 derajat masih remah.
11:27Bentuknya sabit muda miring ke utara.
11:32Mengapa?
11:32Karena tanduk dari bulan itu sendiri, sabitnya itu miring ke utara.
11:37Karena bulan letaknya berada di utara matahari.
11:41Dengan traksi illuminasi 0,20 persen.
11:45Lemah.
11:46Kenapa?
11:48Karena mata awam yang umum dapat melihat hilal itu dengan 1 derajat 1 persen.
11:54Ini jauh.
11:55Lemah sekali.
11:56Kemudian besok, tanggal 20 Maret, kita lihat tinggi bulannya besok sudah 12,52 derajat besar sekali.
12:11Kemudian traksi illuminasinya 2,47.
12:15Besok itu mata orang awam pun mudah melihat bulan.
12:19Saratnya kalau cuaca cerah tidak ada awam.
12:22Nah, kita lihat di sini.
12:24Sengaja ini 29, di sini tidak dituliskan.
12:30Kita menghargai dan menunggu sidang isbat penetapannya dulu.
12:34Baru ditulis apakah ini tanggal 30 Ramadan atau tanggal 1 sahawal.
12:40Baik.
12:42Kita terus.
12:52Ini ilustrasi kriteria Mabims.
12:55Ini ada horizon ufu.
12:58Ketinggian 3 derajat itu setara dengan 6 kali ribat piringan matahari.
13:02Kalau mewetaj me.
13:03Kemudian elongasi jarak bulan matahari 6,4 derajat.
13:09Nah, hati-hati dengan 6,4 derajat.
13:12Karena ada yang menganggap kalau 6 derajat 6 menit itu 6,6 katanya.
13:17Salah.
13:186,6 derajat 6 menit adalah 6,1 derajat.
13:25Karena 6,6 per 60 derajat.
13:29Nanti akan kita lihat.
13:31Ini elongasi tinggi toposentrik minimum 3 derajat.
13:36Dan elongasi geosentrik minimum 6,4 derajat.
13:41Pakai dan.
13:42Dan itu harus memenuhi kedua-duanya.
13:45Mengapa harus memenuhi?
13:47Tadi sudah dijelaskan bahwa ketinggian ini dipengaruhi oleh cahaya sapak.
13:52Semakin rendah maka cahaya senja akan mengaburkan, mengalahkan cahaya hilal yang lemah.
13:59Semakin tinggi, pengaruhnya semakin kecil.
14:02Kemudian elongasi menyebabkan tebal dan tipisnya hilal.
14:08Kalau hilal itu sudah di atas 6,4 derajat.
14:12Memungkinkan hilal itu memasuki kriteria visibilitasnya.
14:19Kemudian kedua parameter ini markasnya untuk wilayah Indonesia.
14:26Tempat dimanapun di wilayah NKRI yang memiliki kedua parameter tersebut.
14:30Posi hilal adalah bagian pusat piringan bulan, center of the moon.
14:34Kesepakatan Labuan Bajo 2018.
14:37Ini pure astronomy.
14:39Astronomy menghitungnya dari titik.
14:41Tidak atas, tidak bawah.
14:42Nah, kita lihat.
14:46Peta visibilitas hilal, akhir Ramadan menjelang syawal.
14:531447 jiria, kriteria baru Mabim.
14:56Kamis, Kliwon, 19 Maret 2026.
15:00Pada saat matanya terbenam di masing-masing tempat di seluruh dunia.
15:06Kita lihat kurva yang landai ini adalah kurva ketinggian 3 derajat.
15:13Jadi pada saat matanya terbenam di setiap titik-titik ini, tinggi hilalnya 3 derajat.
15:19Di sini lebih besar dari 3, di sini lebih kecil.
15:23Yang kedua, kurva yang tegak ini adalah elongasi.
15:27Jadi di sini 6,4 derajat, 6,4 terus.
15:33Karena kriteria tadi menggunakan kata dan,
15:37maka kita melihat petanya sebagai irisan yang munik keduanya.
15:41Maka daerah yang berwarna hijau merupakan wilayah yang sudah munik kriteria baru Mabims.
15:49Sementara yang berwarna magenta tidak memenuhi.
15:54Termasuk Indonesia.
15:55Bahkan di semua Mabims, kita lihat di sini.
16:00Mulai di sini, India ke sana masuk.
16:05Jadi India ke barat sudah masuk kriteria Mabim.
16:08Hanya mereka tidak menggunakan kriteria Mabim.
16:12Karena kriteria Mabim digunakan di wilayah Menteri Agama, Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
16:22Kesepakatan pemerintah G2G.
16:25Nah, seingat tanggal satu sawal, secara hisap jatuh pada hari Sabtu Pahing 21 Maret 2026 Masehi.
16:36Nah, lalu bagaimana dengan Indonesia?
16:39Ini yang menarik.
16:42Selintas, agak kaget juga.
16:45Mengapa?
16:46Karena peta ketinggian hilal saat matahari terbenam di wilayah Indonesia,
16:53yang paling timur itu di Merauke.
16:56Tingginya 0 derajat, 54 menit, 27 detik busur.
17:01Lebih sederhana kalau saya katakan tingginya 0,91 derajat, desimal.
17:08Lebih mudah.
17:09Sampai yang berwarna hijau, 3 derajat, 7 menit, 52 detik.
17:17Atau didesimalkan 3,13 derajat.
17:21Dilihat dari kurvanya ada yang merah, dari warna petanya ada yang merah, ada yang hijau.
17:30Sebagian wilayah Provinsi Aceh di NKRI sudah memenuhi parameter tinggi hilal minimal 3 derajat pada kriteria MAPIMS.
17:40Jadi sudah ada, nanti akan saya jelaskan dari mana saja.
17:44Ini kalau dilihat dari hanya parameter ketinggian.
17:49Lalu bagaimana dengan elongasinya?
17:54Dan ini tidak bisa dikatakan atau, ini harus dan.
17:59Karena saling mempengaruhi.
18:02Yang satu karena pengaruh safak, cahaya senja, kedua tebal tipisnya hilal.
18:08Elongasi di paling utara itu diwaris, waris itu kabupaten di daerah Kirom.
18:14Kirom itu Papua.
18:164 derajat, 32 menit, 40 detik, 4,54 derajat sampai 6 derajat, 6 menit, 11 detik, 6,10 derajat itu
18:26di Banda Aceh.
18:29Kalau tadi Sabang, sekarang Banda Aceh dekat kok, berdekat.
18:34Nah yang unik di sini Pak, tolong hati-hati.
18:37Banyak orang yang menganggap bahwa 6 derajat, 6 menit, Pak sudah masuk kriteria.
18:42Kenapa? Katanya kan 6,4.
18:44Betul 6,4.
18:46Tapi kalau didesimalkan berarti hanya 6,1.
18:51Belum memenuhi kriteria.
18:53Jadi, menurut parameter elongasi minimum 6,4 derajat, seluruh wilayah Indonesia belum memenuhi kriteria elongasi minimum 6,4 derajat.
19:08Lalu bagaimana kalau digabungkan?
19:10Karena kriteria Mabim itu merupakan perpaduan antara keduanya.
19:15Kita lihat.
19:17Gambarnya jelas.
19:19Magenta semua.
19:20Merah semua.
19:21Kalau tadi, kurpa tadi digabungkan di seluruh wilayah negara kesatuan Republik Indonesia,
19:29tidak memenuhi kriteria awal bulan kamar ya Mabim, warnanya Magenta.
19:33Sehingga tanggal 1 Syawah 14, 47 Hijriah jatuh pada hari Sabtu Pahing 21 Maret 2026.
19:42Ini hisab.
19:44Hisab itu informatif.
19:47Nanti kita akan mendengarkan hasil dari ruyah.
19:52Ruyah itu konfirmasi.
19:54Ruyah itu verifikasinya.
19:56Karena kita tahu bahwa di Indonesia lazimnya penetapan awal bulan Ramadan, sawah dan juhijah ditetapkan berdasar metode ruyah dan hisab.
20:08Jadi hisabnya sudah ada, ruyahnya kita tunggu.
20:12Baik, kita lihat.
20:17Nah, sekarang kita coba melihat posisi kilau.
20:22Ya, ilustrasi di upok barat.
20:25Ini upok barat.
20:27Ini matahari terbenam.
20:29Jadi definisi matahari terbenam itu, piringan atas matahari itu bersinggungan dengan ufok.
20:36Seluruh ibu kota provinsi di negara kesatuan Republik Indonesia dan Sabang.
20:42Sabang itu paling barat, walaupun bukan ibu kota provinsi.
20:45Kemudian dipetakan.
20:47Di manakah letak posisinya?
20:49Ternyata yang menarik, semuanya berada di bawah kriteria Mabem.
20:56Ada yang di atas tiga derajat di sini sedikit, tapi di bawah 6,4.
21:01Ini tiga derajat, kemudian ini lengkungan 6,4 semuanya di bawah.
21:08Kesimpulannya, di seluruh ibu kota provinsi di NKRI dan Sabang,
21:13tidak memenuhi kriteria Mabem awal bulan Syawa 1447 Hijriah.
21:20Kalau datanya dipetakan.
21:23Lalu kita lihat.
21:27Nah, ini yang menarik.
21:30Setiap tahun Kementerian Agama memfasilitasi.
21:33Mengumpulkan para ahli hisab dan ruyat di Indonesia
21:38dengan berbagai sistem.
21:41Di sini ada 27 sistem
21:44dalam acara sinkronisasi data hisab Kaliner Hijriah Indonesia.
21:50Ini karena resmi kita.
21:51Nah, ternyata yang menarik adalah dari 27 ini semua bervariasi.
22:00Apanya yang bervariasi?
22:02Harinya sama, tanggalnya sama, jam terjadinya, istimewa ada sedikit berbeda.
22:09Tapi sekitar 0823 ada 23, 23, 23, 29.
22:13Dan perbedaannya kecil.
22:16Karena hisab juga tetap harus ada yang namanya koreksi bedasan empirik.
22:23Empirik itu juga terkadang tergantung dari rumus apa yang dipakai.
22:28Nah, yang menarik di sini adalah
22:31Ternyata pak kok ada yang mengatakan
22:35Tidak ada yang 3 derajat.
22:36Siapa bila?
22:37Equity time 3 derajat lebih.
22:40Hisab astro persis 3 derajat lebih.
22:42Yang lain 3 derajat.
22:44Apa namanya?
22:44Munkak 3 derajat.
22:462 derajat, 2 derajat.
22:47Antara 2, 3.
22:48Jadi sekitar itu.
22:50Yang menarik, pak kok ada yang 5 derajat?
22:53Ya, betul.
22:54Ini adalah tahhisab tahribi.
22:57Hisab perkiraan.
22:58Yang menariknya apa?
23:00Bahwa hisab tahribi itu kebanyakan menghitung
23:03irtifat tinggi hilal itu sederhana.
23:07Maghrib jam berapa?
23:08Dikurangi isimah jam berapa?
23:10Dibagi 2 dalam derajat.
23:13Jadi kalau maghribnya jam 18,
23:15kemudian isimahnya jam 3,
23:1818 dikurangi 3, 15,
23:2015 dibagi 2,
23:2418 dikurangi 8 misalnya, 7.
23:28Kita lihat di sini jam 8,
23:3118 ya.
23:32Kalau maghribnya jam 18.
23:3418 kurangi 8 kan 10 jam.
23:3710 dibagi 2 menjadi 5 derajat.
23:40Tidak heran ini 5 derajat.
23:42Ada yang 5 derajat,
23:441, 2, 3, ada 4.
23:45Tapi yang menarik adalah ternyata hisab tahribi ini
23:50kebanyakan tidak memiliki fasilitas menghitung elongasi.
23:55Jadi hanya menghitung irtifat.
23:56Makanya kosong.
23:57Padahal syarat mutlak dua-duanya harus ada.
24:01Makanya setelah berumbuk dalam sinkronisasi ini,
24:04keputusan sinkronisasi awal bulan syawal 1447 Hijriah
24:09jatuh pada hari Sabtu Pahing tanggal 21 Maret 2026 Masih.
24:16Ini sudah ditentukan dua tahun yang lalu Pak.
24:20Tahun 2 Juli 2024 di Hotel Grand Mercure Solo Baru, Surakarta.
24:25Jadi kalau tahun ini berhitung untuk dua tahun ke depan.
24:30Tahun depannya akan meng-evaluasi kembali khusus Ramadan,
24:35sawal dan juhijah menghitung dua tahun ke depan lagi.
24:38Jadi secara berkala.
24:40Nah jadi ini yang dipakai sebagai landasan
24:44untuk pembuatan kalender Hijriah Indonesia.
24:49Termasuk SKB juga.
24:52Baik kita teruskan.
24:55Simulasi fosilal menjelang awal syawal.
24:58Sengaja saya katakan menjelang awal.
25:01Karena belum tentu besok itu tanggal satu.
25:03Makanya dikatakan menjelang.
25:05Tergantung apakah memiliki kriteria atau tidak.
25:08Di Jakarta, kita lihat.
25:11Saat terbenamnya matahari, bulan.
25:13Wah kebetulan ini daerahnya ada pohon.
25:17Tingginya hanya 1,95, pohonnya 5 derajat gitu ya.
25:21Berarti hilalnya di belakang pohon.
25:23Nah disini beda asimutnya.
25:26Kemudian yang penting ada elongasinya 5,71 derajat.
25:30Yang menarik adalah bulan terbenam itu 10 menit 2-3 detik setelah matahari.
25:36Ini yang dikatakan lain.
25:37Jadi merujat itu di Jakarta,
25:39cukuplah 10 menit 24 detik setelah maghrib.
25:43Setelah itu selesai sudah dengan maghrib.
25:45Kenapa?
25:46Bulannya sudah terbenam.
25:47Kenapa cepat?
25:49Karena tingginya hanya 1,95 derajat.
25:53Nah di Jakarta, ini simulasi Pak.
25:57Bukan asli.
25:58Tipis sekali.
26:00Hanya 0,20 persen.
26:020,20 persen.
26:04Karena simulasi ini kelihatan.
26:06Kenapa kelihatan?
26:07Karena saya berikan tanda panah.
26:09Kalau tidak tanda panah, belum tentu kelihatan jelas.
26:12Berbeda dengan di luar ini hanya posisional saja.
26:16Sangat tipis.
26:18Nah ini ilustrasi sedikit di Jakarta.
26:23Istimanya pukul 08.23.23.
26:27Matahari terbenam 18.03.58.
26:31Pak maghrib kok 18.06.
26:33Iya.
26:34Kan harus pakai ihtiat 2 menit.
26:36Itulah aturan bagaimana menghitung awal waktu sholat.
26:40Tinggi marinya 157.
26:43Elongasinya bulan terbenam 10 menit 24 detik setelah matahari terbenam.
26:48Kelihatan.
26:49Perlu iatnya agak sedih juga.
26:53Kok tidak kelihatan?
26:54Ya hilang.
26:55Memang rendah masalahnya Pak.
26:57Ini ilustrasi saja.
26:59Nah tadi saya sudah menjelaskan.
27:02Sebagian dari wilayah Aceh.
27:04Itu sudah munis salah satu parameter dari kriteria MAPIMS.
27:11Data hilang matahari pada saat matahari terbenam.
27:15Nah kita lihat.
27:16Ada 11 daerah dari 23 kebuatan kota di Provinsi Aceh.
27:22Yang sudah mencapai parameter tinggi hilang minimal 3 derajat.
27:26Ada angka 3.
27:27Tipis 3.
27:283 derajat ber-3,1, 3,002.
27:32Sekitar 3.
27:34Namun belum mencapai elongasi 6,4 derajat.
27:39Kita lihat elongasinya.
27:40Semuanya 6 derajat paling tinggi itu 6 derajat 6 menit.
27:44Berarti kalau 6 derajat 6 menit itu 6,1.
27:48Ada orang yang salah baca.
27:50Pak Joseph itu sudah 6,6 loh.
27:53Itu sudah masuk kriteria.
27:54Salah itu.
27:556 derajat 6 menit itu artinya 6 derajat.
27:596 per 60.
28:00Karena 1 derajat itu kan 60 menit.
28:03Waktu menit busur.
28:04Jadi sama dengan 6,1 derajat.
28:07Masih di bawah kriteria MK Nuria.
28:11Banda Aceh, Sabang Calang Janto, Sigli Merode.
28:44Dan itu mengkonfirmasi hasil temuan ilmiah yang disodorkan oleh para saintis.
28:52Ahli astronomi dengan hitung-hitungan hisapnya yang tadi juga dipaparkan oleh Pak Cecep.
28:59Yang memungkinkan itu kan posisi di barat.
29:02Jadi lebih panjang.
29:04Saat bulan di atas hukuk setelah matanya terbenam.
29:07Sampai bulan terbenam itu 15 menit 40 detik.
29:12Itu kalau cerah.
29:14Baik umur hilangnya disitu.
29:17Nah ini hilangnya sedikit lebih tebal.
29:20Tapi teman saya bilang Pak walaupun tebal lebih tebal sedikit ya beda tipis lah.
29:26Kalau di Jakarta 0,20 persen.
29:30Di Banda Aceh 0,22 persen.
29:33Itu sangat sulit sekali.
29:35Ya sangat sulit sekali.
29:36Umurnya juga berbeda.
29:39Eh maaf.
29:42Kenapa?
29:43Loncat.
29:45Nah saya ingin menunjukkan disini.
29:49Nah ini di sambang Pak.
29:52Memang sih kadang-kadang kalau kita lihat.
29:56Kok besar ya Pak?
29:58Sebenarnya ini setengah derajat Pak.
30:00Ini juga setengah derajat.
30:02Bulan dan matahari itu diameter sudutnya hanya setengah derajat.
30:06Nah kalau beda asibutnya 3,88 derajat.
30:11Berarti sama dengan 7,5 kali lebar piringan matahari.
30:15Kayak biji tas B sebanyak 7,5.
30:17Ke atas 3 derajat sama dengan biji tas B bulan sebanyak 6 bulan ke atas.
30:24Ini hanya ilustrasi saja.
30:27Kemudian bulan terbenam 15 menit.
30:30Lalu saya ingin menunjukkan sedikit Pak.
30:33Selain Mabim.
30:36Ada juga yang bisa menjelaskan lebih seluruhnya.
30:42Lebih detail.
30:44Sama saja posibilitas.
30:46Sokat Muhammad Odeh dengan hilal kriteria Odeh.
30:50Tanggal 19 Maret 2026 saat matahari terbenam di masing-masing tempat.
30:57Membagi-bagi wilayah di dunia daerah-daerah dengan warna.
31:01Red.
31:02Impossible.
31:03Yang menunjukkan bahwa bulannya di bawah ufuk.
31:08Lalu ada yang no color.
31:10Not possible.
31:12Termasuk sampai dengan daerah.
31:14Kalau Arab sudah masuk ya.
31:15India.
31:16Di sini.
31:17Afrika.
31:17Ini sama.
31:19Not possible.
31:20Hilal tidak akan terahmati.
31:23Menurut Sokat Muhammad Odeh.
31:26Dia ahli falak.
31:28Kelahiran orang Filistin.
31:31Kemudian lahir di Kuwait.
31:32Dan sekarang dia di Abu Dhabi.
31:34Uni Emirat Arab.
31:35Dia adalah director of astronomy tentang masalah hilal.
31:38Baik izin Pak Cecep barangkali bisa dipersingkat sedikit.
31:42Satu menit lagi?
31:43Iya silahkan.
31:43Nah ini baru.
31:44Kalau yang blue.
31:46Red need optical aid.
31:48Jadi kalau di Saudi Arabia hari ini itu memungkinkan dilihat dengan teleskopah.
31:52Warna yang biru menurut Odeh.
31:54Kesini ikut bisin banyak eyes.
31:56Apalagi kesana itu memudahkan.
31:58Dan karena satu menit.
32:01Nah kita sekarang menantikan 117 titik lokasi Ruyatul Hilal di seluruh wilayah Indonesia.
32:08Yang paling banyak adalah Jawa Timur Pak.
32:1128 titik lokasi.
32:13Sementara Aceh.
32:15Di sana 6 titik.
32:176 titik.
32:18Dan saya mungkin akan membacakan sekitar setengah menit.
32:27Kesimpulan.
32:31Berdasar kriteria Mabim.
32:333 dan 6,4.
32:35Jadi tingginya 3 derajat.
32:38Dan elongasi 6,4 derajat.
32:40Pada tanggal 29 Ramadan 1447 Hijriah.
32:4419 Masuk 2020 Masehi.
32:47Posisi hilal di sebagian wilayah provinsi Aceh.
32:50Telah memenuhi parameter tinggi hilal.
32:53Minimum 3 derajat.
32:55Pada kriteria Mabim.
32:56Namun tidak menunjukkan parameter elongasi minimum 6,4 derajat.
33:02Sehingga tanggal 1 Syawah 1447 Hijriah.
33:07Secara hisap Mabim jatuh bertepatan dengan hari Sabtu Pahing tanggal 21 Maret 2026 Masehi.
33:16Tingginya masuk tapi elemasinya tidak.
33:18Padahal Mabim menyaratkan dua-duanya harus menuhi.
33:22Itu syaratnya wajib dua-duanya.
33:24Tidak pakai atau.
33:25Dan.
33:26Kemudian kelaziman penentuan wabun rumah bangsa dan juhijah di Indonesia menggunakan metode ruhyah dan hisap.
33:34Hisap sifatnya informatif.
33:36Dan kedudukan ruhyah sebagai konfirmasi atau verifikasi dari hisap.
33:41Pada hari Ruyat tanggal 19 Maret 2026 Masehi.
33:48Tinggi hilal di seluruh wilayah NKRI.
33:51Antara.
33:51Nah lebih mudah ini Pak.
33:530,91 derajat.
33:56Sampai dengan 3,13 derajat.
33:59Dan elongasi antara 4,54 derajat.
34:04Sampai dengan 6,10.
34:06Lebih mudah ya.
34:08Karena elongasi kan minimanya 6,40 ya.
34:116,4 itu 6,40 sama.
34:14Di seluruh wilayah NKRI tidak memenuhi kriteria visibilitas hilal.
34:19Atau NKAN Ruyat Mabims.
34:21Oleh karenanya hilal menjelang awal syawal 1447 Hijriah.
34:27Pada hari Ruyat ini.
34:30Sekaligus pada hari Isbat ini.
34:32Secara teoritis diprediksi tidak mungkin dapat dirunya.
34:39Karena posisinya berada di bawah kriteria visibilitas hilal pada saat matahari terbenar.
34:45Baik demikian yang dapat saya sampaikan.
34:48Mohon maaf atas segala kekurangan.
34:50Bilahi topik balid daya.
34:52Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
34:54Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
34:56Boleh tepuk tangan Bapak dan Ibu untuk paparan posisi hilal penentu satu syawal 1447 Hijriah.
35:03Selanjutnya kita akan mendengarkan bersama perspektif atau pokok pikiran yang akan disampaikan oleh Ketua Majelis Ulam Indonesia.
35:10Bapak Kiai Haji Abdullah Jaidi dengan hormati silakan.
35:15Terima kasih.
35:15Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan