Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 jam yang lalu
MALANG, KOMPAS.TV - Tepat jam enam pagi salat idul fitri di dalam Stadion Gajayana ini dimulai. Salat idul fitri ini diikuti oleh ribuan masyarakat muhammadiyah yang berada di sekitar Stadion Gajayana atau kawasan Klojen. Tak hanya warga sekitar stadion salat idul fitri ini juga diikuti oleh warga Kabupaten Malang.



Salat idul fitri ini dipimpin oleh Ustad Syawaludin dan khatib Ahsan. Dalam khotbahnya khatib mengajak jamaah untuk senantiasa muhasabah atau introspeksi diri. Selain itu perbedaan hari raya yang terjadi saat ini bukan menjadi masalah karena metode penentuan hari raya yang digunakan juga berbeda.



"Ya tidak masalah, tergantung metode yang digunakan, sudah jelas ya metode yang diajarkan Muhamadiyah itu berdasarkan hisab." Terang Ahsan.



Sementara itu Balqis salah satu jamaah salat idul fitri rela datang dari Kepanjen Kabupaten Malang untuk mengikuti salat idul fitri di Stadion Gajayana Kota Malang. Menurutnya salat idul fitri di Stadion Gajayana memberikan kesan tersendiri untuknya.



"Biasanya sama keluarga salar dekat rumah,kali ini ingin sesuatu yang berbeda ya sama sama jadi kita ke tempat ini, ramai juga." Kata Balqis



Selain Stadion Gajayana pimpinan daerah muhammadiyah Kota Malang sendiri menggelar salat idul fitri di sejumlah lokasi. Pemerintah sendiri secara resmi menetapkan hari raya idul fitri pada sabtu 21 maret 2026.



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/658131/ribuan-warga-muhammadiyah-gelar-salat-idul-fitri-di-stadion-gajayana
Transkrip
00:01Tepat jam 6 pagi, sholat Idul Fitri di dalam Stadion Gajayana dimulai.
00:05Sholat Idul Fitri diikuti oleh ribuan masyarakat Muhammadiyah yang berada di sekitar Stadion Gajayana atau kawasan Klojen.
00:13Salahnya warga sekitar stadion, sholat Idul Fitri juga diikuti oleh warga Kabupaten Malang.
00:18Sholat Idul Fitri ini dipimpin oleh Ustadz Syawaludin dan Kotib Asad.
00:22Dalam kotbanya, Kotib mengajak jamaah untuk senantiasa muhasabah atau instropriksi diri.
00:27Selain itu, perbedaan hari raya yang terjadi saat ini bukan menjadi masalah karena metode penentuan hari raya yang digunakan juga
00:33berbeda.
00:35Ya, nggak masalah kan tergantung metode yang digunakan.
00:39Dan udah jelas ya, jadi metode yang diajarkan Muhammadiyah itu berdasarkan hisap,
00:45sedangkan yang NPO itu diajarkan berdasarkan gilal atau rukiah.
00:51Jadi sudah kita saling menghargai karena punya standar nilai masing-masing.
00:57Sementara itu, salah satu jamaah sholat, Balkis bilang rela datang dari Kepanjan Kabupaten Malang
01:02untuk mengikuti sholat Idul Fitri di Stadion Gajayana, Kota Malang.
01:05Menurutnya, sholat Idul Fitri di Stadion Gajayana memberikan kesan tersendiri untuknya.
01:10Biasanya kami memang dengan keluarga sholat Idul Fitri sendiri itu di dekat rumah.
01:14Tapi untuk tahun ini, ingin sesuatu yang berbeda dan juga bersama-sama ya, rame-rame melihat suasana baru,
01:20jadi ke tempat ini ke Gajayana, lebih rame juga seperti itu.
01:26Dari saya sendiri, menurut saya untuk perbedaan itu tidak apa-apa ya,
01:29karena memang berbeda masyarakat juga dan juga perbedaan cara untuk menentukan tanggal sepuluh.
01:35Jadi menurut saya sendiri tidak apa-apa.
01:38Selain Stadion Gajayana, pimpinan daerah Muhammadiyah, Kota Malang menggelar sholat Idul Fitri di sejumlah lokasi.
01:43Pemerintah sendiri secara resmi menetapkan hadirai Idul Fitri pada Sabtu 21 Maret 2026.
01:50Tim Liputan, Kompas TV Malang, Jawa Timur.
Komentar

Dianjurkan