Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan transisi energi melalui penggunaan kendaraan listrik secara luas di Indonesia.

Ia menyebut langkah ini menjadi bagian dari strategi besar penghematan energi sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak.

"Semua motor, semua mobil, semua truk, semua traktor harus tenaga listrik," kata Presiden, Kamis (19/3/2026).

Namun, Prabowo juga menyinggung penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak oleh kalangan tertentu.

"Jadi nanti orang kaya yang punya Lamborghini Ferrari silakan lu pakai bensin, lu bayar aja harga dunia. Terus lu orang kaya kok," katanya.

Menurutnya, penggunaan kendaraan listrik akan memberikan dampak signifikan bagi pengeluaran masyarakat.

"yang naik motor kalau dia pakai pakai listrik pengeluarannya tinggal 20%," jelas Presiden.

Presiden Prabowo menilai kebijakan ini menjadi bagian dari upaya efisiensi di tengah potensi krisis energi global.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan percepatan pengembangan energi terbarukan untuk mendukung transisi tersebut.

"Dalam waktu yang sesingkat-singkatnya paling lambat 2 tahun kalau bisa kita harus punya tenaga surya 100 GW," kata Presiden.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Joshua

Baca Juga APBN untuk Situasi Terburuk yang Mungkin Dihadapi di https://www.kompas.tv/kolom/658141/apbn-untuk-situasi-terburuk-yang-mungkin-dihadapi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/658155/prabowo-soal-bbm-orang-kaya-pakai-mobil-mewah-bayar-harga-dunia
Transkrip
00:00Jadi krisis ini ya kita akan sesuaikan dan dengan ini ya krisis ini memang kita harus waspada tapi kita banyak
00:15langkah yang kita lakukan
00:16dan kebetulan juga ya kita berada dalam posisi yang agak lebih baik dari negara lain.
00:25Satu kita sudah kontrak ya untuk tahun ini kan kita sudah punya kontrak-kontrak dan sebagian kontrak-kontrak itu justru
00:32bukan dari daerah situ
00:34kita dari Afrika kita juga dari Amerika ya harga dan harga itu kita ambil rata-rata satu tahun.
00:45Tapi benar kalau perang ini berjalan lama dan harga di atas seratus kita harus benar-benar lakukan langkah-langkah.
00:55Tapi ini juga akan mempercepat strategi kita.
01:02Dari awal strategi saya suasem pada pangan, suasem pada energi, suasem pada air.
01:08Air kita cukup, Alhamdulillah banyak negara di peteluk itu air aja gak ada ya.
01:20Saudi Arabia tidak punya air.
01:23Dia hidup dari desalinasi.
01:26Dari instalasi desalinasi harganya 1 miliar 1.
01:31Dia punya gak tau 7, 8, 10 saya tidak tahu.
01:35Tapi kalau musuh dia lawan dia menghancurkan itu 7, 8, dia very bad trouble.
01:44Bahrain, Qatar, UAE sama juga.
01:47Tidak ada air.
01:49Bahkan Iran air susah.
01:51Kita tinggal air kita manage.
01:54Kadang-kadang kelebihan air.
01:57Iya kan?
01:59Karena kita tidak mau main.
02:00Kita sebetulnya ya, sudah ribuan tahun tahu kok kalau hujan pasti banjir.
02:07Tapi kita, ya kan, ya ini kita harus bangun segala.
02:12Kita harus waspada, kita harus semua eselon.
02:16Alam yang begitu baik dari yang maha kuasa, jangan kita santai, everything.
02:20Kita harus bangun.
02:22We have to be tough.
02:24Jadi ini wake up call.
02:25Tapi ini akselerasi.
02:27Jadi saya berniat, saya sudah kasih keputusan politik, dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,
02:35paling lambat 2 tahun kalau bisa, kita harus punya tenaga surya 100 gigawatt.
02:44100 gigawatt?
02:45Iya.
02:47Nah, kita sekarang sudah bisa produksi sekitar, kalau tidak salah ya, 11 gigawatt dari dalam negeri saat ini.
03:01Kita masih punya pembangkit listrik tenaga diesel sebesar 13 gigawatt.
03:10Jadi ini harus kita tutup.
03:13Tidak boleh lagi ada listrik dari diesel, terlalu mahal.
03:17Jadi kita, saya kira dalam waktu dekat, 13 gigawatt bisa kita adakan.
03:21Jadi, very soon, kita tidak akan pakai diesel, solar, untuk listrik.
03:28Itu penghematan kita pertama.
03:30Tapi, the whole plan is, semua motor kita akan kita konsersi menjadi motor listrik.
03:39Semua mobil, semua truck, semua traktor harus tenaga listrik.
03:44Jadi, nanti orang kaya, yang punya Lamborghini, Ferrari, silakan lo, lo pakai bensin, lo bayar aja harga dunia.
03:54Mau 200 dolar, lo orang kaya kok.
03:58Yang lain, kita sudah bikin simulasi, ternyata si, apa, yang naik motor, kalau dia pakai listrik, pengeluarannya tinggal 20%.
04:12Seper lima, jadi ini, this is our game changer.
04:18Ini game changer.
04:20Cina, Tiongkok, dia sudah punya 800 gigawatt.
04:25Dia the most advanced in tenaga surya.
04:28Untuk solar panel, besar-besar.
04:30Saya pernah ingat, saya tidak tahu, 10 tahun atau berapa tahun lalu, saya di Beijing, siang-siang, kuning.
04:38Kalau tidak salah, sebelum Olimpiade ini.
04:41Smog.
04:43Smog-nya kuning siang hari.
04:46Kita tidak berani keluar.
04:48Sekarang, clean.
04:50Clean.
04:52Jadi, dia very advanced.
04:54Dia punya hydro, kita punya hydro.
04:56Hydro lebih mahal dan lebih lama.
04:58Kita punya higiotermal, juga agak lebih lama.
05:02Kita punya, mini, kita bisa, mini hydro agak lumayan, mini hydro.
05:07Tapi, kita punya, kalau tenaga surya itu bisa cepat.
05:11Dan yang kita punya keunggulan, maaf.
05:13Saya diejekkan, ini Presiden Sawit.
05:18Ya, saya bangga.
05:20Saya jadi Presiden negara yang penghasil kelapa sawit terbesar.
05:23Dari kelapa sawit, kita bisa menghasilkan solar.
05:27Bensin juga bisa.
05:28Dari kelapa sawit, bisa bensin juga.
05:30Aftur juga bisa.
05:31Aftur dari kelapa sawit.
05:34Jadi, we are in a better position than many countries.
05:38Tapi, benar.
05:40Satu tahun ini, kita harus benar-benar waspada.
05:43Ya, mau tidak mau, kita harus semua merasakan kita kurangi konsumsi.
05:50Konsumsi BBM.
05:53Tapi, ya, kita harus siap kemungkinan paling jelek.
05:58Karena, ya, Iran kan dia membela diri.
06:02Cara dia bela diri, ya, dia harus tutup hormus.
06:05Iya kan?
06:07Dan dia harus membuat istilahnya negara yang nyerang dia.
06:11Menyesal.
06:12Menyesal.
06:13Dan target dia, ya, BBM, crude oil, 200 dolar.
06:20Dia ngomong begitu kok.
06:23Tapi, sekarang berkisar naik turun-naik turun ya.
06:26100, 110, 112.
06:29Karena juga masih banyak sumber lain, gitu.
06:34Masih.
06:35Tapi, still, bagi kita berat, kalau memang benar.
06:38Kalau di atas, kalau pakar-pakar yang tim saya mengatakan, kalau di atas 90, 95, itu berat bagi kita.
06:48Sudah tiga-tiga perang telur, pak.
06:51Yang pertama, kedua kan, yang 91 dan 2003.
06:54Tidak terlalu berdampak.
06:55Yang paling berdampak, yang bangku OPEC, pak.
06:5773 ke 74.
06:58Tiga kali lipat dalam setahun.
07:00100%.
07:00Dan itu long-lasting.
07:02Kita dapat bonans ya, karena ekspor.
07:04Dan ingat ya, kita punya, kita punya batubara yang masih banyak.
07:10Batubara untuk listrik itu paling murah, sebetulnya.
07:14Batubara lebih murah dari.
07:15Tapi, tenaga seuruh.
07:16Batubara secara lingkungan buruk, pak.
07:17Hah?
07:17Batubara secara lingkungan buruk.
07:18Lingkungan buruk.
07:19Tapi, namanya krisis, pak.
Komentar

Dianjurkan