00:00Jadi krisis ini ya kita akan sesuaikan dan dengan ini ya krisis ini memang kita harus waspada tapi kita banyak
00:15langkah yang kita lakukan
00:16dan kebetulan juga ya kita berada dalam posisi yang agak lebih baik dari negara lain.
00:25Satu kita sudah kontrak ya untuk tahun ini kan kita sudah punya kontrak-kontrak dan sebagian kontrak-kontrak itu justru
00:32bukan dari daerah situ
00:34kita dari Afrika kita juga dari Amerika ya harga dan harga itu kita ambil rata-rata satu tahun.
00:45Tapi benar kalau perang ini berjalan lama dan harga di atas seratus kita harus benar-benar lakukan langkah-langkah.
00:55Tapi ini juga akan mempercepat strategi kita.
01:02Dari awal strategi saya suasem pada pangan, suasem pada energi, suasem pada air.
01:08Air kita cukup, Alhamdulillah banyak negara di peteluk itu air aja gak ada ya.
01:20Saudi Arabia tidak punya air.
01:23Dia hidup dari desalinasi.
01:26Dari instalasi desalinasi harganya 1 miliar 1.
01:31Dia punya gak tau 7, 8, 10 saya tidak tahu.
01:35Tapi kalau musuh dia lawan dia menghancurkan itu 7, 8, dia very bad trouble.
01:44Bahrain, Qatar, UAE sama juga.
01:47Tidak ada air.
01:49Bahkan Iran air susah.
01:51Kita tinggal air kita manage.
01:54Kadang-kadang kelebihan air.
01:57Iya kan?
01:59Karena kita tidak mau main.
02:00Kita sebetulnya ya, sudah ribuan tahun tahu kok kalau hujan pasti banjir.
02:07Tapi kita, ya kan, ya ini kita harus bangun segala.
02:12Kita harus waspada, kita harus semua eselon.
02:16Alam yang begitu baik dari yang maha kuasa, jangan kita santai, everything.
02:20Kita harus bangun.
02:22We have to be tough.
02:24Jadi ini wake up call.
02:25Tapi ini akselerasi.
02:27Jadi saya berniat, saya sudah kasih keputusan politik, dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,
02:35paling lambat 2 tahun kalau bisa, kita harus punya tenaga surya 100 gigawatt.
02:44100 gigawatt?
02:45Iya.
02:47Nah, kita sekarang sudah bisa produksi sekitar, kalau tidak salah ya, 11 gigawatt dari dalam negeri saat ini.
03:01Kita masih punya pembangkit listrik tenaga diesel sebesar 13 gigawatt.
03:10Jadi ini harus kita tutup.
03:13Tidak boleh lagi ada listrik dari diesel, terlalu mahal.
03:17Jadi kita, saya kira dalam waktu dekat, 13 gigawatt bisa kita adakan.
03:21Jadi, very soon, kita tidak akan pakai diesel, solar, untuk listrik.
03:28Itu penghematan kita pertama.
03:30Tapi, the whole plan is, semua motor kita akan kita konsersi menjadi motor listrik.
03:39Semua mobil, semua truck, semua traktor harus tenaga listrik.
03:44Jadi, nanti orang kaya, yang punya Lamborghini, Ferrari, silakan lo, lo pakai bensin, lo bayar aja harga dunia.
03:54Mau 200 dolar, lo orang kaya kok.
03:58Yang lain, kita sudah bikin simulasi, ternyata si, apa, yang naik motor, kalau dia pakai listrik, pengeluarannya tinggal 20%.
04:12Seper lima, jadi ini, this is our game changer.
04:18Ini game changer.
04:20Cina, Tiongkok, dia sudah punya 800 gigawatt.
04:25Dia the most advanced in tenaga surya.
04:28Untuk solar panel, besar-besar.
04:30Saya pernah ingat, saya tidak tahu, 10 tahun atau berapa tahun lalu, saya di Beijing, siang-siang, kuning.
04:38Kalau tidak salah, sebelum Olimpiade ini.
04:41Smog.
04:43Smog-nya kuning siang hari.
04:46Kita tidak berani keluar.
04:48Sekarang, clean.
04:50Clean.
04:52Jadi, dia very advanced.
04:54Dia punya hydro, kita punya hydro.
04:56Hydro lebih mahal dan lebih lama.
04:58Kita punya higiotermal, juga agak lebih lama.
05:02Kita punya, mini, kita bisa, mini hydro agak lumayan, mini hydro.
05:07Tapi, kita punya, kalau tenaga surya itu bisa cepat.
05:11Dan yang kita punya keunggulan, maaf.
05:13Saya diejekkan, ini Presiden Sawit.
05:18Ya, saya bangga.
05:20Saya jadi Presiden negara yang penghasil kelapa sawit terbesar.
05:23Dari kelapa sawit, kita bisa menghasilkan solar.
05:27Bensin juga bisa.
05:28Dari kelapa sawit, bisa bensin juga.
05:30Aftur juga bisa.
05:31Aftur dari kelapa sawit.
05:34Jadi, we are in a better position than many countries.
05:38Tapi, benar.
05:40Satu tahun ini, kita harus benar-benar waspada.
05:43Ya, mau tidak mau, kita harus semua merasakan kita kurangi konsumsi.
05:50Konsumsi BBM.
05:53Tapi, ya, kita harus siap kemungkinan paling jelek.
05:58Karena, ya, Iran kan dia membela diri.
06:02Cara dia bela diri, ya, dia harus tutup hormus.
06:05Iya kan?
06:07Dan dia harus membuat istilahnya negara yang nyerang dia.
06:11Menyesal.
06:12Menyesal.
06:13Dan target dia, ya, BBM, crude oil, 200 dolar.
06:20Dia ngomong begitu kok.
06:23Tapi, sekarang berkisar naik turun-naik turun ya.
06:26100, 110, 112.
06:29Karena juga masih banyak sumber lain, gitu.
06:34Masih.
06:35Tapi, still, bagi kita berat, kalau memang benar.
06:38Kalau di atas, kalau pakar-pakar yang tim saya mengatakan, kalau di atas 90, 95, itu berat bagi kita.
06:48Sudah tiga-tiga perang telur, pak.
06:51Yang pertama, kedua kan, yang 91 dan 2003.
06:54Tidak terlalu berdampak.
06:55Yang paling berdampak, yang bangku OPEC, pak.
06:5773 ke 74.
06:58Tiga kali lipat dalam setahun.
07:00100%.
07:00Dan itu long-lasting.
07:02Kita dapat bonans ya, karena ekspor.
07:04Dan ingat ya, kita punya, kita punya batubara yang masih banyak.
07:10Batubara untuk listrik itu paling murah, sebetulnya.
07:14Batubara lebih murah dari.
07:15Tapi, tenaga seuruh.
07:16Batubara secara lingkungan buruk, pak.
07:17Hah?
07:17Batubara secara lingkungan buruk.
07:18Lingkungan buruk.
07:19Tapi, namanya krisis, pak.
Komentar