Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Wapres ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla bertemu dengan Komunikolog di kediamannya di Rumah Brawijaya pada Sabtu (14/3/2026).

Jusuf Kalla menyampaikan pertemuan ini digelar karena menurut pada komunikolog karena komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat tidak nyambung.

Perbincangan ini diharapkan agar bisa memperbaiki cara pemerintah didengar rakyatnya.

"Menteri-menteri saling berbeda kadang-kadang bertengkar di depan umum. Ini juga menyebabkan sistem komunikasi kita menjadi hal yang penting untuk, jadi pertanyaannya ini bukan untuk melawan pemerintah, tidak. Tapi untuk memperbaiki cara pemerintah agar didengar rakyatnya," ujar Jusuf Kalla.

Video Editor: Aqshal

Produser: Theo Reza

#jusufkalla #komunikolog #pemerintah

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/657115/full-kata-jusuf-kalla-diskusi-dengan-komunikolog-komunikasi-pemerintah-rakyat-gak-nyambung
Transkrip
00:00Bukan Pak JK ini, sulit diperbaiki, tapi kami sebagai pengamat, pemerhati, komunikolog yang ingin pemerintah berhasil, itu ingin mencoba memperbaikinya.
00:12Ya, mudah-mudahan pemerintah ini berhasil.
00:14Leli, koordinatornya Pak Skuawidodo, tapi biasanya dia di ujung itu, koordinator dari komunikolog ini.
00:23Langsung Pak JK dulu, sebagai tuan rumah sedikit ya.
00:26Baik, terima kasih.
00:28Terima kasih, seperti juga dalam pertemuan yang lain, bahwa hal ini silaturahim sambil mendengarkan masalah yang timbul di masyarakat.
00:40Ini kali pertemuan yang menilai bahwa komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat itu tidak menyambung.
00:55Sehingga banyak hal yang dilakukan oleh pemerintah tidak dilakukan.
01:01Dan pemerintah juga mempunyai komunikasi yang berbeda-beda.
01:06Menteri saling berbeda kadang-kadang bertengkar di depan umum.
01:13Ini juga menjawabkan sisi komunikasi kita menjadi hal yang penting untuk...
01:19Jadi pertemuan ini bukan untuk melawan pemerintah tidak, tapi untuk memperbaiki cara pemerintah agar didengar rakyatnya.
01:30Tapi tentu didasari oleh program-program yang memang dibutuhkan oleh masyarakat.
01:35Jadi harus juga komunikasi yang baik itu yalah apabila ada program yang baik yang bisa dikomunikasikan dengan masyarakat.
01:46Tapi itulah saja, saya hanya menjadi pendengar yang baik dan juga memberikan saran tentang bagaimana sikap kita.
01:55Terima kasih.
01:56Kalau dulu itu asosiasi komunikasi itu peminanya dulu wakil presiden ya?
02:02Dulu sekali pada zaman Pak Darmono ya?
02:04Sekarang belum ya?
02:05Belum.
02:06Leli?
02:08Baik, jadi tadi sudah disampaikan bahwa pertemuan ini adalah kita yang menggagas para komunikolog.
02:16Jadi orang-orang yang memang concern dan berasal dengan latar belakang ilmu komunikasi.
02:22Kita membaca semua persoalan di negeri ini bukan hanya di media sosial,
02:27tapi juga di kampus-kampus di mana kita melakukan proses pembelajaran.
02:33Dan juga kepada dunia praktis, artinya di jalan dan sebagainya semua kita dengar.
02:40Kalau tadi Bang Effendi mengatakan ada jurang komunikasi,
02:44kita bisa memperhalusnya dengan cara mengatakan ada jarak komunikasi,
02:49terutama politik antara pemerintah dengan apa yang dipahami oleh rakyat.
02:54Jadi pemerintah sudah buat program yang begitu bagus, mulus menurut pemerintah,
03:00tapi semuanya menurut rakyat hilang dalam pikiran rakyat.
03:06Jadi program itu tidak sampai kepada rakyat.
03:10Jika ada hal yang ternyata kurang lalu didengar oleh Pak Presiden,
03:15ada kalimat dalam komunikasi yang justru menimbulkan kesakitan lagi di tengah masyarakat.
03:21Ah, itu kan cuma 1% saja misalnya begitu.
03:26Ini menurut masyarakat sakit gitu loh.
03:29Masyarakat yang sakit, yang merasa sakit mendengar komunikasi itu.
03:33Yang kedua, ada pola komunikasi yang sengaja seperti dipelihara di lingkungan pemerintahan.
03:40Itu tadi, asal Bapak Senang,
03:43jadi laporan yang bagus-bagus saja yang disampaikan kepada pemerintah.
03:47Sehingga akibatnya pemerintah kehilangan cara untuk memperbaiki pola komunikasi yang sudah dibangun itu.
03:56Nah ini mungkin siaran ini, kalau ini nanti didengar oleh pemerintah mudah-mudahan sampai.
04:02Inilah cara kami untuk membantu pemerintah memperbaiki pola komunikasi,
04:08model komunikasi dari perspektif pemerintah dan sekaligus dari rakyat sehingga menjadi lebih baik.
04:13Itu saja.
04:15Ini ada dari Makassar, Undas dulu ya.
04:18Kawasan Indonesia Timur.
04:20Iya.
04:21Hasrullah dari Universitas Sasanuddin.
04:23Ya, tadi kita sudah diskusi dengan Pak Jika banyak inspirasi yang kita bisa dapatkan
04:28bagaimana komunikasi bisa dibangun antara pemerintah dengan rakyat.
04:32Tadi ada beberapa teman-teman yang menyeroti tentang MBG
04:36yang sudah viral di media sosial karena media sosial ini ada kekuatan eko chamber, ada filter bubble, ada algoritme.
04:47Itu yang berulang terus.
04:48Apa yang terjadi?
04:49Akhirnya citra MBG itu bisa menyimpang daripada apalagi ditampilkan dengan data, gambar, dengan foto yang tidak sesuai dengan harga daripada.
04:58Saya berharap kritik yang dilakukan teman-teman tadi ini dianggap sebagai obat.
05:04Semoga pemerintahan Prabowo ini bisa menerima dan mengepoloasi.
05:08Kalau memang MBG ini memang masih bisa dilanjutkan, tentu harus ada perbaikan.
05:13Dan kita melihat beberapa realitas terjadi di lapangan.
05:17Dan pemerintah yang baik adalah pemerintah yang mau menerima kritik.
05:21Saya kira itu pesan saya dari timur dan yang satu kali lagi, saya berharap apa yang kita lakukan yang disampaikan
05:27Pak JK.
05:28Dan saya kira yang kita temui adalah salah satu tokoh yang rice taker, kemudian dia adalah seorang jadi leader yang
05:37bisa memberi contoh di masa kepimpinan beliau.
05:39Saya berharap semoga Pak JK tetap sehat selalu.
05:47Pengelolaan komunikasi itu memang tidak bisa di wilayah pinggiran.
05:52Jadi harus ada satu upaya untuk memosisikan pentingnya tata kelola komunikasi terutama dalam konteks good governance.
06:00Karena kalau kemudian komunikasi itu diabaikan, yang terjadi adalah paradoks ya.
06:06Banyak peristiwa-peristiwa yang kemudian melahirkan polemik, melahirkan diskursus publik yang justru merugikan pemerintah.
06:17Contohnya misalnya ragam kebijakan yang butuh penjelasan.
06:21Seperti kenapa Indonesia masuk BOP misalnya, kemudian kenapa harus mengeksekusi MBG di tengah banyak situasi kebutuhan lain misalnya.
06:33Hal-hal seperti ini tidak cukup hanya sifatnya linier.
06:39Butuh satu komunikasi yang sifatnya resiprokel, komunikasi timbal balik.
06:44Dan yang paling penting adalah mulai memosisikan proses penanganan komunikasi yang jauh lebih baik, jauh lebih terstruktur, dan jauh lebih
06:56sistemik.
06:57Contohnya misalnya ada protokol komunikasi pemerintahan yang jauh lebih baik.
07:08Salah satu item dari 12 protokol komunikasi contohnya adalah soal information role, peran informasi.
07:14Siapa yang kemudian menjadi spokesperson dari ragam peristiwa yang terjadi seperti bencana Sumatera.
07:22Itu butuh spokesperson yang kuat, yang kemudian bisa memastikan bahwa informasi itu dari A sampai Znya itu bisa didisaminasikan dengan
07:32baik
07:32dan membuka ruang dialog atau komunikasi deliberatif yang itu kemudian bisa jauh lebih membawa kemajuan bagi bangsa kita.
07:41Dibanding kemudian polemik yang tidak produktif apalagi kemudian yang mewakili ya institusi atau pewajahan institusi pemerintah itu tidak kemudian knowledgeable.
07:53Nah ini tentu butuh mungkin proses-proses yang jauh lebih baik dengan evaluasi.
08:00Jadi tentu saya yakin Presiden Prabowo waktu awal-awal pemerintahan itu juga mengakui bahwa salah satu hal yang perlu diperbaiki
08:08di pemerintahan ini adalah komunikasi.
08:12Itu pernah disampaikan dalam satu public statement dan itu saya pikir refleksi yang baik untuk kemudian ditindaklanjuti dengan kemudian perbaikan
08:20-perbaikan yang jauh lebih strategis
08:23melalui tata kelola yang lebih baik dan mumpuni. Demikian.
08:32Baik, terima kasih. Kebetulan saya yang menisiasi tentang konsep komunikolog itu jadi disambut oleh para teman-teman.
08:40Nah kalau saya berpendapat tentang tadi Bang Evendik katakan bahwa susah, sulit diperbaiki tetapi sekalipun sulit bukan berarti kita tidak
08:50akan perbaiki.
08:51Kalau kita tidak perbaiki bisa menuju darurat. Nah sebelum darurat kita perbaikilah.
08:56Oleh karena itu kepada pemerintah, kepada Prabowo Subianto saya menyarankan libatkan para komunikolog ini untuk memperbaiki manajemen komunikasi pemerintah
09:08supaya tidak ada gap komunikasi antara rakyat dan pemerintah.
09:13Yang kedua, perlu ada orkestrasi. Pengelolaan komunikasi kita di Indonesia seperti Bapak Jusuf Kala katakan tadi, antar menteri bisa berbeda
09:24pendapat.
09:25Yang saling berseberangan. Ini sangat tidak produktif bagi pemerintahan Prabowo Subianto.
09:31Untuk itu, kami sebagai kelompok komunitas komunikolog siap membantu pemerintah untuk memperbaiki pengelolaan komunikasi pemerintah ini.
09:40Terima kasih.
09:43Ya baik, saya mewakili berada arah. Tapi inti dasarnya hari ini banyak teman-teman komedian yang juga cemas.
09:52Ada juga teman-teman yang di air keras.
09:55Karena itu harus kita katakan sejujurnya daripada ada kekusutan di antara kita.
10:01Kejujuran menjadi kuncinya dan hari ini saya kira begitu banyak media untuk komunikasi,
10:07tapi orang tidak bisa menjalankan dengan komunikasi yang baik.
10:11Klaim-klaim yang dilakukan pemerintah harus diverifikasi dengan saintif sehingga ketemu di situ.
10:16Percuma negara ini klaim bagus, tetapi senyatanya rakyat juga tidak merasakan hal itu.
10:23Karena itu para komunikolog bersedia untuk melakukan dialog terbuka dengan jujur dan transparan.
10:30Saya ingin saat kita untuk saling mengingatkan.
10:32Terima kasih.
10:34Ditutup ya karena apakah abis ini bisa langsung tajuk-tajuk.
10:39Ya pertanyaan, tiga hal saja.
10:40Yang pertama tadi ya, kita juga tidak menawarkan diri,
10:44tapi kita akan membuat konsep-konsep tetap akan kita kirimkan untuk perbaikan bangsa loh.
10:49Kita ingin pemerintahan ini berhasil.
10:50Satu. Yang kedua, tadi ada beberapa catatan ya, soal BOP tadi ada catatan.
10:55Kita menyambut presiden yang mengatakan,
10:57kalau nanti tidak sejalan lagi dengan visi Indonesia, Indonesia akan keluar begitu ya.
11:02Nah kami sarankan supaya ada deadline.
11:04Ya kalau misalnya dua minggu ke depan ini tidak ada pembicaraan soal Palestina,
11:09ya sudah lah, gitu ya.
11:10Ya tinggalkanlah BOP, kan itu antara lain board of peace waktu itu membicarakan Palestina.
11:16Iya, BOP kan, board of peace.
11:19Ya kalau nanti dalam tiga minggu ke depan misalnya,
11:23ada lah deadline gitu ya, tidak ada lagi hal-hal yang dibicarakan soal perdamaian,
11:27ya tadi komunikolog mengatakan ya sudah,
11:29sesuai dengan kendak presiden waktu itu kan,
11:31presiden yang bilang kan akan meninggalkan,
11:33boleh dong kita dukung presiden untuk meninggalkan BOP atau BOP.
11:37Nah yang terakhir itu adalah,
11:39jadi tadi juga ada diskusi bahwa,
11:42kita menyambut presiden yang mengatakan,
11:44silahkan kritik loh, ya kan?
11:46Berikan data-data yang benar,
11:47jangan takut,
11:49jangan ABS.
11:50Nah kami tadi mulai mempertanyakan,
11:52ada yang berani enggak?
11:53Itu juga menarik loh itu.
11:54Tadi kami bertanya gitu,
11:55ada yang berani enggak?
11:56Dan yang kedua, mudah-mudahan,
11:58presiden juga betul-betul menerima kalau ada yang berani gitu lah,
12:01ya kan?
12:02Berani kamu.
12:03Jadi itu yang kami bayangkan dengan segala imajinasi,
12:07kocak di bulan suci Ramadan ini.
12:09Silahkan kalau ada diskusi.
12:29Oke, izin Pak JK dari Kompas TV, Jona.
12:32Kan kalau kita lihat kan sekarang,
12:34Menteri-Menteri sekarang kan begitu narsis Pak ya.
12:38Menteri-Menteri sekarang.
12:39Itu narsis, narsis, narsis.
12:41Apa itu?
12:42Sombok.
12:43Apa, pamer medsos gitu kan.
12:45Jadi sekarang kalau kita lihat kan,
12:47sekarang kita mengikuti medsos misalkan Menteri Keuangan atau siapa,
12:51dan jadi berita gitu.
12:52Sebenarnya yang salah itu apa Pak?
12:53Apakah komunikasi dari pemerintah pusat itu begitu buruk,
12:57jadi akhirnya masyarakat itu berpolemik atau seperti apa?
13:00Terus yang kedua kan,
13:01kita lihat Menteri itu kan adu narsis Pak ya.
13:05Kayaknya,
13:06Menteri Gubernur,
13:07Wah, Pak Youtube,
13:10Instagram,
13:11sangat narsis lah.
13:12Sendiri aja narsis,
13:12habis itu ada narsis.
13:14Nah, akhirnya jadi pemerintah pusat itu gak didengar.
13:17Orang itu lebih mendengar opini-opini yang justru dari,
13:21ya itu.
13:22Nah ini kan agak mengerikan di masa sekarang Pak ya.
13:24Genre sekarang kan menyerapnya seperti itu.
13:26Nah Pak JK kan,
13:27sebagai mantan Wapus kan punya pandangan seperti apa kainnya.
13:31Makasih.
13:34Ya,
13:36saya kira memang struktur ini harus diperbaiki.
13:42Pertama, Menteri keliwat banyak,
13:45Kuamen keliwat banyak,
13:46sehingga tidak mungkin terkoordinasi dengan baik.
13:49itu semua.
13:51Jadi,
13:53juga,
13:54memang,
13:56prinsipnya juga yang bisa dikomunikasikan
13:58apabila ada program memang yang memajukan masyarakat dengan baik.
14:04Kalau
14:07program itu memang tidak memberikan manfaat yang besar,
14:12tentu ada yang lebih penting.
14:14Soal daerah contohnya,
14:17soal pendidikan,
14:18soal kesehatan,
14:19jadi,
14:20harus ada fokus ke situ.
14:22Dan jangan juga,
14:24Menteri itu,
14:25kadang-kadang,
14:26semua baik.
14:27Cuma,
14:28saya mengikuti
14:31pembicaraan Menteri Keuangan,
14:32wah semua baik.
14:33Ada mana baik,
14:34ini baik,
14:35ini baik,
14:35ini baik.
14:36Tapi,
14:37di lain pihak,
14:38kita punya defisit di Januari,
14:40eh,
14:40peruari,
14:41135 triliun.
14:43Jadi,
14:43bagaimana
14:45membandingkan antara semua baik,
14:47tapi defisitnya,
14:48terbesar dalam sejarah,
14:50perbulan,
14:51seperti itu.
14:53Contoh seperti itu,
14:54yang menjadi bagian,
14:56tapi ini hati-hati ya,
14:58ini,
15:01komunikasi,
15:03agak berdekatan,
15:05krimonologi,
15:06jadi jangan,
15:09beda L dengan K,
15:10hati-hati.
15:14Silahkan.
15:15Kalau ditambahkan sedikit,
15:16tadi kita bahas juga,
15:18mungkin begini,
15:19algoritmanya kan,
15:20sedang,
15:21demikian ya,
15:22Menteri itu,
15:23Anda sebut tadi,
15:24narsis istilah Anda ya,
15:25kami pinjem,
15:26ada juga orang yang bilang,
15:27pansos,
15:28ya kan,
15:28atau flexing mungkin,
15:30ya agak terlalu kenceng lah ya,
15:31tapi intinya,
15:32masing-masing,
15:33apa ya,
15:34tampil di media sosial,
15:35berbasis algoritma,
15:36bahkan ada yang beradu juga,
15:38di media sosial.
15:39Ini kalau memang tadi,
15:41strukturnya itu terlalu banyak,
15:42dan masing-masing,
15:43harus tampil-tampil sendiri,
15:45koordinasinya lemah,
15:46tadi kami bahas demikian,
15:47maka terjadi hal-hal seperti itu.
15:49Tapi,
15:49nah ini yang menarik,
15:51kadang-kadang dalam komunikasi tadi,
15:52kita bahas,
15:53kalau ekonomi baik-baik saja,
15:56ya,
15:56mungkin jangkan-jangkan gak masalah juga kali ya,
15:59orang akan bilang,
16:00eh yang ini agak kelebihan nih,
16:01yang ini agak,
16:02agak tampil genit nih,
16:03gitu ya,
16:04asal ekonomi oke,
16:05kita oke-oke aja.
16:07Tapi kalau ini sudah ada,
16:11defisit misalnya sampai berapa,
16:14130 sekian triliun gitu,
16:16akan makin terasa yang tadi itu mas.
16:18Jadi kurang lebih,
16:19sekali lagi,
16:20komunikasi politik,
16:21keahliannya dia,
16:22komunikasi,
16:23komunikasi budaya,
16:24dan lain-lain itu,
16:25basisnya pasti,
16:26rakyatnya sejahtera dan makmur,
16:28gitu ya.
16:28Kalau itu terjadi,
16:30nah kita bisa berdebat tipis-tipis lah.
16:31Tapi kalau itu gak terjadi,
16:33kita berdebat besar-besar,
16:34mas Jadijai.
16:35Terima kasih.
16:37Ijin mau bertanya juga,
16:43untuk pakar komunikasi,
16:45dan juga untuk Pak JK.
16:46Terlebih,
16:47tadi sudah sempat disinggung juga
16:49soal spokesperson.
16:50Jadi sebenarnya kalau,
16:51spokesperson.
16:53tapi kan kalau kita lihat dari pemerintahan saat ini,
16:56Pak JK,
16:57itu bukankah sudah punya banyak juru-juru bicara,
17:01begitu.
17:02Dari masing-masing kementerian ada,
17:03kemudian juga dari juru bicara,
17:05maksudnya seperti kantor staff kepresidenan ada,
17:09kemudian kita juga ada bakom.
17:11Jadi sebenarnya,
17:11spokesperson-nya itu banyak,
17:13ada mensesnek juga.
17:15Tapi apa kemudian yang harus disoroti oleh pemerintah saat ini,
17:18Pak JK,
17:19mengingat tumpang tindihnya spokesperson ini,
17:23begitu banyaknya,
17:24akhirnya informasi yang diterima masyarakat,
17:27akhirnya terlalu banyak.
17:29Gimana Pak JK mungkin,
17:31responnya?
17:33Ya memang awalnya,
17:35ada tim komunikasi,
17:37apa namanya istilahnya?
17:40Hasan Haasbi,
17:41kan ketuanya sahabat sih.
17:43Anggotanya,
17:45anggotanya 5-6 orang,
17:46berapa itu?
17:47Tapi ternyata juga tidak efektif,
17:50tidak efektif,
17:51karena,
17:51karena,
17:54sistem media berubah,
17:56begitu menteri muncul,
17:58pahalil,
17:59atau siapapun menteri,
18:00langsung disodori,
18:02doorstop.
18:04Jadi,
18:04akhirnya pekerjaan jubir itu,
18:07meter batas.
18:08Kedua,
18:10juga ini sistem berbeda.
18:12Dulu,
18:13kalau sidang kabinet,
18:15hanya,
18:15atau rapat,
18:17hanya pembukaan saja boleh di,
18:18sekarang,
18:20hampir,
18:20kadang-kadang,
18:21sampai berjam-jam,
18:23itu terbuka itu,
18:26apa,
18:26rapat itu,
18:28seperti rapat tentang,
18:29bencana aci,
18:30saya tidak ikuti,
18:31semua,
18:32ganti-ganti siapa yang pimpin ketuanya.
18:35Jadi,
18:37ada jubisara,
18:38tidak efektif,
18:40kemudian,
18:41kadang-kadang terbuka sekali pemerintah,
18:44sehingga tidak perlu jubir lagi,
18:46kemudian,
18:46sistem komunikasi juga berbeda.
18:49Semua orang bisa jadi jurnalis,
18:51kan,
18:52sekarang ini,
18:53akibat sosial luar biasa.
18:55Jadi,
18:56ini harus diatur secara,
19:00teratur,
19:01hal-hal begini.
19:02Jadi,
19:02tapi yang paling penting juga,
19:05ini masalah,
19:06program apa yang harus dikembangkan ke masyarakat?
19:11Karena banyak program yang baru muncul,
19:14sudah dikritik masyarakat.
19:17Kedua,
19:18juga,
19:19ini mengibatkan perpindahan-perpindahan anggaran,
19:23pergeseran,
19:24akibat ada program yang dibutuh prioritas,
19:27akhirnya program yang dulu prioritas,
19:29menjadi tidak prioritas.
19:30Katakanlah pendidikan,
19:32dan bedanya sekian,
19:33PU menjadi kecil,
19:35daerah dipotong begitu banyak,
19:37sehingga,
19:38terjadilah jalan semua rusak.
19:40Jadi,
19:41kemudian,
19:41apa yang perlu dikomunikasikan?
19:44Kalau situasi begitu,
19:48komunikasi itu apabila ada hal yang baik,
19:50perlu dikotong masyarakat.
19:52Kalau hal yang dikomunikasi itu,
19:55juga tidak terlalu mempunyai suatu interest masyarakat,
20:01atau justru marah masyarakat,
20:03bagaimana komunikasinya yang baik?
20:04Seperti itu.
20:06Jawa bukan ahli komunikasi,
20:08tapi merasakan bagaimana perasaan teman-teman,
20:11dan bagaimana membaca mesos setiap hari yang mengkritik.
20:20kalau ditambahin nih,
20:21sama satu kalimat.
20:24Kalau satu kalimat,
20:26nah, saya pertanyaan dari TV One itu,
20:28sangat bagus sekali gitu ya,
20:30itulah bukti bahwa manajemen komunikasi pemerintah tidak baik.
20:34Tidak terkelola dengan baik.
20:37Orkestrasi komunikasi tidak baik.
20:38Karena berbagai juru bicara kan,
20:41masing-masing menteri mengelakukan.
20:42Oleh karena itu,
20:43para komunikolog siap memperbaiki manajemen komunikasi pemerintah,
20:48supaya terkelola dengan baik.
20:50Sama dengan manajemen redaksi ada kan,
20:52manajemen keuangan ada kan,
20:54tapi dengan ibu katakan tadi fakta di lapangan,
20:56berarti bukti bahwa manajemen komunikasi pemerintah
21:00tidak terkelola secara basis manajemen
21:03dan basis konsep dan teori dan filsafat komunikasi.
21:06Hanya orang komunikolog yang bisa menangani itu.
21:09Terima kasih.
21:11Bapak ini siap aja terus ya,
21:13kalau saya cuma mengatakan ini,
21:14sampai pertanyaan itu,
21:17terlalu banyak juru bicara,
21:19tapi rakyat tidak jelas.
21:21Jangan-jangan lebih bagus,
21:22tidak ada juru bicara,
21:23tapi rakyat jelas.
21:24Itu malah lebih bagus sekali ya.
21:25Atau satu atau dua saja,
21:27tapi jelas begitu kan?
21:29Daripada banyak tidak jelas.
21:31Satu lagi nih Pak Jika,
21:32terakhir ya.
21:33Baik, terima kasih Pak Jika waktunya.
21:35Saya Sultan dari Tempo,
21:36saya punya dua pertanyaan untuk Pak Jika.
21:39Pertama, terkait soal,
21:40berhubungan soal komunikasi.
21:42Kan kita tahu beberapa waktu terakhir,
21:44sejak menjabat bahkan,
21:45Pak Prabowo ini kerap kali mengundang
21:49masyarakat dari,
21:51pernah waktu itu bikin forum dengan dosen,
21:54terus terbaru ada yang
21:56presiden dan mantan presiden,
21:58Pak Jika sendiri juga datang,
21:59ada juga yang dengan Ormas Islam.
22:01itu forum-forum itu dibuat
22:04dengan alasan Pak Prabowo ingin menjelaskan
22:07kebijakannya ke masyarakat.
22:11Nah,
22:12Pak Jika sendiri kan pernah ikut forum itu.
22:15Cuma sebenarnya,
22:17kurang gak sih Pak Prabowo ini menjelaskan
22:19kebijakannya ke masyarakat?
22:21Karena kok dilakukannya di
22:23forum tertutup seperti itu?
22:25Kenapa kok gak sekaligus
22:27langsung ngomong aja ke masyarakat?
22:29Itu pertanyaan pertama,
22:32bagaimana pandangan Pak Jika soal itu?
22:33Kedua,
22:34juga soal tadi pesempat dibahas
22:36tentang serangan
22:38ke aktivis kontras,
22:40Andri Yunus.
22:41Mungkin kami juga ingin mengetahui
22:44bagaimana pandangan Pak Jika soal itu.
22:46Khususnya,
22:47apalagi di kemarin,
22:49pada hari yang sama setelah serangan itu,
22:51kita tahu Pak Prabowo berbicara di
22:55rapat kabinet,
22:56sedang kabinet,
22:57dan Pak Prabowo justru
22:59menyinggung
23:00ada pengamat-pengamat
23:02yang gak patriotik
23:03di menyikapi
23:05karena gak suka dengan pemerintahannya.
23:07Mungkin mau tahu pandangan Pak Jika juga,
23:09khususnya soal serangannya ya Pak Jika.
23:11Terima kasih.
23:13Ya, itu
23:14memang
23:17Bapak Presiden selalu
23:18mengundang kelompok-kelompok
23:21masyarakat
23:21yang perlu diberikan
23:24suatu mungkin
23:25informasi
23:26seperti mengundang
23:27tokoh-tokoh agama,
23:29tokoh Islam,
23:30mengundang mantan-mantan
23:32Presiden,
23:33Pak Pres,
23:33dan juga ketuk-ketuk partai,
23:35atau
23:36mengundang
23:37mantan-menteri luar negeri,
23:39berbicara macam-macam.
23:40Akhirnya, itu juga
23:42hal yang bagus
23:42supaya
23:43mereka diberikan
23:45pengertian
23:45tentang hal-hal yang sensitif
23:47bagi masyarakat,
23:49seperti perjanjian,
23:51seperti BOP,
23:52namun tentunya
23:53itu tidak hanya
23:55selesai pada saat
23:56diberi penjelasan,
23:57itu harus selesai
23:59dalam
24:00semua esensinya
24:02apa,
24:02benar atau tidak.
24:04Tidak selesai
24:05situ,
24:06nanti
24:08tetap
24:09saja
24:12dikritik
24:13apabila tetap berlaku.
24:15Jadi memang
24:15perlu penjelasan,
24:16tapi itu
24:17tidak berarti
24:17selesai
24:18setelah penjelasan,
24:19tapi perlu
24:20peraksanannya
24:21baik,
24:22dan seperti itu.
24:23Soal yang
24:25kena
24:26apa itu,
24:30air-air
24:30keras,
24:31tentu kita
24:32pertama
24:33prihatin
24:34dan sayangkan
24:35terjadi
24:35dengan harapan
24:36polisi
24:37betul-betul
24:38karena ini
24:40setelah
24:41KPK dulu,
24:42siapa
24:43mana sih?
24:43Mas Wedan
24:45itu ini lagi
24:46kena lagi
24:47berarti
24:48ada kelompok,
24:49ada siapa
24:50itu kita tidak tahu
24:51supaya polisi
24:53tentu ada hubungannya
24:54dengan itu
24:56apa namanya
24:59kegiatan
24:59yang bersangkutan
25:00jadi
25:01perlu kita lihat
25:02seperti itu
25:03siapa yang
25:03ditugikan
25:05yang bertindak
25:06begitu.
25:07Ada juga
25:08kita tahu
25:09ada NSMA
25:10yang hobinya
25:11hanya sekedar
25:11iseng
25:12untuk mengingat
25:13begitu.
25:13kita tidak tahu
25:15ini tinggal
25:16polisi
25:16yang harus
25:17aktif
25:17untuk melihat.
25:22Saya dikit
25:23menambahkan saja
25:24kalau
25:26dilihat
25:26dari peristiwa
25:27sebelumnya
25:28terutama
25:28yang terjadi
25:29pada timpo
25:29tentang
25:30kepala babi
25:32lalu kemudian
25:33balik ke belakang
25:34ke Nopel
25:34West Wedan
25:35itu
25:36kita dengar
25:37Komnas HAM
25:37sudah memberikan
25:38beberapa rekomendasi
25:39tapi rekomendasinya
25:41itu
25:41nampaknya
25:42belum
25:42atau belum
25:43bisa ditindaklanjuti
25:44oleh kepolisian
25:45nah
25:46yang terjadi
25:47kemarin
25:48terakhir itu
25:48penyiram main keras
25:50itu salah satu
25:51adalah
25:51kekurangan
25:53dari wajah
25:53demokrasi kita
25:54jadi seperti
25:55ada teriakan
25:56yang sengaja
25:57dibungkam
25:57mudah-mudahan
25:58apa yang kami
25:59sampaikan pada hari ini
26:00adalah sumbangsi
26:01kita ya
26:02pada bangsa
26:02dan negara ini
26:03untuk memperbaiki
26:04pola komunikasi
26:06gaya komunikasi
26:07dan mekanisme
26:08serta perspektif
26:09komunikasi
26:09pemerintah
26:10terhadap rakyat
26:11jadi benar
26:12waktu di jaman
26:13Pak JK
26:13sama Pak Jokowi
26:14yang pertama
26:15kita masih ingat
26:15itu ada
26:16juru bicara
26:16satu namanya
26:17dari KPK
26:19itu siapa
26:19Johan Budi
26:20itu lebih bisa
26:21kita pahami
26:22lalu kemudian
26:23pada saat terjadi
26:24bencana
26:24kita masih ingat
26:25gak ada juru bicara
26:26dari BNPB
26:27itu yang
26:28meninggal dunia
26:29itu siapa
26:29Pak siapa
26:30nah itu
26:31bahasanya
26:32Stupo
26:32yang kemudian
26:33dicintai juga
26:34oleh wartawan
26:34dan komunikasinya
26:36juga bagus
26:36didengar luar rakyat
26:37lalu kemudian
26:38adalah PCO
26:39namanya
26:40Presidential Communication Office
26:41itu ya
26:42berubah menjadi
26:43kantor komunikasi
26:44pemerintah
26:45kita melihat
26:46wajahnya berbeda-beda
26:48jadi
26:48kesimpulannya ya
26:49mereka yang bicara
26:51itu tidak
26:51sesuai kompetensinya
26:53jadi mereka
26:54tidak punya
26:54kompetensi komunikasi
26:56harusnya
26:57yang bicara
26:57soal bencana
26:58ahli bencana
26:59soal pangan
27:00ahli pangan
27:01soal politik
27:02ahli politik
27:02ini enggak
27:03ini semua
27:03seperti dipukul rata
27:04disuruh ngomong
27:05apapun
27:06seolah-olah
27:06mereka bisa
27:07jadi kelemahannya
27:08disana saya kira
27:09demikian
27:09makasih
27:10terima kasih
27:23terima kasih ya
Komentar

Dianjurkan