00:01Intro
00:08Wakil Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Kontras,
00:13Andri Yunus disiram air keras oleh orang tak dikenal pada Kamis 12 Maret 2026.
00:17Peristiwa terjadi pada pukul 23.37 waktu Indonesia Barat saat Andri Yunus sedang mengendarai motor miliknya
00:23di Jalan Salemba 1 Talang, Senen, Jakarta Pusat.
00:26Saat Andri melintas, dua orang pelaku yang mengendarai motor hampiri Andri dari arah berlawanan di Jalan Talang.
00:33Saat berpapasan, pelaku siramkan air keras ke tubuh Andri Yunus.
00:36Akibat penyiraman itu, Andri berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya.
00:43Rentang waktu mungkin nanti berganti sama istri.
00:45Rentang waktu, ya kalau tadi yang disampaikan ini bagian dari salah satu konsekuensi kerja organisasi.
00:53Kalau teman-teman masih ingat tahun lalu, di bulan yang sama, di momen yang sama, bulan Ramadan,
00:58ada sejumlah aksi-aksi penolakan reksi undang-undang TNI.
01:03Tadi juga disampaikan, Andri juga terlibat dalam satu aksi yang itu juga memantik sejumlah aksi lainnya,
01:09respon lainnya dari masyarakat, dari orang muda,
01:11berkaitan dengan rupanya penolakan undang-undang TNI adalah melakukan aksi intervensi
01:16ketika rapat panja DPR di Hotel Hermon.
01:19Nah, bagian dari itu, ada beberapa rangkaian-rangkaian teror yang tadi disampaikan masih senur.
01:25Mulai dari teror teks tahun lalu, semenjak kemudian upaya aksi intervensi yang dilakukan oleh Andri dan kawan-kawan.
01:32Yang kedua, juga ada sejumlah kendaraan taktis dari TNI yang lalu-lalang di depan kantor kontras.
01:39Jadi, saya mau kasih ilustrasi.
01:42Mobil taktis TNI itu tonasanya 500-1000 ton.
01:47Dia melewati jalan keramat kuitang 2 yang notabene sebenarnya sangat sempit kalau teman-teman pernah di situ.
01:54Jadi, ini membuktikan ada sesuatu yang mungkin bukan hal yang umum dilakukan oleh kendaraan taktis.
02:00Nah, rangkaian teror lainnya, seenggaknya dalam sebulan-dua bulan, tidak ada yang signifikan.
02:07Tidak ada hal-hal yang dirasa menjadi sebuah pemicu dari situasi eskalasi sampai kemudian penyiraman air keras.
02:15Tapi, tadi saya berkomunikasi sama ayahnya Andri, orang tuanya Andri.
02:20Sekitar bulan Januari, ada orang tidak dikenal yang mendatangi rumah Andri di daerah Sukabung, Jawa Barat.
02:27Dan itu disinyalir juga mencari tahu soal Andri, mencari tahu soal keluarganya Andri.
02:34Dan ini juga bagian dari cerita yang baru saja disampaikan oleh orang tuanya Andri.
02:39Dan ini mungkin saja berkaitan dengan relasi aktivitas yang dilakukan oleh Andri menjadi badan pekerja atau pembelah HAM di kontrasi.
02:48Kapan rumah itu datang, Mas?
02:50Sekitar 16 Januari.
02:51Jadi, tadi saya sempat dikasih bukti CCTV saat ada orang tidak dikenal yang mengaku dari Jakarta berplat nomor D.
03:00Tapi plat nomornya, tapi saya lupa, tapi D.
03:03Jadi, 16 Januari tangkapan layar yang ditunjukkan oleh asrama tiga hari yang lalu.
03:10Jadi, tiga hari ini ada orang datang ke asrama kontras, memantau, di diem di depan pintu asrama kontras.
03:17Ketika didatangi, dia pergi.
03:19Beberapa saksi melihat ada orang asing di sekitar mas kontras tiga hari yang lalu, sampai dua hari sebelumnya.
03:26Merespons itu, Kapolda Metro Jaya masih mendalami periswa penyiraman terhadap aktivis kontras Andri Yunus.
03:32Sementara Kapolri Jenderalistio Sigit Prabowo telah dapat perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto
03:38untuk mengusut tuntas terhadap kasus penyiraman tersebut.
03:41Soal kasus penyerangan air keras ke aktivis kontras itu,
03:46agar senanganannya seperti apa, apa-apa?
03:48Identitas terlaku dari kendaraannya sudah teridentifikasi dari sini, mungkin?
03:52Sini, saya ingin bagi, masih melakukan pendalaman.
03:56Apuntasnya masih bekerja.
03:58Kejangan keras doang, nanti bisa terungkap.
04:00Jangan cepat.
04:01Oke?
04:03Tergait dengan perkembangan dari penyiraman aktivis,
04:10saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden
04:17untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan,
04:25dan tentunya langkah-langkah yang kita lakukan tentunya tetap mengedepankan
04:33scientific crime investigasi.
04:35Saat ini kita sedang melakukan pengumpulan informasi-informasi,
04:42dan informasi-informasi tersebut nantinya akan kita dalami satu persatu.
04:49Kami juga akan membuat posko pengaduan,
04:52sehingga masyarakat yang mungkin mengetahui dan kemudian ingin menginformasikan,
05:02maka bisa memberikan laporan langsung ke posko pengaduan, nanti akan kita bimbing.
05:09Yang jelas, seluruh informasi yang diberikan oleh masyarakat yang membantu kami,
05:18kita akan memberikan jaminan perlindungan.
05:23Saya kira itu.
05:23Untuk tahapan-tahapan selanjutnya, saat ini anak buah saya sudah siap minta untuk bekerja,
05:32dan nanti secara rutin, setelah ada perkembangan dari hasil pengumpulan informasi yang kita dapat,
05:43akan kita informasikan.
05:44Baik dari Buku Pengaduan, ataupun dari Bumas Mori,
05:52yang tentunya kita minta untuk memberikan informasi,
05:59karena memang ini menjadi perhatian serius dari Bapak Presiden.
06:04Saya kira itu. Terima kasih.
06:06Imbas penyireman air keras oleh orang tak dikenal,
06:08Andri kini mendapatkan perawatan intensif di RSCM.
06:11Koordinator Badan Pekerja Kontras, Dimas Bagus Arya,
06:15bilang Andri alami 24 persen luka bakar pada sisi kanan tubuhnya.
06:19Andri pun harus jalani operasi pada bagian mata karena terkena seraman air keras.
06:24Secara awal mungkin, karena belum ada diagnosa lebih lanjut,
06:27seperti yang tadi disampaikan Mas Isnur,
06:29kami mengapresiasi RSCM,
06:30sudah ada 22 dokter dengan spesialisasi 6 kategori,
06:35dokter mata, dokter sarang, dokter THT, dokter kulit, dokter organ dalam,
06:41pernafasan, sama dokter forensik gitu ya,
06:44yang sebenarnya coba untuk melihat bagaimana efek dari korosi zat asam.
06:49Tapi secara garis besar, diagnosa primernya,
06:52seperti yang tadi disampaikan, 24 persen luka bakar di bagian kanan tubuhnya,
06:57mulai dari kepala sampai bagian badan,
06:59itu mengalami luka bakar yang serius.
07:02Lalu yang paling memprihatinkan tentu bagian matanya.
07:05Tadi sudah disampaikan bahwa operasinya sudah berlangsung dari jam 1,
07:09dan baru selesai sekitar pukul 4 sampai setengah 5 gitu ya,
07:12artinya juga disampaikan bahwa operasinya lancar,
07:15semuanya baik-baik saja gitu ya,
07:17dan dalam situasi hari ini mungkin bisa saya sampaikan bahwa
07:21keselamatan dari saudara Andrinus itu sudah dalam posisi yang aman gitu ya,
07:27artinya mungkin dalam tahap masih penyembuhan, pemulihan,
07:31terutama efek dari luka bakar akibat dari reaksi kimia dari zat asam.
07:35Mas, untuk pembiayaan operasinya ini sudah dikeluarkan, sudah di ASB.
07:40Sementara itu, sejumlah tokoh turut mengecam tindakan penyiraman air keras terhadap aktivis kontras Andri Yunus.
07:46Wakil Presiden ke-10 dan 12 Yusuf Kala turut prihatin
07:49dan meminta polisi mengusut tuntas kasus tersebut.
07:52Senada dengan Yusuf Kala, mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
07:56dan mantan penyidik KPK Novel Baswedan meminta agar polisi tangkap pelaku dan otak penyiraman.
08:01Soal yang kena, apa itu, air-air keras, tentu kita pertama prihatin dan sayangkan itu terjadi
08:13dengan harapan polisi betul-betul, karena ini setelah KPK dulu, siapa-apanya si?
08:21Mas Baswedan itu, ini lagi, kena lagi, berarti ada kelompok, ada siapa itu kita tidak tahu
08:29supaya polisi tentu ada hubungannya dengan itu, apa namanya, kegiatan yang bersangkutan.
08:38Jadi, kalau kita lihat seperti itu, siapa yang dirugikan yang bertindak begitu.
08:44Ada juga, kita tahu ada NSMA yang hobinya hanya sekedar iseng untuk mengingat begitu.
08:51Kita tidak tahu nih, jadi tinggal polisi yang harus aktif untuk melihat.
08:56Ya, saya ada beberapa catatan ya.
08:59Pertama, keberanian Andri Yunus ini, itu memberikan bukti bahwa masih banyak orang-orang yang memiliki keberanian
09:15untuk memikirkan negeri ini, memikirkan masa depan, lebih daripada memikirkan keselamatan dirinya.
09:27Andri ini termasuk orang-orang pertama dan juga aktivis-aktivis yang lain
09:32yang mendeteksi tanda-tanda kemunduran demokrasi.
09:36Lalu aktif menyuarakan usaha untuk mencegah kemunduran demokrasi.
09:43Andri dan teman-teman aktivis adalah bukti keberanian itu.
09:47Jadi, kita semua tentu marah, kita semua tentu ingin ada segera langkah-langkah hukum untuk menangkap pelakunya.
10:02Tapi juga kemarahan itu tidak boleh membabi buta.
10:06Tapi juga jangan kemudian jadi takut karena peristiwa ini.
10:09Kemarahan ini harus disalurkan secara terstruktur, secara rapi,
10:17sehingga dia menjadi daya tekan untuk bisa ada penyelidikan sampai tuntas.
10:24Dan kita percayakan kepada aparat kepolisian untuk bisa mencari pelakunya,
10:33menemukan pelakunya, lalu sampai kepada pemberi perintahnya.
10:41Bukan hanya pada eksekutor di lapangan, tapi pemberi perintahnya.
10:45Dan ditegakkan keadilan yang seadil-adilnya.
10:49Dan saya rasa itu yang menjadi harapan,
10:53harapan saya dan kita semua.
10:54Andri kan termasuk dari anggota tim pencari fakta demo rusuk Agustus nih.
10:59Apakah Ibu ada hubungan?
11:01Saya tidak mau berspekulasi soal itu.
11:05Tapi menurut saya,
11:08lakukan penyelidikan sampai tuntas.
11:10Tapi ini kira-kira ada hubungannya dengan kasus yang sedangnya kawal?
11:14Saya tidak mau spekulasi.
11:15Karena ini kan ini kayaknya bukan kriminal,
11:17seperti biasa ya?
11:18Oh iya, jelas.
11:21Saya rasa Pak Novel bisa cerita sedikit.
11:24Ya, begini.
11:26Kalau kita perhatikan ya,
11:28dari CCTV paling tidak,
11:31itu menggambarkan bahwa pelakunya itu
11:34bukan satu aja,
11:36bukan satu motor.
11:36Maksudnya motor-satu motor kan berdua ya.
11:39Itu mereka berkelompok.
11:41Dan melakukannya seperti,
11:43apa namanya,
11:45sangat organisir.
11:46Sehingga saya juga menduga,
11:48sebelum melakukan tindakan,
11:49mereka pasti ada kayak briefing lah begitu ya.
11:53Jadi, seterorganisir seperti itulah pelakunya ini.
11:56Yang kedua,
11:58pastinya kalau polanya seperti itu,
12:01untuk menyerang pastinya sudah mengikuti,
12:04mempelajari,
12:04dan banyak hal yang dilakukan.
12:06Ini yang menunjukkan bahwa pelakunya terorganisir.
12:09Sebelumnya saya pernah menyampaikan itu ke media juga.
12:11Dan tentunya saya mendesak,
12:13agar proses pengungkapannya juga harus dilakukan segera.
12:16Dan siapapun yang melakukan,
12:17dari pihak manapun,
12:19itu harus dihukum dengan seberat-beratnya,
12:21dan diusut dengan tuntas.
12:23Pasti terwarukan sudah di profiling sebelumnya,
12:25seberapa lama?
12:26Iya, saya yakin pastinya.
12:27Tapi seberapa lama tentunya nggak tahu.
12:29Minimal kalau tiga hari lewat lah.
12:32Lebih dari tiga hari sudah di profiling,
12:33sudah diikuti, dibuntuti.
12:35Sehingga kemudian penyerangan itu dilakukan
12:37di tempat yang memang diperkirakan yang paling sepi lah.
12:41Ada hubungannya dengan kasus-kasus yang sedang si Andri Kawa?
12:46Iya, semuanya kemungkinan itu ada.
12:47Tapi pada dasarnya penyelidikan atau penyelidikan itu
12:50harus dilakukan dengan tuntas apadanya objektif.
12:53Dan disitulah nanti faktanya akan kelihatan.
12:55Pak Novel sudah lihat CCTV-nya atau belum?
12:57Sudah.
12:57Nah ini kalau Pak Novel lihat,
12:59menurut Pak Novel gambaran seperti apa?
13:00Apa itu?
13:01Kriminal biasa,
13:02atau ada motivasi?
13:04Yang pasti ini bukan kejahatan spontan
13:07atau istilahnya kriminal murni yang ada disampaikan tadi ya.
13:11Tapi sesuatu perbuatan yang dilakukan dengan motif.
13:14Motifnya apa?
13:15Itu nanti yang mestinya harus dibuktikan
13:16di proses penyelidikan dan penyelidikan.
13:19Dan tentunya kita ingin agar proses ini dilakukan dengan tuntas.
13:23Tadi Pak Anies juga sampaikan.
13:25Kita berharap aktor intelektualnya pun harus dihukum berat.
13:29Dan kita tidak ingin kalau ini diproses dengan sekendarnya,
13:32maka akan terulang lagi cara-cara yang seperti ini.
13:35Dan ini sangat brutal dan biadab.
13:40Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
13:45Satu langkah lebih dekat,
13:46satu langkah lebih terpercaya.
13:49Saksikan Sapa Indonesia Malam
13:51di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar