Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tak dikenal (OTK), pada Kamis, 12 Maret 2026.

Peristiwa terjadi pada pukul 23.37 WIB saat Andrie Yunus sedang mengendarai motor miliknya Kmelewati Jalan Salemba I-Talang, Senen, Jakarta Pusat.

Ketika Andrie melintas, dua orang pelaku yang mengendarai motor dari arah berlawanan menghampiri Andrie kemudian menyiramkan air keras ke arah tubuh bagian kanan Andrie.

Koordinator Bidang Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya menyampaikan dampak penyiraman itu Andrie mengalami luka bakar 24 persen pada tubuh bagian kanannya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan telah mendapat perintah dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Baca Juga Foto Penyiram Air Keras ke Aktivis Beredar di Medsos, Polisi Sebut AI: Ada Dugaan untuk Menyesatkan di https://www.kompas.tv/regional/657063/foto-penyiram-air-keras-ke-aktivis-beredar-di-medsos-polisi-sebut-ai-ada-dugaan-untuk-menyesatkan

#aktiviskontras #andrieyunus #airkeras

Video Editor: Galih

Voice Over: Aisha

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/657085/full-kronologi-aktivis-kontras-andrie-yunus-disiram-air-keras-oleh-otk
Transkrip
00:01Intro
00:08Wakil Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Kontras,
00:13Andri Yunus disiram air keras oleh orang tak dikenal pada Kamis 12 Maret 2026.
00:17Peristiwa terjadi pada pukul 23.37 waktu Indonesia Barat saat Andri Yunus sedang mengendarai motor miliknya
00:23di Jalan Salemba 1 Talang, Senen, Jakarta Pusat.
00:26Saat Andri melintas, dua orang pelaku yang mengendarai motor hampiri Andri dari arah berlawanan di Jalan Talang.
00:33Saat berpapasan, pelaku siramkan air keras ke tubuh Andri Yunus.
00:36Akibat penyiraman itu, Andri berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya.
00:43Rentang waktu mungkin nanti berganti sama istri.
00:45Rentang waktu, ya kalau tadi yang disampaikan ini bagian dari salah satu konsekuensi kerja organisasi.
00:53Kalau teman-teman masih ingat tahun lalu, di bulan yang sama, di momen yang sama, bulan Ramadan,
00:58ada sejumlah aksi-aksi penolakan reksi undang-undang TNI.
01:03Tadi juga disampaikan, Andri juga terlibat dalam satu aksi yang itu juga memantik sejumlah aksi lainnya,
01:09respon lainnya dari masyarakat, dari orang muda,
01:11berkaitan dengan rupanya penolakan undang-undang TNI adalah melakukan aksi intervensi
01:16ketika rapat panja DPR di Hotel Hermon.
01:19Nah, bagian dari itu, ada beberapa rangkaian-rangkaian teror yang tadi disampaikan masih senur.
01:25Mulai dari teror teks tahun lalu, semenjak kemudian upaya aksi intervensi yang dilakukan oleh Andri dan kawan-kawan.
01:32Yang kedua, juga ada sejumlah kendaraan taktis dari TNI yang lalu-lalang di depan kantor kontras.
01:39Jadi, saya mau kasih ilustrasi.
01:42Mobil taktis TNI itu tonasanya 500-1000 ton.
01:47Dia melewati jalan keramat kuitang 2 yang notabene sebenarnya sangat sempit kalau teman-teman pernah di situ.
01:54Jadi, ini membuktikan ada sesuatu yang mungkin bukan hal yang umum dilakukan oleh kendaraan taktis.
02:00Nah, rangkaian teror lainnya, seenggaknya dalam sebulan-dua bulan, tidak ada yang signifikan.
02:07Tidak ada hal-hal yang dirasa menjadi sebuah pemicu dari situasi eskalasi sampai kemudian penyiraman air keras.
02:15Tapi, tadi saya berkomunikasi sama ayahnya Andri, orang tuanya Andri.
02:20Sekitar bulan Januari, ada orang tidak dikenal yang mendatangi rumah Andri di daerah Sukabung, Jawa Barat.
02:27Dan itu disinyalir juga mencari tahu soal Andri, mencari tahu soal keluarganya Andri.
02:34Dan ini juga bagian dari cerita yang baru saja disampaikan oleh orang tuanya Andri.
02:39Dan ini mungkin saja berkaitan dengan relasi aktivitas yang dilakukan oleh Andri menjadi badan pekerja atau pembelah HAM di kontrasi.
02:48Kapan rumah itu datang, Mas?
02:50Sekitar 16 Januari.
02:51Jadi, tadi saya sempat dikasih bukti CCTV saat ada orang tidak dikenal yang mengaku dari Jakarta berplat nomor D.
03:00Tapi plat nomornya, tapi saya lupa, tapi D.
03:03Jadi, 16 Januari tangkapan layar yang ditunjukkan oleh asrama tiga hari yang lalu.
03:10Jadi, tiga hari ini ada orang datang ke asrama kontras, memantau, di diem di depan pintu asrama kontras.
03:17Ketika didatangi, dia pergi.
03:19Beberapa saksi melihat ada orang asing di sekitar mas kontras tiga hari yang lalu, sampai dua hari sebelumnya.
03:26Merespons itu, Kapolda Metro Jaya masih mendalami periswa penyiraman terhadap aktivis kontras Andri Yunus.
03:32Sementara Kapolri Jenderalistio Sigit Prabowo telah dapat perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto
03:38untuk mengusut tuntas terhadap kasus penyiraman tersebut.
03:41Soal kasus penyerangan air keras ke aktivis kontras itu,
03:46agar senanganannya seperti apa, apa-apa?
03:48Identitas terlaku dari kendaraannya sudah teridentifikasi dari sini, mungkin?
03:52Sini, saya ingin bagi, masih melakukan pendalaman.
03:56Apuntasnya masih bekerja.
03:58Kejangan keras doang, nanti bisa terungkap.
04:00Jangan cepat.
04:01Oke?
04:03Tergait dengan perkembangan dari penyiraman aktivis,
04:10saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden
04:17untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan,
04:25dan tentunya langkah-langkah yang kita lakukan tentunya tetap mengedepankan
04:33scientific crime investigasi.
04:35Saat ini kita sedang melakukan pengumpulan informasi-informasi,
04:42dan informasi-informasi tersebut nantinya akan kita dalami satu persatu.
04:49Kami juga akan membuat posko pengaduan,
04:52sehingga masyarakat yang mungkin mengetahui dan kemudian ingin menginformasikan,
05:02maka bisa memberikan laporan langsung ke posko pengaduan, nanti akan kita bimbing.
05:09Yang jelas, seluruh informasi yang diberikan oleh masyarakat yang membantu kami,
05:18kita akan memberikan jaminan perlindungan.
05:23Saya kira itu.
05:23Untuk tahapan-tahapan selanjutnya, saat ini anak buah saya sudah siap minta untuk bekerja,
05:32dan nanti secara rutin, setelah ada perkembangan dari hasil pengumpulan informasi yang kita dapat,
05:43akan kita informasikan.
05:44Baik dari Buku Pengaduan, ataupun dari Bumas Mori,
05:52yang tentunya kita minta untuk memberikan informasi,
05:59karena memang ini menjadi perhatian serius dari Bapak Presiden.
06:04Saya kira itu. Terima kasih.
06:06Imbas penyireman air keras oleh orang tak dikenal,
06:08Andri kini mendapatkan perawatan intensif di RSCM.
06:11Koordinator Badan Pekerja Kontras, Dimas Bagus Arya,
06:15bilang Andri alami 24 persen luka bakar pada sisi kanan tubuhnya.
06:19Andri pun harus jalani operasi pada bagian mata karena terkena seraman air keras.
06:24Secara awal mungkin, karena belum ada diagnosa lebih lanjut,
06:27seperti yang tadi disampaikan Mas Isnur,
06:29kami mengapresiasi RSCM,
06:30sudah ada 22 dokter dengan spesialisasi 6 kategori,
06:35dokter mata, dokter sarang, dokter THT, dokter kulit, dokter organ dalam,
06:41pernafasan, sama dokter forensik gitu ya,
06:44yang sebenarnya coba untuk melihat bagaimana efek dari korosi zat asam.
06:49Tapi secara garis besar, diagnosa primernya,
06:52seperti yang tadi disampaikan, 24 persen luka bakar di bagian kanan tubuhnya,
06:57mulai dari kepala sampai bagian badan,
06:59itu mengalami luka bakar yang serius.
07:02Lalu yang paling memprihatinkan tentu bagian matanya.
07:05Tadi sudah disampaikan bahwa operasinya sudah berlangsung dari jam 1,
07:09dan baru selesai sekitar pukul 4 sampai setengah 5 gitu ya,
07:12artinya juga disampaikan bahwa operasinya lancar,
07:15semuanya baik-baik saja gitu ya,
07:17dan dalam situasi hari ini mungkin bisa saya sampaikan bahwa
07:21keselamatan dari saudara Andrinus itu sudah dalam posisi yang aman gitu ya,
07:27artinya mungkin dalam tahap masih penyembuhan, pemulihan,
07:31terutama efek dari luka bakar akibat dari reaksi kimia dari zat asam.
07:35Mas, untuk pembiayaan operasinya ini sudah dikeluarkan, sudah di ASB.
07:40Sementara itu, sejumlah tokoh turut mengecam tindakan penyiraman air keras terhadap aktivis kontras Andri Yunus.
07:46Wakil Presiden ke-10 dan 12 Yusuf Kala turut prihatin
07:49dan meminta polisi mengusut tuntas kasus tersebut.
07:52Senada dengan Yusuf Kala, mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
07:56dan mantan penyidik KPK Novel Baswedan meminta agar polisi tangkap pelaku dan otak penyiraman.
08:01Soal yang kena, apa itu, air-air keras, tentu kita pertama prihatin dan sayangkan itu terjadi
08:13dengan harapan polisi betul-betul, karena ini setelah KPK dulu, siapa-apanya si?
08:21Mas Baswedan itu, ini lagi, kena lagi, berarti ada kelompok, ada siapa itu kita tidak tahu
08:29supaya polisi tentu ada hubungannya dengan itu, apa namanya, kegiatan yang bersangkutan.
08:38Jadi, kalau kita lihat seperti itu, siapa yang dirugikan yang bertindak begitu.
08:44Ada juga, kita tahu ada NSMA yang hobinya hanya sekedar iseng untuk mengingat begitu.
08:51Kita tidak tahu nih, jadi tinggal polisi yang harus aktif untuk melihat.
08:56Ya, saya ada beberapa catatan ya.
08:59Pertama, keberanian Andri Yunus ini, itu memberikan bukti bahwa masih banyak orang-orang yang memiliki keberanian
09:15untuk memikirkan negeri ini, memikirkan masa depan, lebih daripada memikirkan keselamatan dirinya.
09:27Andri ini termasuk orang-orang pertama dan juga aktivis-aktivis yang lain
09:32yang mendeteksi tanda-tanda kemunduran demokrasi.
09:36Lalu aktif menyuarakan usaha untuk mencegah kemunduran demokrasi.
09:43Andri dan teman-teman aktivis adalah bukti keberanian itu.
09:47Jadi, kita semua tentu marah, kita semua tentu ingin ada segera langkah-langkah hukum untuk menangkap pelakunya.
10:02Tapi juga kemarahan itu tidak boleh membabi buta.
10:06Tapi juga jangan kemudian jadi takut karena peristiwa ini.
10:09Kemarahan ini harus disalurkan secara terstruktur, secara rapi,
10:17sehingga dia menjadi daya tekan untuk bisa ada penyelidikan sampai tuntas.
10:24Dan kita percayakan kepada aparat kepolisian untuk bisa mencari pelakunya,
10:33menemukan pelakunya, lalu sampai kepada pemberi perintahnya.
10:41Bukan hanya pada eksekutor di lapangan, tapi pemberi perintahnya.
10:45Dan ditegakkan keadilan yang seadil-adilnya.
10:49Dan saya rasa itu yang menjadi harapan,
10:53harapan saya dan kita semua.
10:54Andri kan termasuk dari anggota tim pencari fakta demo rusuk Agustus nih.
10:59Apakah Ibu ada hubungan?
11:01Saya tidak mau berspekulasi soal itu.
11:05Tapi menurut saya,
11:08lakukan penyelidikan sampai tuntas.
11:10Tapi ini kira-kira ada hubungannya dengan kasus yang sedangnya kawal?
11:14Saya tidak mau spekulasi.
11:15Karena ini kan ini kayaknya bukan kriminal,
11:17seperti biasa ya?
11:18Oh iya, jelas.
11:21Saya rasa Pak Novel bisa cerita sedikit.
11:24Ya, begini.
11:26Kalau kita perhatikan ya,
11:28dari CCTV paling tidak,
11:31itu menggambarkan bahwa pelakunya itu
11:34bukan satu aja,
11:36bukan satu motor.
11:36Maksudnya motor-satu motor kan berdua ya.
11:39Itu mereka berkelompok.
11:41Dan melakukannya seperti,
11:43apa namanya,
11:45sangat organisir.
11:46Sehingga saya juga menduga,
11:48sebelum melakukan tindakan,
11:49mereka pasti ada kayak briefing lah begitu ya.
11:53Jadi, seterorganisir seperti itulah pelakunya ini.
11:56Yang kedua,
11:58pastinya kalau polanya seperti itu,
12:01untuk menyerang pastinya sudah mengikuti,
12:04mempelajari,
12:04dan banyak hal yang dilakukan.
12:06Ini yang menunjukkan bahwa pelakunya terorganisir.
12:09Sebelumnya saya pernah menyampaikan itu ke media juga.
12:11Dan tentunya saya mendesak,
12:13agar proses pengungkapannya juga harus dilakukan segera.
12:16Dan siapapun yang melakukan,
12:17dari pihak manapun,
12:19itu harus dihukum dengan seberat-beratnya,
12:21dan diusut dengan tuntas.
12:23Pasti terwarukan sudah di profiling sebelumnya,
12:25seberapa lama?
12:26Iya, saya yakin pastinya.
12:27Tapi seberapa lama tentunya nggak tahu.
12:29Minimal kalau tiga hari lewat lah.
12:32Lebih dari tiga hari sudah di profiling,
12:33sudah diikuti, dibuntuti.
12:35Sehingga kemudian penyerangan itu dilakukan
12:37di tempat yang memang diperkirakan yang paling sepi lah.
12:41Ada hubungannya dengan kasus-kasus yang sedang si Andri Kawa?
12:46Iya, semuanya kemungkinan itu ada.
12:47Tapi pada dasarnya penyelidikan atau penyelidikan itu
12:50harus dilakukan dengan tuntas apadanya objektif.
12:53Dan disitulah nanti faktanya akan kelihatan.
12:55Pak Novel sudah lihat CCTV-nya atau belum?
12:57Sudah.
12:57Nah ini kalau Pak Novel lihat,
12:59menurut Pak Novel gambaran seperti apa?
13:00Apa itu?
13:01Kriminal biasa,
13:02atau ada motivasi?
13:04Yang pasti ini bukan kejahatan spontan
13:07atau istilahnya kriminal murni yang ada disampaikan tadi ya.
13:11Tapi sesuatu perbuatan yang dilakukan dengan motif.
13:14Motifnya apa?
13:15Itu nanti yang mestinya harus dibuktikan
13:16di proses penyelidikan dan penyelidikan.
13:19Dan tentunya kita ingin agar proses ini dilakukan dengan tuntas.
13:23Tadi Pak Anies juga sampaikan.
13:25Kita berharap aktor intelektualnya pun harus dihukum berat.
13:29Dan kita tidak ingin kalau ini diproses dengan sekendarnya,
13:32maka akan terulang lagi cara-cara yang seperti ini.
13:35Dan ini sangat brutal dan biadab.
13:40Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
13:45Satu langkah lebih dekat,
13:46satu langkah lebih terpercaya.
13:49Saksikan Sapa Indonesia Malam
13:51di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan