Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 7 menit yang lalu
KOMPAS.TV - Iran memastikan tidak akan tampil di Piala Dunia 2026 meski Presiden FIFA sudah memberikan jaminan keamanan jika Iran berlaga di Piala Dunia, khususnya di Amerika Serikat.

Padahal, Iran sudah masuk dalam daftar peserta Piala Dunia dan tergabung bersama Grup G bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.

Lalu, akankah Iran tetap main jika konflik Timur Tengah mereda? Dan siapakah yang berpeluang gantikan Iran?

Kita bahas bersama analis sepak bola Firzie Idris dan pengamat Timur Tengah Hasibullah Satrawi.

Baca Juga 2 Kapal Pertamina Masih Terjebak di Selat Hormuz, Pertamina Koordinasi dengan Kemenlu di https://www.kompas.tv/nasional/656597/2-kapal-pertamina-masih-terjebak-di-selat-hormuz-pertamina-koordinasi-dengan-kemenlu



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/656599/iran-dipastikan-absen-di-piala-dunia-2026-meski-fifa-jamin-keamanan-siapa-penggantinya
Transkrip
00:00Saudara Iran memastikan tidak akan tampil di Piala Dunia 2026 meski Presiden FIFA sudah memberikan jaminan keamanan jika Iran berlagak
00:07di Piala Dunia, khususnya di Amerika Serikat.
00:09Padahal Iran sudah masuk dalam daftar peserta Piala Dunia dan tergabung bersama Grup G bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.
00:17Kemudian akankah Iran tetap main jika konflik tengah meredah dan siapakah yang berpeluang menggantikan Iran?
00:23Kita bahas bersama dengan analis sepak bola Firzi Idris dan juga pengamat Timur Tengah Hasibulo Satrawi dari Sambungendaring.
00:29Selamat pagi Mas Firzi, Mas Hasibulo.
00:32Selamat pagi.
00:33Pagi Mas, pagi Mas Ebol.
00:36Mas Firzi ini kan paling tidak kalau kita berkaca pada peringatan Menteri Pemuda dan juga olahraga Iran bahwa memang Iran
00:44kemungkinan tidak ikut gitu ya untuk Piala Dunia 2026.
00:47Nah mungkin dengan perkembangan terbaru yang Mas Firzi juga lihat mungkin di Instagram tim nasionalnya Iran gitu dan juga kemudian
00:56kalau memang nanti ternyata tidak jadi ikut beneran gitu.
00:58Dampaknya itu seperti apa sih Mas?
01:01Ya ini sebenarnya waktu yang apa ya, this is something yang belum pernah terjadi dalam mungkin 96 tahun sepanjang sejarah
01:09Piala Dunia ya.
01:10Dimana Presiden Negara Tuan Rumah itu secara implisit mengancam keamanan suatu negara peserta.
01:18Dimana FIFA regulation mandatory adalah suatu negara harus menjamin keamanan participating country.
01:26Dan disini memang Presiden FIFA sendiri Infantino juga berada dalam posisi dimana dia politically conflicted gitu dan terekspos terhadap Presiden
01:40Donald Trump ya.
01:41Kita lihat betapa dia nempela Donald Trump bahkan kantor FIFA di New York itu ada di Trump Tower.
01:46Dia ada di Board of Peace kemarin di pertemuan pertama Board of Peace.
01:50Jadi memang ini suatu ranah yang sama sekali belum secara politik ini sepak bola dan politik benar-benar tercampur sekarang.
02:00Jadi memang itu pernyataan menporanya Iran itu menyatakan bahwa mereka tidak akan berantisipasi di Piala Dunia 2026.
02:10Tapi kan kita tahu kalau sepak bola itu kan seharusnya terpisah ya dari pemerintahan.
02:17Jadi kalau menporang ngomong A, timnas Iran itu seharusnya mengikuti gitu.
02:23Karena kalau mengikuti itu artinya ada intervensi.
02:26Dan yang menarik memang tadi pagi banget ya memang ada perkataan dari Donald Trump itu.
02:31Tapi kemudian diikuti dengan balasan dari akun Instagram resminya timnas Iran.
02:37Dimana mereka mengatakan secara keras bahwa mereka tetap ingin berpartisipasi.
02:43Bahwa timnas Iran lolos ke ajang ini dengan penuh percaya diri dan melalui kemenangan beruntun.
02:48Menjadi salah satu tim pertama yang mencapai turnamen.
02:52Mereka itu ada tim ketiga yang lolos ya.
02:54Serta ada Tuan Rumah, terus ada Jepang, terus ada satu negara lagi baru Iran.
02:59Bagi mereka dalam pernyataan mereka dibilang tentu saja tidak ada yang dapat mengeluarkan timnas Iran dari Piala Dunia.
03:06Sebaliknya negara yang seharusnya dikeluarkan adalah negara yang hanya menyandang gelar Tuan Rumah.
03:12Tetapi tidak memiliki kemampuan untuk menjamin keamanan tim-tim yang berpartisipasi dalam ajang ini.
03:18Menurut saya ini adalah statement yang kuat dan elegan dari tim Nasiran.
03:23Dan menghadapi potensi untuk suatu hal yang kita sebelumnya mungkin belum pernah lihat di sepanjang partisipasi Piala Dunia Senior ya,
03:33Mas Rang.
03:33Tapi kalau kita lihat memang kalau keputusannya nanti memang mereka tidak jadi main gitu.
03:38Apakah tepat gitu Mas di tengah kondisi sekarang ini?
03:43Tepat, tidak tepat. Ini kan juga berhubungan dengan logistik ya.
03:47Misalnya sekarang tim Nasiran itu juga lagi kesulitan mendapatkan visa untuk bermain di Monterey.
03:52Di kualifikasi playoff Piala Dunia.
03:56Karena pertama pelatih Graham Arnold juga mengatakan bahwa dia itu tidak bisa mengumpulin tim.
04:03Karena airspacenya Irak kan ditutup ya sepanjang perang AS-Israel melawan Iran ini.
04:08Pertama dia tidak bisa mengumpulin pemain.
04:09Kedua karena Meksiko tidak punya kedutaan di Irak.
04:14Jadi mereka harus mengurus visa via Qatar dan Arab Saudi.
04:18Itu saja dengan airspace yang ditutup menimbulkan suatu kesulitan logistik tersendiri.
04:22Sedangkan mereka harus bermain pada 31 Maret.
04:25Jadi banyak imbas geopolitik yang mengakibatkan persiapan Piala Dunia ini mungkin jadi salah satu yang paling karut-marut ya.
04:35At least dalam beberapa tahun terakhir.
04:37Dan walaupun banyak media barat ketika itu menuding Qatar, menuding Rusia akan jadi tuan rumah yang buruk.
04:43Ketika saya liputan ke Rusia, ketika liputan ke Ukraina, Polandia dulu juga banyak yang media barat yang mengkritik.
04:50Tapi ya ternyata sekarang sendiri Amerika Serikat yang membuat kacau penyelenggaraan turnamen FIFA ini.
04:56Oke baik, selain membuat kacau juga dalam tanda kutip ini mengancam Iran gitu ya.
05:01Saya mau tanya ke Mas Hasibulo.
05:03Dengan ancaman Trump yang bilang bahwa tidak bisa menjamin keselamatan dan juga nyawa mereka sendiri yang ada di...
05:10Misalnya mereka jadi ikut Piala Dunia gitu ke Amerika Serikat, Kanada maupun Meksiko.
05:14Mas Hasibulo melihatnya apakah kemudian keputusan Iran nanti kalau memang mereka berhenti dari Piala Dunia?
05:21Ini apakah suatu jaga-jaga atau mungkin kewaspadaan atau mungkin ada sentimen sendiri aja gitu Mas?
05:28Karena ya mereka sudah nyerang kami, kami nggak mau ikut lah Piala Dunia gitu.
05:33Ya, terima kasih Mas.
05:35Saya terus terang mengikuti pernyataan para pihak terkait dengan kehadiran Iran di Piala Dunia nanti.
05:43Itu sepertinya memang kemungkinan besar tidak akan datang ya.
05:47Karena seperti disampaikan tadi itu pihak federasi sepak bola Iran masih menyampaikan kemungkinan datang atau kemungkinan backcourt atau datang atau
05:59tidak.
05:59Tapi keputusan akhir itu diserahkan kepada otoritas olahraga Iran, Menteri Olahraga Iran.
06:06Nah itu artinya memang ya ini kita harus menyaksikan pada akhirnya sepak bola pun tunduk kepada hukum politik gitu.
06:14Dan saya sebagai juga penikmat sepak bola maunya sih jangan gitu-gitu amat mestinya gitu kan.
06:19Ini yang politik biar urusan politik.
06:21Kemudian yang sepak bola adalah sepak bola.
06:24Syukur-syukur sepak bola justru bisa memberikan katakanlah penyeimbang, kemudian pemecah kebuntuan, politik lagi tegang-tegang sepak bola bisa justru
06:36bisa mendekatkan misalkan lewat nilai-nilai yang ada di dalamnya gitu.
06:40Tapi sekali lagi dunia ini tidak selalu yang ideal seperti yang kita harapkan.
06:43Ini sepertinya dari sisi Amerika maupun Iran sendiri justru dominasi politiknya terlalu tinggi, politik keamanan ya.
06:50Dan itu bagi saya PR lah ke depan gitu.
06:53Bagaimana ke depan itu akhir kehidupan ini kita bagi ruang banyak lah.
06:57Yang memang ruang politik bersetegang silahkan bersetegang disitu.
07:01Tapi ruang yang lain tidak perlu juga menjadi hancur-hancuran semua.
07:05Itu kan mestinya kita punya kemampuan untuk mendesain seperti itu ke depan.
07:10Harapannya kan gitu ya.
07:11Sepak bola bisa jadi ya membuat suasana lebih cair ataupun ya tadi memecah kebuntuan gitu.
07:17Tapi mas dengan pernyataannya Trump yang sampai menyebut soal nyawa dan juga keselamatan.
07:24Apakah ini memang suatu bentuk ancaman nyata gitu bagi Iran?
07:27Jangan sampai kalian ke sini gitu untuk piala dunia.
07:30Oh iya itu jelas itu pernyataan yang mestinya tidak perlu lah gitu.
07:35Saya berharap dari sisi Amerika bisa menyampaikan silahkan kalau mau datang kami jamin Anda gitu ya.
07:40Kemudian dari Iran juga mengatakan oh walaupun kami perang kami masuk secara objektif.
07:46Jadi kami juga akan bertanding.
07:47Itu kan nilai-nilai sepak bola yang mestinya kita kembangkan disitu.
07:51Dan saya justru malah berharap ke depan daripada perang abad pertengahan seperti ini.
07:56Perang rudal bunuh orang.
07:57Kalau memang ada orang masalah ke depan gimana kalau kita suruh tanding aja timnasnya gitu.
08:02Sehingga ada perang di dalam penyelesaian masalah tapi perangnya bukan perang abad pertengahan.
08:07Ini perang abad kita, kita selesaikan dalam bentuk olahraga gitu.
08:11Dan itu bagi saya tidak membunuh mas ya.
08:13Kalau perang olahraga gitu kan jadi menjadi tontonan dan tetap aja yang kalah adalah kalah, yang menang adalah menang.
08:19Lebih sportif gitu.
08:20Seandainya ketika kita bisa politik kita bisa kita inspirasi, kita berikan pemahaman.
08:25Dan daripada kita terus larut dalam pola peperangan abad pertengahan yang menghancurkan seperti ini.
08:32Kenapa kok pola peperangan ke depan tidak ikut dalam seperti sepak bola ini gitu.
08:37Jadi kalau ada beberapa bangsa bermasalah daripada mengeluarkan nuklir, rudal.
08:42Lebih baik timnasnya aja suruh tempur siapa yang menang dia menang.
08:45Lalu kemudian hukum-hukumnya tanduk disitu.
08:47Itu kan indah menurut saya mas gitu.
08:49Daripada sekarang ini udah 14 hari kita ngamatin perang demi perang, rudal demi rudal.
08:54Penderitaan sana-sini dan mungkin akan ada hiburan dari piala dunia, dari bola.
08:59Bolanya pun akhirnya juga kena begini.
09:01Ini kan jadi terlalu serius menurut saya gitu loh hidupnya gitu.
09:05Ya oke lah.
09:06Ini memang harapan yang kita seperti tadi ya mas.
09:09Jangan sampai digabung antara bola dan juga politik.
09:12Tapi tidak bisa terpisahkan dalam kehidupan nyata gitu.
09:14Saya kembali ke mas Firis.
09:16Di marfis ini kan Iran kemungkinan besar akan cabut dari piala dunia.
09:20Nah ini nanti dari FIFA-nya kalau menurut Anda kira-kira bakal
09:24ngisi lagi untuk kekosongan posisi Iran ataukah ya sudah dibiarkan saja.
09:30Ya.
09:31Karena drawing itu udah dilakukan ya.
09:33Karena drawing udah dilakukan, grup udah dibagi.
09:36Jadi kalau membiarkan satu grup kosong itu rasanya gak mungkin.
09:39Ini jadi kayak Yugoslavia di Euro 92 ya.
09:44Dimana akhirnya digantikan oleh Denmark ketika ada perang berkecamuk di negara mereka.
09:48Dan akhirnya Denmark pun yang keluar sebagai juara ketika itu.
09:51Sekarang permasalahannya bagi Iran adalah apabila mereka mendengarkan
09:56Menteri Pemuda dan Olaraga mereka.
09:58Jadi artinya FIFA jadi punya alasan untuk nge-ban mereka.
10:01Karena artinya ada intervensi pemerintahan.
10:04Padahal yang seharusnya di-ban adalah negara yang gak bisa menyediakan
10:07government insurance safety terhadap keselamatan peserta mereka.
10:12Tapi kita tahu oke Trump kayaknya gak bakal berani melakukan itu.
10:17Dan untuk memindah piala dunia dengan waktu yang berapa 90 hari yang tersisa ini kayaknya
10:22It's almost impossible.
10:24Padahal dulu FIFA pernah berani kan mengambil piala dunia U20 dari kita.
10:29Karena kita pemerintah dan beberapa gubernur ketika itu menolak keberadaan timnas Israel.
10:36Nah balik lagi sebenarnya kalau kembali ke poinnya Mas Halsibullo soal perang di lapangan.
10:43Sebenarnya kan pernah terjadi ya Iran lawan Amerika Serikat.
10:45Itu terjadi di piala dunia 1998 di Stade Joran.
10:49Ketika itu Iran menang 2-1.
10:52Nah seharusnya Amerika Serikat nih.
10:54Nanti ada kemungkinan sebenarnya kalau Amerika Serikat Iran kalau maju dari grup mereka masing-masing
10:59itu kayaknya ada kemungkinan mereka bertemu ya.
11:00Seharusnya mereka bertarung di lapangan itu aja.
11:03Di situ saya juga setuju.
11:04Tapi masalahnya di sini kan Amerika Serikat kan berhak memberikan atau tidak memberikan visa.
11:11Nah kalau misalnya pemerintah Amerika Serikat memutuskan untuk tidak memberikan visa ya
11:17itu mau lobby sekuat apapun Infantino ke Trump mau sekuat apapun dia menjelat Trump
11:23ya nggak akan berarti apa-apa gitu.
11:25Karena ternyata orang yang dianugrahi FIFA Peace Prize itu kurang dari berapa?
11:303 months, 3 bulan dia langsung mengirim merudal ke negara yang secara power projection itu nggak bisa mengancam negaranya secara
11:40langsung ya.
11:40Jadi ini suatu ironis yang sangat luar biasa menurut saya.
11:43Nah ini kemudian yang kami jadi pertanyaan juga Mas Firzi.
11:46Dengan mundurnya Iran seperti ini, apakah kemudian dampaknya besar dari kredibilitas dari FIFA sendiri?
11:54Apalagi kita lihat AS yang sudah luar biasa.
11:58Kelihatan banget ya ini politik luar negerinya aduh kacau balau gitu.
12:02Menyerang Venezuela, menyerang Iran.
12:03Dan kemudian sebelumnya juga banyaklah yang kemudian dilakukan Amerika Serikat dengan kemudian tidak nge-ban istilahnya nih
12:11dengan ada yang konflik kepentingan mungkin antara FIFA dan juga Amerika Serikat.
12:14Bagaimana nih ke depannya Mas?
12:17Ya kredibilitas FIFA pasti sangat-sangat terpukul ya.
12:20Tapi balik lagi, ini mungkin pelakuan media barat ke negara barat juga.
12:24Karena kita mungkin sekarang kan condong melihat informasi dari media barat.
12:28Kita tahu wording, diksi, dan beberapa pemakaian kata yang dipakai outlet-outlet media besar
12:34New York Times, BBC, Sky terhadap perang Iran kepada Amerika Israel ini kan berbeda ya
12:42dalam sudut pandang mereka pemakaian kata-katanya.
12:45Dan ini juga yang terjadi dulu ketika Polandia, saya ingat banget tahun 2012
12:50karena ketika itu adalah pertama kalinya piala Eropa digelar di negara Eropa Timur, Polandia dan Ukraina.
12:55Nah ketika itu media-media barat menghantam sekali Polandia dan Ukraina
13:00dibilang mereka tidak layak jadi gini-gini, akan ada security issue seperti ini,
13:05akan keadaannya sangat parah sekali.
13:07Tapi ketika saya di sana, saya melihat sendiri bahwa
13:11negara itu sangat bersahabat, sangat luar biasa.
13:15Bahkan sampai ketika itu di tengah kota Warsawa itu ada tulisan,
13:20saya lihat di monumen itu adalah BBC Welcome to the Real Poland gitu.
13:24Bahwa mereka sendiri kesal dengan penggambaran dari media-media barat
13:28terhadap negara Eropa Timur ketika itu.
13:31Pun juga ketika Rusia jadi tuan rumah, ternyata mereka tuan rumah luar biasa.
13:36Sementara sebelum itu, media barat benar-benar menyerang negara itu tersebut.
13:41Jadi ya ini juga kita berhubungan dengan bagaimana soft power, power play mereka di media juga bermain.
13:47Oke baik-baik, saya kembali ke Mas Hasibulo.
13:50Mas Hasibulo dengan tadi, politik luar negeri Amerika Serikat yang luar biasa kacau gitu.
13:57Menyerang Venezuela, menyerang Iran, kemudian juga bahkan beberapa waktu lalu ada politisi United Kingdom
14:04yang kemudian menyatakan mosi gitu ya untuk mencoret Amerika Serikat dari seluruh kompetisi besar gitu.
14:11Nah, dengan Amerika Serikat ini masih ya melenggang luar biasa apalagi jadi tuan rumah di Piala Dunia tahun ini.
14:17Apakah kemudian keputusan FIFA untuk tetap membersamai Amerika Serikat ini adalah suatu legitimasi untuk pelanggaran hukum internasional, Mas?
14:28Ya, saya rasa memang FIFA sendiri masih butuh diperjuangkan oleh insan-insan sepak bola ya.
14:33Untuk menjadi kayak semacam independensinya, ya dia menjadi sebuah dunia di dalam dunia yang berangkali akan menyajikan sportivitas,
14:42akan menyajikan hiburan yang sekali lagi menjadi alternatif dari kenyataan hidup yang terutama di wilayah hukum dan politik yang mungkin
14:50terlalu carut-marut gitu.
14:52Dan masalahnya memang, apa namanya, walaupun punya kekuatan yang besar menurut saya, kekuatan finansial, kekuatan supporter yang itu mestinya dikapitulasi
15:04sebagai sebuah modal
15:05untuk bergain yang dengan penguasa-penguasa politik, penguasa-penguasa hukum gitu ya,
15:10itu mestinya menurut saya bisa lah kita bikin sepak bola ke depan menjadi alternatif dunia yang lebih damai, yang lebih
15:17sportif bagi masyarakat ini gitu.
15:20Nah kalau sekarang kan terus terang masih didominasi menurut saya, masih dikuasai bahkan oleh penguasa-penguasa politik, oleh presiden, oleh
15:31Perdana Menteri,
15:32dan simbol-simbol daripada kekuasaan lainnya yang menurut saya pada tataran lebih dalam seperti itu,
15:38maka kemudian mengurangi keindahan dan bahasa pemersatu sepak bola.
15:43Kan enaknya sepak bola itu ketika kita masuk di situ, ini kita melebur sebagai insan sepak bola,
15:51tidak ada lagi mungkin sekat-sekat ideologi, sekat-sekat apa lagi yang memisahkan satu sama lain,
15:57dan fair gitu. Kita melihat, oh iya siapa yang salah, siapa yang benar, wasiknya juga ini yang salah.
16:03Nah jadi agak apa ya, ada ruang lepas dari kejenuhan yang istilahnya penuh ketidak fairan di dalamnya ya,
16:13ini ada yang salah tapi justru yang salah dapat apa namanya, dapat penghargaan ini dan itu,
16:18ini sudah matain kakinya banyak orang dalam tanda kutip, justru malah ini dianggap sebagai pejuang,
16:26dianggap sebagai pahlawan, nah itu kan sebenarnya antitesa daripada sepak bola.
16:31Sepak bola menghadirkan kita semua adalah bagaimana kenyataan itu dijunjung tinggi,
16:37kejujuran itu menjadi yang utama dan semuanya terbuka gitu.
16:40Kita melihat itu, oh wasiknya pun salah kita bisa kritik karena orang juga bisa melihat situ gitu.
16:46Nah ini yang menurut saya insan sepak bola lagi-lagi kita dukung ke depan lah untuk bagaimana bisa
16:51bikin negaranya yang lebih adil dan kekuatannya lebih kuat lagi gitu ya,
16:55sehingga udahlah ini kekuasaan biar sudah masuk dalam abad-abad pertengahan saya bilang tadi,
17:02tapi sepak bola mesti kita jaga ke depan agar menjadi sajan alternatif ya,
17:06dunia alternatif bagi mereka yang jenuh dengan praktek-praktek kekuasaan yang melenceng dari cita-cita awal.
17:14Gitu mas kalau saya masuk.
17:15Ya kenyataan yang indah hanya di sepak bola ya mas, yang kalah-kalah, yang menang-menang,
17:19kita bisa kritik yang salah siapa, ada ketidakadilan, tapi di dunia nyata tidak sesimpel itu.
17:24Nah saya kembali ke Mas Firzi.
17:25Mas Firzi, berarti kalau misalnya Iran ini kemudian nanti digantikan oleh FIFA,
17:29kira-kira yang paling tepat siapan ya, apakah nanti ke negara-negara Asia juga,
17:34atau mungkin yang paling deket aja gitu kualifikasinya kemarin?
17:39Ya memang yang paling deket kualifikasinya juga berhubungan juga masih dengan negara-negara teluk gitu,
17:44Uni Emirat, Arab, dan lain-lain.
17:45Memang rada tricky di sini dan aturan FIFA sendiri juga nanti saya cek lagi,
17:51tapi terakhir saya baca secara regulasi itu memang tim dengan ranking tertinggi setelahnya,
17:57atau negara yang ditunjuk oleh penyelenggara itu sendiri, dalam artian FIFA itu sendiri.
18:05Jadi memang ada beberapa negara Timur Tengah yang bisa jadi alternatif,
18:08atau mereka yang berasal dari playoff kualifikasi ya,
18:14kan nanti pada FIFA Match Day ini playoff kualifikasi,
18:17antara lain ada Suriname, Bolivia, dan juga Iraq itu sendiri.
18:21Jadi masih ada beberapa alternatif,
18:24cuman sampai sekarang masalahnya emang FIFA belum memberikan kontingensi plan apa-apa gitu.
18:29Infantino, I think dia terjebak dalam permainan ini bersama Trump.
18:33Dia terlalu nempel bersama Trump, dia berharap Trump will play along dengan dia,
18:38ternyata tidak, Trump adalah dirinya sendiri,
18:40sehingga sampai hamil, mungkin beberapa bulan lagi ya,
18:45itu masih belum ada kontingensi plan.
18:47At least yang dikomunikasikan kepada publik,
18:50tapi mungkin dalam beberapa minggu ke depan,
18:53terutama setelah inter-playoff antar konfederasi,
18:57mungkin kita akan dapat clarity lebih jelas dari FIFA,
19:00apa backup plan mereka.
19:02Karena saya yakin mereka pasti telah menyiapkan backup plan juga,
19:05dan mereka nggak sebodoh itu untuk membiarkan kondisi ini berlarut-larut ketidakjelasan ini sih.
19:11Memang ini kalau tidak salah tidak pernah terjadi ya mas ya,
19:13kemudian suatu negara yang sudah lolos di Piala Dunia,
19:16kemudian mundur di sebelum pertandingannya gitu.
19:21Nah kemudian kalau kita lihat,
19:23apakah ada kemudian kemungkinan FIFA ini mengambil negara untuk mengganti Iran ini
19:27dari peringkat FIFA tertinggi setelah negara-negara yang ada di sana mas?
19:34Ya betul, itu masih ada kemungkinan.
19:36Itu juga jadi salah satu possibility yang bisa dilakukan ya,
19:40antara negara-negara yang FIFA tertinggi berikutnya yang tidak lolos,
19:44atau mereka yang berasal dari,
19:46yang tidak, yang kalah di inter-confederation playoff.
19:51Makanya itu tadi, semua akan ada clarity-nya dalam waktu dekat,
19:54karena FIFA sendiri belum,
19:56tidak ada aturan baku mengenai hal ini,
19:59dan mereka juga pasti menunggu hasil playoff konfederasi,
20:03menurut saya itu the latest yang mereka bisa lakukan.
20:05Karena Eropa juga mengadakan playoff konfederasi pada bulan Maret ini ya,
20:10tapi kalau ini kan dari area Asia,
20:12jadi area Asia akan menghadapi playoff dengan zona konmebol,
20:17konmakakaf, dan lain-lain.
20:18Sehingga mungkin nanti ya, akhir bulan ini akan ada penjelasan lebih lanjut.
20:22Dan mungkin saja kalau setelah itu ada resolusi dalam perang ini,
20:27mungkin akan ada backup plan dari FIFA yang lebih jelas,
20:31yang akan kita ketahui secara bersama.
20:33Oke, baik.
20:35Saya ke Mas Hasibulo lagi.
20:36Mas Hasibulo, kalau kita melihat soal keamanan sendiri misalnya,
20:39ini kan Amerika Serikat juga sedang terlibat perang gitu ya.
20:43Kemudian Meksiko juga beberapa waktu lalu sempat perang kartel gitu.
20:47Memang kalau Anda melihat soal keamanan ini penyelenggaran Piala Dunia 2026,
20:52ini apakah kemudian masih kondusif ketika situasi seperti ini?
20:58Ya, kalau kita melihat dari sisi Amerika sendiri,
21:02saya yakin cukup kondusif lah gitu ya.
21:04Kecuali memang harus dilihat mungkin para pihak yang berasal dari negara-negara yang bermasalah.
21:10Katakan kayak tadi kan dari kartel itu,
21:14kemudian dari negara-negara yang bermasalah dengan Amerika gitu,
21:18yang terlibat dalam persoalan sebelumnya,
21:22itu yang potensi keamanannya mungkin bisa muncul dari situ.
21:26Tapi secara umum menurut saya akan bisa di cover lah untuk kebutuhan itu gitu.
21:31Saya bahkan dari Iran,
21:33sebenarnya saya yakin mereka masih bisa meng-cover keamanan.
21:37Cuman ini lebih kepada apa namanya ya,
21:39ke sentimen politik aja.
21:41Bukan dalam pengertian tidak bisa ngamanin.
21:44Berapa orang sih dalam satu grup itu yang datang gitu.
21:48Kalau kita mau bicara keamanan gitu ya,
21:49kita khawatir itu takut ada yang bawa ancaman ini dan itu,
21:53itu rasanya nggak mungkin lah.
21:55Pasti secara keamanan bisa cek si kekhawatiran-kekhawatiran
21:59seluruh tim yang datang dari sebuah negara itu.
22:03Cuman sekali lagi ini bukan soal mampu atau tidak,
22:06ini lebih soal mau atau tidak.
22:07Nah itulah kemudian saya berharap,
22:10semoga masih ada kejaiban,
22:11jadi Trump berubah ke nilai yang diharapkan oleh banyak orang,
22:18bahwa ini sebagai tuan rumah,
22:20jadi dia tampil sebagai tuan rumah yang baik,
22:22silahkan yang manapun yang datang,
22:24keamanan itu urusan kita,
22:25itu kan nilai umum yang diharapkan oleh para pihak.
22:29Begitu juga dengan Iran gitu ya.
22:31Kita harapkan ada keajaiban juga,
22:33walaupun pahit karena dia diserang seperti ini,
22:36tapi timnya sendiri, timnasnya sendiri dapat
22:38semua ini bukan dengan, apa namanya,
22:42bukan dengan diberi ya,
22:43tapi ini dengan sebuah perjuangan,
22:45satu pertandingan demi pertandingan,
22:47dan menurut saya itu harus dihargai.
22:49Jadi juga dari sisi Iran,
22:51jangan kemudian memaksakan kekuasaan politik di situ gitu,
22:55bahwa ini sepak bola,
22:57dan kalau memang harus berangkat, silahkan berangkat,
22:59yang penting jaminan semuanya ditanggung oleh tuan rumah.
23:04Nah ini kan indah menurut saya,
23:05dan sekali lagi saya juga harap
23:07sepak bola tetap memberikan keindahan
23:10dan alternatif dunia bagi masyarakat global
23:12yang semakin kompleks ini menurut saya.
23:14Baik, terakhir, saya Mas Hasibuloh ini
23:16soal konflik antara Iran, Amerika Serikat,
23:18dan juga Israel.
23:20Kemudian dengan Dewan Keamanan PBB
23:21yang baru saja beberapa waktu lalu ini
23:23bilang bahwa meminta untuk Iran
23:26menghentikan serangan ke negara-negara teluk,
23:28ini apakah sebagai wasit dalam tanda kutip
23:29Dewan Keamanan PBB ini
23:31sudah sesuatu yang tepat untuk dilontarkan
23:34untuk mengakhiri perang ini, Mas?
23:36Singkat saja.
23:38Ya, itu menurut saya di dunia politik kita
23:41yang bikin jenuh ya,
23:43penuh dengan ketidakadilan,
23:45jadi tidak serang-benerang cara membacanya.
23:48Itu kan istilahnya cara baca
23:49yang dimulai dari akibat,
23:51bukan dari sebab.
23:53Jadi Iran itu melakukan serangan
23:55kan sebagai sebuah akibat
23:57dari sebuah serangan lebih dulu.
23:59Dan lalu hukum dari PBB muncul dari situ.
24:01Karena mestinya kan dari awal juga,
24:03ini berarti harus mengecam
24:05dua negara yang melakukan serangan terlebih dahulu.
24:07Itu paling tidak gitu.
24:08Kalau kita bicara soal keadilan,
24:11tapi lagi-lagi hanya di sepak bola
24:13kita harapkan keadilan itu bisa tegak.
24:15Dan semoga piala dunia ini
24:17tidak justru diobrak-abrik oleh
24:19dunia politik dan kekuasaan
24:21yang lagi buruk-buruknya sekarang ini.
24:23Seharusnya dunia ini belajar
24:25dengan pertandingan sepak bola,
24:27piala dunia jadi contoh,
24:28cuma tidak semudah itu.
24:29Kita harapkan yang terbaik
24:30piala dunia 2020 berjalan lancar,
24:33baik Iran ikut ataupun tidak.
24:35Terima kasih Mas Firzi Idris,
24:37analis sepak bola,
24:38kemudian Hasibulo Satrawi,
24:40pengamati murtengah,
24:41sudah bergabung bersama kami
24:42di Sapa Indonesia Pagi.
24:43Selamat pagi Mas.
24:45Selamat pagi Mas.
24:46Selamat pagi.
24:47Terima kasih Mas Bray,
24:47terima kasih Mas Hasibulo.
24:49Terima kasih.
24:49Terima kasih.
24:50Terima kasih.
24:51Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan