Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel tidak hanya jadi konflik militer, tapi juga mengguncang ekonomi global.

Ketegangan bahkan meningkat setelah Iran ancam harga minyak bisa melonjak hingga 200 dolar Amerika per barel jika konflik terus meluas.

Pertanyaannya, apakah ancaman lonjakan harga minyak bisa jadi alat untuk menghentikan konflik? Atau sebaliknya, kenaikan harga energi justru memperluas dampak perang?

Untuk membahasnya, kita akan menyapa dua narasumber kami, Eisha Rachbini, Direktur Utama Indef dan Aisha Kusumasomantri, Direktur Hubungan Eksternal Indo Pacific Strategic Intelligence.

Baca Juga Media Iran Rilis Video Iron Dome Israel Gagal Tangkal Misil, Ledakan Terekam di Tel Aviv di https://www.kompas.tv/internasional/656551/media-iran-rilis-video-iron-dome-israel-gagal-tangkal-misil-ledakan-terekam-di-tel-aviv

#iran #amerika #israel #minyak

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/656555/full-iran-ancam-as-minyak-bisa-tembus-usd-200-per-barel-ini-dampaknya-ke-ekonomi-global
Transkrip
00:08Intro
00:26Komando Pusat Angkatan Bersenjata Amerika
00:29Merilis video yang diklaim serangan terhadap aset Angkatan Laut Iran
00:33Serangan ini diklaim bagian operasi militer Epic Fury yang sedang berlangsung
00:37Namun lokasi serangan tidak diungkapkan
00:41Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan
00:43Lebih dari 50 kapal perang Iran telah dihancurkan
00:47Sambil berkelakar, Trump mengaku seru menenggelamkan kapal-kapal perang Iran
00:52Setidaknya 80 orang tewas setelah kapal selam AS
00:55Menabrak satu kapal perang Iran di Samudera Hindia pekan lalu
00:59Together with our Israeli partners
01:02We're crushing the enemy
01:03And an overwhelming display of technical skill and military force
01:08Iran's drone and missile capability is being utterly demolished
01:12The Navy is gone
01:13It's all lying at the bottom of the ocean
01:15And I said, why did we just capture the ship?
01:17We're going to use it
01:18Why did we sink him?
01:19They said, it's more fun to sink him
01:21They like sinking him better
01:24They say it's safer to sink him
01:26I guess it's probably true
01:29Meningkatnya intensitas perang membuat Iran menebar ancaman
01:32Jurubicara Markas Besar Hatam Al-Anbiya Iran, Ibrahim Zulfaqari
01:37Mengancam ke Amerika Serikat dan Israel terkait dengan minyak dunia
01:41Iran menyatakan, kelanjutan perang akan dorong harga minyak
02:13Lebih 200 dolar AS per barel
02:15Selama konflik berlangsung
02:16Sejak serangan terjadi pada 28 Februari
02:19Lalu lintas pelayanan di Selat Hormuz juga terganggu
02:22Padahal Selat Hormuz adalah jalur terpenting distribusi minyak
02:26Dari kawasan Teluk Persia ke berbagai negara di dunia
02:29Dan kini, Iran mengancam akan melarang ekspor minyak
02:34Imbasnya, sekitar 300 kapal tanker minyak besar dan kapal kontainer
02:38Tertahan di kedua sisi Selat Hormuz
02:41Iran bilang, konsekuensi bagi pasar global dari para pelaku internasional
02:46Akan jadi tanggung jawab Amerika dan Israel
02:50Pasar bereaksi keras setelah Amerika dan Israel melancarkan serangan terhadap target-target Iran
02:55Mendorong harga minyak mentah Brent naik sekitar 10 hingga 13 persen pada awal eskalasi
03:22Dampak perang Iran dengan Amerika dan Israel
03:24Sejumlah warga dari berbagai negara mengalami panic buying di tempat pengisian BBM
03:29Salah satunya di Hanoi, Vietnam
03:31Antrian sepeda motor dan mobil terjadi di sejumlah tempat pengisian BBM di Hanoi
03:37Sebagian SPBU tutup akibat kehabisan pasokan
03:41Harga BBM di Hanoi naik dalam beberapa hari terakhir
03:44Yakni menjadi 29.120 dong Vietnam per liter atau sekitar 18.713 rupiah per liternya
03:53Setidaknya ada 7 SPBU di Hanoi telah membatasi penjualannya di tengah kekurangan pasokan BBM
03:59Pemerintah Vietnam mengimbau penerapan pengaturan kerja dari rumah untuk menghemat pasokan BBM di negaranya
04:09Pakistan juga merespon seancaman krisis akibat perang dengan menghentikan kegiatan sekolah selama 2 pekat
04:16Dan memberlakukan 4 hari kerja dalam sepekan kecuali perbankan
04:20Pakistan juga memangkas konsumsi bahan bakar di seluruh Departemen Pemerintahan
04:26Tim Liputan Kompas TV
04:33Saudara perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel
04:36Tidak hanya jadi konflik militer tapi juga menguncang ekonomi global
04:40Ketegangan bahkan meningkat setelah Iran ancam harga minyak bisa melonjak hingga 200 dolar Amerika Serikat per barel
04:47Jika konflik terus meluas
04:50Nah pertanyaannya apakah ancaman lonjakan harga minyak bisa jadi alat untuk menghentikan konflik
04:54Atau justru sebaliknya kenaikan harga ini
04:56Kenaikan harga energi justru memperluas dampak perang
05:00Untuk membahasnya kita menyapa dua narasumber kami yang tergabung melalui sambungan virtual
05:06Ada Aisyah Rahbini, Direktur Utama Indef
05:08Dan Aisyah Kusuma Somantri, Direktur Hubungan Eksternal Indo-Pacific Strategic Intelligence
05:14Selamat malam Mbak Aisyah dan Mbak Aisyah
05:20Selamat malam Mbak Teradi
05:21Ini Mbak Aisyah dan Aisyah, saya harus termat biar gak ketuker
05:25Saya ke Mbak Aisyah dulu
05:27Mbak Aisyah lonjakan harga minyak akibat konflik ini
05:31Ini kan sudah mendorong harga brand maupun juga WTI
05:34Melewati 100 dolar Amerika Serikat per barel
05:38Dalam waktu yang cukup singkat
05:40Nah jika benar mencapai 200 dolar Amerika Serikat per barel
05:45Seperti yang diancam juga oleh Iran
05:47Dampaknya terhadap ekonomi global terutama inflasi, pertembuhan PDB, produk domestik bruto
05:52Dan juga resesi potensial di negara maju maupun berkembang bagaimana?
05:56Ya baik, terima kasih Mas Radi
05:59Ya pasti kalau kita lihat ya
06:01Ini dengan kondisi konflik Iran dan Amerika Serikat juga Israel ya
06:09Itu perkenaikan dari minyak dunia ini sangat cepat sekali ya
06:14Kalau kita lihat mungkin sebelum konflik tersebut terjadi kan di 70-60 USD per barel
06:22Nah sekarang sampai sudah mencapai 100, kemudian sekarang hari ini turun lagi ya ke 90
06:29Nah memang kalau kita lihat ke depan
06:32Memang satu kondisi geopolitik ini memaksa atau meningkatkan uncertainty ya
06:38Risiko terkait dengan ke depan harga minyak ini akan terus naik sampai 200
06:47Atau seperti apa gitu ya
06:50Yang pasti hubungan antara minyak dunia, harga minyak dunia ini sudah pasti akan memberikan gejolak terhadap pertumbuhan ekonomi secara global
07:00dan juga inflasi
07:01Jadi pasti akan ada revisi dari pertumbuhan ekonomi secara global
07:06Yang mana akan terjadi pelambatan ya
07:11Dari mana jalurnya dari inflasi juga gitu ya
07:15Inflasi ketika kita tahu semua di Amerika Serikat pun juga harga minyak ya
07:21Udah naik ya minyak PBMnya sudah naik sekitar 25%
07:25Di Euro juga naik 15% kita pun juga walaupun kita disubsidi ya
07:31Karena juga pertama sudah naik
07:33Nah ini ketersediaan dan kelangkaan inilah yang mendorong inflasi naik ya
07:37Apalagi energi salah satunya ini kita sangat bergantung terhadap minyak bumi ya bahan fossil fuel ini
07:45Ya itu menjadi meningkatkan biaya ya
07:51Biaya dari bisnis ya sektor, sektor real dan itu pasti juga mendorong inflasi
07:56Jadi ke depan sudah pasti ya kita juga sudah lihat sejarahnya di belakang ketika ada gejolak nilai minyak bumi ini
08:06Pasti akan mendorong inflasi dan pertumbuhan ekonomi ke depan yang melambat gitu
08:11Oke jadi mau negara berkembang mau negara maju ini akan pasti akan langsung terasa dampaknya
08:17Tapi yang jadi pertanyaan dan harus diantisipasi kalau negara maju ini
08:23Kemampuan ekonominya atau kemampuan konsumsi energinya juga cukup baik
08:27Meskipun ada inflasi bagaimana dengan negara berkembang
08:30Kemampuan fiskalnya cukup gak untuk misalnya terus mensubsidi konsumsi energi yang selama ini dilakukan oleh negara
08:37Mbak Isya
08:38Ya betul
08:40Benar sekali tadi poinnya adalah negara maju saja akan terdampak gitu ya
08:45Apalagi negara berkembang yang mana notabenenya banyak mereka yang mengimpor
08:51Atau net importer dari minyak bumi ini gitu ya
08:55Itu satu
08:56Kemudian dua adalah negara berkembang juga yang subsidi bagian subsidi terhadap BBM ini juga cukup besar ya
09:05Termasuk negara kita gitu ya
09:07Karena kita mensubsidi satu alat gitu ya BBM
09:11Untuk menjaga kestabilan harga di dalam negeri juga
09:14Sehingga apa beban biaya yang harus dikeluarkan pemerintah di dalam anggarannya itu pasti akan juga meningkat
09:23Karena kemarin 2026 ini di 2026 ini asumsinya adalah 70 dolar per US
09:30Ya 70 dolar per barrel
09:32Nah sekarang kita udah nyampe 190
09:34Bahkan mungkin kalau dirata-ratakan mungkin bisa juga sampai akan ke depan terus tinggi nih
09:41Jadi tidak sesuai dengan asumsi yang di awal sehingga harusnya akan ada alokasi yang lebih besar
09:48Yang harus dikeluarkan kepada subsidi ini gitu
09:51Oke
09:52Seperti itu
09:52Baik saya ke Mbak Aisyah
09:54Dari perspektif intelijen strategis Mbak Aisyah
09:57Apakah ancaman Iran terhadap harga minyak via slat hormus ataupun serangan ke infrastruktur energi
10:03Lebih sebagai leverage diplomacy untuk negosiasi deeskalasi
10:07Atau bagian dari strategi perang asimetris Iran ini untuk memperluas konflik dan menarik dukungan dari sekutu seperti Rusia misalnya dan
10:14juga China
10:14Atau Tiongkok
10:16Terima kasih Mas Radi
10:18Ini pertanyaannya sangat menarik ya dan saya rasa ini sangat penting
10:21Yang pertama kita lihat bahwa Iran ini sadar betul bahwa negaranya ini merupakan pihak yang lebih kecil sebenarnya di dalam
10:27peperangan
10:28Iran sudah mempersiapkan sekitar 20 tahun strategi untuk bisa menghadapi AS dan Israel sebagai pihak yang memiliki kekuatan kinetik lebih
10:35besar
10:36Nah ini kita lihat disini strategi Iran adalah membuat perangnya bukan menghancurkan Amerika Serikat dan Israel
10:42Tetapi kemudian membuat biaya perangnya sangat mahal sehingga kemudian perangnya tidak tertahankan lagi
10:49Jadi memang betul Mas ini merupakan salah satu bentuk koersif diplomasi ekonomi ya
10:56Dilakukan oleh Iran
10:58Jadi sekarang negara-negara yang ada di seluruh dunia itu kemudian mengarasakan dampak dari apa yang kemudian terjadi di Selat
11:05Hormos
11:05Nah kita bisa melihat disini bahwa Iran sendiri kemudian berusaha untuk menaikkan terus ke angka 200 dolar per barel
11:13Itu angka yang sebenarnya sangat fantastis dibandingkan dengan sebelumnya tadi sudah disebutkan oleh Mbak Aisyah
11:17Kalau angkanya itu sebelumnya kan 60-70
11:21Nah tetapi kita lihat disini bahwa Iran is waging war against global economy
11:27Jadi dia membuat bagaimana pun caranya agar kemudian pekanan internasional ini sangat kuat terhadap Amerika Serikat dan Iran
11:34Sehingga kemudian negara-negara ini mau tidak mau harus mendorong Amerika Serikat dan Iran untuk menghentikan serangannya
11:41Karena dampak ekonomi yang dirasakan ini sangat besar
11:44Tadi sudah disebutkan bahwa ada beberapa negara lain di Southeast Asia yang terkena dampaknya
11:48Nah misalnya saja kita bicara tentang Vietnam
11:51Vietnam itu 70% dari transaksi minyaknya itu berasal dari Selat Hormos
11:55Negara-negara besar lainnya seperti China itu dia 20% juga dari Selat Hormos
12:00Kita pun sekitar 20-25% itu dari Selat Hormos
12:03Jadi pasti di masa depan kita akan merasakan dampaknya
12:06Apakah berbulan-bulan kemudian, apakah bertahun-tahun kemudian
12:09Jadi mau tidak mau kita harus melihat disini
12:11Memang ada strategi yang dilakukan oleh Iran
12:13Apalagi Iran sudah menyatakan bahwa
12:16Kalau misalnya seandainya negara-negara yang mengusir Amerika Serikat dan Israel
12:21Duta besarnya itu akan bisa mendapatkan passageway
12:23Jadi terlihat jelas bahwa ini merupakan strategi untuk bisa melakukan koersif ekonomi diplomasi
12:29Oke, yang jadi pertanyaan begini
12:33Jika memang ada diplomasi ekonomi dengan caranya Iran seperti saat ini ya
12:38Dengan menutup Selat Hormos dan akhirnya menyebabkan konsumsi energi global terhambat dan akhirnya melonjak tinggi harganya
12:45Ini akan mungkin didengarkan oleh Presiden jika Presiden Amerika Serikatnya bukan Donald Trump
12:50Yang jadi masalah ini adalah Donald Trump
12:52Donald Trump ini modal nekat
12:54Kadang masuk telinga kiri keluar telinga kanan jika dikasih advice begitu
12:58Nah kira-kira kalau dengan kondisi Donald Trump seperti ini
13:01Konflik yang terus meluas dan harga minyak benar-benar mencapai level ekstrim sekarang
13:05Ini bisa gak memaksa Amerika Serikat?
13:07Kalau Israel mungkin akan nurut ya sama Amerika Serikat
13:09Bisa memaksa AS mundur karena tekanan ekonomi domestik misalnya
13:13Atau bahkan dari global
13:15Ya Mas Radi, memang saya setuju Donald Trump ini agak-agak unik ya karakteristiknya
13:20Beliau adalah Presiden yang dipilih dari sayap kanan ekstrim di Amerika Serikat
13:25Republikan yang punya pengikut yang sangat setia ya
13:27Pengikutnya di gerakan politik MAGA
13:30Nah tapi kita lihat disini bahwa sebenarnya di publik Amerika sendiri
13:33Sebenarnya suaranya ini sudah terpecah Mas
13:36Jadi hampir lebih dari 50% masyarakat Amerika Serikat ini
13:40Tidak setuju dengan adanya peperangan di Iran
13:42Nah MAGA ini sampai sejauh ini masih sangat mendukung keputusan Presiden Trump
13:48Karena memang banyak sekali narasi-narasi yang beredar
13:51Yang diberikan oleh pemerintah Amerika Serikat
13:54Bahwa Iran ini adalah imminent threat
13:55Meskipun sekarang publik Amerika Serikat pun ini semakin cerdas
13:59Bahwa mereka juga meriset ya hasil report dari IAEA
14:03Lalu kemudian mengakses kemudian situasinya
14:05Bahwa perang ini sebenarnya tidak sesuai dengan
14:07Apa namanya survival Amerika Serikat gitu
14:10Jadi Amerika Serikat tidak akan terdampak
14:12Meskipun tidak melakukan perang ini gitu ya
14:14Nah kita lihat disini sebenarnya
14:17Dukungan dari MAGA ini sampai sekarang masih kencang
14:21Tetapi ketika kemudian perekonomian ini semakin sulit Mas
14:24Apalagi kalau misalnya kita bicara
14:26Harga minyak naik yang pasti berimplikasi kepada harga kebutuhan naik
14:30Saya yakin sebenarnya to some extent ini akan ada
14:32Perubahan dan pergeseran suara dari dalam negara Amerika Serikat sendiri
14:36Nah kita lihat disini bahwa tadi ya mas
14:39Satu-satunya cara untuk Iran bisa memenangkan peperangan ini
14:42Adalah membuat perangnya unbearable
14:43Baik itu untuk Amerika Serikat maupun untuk Israel
14:46Dari Amerika Serikat sendiri
14:48Tekanan dalam negeri ini bukan hal yang baru dalam menghentikan peperangan
14:51Ini pernah terjadi di perang Afghanistan
14:54Di perang Vietnam dulu di tahun 70an
14:56Dan kita lihat bahwa semuanya
14:58Gerakan masyarakat ini berhasil kemudian menghentikan
15:00Tadi ya mas
15:01Presiden yang kemudian masih bersikukuh untuk mengikuti peperangan
15:05Jadi sebenarnya bukannya tanpa harapan
15:07Sebenarnya bukan tanpa harapan bahwa
15:09Masih ada harapan ya
15:10Akan merubah
15:10Betul sekali
15:11Karena mau tidak mau kita harus akui
15:13Presiden Donald Trump ini tetap politisi
15:14Dan dia mau partainya atau verilis terpilih lagi di masa periode mendatang
15:19Dan satu yang perlu diingat
15:20Presiden Donald Trump ini bukan hanya politisi tapi pedagang
15:23Ini yang penting cuan buat dia gitu kayaknya
15:25Nah ini saya balik ke Mbak Aisyah
15:29Dalam skenario terburuk kita tidak ingin yang terburuk
15:31Tapi kita harus punya contingency plan tentu saja
15:34Skenario terburuk
15:35Konflik berlarut-larut
15:36Selat Hormuz terganggu lama
15:37Masih ditutup berbulan-bulan
15:39Bahkan mungkin bertahun-tahun
15:40Ini apakah dunia sedang menuju krisis energi terburuk
15:43Sejak 1970
15:44Karena ini pernah terjadi
15:46Saya ingat kalau saya riset 1970
15:47Hal-hal seperti ini juga terjadi
15:49Apa pelajaran yang bisa diambil Indonesia
15:51Untuk ketahanan energi nasional misalnya?
15:54Ya memang
15:55Kita memang tentu tidak mau ya
15:57Berlarut-larut seperti ini ya
15:59Seperti yang tadi disampaikan
16:00Tentunya pasti jika pun terjadi seperti itu
16:04Ya udah jelas
16:05Pasti satu
16:06Kalau kita lihat dari sektor
16:07Di sisi ekonomi
16:08Pasti
16:09Satu harga naik
16:10Invasi pasti naik sekali gitu ya
16:12Karena
16:13Tadi dari sektor usaha
16:16Pun juga
16:17Akan
16:18Membutuhkan
16:19Pasti BBM itu sendiri ya
16:21Yang harganya pasti akan meningkat
16:22Dari sisi sektor pemerintah pun
16:25Juga harus
16:26Meningkatkan
16:27Subsidinya
16:28Dan anggaran pasti membengkak
16:30Defisit itu juga
16:31Pasti akan besar sekali
16:33Nah kalau kita lihat
16:34Sensitifitas
16:35Dari
16:36APBN
16:372026
16:38Terhadap
16:39Kenaikan satu
16:40US dollar
16:41Per barrel
16:42Itu bisa
16:43Belanja negara itu bisa
16:44Sampai naik
16:4510
16:46Triliun rupiah
16:47Dan itu satu
16:48Kenaikan satu dolar ya
16:50Ini kita sudah naik
16:51Berapa kali lipat
16:52Berapa kali lipat
16:53Berapa persen gitu
16:54Nah kemudian
16:56Defisit anggaran juga bisa
16:57Sampai 6%
16:59Which is itu
16:59Lebih besar dari
17:01Apa yang diamanakan
17:02Undang-undang 3%
17:03Jadi space
17:05Kita gak punya
17:05Ruang space yang
17:07Fiscal space yang
17:08Apa yang besar
17:09Terima kasih
17:09Terima kasih
17:10Terima kasih
Komentar

Dianjurkan