00:08Intro
00:19Halo Sobat Selara, kenalin aku Sosik di liputan spesial yang penuh makna dan super hangat kaki nih.
00:25Hari ini tepatnya di jantung kota Yogyakarta sepanjang jalan Meleboru dan juga kampung Ketandak penuh dengan warna merah dan juga
00:33lampiran warna-warni.
00:35Ya, ini dia perayaan tahun baru Imlek yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan.
00:40Bukan hanya kemeriahannya, tetapi ini dia semangat kebersamaan dan juga toleransi.
00:45Penasaran bagaimana keseruannya? Let's go!
00:50Tahun baru Imlek adalah perayaan tahun baru Tionghoa,
00:53sebuah momen penuh doa, harapan, dan rasa syukur yang menandai berakhirnya perayaan Imlek dalam penanggilan lunar.
00:59Menariknya Sobat Suara, di tengah suasana Ramadan ini perayaan ini tetap berlangsung dengan penuh saling menghormati.
01:06Jadwal acara disesuaikan agar tidak mengganggu waktu ibadah dan banyak pengunjung yang datang setelah berbuka puasa.
01:12Inilah wajah Yogyakarta yang sesungguhnya,
01:14di mana tradisi Tionghoa dan nuansa religius Ramadan berjalan beriringan tanpa saling meniadakan.
01:20Dari perayaan ini kita belajar bahwa perbedaan bukan untuk dipertentangkan,
01:24melainkan untuk dirayakan bersama.
01:38Nah Sobat Suara, kalau misalnya ngomongin tentang toleransi, maknanya memang selalu dalam.
01:43Setiap tindakan yang dilakukan selalu membawa keharmonisan.
01:46Kira-kira bagaimana sih pandangan dari umat muslim terkait dua perayaan besar yang berjalan dalam waktu berdekatan?
01:52Yuk kita dengar!
01:53Masjid sendiri sebagai tempat ibadah untuk umat muslim,
01:59kami menjaga ketertiban dengan tidak mengeraskan suara bacaan ketika saat sholat.
02:08Kalau misalnya Adhan pakai miklu, dan nanti misalnya sholat hanya menggunakan salam.
02:14Ini sebagaimana yang telah Allah firmankan dalam surah Al-Kafirun,
02:17Lakum diin, hukum waliyadin, untukmu agamamu dan untukku agamaku.
02:22Maka kita di sini sebagai pengurus majid atau umat yang beragama harus saling menoleransi apa yang menjadi perayaan umat agama
02:32masing-masing.
02:32Untuk kegiatan khususnya kami mungkin setiap harinya menyediakan buka bersama lalu diikuti dengan kajian sebelum berbuka,
02:42kultum selasubuh, kemudian penyediaan makanan berbuka, dan kolaborasi dengan tim-tim dakwah yang ada di Indonesia.
02:54Sobat suara, saat ini suasananya nampak semakin ramai, gak cuman pameran kuliner tetapi juga ada pertunjukan suni.
03:02Dan ini bukan cuman sekedar pertunjukan tetapi juga perayaan identitas, warisan budaya, dan nilai-nilai kebersamaan yang terasa kuat di
03:09setiap sudut kampung Ketandan.
03:34Saya adalah Humas di Pekan Budaya Tionghoa Jogjakarta kali ini.
03:38Makanya itu kita pengen, gak cuman kita yang warga keturunan yang merayakan tetapi juga masyarakat juga ikut merasakan euforia, kebahagiaan,
03:48perayaan tahun baru, Imlek.
03:50Temanya adalah warisan budaya, kekuatan bangsa.
03:54Ini maksudnya kita ingin agar tidak hanya anak muda itu yang belajar tentang budaya.
04:01Budaya Tionghoa ini adalah budaya yang penuh seni yang tidak semua orang tua itu bisa mengajarkan kepada anak-anak mudanya.
04:12Di sini ada banyak tradisi yang bisa kita kenalkan, misalnya kalau kita pergi ke rumah budaya, itu ada upacara minum
04:19teh.
04:20Nah itu sangat jarang terjadi, itu orang bisa belajar bagaimana cara meminum teh, kemudian gimana cara menyajikannya.
04:27Nah total cara untuk meminumnya juga kita juga ada, jadi tidak sekedar kita bikin minum gitu, enggak.
04:33Kemudian ada lagi, ada banyak misalnya ada lomba-lomba itu, jadi anak-anak belajar untuk ada lomba pidato bahasa Mandarin,
04:41ada lomba, kalau hari ini ada lomba dance ya, ada lomba dance, sebelumnya ada lomba singing, bahasa Mandarin.
04:48Jadi mereka belajar untuk belajar bahasa yang orang warga keturunan Tionghoa gunakan.
04:57Tahun sebelumnya itu tidak ada namanya Ngabuburit.
05:02Nah kalau tahun ini ada Ngabuburitnya, Ngabuburitnya itu ada Ngabuburit Run, namanya Ngabuburan.
05:09Jadi kita lari, walaupun mereka pada puasa, ada yang puasa ada yang enggak, tetapi mereka ikut lari, lari 5 kilo
05:16gitu kan, keren banget.
05:18Kemudian ada juga Ngabuburit kesehatan, nah Ngabuburit sehat, itu ada Taichi sama ada kemudian Zumba gitu ya, ada Taichi ada
05:29Zumba.
05:30Kemudian ada lagi dongeng anak yang paling heboh pada tahun ini adalah adanya kita mengundang Gus Muwahid untuk memberikan Tausia.
05:40Ini luar biasa.
05:41Baru kali ini bisa kita mengundang seorang ulama besar untuk bisa datang ke sini.
05:47Sobat suara, juga kan aku sekarang ada panggung utama tempat pertunjukan budaya, mulai dari tari kreasi hingga tari modern.
05:55Nah, biar makin letak, aku ajak kamu ngobrol dengan salah satu pengunjung terhadap tan acara ini.
06:00Yuk!
06:01Setahun tahun udah pernah nonton sih kebetulan ya.
06:03Aca, hari ini kan ini udah Amin 2 mau selesai.
06:07Menurutku kesannya masih rame sih, Kak.
06:09Terus kebetulan saat ini kan bertempatan dengan berlomadon.
06:14Jadinya kayak sekaliannya buburit gitu orang-orang.
06:17Iya.
06:18Harapannya semoga tambah meriah aja sih, terus mungkin tetap toleransi sesama kali ya.
06:25Kebetulan banget bisa hadir buat acara Imlek-nya.
06:29Jadi kayak berdampingan sama buat ngabuburit sekalian, buat sekalian nunggol dan mahrib gitu.
06:35Kesannya walaupun kita semua berbeda-beda, walaupun perbedaan suku, perbedaan agama,
06:42kita tuh tetap satu Indonesia gitu.
06:44Jadi nggak ada perpecahan di antara kita.
06:58Terima kasih sudah menonton.
07:15Sahabat Selara, di malam yang penuh warna dan kehangatan ini menjadi butik bahwa perayaan budaya bisa menyatukan kita semua.
07:23Mulai dari gembala pelampuan pion, pertunjukan budaya hingga atraksi semi,
07:27bisa menjadi bukti bahwa toleransi dan kebersamaan terasa begitu kuat.
07:31Semoga kebahagiaan dan harapan menyertai kita semua.
07:34Aku Susi, pamit undur diri, sampai jumpa di liputan berikutnya.
07:38Gongsi Facay, selamat bernaikan ibadah puasa dan sampai jumpa!
07:45Terima kasih sudah menonton.
Komentar