00:08He was born in 1939 from a simple home in the city of Masjad, Iran.
00:14In the city of Masjad, Iran, the city of Masjad, Iran, the city of Masjad, Iran.
00:18In the back of the city of the city, he learned that the faith is not just a belief and
00:24a belief,
00:24but a courage to live when the world is given to them when the world is given to them.
00:29Ketika menempuh pendidikan di KOM, bimbingan Ayatollah Rukhullah Khomeini membawa keyakinannya menemukan arah.
00:36Perlawanan adalah bagian dari takdir.
00:39Pada awal 1960-an, sikapnya yang menentang rezim Shah Muhammad Reza Pahlavi dilaluinya dengan suara lantar dengan berdiri di garis
00:48oposisi.
00:49Di penjara berkali-kali, tinggal merasakan kerasnya hidup dalam pengasingan tidak membuatnya bungkap.
00:56Ia malah menjelma menjadi gemah yang membahana.
00:59Dan saat kemenangan Revolusi Islam datang di tahun 1979, sosok karismatik Khomeini terpancar nyata.
01:07Berbagai jabatan diembannya.
01:09Mulai dari menjadi anggota Dewan Revolusi, Wakil Menteri Pertahanan, Imam Sholat Jumat di Teheran,
01:15hingga terpilih sebagai Presiden Iran ketiga dalam pemilihan umum Oktober 1981.
01:22Tidak berhenti di situ, sejarah lantas memanggil namanya pada Juni 1989
01:26untuk duduk sebagai sang pemimpin tertinggi, rahbar kedua Republik Islam Iran pascawafatnya Ayatollah Khomeini.
01:35Sejak itu, sikapnya terhadap Amerika Serikat tidak pernah abu-abu.
01:39Baginya, kedaulatan bukan diplomasi basa-basi,
01:42melainkan harga diri yang tidak bisa ditawar.
01:46Di tangannya, Islamic Revolutionary Guard Corps menjadi benteng tangguh penjaga Republik.
01:51Muluhan tahun dikritik, disangsi, dan diancam, namunnya tetap berdiri sebagai penentang.
01:57Namanya menjadi bisik yang keras, Iran tidak akan pernah berlutut.
02:01Dan pada akhirnya, waktunya pun tiba.
02:04Di penghujung Februari 2026,
02:06dentuman serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel,
02:10meregut raganya di Teheran.
02:12Tubuhnya runtuh, tetapi sikapnya tidak ikut gugur.
02:16Ayatollah Syed Ali Khomeini Khomeini kini telah tiada.
02:20Namun, di dada bangsanya,
02:22dan di peta panjang pertarungan Timur Tengah,
02:25namanya akan tetap berdenyut.
02:27Dunia akan terus mengenangnya sebagai sang rahbar,
02:30pemimpin yang memilih berdiri tegak
02:32di tengah badai sejarah yang tidak pernah bertiup lembut ke arahnya.
02:45Terima kasih telah menonton!
Comments