Skip to playerSkip to main content
The K Facts - Dari rumah sederhana di Kota Mashhad, Iran hingga menjadi Sang Pemimpin Tertinggi, Rahbar Kedua Republik Islam Iran, perjalanan Ayatollah Sayyid Ali Hosseini Khamenei dipenuhi penjara, pengasingan, dan perlawanan.

Murid Ayatollah Ruhollah Khomeini ini menjelma menjadi simbol keteguhan Iran, bahkan hingga akhir hayatnya di tengah badai konflik Timur Tengah.

Saksikan kisah lengkapnya hanya di The K Facts. Jangan lewatkan ceritanya.

Follow @keidenesia.tv dan @keidenesiatv.plus

#Keidenesiatv #Viral #Trending #alikhamenei #iran

Transcript
00:08He was born in 1939 from a simple home in the city of Masjad, Iran.
00:14In the city of Masjad, Iran, the city of Masjad, Iran, the city of Masjad, Iran.
00:18In the back of the city of the city, he learned that the faith is not just a belief and
00:24a belief,
00:24but a courage to live when the world is given to them when the world is given to them.
00:29Ketika menempuh pendidikan di KOM, bimbingan Ayatollah Rukhullah Khomeini membawa keyakinannya menemukan arah.
00:36Perlawanan adalah bagian dari takdir.
00:39Pada awal 1960-an, sikapnya yang menentang rezim Shah Muhammad Reza Pahlavi dilaluinya dengan suara lantar dengan berdiri di garis
00:48oposisi.
00:49Di penjara berkali-kali, tinggal merasakan kerasnya hidup dalam pengasingan tidak membuatnya bungkap.
00:56Ia malah menjelma menjadi gemah yang membahana.
00:59Dan saat kemenangan Revolusi Islam datang di tahun 1979, sosok karismatik Khomeini terpancar nyata.
01:07Berbagai jabatan diembannya.
01:09Mulai dari menjadi anggota Dewan Revolusi, Wakil Menteri Pertahanan, Imam Sholat Jumat di Teheran,
01:15hingga terpilih sebagai Presiden Iran ketiga dalam pemilihan umum Oktober 1981.
01:22Tidak berhenti di situ, sejarah lantas memanggil namanya pada Juni 1989
01:26untuk duduk sebagai sang pemimpin tertinggi, rahbar kedua Republik Islam Iran pascawafatnya Ayatollah Khomeini.
01:35Sejak itu, sikapnya terhadap Amerika Serikat tidak pernah abu-abu.
01:39Baginya, kedaulatan bukan diplomasi basa-basi,
01:42melainkan harga diri yang tidak bisa ditawar.
01:46Di tangannya, Islamic Revolutionary Guard Corps menjadi benteng tangguh penjaga Republik.
01:51Muluhan tahun dikritik, disangsi, dan diancam, namunnya tetap berdiri sebagai penentang.
01:57Namanya menjadi bisik yang keras, Iran tidak akan pernah berlutut.
02:01Dan pada akhirnya, waktunya pun tiba.
02:04Di penghujung Februari 2026,
02:06dentuman serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel,
02:10meregut raganya di Teheran.
02:12Tubuhnya runtuh, tetapi sikapnya tidak ikut gugur.
02:16Ayatollah Syed Ali Khomeini Khomeini kini telah tiada.
02:20Namun, di dada bangsanya,
02:22dan di peta panjang pertarungan Timur Tengah,
02:25namanya akan tetap berdenyut.
02:27Dunia akan terus mengenangnya sebagai sang rahbar,
02:30pemimpin yang memilih berdiri tegak
02:32di tengah badai sejarah yang tidak pernah bertiup lembut ke arahnya.
02:45Terima kasih telah menonton!
Comments

Recommended