00:00Bagaimana Pak Pitan ini menilai efektivitas strategi udara Israel terhadap kemampuan militer Iran?
00:06Sebenarnya wilayah udara Iran itu praktikally dikuasai oleh Israel.
00:11Karena semua peralatan tempur udara itu dijam kan. Radarnya dijam gitu.
00:20Nah padahal misalnya pesawat F-35, stealth fighter F-35 yang ngebom ke Iran itu,
00:27dia kan altitudenya kan 50 ribu kaki. Jauh lebih tinggi daripada pesawat komersial terbang.
00:36Dari 50 ribu kaki baru dia pakai teknologi AI untuk menyasar target secara presisi yang sangat tinggi.
00:44Jadi wilayah udara Iran itu praktikally lumpuh. Angkatan udara ini tidak bisa berfungsi karena sudah dijam semua radarnya.
00:53Jadi tidak bisa. Nah ketika radar dijam, itu pesawat tempur hanya bisa dilihat dengan mata telanjang.
01:00Tapi terlalu jauh kan? 50 ribu kaki di atas awan-awan sana. Bagaimana kita ini?
01:07Kan itu masalahnya. Jadi memang kenapa jadi secara perimbangan kekuatan militer itu Iran tidak punya kekuatan angkatan udara
01:17yang cukup kuat untuk menghadapi Israel dan Amerika. Kenapa? Karena senjata paling canggih yang Iran meriki
01:23untuk angkatan pertahanan udara itu adalah sistem senjata S-300. S-300 itu yang buatan Rusia.
01:30Tapi itu sudah ketinggalan zaman. Rusia sudah bikin S-400. Jadi yang sudah tidak dipakai lagi dijual ke Iran.
01:37Tapi S-300nya kan dilumpuhkan semua kemarin. Dibombardir habis sistem persenjatanya.
01:41Sehingga praktis Iran itu sangat terbuka terhadap serangan udara.
01:49Sulit sekali dia untuk melakukan penyerangan udara. Itu sebabnya yaudah pasang badan saja,
01:56pakai peluru kendali saja, pakai drone saja. Tapi wilayah udaranya kan tidak terproteksi.
02:01Nah, kalau Iran saja seperti begitu, coba bayangkan bagaimana kalau wilayah Indonesia yang seluas ini,
02:12kita tidak punya sistem persenjataan udara yang kuat untuk menghadapi.
02:15Kalau tiba-tiba kita diserang bagaimana? Kita tidak punya Iron Dome, kita tidak punya Patriot,
02:21kita tidak punya S-300, S-400. Bagaimana mempertahankan wilayah udara kita?
02:25Saya mau katakan begini. Jangan, ini perlu didengar oleh para pengambil keputusan di pemerintahan ya.
02:33Jangan pernah menyangka bahwa semua negara yang sekarang berbaik dengan kita akan selama-lamanya berbaik dengan kita.
02:41Tidak. Tidak. Sekarang kita berbaik. Mungkin besok jadi musuh kita.
02:48Iran dengan Israel kan berbaik sebelum terjadi revolusi. Tapi sekarang jadi musuh berbulutan kan?
02:54Jadi jangan pernah kita menyangka semua negara yang sekarang kita ketemu jabat tangan,
02:59cipika-cipiki itu akan selamanya berbaik dengan kita.
03:02Tidak. Kita perlu pertahanan, mempertahankan wilayah kita.
03:05Udara dan laut harus benar-benar dijaga.
03:08Nah, selama ini kan pertahanan kita itu lebih terpusat pembangunan alutsisa itu kan lebih terpusat kepertahanan darat.
03:15Begitu kan? Tapi perang zaman sekarang ini perang di langit.
03:18Perang di dalam dasar laut, kapal selam.
03:20Jadi kalau kita hanya memperkuat pertahanan darat,
03:24sementara pertahanan udara dan pertahanan laut kita abaikan,
03:27kita sangat, apa ya, fragile menghadapi ancaman bila terjadi.
03:32Itu yang harus kita hati-hati.
Komentar