00:00Seorang warga negara Indonesia asal Kabupaten Luwus, Sulawesi Selatan, Sabtu sore dilaporkan hilang saat menjalani pelayaran internasional di kawasan Selat
00:09Hormus, Timur Tengah.
00:10Korban diketahui bernama Kapten Mizwar Maturusi yang memimpin kapal tugboat Mustafa II.
00:17Hingga kini keluarga masih menunggu kabar mengenai keberadaan korban.
00:22Kapten Mizwar Maturusi, warga desa Patedong, Kecamatan Pondrang Selatan Kabupaten Luwus, Sulawesi Selatan,
00:31bekerja sebagai kapten kapal tugboat Mustafa II milik perusahaan pelayaran yang beroperasi di Abu Dhabi.
00:36Menurut pihak keluarga, Mizwar telah bekerja di dunia pelayaran selama lebih dari 20 tahun dan menjadi tulang punggung keluarga.
00:45Keluarga menyebut komunikasi terakhir dengan korban terjadi pada Rabu lalu.
00:48Saat itu, Mizwar sempat berbicara dengan istrinya dan menyampaikan rencana pelayaran yang akan ia lakukan.
00:55Sehari setelahnya, korban masih sempat membuka pesan dari anaknya, namun tidak sempat membalas sebelum akhirnya hilang kontak.
01:08Pertama kali itu, Pak, sehari Jumat sekitar jam 10 pagi.
01:13Iya, jam 10 pagi ditelepon dari temannya, disampaikan bahwa kapal yang dinakut dari Bapak itu kena ini, kena ranjau darat,
01:27kena ranjau laut.
01:30Dari siapa keluarga mendapat informasi terkait?
01:33Dari temannya, temannya Bapak Niswar, semakin intes diberikan informasi mengenai ini.
01:39Terus yang kedua, menunggu dahan segera dipercepat pencariannya.
01:46Sementara itu, Saudara, Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab, Yudha Nugraha, membenarkan dedakan kapal tugboat di Selat Hormuz.
01:54Kapal Musafa II, yaitu kapal tugboat ini, Saudara, berisikan 7 ABK.
02:01Empat diantaranya warga negara Indonesia, di mana tiga WNI masih dinyatakan hilang.
02:06Berdasarkan informasi saksi mata, yang juga seorang WNI, bahwa kapal Musafa II, Takbud, berangkat dari Ras Al-Qaimah di wilayah
02:20Uni Emirat Arab untuk melakukan towing terhadap sebuah kapal kontainer yang mengalami kerusakan.
02:27Lalu, kapal Musafa II ini tiba di lokasi di dekat kapal kontainer tersebut pada tanggal 6 Maret pukul 2 dini
02:38hari.
02:38Ketika melakukan persiapan, towing, kemudian terjadi ledakan di kapal takbud Musafa II tersebut.
02:48Bahwa kapal Musafa II berawakan 7 ABK, berasal dari Indonesia, India, dan Filipina.
02:57Yang Indonesia ada 4 ABK, dalam informasi yang kami terima, 3 masih hilang, dan 1 dalam keadaan senangat.
03:09Sudah, kami sudah melakukan komunikasi dengan pemilik kapal, namun terkait dengan penyebab ledakan tersebut, kita menunggu.
03:17Hasil penyelidikan dari otoritas setempat, kita tidak ingin berspekulasi apa penyebab ledakan tersebut.
03:27Lalu, apa kabar terbaru dari Kapten Miswar Maturusi yang dilaporkan hilang di Selat Hormus?
03:32Kita tanyakan kepada Sumarlin Ahmad, keluarga dari Miswar Maturusi.
03:37Selamat sore, Pak Sumarlin.
03:41Selamat sore, Pak.
03:42Ya, Mas Sumarlin, kami turut prihatin dengan kejadian ini.
03:46Sudah ada kabar terbaru tidak dari keberadaan Miswar?
03:52Untuk saat ini, Pak, belum ada.
03:54Tadi pagi, saya dapat informasi dari temannya, itu Kapten Ismail, bahwa sementara masih proses pencarian, Pak.
04:03Masih proses pencarian, ya, Pak Sumarlin, ya?
04:06Iya.
04:07Koordinasi terakhir dengan pemerintah, termaksud Kementerian Luar Negeri, apakah sudah dilakukan?
04:15Tadi belum ada komunikasi, Pak, dengan pihak pemerintah.
04:18Cuma kemarin sore itu, kami dapat telpon, istrinya dapat telpon dari kedutaan, dari Kudubes Oman,
04:26meminta alamat lengkap, istrinya, guna untuk memberikan update, informasi update terbaru.
04:34Jadi, cuma sebatas itu, Pak, yang kami beri informasinya.
04:38Kemudian, kan, kalau tadi informasinya Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab,
04:43Mas Yudhan Nugrah juga sudah membenarkan adanya ledakan Tugbot di Selat Hormuz ini.
04:49Sudah dapat informasi belum soal ini?
04:51Termasuk ada tiga WNI yang masih hilang?
04:56Selama ini, Pak, kami dapatnya dari sosial media, kalau dari Kudubes, untuk Dubai, belum dapat informasi, Pak, tentang itu.
05:04Jadi, informasinya cuma melalui sosial media saja, Pak.
05:09Berarti saat ini masih tengah, tentu saja berdoa dan menunggu kabar ya.
05:14Semoga ada kejelasan dari keberadaan Mas Miswar ya, Kapten Miswar ini.
05:19Mas Marlin, bisa diceritakan juga, sebenarnya saat kejadian itu, Kapten Miswar ini sedang dalam perjalanan dari mana?
05:29Menurut istrinya, seharusnya sebelumnya kan disampaikan ke istrinya, Pak, bahwa dia akan melakukan pelayaran.
05:36Cuman, secara ininya, saya kurang ngerti, cuman disampaikan bahwa dia akan melakukan pelayaran untuk mengambil kapal mereka.
05:46Terus, dia sampaikan segitu, istrinya tanya, kira-kira lamu tidak perjalanannya.
05:51Dia kira, dia sampaikan bahwa sekitar seharian, kalau dia berangkat sore, berarti tiba-tibanya sore.
05:56Dan itu kan, selama ini kan, Kapten Miswar ini, setahu saya, menurut informasi yang disampaikan selama ini,
06:03bahwa selama ini dia, kerjanya cuman di pelebuhan, Pak.
06:06Jadi, dia kan membawa kerabut, jadi kerjanya cuman memandu kapal yang akan masuk di pelebuhan.
06:14Oke, kemudian, terakhir berkontak, akhirnya hilang kontak itu, waktu persisnya kapan ya, Pak?
06:23Yang terakhir komunikasi sama istrinya itu, Pak, hari Rabu.
06:27Hari Rabu, ya?
06:28Terus, di hari kami, hari Rabu, Pak.
06:32Terus, anak istrinya cek, hari kami sekitar jam 1 waktu Indonesia Tengah itu, Pak,
06:40sempat dibaca cintang biru pesannya, cuman tidak sempat dibalas.
06:46Terakhir di situ, Pak, komunikasinya.
06:49Sempat ditanyakan kepada keluarga, ataupun mungkin rekan kerja, ataupun kerabat,
06:54yang berada juga di sana, yang ikut bekerja bersama dengan Kapten Miswar?
07:05Sempat bertanya tidak, saat hilang kontak keluarga, ataupun istri dari Kapten Miswar ini sempat menanyakan,
07:12tidak ke rekan kerja mungkin yang juga diketahui oleh istri dari Kapten Miswar ini?
07:19Pertama, kami dapat informasi, kan itu kan dari teman kerabat-kerabat kerjaannya, Pak,
07:23yang Kapten Ismail itu.
07:25Jadi, selama kami komunikasinya dengan Kapten Ismail,
07:30terus ada satu orang lagi, saya lupa namanya,
07:33beberapa kali saya hubungi, cuman beliau sampaikan bahwa,
07:36Bapak sebaiknya komunikasinya sama Kapten Ismail itu.
07:39Karena Kapten Ismail itu ditunjuk dari kantor sebagai, apa ya,
07:46sebagai jurubicara dari kantor.
07:49Cuman, tapi lagi ke Kapten Ismail, saya bilang,
07:53saya sampaikan ke Kapten Ismail, maaf ya, saya sering hubungi,
07:57karena saya dapat informasi bahwa Kapten Ismail merupakan jurubicara dari kantor.
08:03Terus Kapten Ismail sampaikan, katanya tidak seperti itu,
08:07cuman, pas kejadian, Kapten Ismail disuruh sampaikan di keluarga,
08:11disuruh telepon keluarganya, itu istrinya Pak Miswar,
08:14karena pengekuannya dari pihak kantor, tidak ada yang terbaksa Indonesia,
08:18makanya Kapten Ismail itu yang disuruh sampaikan berita ini ke keluarga.
08:24Begitu, Pak.
08:26Dan saat ini tentu keluarga masih terus berupaya untuk mencari tahu keberadaan dari Kapten Miswar ini.
08:33Apa yang tengah dilakukan?
08:38Selama ini, Pak, saya komunikasi sering bersama Kapten Ismail itu,
08:42karena ada beberapa yang sampaikan kepada saya,
08:45cuman, beritanya si Pang Siur, Pak, makanya saya sampaikan sama Kapten Ismail,
08:52saya mohon sama Kapten Ismail,
08:55update terbarunya dari Kapten Ismail,
08:58karena kalau dia dari yang lain, terlalu banyak versinya, Pak.
09:02Makanya saya kurang ini.
09:04Baik. Terakhir, apa yang ingin disampaikan kepada pemerintah,
09:08sehingga betul-betul keberadaan Kapten Miswar ini bisa segera diketahui?
09:15Harapan saya, terhadap pemerintah Indonesia,
09:18kalau bisa dibantu,
09:20karena sampai saat ini kami belum terima penyelidikan resmi dari pihak perusahaan, Pak.
09:25Jadi, setiap saya tanya ke ininya, yang Kapten Ismail itu,
09:30beliau menyampaikan bahwa sementara polisi pencarian sementara,
09:33dari pihak perusahaan belum ada penyelidikan resmi dari pihak perusahaannya, Pak.
09:39Baik, doa kita bersama.
09:41Semoga keberadaan dari Kapten Miswar Maturusi ini dapat segera diketahui, ya.
09:45Terima kasih.
09:46Mas Sumarlin Ahmad, keluarga dari Miswar Maturusi,
09:49telah berbagi informasi bersama kami di Kompas Petang.
09:51Salam sehat.
Komentar