Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Apa kabar terbaru dari Kapten Miswar Maturusi yang dilaporkan hilang di Selat Hormuz?

Kita tanyakan kepada Sumarlin Ahmad, keluarga dari Miswar Maturusi yang merupakan Kapten kapal yang dilaporkan hilang.

Baca Juga Perang Iran vs AS-Israel Kian Memanas, Pakar Geopolitik Ungkap Alasan Prabowo Usahakan Mediasi di https://www.kompas.tv/nasional/655327/perang-iran-vs-as-israel-kian-memanas-pakar-geopolitik-ungkap-alasan-prabowo-usahakan-mediasi

#selathormuz #wni #kaptenkapal #kapalmeledak

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/655519/full-keluarga-kapal-asal-indonesia-yang-hilang-di-selat-hormuz-ungkap-belum-dihubungi-kemenlu
Transkrip
00:00Seorang warga negara Indonesia asal Kabupaten Luwus, Sulawesi Selatan, Sabtu sore dilaporkan hilang saat menjalani pelayaran internasional di kawasan Selat
00:09Hormus, Timur Tengah.
00:10Korban diketahui bernama Kapten Mizwar Maturusi yang memimpin kapal tugboat Mustafa II.
00:17Hingga kini keluarga masih menunggu kabar mengenai keberadaan korban.
00:22Kapten Mizwar Maturusi, warga desa Patedong, Kecamatan Pondrang Selatan Kabupaten Luwus, Sulawesi Selatan,
00:31bekerja sebagai kapten kapal tugboat Mustafa II milik perusahaan pelayaran yang beroperasi di Abu Dhabi.
00:36Menurut pihak keluarga, Mizwar telah bekerja di dunia pelayaran selama lebih dari 20 tahun dan menjadi tulang punggung keluarga.
00:45Keluarga menyebut komunikasi terakhir dengan korban terjadi pada Rabu lalu.
00:48Saat itu, Mizwar sempat berbicara dengan istrinya dan menyampaikan rencana pelayaran yang akan ia lakukan.
00:55Sehari setelahnya, korban masih sempat membuka pesan dari anaknya, namun tidak sempat membalas sebelum akhirnya hilang kontak.
01:08Pertama kali itu, Pak, sehari Jumat sekitar jam 10 pagi.
01:13Iya, jam 10 pagi ditelepon dari temannya, disampaikan bahwa kapal yang dinakut dari Bapak itu kena ini, kena ranjau darat,
01:27kena ranjau laut.
01:30Dari siapa keluarga mendapat informasi terkait?
01:33Dari temannya, temannya Bapak Niswar, semakin intes diberikan informasi mengenai ini.
01:39Terus yang kedua, menunggu dahan segera dipercepat pencariannya.
01:46Sementara itu, Saudara, Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab, Yudha Nugraha, membenarkan dedakan kapal tugboat di Selat Hormuz.
01:54Kapal Musafa II, yaitu kapal tugboat ini, Saudara, berisikan 7 ABK.
02:01Empat diantaranya warga negara Indonesia, di mana tiga WNI masih dinyatakan hilang.
02:06Berdasarkan informasi saksi mata, yang juga seorang WNI, bahwa kapal Musafa II, Takbud, berangkat dari Ras Al-Qaimah di wilayah
02:20Uni Emirat Arab untuk melakukan towing terhadap sebuah kapal kontainer yang mengalami kerusakan.
02:27Lalu, kapal Musafa II ini tiba di lokasi di dekat kapal kontainer tersebut pada tanggal 6 Maret pukul 2 dini
02:38hari.
02:38Ketika melakukan persiapan, towing, kemudian terjadi ledakan di kapal takbud Musafa II tersebut.
02:48Bahwa kapal Musafa II berawakan 7 ABK, berasal dari Indonesia, India, dan Filipina.
02:57Yang Indonesia ada 4 ABK, dalam informasi yang kami terima, 3 masih hilang, dan 1 dalam keadaan senangat.
03:09Sudah, kami sudah melakukan komunikasi dengan pemilik kapal, namun terkait dengan penyebab ledakan tersebut, kita menunggu.
03:17Hasil penyelidikan dari otoritas setempat, kita tidak ingin berspekulasi apa penyebab ledakan tersebut.
03:27Lalu, apa kabar terbaru dari Kapten Miswar Maturusi yang dilaporkan hilang di Selat Hormus?
03:32Kita tanyakan kepada Sumarlin Ahmad, keluarga dari Miswar Maturusi.
03:37Selamat sore, Pak Sumarlin.
03:41Selamat sore, Pak.
03:42Ya, Mas Sumarlin, kami turut prihatin dengan kejadian ini.
03:46Sudah ada kabar terbaru tidak dari keberadaan Miswar?
03:52Untuk saat ini, Pak, belum ada.
03:54Tadi pagi, saya dapat informasi dari temannya, itu Kapten Ismail, bahwa sementara masih proses pencarian, Pak.
04:03Masih proses pencarian, ya, Pak Sumarlin, ya?
04:06Iya.
04:07Koordinasi terakhir dengan pemerintah, termaksud Kementerian Luar Negeri, apakah sudah dilakukan?
04:15Tadi belum ada komunikasi, Pak, dengan pihak pemerintah.
04:18Cuma kemarin sore itu, kami dapat telpon, istrinya dapat telpon dari kedutaan, dari Kudubes Oman,
04:26meminta alamat lengkap, istrinya, guna untuk memberikan update, informasi update terbaru.
04:34Jadi, cuma sebatas itu, Pak, yang kami beri informasinya.
04:38Kemudian, kan, kalau tadi informasinya Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab,
04:43Mas Yudhan Nugrah juga sudah membenarkan adanya ledakan Tugbot di Selat Hormuz ini.
04:49Sudah dapat informasi belum soal ini?
04:51Termasuk ada tiga WNI yang masih hilang?
04:56Selama ini, Pak, kami dapatnya dari sosial media, kalau dari Kudubes, untuk Dubai, belum dapat informasi, Pak, tentang itu.
05:04Jadi, informasinya cuma melalui sosial media saja, Pak.
05:09Berarti saat ini masih tengah, tentu saja berdoa dan menunggu kabar ya.
05:14Semoga ada kejelasan dari keberadaan Mas Miswar ya, Kapten Miswar ini.
05:19Mas Marlin, bisa diceritakan juga, sebenarnya saat kejadian itu, Kapten Miswar ini sedang dalam perjalanan dari mana?
05:29Menurut istrinya, seharusnya sebelumnya kan disampaikan ke istrinya, Pak, bahwa dia akan melakukan pelayaran.
05:36Cuman, secara ininya, saya kurang ngerti, cuman disampaikan bahwa dia akan melakukan pelayaran untuk mengambil kapal mereka.
05:46Terus, dia sampaikan segitu, istrinya tanya, kira-kira lamu tidak perjalanannya.
05:51Dia kira, dia sampaikan bahwa sekitar seharian, kalau dia berangkat sore, berarti tiba-tibanya sore.
05:56Dan itu kan, selama ini kan, Kapten Miswar ini, setahu saya, menurut informasi yang disampaikan selama ini,
06:03bahwa selama ini dia, kerjanya cuman di pelebuhan, Pak.
06:06Jadi, dia kan membawa kerabut, jadi kerjanya cuman memandu kapal yang akan masuk di pelebuhan.
06:14Oke, kemudian, terakhir berkontak, akhirnya hilang kontak itu, waktu persisnya kapan ya, Pak?
06:23Yang terakhir komunikasi sama istrinya itu, Pak, hari Rabu.
06:27Hari Rabu, ya?
06:28Terus, di hari kami, hari Rabu, Pak.
06:32Terus, anak istrinya cek, hari kami sekitar jam 1 waktu Indonesia Tengah itu, Pak,
06:40sempat dibaca cintang biru pesannya, cuman tidak sempat dibalas.
06:46Terakhir di situ, Pak, komunikasinya.
06:49Sempat ditanyakan kepada keluarga, ataupun mungkin rekan kerja, ataupun kerabat,
06:54yang berada juga di sana, yang ikut bekerja bersama dengan Kapten Miswar?
07:05Sempat bertanya tidak, saat hilang kontak keluarga, ataupun istri dari Kapten Miswar ini sempat menanyakan,
07:12tidak ke rekan kerja mungkin yang juga diketahui oleh istri dari Kapten Miswar ini?
07:19Pertama, kami dapat informasi, kan itu kan dari teman kerabat-kerabat kerjaannya, Pak,
07:23yang Kapten Ismail itu.
07:25Jadi, selama kami komunikasinya dengan Kapten Ismail,
07:30terus ada satu orang lagi, saya lupa namanya,
07:33beberapa kali saya hubungi, cuman beliau sampaikan bahwa,
07:36Bapak sebaiknya komunikasinya sama Kapten Ismail itu.
07:39Karena Kapten Ismail itu ditunjuk dari kantor sebagai, apa ya,
07:46sebagai jurubicara dari kantor.
07:49Cuman, tapi lagi ke Kapten Ismail, saya bilang,
07:53saya sampaikan ke Kapten Ismail, maaf ya, saya sering hubungi,
07:57karena saya dapat informasi bahwa Kapten Ismail merupakan jurubicara dari kantor.
08:03Terus Kapten Ismail sampaikan, katanya tidak seperti itu,
08:07cuman, pas kejadian, Kapten Ismail disuruh sampaikan di keluarga,
08:11disuruh telepon keluarganya, itu istrinya Pak Miswar,
08:14karena pengekuannya dari pihak kantor, tidak ada yang terbaksa Indonesia,
08:18makanya Kapten Ismail itu yang disuruh sampaikan berita ini ke keluarga.
08:24Begitu, Pak.
08:26Dan saat ini tentu keluarga masih terus berupaya untuk mencari tahu keberadaan dari Kapten Miswar ini.
08:33Apa yang tengah dilakukan?
08:38Selama ini, Pak, saya komunikasi sering bersama Kapten Ismail itu,
08:42karena ada beberapa yang sampaikan kepada saya,
08:45cuman, beritanya si Pang Siur, Pak, makanya saya sampaikan sama Kapten Ismail,
08:52saya mohon sama Kapten Ismail,
08:55update terbarunya dari Kapten Ismail,
08:58karena kalau dia dari yang lain, terlalu banyak versinya, Pak.
09:02Makanya saya kurang ini.
09:04Baik. Terakhir, apa yang ingin disampaikan kepada pemerintah,
09:08sehingga betul-betul keberadaan Kapten Miswar ini bisa segera diketahui?
09:15Harapan saya, terhadap pemerintah Indonesia,
09:18kalau bisa dibantu,
09:20karena sampai saat ini kami belum terima penyelidikan resmi dari pihak perusahaan, Pak.
09:25Jadi, setiap saya tanya ke ininya, yang Kapten Ismail itu,
09:30beliau menyampaikan bahwa sementara polisi pencarian sementara,
09:33dari pihak perusahaan belum ada penyelidikan resmi dari pihak perusahaannya, Pak.
09:39Baik, doa kita bersama.
09:41Semoga keberadaan dari Kapten Miswar Maturusi ini dapat segera diketahui, ya.
09:45Terima kasih.
09:46Mas Sumarlin Ahmad, keluarga dari Miswar Maturusi,
09:49telah berbagi informasi bersama kami di Kompas Petang.
09:51Salam sehat.
Komentar

Dianjurkan