Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KALIMANTAN BARAT, KOMPAS.TV - Di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, berdiri sebuah masjid tua bernama Masjid Jamiatul Khair yang telah berusia sekitar 120 tahun. Masjid ini menjadi salah satu saksi sejarah perkembangan peradaban Islam di wilayah Mempawah.

Masjid Jamiatul Khair berada di Kelurahan Pulau Pedalaman, Kecamatan Mempawah Timur. Bangunan bersejarah ini didirikan pada tahun 1906 dan hingga kini masih berdiri kokoh.

Berdasarkan catatan sejarah, masjid tersebut dibangun oleh panembahan Kerajaan Mempawah saat itu, Gusti Muhammad Taufiq Accamaddin. Masjid ini merupakan lokasi ketiga dari pembangunan sebelumnya yang sempat berada di dekat kawasan keraton.

Lokasi masjid yang berada di tepi Sungai Mempawah dipilih karena pada masa itu sungai masih menjadi jalur transportasi utama masyarakat, sehingga memudahkan warga untuk menjangkaunya.

#kalimantan #masjid #sejarah

Baca Juga Detik-Detik 208 Tentara Iran Dievakuasi Pasca Diserang Kapal Selam AS di Sri Lanka di https://www.kompas.tv/internasional/655494/detik-detik-208-tentara-iran-dievakuasi-pasca-diserang-kapal-selam-as-di-sri-lanka



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/655497/masjid-jamiatul-khair-mempawah-masjid-bersejarah-berusia-120-tahun-di-tepi-sungai-kompas-siang
Transkrip
00:00Hari ini saya akan mengajak Anda untuk melihat langsung salah satu majid tua di Provinsi Kalimantan Barat.
00:06Majid bernama Jamiatul Hairini berdiri sejak tahun 1906 atau sudah berusia sekitar 120 tahun.
00:14Selain berdiri di tepi sungai, majid ini juga menjadi saksi perkembangan sejarah kerajaan membawah.
00:20Nah bagaimana saudara kondisinya saat ini? Mari kita lihat bersama.
00:30Beginilah kondisi salah satu masjid tua di Provinsi Kalimantan Barat.
00:35Masjid bernama Jamiatul Hairini masih berdiri kokoh di Kelurahan Pulau Pedalaman, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah.
00:43Masjid ini sudah ada sejak tahun 1906 atau kini berusia sekitar 120 tahun.
00:51Berdasarkan jejak sejarah, masjid ini didirikan oleh Panembahan Kerajaan Mempawah saat itu,
00:56Yanni Gusti Muhammad Taufik Akamadin.
00:58Tempat ini merupakan lokasi ketiga pembangunan yang sebelumnya sempat di dekat kawasan keraton.
01:05Tepian sungai dipilih karena kala itu sungai mempawah masih menjadi jalur transportasi utama,
01:11sehingga lebih mudah dijangkau oleh masyarakat.
01:15Masjid ini juga lah tempat para ulama untuk menempat ilmu dan menyebarkan agama Islam di Kabupaten Mempawah ini.
01:29Mungkin hubungannya terlalu jauh di pinggir sungai.
01:36Zaman dulu kan hubungan itu tidak ada mobil, tidak ada kendaraan motor, jadi yang ada itu pakai perahu.
01:47Masjid Jamiatul Kair sudah masuk dalam daftar cagar budaya Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
01:53Sehingga proses pemeliharaan dan perihapan tetap mempertahankan bentuk asal,
01:57sesuai kesan estetikanya, baik dari lantai, jendela, pintu, dinding, atap sirap,
02:04dan bahan fondasi yang seluruhnya masih dijaga menggunakan kayu ulin atau belian.
02:25Masjid Jamiatul Kair memiliki luas bangunan sekitar 18 x 18 meter.
02:31Satu di antara sudut yang kerap menarik minat wisatawan untuk berkunjung adalah
02:35keberadaan empat piang pilar utama penyangga kubah yang terdapat di tengah masjid.
02:40Selama bulan suci ramadhan, masjid dengan kapasitas mencapai hampir 500 jemaah ini
02:46juga masih ramai dikunjungi warga sekitar.
02:49Sejak berdiri, bangunan tambahan baru yang dibuat hanya berupa ruang pendopo
02:54yang sengaja dirancang menghadap ke sungai Mempawah.
02:57Saudara, selama bulan suci ramadhan, masjid Jamiatul Kair ini juga menggelar acara
03:03buka puasa bersama masyarakat sekitar.
03:05Diketahui pula, masjid bersejarah ini juga sudah masuk dalam daftar cagar budaya
03:11Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
03:14Nah, bagaimana? Apakah Anda ingin melakukan wisata religi di masjid ini?
03:18Dari Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Dion Setiawan, Bagusuhanda, Kompas TV.
Komentar

Dianjurkan