Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Mengenai seorang mahasiswa Universitas Diponegoro dikeroyok 30 rekannya sesama mahasiswa usai dituduh melakukan pelecehan. Pihak Universitas Diponegoro menyebut telah membentuk tim investigasi untuk mengungkap kasus ini.

Arnendo, mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang ini, dikeroyok tiga puluh rekan sesama mahasiswa pada 15 November 2025 lalu.

Akibatnya, korban mengalami luka serta lebam di tubuh.

Saat itu, korban dianiaya lantaran diduga melakukan pelecehan pada salah satu rekan mahasiswi.

Namun korban membantah tuduhan tersebut. Pihak korban berharap kasus ini segera dituntaskan pihak kepolisian.

Polisi menyebut laporan penganiayaan sudah naik ke tingkat penyidikan. Sejumlah saksi juga telah diperiksa.

#mahasiswaundip #undip #penganiayaan

Baca Juga Kepergok Bobol Ruko, Pencuri Kabur Lewat Atap | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/regional/655020/kepergok-bobol-ruko-pencuri-kabur-lewat-atap-kompas-malam



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/655021/dituduh-melecehkan-kasus-pengeroyokan-mahasiswa-undip-diusut-polisi-kompas-malam
Transkrip
00:00Seorang mahasiswa Universitas Diponegoro dikeroyok oleh 30 rekannya sesama mahasiswa usai dituduh melakukan pelecehan.
00:08Pihak Universitas Diponegoro menyebut telah membentuk tim investigasi untuk mengungkap kasus ini.
00:16Arnendo, mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang ini dikeroyok 30 rekannya sesama mahasiswa 15 November 2025 lalu.
00:27Akibatnya korban mengalami luka serta lembang di tubuhnya.
00:32Saat itu korban dianiaya lantaran diduga melakukan pelecehan pada salah satu rekan mahasiswi.
00:38Namun korban membantah tuduhan tersebut.
00:41Pihak korban berharap kasus ini segera dituntaskan pihak kepolisian.
00:46Tuduh melakukan pelecehan terhadap seorang wanita, juga mahasiswi ya.
00:52mahasiswi satu jurusan, sama-sama jurusan antropologi.
00:57Tapi ketika tidak mengakui, malah dikeroyok oleh teman satu jurusan.
01:04Ada 30 orang pengroyok, sekarang tidak kuliah karena memang masih trauma.
01:12Laporan penganiayaan sudah naik ke tingkat penyidikan.
01:15Sejumlah saksi juga telah diperiksa.
01:20Kami dari Satres Kempor Stabil Semarang sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi.
01:26Berikut juga untuk visu sudah didapatkan oleh penyidik.
01:30Terus status perkara sendiri ini sudah kita naikkan ke tahap penyidikan.
01:35Laporan sudah berapa?
01:36Kalau dari keterangan ini cukup banyak ya.
01:39Cukup banyak, sekitar 20-an.
01:42Cuma ini kita akan dalami terkait dengan perannya masing-masing seperti apa.
01:48Menyikapi dugaan penganiayaan dan tindakan kekerasan seksual,
01:52Universitas Diponegoro melalui keterangan tertulis yang menyebut akan melakukan investigasi.
01:59Universitas Diponegoro telah membentuk tim kode etik untuk mengawal penanganan perkara ini.
02:04Apabila terbukti terjadi pelanggaran,
02:07Universitas akan menjatuhkan sanksi tegas,
02:09sesuai dengan peraturan yang berlaku tanpa pandang bulu.
02:13Polisi juga masih mendalami peran masing-masing terbuka pelaku.
02:18Heri Widodo, Kompas TV, Semarang, Jawa Tengah.
02:23Dan untuk mengetahui perkembangan atas kasus ini,
02:27sudah terhubung jurnalis Kompas TV,
02:29Gessy Lutfiah dan jurukamera Heri Widodo.
02:31Selamat malam, Gessy.
02:33Jadi sudah sampai mana penyidikan atas kasus ini?
02:37Ya, selamat malam soal yang dan juga saudara.
02:40Sejauh ini kasus masih dalam proses penyidikan,
02:43di mana memang kasus-kasus yang dilaporkan
02:45sekitar 16 November 2020 lalu ini,
02:50awalnya dalam proses penyidikan,
02:52dan tadi sudah ada keterangan bahwa sudah masuk ke penyidikan.
02:55Sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 6 saksi,
03:00yang antaranya ada keluarga penyidikan,
03:03dan juga ada salah satu mahasiswa
03:06yang ada di lokasi kejadian di malam hari
03:09ketika terjadi pengeroyokan.
03:11Hingga saat ini juga polisi masih melakukan penyidikan,
03:16salah satunya ini dengan kelakuan langsung begitu.
03:19Hingga kemarin ini mendapatkan hasil bahwa
03:22terdapat lubang-lubang dan juga luka-luka dari korban,
03:25serta juga sudah bekerja sama dengan pihak Universitas Kiponegoro
03:29di mana hingga saat ini kabarnya memang Undip sendiri ini
03:33sudah membentuk tim kode etik begitu ya,
03:36menindaklanjuti kasus yang memang terbolong besar ini.
03:40Karena memang hingga saat ini,
03:42mahasiswa yang diduga masih semester 4 ini,
03:44masih dalam keadaan belum sepenuhnya sembuh,
03:47dan juga masih mengalami trauma.
03:50Sehingga memang dari pihak kampus sendiri
03:52akan terus melakukan dan juga membantu proses penyidikan
03:55untuk menegakkan keadilan begitu ya.
03:57Kalau dari sisi keluarga sendiri,
03:59Valen keluarga juga meminta agar pihak kepolisian ini
04:03segera melakukan penyidikan,
04:05dan agar kasus ini bisa segera digelar dan juga selesai begitu ya.
04:09Karena memang kasus ini juga terbolong cukup lama,
04:12begitu dari November tahun lalu hingga Maret,
04:16ini menyebabkan kembali karena beberapa video juga
04:19yang beredar di media sosial tentang kondisi dari korban sekiri.
04:23Jika boleh sedikit saya singgung, Valen dan juga saudara,
04:27memang kasus ini awalnya ini si korban ini diduga melakukan pelecehan
04:33begitu terhadap salah satu mahasiswi di Universitas Tiponegoro.
04:36Namun pada malam terjadinya pengeroyokan ini,
04:40si korban ini memang tidak merasa begitu ya,
04:43melakukan pelecehan.
04:45Sehingga para pelaku yang diduga ini jumlahnya hampir 30 orang ini
04:50melakukan pengeroyokan dari malam hari hingga menjelang subuh.
04:54Dan kasus ini tentunya masih dalam proses penyelidikan hingga saat ini.
04:59Dan salah satu kendalanya ini,
05:01Valen yang kami peroleh informasinya adalah
05:03pada saat pelaporan ini nama-nama pelaku bukan nama aslinya
05:07atau nama panggilan, Valen.
05:09Baik, terima kasih atas laporan Anda,
05:12Jurnalis Kompas TV, Gessy Lutfiah,
05:14dan juga Juru Kamera Heri Widodo dari Semarang, Jawa Tengah.
Komentar

Dianjurkan