Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 9 jam yang lalu
MALANG, KOMPAS.TV - Viral di media sosial temuan ulat buah di puding MBG di salah satu sekolah di Kota Malang.



Pihak sekolah membenarkan hal tersebut dialami oleh menu yang diterima beberapa muridnya pada Selasa (03/03/2026).



Lantas bagaimana sanksi dan evaluasi atas temuan ini?



Sapa Indonesia Siang membahasnya bersama Kepala Satgas MBG Kota Malang Erik Setyo Santoso.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/654915/temuan-ulat-di-puding-menu-mbg-bagaimana-sanksi-ke-sppg
Transkrip
00:00Sorotan lain, saudara temuan ulat pada puding menu makan bergizi gratis atau MBG
00:05di salah satu sekolah di kota Malang, Jawa Timur, beredar di media sosial.
00:10Pihak sekolah pun langsung mengembalikan seluruh menu puding ke pihak satuan pelayanan pemenuhan gizi atau SPPG.
00:22Salah satu orang tua siswa di Malang, Jawa Timur merekam temuan ulat di puding stroberi milik anaknya
00:28yang diterima dari paket makanan bergizi gratis atau MBG.
00:33Video itu kemudian beredar di media sosial.
00:37Puding dalam paket MBG diterima siswa SDN Tunjung Sekar 3, kota Malang pada selasa lalu.
00:43Pihak sekolah membenarkan ada keluhan dari beberapa siswa terkait adanya ulat di puding stroberi yang mereka terima.
00:51Karena bulan Ramadan, puding tersebut belum sempat dikonsumsi.
00:54Pihak sekolah langsung menarik pudingnya diterima siswa dan mengembalikannya ke SPPG terkait.
01:01Sekolah menyayangkan temuan ini karena sejak September menerima MBG, kejadian ini baru yang pertama.
01:07Ketemuan itu bukan pelatih sih kak, itu kayak ulat buah, itu memang benar.
01:14Di SPPG Tunjung Sekar 2 itu menaungi Tunjung Sekar, dari Tunjung Sekar 1 sampai 5 sama SMP sama TK itu
01:22juga menemukan beberapa ulat di stroberinya.
01:27Nah kemarin itu sudah dikendalik lagi, sudah saya sampekan ke SPPG-nya juga dan SPPG-nya juga mohon maaf atas
01:37kelalaiannya dan dari sekolah sudah menarik semuanya.
01:42Pemerintah kota Malang akan memanggil kepala SPPG terkait temuan ulat dalam salah satu menu MBG yang diterima siswa.
01:50Pemanggilan dilakukan untuk meminta klarifikasi perihal temuan ulat dalam MBG.
01:55Pemerintah kota Malang akan melaporkan temuan MBG bermasalah ini kepada Badan Gizi Nasional atau BGN.
02:21Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Malang telah melakukan pengawasan melalui koordinasi lintas perangkat desa.
02:37Dan pemerintah kota Malang menyebut akan melaporkan temuan MBG bermasalah ini kepada Badan Gizi Nasional.
02:44Lalu seperti apa pengawasannya?
02:46Sudah bergabung bersama kami, Sekda Kota Malang yang juga Ketua Satgas MBG, Erick Setio Santoso.
02:53Selamat siang, Pak Erick.
02:55Selamat siang, Mas Eksan.
02:57Pak Erick, apa Pemkot Malang sudah melaporkan MBG bermasalah ini ke BGN? Apa hasilnya?
03:02Untuk proses-proses terkait dengan monitoring, evaluasi, serta pelaksanaan MBG di lingkup Kota Malang ke sekolah-sekolah yang dilakukan oleh
03:15SPPG ini,
03:17pemerintah Kota Malang selalu melakukan monitoring secara berkala dan berjenjang.
03:24Cukup intensif laporan-laporan dan monitoring yang kita lakukan, termasuk salah satunya adalah case yang baru-baru terjadi kemarin.
03:34Begitu kegiatan ini kemarin teridentifikasi,
03:38Ketua MBG Kota Malang telah melakukan satu observasi dan pendalaman langsung dengan koruwil dari SPPG yang ada di Kota Malang.
03:50Kemudian koruwil ini juga langsung melakukan inspeksi ke SPPG yang bersambutan.
03:57Proses-prosesnya juga sudah teridentifikasi dan kemudian juga telah terlaporkan secara lengkap,
04:04kronologis proses-proses, sampai dengan packaging dan distribusi ke sekolahnya.
04:10Kita bersyukur bisa teridentifikasi case ini sejak awal, belum sampai dilakukan konsumsi oleh anak-anak kita.
04:22Kemudian dari proses-proses yang kita temui, kita laporkan secara kronologis dan berjenjang.
04:30Ada dua mekanisme pelaporan yang kemudian kami lakukan.
04:33Bukan, yang pertama dari Satgas MBG Kota Malang, kami juga menginformasikan dan meneruskan laporan ini ke Satgas MBG Provinsi Jawa
04:45Timur
04:45yang diketuai langsung oleh Bapak Wakil Gubernur.
04:50Kemudian juga proses-proses selanjutnya, reporting, kronologis, dan observasi kaitan dengan case ini juga terlaporkan juga ke PGN di Jakarta.
05:04Demikian, Mbak Tegang.
05:05Oke, Pak Erik, Wali Kota Malang bilang akan memberikan sanksi tegas kepada SPPG yang bersangkutan.
05:10Apakah klarifikasi dari pihak SPPG sudah diberikan? Lalu apa sanksinya nanti?
05:17Untuk proses-proses terkait dengan sanksi, tentunya sanksi juga berjenjang.
05:22Sanksi-sanksi ini mulai dari peringatan, teguran, kemudian juga bisa jadi sampai dengan penghentian sementara kaitan dengan operasional.
05:32Untuk izin operasional dari SPPG ini terkait sanksi, kami komunikasikan dan koordinasikan dengan PGN, dengan Badan Gizi Nasional.
05:41Saat ini sedang terlang, saat ini sedang kita komunikasikan secara intens,
05:46kaitan dengan case seperti ini, tahapan sanksinya itu yang di level mana?
05:52Apakah yang di level ringan menengah atau juga sampai dengan nantinya dirata perlu misalnya sampai dengan penghentian untuk operasionalnya secara
06:01sementara?
06:03Oke, Pak Erik tentu ada penyelidikan awal terkait dengan SPPG ini.
06:09Lalu apakah SPPG ini sudah memenuhi syarat sertifikasi yang harus dibutuhkan sebuah SPPG?
06:16Kalau saat ini sebagian perizinan yang diperlukan sudah dimiliki,
06:22tetapi ada beberapa pula sebagian perizinan lain yang memang masih dalam proses Mas Eksan.
06:28Untuk case stroberi yang ada ulat ini,
06:31dari identifikasi kita kemarin pada saat melakukan pendalaman kronologis proses itu,
06:36itu identifikasi kita proses penggaraman yang dilakukan ini yang kurang lama.
06:43Kurang lama sehingga dalam proses penyajiannya sampai dengan packaging di situ yang pada akhirnya timbulah ulat-ulat ini
06:55di sebagian yang melekat kepada buah-buah stroberi yang ada di dalam kemasan-kemasan itu.
07:03Oke, Pak, ke depan bagaimana pengawasan dan juga koordinasi antar perangkat daerah
07:10agar kejadian serupa tidak terulang lagi?
07:14Dalam konteks pendampingan-pendampingan SPPG untuk bisa menghasilkan kualitas
07:20bagaimana yang diharapkan secara kontinu dan kepastian seperti itu,
07:26ada tahapan-tahapan yang terus saat ini kita lakukan secara intens.
07:31Yang pertama mitigasi sebelum, sebelum beroperasi, setiap SPPG ini tentunya harus memiliki
07:38perizinan-perizinan awal yang diperlukan.
07:40Sebagai contoh misalnya, setiap bangunan SPPG ini perlu memiliki namanya PBG,
07:47Persetujuan Bangunan Gedung yang kemudian diikuti dengan SLF,
07:52Sertifikat Laik Fungsi, itu untuk konstruksi bangunannya.
07:58Kemudian, untuk pengolahan-pengolahan limbah, baik limbah pacat ataupun limbah cair,
08:04ini pun juga demikian.
08:05Ada proses-proses UKL-UPL ataupun upaya-upaya penanganan limbah
08:10yang tentunya nantinya tidak akan memberikan gangguan ataupun pencemaran terhadap lingkungan.
08:17UKL-UPL ini pun juga sangat diperlukan sehingga limbah ataupun nanti sampah-sampah yang dihasilkan
08:24itu bisa terkontrol, terkendali, dan terolah.
08:28Kemudian pada prosesnya, pada proses-proses penyajian makanan,
08:33ini tentunya dilakukan oleh SDM-SDM yang punya kompetensi.
08:37Kami secara berkala terus-menerus melakukan pelatihan kepada SDM-SDM yang ada di,
08:45yang menjadi operator dari SPPG ini.
08:48Salah satunya misalnya latihan bagi penjama makanan.
08:51Latihan-latihan bagi penjama makanan itu nanti sangat diperlukan
08:55supaya sertifikasi yang harus dimiliki oleh SPPG
09:00seperti SLHS, singkatan dari sertifikat laygen sanitasi
09:05yang nanti juga merupakan bagian dari jaminan
09:09makanan-makanan ini tersaji secara aman,
09:12itu bisa dilakukan.
09:15Demikian pula tentang kontrol-kontrol terhadap keamanan pangan secara terus-menerus.
09:20Sehingga sekali lagi konsistensi produk-produk yang dihasilkan oleh SPPG ini
09:27secara visi, secara kualitas, secara keamanan pangan bisa diberikan jaminan.
09:35Sehingga keamanan bagi anak-anak kami untuk mendapatkan konsumsi makanan
09:40dengan nilai gigi yang cukup serta dalam kondisi yang baik
09:44selalu terjamin.
09:46Oke, terima kasih Pak Erick Setio Santoso, Sekda, sekaligus Kasatgas MBG Kota Malang
09:54sudah berbagi informasi bersama kami di Sampai Indonesia Siang.
09:57Terima kasih Pak.
09:58Terima kasih.
09:59Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan