00:00Sorotan lain, saudara temuan ulat pada puding menu makan bergizi gratis atau MBG
00:05di salah satu sekolah di kota Malang, Jawa Timur, beredar di media sosial.
00:10Pihak sekolah pun langsung mengembalikan seluruh menu puding ke pihak satuan pelayanan pemenuhan gizi atau SPPG.
00:22Salah satu orang tua siswa di Malang, Jawa Timur merekam temuan ulat di puding stroberi milik anaknya
00:28yang diterima dari paket makanan bergizi gratis atau MBG.
00:33Video itu kemudian beredar di media sosial.
00:37Puding dalam paket MBG diterima siswa SDN Tunjung Sekar 3, kota Malang pada selasa lalu.
00:43Pihak sekolah membenarkan ada keluhan dari beberapa siswa terkait adanya ulat di puding stroberi yang mereka terima.
00:51Karena bulan Ramadan, puding tersebut belum sempat dikonsumsi.
00:54Pihak sekolah langsung menarik pudingnya diterima siswa dan mengembalikannya ke SPPG terkait.
01:01Sekolah menyayangkan temuan ini karena sejak September menerima MBG, kejadian ini baru yang pertama.
01:07Ketemuan itu bukan pelatih sih kak, itu kayak ulat buah, itu memang benar.
01:14Di SPPG Tunjung Sekar 2 itu menaungi Tunjung Sekar, dari Tunjung Sekar 1 sampai 5 sama SMP sama TK itu
01:22juga menemukan beberapa ulat di stroberinya.
01:27Nah kemarin itu sudah dikendalik lagi, sudah saya sampekan ke SPPG-nya juga dan SPPG-nya juga mohon maaf atas
01:37kelalaiannya dan dari sekolah sudah menarik semuanya.
01:42Pemerintah kota Malang akan memanggil kepala SPPG terkait temuan ulat dalam salah satu menu MBG yang diterima siswa.
01:50Pemanggilan dilakukan untuk meminta klarifikasi perihal temuan ulat dalam MBG.
01:55Pemerintah kota Malang akan melaporkan temuan MBG bermasalah ini kepada Badan Gizi Nasional atau BGN.
02:21Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Malang telah melakukan pengawasan melalui koordinasi lintas perangkat desa.
02:37Dan pemerintah kota Malang menyebut akan melaporkan temuan MBG bermasalah ini kepada Badan Gizi Nasional.
02:44Lalu seperti apa pengawasannya?
02:46Sudah bergabung bersama kami, Sekda Kota Malang yang juga Ketua Satgas MBG, Erick Setio Santoso.
02:53Selamat siang, Pak Erick.
02:55Selamat siang, Mas Eksan.
02:57Pak Erick, apa Pemkot Malang sudah melaporkan MBG bermasalah ini ke BGN? Apa hasilnya?
03:02Untuk proses-proses terkait dengan monitoring, evaluasi, serta pelaksanaan MBG di lingkup Kota Malang ke sekolah-sekolah yang dilakukan oleh
03:15SPPG ini,
03:17pemerintah Kota Malang selalu melakukan monitoring secara berkala dan berjenjang.
03:24Cukup intensif laporan-laporan dan monitoring yang kita lakukan, termasuk salah satunya adalah case yang baru-baru terjadi kemarin.
03:34Begitu kegiatan ini kemarin teridentifikasi,
03:38Ketua MBG Kota Malang telah melakukan satu observasi dan pendalaman langsung dengan koruwil dari SPPG yang ada di Kota Malang.
03:50Kemudian koruwil ini juga langsung melakukan inspeksi ke SPPG yang bersambutan.
03:57Proses-prosesnya juga sudah teridentifikasi dan kemudian juga telah terlaporkan secara lengkap,
04:04kronologis proses-proses, sampai dengan packaging dan distribusi ke sekolahnya.
04:10Kita bersyukur bisa teridentifikasi case ini sejak awal, belum sampai dilakukan konsumsi oleh anak-anak kita.
04:22Kemudian dari proses-proses yang kita temui, kita laporkan secara kronologis dan berjenjang.
04:30Ada dua mekanisme pelaporan yang kemudian kami lakukan.
04:33Bukan, yang pertama dari Satgas MBG Kota Malang, kami juga menginformasikan dan meneruskan laporan ini ke Satgas MBG Provinsi Jawa
04:45Timur
04:45yang diketuai langsung oleh Bapak Wakil Gubernur.
04:50Kemudian juga proses-proses selanjutnya, reporting, kronologis, dan observasi kaitan dengan case ini juga terlaporkan juga ke PGN di Jakarta.
05:04Demikian, Mbak Tegang.
05:05Oke, Pak Erik, Wali Kota Malang bilang akan memberikan sanksi tegas kepada SPPG yang bersangkutan.
05:10Apakah klarifikasi dari pihak SPPG sudah diberikan? Lalu apa sanksinya nanti?
05:17Untuk proses-proses terkait dengan sanksi, tentunya sanksi juga berjenjang.
05:22Sanksi-sanksi ini mulai dari peringatan, teguran, kemudian juga bisa jadi sampai dengan penghentian sementara kaitan dengan operasional.
05:32Untuk izin operasional dari SPPG ini terkait sanksi, kami komunikasikan dan koordinasikan dengan PGN, dengan Badan Gizi Nasional.
05:41Saat ini sedang terlang, saat ini sedang kita komunikasikan secara intens,
05:46kaitan dengan case seperti ini, tahapan sanksinya itu yang di level mana?
05:52Apakah yang di level ringan menengah atau juga sampai dengan nantinya dirata perlu misalnya sampai dengan penghentian untuk operasionalnya secara
06:01sementara?
06:03Oke, Pak Erik tentu ada penyelidikan awal terkait dengan SPPG ini.
06:09Lalu apakah SPPG ini sudah memenuhi syarat sertifikasi yang harus dibutuhkan sebuah SPPG?
06:16Kalau saat ini sebagian perizinan yang diperlukan sudah dimiliki,
06:22tetapi ada beberapa pula sebagian perizinan lain yang memang masih dalam proses Mas Eksan.
06:28Untuk case stroberi yang ada ulat ini,
06:31dari identifikasi kita kemarin pada saat melakukan pendalaman kronologis proses itu,
06:36itu identifikasi kita proses penggaraman yang dilakukan ini yang kurang lama.
06:43Kurang lama sehingga dalam proses penyajiannya sampai dengan packaging di situ yang pada akhirnya timbulah ulat-ulat ini
06:55di sebagian yang melekat kepada buah-buah stroberi yang ada di dalam kemasan-kemasan itu.
07:03Oke, Pak, ke depan bagaimana pengawasan dan juga koordinasi antar perangkat daerah
07:10agar kejadian serupa tidak terulang lagi?
07:14Dalam konteks pendampingan-pendampingan SPPG untuk bisa menghasilkan kualitas
07:20bagaimana yang diharapkan secara kontinu dan kepastian seperti itu,
07:26ada tahapan-tahapan yang terus saat ini kita lakukan secara intens.
07:31Yang pertama mitigasi sebelum, sebelum beroperasi, setiap SPPG ini tentunya harus memiliki
07:38perizinan-perizinan awal yang diperlukan.
07:40Sebagai contoh misalnya, setiap bangunan SPPG ini perlu memiliki namanya PBG,
07:47Persetujuan Bangunan Gedung yang kemudian diikuti dengan SLF,
07:52Sertifikat Laik Fungsi, itu untuk konstruksi bangunannya.
07:58Kemudian, untuk pengolahan-pengolahan limbah, baik limbah pacat ataupun limbah cair,
08:04ini pun juga demikian.
08:05Ada proses-proses UKL-UPL ataupun upaya-upaya penanganan limbah
08:10yang tentunya nantinya tidak akan memberikan gangguan ataupun pencemaran terhadap lingkungan.
08:17UKL-UPL ini pun juga sangat diperlukan sehingga limbah ataupun nanti sampah-sampah yang dihasilkan
08:24itu bisa terkontrol, terkendali, dan terolah.
08:28Kemudian pada prosesnya, pada proses-proses penyajian makanan,
08:33ini tentunya dilakukan oleh SDM-SDM yang punya kompetensi.
08:37Kami secara berkala terus-menerus melakukan pelatihan kepada SDM-SDM yang ada di,
08:45yang menjadi operator dari SPPG ini.
08:48Salah satunya misalnya latihan bagi penjama makanan.
08:51Latihan-latihan bagi penjama makanan itu nanti sangat diperlukan
08:55supaya sertifikasi yang harus dimiliki oleh SPPG
09:00seperti SLHS, singkatan dari sertifikat laygen sanitasi
09:05yang nanti juga merupakan bagian dari jaminan
09:09makanan-makanan ini tersaji secara aman,
09:12itu bisa dilakukan.
09:15Demikian pula tentang kontrol-kontrol terhadap keamanan pangan secara terus-menerus.
09:20Sehingga sekali lagi konsistensi produk-produk yang dihasilkan oleh SPPG ini
09:27secara visi, secara kualitas, secara keamanan pangan bisa diberikan jaminan.
09:35Sehingga keamanan bagi anak-anak kami untuk mendapatkan konsumsi makanan
09:40dengan nilai gigi yang cukup serta dalam kondisi yang baik
09:44selalu terjamin.
09:46Oke, terima kasih Pak Erick Setio Santoso, Sekda, sekaligus Kasatgas MBG Kota Malang
09:54sudah berbagi informasi bersama kami di Sampai Indonesia Siang.
09:57Terima kasih Pak.
09:58Terima kasih.
09:59Terima kasih.
Komentar