Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama


KOMPAS.TV - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan Israel dan Amerika Serikat. Iran pun mengancam akan membalas dengan serangan yang lebih besar.

Apakah konflik ini bakal berlangsung lama? Dan apakah alasan serangan ini hanya karena persoalan nuklir Iran yang akan mengarah pada kondisi krisis global?

Simak pembahasan KompasTV soal perang AS Israel VS Iran bersama praktisi dan pengajar hubungan internasional dari Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja.

Baca Juga Harga Minyak Dunia Meroket Imbas Iran Tutup Selat Hormuz, Pemerintah Pastikan Anggaran Tetap Aman di https://www.kompas.tv/ekonomi/654819/harga-minyak-dunia-meroket-imbas-iran-tutup-selat-hormuz-pemerintah-pastikan-anggaran-tetap-aman

#iran #perangisraeliran #iranvsisrael #perang

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/654825/bongkar-perang-iran-vs-israel-as-hingga-selat-hormuz-ditutup-praktisi-hi-awas-krisis-global
Transkrip
00:03Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan Israel dan Amerika Serikat.
00:08Iran pun mengancam akan membalas dengan serangan yang lebih besar.
00:12Apakah konflik ini bakal berlangsung lama dan apakah alasan serangan hanya karena masalah nuklir Iran?
00:18Kami akan membahas ya bersama praktisi dan pengajar hubungan internasional Synergy Policies, Dina Praptor Raharja.
00:25Mbak Dina, selamat sore.
00:28Selamat sore, Mbak Sintia.
00:30Mbak Dina, apakah kematian dari Ayatollah Ali Khamenei ini bisa membuat Iran semakin meningkatkan serangan ke negara-negara yang memang
00:39dianggap sebagai sekutu Amerika?
00:40Karena kita tahu dari pemberitaan terkini sudah banyak negara-negara lain yang menjadi korban serangannya.
00:49Kalau dilihat dari peta yang berkembang dan pola komentar juga dari pihak Israel maupun Amerika Serikat.
01:00Ekskalasi ini masih belum akan berhenti ya.
01:03Kalau saya lihat kecenderungannya Amerika Serikat juga mengeluarkan statement yang provokatif dan tidak konsisten juga.
01:12Jadi alasan yang disampaikan mengapa Amerika Serikat itu melakukan serangan ke Khamenei bahkan melakukan pembunuhan di sana itu bukan karena
01:24senjata nuklir yang dimiliki oleh Iran.
01:27Tetapi karena alasan-alasan lain seperti misalnya untuk melindungi Amerika Serikat dari regime yang dianggap otoriter gitu.
01:37Jadi berarti alasan yang berkembang ini sebenarnya menunjukkan ada masalah eksistensial ya.
01:46Yang harus kita cermati dan ini yang menurut saya masih belum terlalu dibahas di Indonesia.
01:53Kesannya bahwa tindakan dari Amerika Serikat ini masih bisa dibenarkan.
01:58Padahal menurut saya sama sekali tidak bisa dibenarkan.
02:01Kalau negara-negara teluk resta memblokir ruang untuk negosiasi sama sekali berarti.
02:08Jadi kalau saya lihat ketarungannya ke depan ini berarti bukan lagi hanya antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel tetapi
02:16juga aktor-aktor besar seperti Rusia dan China itu tidak mungkin tinggal diam.
02:23Kalau pertarungannya ini berarti juga seputar geopolitik masalah konektivitas dan jalur logistik yang sangat penting untuk energi negara-negara dunia.
02:36Dan sebelum ini ditutup oleh Amerika Serikat atau dihancurkan oleh Amerika Serikat negara lain mengambil alih dan memastikan bahwa Selat
02:46Hormuz tidak dikuasai oleh satu negara saja.
02:49Itu yang saya lihat. Jadi mungkin masih panjang.
02:52Mbak Dina kalau memang saat ini Selat Hormuz ditutup dan tidak bisa melakukan jalur ataupun transportasi minyak dunia.
03:03Apakah ini tidak lagi bicara soal isu regional tapi saat ini kita sudah bicara terkait dengan krisis global ke depannya?
03:11Betul sekali. Menurut saya krisis global betul-betul sudah di depan mata sekarang.
03:16Jadi kita tidak bisa menyikapi ini hanya sekedar masalah Timur Tengah.
03:2184% dari minyak mentah Timur Tengah itu yang masuk dari Selat Hormuz itu masuknya ke pasar Asia.
03:31Dan negara yang menyerang adalah China, India, Jepang, dan Korea Selatan.
03:36Jadi kalau Amerika Serikat menutup ini semena-mena juga, artinya jika Iran tidak melakukan preemptive strike ya di wilayah Selat
03:48Hormuz,
03:49berarti negara-negara yang menjadi musuh ekonomi Amerika Serikat ini akan bergantung sepenuhnya pada ekspor minyak dari Amerika Serikat.
03:59Jadi penentu harga ke depan untuk energi itu ada di tangan Amerika Serikat.
04:04Dan ini yang dihindari ya, yang dicoba dihindari di tingkat global.
04:08Artinya kita sendiri harus bisa melihat bahwa pertarungan geopolitik antara major powers negara adidaya ini berarti sudah sampai di titik
04:17yang begitu kritis.
04:18Sehingga ini bukan lagi soal Khamenei sebenarnya dan juga bukan notabene Iran saja,
04:26tapi seluruh jalur minyak dunia itu sebenarnya lewat sana.
04:32Mau produksinya dari Uni Arab, mau dari Saudi, Oman, Qatar, dan lain-lain semua lewatnya sana.
04:39Jalur laporan dari Amerika juga menunjukkan laporan jalur alternatif lain itu ternyata belum berfungsi optimal ya.
04:47Jadi pasti ada masa transisi yang sangat menyakitkan untuk tingkat global jika ini berlanjut di sana.
04:54Oke, tapi yang menjadi pertanyaannya sekarang begini Mbak Dina,
04:57jika banyak negara yang akan berdampak ketika selat hormus ini ditutup,
05:01akan menimbulkan dampak terhadap distribusi minyak dunia,
05:08apakah nantinya negara-negara lain ini, negara-negara besar lainnya akan ikut turun tangan dalam isu regional yang sebenarnya antara
05:19Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
05:21Tapi usai jeda masih akan kita bahas tetap bersama kami di Kompas Petang.
05:33Terima kasih Anda masih bersama kami di Kompas Petang dan masih membahas terkait selat hormus yang saat ini ditutup dan
05:41bersama Mbak Dina Praktora aja.
05:43Mbak Dina kalau tadi sudah disebutkan bahwa akan banyak negara yang terdampak jika selat hormus ini ditutup dalam jangka waktu
05:51yang lebih panjang lagi.
05:52Apakah ini artinya negara-negara besar lainnya yang sebenarnya tidak ikut terlibat dalam apa yang terjadi saat ini,
06:02akan ikut turun tangan, akan turun dalam hal militer juga terkait dengan hal ini?
06:08Kalau dalam hal pengaruh mereka sudah turun ya, per kemarin 28 Februari di Persikatan Bangsa-Bangsa,
06:17Dewan Keamanan Persikatan Bangsa-Bangsa itu sudah terjadi kegaduhan,
06:22karena negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Perancis, kemudian Cina, Rusia itu sudah adu bicara di sana,
06:31mengajukan permintaan emergency meeting ya.
06:36Sorry, Amerika Serikat tidak termasuk di situ.
06:38Tapi kita lihat bahwa poinnya di sana adalah negara-negara ini berusaha untuk meredam suasana.
06:45Dan satu catatan di sini, Dewan Keamanan PBB itu sebenarnya punya keterbatasan kalau soal selat hormus.
06:52Karena selat hormus ini bukan international water, bukan laut lepas ya yang bisa diatur oleh international.
07:00Wilayah ini jatuhnya wilayah teritorial, laut teritorial yang dikuasai oleh Iran atau Oman.
07:06Jadi sebenarnya kemarin ketika Menteri Luar Negeri Oman itu bersuara,
07:10sudah diupayakan semaksimal mungkin mereka menjadi mediator ya kan, sampai tanggal 27 Februari loh.
07:17Dan hasilnya menjamin bahwa Iran itu sebenarnya sudah let go, sudah nggak punya lagi itu program senjata nuklir.
07:26Dan bisa dijamin mereka mau bekerja sama.
07:28Dan kalau saya lihat dari jarahnya sebenarnya itu satu-satunya jalan ya untuk Iran.
07:35Karena mereka sendiri juga terjepit.
07:37Jadi nggak mungkin sebenarnya mereka punya agenda yang lain.
07:41Satunya mungkin Indonesia Miss itu ya.
07:44Tapi kalau secara hukum laut internasional, oke ini adalah bagian teritorial Iran dan Oman.
07:50Apakah memang diperbolehkan satu negara menutup jalur transportasi
07:54yang memang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh banyak negara terkait dengan hajat hidup orang banyak?
07:59Dalam hal ini Minyak?
08:02Justru framenya, kalau saya perhatikan, kita harus nggak bisa melepaskan ini dari kasus yang berkembang di Israel-Palestina.
08:10Dan pembentukan juga Board of Peace.
08:13Iran itu sudah dituding berkali-kali oleh Israel maupun Amerika Serikat menjadi pendana dari Hamas.
08:20Dan kita tahu Hamas itu menjadi pemain satu-satunya yang sekarang dianggap menghambat agenda dari Israel maupun Amerika Serikat di
08:28Gaza.
08:29Dan kalau kita memang peduli ya, Indonesia peduli betul dengan agenda Palestina,
08:35sebenarnya kita preferensinya itu justru supaya Iran itu dihormati wilayah teritorinya
08:41dan dijamin keamanannya dan dibawa ke meja negosiasi dan bukannya diserang secara militer.
08:48Jadi kalau Amerika Serikat menunjukkan kekuatan full dan bahkan sudah Israel sudah jelas-jelas yang membuat kampanye
08:57bahwa dia punya operasi militer besar, Lions Roar gitu, itu menunjukkan bahwa nggak ada ruang negosiasi itu.
09:06Justru kita yang menginginkan stabilitas di Palestina harusnya melihat ini, situasi ini terkait, betul-betul sangat terkait.
09:15Jadi kaitan antara perang geopolitik yang besar yang kemudian mencakup Rusia dan Cina yang eksistensinya juga jadi terganggu
09:23gara-gara ini ditutup dan kaitannya dengan proses perdamaian di Israel dan Palestina ini sangat-sangat lekat.
09:31Oke, kalau bicara soal peran dari Indonesia sendiri, apakah dari hal kemampuan sebagai mediator,
09:40Indonesia bisa dikatakan cukup mampu dalam hal itu?
09:44Kita tidak bisa lompat logika.
09:47Satu, kita maju ke dalam peranan sebesar itu ya.
09:53Kita jelas harus mempersiapkan orang-orang yang tepat, resources yang memadai, dan juga membaca situasi dengan tepat.
10:01Menurut saya, Turki, Oman, Qatar, Bahrain, bahkan Saudi itu sudah melakukan berbagai macam bentuk tekanan
10:09dan ada yang sudah melaju sampai ke meja perundingan beberapa kali.
10:12Mentoknya di siapa?
10:14Tidak bisa membendung Amerika Serikat maupun Israel.
10:18Meskipun Indonesia sudah ada di Board of Peace?
10:22Justru statement yang dikeluarkan dari Kementerian Luar Negeri, saya ada concern di sini ya.
10:27Itu sama sekali tidak ada rasa duka cita terhadap Iran atau prihatin bahwa telah terjadi serangan besar terhadap Iran.
10:35Yang masih di sini artinya, apakah Indonesia memang sudah betul-betul digerakkan agenda luar negerinya oleh Amerika Serikat?
10:42Karena kalau kita dalam posisi mencari peran sebagai mediator, kita harus netopal di situ.
10:48Oke, baik. Terima kasih Mbak Dina Praptor Harja, praktisi dan juga pengajar hubungan internasional.
10:55Sinergi Policy sudah berbagi perspektif di Kompas Petang.
10:59Selamat sore Mbak Dina.
Komentar

Dianjurkan