Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
MAKASSAR, KOMPAS.TV - Sungguh na'as nasib remaja 18 tahun, Betrand Eka Prasetyo.

Ia tewas diduga karena ditembak anggota Polsek Panakkukang.

Insiden bermula saat Betrand bermain tembak-tembakan bersama rekannya di Jalan Toddopuli Kecamatan Panakkukang Makassar.

Iptu N yang keluar dari mobil membubarkan kerumunan dengan tembakan peringatan ke atas dan menangkap korban.

Namun belakangan keluarga mengetahui korban meninggal di rumah sakit dengan luka tembak di bagian belakang.

Keluarga minta polisi mengusut tuntas karena selain luka tembak, korban juga mengalami luka lebam di bagian pipi.

Kapolrestabes Makassar menyebut anggota Polri yang diduga menembak korban telah diperiksa Propam dan ditetapkan tersangka.

Dari penelusuran diketahui pistol tak sengaja meletus saat Iptu N berusaha mengendalikan korban yang meronta saat ditangkap.

Jenazah korban, Betrand Eka Prasetyo sudah dimakamkan keluarga.

Baca Juga [FULL] Kompolnas Buka Suara Terkait Kasus Remaja Tewas Diduga Ditembak Polisi, Langgar SOP? di https://www.kompas.tv/regional/654689/full-kompolnas-buka-suara-terkait-kasus-remaja-tewas-diduga-ditembak-polisi-langgar-sop

#remajatewas #polisitembak #makassar
_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/654711/remaja-18-tahun-tewas-tertembak-polisi-di-makassar-ibu-korban-ada-bekas-penganiayaan-di-tubuh
Transkrip
00:00Seorang remaja 18 tahun tewas diduga tertembak anggota Polsek Panakukang.
00:05Insiden terjadi saat korban tengah bermain tembak-tembakan jeli di Jalan Todopulimakasar.
00:15Sungguh naas nasib remaja 18 tahun, Betran Eka Prasetyo.
00:20Ia tewas diduga karena ditembak anggota Polsek Panakukang.
00:25Insiden bermula saat Betran bermain tembak-tembakan bersama rekannya di Jalan Todopuli, Kecamatan Panakukang, Makassar.
00:34Ibtu N yang keluar dari mobil membubarkan kerumunan dengan tembakan peringatan ke atas dan menangkap korban.
00:40Namun belakangan, keluarga mengetahui korban meninggal di rumah sakit dengan luka tembak di bagian belakang.
00:48Keluarga minta polisi mengusut tuntas karena selain luka tembak, korban juga mengalami luka lebam di bagian pipi.
00:56Saya lihat anakku itu, mungkanya itu bengkak-bengkak, bengkak semua anakku.
01:02Terus di belakangnya itu, kepalanya itu darah, darah.
01:07Jadi saya bilang, kenapa anakku bisa begini?
01:09Saya bilang, terus kecil anakku umur 18 tahun.
01:13Kenapa harus pakai pistol?
01:15Di piting, hanya itu anakku sudah tidak berdaya.
01:17Saya bilang begitu.
01:19Ini kan bukan itu, anakku bukan teroris, bukan rampok.
01:24Kenapa sampai segitu-begitunya anakku dibikin?
01:26Baru ternyata yang saya lihat, itu kan saya tidak berani, Pak, buka itu videonya anakku.
01:30Yang saya dengar-dengar orang, anakku katanya diseret-seret, katanya diseret, dipukul.
01:37Kapolrestabes Makassar menyebut anggota Polri yang diduga menembak korban telah diperiksa propam dan ditetapkan sebagai tersangka.
01:46Dari penelusuran diketahui, pistol tak sengaja meletus saat Ibtu N berusaha mengendalikan korban yang merontas saat ditangkap.
01:54Setelah dilakukan tembakan peringatan, yang lain melarikan diri, hanya satu yang tertangkap si veteran tadi.
02:03Kemudian veteran berusaha untuk melarikan diri, berusaha merontah.
02:07Dan ketika merontah, pistol yang masih dipegang oleh Ibtu N itu meletus dengan tidak sengaja, terkena bagian tubuh belakang.
02:14Dalam tahap penyidikan di tindak pidana umumnya, sudah kami naikkan sidik perkaranya dan yang bersangkutan Ibtu N sudah ditetapkan sebagai
02:23tersangka.
02:25Jenazah korban, veteran Eka Prasetyo, sudah dimakamkan keluarga.
02:29Rama Pratama, Kompas TV Makassar, Sulawesi Selatan
Komentar

Dianjurkan