Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua Umum MUI Marsudi Syuhud mengharapkan Presiden Prabowo bisa menjadikan ini sebagai alat diplomasi perdamaian.

Menurutnya, apabila dipandang kurang bermaslahat maka lebih baik keluar dari Board of Peace. Jika ada ruang sekecil apapun untuk mendukung perdamaian, diharapkan Indonesia bisa masuk dan mengupayakan damai.

Tenaga Ahli Utama KSP, Ulta Levenia Nababan mengatakan yang ingin dijaga Presiden Prabowo adalah perdamaian dan komitmen untuk mendukung Palestina. Board of Peace adalah forum yang dibuat untuk rekonstruksi Gaza.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPR RI fraksi Partai Golkar Nurul Arifin melihat komitmen Indonesia ikut serta membangun Gaza. Ia menegaskan prinsipnya Presiden Prabowo tidak ingin perang dan ingin damai.

Publik mendesak Indonesia untuk mundur dari Board of Peace, pasca serangan Amerika Serikat-Israel ke Iran, Sabtu (28/2/2026).



Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/KveGkaloT80



#US #israel #indonesia



Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah Lebih Dekat, Satu Langkah Makin Terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/654698/as-israel-serang-iran-ini-pesan-mui-ke-prabowo-soal-board-of-peace-satu-meja
Transkrip
00:01Selamat malam, pasca serangan Amerika-Israel ke Iran, keanggotaan Indonesia di Dewan Perdamaian Board of Peace bentukan Donald Trump kembali
00:09disoal.
00:10Keanggotaan Indonesia di BOP dianggap bertentangan dengan konstitusi negara.
00:15Amerika-Israel serang Iran, haruskah Indonesia keluar dari BOP?
00:20Inilah satu meja The Forum malam ini bersama saya, Yogi Nugraha.
00:24Dan untuk membahas tema malam ini, sudah hadir di Studio Kompas TV, Mbak Nurul Arifin, anggota Komisi 1 dari Praksi
00:32Partai Guakar.
00:33Apa kabar, Mbak?
00:34Baik, selamat malam.
00:35Hadir juga Ulta Leviniana Baban, tenaga ahli dari KSP.
00:40Malam.
00:41Malam, apa kabar?
00:42Baik, terima kasih.
00:43Ada juga Mbak Dina Sulaiman, pakar geopolitik Timur Tengah dari Universitas Pajajaran Bandung.
00:49Malam, Mbak.
00:50Malam.
00:51Last but not least.
00:53Kiai Suud, apa kabar?
00:54Alhamdulillah, baik.
00:56Wakil Ketua MUI.
00:57Alhamdulillah.
00:58Sekaligus saya yang pertama ke Kiai, MUI terakhir gimana posisinya?
01:04Pertama, sempat bertemu dengan Presiden, kemudian memberikan dukungan,
01:08tapi terakhir katanya meminta supaya Indonesia segera keluar dari BOP atau ada formasi lain malam ini?
01:16Bahwa di MUI ya dinamis,
01:19yang diinti daripada seluruh mesej yang disampaikan kepada Presiden atau bahkan untuk publik adalah intinya untuk Abdoror Yuzal.
01:35bahwa resiko-resiko harus bisa diminimalisasi, bahwa Madorot itu bisa dihilangkan, bahwa asul huqairun itu dasar-dasarnya,
01:52perdamaian adalah lebih baik.
01:55Maka ketika demikian, MUI menyampaikan pesannya kalau kira-kira di situ masalahatnya kurang, ya keluar saja, kan kayak gitu.
02:07Nah, ini artinya apa? High call, high support.
02:11High call, high support.
02:12High support.
02:14Bagi seorang pemimpin, ini bisa menjadi alat, tool untuk diplomasi.
02:24Alat untuk diplomasi.
02:27Kayaknya mau mengatakan bahwa Pak Prabowo itu menjadi bagian langsung.
02:31Ini, publik saya minta gini, permintaannya jelas, ini kita harus berbuat untuk damai.
02:41Tapi BOP, jobnya adalah perbuatan damai di Gaza dan di Palestine, kan?
02:50Ini, BOP kan dari kemarin tidak ada jobnya untuk Iran.
02:56Dan ini, jobnya kan itu masih dalam rapat pertama.
03:01Dewan perdamaian di Gaza.
03:03Iya, Dewan perdamaian batas.
03:04Kebetulan ada kutanya Amerika dan Israel terhadap Iran.
03:08Ya, masih ada di Gaza dan di Palestine.
03:11Lah, call tingginya, ya pokoknya harus perdamaian.
03:16Yang dicita-citakan, yang diinginkan.
03:20Apalagi kalau keinginan publik yang lebih luas lagi, Palestine harus merdeka.
03:27Intinya kan di situ ini.
03:28Kalau ngomong BOP, bukan, walaupun ada benang merahnya ketarik antara perang Iran dan Israel dan perang Iran dan Amerika.
03:40Tapi BOP di situ, positioningnya.
03:44Nah, ketika demikian, kita orang MUI mengharapkan sekali, ya Presiden mestinya bisa memainkan ini untuk bagaimana bisa damai.
04:03Karena agama mengajarkan wa in janahu li salmi fa jenahlaha wa tawakkalalallah.
04:12Jika ada ruang, sekecil apapun, kecondongan untuk damai, masuklah.
04:23Tuh, artinya MUI mendorong bahwa Presiden dan Indonesia tetap ada di belakang konteks.
04:28Nah, karena high call-nya begitu kan.
04:30Kalau kira-kira, kira-kira memang sudah nggak mampu, stop, tidak ada celah untuk damai ya.
04:36Ngapain lah di situ ya, keluar aja.
04:39Setelah ada agresi Amerika-Israel ke Iran, tetap juga posisi sarannya tetap ada di...
04:44Ya kan, nanti MUI akan dinamis, jika kedepannya nanti bisa berubah lagi.
04:50Ong perang Trump aja bisa berubah, statementnya.
04:53Ngomong 15 hari, 10 hari selesai, 15 hari selesai, bisa lebih panjang.
04:58Jadi, dalam konteks kemaslahan, mencapai atau menarget sebuah kemaslahatan, ya dinamis.
05:07Oke.
05:08MUI juga nanti akan dinamis.
05:10Ya.
05:10Gitu kira-kira.
05:11Saya ke Ulta.
05:12Ulta, kan sebenarnya gini, kenapa kemudian kembali disoal, dari awal juga sudah ada pro kontra, disoal ya setelah ada serangan
05:20Iran.
05:20Tadi sudah dijelaskan bahwa itu tidak urusnya dengan BOP sebetulnya.
05:24Tapi, ya reaksi muncul, ada 60 tokoh minta untuk mundur, terus kemudian di tengah itu justru Presiden Prabowo menyampaikan kepada
05:32publik bahwa ingin menjadi penengah antar konflik ini.
05:36Satu hal itu bagus karena orientasinya adalah perdamaian, tapi satu sisi juga menimbulkan pro kontra.
05:41Sebetulnya, apa sih sebenarnya yang akan dijaga oleh Presiden dalam hal ini?
05:48Tentunya, yang sangat ingin dijaga oleh Pak Presiden ini adalah perdamaian dan komitmen kita kepada Palestina untuk mendukung kemerdekaan.
05:59Itu sudah pasti.
06:00Tapi, saya setuju dengan Pak Kiai tadi, itu sudah sangat komprehensif menjelaskan bahwa ini adalah dua hal yang berbeda walaupun
06:07memang ada benang merahnya.
06:08Tapi, BOP ini adalah struktur atau semacam forum yang dibuat untuk rekonstruksi Gaza tahap bertahap.
06:17Itu sudah dijelaskan.
06:18Tapi, Menlu Sugiono semalam sudah menyatakan juga bahwa semua perbincangan atau hal yang didiskusikan di BOP sekarang bahkan juga sedang
06:30di-hold.
06:31Karena, negara-negara GCC yang di sana juga terdampak juga diserang oleh Iran.
06:39Artinya, ini masih sangat dinamis Pak Kiai, benar sekali.
06:43Dan kita juga jangan merespon ini dengan hanya karena tekanan.
06:48Tapi, kita harus melihat aspek strategisnya.
06:51Itu kenapa Pak Prabowo, Presiden kita itu mengajukan diri untuk menjadi mediator.
06:57Agar mau ini akan disambut atau tidak, tapi ini adalah bagian dari simbolis beliau untuk mengajak negara-negara Muslim dan
07:06juga negara-negara yang terdampak di GCC itu.
07:09Mari kita deeskalasi.
07:11Tujuannya deeskalasi.
07:12Bagaimana agar ini tidak spillover kemana-mana dan bagaimana BOP ini bisa kita manfaatkan juga sebagai forum tadi, ruang kecil
07:23yang bisa kita maksimalkan.
07:24Meskipun kalau dari pernyataan Menteri Luar Negeri Iran kan mengatakan bahwa tidak ada perundingan setelah ada serangan.
07:30Kira-kira gimana?
07:32Ya, itu Menteri Luar Negeri Iran menyatakan seperti itu tidak akan ada.
07:36Tapi kan ini dinamis. Trump juga mengatakan bahwa mereka akan melakukan penyerangan.
07:42Ini mungkin bisa 4 minggu, 2 minggu, 5 minggu.
07:44Mereka mengatakan itu.
07:45Tapi kan ini semua masih bergejolak.
07:49Ya kan? Masih pasti ada back channel juga yang masih berusaha untuk mendamaikan kedua pihak ini gitu.
07:54Ada yang mengatakan bahwa yang disampaikan Pak Prabowo sebenarnya lebih memberikan pesan bahwa perdamaian adalah yang utama.
08:00Sehingga dia menawarkan diri sebagai mediator bukan ke aspek yang bakal teknisnya seperti apa.
08:06Tapi lebih kepada seruan damai.
08:08Kita harus seruan damai. Kita harus menyerukan damai.
08:11Mengutuk saja tidak cukup.
08:13Beliau bersedia untuk menjadi mediator.
08:15Ini bukan hal domestik yang dijual untuk masyarakat Indonesia.
08:19Bahkan di luar negeri sudah diperbincangkan tentang ini.
08:22Oke, Mbak Dina.
08:23Mbak Dina melihat seperti apa?
08:25Kalau satu soal pro-kontra termasuk juga MUI, meskipun tadi Pak Kiai mengatakan ya dilihatlah eskalasinya.
08:32Meskipun kemarin kan saya dengar statement juga dipertimbangkan untuk mundur gitu kan keluar dari BOP.
08:38Tetapi dari istana juga ada kalimat ya gampang tinggal dievaluasi.
08:43Kalau Mbak Dina gimana melihatnya?
08:46Ya kalau saya pikir kita tuh dalam melakukan sesuatu tuh perlu punya paradigma yang firm ya.
08:53Ketika kita bicara soal perdamaian, perlu juga dipahami bahwa perdamaian yang berkelanjutan itu perlu ada keadilan.
09:04Kalau tidak, kalau selama keadilan belum ditegakkan, perdamaiannya akan hanya sementara.
09:10Kita bicara soal deeskalasi ya akan sementara saja ketika akar persoalannya belum selesai.
09:15Nah BOP dan perang antara Iran, Amerika, Israel itu sebenarnya kaitannya sangat besar karena alasan utama Iran diserang itu gak
09:26lain karena Palestina.
09:28Karena Iran selama ini sejak 1979 itu memberikan bantuan persenjataan untuk para pejuang Palestina.
09:35Dan Iran itu kemudian diembargo, dikucilkan, disangsi segala macam dengan tuduhan membantu terorisme.
09:44Dan yang dimaksud terorisme adalah para pejuang Palestina.
09:46Padahal para pejuang Palestina ini menurut resolusi PBB sendiri, nomor 37-43 tahun 1982,
09:53setiap bangsa yang diduduki atau dijajah oleh kekuatan lain itu berhak untuk melawan.
09:58Dengan cara apapun, bahkan disitu eksplisit, termasuk dengan penggunaan senjata.
10:03Artinya itu haknya orang Palestina untuk melawan.
10:06Dan pihak luar itu kalau memang mau membantu ya itu haknya juga.
10:11Artinya sah berarti ketika ada bantuan.
10:13Karena haknya Palestina sah berarti membantu pun sebenarnya sah.
10:17Tapi situasinya adalah ketika Iran membantu Palestina itu dianggap ancaman oleh Israel.
10:22Ancaman terhadap Israel dalam kebijakan luar negeri di Amerika Serikat dianggap sama dengan ancaman terhadap Amerika Serikat.
10:29Sehingga dalam perang ini kelihatan bahwa Trump itu justru sedang membantu Israel.
10:36Nah di BOP katanya Trump ingin mengupayakan perdamaian di Gaza.
10:42Kan jadi kontradiktif antara moral dan politik dan perang gitu ya.
10:46Secara moral katanya ingin membantu Palestina.
10:49Tapi faktanya justru menyerang Iran meskipun yang disebut-sebut itu soal nuklir.
10:56Padahal kan nuklir perjanjian sedang berjalan.
10:59Dan JCPOA pun sudah ada.
11:01Tapi alasan sebenarnya dan kalau kita lihat pidatnya Trump ketika deklarasi di hari Sabtu itu.
11:08Itu dia menyebut dosanya Iran itu ini, ini, ini.
11:10Tapi sebenarnya yang paling penting sebenarnya meskipun itu dia selipkan adalah bantuan Iran kepada Hamas.
11:18Nah itu, itu akarnya.
11:20Sehingga di sini kalau balik lagi saya pikir kalau posisi Indonesia memang betul-betul ingin perdamaian yang berkelanjutan.
11:27Bukan hanya perdamaian istilahnya negative peace ya kalau menurut Galtung.
11:31Bukan hanya perdamaian yang sementara saja.
11:34Tentu kita perlu melakukan hal-hal yang lebih fundamental lagi gitu ya.
11:39Keanggotaan di BOP saya pikir justru bertentangan secara kontradiktif dengan prinsip negara kita.
11:46Yang katanya ingin memperjuangkan perdamaian dan menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa.
11:52Oke.
11:52Saya ke Mbak Nurul.
11:54Komisi 1 tentu mewakili DPR pasti sudah ada diskusi dan akan merumuskan apa ini sikapnya ya sebagai partnernya pemerintah.
12:05Anda melihat posisi Indonesia di BOP dalam konteks pro kontra ini seperti apa atau jangan-jangan sudah lebih maju?
12:12Komisi 1 sudah merumuskan rekomendasi atau akan memanggil?
12:15Ya pertama kami juga dalam komisi itu ingin menggali lebih dalam sebetulnya waktu itu tentang BOP yang sudah ditandatangani oleh
12:27Bapak Presiden di bulan Januari.
12:29Jadi kami memanggil mitra kami Kemenlu begitu ya Pak Sugiono juga menjelaskan secara tertutup memang karena memang tidak semuanya bisa
12:38terbuka.
12:39Dan kebetulan kami juga mewakili Komisi 1 bersama-sama dengan para mantan Menlu dijelaskan oleh Bapak Presiden di Bistana ya.
12:48Sama ya Pak ya kita juga.
12:50Jadi kita tahulah backgroundnya sampai Indonesia ini masuk dan bergabung di dalam BOP itu kenapa begitu?
12:55Karena tertutup saya tahulah nggak mungkin dibuka semua tapi mungkin bisa diberikan nuansanya.
13:01Pasti ada pertimbangan dari Presiden dan ini dalam konteks komunikasi publik kan publik berhak tahu.
13:07Paling tidak memudahkan juga langkah pemerintah.
13:10Ini kan kalau dari ceritanya dua hari menjelang World Economic Forum itu ditutup ya.
13:15Bapak Presiden dipanggil kemudian juga bersama dengan negara-negara lain itu yang ada Egypt, ada Pakistan, Uni Emirat Arab, kemudian
13:25Turki, dan satu lagi Arab Saudi, Indonesia.
13:32Satu negara lagi saya lupa.
13:33Nah ini bersama-sama dengan delapan negara itu dipanggil kemudian untuk dijelaskan oleh Pak Presiden Trump begitu ya tentang BOP
13:43itu.
13:44Dan memang kalau yang Indonesia pegang itu, satu yang kita mau ambil dari situ intinya adalah bahwa Indonesia ikut serta
13:52membangun.
13:54Karena kan ini intinya untuk membangun, merekonstruksi Gaza begitu ya.
13:58Membangun dan menjaga kesehatan juga keselamatan rakyat di jalur Gaza tersebut.
14:05Memang kalau dalam kaitannya kenapa tidak disebutkan Palestine.
14:10Kalau Palestine itu sebetulnya kita juga sudah mempunyai sikap dengan solusi dua negara.
14:17Oh, two state solution ya.
14:18Apa namanya? Two state solution itu.
14:21Jadi itu sudah satu prinsip yang sebetulnya tidak bisa diganggu-gugat.
14:25Nah bahwa ada BOP kemudian di sini dengan satu misinya untuk membangun Gaza itu,
14:32ya Indonesia sebetulnya tidak melihat hal ini sebagai satu defisit begitu.
14:38Tapi juga kita menempatkan diri melihat benefitnya berada di jajaran negara-negara Islam, negara-negara Arab besar lainnya.
14:46Jadi ini adalah satu profit dari Indonesia bergabung di situ.
14:51Tapi prinsip yang ingin dibawa oleh Bapak Presiden bahwa beliau mengatakan Indonesia hanya akan ini loh.
14:57Kita akan membangun, ikut serta membangun bukan pelucutan senjata Hamas loh.
15:01Kita tidak mau yang seperti itunya begitu.
15:03Jadi untuk membangun wilayah Gaza, kemudian membangun kesehatan masyarakat Gaza,
15:09dan juga menyeluruhkan distribusi logistik dan sebagainya.
15:14Nah ini kami dijelaskan seperti itu.
15:16Kami juga mencoba mengerti begitu, karena dengan kegilaannya Trump kita tahu bahwa dia bisa menganeksasi,
15:23bukan menganeksasi sih, mengintervensi dan menangkap.
15:25Langsung Pak Durot diambil di Venezuela, itu mungkin jadi pertimbangan.
15:30Nah betul Pak, jadi kita juga, prinsipnya Bapak Presiden itu kita tidak ingin perang, kita ingin damai.
15:36Karena prinsip negara ini adalah kita menjaga perdamaian dan kemanusiaan.
15:40Dan tadi ada satu yang menarik dari Ibu Dina ya.
15:43Saya mendengar tadi bahwa kita harus melihat akar masalah ya Bu ya.
15:47Kemudian Iran ini kan sebetulnya dianggap membantu terorisme ya dalam hal ini Hamas dengan persenjataan dan sebagainya.
15:54Mungkin kalau saya melihat, saya mencoba alur pikirnya begitu, ini dijadikan alasan juga untuk Amerika.
16:03Bahwa dia bisa masuk ke Iran dengan alasan yang publik tahu begitu, bahwa dia mendukung terorisme.
16:10Tapi sesungguhnya yang diincar oleh Amerika adalah kekayaan energinya begitu.
16:15Karena yang sudah-sudah juga Amerika menyerang dan membunuh Libya, Seram Hussein, Venezuela dan kita tidak tahu lagi mana.
16:26Semuanya untuk mengambil kekayaan alamnya begitu.
16:29Itu yang saya lihat.
16:30Jadi ada kepentingan-kepentingan yang tidak cuma politis saja tapi kepentingan ekonomi di situ berjalan paralel gitu ya.
16:38Tidak hanya posisi Indonesia di Board of Peace, tetapi juga bagaimana Indonesia menghitung jika krisis di Timur Tengah ini terus
16:44berlangsung terkait dengan dampak terhadap dalam negeri.
16:48Penjelasannya setelah yang setelah ini tetaplah di satu meja The Forum.
16:50Penjelasannya setelah ini terkait dengan krisis di Timur Tengah ini terkait dengan krisis di Timur Tengah ini.
Komentar

Dianjurkan