KOMPAS.TV - Usai serangan AS-Israel ke Iran, kredibilitas dan efektivitas Board of Peace dipertanyakan, apalagi salah satu yang terlibat dalam serangan militer ke Iran adalah Amerika Serikat, yang juga merupakan salah satu aktor utama pembentukan B-O-P.
Lalu, bagaimana seharusnya Indonesia, yang juga anggota Board of Peace, menyikapi hal ini? Sejauh mana Indonesia bisa menengahi konflik di Timur Tengah, mengingat Indonesia dikenal dunia berprinsip politik luar negeri bebas aktif?
Kita bahas bersama Dosen dan Ketua Departemen Ilmu Hubungan Internasional UGM, Ririn Tri Nurhayati.
#as #israel #iran #bop
Baca Juga Ketua Departemen Ilmu HI UGM soal Peran Indonesia di Tengah Eskalasi Perang AS-Israel Vs Iran di https://www.kompas.tv/internasional/654704/ketua-departemen-ilmu-hi-ugm-soal-peran-indonesia-di-tengah-eskalasi-perang-as-israel-vs-iran
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/654706/full-ketua-departemen-ilmu-hi-ugm-bicara-soal-konflik-as-israel-serang-iran-masih-efektifkah-bop
Lalu, bagaimana seharusnya Indonesia, yang juga anggota Board of Peace, menyikapi hal ini? Sejauh mana Indonesia bisa menengahi konflik di Timur Tengah, mengingat Indonesia dikenal dunia berprinsip politik luar negeri bebas aktif?
Kita bahas bersama Dosen dan Ketua Departemen Ilmu Hubungan Internasional UGM, Ririn Tri Nurhayati.
#as #israel #iran #bop
Baca Juga Ketua Departemen Ilmu HI UGM soal Peran Indonesia di Tengah Eskalasi Perang AS-Israel Vs Iran di https://www.kompas.tv/internasional/654704/ketua-departemen-ilmu-hi-ugm-soal-peran-indonesia-di-tengah-eskalasi-perang-as-israel-vs-iran
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/654706/full-ketua-departemen-ilmu-hi-ugm-bicara-soal-konflik-as-israel-serang-iran-masih-efektifkah-bop
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Usai serangan Amerika Serikat Israel ke Iran, kredibilitas dan efektivitas Board of Peace dipertanyakan.
00:08Apalagi salah satu yang terlibat dalam serangan militer ke Iran adalah Amerika Serikat,
00:13yang juga merupakan salah satu aktor utama pembentukan BOP.
00:18Lalu bagaimana seharusnya Indonesia yang juga anggota Board of Peace menyikapi hal ini,
00:24sejauh mana pula Indonesia bisa menengahi konflik di Timur Tengah?
00:29Mengingat Indonesia dikenal dunia berprinsip politik luar negeri yang bebas aktif.
00:35Kita bahas bersama dengan dosen dan ketua Departemen Ilmu Hubungan Internasional UGM,
00:40Ibu Ririn Tri Nurhayati melalui sambungan daring.
00:43Selamat pagi Ibu Ririn, Assalamualaikum.
00:45Selamat pagi Mbak Adisti, Waalaikumsalam, Barahmatullahi Wabarakatuh.
00:49Kalau kita lihat kan serangan terus dilakukan, aksi balas serang terus dilakukan Amerika Serikat, Israel, Iran dan juga sebaliknya.
00:58Apa yang kemudian bisa dilakukan oleh Indonesia yang kita tahu juga tergabung dalam Board of Peace?
01:05Ibu Ririn?
01:07Baik, terima kasih Mbak Adisti.
01:10Baik, mungkin pertama saya ingin menyampaikan bahwa serangan Israel dan Amerika Serikat kepada Iran hari Sabtu lalu
01:17di tengah proses negosiasi nuklir Iran dan AS yang hampir tuntas,
01:22ini merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
01:26Tidak dapat dipastikan kapan perang akan berakhir, namun yang jelas dampak kemanusiaan dan juga krisis di Timur Tengah akan semakin
01:33parah.
01:34Kemudian yang saya lihat, Iran ini menjadi korban baru, unilateralisme brutal dari negara super power dan perlanggaran hukum internasional.
01:45Padahal tadi disampaikan bahwa Amerika Serikat merupakan negara penggagas Board of Peace,
01:53Dewan Perdamaian yang seharusnya tujuan utamanya adalah untuk mengusung dan menciptakan perdamaian.
02:00Tetapi apa yang dipertontonkan dengan serangan militer Israel dan AS kepada Iran kemarin,
02:08ini merupakan crime of aggression yang dalam hukum internasional ini merupakan salah satu kejahatan berat.
02:15Sehingga tindakan ini kemudian menjadi berkebalikan dan tidak konsisten dengan tujuan utama Dewan Perdamaian atau Board of Peace.
02:24Sehingga kemudian kami mempertanyakan apakah kemudian hal ini bisa menjadi sarana Board of Peace untuk bisa membawa ke perdamaian
02:33ketika cara-cara yang digunakan malahan berkebalikan dengan tujuan utama pencapaian keperdamaian.
02:40Karena kemudian ini justru jelas-jelas bertentangan dengan hukum internasional,
02:46bertentangan dengan prinsip-prinsip perdamaian dan penghormatan kedaulatan dan sebagainya.
02:51Oke, termasuk yang kemudian jadi pertanyaan saya,
02:55apa yang bisa dilakukan oleh Indonesia dan juga member dari BOP lainnya,
03:00ada berbagai macam negara juga yang tergabung dalam BOP,
03:03untuk bisa kemudian benar-benar mengimplementasikan
03:07apa sebenarnya tujuan dari BOP, Board of Peace, untuk mewujudkan perdamaian?
03:13Baik, terima kasih Mbak Disti.
03:16Tadi mungkin saya ingin mengulang yang disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri ya,
03:22bahwa Indonesia menggunakan narasi menyesalkan gagalnya perundingan AS dan Iran
03:27yang telah berdampak pada eskalasi di kawasan Timur Tengah.
03:31Menurut saya pernyataan ini seolah malah mengamini logika Trump,
03:35bahwa gagalnya perundingan bisa jadi pembenaran.
03:37Padahal Oman sebagai penengah atau mediator itu sudah mengatakan bahwa ada progres yang baik.
03:43Artinya upaya perundingan itu merupakan sarana utama,
03:47mekanisme utama yang harusnya digunakan oleh Board of Peace
03:50untuk menengahi sengketa dan persoalan-persoalan konflik antar negara.
03:54Tetapi yang terjadi malahan pemimpin Board of Peace tersebut sendiri
04:01malahan kemudian menggunakan cara yang bertentangan.
04:03Sehingga kemudian dalam hal ini malahan kalau tadi pertanyaan Mbak Azdistis
04:08kemudian masih berharap bahwa kemudian Board of Peace itu masih bisa digunakan
04:13jadi mekanisme dan media untuk membangun perdamaian di Timur Tengah khususnya,
04:19dari kami atau saya merasa bahwa justru Board of Peace ini menjadi sudah tidak relevan.
04:25Karena tadi yang sudah dilakukan, yang sudah terjadi,
04:29yang sudah terjadi terhadap Iran secara nyata itu adalah jelas-jelas
04:34tidak lagi konsisten dengan misi utama Board of Peace.
04:38Sehingga dengan demikian bagi kami ingin mendorong pemerintah Indonesia
04:44untuk mengoreksi keputusannya bergabung dalam Board of Peace ini.
04:48Karena Board of Peace yang dimandatkan oleh PBB sebenarnya ya,
04:53tetapi kemudian pada prakteknya sudah dibacak oleh Presiden Trump.
04:58Dan sekarang malahan dua anggotanya menjadi agresor yang jelas-jelas mengancam perdamaian.
05:04Jadi dari situ saja kemudian kalau kami kemudian ingin melihat
05:07ketika BOP sudah gagal menguatkan peran diplomasi Indonesia,
05:12tapi justru sebaliknya malah mengorbankan independensi kebujakan politik luar negeri Indonesia,
05:18maka kemudian dalam hal ini ketika Indonesia bergabung di sana
05:23karena ingin terlibat dan berkontribusi pada mendamaikan dunia dan Palestina khususnya,
05:29membuat kemudian kita harus mengoreksi.
05:32BOP justru menjawabkan komitmen untuk kemerdekaan Palestina.
05:35Oleh karena itu, sudah saatnya kita mendesak pemerintah untuk keluar dari Board of Peace.
05:41Oke, jadi Anda memikirkan untuk bagaimana pemerintah untuk bisa mengkoreksi,
05:47kemudian melakukan pengkajian ulang lagi soal keanggotaan Indonesia di Board of Peace, begitu ya?
05:54Betul.
05:55Oke, termasuk juga begini.
05:57Oke lah, itu kita membahas soal BOP,
05:59tapi yang kita lihat juga adalah pemerintah Indonesia dalam hal ini adalah Presiden Prabowo Subianto
06:06menawarkan diri untuk bisa menjadi mediator antara perundingan, perdamaian
06:13antara Amerika Serikat, Israel, dan juga Iran, begitu ya?
06:17Nah, seberapa potensialkah kemudian ini bisa terwujud, begitu,
06:22untuk pemerintahan Indonesia, negara Indonesia untuk bisa menjadi mediator,
06:26kalau menurut Anda?
06:29Terima kasih, Mbak Adisti.
06:32Betul bahwa Indonesia memang memiliki sejarah dan juga diakui sebagai mediator
06:39di beberapa konflik internasional, konflik di Kamboja,
06:42kemudian juga bagaimana kita bisa menyelesaikan persoalan dengan Istimur,
06:47kemudian juga bagaimana dengan Aceh, dan sebagainya.
06:50Tetapi mungkin kita untuk situasi yang sekarang,
06:52kita harus secara kritis merefleksikan apa sekarang kita ada di mana.
06:58Karena kemudian dengan saat ini kita berada di BOP,
07:02membuat independensi Indonesia itu sudah tergerus, begitu.
07:06Kemudian karena keberadaan kita dalam BOP membuat kita dalam situasi sulit.
07:11Alih-alih kita konsisten dengan semangat kita untuk perdamaian,
07:16kemudian menghormati hukum internasional, dan sebagainya.
07:19Kemudian sebagai pihak yang netral,
07:21kalau kemudian ingin menjadi mediator,
07:23harusnya kita bisa menjadi pihak yang netral,
07:25dan dapat diterima oleh kedua belah pihak.
07:27Namun sekarang situasinya, apakah kemudian Amerika Serikat sebagai super power,
07:32yang saat ini sedang menginginkan untuk mengganti resim di Iran,
07:39dan kemudian ingin mengukuhkan dominasinya di Timur Tengah,
07:43apakah kemudian mau mendengarkan inisiatif dari Indonesia,
07:47yang dalam hal ini kita masih harus akui bahwa Indonesia posisinya adalah middle power.
07:51Kemudian kemarin inisiasi yang sudah dilakukan oleh Oman,
07:55negara yang dengan kita bisa melihat Oman bisa diterima oleh kedua pihak.
08:01Tapi kemudian kenyataannya justru yang terjadi,
08:03Amerika Serikat mengambil sikap tersendiri,
08:07meninggalkan perundingan tersebut,
08:08malahan mengambil sikap yang sama sekali di luar dugaan dengan menyerang Iran.
08:14Jadi, poin tersebut yang perlu dipertimbangkan kembali oleh pemerintah
08:19untuk melihat realistiskah tawaran kita dan seberapa resources yang kita miliki.
08:26Terima kasih.
08:26Oke, jadi dengan kata lain,
08:28dengan posisi Indonesia di BOP,
08:31yang Anda mengatakan masih berada di middle power,
08:34belum bisa melakukan pergerakan yang cukup signifikan
08:37untuk kemudian menjadi, dalam tanda kutif,
08:40dengan maksud baik untuk melakukan mediasi atau media sebagai mediator.
08:44Begitu ya, Bu Ririn?
08:48Ya, kalau saya bisa tambahkan bahwa kemungkinan yang justru kita ingin melihat
08:55bahwa ada opsi,
08:56kalau karena kemudian saya cukup mengkritik BOP ini ya,
09:01dari sisi kelembaga, ada banyak catatan,
09:02itu sudah ada banyak peneliti dan juga scholars
09:08yang mengkritisi keberadaan BOP dari struktur kelembagaannya
09:12yang sangat tersentrisir kepada Trump,
09:14legitimasinya yang sangat rendah,
09:16kemudian juga bagaimana dia telah meminggirkan peran PBB
09:21sebagai organisasi multilateral existing
09:23yang memiliki legitimasi cukup tinggi.
09:26Nah, menurut saya kenapa kemudian dengan ananya BOP ini
09:29justru malahan meminggirkan organisasi yang ada,
09:32meskipun memang kita menyadari ada kesulitan di sana,
09:35ada kelambatan kalau kita mengandalkan Dewan Keamanan,
09:39tetapi mungkin ada satu opsi yang bisa dicoba
09:42dan ini pernah berhasil di tahun 50-an,
09:46yaitu dengan mengusung Uniting for Peace
09:50yang merupakan inisiasi yang digulkan atau dibawa
09:54dan diproses mekanismnya melalui Majelis Umum PBB.
09:56Hal ini dilakukan tahun 50 ketika konflik Semenanjung Korea,
10:02saat itu Dewan Keamanan PBB Deadlock
10:05tidak bisa mengambil keputusan,
10:07akhirnya kemudian lewat Majelis Umum
10:09dan kemudian berhasil disepakati
10:11untuk karena tidak ada veto di Majelis Umum,
10:13kemudian berhasil mendapatkan dukungan mayoritas
10:16dan kemudian mengirimkan pasukan perdamaian
10:18ke Semenanjung Korea.
10:21Mungkin itu bisa menjadi opsi alternatif
10:24alih-alih kemudian kita tetap bertahan di Board of Peace
10:28yang dalam hal ini cukup problematik.
10:31Oke, berarti tetap di bawah naungan PBB
10:33yang kemudian bisa kita lakukan Indonesia
10:35dengan posisi Indonesia yang Anda sebutkan di middle power
10:39walaupun masih ada di BOP, di Board of Peace
10:42yang bisa dilakukan oleh Indonesia.
10:44Baik.
10:46Oke, kalau kita lihat kan semalam juga
10:49ini cukup menarik juga.
10:50Ada pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto
10:54dan juga beberapa bantan Presiden
10:58begitu ya, ada SBY, kemudian ada WAPRES juga,
11:01ada Pak Yusuf Kala, ada Pak Budiono,
11:04ada Pak Jokowi juga, bahkan ada pimpinan partai politik.
11:07Apakah ini juga bisa dikatakan
11:11seorang Presiden meminta masukan
11:14dan juga pertimbangan soal kondisi geopolitik kita
11:18yang geopolitik dunia yang kemudian dihadapkan
11:21pada situasi semacam ini?
11:24Terima kasih Mbak Adisi.
11:26Ya, ini menarik ya, tadi malam ada Presiden
11:30mengundang beberapa pemimpin, beberapa Presiden sebelumnya,
11:35kemudian juga Menlu dan tokoh-tokoh yang lain.
11:38Baik, saya mengapresiasi hal itu,
11:40tetapi kemudian ini juga sebenarnya terjadi juga sebelumnya
11:44ketika Indonesia tiba-tiba menandatangani Board of Peace,
11:48kemudian di internal kita kemudian banyak gejolak,
11:52ribut-ribut gitu.
11:53Akhirnya kemudian Presiden juga mengundang
11:55mantan menteri luar negeri dan sebagainya.
11:58Tetapi dari berita yang saya sampaikan
12:01dan kemudian mengamati perkembangan,
12:04sepertinya yang terjadi lebih pada
12:07Presiden memberikan briefing kepada tokoh-tokoh yang diundang.
12:12Tetapi kami tidak bisa mengonfirmasi
12:14seberapa besar masukan atau kemudian ketika memberi kesempatan
12:18kepada tokoh-tokoh yang diundang tersebut,
12:21kemudian mereka memberikan pendapat dan masukan.
12:23Seberapa besar kemudian masukan yang didapatkan dari forum tersebut
12:29akan menjadi basis bagi pembuatan keputusan oleh Presiden.
12:34Di mana dengan melihat, mengamati beberapa kecenderungan selama ini,
12:39sepertinya proses pembuatan politik luar negeri Indonesia
12:44di pemerintahan yang baru ini
12:46agak menurut kami menilai
12:49kurang ada deliberasi publik,
12:52kurang banyak melibatkan deliberasi atau masukan dari publik
12:55untuk kemudian seringkali adalah
12:57lebih pada personalisasi kebijakan luar negeri oleh Presiden
13:02yang hal ini kemudian kami melihatnya ini menjadi
13:06sesuatu kebijakan yang harusnya bisa diputuskan
13:10dengan lebih prudent dan lebih berhati-hati.
13:13Oke, terakhir Bu Ririn,
13:15tiga poin krusial,
13:16posisi Indonesia di mata dunia
13:19terkait dengan serangan balasan
13:22dan juga aksi saling balas dan juga serang
13:25antara Amerika Serikat Israel kepada Iran dan juga sebaliknya.
13:28Tiga poin krusial termasuk juga
13:30dampak yang akan terjadi ke Indonesia
13:34termasuk juga diplomasi-diplomasi
13:36yang kemudian bisa dilakukan oleh Indonesia.
13:40Baik, yang pertama mungkin saya ingin
13:43pertama adalah Indonesia harus memberikan
13:47sikap yang lebih tegas dalam menyikapi konflik
13:50yang sekarang berkembang,
13:52tidak sekedar menyesalkan dan kemudian mengikuti narasi
13:54dari kedua agresor,
13:57tapi justru memiliki positioning yang lebih tegas
14:00untuk mengatakan mengutuk dan kemudian
14:02menjadi koreksi Indonesia tentang kebijakan luar negerinya.
14:06yang kedua adalah tadi ketika
14:10keberadaan Indonesia dalam BOP
14:12justru menyebabkan Indonesia kesulitan
14:15untuk tidak konsisten
14:17dengan nilai prinsip bebas aktif,
14:20dengan amanah konstitusi untuk menjaga
14:22perdamaian dan ketahuan dunia.
14:24Maka kemudian sudah saatnya dengan situasi yang sekarang,
14:27Indonesia mengoreksi kebijakan luar negerinya
14:29untuk berani keluar dari board office.
14:31dan yang ketiga kemudian dengan menggunakan opsi yang lain,
14:36di mana kemudian tetap mempertahankan
14:39atau tetap memperkuat mekanisme yang ada di PBB
14:43dengan menggalang kolaborasi dengan negara-negara selatan.
14:47Yang dalam hal ini sebenarnya,
14:48tadi yang saya sebutkan sebagai uniting for peace,
14:50sudah pernah digagas oleh negara Kolombia.
14:53Yang tahun September 2025,
14:56Kolombia sudah mengegas adanya uniting for peace.
14:58dan kemudian bersama didukung oleh 30 negara lainnya
15:01yang merupakan negara-negara selatan
15:03dengan grup yang disebut dengan The Hack Group.
15:06Nah, mengapa Indonesia tidak memanfaatkan itu
15:08yang lebih konsisten dengan prinsip dasasila Bandung,
15:11lebih konsisten dengan amanah konstitusi,
15:13dan juga lebih konsisten dengan prinsip geopolitik
15:16luar negeri bebas aktif.
15:19Terima kasih untuk paparannya
15:22dan juga apa ya, bisa dikatakan perspektifnya
15:25terkait dengan bagaimana aksi saling balas serang
15:28Amerika Serikat, Israel, dan juga Iran,
15:31dan juga posisi Indonesia di mata dunia.
15:34Terima kasih dosen ketua Departemen Ilmu Hubungan Internasional
15:38dari Universitas Gajah Mada,
15:40Ibu Ririn Trinur Hayati,
15:42telah bergabung bersama kami.
15:44Selamat pagi.
15:47Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
15:48Terima kasih kembali.
15:49Terima kasih.
15:49Terima kasih.
15:50Terima kasih.
15:50Terima kasih.
15:50Terima kasih.
15:51Terima kasih.
Komentar