- 46 menit yang lalu
- #jemaahumrah
- #perangiran
KOMPAS.TV - Dampak perang di Timur Tengah membuat penerbangan sejumlah maskapai tertunda bahkan dibatalkan, sehingga kepulangan jemaah umroh asal Purwakarta tertahan.
Bagaimana perang berdampak besar terhadap jemaah umroh, dan apa yang diinginkan pengelola travel terhadap pemerintah? Kompas Bisnis menanyakan hal ini kepada Direktur Utama Patuna Travel sekaligus Ketua Umum SAPUHI, Syam Resfiadi.
#jemaahumrah #perangiran #as-israel
Baca Juga Singgung Board of Peace dan Palestina, Pengamat Desak Presiden Prabowo Dengarkan Masukan | SATU MEJA di https://www.kompas.tv/talkshow/654701/singgung-board-of-peace-dan-palestina-pengamat-desak-presiden-prabowo-dengarkan-masukan-satu-meja
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/654702/full-dirut-patuna-travel-bicara-soal-keselamatan-jemaah-umrah-ditengah-konflik-as-israel-vs-iran
Bagaimana perang berdampak besar terhadap jemaah umroh, dan apa yang diinginkan pengelola travel terhadap pemerintah? Kompas Bisnis menanyakan hal ini kepada Direktur Utama Patuna Travel sekaligus Ketua Umum SAPUHI, Syam Resfiadi.
#jemaahumrah #perangiran #as-israel
Baca Juga Singgung Board of Peace dan Palestina, Pengamat Desak Presiden Prabowo Dengarkan Masukan | SATU MEJA di https://www.kompas.tv/talkshow/654701/singgung-board-of-peace-dan-palestina-pengamat-desak-presiden-prabowo-dengarkan-masukan-satu-meja
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/654702/full-dirut-patuna-travel-bicara-soal-keselamatan-jemaah-umrah-ditengah-konflik-as-israel-vs-iran
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Saudara Anda menyaksikan Kompas Bisnis bersama saya Putri Oktaviani.
00:03Dampak perang di Timur Tengah penerbangan sejumlah maskapai tertunda bahkan dibatalkan.
00:09Akibatnya kepulangan Jemaah Umroh asal Purwakarta tertahan.
00:17Berdasarkan data sistem pengelolaan Umroh dan Haji Khusus atau SISKO PATUH,
00:23ada lebih dari 58.000 Jemaah Umroh Indonesia masih berada di Arab Saudi.
00:30Termasuk diantaranya Jemaah dari Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
00:33Dua rombongan Jemaah dari Travel Umroh dan Haji Al-Muharijin saat ini masih terkendala kepulangannya
00:41karena menggunakan penerbangan transit.
00:44Saat ini Jemaah dalam kondisi aman dan berada di hotel di Madinah.
00:49Menunggu informasi penerbangan yang baru.
01:23Khusus Jemaah Umroh untuk berhati-hati dan tetap berhati-hati.
01:29Menjaga kondusivitas, terus selalu berdoa untuk keselamatan kita semua.
01:35Dan obil khusus juga untuk Jemaah Umroh yang punya niat untuk pemberangkatan Jemaah Umroh.
01:41Sebaiknya menunda dulu sementara keberangkatan menunggu informasi keamanan kondisi Timur Tengah
01:51demi kemaslahatan semuanya.
01:54Dari Bandara Soekarno-Hatta sebanyak 15 penerbangan internasional dibatalkan sampai dengan selasa 3 Maret.
02:03Sejak 28 Februari 2026 ada 60 penerbangan dibatalkan imbas konflik di wilayah Timur Tengah
02:09yang terdiri dari 28 jadwal keberangkatan dan 32 jadwal kedatangan.
02:15Mengelola Bandara Soekarno-Hatta terus memantau secara berkala dan berkoordinasi dengan maskapai penerbangan
02:21dalam memastikan pelayanan yang maksimal serta memberi informasi terkini kepada calon penumpang.
02:30Terjadinya konflik di Timur Tengah, kami sampaikan bahwa situasi Bandara Soekarno-Hatta
02:35dalam situasi normal dan kondusif.
02:38Dan memang sampai dengan hari ini masih terdapat jadwal penerbangan yang mengalami pembatalan
02:45yaitu sebanyak 15 jadwal penerbangan.
02:48Untuk 15 jadwal penerbangan yang melakukan pembatalan hari ini
02:54itu didominasi oleh tujuan Doha, kemudian ada Abu Dhabi, dan juga Dubai, Bandara Soekarno-Hatta
03:02terus melakukan secara berkala pemantauan terhadap situasi yang ada di Timur Tengah
03:07dan juga kami bersama para stakeholder yang ada di Bandara Soekarno-Hatta
03:12melalui Airport Operation Control Center
03:14selalu berkoordinasi dengan AirNaf Indonesia, kemudian dengan maskapai dan otoritas bandara
03:19untuk memastikan bahwa seluruh layanan yang ada di Bandara Soekarno-Hatta
03:23tetap berjalan dengan baik dan optimal.
03:27Bagaimana perang berdampak besar terhadap Juma'ah Umroh
03:30dan apa yang diinginkan pengelola travel terhadap pemerintah?
03:33Kompas Bisnis akan tanya ke Direktur Utama Patuna Travel
03:37sekaligus Ketua Umum Sapuhi Syam Resviadi.
03:40Salamu'alaikum Pak Syam.
03:42Wa'alaikumussalam.
03:43Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
03:45Pak Syam, mungkin pertama soal kondisi terkini dulu, seperti apa pelaksanaan umroh di Arab Saudi,
03:51apakah saat ini masih berjalan normal?
03:53Kemudian apakah pemerintah Arab Saudi ini sudah memberikan kepastian keamanan wilayah Mekah dan Madinah, Pak Syam?
03:59Ya, sampai kemarin kami rapat bersama seluruh stakeholder dari pemerintah Indonesia bersama asosiasi.
04:07Akan dilanjutkan dengan Menteri Koordinator PMK pagi ini,
04:13sehingga kami akan terus berlanjut dan akan pasti keputusan bagaimana hari ini oleh Menteri Koordinator PMK akan diputuskan.
04:21Namun hasil dari kemarin kami berkumpul dengan beberapa, berbagai departemen,
04:28departemen untuk keterlian haji dan umroh, departemen imigrasi, departemen perhubungan,
04:37menghasilkan, bersama dengan para airline juga, menghasilkan satu kesepakatan bahwa princip-nya adalah
04:43win in solution tanpa dan keselamatan para kima.
04:49Nah, dari berbagai airline ini menyatakan kalau lodaan ini memang sesuatu yang tidak bisa dihindari oleh pihak mereka,
05:00sehingga semua airline yang menggunakan transit di negatanya,
05:06seperti yang tadi disebutkan, itu memberikan pelayanan salah satunya,
05:13di mana Qatar membolehkan, merirut atau mengganti pesawat yang memang sudah bekerjasama dengan Qatar,
05:24dalam hal ini Garuda bisa perbang,
05:30sehingga nanti apabila pesawat Garuda yang KREX sampai saat ini masih bisa terbang reguler,
05:36itu akan saling bekerjasama.
05:39Namun yang jadi masalah adalah pesawat itu hampir selalu penuh sekarang ini ke pulangan untuk menampung 58 ribu,
05:45namun bahkan dikurangi 6 ribu yang sudah pulang kemarin dengan Saudia, Garuda, dan lain.
05:51Saya juga mendengar adanya Itihad dan Emirat terbang dari Jeddah ke Abu Dhabi dan Dubai
06:01untuk menjemput jumlah yang ada di Jeddah dan Madinah,
06:06dan kemudian selanjutkan ke negara masing-masing dengan menggunakan rute yang memang tidak atau bebas dari jurnal perang tersebut.
06:15Namun memang kepastiannya belum ada konfirmasi dari pihak NN tersebut di Jakarta,
06:22karena ini adalah kebijaksanaan dari head office mereka di negara mereka.
06:27Oke, ya tentunya ada koordinasi dan tadi ada win-win solution tentunya untuk keselamatan jemaah,
06:33termasuk tadi beberapa yang dilakukan adalah ada kesepakatan dengan maskapai begitu bisa di reroute.
06:39Lantas Pak Syam di Patuna Travel dan di Travel Line di bawah Sapuhi,
06:44seberapa banyak perubahan jadwal penerbangan atau rute yang signifikan sejauh ini?
06:49Ya, pada dasarnya semua kami melaporkan ke Tentrian Tadi dan Europas,
06:54di mana mereka membuat link sehingga terkumpulah 58.000 tersebut,
07:00sehingga kami perkirakan di antara anggota kami hanya sekitar 400-500 jemaah saja,
07:06yang memang bermasalah di negara Arab Saudi maupun di negara transit.
07:11Memang kemarin tidak sempat terdeksi adalah mereka yang menggunakan pesawat yang tidak hadir,
07:18seperti misalnya Indigo, Malaysia Airlines, Skot, Brunei, dan lain-lain termasuk
07:28Han Yan yang ke Cina itu tidak terdeteksi,
07:31dan itu juga ada beberapa jemaah yang memang menggunakan agara transit tersebut.
07:36Semoga pihak dari TPU yang ada di semua asosiasi sudah melaporkan kepada Tentrian Haji dan Europas,
07:44sehingga bisa terdeteksi.
07:45Tujuannya nanti misalnya terakhir apabila memang betul-betul perang ini tidak bisa diselesaikan,
07:52berkepanjangan,
07:53pemerintah akan mengambil alih dan akan mengeksaluskan semua warga negara Indonesia
07:58yang ada di negara-negara manapun untuk kembali ke Indonesia.
08:03Demikian, Pak.
08:04Oke, Pak Syem, lantas kalau sejauh ini catatannya sudah ada berapa jemaah yang masih belum bisa kembali ke tanah air,
08:12dan apa yang dilakukan oleh pengelola travel bagi jemaah yang saat ini masih tertahan di Arab Saudi?
08:18Ya, pada dasarnya tidak semua hotel yang kami manfaatkan atau kami pilihkan itu dibayar oleh pihak airline,
08:29karena dalam perjanjian atau kesepakatan di Ayata itu,
08:37yang akan diganti itu adalah mereka yang memang terhasilkan adili dan selamatnya.
08:43Tapi kalau port major, ini tidak ada pergantian.
08:46Sehingga mau tidak mau para pihak travel sekarang ini mengantisipasi dengan mencari hotel yang memang bisa menampung jemaah,
08:55kemudian ya membayar sendiri dan berkongsi dengan para jemaahnya.
08:59Namun akan segera dipercepat oleh pemerintah Indonesia, khususnya.
09:05Seperti yang saya tadi sampaikan, pagi ini akan ada rapat koordinasi dengan KOPK.
09:09Untuk segera diputuskan, ini akan diambil seperti apa oleh negara.
09:13Oke, Pak Syem, tadi soal travel ini mengantisipasi dengan mencari hotel,
09:19artinya ini merugikan pihak travel kah, Pak?
09:24Iya, pada dasarnya pasti kami travel yang akan diminta pertanggung jawabkan oleh jemaah,
09:29namun apabila memang pihak travel juga mampu dan bisa memberikan keterangan yang bisa diterima oleh para jemaah,
09:41agar ini bisa dikerjasamakan atau diperubankan ke dua belah pihak,
09:48sehingga tidak ada pihak yang memandu.
09:51Dan artinya win-win solution di antara jemaah dengan PHK sudah dilakukan masing-masing oleh BPU.
09:58Oke, berarti sampai dengan saat ini kalau dari asosiasi sudah dapat informasikah, Pak,
10:02sampai kapan kondisi ini akan terus terjadi?
10:04Karena kan juga harus mengantisipasi juga soal hitung-hitungannya gimana?
10:08Ya, artinya dalam dua hari ke depan ini, setelah Pak PMK,
10:12Seri Koordinator PMK akan memutuskan,
10:14itu akan diambil oleh negara, seperti apa tindakannya.
10:18Tapi memang kalau sudah diambil negara,
10:20akan ada eksodus penjemputan seluruh BMI yang ada di luar sini pulang ke Indonesia.
10:26Sehingga sampai dengan keputusan ini, mohon semua pihak bersabar dulu,
10:30karena pagi ini sudah memang mereka rapatkan,
10:33ya segera setelah siang ataupun sore ada keputusan,
10:36ya insya Allah besok sudah ada bisa aksion yang akan dilakukan oleh pemerintah seperti apa.
10:41Karena kami, baik pemerintah, tidak tahu kapan perang ini akan berakhir,
10:45namun apabila memang dalam keputusan nanti pagi atau pagi ini,
10:50tentukan tanggal 5 kah, atau tanggal 6 kah, atau tanggal 7 kah,
10:54memang akan diadakan reseptor eksodus apabila tidak terkendali perangnya,
10:59atau berkepanjangan, tidak akan dilakukan oleh pemerintah.
11:03Insya Allah demikian, Mbak.
11:04Oke, Pak Asyam, kalau sampai dengan saat ini untuk koordinasi antara Sapuhi dengan maskapai,
11:09maupun juga otoritas Arab Saudi, memastikan kelancaran operasional,
11:12sejauh ini seperti apa, Pak?
11:14Ya, kami hanya organisasi, kami hanya memfasilitasi, mengencarikan informasi,
11:19namun semua dealing-dealing itu harus direct antara airline dengan pihak BPU,
11:27demikian dengan pihak hotel, karena kami tidak bisa menyelesaikan semua,
11:32bagi anggota yang memang dalam kondisi di kota transit maupun di negara Arab Saudi.
11:40Oke, baik. Pak Asyam, nanti kita lanjutkan kembali,
11:43dan saudara tetap bersama kami di Kompas Bisnis.
11:46Bisnis, saudara, dan kita akan lanjutkan perbincangan bersama dengan
11:49Direktur Utama Patunat Travel dan Ketua Umum Sapuhi, Syam Resviadi.
11:53Pak Asyam, masih bersama dengan kami, Pak.
11:56Untuk pertanyaan berikutnya, Pak, apakah ada skenario kontingensi
11:59jika konflik meluas ke negara sekitar, Pak Asyam?
12:08Ya, Pak Asyam, mungkin masih di mute, Pak, untuk audionya.
12:15Maaf, Pak.
12:16Ya, silakan, Pak.
12:17Ya, sampai saat ini juga, masih ada dan sudah ada yang memang berusaha
12:22untuk bisa pulang ke Indonesia dengan melalui darat,
12:26berubah ke negara yang relatif lebih aman,
12:29seperti mereka yang di Abu Dhabi dan Dubai itu,
12:32mereka mencoba berita ke Oman dengan perjalanan darat
12:36sepanjang yang 400 km, sekitar 4 jam,
12:40dan sudah ada yang memang pulang.
12:42Namun ini kan yang pribadi, yang memang memiliki kemampuan lebih.
12:46Sementara yang mereka yang tidak punya kemampuan,
12:48memang tergantung dengan travel-nya,
12:51ya, sementara masih tunggu di negara tersebut,
12:54yang memang ditanggu oleh negara-negara transit ini,
12:58difasilitasi hotel dan makan secara penuhnya.
13:01Begitu, Pak.
13:02Oke. Nah, Pak Asyam, lantas kalau dengan maskapai,
13:06apakah ada kebijakan refund atau reschedule,
13:09tidak hanya maskapai, hotel mungkin juga,
13:10yang lebih fleksibel dalam kondisi saat ini, Pak?
13:13Ya, pengalaman ini sudah kita lalui melalui pengalaman COVID-19 ya.
13:17Jadi, mereka juga kemarin menyampaikan mereka boleh reroute
13:20dengan kerjasama airline yang memang bisa menyiapkan ke pulangan direct,
13:26kemudian bisa pilihannya adalah di refund,
13:29satu lagi adalah di reschedule mau untuk kepentingan,
13:32untuk simbol berikutnya.
13:35Ya, Pak.
13:35Oke. Tapi, Pak Asyam, kalau dengan situasi saat ini,
13:39artinya di-hold dulu kah pemberangkatan yang baru,
13:42atau seperti apa, atau ada skema misalnya perubahan biaya,
13:45karena tadi ada skenario untuk misalnya,
13:47biasanya direct, tapi ini melewati negara-negara yang relatif aman, gitu, Pak?
13:52Ya, kemarin itu sampai hari ini,
13:55pihak hotel-hotel yang ada di Arab Saudi,
13:58untuk hotel belum menyatakan akan boleh di-reschedule atau di-refund.
14:04Namun, bahkan sudah dipinta untuk melunasan.
14:08Nah, ini jadi masalah kendala.
14:09Untuk mereka yang memang masih menggunakan pesawat direct,
14:12Alhamdulillah masih boleh berangkat,
14:14walaupun dianjurkan tidak berangkat.
14:16Semoga tidak ada kendala dengan negara yang jelitas oleh pesawat direct ini,
14:22menutup juga ya, udaranya untuk penerbangan reguler.
14:26Namun, apabila memang masih bisa,
14:29sementara ini kami juga Garuda,
14:31bersama Garuda,
14:33terbang ke Jeddah dan Madinah,
14:36untuk program akhir Ramadan dan bulan sawal.
14:39Sepertinya sudah dianjurkan oleh Departemen Luar Negeri,
14:42melalui Kementerian Haji dan Umroh,
14:44dan sudah disampaikan oleh Pak Wamen,
14:47bahwa dianjurkan, disarankan,
14:50bahkan sedikit ditekankan,
14:51agar tidak berangkat dulu,
14:53ditunda dulu,
14:54sampai nanti seperti apa,
14:55apakah nanti ditundanya 1-2 hari,
14:58karena ini adalah musim akhir-akhir dari Umroh,
15:01sepertinya kita ditunda secara berkepanjangan,
15:05artinya ya selesaikan,
15:07tahun ini selesai,
15:07kita berubah,
15:08di schedule di tahun 1448 hijrah nanti setelah haji.
15:14Oke, berarti memang karena tidak,
15:16atau disarankan untuk tidak berangkat,
15:18berarti di antara para calon jemaah itu,
15:20ada yang dipospon atau ditunda untuk keberangkatan,
15:23keberangkatannya.
15:23Ini agak mengulang sebetulnya Pak,
15:25dengan pertanyaan di segmen sebelumnya,
15:26lantas penegasannya sejauh mana,
15:28ini kondisi seperti ini,
15:30kondisi seperti ini merugikan pengelola travel,
15:33bagaimana pemerintah atau Kemenhaj,
15:34bisa merespon dinamika yang dihadapi oleh pengelola travel, Pak Syam?
15:39Ya, pada dasarnya selama ini belum ada ya,
15:41pemerintah,
15:42selama Indonesia,
15:43memberi pergantian dalam hal musibah yang kami alami,
15:49seperti di COVID tahun lalu juga,
15:51tahun 2020-2021 itu tidak ada gitu ya.
15:56Nah, sepertinya kemarin juga disampaikan oleh Kementerian Haji,
15:58bahwa mereka tidak siap hal itu,
15:59kecuali Bapak Presiden melihat ini satu hal musibah negara,
16:05tapi itu juga punya kategori-kategori tersendiri.
16:08Sementara untuk kami,
16:10mau tidak mau,
16:12harus siap mengganti dan berdiskusi dengan para jemaah,
16:17agar biaya-biaya ini kita diskusikan,
16:22karena ini kan tidak keinginan kita juga.
16:24Ini betul-betul force major yang tidak bisa kita hindari.
16:28Oke, nah selain umroh Pak juga,
16:30kalau ada timeliner kan tidak lama lagi juga ada pemberangkatan jemaah Haji.
16:33Pasti tentunya mereka juga bertanya-tanya,
16:35soal kondisinya maupun juga apa nih,
16:37yang menjadi kompensasi dan lain sebagainya.
16:39Apa penjelasan dari Pak Tuna,
16:41dan juga Sapuhi,
16:43untuk jemaah,
16:43dan apa harapan untuk pemerintah dalam konteks perang yang saat ini sedang terjadi?
16:48Ya, dari pribadi kami sudah siap untuk memberikan alasan
16:54apabila Haji juga terkait dengan orang ini tidak jadi.
16:57Kami juga sudah mengalami di tahun 2020 lalu,
17:02sehingga hal-hal yang memang bisa kita kembalikan,
17:05akan kita kembalikan,
17:06hal-hal yang memang tidak bisa kita kembalikan,
17:08kita minta kepada pihak stakeholder untuk menunda atau men-schedule
17:13untuk ditawar Haji yang akan datang.
17:16Bagi para jemaah,
17:18mereka juga kita berikan penjelasan
17:21agar hal-hal yang memang tidak bisa kami kembalikan,
17:24akan kami jadikan sebuah depok posit
17:27untuk bisa di-schedule di tahun Haji menjadi 2027.
17:31Nah, bagi pemerintah tentunya sama,
17:34karena mereka juga menyelarkan Haji reguler,
17:36ya semoga pihak-pihak terkait semua bisa mengerti,
17:41bisa toleransi,
17:42ini adalah post-pajer yang tidak bisa kita hindari
17:45dan kita akan schedule keberangkatan Haji kita di tahun 2027 tentunya.
17:51Namun dari pengalaman yang ada juga di tahun 2020,
17:54ada beberapa stakeholder yang memang karena tertunda sampai 2 tahun,
17:59baru ada Haji lagi di tahun 2022,
18:01itu mengakibatkan adanya kerugian yang cukup besar bagi kami, travel, PHK,
18:11karena ada hotel yang memang tidak siap bekerja lagi atau tidak beroperasi lagi.
18:15Sehingga akhirnya kami harus mencari garanti dan uang deposit kami yang sudah dipegang mereka,
18:20bahkan uang yang sudah sudah kita bayarkan juga tidak bisa kembali.
18:24Nah, itu yang akan kita kompetensi atau kita hitung bersama jemaah-jemaah kami.
18:29Oke, tentu kita harapkan situasi segera terkendali,
18:32ada penjelasan dan juga solusi konkret dari pemerintah,
18:36tentunya tidak hanya bagi calon jemaah,
18:37tapi juga termasuk juga pengusaha travel dalam hal ini,
18:40tapi tentu balik lagi keselamatan adalah yang utama tentunya bagi para jemaah.
18:44Terima kasih Direktur Utama Patuna Travel,
18:46dan juga Ketua Umum Sapuhi Pak Syam Resviadi sudah bersama di Kompas Bisnisnya.
18:52Assalamualaikum Pak.
18:53Waalaikumsalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar