- 10 jam yang lalu
- #ksp
- #qodari
- #prabowo
- #mbg
- #kopdesmerahputih
- #breakingnews
JAKARTA, KOMPAS.TV Kepala Staf Kepresidenan (KSP) RI, Muhammad Qodari, mengungkapkan pembaruan program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam konferensi pers pada Rabu (4/3/2026).
Dalam konferensi tersebut, KSP Qodari membeberkan capaian pemerintah dalam program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, hingga Koperasi Desa Merah Putih.
Baca Juga Presiden Prabowo Minta Qodari Kumpulkan Video Hina MBG: Biar Tiap Malam Saya Lihat! di https://www.kompas.tv/nasional/650918/presiden-prabowo-minta-qodari-kumpulkan-video-hina-mbg-biar-tiap-malam-saya-lihat
#ksp #qodari #prabowo #mbg #kopdesmerahputih #breakingnews
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/654574/full-ksp-qodari-update-program-prioritas-presiden-prabowo-mbg-koperasi-desa-merah-putih
Dalam konferensi tersebut, KSP Qodari membeberkan capaian pemerintah dalam program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, hingga Koperasi Desa Merah Putih.
Baca Juga Presiden Prabowo Minta Qodari Kumpulkan Video Hina MBG: Biar Tiap Malam Saya Lihat! di https://www.kompas.tv/nasional/650918/presiden-prabowo-minta-qodari-kumpulkan-video-hina-mbg-biar-tiap-malam-saya-lihat
#ksp #qodari #prabowo #mbg #kopdesmerahputih #breakingnews
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/654574/full-ksp-qodari-update-program-prioritas-presiden-prabowo-mbg-koperasi-desa-merah-putih
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:02Kauan-kauan pemerintah sangat memahami bahwa masyarakat atau publik itu membutuhkan informasi yang akurat dan mudah dipahami
00:12tentang perkembangan terkini program prioritas pemerintah atau PHTC serta langkah perbaikan jika ada hambatan di lapangan.
00:20Jadi konferensi pers kita pada siang hari ini merupakan hasil pembahasan bersama antara kantor staf presiden dan badan komunikasi pemerintah
00:31untuk menyampaikan update pelaksanaan dan capaian program prioritas dan PHTC kepada publik secara ringkas, tegas, dan berbasis data.
00:41Jadi kawan-kawan per 2 Maret 2026 KSP ini sudah menerima dan mengopilasi laporan resmi sedikitnya ada 20 kementerian dan
00:52lembaga
00:52yang mengirimkan datanya kepada KSP kemudian akan diolah dan akan langsung disampaikan kepada kawan-kawan
01:01dan kemudian data tersebut akan menjadi dasar penyusunan daftar progres program prioritas presiden.
01:08Dan penyampaian program ini merupakan bagian dari komitmen transparansi pemerintahan Presiden Prabowo publik
01:16harapannya dapat informasi langsung mengenai capaian, tantangan, serta langkah akselerasi ke depan, serta dapat mengonfirmasi langsung.
01:26Kita akan langsung dengarkan keterangan pers yang akan disampaikan oleh Kepala Staf Kepresidenan Bapak M. Kodari.
01:33Terima kasih lebih. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
01:39Selamat siang, salam sejahtera untuk kita semua, teman-teman media.
01:45Alhamdulillah pada siang hari ini kita bisa berjumpa kembali dan insya Allah akan berjumpa setiap minggu
01:54secara rutin dalam rangka kantor staf presiden bekerjasama dengan bakom pemerintah
02:04menyampaikan perkembangan terkini terkait capaian program prioritas nasional.
02:10Pada kesempatan hari ini saya masih sendiri tetapi harapannya minggu-minggu yang akan datang
02:18bisa ditemani oleh satu atau dua menteri atau kapan untuk menyampaikan topik-topik yang relevan
02:26yang terkait dengan kementerian masing-masing.
02:30Saya akan membacakan materi-materi yang sudah disampaikan oleh KL
02:35dan sudah kita buat ringkasannya supaya mudah diakses oleh teman-teman.
02:41Saya akan mulai sekarang.
02:44Yang pertama adalah progres program prioritas program makan bergizi gratis atau MBG oleh Badan Gizi Nasional.
02:54Program makan bergizi gratis telah menjangkau 61.239.037 penerima manfaat
03:05yang terbilih dari anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
03:11Program ini didukung oleh 24.443 satuan pelayanan pemenuhan gizi atau SPPG
03:20yang beroperasi di berbagai daerah.
03:24Sebanyak 32.869 SPPG bertugas memastikan operasional berjalan sesuai dengan standar.
03:35Sebanyak 8.700 SPPG telah memiliki sertifikat laik higienis dan sanitasi atau SLAS.
03:44Program ini juga melibatkan 94.056 pemasok termasuk 38.938 UMKM.
03:57Pemerintah menargetkan 82,9 juta penerima manfaat pada tahun 2026.
04:03Jumlah SPPG ditingkatkan menjadi 32.000 unit untuk memperluas cakupan.
04:11Sekitar 70 persen belanja bahan pangan berasal dari produk lokal.
04:17Program ini tidak hanya meningkatkan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi desa.
04:22Implementasi terus diperkuat melalui pengawasan kualitas dan tata kelola.
04:29Yang kedua, revitalisasi sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
04:38Pada tahun 2025 yang lalu, pemerintah telah melakukan revitalisasi 16.167 satuan pendidikan atau sekolah.
04:49Melampaui target awal yang jumlahnya 10.440 satuan pendidikan.
04:58Jadi tahun 2025 revitalisasi ini melebihi target teman-teman.
05:03Untuk sekolah vokasi, 2026 satuan pendidikan telah direvitalisasi dengan capaian 97 persen.
05:12Program ini memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan, fokus pada ruang kelas, fasilitas belajar, dan lingkungan sekolah.
05:20Program berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan.
05:24Adapun untuk tahun 2026 dialokasikan kembali 11.744 satuan pendidikan dengan pagu 14,06 triliun rupiah.
05:37Pemerintah juga mengusulkan tambahan melalui anggaran biaya tambahan atau ABT sebesar Rp89,49 triliun rupiah.
05:49Jadi anggaran pendidikan kita ini masih akan meningkat, teman-teman, dari yang ada sekarang.
05:54Usulan ini bertujuan mempercepat revitalisasi hingga 60.000 satuan pendidikan.
06:02Jadi luar biasa peningkatan pada tahun 2026.
06:05Program ini mendukung pemerataan kualitas pendidikan, revitalisasi menjadi bagian penguatan sumber daya manusia nasional.
06:16Revitalisasi dilakukan secara bertahap dan terukur, fokus pada perbaikan sarana dan prasarana belajar.
06:22Pemerintah menyesuaikan prioritas berdasarkan kebutuhan daerah.
06:26Program ini memperkuat pemerataan kualitas pendidikan, dukungan anggaran disiapkan melalui mekanisme resmi.
06:32Pelaksanaan dikawal agar tepat sasaran.
06:35Dana revitalisasi tidak lagi dikelola oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
06:43Melainkan langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
06:47Dana disalurkan langsung ke sekolah dan dikelola melalui mekanisme swaklola dengan partisipasi masyarakat.
06:55Saya ulangi, dana disalurkan langsung ke rekening sekolah dan dikelola melalui mekanisme swaklola dengan partisipasi masyarakat.
07:06Pelaksanaan teknis oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan atau P2SP yang melibatkan masyarakat didampingi tim teknis perencana dan pengawas sebanyak 7
07:18-10 orang.
07:18Serta pelaksanaan pembangunan sebanyak 20-30 orang persatuan pendidikan.
07:25Tahun lalu saya dan teman-teman KSP melakukan verifikasi lapangan Mbak Levy.
07:31Dan kita menyaksikan bagaimana program digitalisasi sekolah ini juga membuka lapangan kerja di berbagai daerah.
07:40Tadi sudah dijelaskan bagaimana pelaksanaan pembangunan sampai 20-30 orang persatuan pendidikan.
07:47Jadi bisa dikalikan nanti 60 ribu lapangan kerja yang akan terbuka.
07:52Estimasi sekitar paling tidak 650 ribu lah ya untuk 16 satuan pendidikan.
08:02Kalau angkanya dinaikkan lagi menjadi 40 orang per sekolah.
08:07Yang ketiga revitalisasi PHTC Madrasah 2025-2026 di Kementerian Agama.
08:17Jadi sekolah kita kan ada sekolah umum dan ada juga sekolah agama atau disebut dengan Madrasah.
08:23Sebanyak 2.120 Madrasah telah diusulkan dalam program revitalisasi PHTC ini.
08:32Dari jumlah tersebut 1.408 Madrasah memenuhi kriteria.
08:37Program ini memperkuat sarana pendidikan berbasis Madrasah.
08:42Jadi fokus kepada Madrasah.
08:43Skema pelaksanaan melalui pendekatan selektif.
08:47Program ini mendukung peningkatan kualitas pendidikan keagamaan.
08:51Pelaksanaan dilakukan melalui skema 556 single year contract atau SYC dan 852 multi-year contract atau MYC.
09:04Pendekatan ini memungkinkan fleksibilitas pembiayaan.
09:08Pemerintah memastikan proses berjalan sesuai regulasi.
09:12Program ini memperluas akses pendidikan yang layak.
09:16Monitoring melakukan sesuai ketentuan anggaran.
09:20Nomor 4. Sekolah terintegrasi.
09:24Jadi sekarang selain sekolah rakyat juga insya Allah akan ada sekolah terintegrasi.
09:31Kementerian Pendidikan Dasar dan Menegah.
09:34Program sekolah terintegrasi menargetkan 500 sekolah pada tahun 2026.
09:41Saya ulang, 500 sekolah pada tahun 2026.
09:44Program ini diarahkan untuk mengintegrasikan layanan pendidikan secara lebih terpadu.
09:50Memperkuat ada sekolah rakyat, ada sekolah integrasi.
09:54Landasan hukum sedang disiapkan dalam bentuk inpress.
09:58Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar 60 triliun melalui ABT.
10:04Program ini menjadi bagian penguatan sistem pendidikan nasional.
10:08Jadi teman-teman, anggaran pendidikan kita ini akan naik lagi, akan ada tambah lagi.
10:12Ini sekitar 60 triliun untuk sekolah terintegrasi.
10:16Sekolah terintegrasi dirancang untuk memperkuat, mempercepat peningkatan kualitas dan pemerataan layanan pendidikan.
10:24Pendekatan dilakukan melalui kebijakan terpusat dengan pelaksanaan bertahap.
10:27Program ini mendukung transformasi tata kelola pendidikan.
10:31Implementasi dilakukan sesuai dengan kesiapan regulasi.
10:34Pemerintah memastikan arah kebijakan tetap selaras dengan target nasional.
10:39Nomor lima, Program Kartu Indonesia Pintar Pendidikan Tinggi atau dikenal dengan nama KIP Kuliah
10:48di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
10:53Pada tahun 2026, KIP Kuliah mendukung keperlanjutan studi 1.047.221 mahasiswa di seluruh Indonesia.
11:06Jadi yang dibantu beasiswa oleh pemerintah, 1 juta lebih balik di tahun 2026.
11:13Permaret 2026, penyaluran semester genap tahun ajaran 2025-2026,
11:20telah kerealisasi kepada 175.833 mahasiswa dengan nilai 1,6 triliun.
11:29Dan 135.141 mahasiswa lainnya telah masuk tahap SP2D sebesar 1,27 triliun.
11:42Target penyaluran hingga Maret 2026 direncanakan mencapai 85 persen.
11:48Jumlah pendaftar di tahun 2026 mencapai 532.421 orang.
11:56Saya ulang ya, jumlah pendaftar di tahun 2026 mencapai 532.421 orang.
12:03Menunjukkan tingginya kebutuhan akses pendidikan tinggi bagi keluarga kurang mampu.
12:10Dari sisi regulasi, Kem Dikti Saintec telah menetapkan Permen Dikti Saintec No. 2-2026
12:18sebagai dasar tata kelola baru KIPI Kuliah.
12:24Kebijakan baru ini memastikan layanan lebih tepat sasaran, akuntabel, dan transparan.
12:30Tantangan utama terletak pada perbedaan kesiapan pelaporan data PP Dikti antar perguruan tinggi.
12:37Jadi ini perguruan tinggi juga punya peran yang besar bagi terlaksananya program ini.
12:43Pemerintah melakukan penguatan monitoring, asistensi teknis, dan penetapan cut-off pelaporan
12:48untuk mempercepat verifikasi tanpa mengurangi akurasi.
12:59Program Indonesia Pintar atau PIP Madrasah merupakan instrumen bantuan pendidikan
13:06bagi peserta ridik Madrasah di bawah binaan Kementerian Agama
13:10yang mencegah putus sekolah dan memastikan keberlanjutan akses pendidikan
13:16bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
13:18Program ini menyasar jenjang paling bawah, Raudotul Atpal,
13:25kemudian naik kepada Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Sanawiyah, hingga Madrasah Aliyah
13:34yang tersebar di seluruh Indonesia.
13:38Integrasi data penerimaan dilakukan berbasis pemutahiran DTKS-DT-SEN
13:44serta verifikasi satuan pendidikan untuk menjaga ketetapan sasaran.
13:51Jadi sekarang program-program kita itu termasuk program-program pendidikan Mbak Livi
13:55supaya akurat itu sudah tidak kuota-kuota lagi
14:00tapi langsung melihat berapa yang layak memenuhi persyaratan dan datanya melalui DTKS-SEN.
14:05PIP Madrasah juga terintegrasi dengan agenda penguatan layanan dasar pendidikan
14:12dan pemerataan kualitas pendidikan berbasis keagamaan.
14:15Dalam konteks capaian program prioritas Kemenak 2026,
14:20penerima manfaat program pendidikan termasuk dukungan MBG dan JKG
14:24mencakup jutaan siswa Madrasah yang tersebar di 38 provinsi.
14:29Sebaran penerima manfaat menunjukkan dominasi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat
14:37yang menjadi kantong besar siswa Madrasah.
14:41Memang penduduknya juga 3 provinsi itu sangat besar.
14:45Program ini berjalan paralel dengan revitalisasi PHTC Madrasah
14:50serta digitalisasi Madrasah guna meningkatkan kualitas sarana dan pemberajaran.
14:57Dengan demikian, PIP Madrasah tidak hanya menjaga akses
15:03tapi juga memperkuat kualitas dan keberlanjutan pendidikan secara nasional.
15:08Bapak-Ibu sekalian, seperti kita ketahui, pendidikan itu tema dasarnya dua saja.
15:14Satu akses, dua kualitas.
15:15Jadi pemerintah menyadari betul bahwa yang harus diperbaiki bukan cuma akses
15:22tetapi juga kualitas.
15:24Yang ketujuh, Sekolah Rakyat Kementerian Sosial.
15:28Per 12 Januari 2026 telah diresmikan 166 sekolah rakyat rintisan
15:34di 34 provinsi dan 131 kabupaten kota.
15:40Mungkin teman-teman sebagian ikut acaranya di Kalimantan Selatan.
15:44Langsung oleh Pak Prabowo pada waktu itu.
15:47Total siswa 15.954 orang dari keluarga miskin ekstrim.
15:56Ya kalau teman-teman ingat nama Naila, nah itulah contohnya ya.
16:00Naila itu adalah contoh salah satu siswa sekolah rakyat.
16:05Tahun 2026 sedang dibangun 104 sekolah rakyat permanen.
16:12Sedang dibangun sekolah rakyat permanen.
16:16Sekolahnya besar, wilayahnya, daerahnya, lahannya juga luas.
16:21Salah satu yang saya sudah lihat di kota Palangkaraya.
16:25Pada waktu itu sedang pengolahan lahan.
16:28Beberapa bulan yang lalu saya lihat.
16:29Program ini, seperti teman-teman ketahui, menyasar desil 1-2
16:35sebagai kelompok invisible people yang belum terjangkau layanan pendidikan.
16:41Anak-anak sekolah rakyat ini kalau nggak dibantu negara, mereka putus sekolah.
16:45Sejumlah prestasi akademik telah diraih siswa sekolah rakyat di tingkat nasional.
16:50Kemudian penampilan mereka juga, kalau teman-teman ingat,
16:53itu kita saksikan pada acara peresmian di Kalimantan Selatan.
16:58Nomor delapan, digitalisasi pendidikan di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
17:08Pada tahun 2026, ditargetkan jumlah satuan pendidikan penerima PID
17:13atau panel interaktif digital, layar seperti ini,
17:18yang dipakai untuk anak-anak belajar di kelas,
17:22mencapai 16.719 satuan pendidikan,
17:27baik itu SMK, SLB, SKB, dan PKBM di seluruh Indonesia.
17:33Jadi layar besar begini, itu kalau teman-teman pernah lihat videonya,
17:38diangkut pakai perahu, sungai, diangkut, naik gunung,
17:45supaya kualitas pendidikan kita merata.
17:49Pemerataan perangkat digital, PID, laptop, hard disk, akses internet
17:53untuk satuan pendidikan di seluruh Indonesia,
17:56sudah dilakukan dengan program ini,
17:58akses pembelajaran digital makin merata hingga wilayah terpencil,
18:02mempersempit kesenjangan kualitas pendidikan.
18:05Jadi ini salah satu revolusi pendidikan di Indonesia.
18:09Jadi sekolah yang terpencil pun bisa mendapatkan kualitas pendidikan yang baik
18:13dengan instrumen ini.
18:16Di dalamnya ada program-program pendidikan,
18:19bisa ditambahkan pakai external hard disk,
18:22dan juga bisa diakses dengan internet.
18:28Yang kesembilan, cek kesehatan gratis dari Kementerian Kesehatan.
18:33Program CKG pada Januari-Februari 2026
18:37telah melayani 10.563.593 orang peserta.
18:44Pelayanan dilakukan di 9.543 puskesmas pada 514 kabupaten-kota.
18:55Sebanyak 714.808 peserta telah mendapatkan pengobatan.
19:01Jadi terbukti bahwa yang CKG bukan cuma diperiksa,
19:04tapi juga diobati.
19:06Apakah teman-teman di sini ada yang sudah ikut CKG?
19:10Kalau belum ada, segera ikut.
19:13Sebanyak 7.577.364 peserta masih dalam tindak lanjut.
19:23Program ini dilanjutkan secara terintegrasi lintas kementerian dan lembaga.
19:28Target tahun 2026 adalah 130 juta penduduk.
19:39Jadi ini salah satu program yang universal
19:42menyasar seluruh penduduk Indonesia.
19:46Pelaksanaan diperluas melalui 10.300 puskesmas dan dukungan 66 KL.
19:52Program ini memperkuat deteksi dini penyakit.
20:00Hibawan sedikit boleh ya?
20:02Jadi sebagian warga tidak mau CKG karena takut diketahui penyakitnya.
20:08Tapi menurut saya akan lebih menakutkan kalau nanti tidak diperiksa.
20:11Tahu-tahu penyakitnya sudah parah.
20:13Kalau diketahui atau terdeteksi dini,
20:17insya Allah bisa dan lebih mudah untuk diobati.
20:20Demikian pesan-pesan supaya lebih banyak yang ikut program yang bagus ini.
20:27Integrasi sistem pelaporan juga terus diperbaiki
20:30dan program ini menjadi fondasi pengeluatan kesehatan nasional.
20:34Jadi paradigma kesehatan kita dengan adanya CKG ini
20:38adalah lebih menekankan preventif ketimbang kuratif.
20:44Insya Allah nanti biaya yang harus dikeluarkan
20:46baik masyarakat maupun negara akan menurun
20:49kalau kegiatan CKG ini telah berjalan menyeluruh.
20:56CKG siswa madrasah di Kementerian Agama.
21:01Program CKG pada madrasah merupakan bagian dari upaya pemerintah
21:05untuk memperkuat deteksi dini kondisi kesehatan
21:08serta didik dan tenaga pendidikan di lingkungan pendidikan.
21:11Program ini menyasar 87.644 lembaga madrasah
21:17yang terdiri dari Raudotul Atfal, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Sanawiyah, dan Madrasah Aliyah
21:24dengan jumlah siswa 10.495.012 siswa
21:30serta guru 936.359 orang
21:36termasuk juga tenaga pendidikan
21:37sebagai sarana layanan kesehatan.
21:40Berdasarkan sistem informasi manajemen pendidikan Islam
21:45tahun 2025-2026
21:49hingga Januari 2026
21:52tercatat 10.751 lembaga madrasah
21:56telah melaksanakan program CKG
21:59dengan 1.914.000 orang
22:04saya ulangi
22:051.914.615 siswa
22:09yang telah menerima pemeriksaan kesehatan
22:12atau sekitar
22:1312,26% dari jumlah lembaga madrasah
22:17dan 18,11% dari jumlah siswa
22:20sebagai sasaran program.
22:24Pelaksanaan program ini dilakukan melalui kerjasama
22:26antara sektor pendidikan dan sektor kesehatan.
22:31Kementerian Agama menyiapkan data sasaran
22:34berupa lembaga madrasah, siswa, serta tenaga pendidikan
22:38sekaligus menyusun panduan dukungan pelaksanaan program CKG.
22:43Kementerian Agama juga melakukan pendataan madrasah
22:46yang telah menerima layanan kesehatan
22:48serta menyiapkan dashboard informasinya.
22:55Dalam pelaksanaannya, program masih menghadapi
22:59sejumlah tantangan, antara lain perbedaan dukungan
23:01dari pemerintah daerah.
23:03Ini kita menghibau dukungan penuh dari pemerintah daerah
23:07karena ini untuk masyarakat di Bapak-Ibu sekalian
23:11yang menjadi kepala daerah.
23:13Kemudian sebaran madrasah yang banyak terdapat
23:17di wilayah 3T.
23:21Keterbatasan kebutuhan penyelarasan data
23:24lembaga madrasah agar pelaksanaan program
23:26dapat berjalan lebih merata di seluruh wilayah Indonesia.
23:30Sebelas, program pengentasan tuberkulosis
23:34dari Kementerian Kesehatan.
23:39Pengentasan TB terus diperkuat sebagai prioritas nasional
23:43dengan pendekatan berbasis deteksi dini,
23:46pengobatan terintegrasi, dan penguatan layanan kesehatan primer.
23:49Pada tahun 2025, capaian penemuan kasus TB
23:54mencapai 867.000 kasus.
23:59Dengan sekitar 810.000 kasus
24:05memulai pengobatan,
24:07serta sekitar 672.000 pasien
24:11menyelesaikan pengobatan dan sembuh.
24:14Data ini menunjukkan kemajuan signifikan
24:17sekaligus menjadi dasar akselerasi di tahun 2026 ini
24:22untuk mengejar target nasional eliminasi TB.
24:27Upaya percepatan dilakukan melalui integrasi screening TB
24:31dalam program CKG.
24:33Jadi di dalam CKG sekarang diintegrasikan juga screening TB.
24:37Sepanjang 2025, 20.618.799 orang
24:45telah di screening TB
24:47dengan kasus positif TB baru
24:5126.802 kasus.
24:55Serta penguatan investigasi kontak
24:58yang menelusuri 454.186 kasus
25:02dan memberikan terapi pencegahan TB
25:05kepada 192.522 kontak.
25:12Tahun 2026 difokuskan pada
25:14perluasan layanan terpadu satu pintu,
25:17pengadaan alat X-ray dan
25:18point of care testing,
25:21serta monitoring terpadu pusat daerah
25:23untuk meningkatkan deteksi kepatuan pengobatan
25:25dan keberhasilan penyembuhan.
25:2912. Peningkatan kelas RSUD
25:33program dari Kemenkes
25:36program peningkatan kelas RSUD
25:38menargetkan 66 rumah sakit
25:41pada berode 2025-2027
25:44ya, 3 tahun.
25:46Tahun 2025
25:47sebanyak 22 RSUD
25:49telah memulai proses peningkatannya
25:50kalau tidak salah dari tipe D
25:53jadi tipe C ya
25:54ya, tipe D jadi tipe C
25:57sebanyak 12 RSUD telah selesai secara fisik
26:01atau 54,5 persen
26:05saya pelan-pelan ini bacanya karena penting
26:07ya, setiap RSUD dilengkapi
26:107 dokter spesialis dasar
26:12ada rumah sakitnya
26:14kalau tidak ada spesialisnya
26:15Amsyong juga ya
26:16ya, terutama yang di daerah sebera
26:20program ini meningkatkan
26:22akses layanan menunjukkan daerah
26:24pada minggu pertama April 2026
26:26ditargetkan 21 RSUD
26:28siap diresmikan
26:30mudah-mudahan teman-teman bisa ikut nih
26:32kegiatannya
26:33ya, di mana tempatnya
26:34peresmiannya kita tunggu
26:36kabar dari Pak Menteri Kesehatan
26:38penguatan sarana dan peralatan medis
26:40terus dilakukan bertahap
26:42distribusi tenaga kesehatan juga diperluas
26:45program ini mengurangi beban rujukan
26:47ke kota besar
26:49ya, dan layanan juga pasti cepat
26:52karena gak harus datang ke kota besar
26:54jangan bayangkan Jakarta teman-teman
26:56bayangkan seperti Sulawesi Tenggara
26:58Sulawesi Tengah
26:59yang kepulauan
27:01ya, itu kalau tidak ke
27:03apa tidak disediakan
27:05kualitas rumah sakit yang bagus ya
27:08harus ke ibu kota
27:09pemerintah memastikan
27:12pemerataan layanan spesialis
27:1413. Program Cetak Sawah Nasional
27:18Kementerian Pertanian
27:19Program Cetak Sawah Rakyat
27:22CSR 2025
27:24dilaksanakan di 17 provinsi
27:27menunjukkan progres
27:28dari target 225.000 hektare
27:32kontrak konstruksi
27:35telah mencapai 187.361 hektare
27:39atau 83,27%
27:42dengan realisasi
27:44fisik konstruksi sebesar
27:4695.717 hektare
27:50atau 51,09%
27:53seiring penyelesaian konstruksi
27:56realisasi olah-lahan tercatat
27:5845.835 hektare
28:01dan realisasi setanam
28:02periode 1 Oktober 2025
28:04hingga 1 Maret 2026
28:07telah mencapai
28:089.167 hektare
28:12Percepatan pelaksanaan
28:14kegiatan
28:15Cetak Sawah Rakyat
28:17didukung dengan
28:17operasionalisasi
28:183.252
28:21unit ekskavator
28:24yang tersebar
28:25di berbagai lokasi
28:26Program Cetak Sawah Rakyat
28:29menjadi langkah strategis
28:31dalam memperluas area tanam
28:33meningkatkan kapasitas
28:35produksi pangan nasional
28:36serta memperbuat fondasi
28:37ketahanan pangan secara
28:39berkelanjutan
28:40melalui pemberdayaan
28:41masyarakat
28:42dan optimalisasi
28:43potensi lahan-lahan
28:45yang selama ini
28:46kurang termanfaatkan
28:48dengan baik
28:5014.
28:52Penguatan ekosistem
28:54pemajuan kebudayaan
28:56dari Kementerian Kebudayaan
28:58Pada tahun 2025
29:00sebanyak
29:01133.263
29:04masyarakat
29:05telah menerima
29:06manfaat Program Pemajuan
29:07Kebudayaan
29:08terdapat
29:092.839
29:10penerima dana
29:13Indonesia
29:14Pemerintah menetapkan
29:1585 cagar
29:17budaya nasional
29:18sebanyak
29:20514
29:21warisan budaya
29:22tak benda
29:23telah diakui
29:23dan program ini
29:25memperkuat
29:26identitas budaya
29:27nasional
29:28omong-omong
29:29kemarin Pak Presiden
29:30buka puasa ya
29:31di museum ya
29:32ya itu menarik sekali
29:34itu koleksi
29:35museum
29:36nasional nanti
29:37kita mampir
29:39bisa rame-rame
29:40ke sana
29:41buku sejarah Indonesia
29:43telah disusun
29:43dalam 10 jilid
29:44dengan total
29:458.000 halaman
29:46dan melibatkan
29:48123 penulis
29:49sebanyak
29:51220 seniman
29:52dan 224 sekolah
29:53terlibat dalam
29:54gerakan seniman
29:55masuk sekolah
29:56program ini
29:57memperluas
29:58literasi sejarah
29:59kolaborasi
30:00lintas komunitas budaya
30:01terus diperkuat
30:02implementasi
30:03diarahkan pada
30:04keberlanjutan
30:05ekosistem budaya
30:09nomor 15
30:10legalisasi
30:11kooperasi
30:12merah
30:12kooperasi desa
30:14kelurahan
30:15merah putih
30:15dari kementerian hukum
30:16sebanyak
30:1883.585
30:20kooperasi
30:21telah sah
30:21berbadan hukum
30:22angka ini
30:23terdiri dari
30:2474.841
30:27kooperasi
30:29desa
30:29merah putih
30:30dan
30:308.544
30:32kooperasi
30:34kelurahan
30:34merah putih
30:35serta perubahan
30:37lainnya
30:37legalisasi
30:38memperkuat
30:39kepastian hukum
30:40kooperasi
30:40desa
30:42kooperasi
30:43ini menjadi
30:43fondasi
30:44tata kelola
30:45program ini
30:45menjadi fondasi
30:46tata kelola
30:47ekonomi desa
30:47pemerintah
30:48memastikan
30:48penguatan
30:49regulasi
30:50dan pembinaan
30:51program ini
30:51menegaskan
30:52kooperasi
30:53sebagai
30:53pilar
30:54ekonomi
30:55desa
30:55dan kepastian
30:56hukum
30:56menjadi
30:56instrumen
30:57penguatan
30:57kelembagaan
30:58kemudian
31:01nomor 16
31:01masih dari
31:02kementerian hukum
31:03bantuan hukum
31:04litigasi
31:04pada tahun
31:062025
31:06sebanyak
31:079.193
31:09penerima
31:10telah mendapatkan
31:11bantuan hukum
31:12litigasi
31:13jadi pemerintah
31:14bukan cuma
31:15membantu pendidikan
31:16membantu kesehatan
31:17juga
31:17bantu
31:18hukum
31:19litigasi
31:21angka ini
31:21mencapai
31:24146,78%
31:26dari target
31:27realisasi
31:29anggaran
31:29mencapai
31:3046,5 miliar
31:31atau
31:3197,5%
31:33program ini
31:34memastikan
31:35akses keadilan
31:36bagi masyarakat
31:37layanan diberikan
31:37melalui
31:38PBH
31:39terverifikasi
31:41untuk tahun
31:422026
31:43program
31:43belum berjalan
31:44karena proses
31:45revisi
31:45anggaran
31:45dan kontrak
31:46PBH
31:47pemerintah
31:48menyiapkan
31:49pembaruan
31:49skema
31:50kontrak
31:5117
31:54PHTC
31:55desa
31:56dari
31:56kementerian
31:57desa
31:58program
31:59PHTC
32:00desa
32:00berfokus
32:01pada
32:01koordinasi
32:01akses
32:02layanan
32:02dasar
32:03program
32:04ini
32:04juga
32:04mendorong
32:05pemberdayaan
32:05ekonomi
32:06desa
32:06dana
32:07desa
32:07diarahkan
32:08mendukung
32:08prioritas
32:09presiden
32:10implementasi
32:11dilakukan
32:12melalui
32:12berbagai
32:12unit
32:13kegiatan
32:13pendekatan
32:14terintegrasi
32:15lintas sektor
32:15diterapkan
32:16untuk tahun
32:162026
32:17target
32:18kegiatan
32:19mencakup
32:19berbagai
32:20unit
32:20sesuai
32:20dengan
32:21lampiran
32:23program
32:24koordinasi
32:25pusat daerah
32:26terus diperkuat
32:26monitoring
32:27dilakukan
32:27secara
32:28berkala
32:2918
32:33Kementerian
32:34Kesehatan
32:34Rumah
32:35Sakit
32:36Pendidikan
32:37Penyelenggara
32:38Utama
32:38atau
32:39RSPPU
32:40Produksi
32:41Dokter
32:42Spesialis
32:44Jadi sekarang
32:45ada program
32:46baru
32:46teman-teman
32:46untuk
32:47memproduksi
32:48spesialis
32:48tidak hanya
32:49lewat
32:49kampus
32:50tapi juga
32:51lewat
32:51rumah sakit
32:53supaya
32:54bisa segera
32:55memenuhi
32:55kebutuhan
32:55dokter spesialis
32:56kita yang
32:56sangat besar
32:58Ini
32:59merupakan
33:00suatu
33:00perobosan
33:01pendidikan
33:02spesialis
33:02oleh
33:02Kementerian
33:03Kesehatan
33:04pada khususnya
33:05dan pemerintah
33:06pada umumnya
33:07Pada tahun
33:072025
33:086 rumah
33:09sakit
33:10telah
33:10mendidik
33:10167
33:12peserta
33:12didik
33:12melalui skema
33:13hospital
33:14based
33:15Program ini
33:16memperluas
33:17pendidikan
33:17dokter spesialis
33:18berbasis
33:19rumah sakit
33:20untuk
33:21meningkatkan
33:22kapasitas pendidikan
33:23medis
33:24nasional
33:25Program ini
33:27mendukung
33:27pemerataan
33:27penaga spesialis
33:29tahun
33:29tahun 2026
33:30direncanakan
33:31penambahan
33:3148
33:33rumah sakit
33:35dan 55
33:36program
33:37studi
33:38baru
33:38jadi ini
33:40peningkatan signifikan
33:41Mbak Livi
33:41tahun lalu
33:426 rumah sakit
33:43tahun ini
33:4448
33:45rumah sakit
33:46program
33:48mencakup
33:487
33:49spesialis
33:50dasar
33:50apa saja
33:51itu
33:51kanker
33:53jantung
33:54strok
33:55uro
33:55nekro
33:56dan seterusnya
33:58pemerintah
33:59memperkuat
34:00peralat
34:01pemerintah
34:02memperluas
34:02akses pendidikan
34:03spesialis
34:0419
34:07penguatan
34:08sistem
34:08pengendalian
34:09intern
34:09pemerintah
34:10SPIP
34:10terintegrasi
34:11dari
34:12BKP
34:14penguatan
34:15sistem
34:16pengendalian
34:16intern
34:16pemerintah
34:17atau SPIP
34:18terintegrasi
34:19telah
34:19mengevaluasi
34:2073
34:21kementerian
34:21dan lembaga
34:2222
34:23pemerintah
34:24provinsi
34:24dan
34:24313
34:25pemerintah
34:26kabupaten
34:27kota
34:27sebanyak
34:2824
34:29kementerian
34:29lembaga
34:30dan
34:302
34:30pemerintah
34:31kabupaten
34:32kota
34:32telah
34:33mencapai
34:34karakteristik
34:34terdefinisi
34:35program ini
34:36memperkuat
34:39tata kola
34:39pemerintahan
34:40evaluasi
34:41dilakukan
34:41berbasis
34:42indikator
34:43terukur
34:44SPIP
34:45menjadi
34:46instrumen
34:46akuntabilitas
34:47pemerintah
34:49terus melakukan
34:49penajaman
34:50metodologi
34:51evaluasi
34:52sistem informasi
34:54juga
34:54dioptimalkan
34:55agar
34:56program ini
34:58dapat meningkatkan
34:59kualitas
34:59pengawasan
35:00internal
35:0120
35:03perkembangan
35:05ekspor
35:05impor
35:06januari
35:062026
35:07nilai
35:09ekspor
35:09januari
35:092026
35:10mencapai
35:1122,16
35:14miliar
35:14USD
35:15atau
35:15naik
35:163,39%
35:18secara
35:18year on year
35:19peningkatan
35:21didukung oleh
35:21ekspor
35:22non-migas
35:22khususnya
35:23industri pengolahan
35:24data ini
35:25menunjukkan
35:25aktivitas
35:26perdagangan
35:27yang
35:27tetap berjalan
35:28kinerja ekspor
35:30menjadi indikator
35:31ekonomi
35:31nasional
35:32pemerintah
35:33terus
35:34memantau
35:34dinamika
35:35perdagangan
35:35global
35:36nilai
35:37impor
35:38januari
35:392026
35:39mencapai
35:4121,2
35:43miliar
35:43USD
35:44atau
35:44naik
35:4518,21%
35:47secara
35:47year on year
35:48peningkatan
35:49impor
35:49didorong oleh
35:49bahan baku
35:50dan
35:50penolong
35:51hal ini
35:52menunjukkan
35:52aktivitas
35:53industri
35:53domestik
35:54tetap
35:55bergerak
35:56pemerintah
35:57memastikan
35:57stabilitas
35:58perdagangan
35:59dan data
36:00ini menjadi bagian
36:01monitoring
36:01ekonomi
36:02makro
36:02kemudian
36:04khusus mengenai
36:06penanganan bencana
36:06di Sumatera
36:07ini
36:08poin
36:0821
36:08percepatan
36:10rehabilitasi
36:11pasca
36:12bencana
36:13Sumatera
36:14sebanyak
36:151.186
36:17korban
36:18telah
36:18dievakuasi
36:19dengan
36:191.154
36:21teridentifikasi
36:22melalui
36:23mekanisme
36:24disaster
36:25victim
36:26identification
36:27atau
36:27DVI
36:28batuan
36:29logistik
36:30meliputi
36:30428,9
36:32ton beras
36:33dan
36:33puluhan ribu
36:34makanan
36:34sihat
36:34haji
36:35layanan
36:36kesehatan
36:36gratis
36:37mencapai
36:3769,102
36:42orang
36:43sebanyak
36:4458,799
36:47layanan
36:48trauma
36:48healing
36:49diberikan
36:49sebanyak
36:5086 titik
36:52internet
36:52starlink
36:53dipasang
36:53sebanyak
36:5447
36:55jembatan
36:56diperbaiki
36:56dan
36:57191
36:58alat
36:58berat
36:59dikerahkan
36:59sebanyak
37:00792
37:01sorti
37:02penerbangan
37:02membawa
37:04189
37:05ton
37:05bantuan
37:06sebanyak
37:07576
37:08titik
37:09sumur
37:09bor
37:09dibangun
37:10sebanyak
37:10150
37:11unit
37:12huntab
37:12tipe 36
37:13dibangun
37:13di Aceh
37:13Tamiang
37:14target
37:15penyelesaian
37:15April
37:162026
37:18poin
37:1922
37:19program
37:20realitas
37:21perumahan
37:21dan huntab
37:22relokasi
37:22terpusat
37:23program ini
37:23telah merealisasikan
37:252603
37:26unit
37:27huntab
37:28bagi korban
37:28bencana
37:29realisasi
37:30LPP
37:31tahun
37:332025
37:35mencapai
37:36278
37:37868
37:39unit
37:39dan menjadi
37:40yang terbesar
37:41sepanjang sejarah
37:42ini di kementerian
37:43perumahan ya
37:44akad
37:45masal
37:4550.030
37:46unit
37:47ditargetkan
37:48pada akhir
37:482025
37:49program ini
37:50mempercepat
37:51kepemilikan rumah
37:52bagi
37:53MBR
37:53masyarakat
37:54berpenghasilan
37:55rendah
37:55skema
37:56pembiayaan
37:57terus diperluas
37:58pembangunan
37:59rusun
38:00subsidi
38:00MBR
38:01Meikarta
38:02ya ini ada yang
38:03spesial nih
38:04di Meikarta
38:05MBR ada
38:06MBR
38:08di Meikarta
38:08ada MBRnya
38:09sebanyak
38:10141.000
38:11unit telah
38:12memasuki
38:12tahapan
38:13land
38:13clearing
38:14ini
38:15dilaporkan langsung
38:16oleh Pak
38:16Menteri Perumahan
38:17kepada
38:18Presiden Prabowo
38:19beberapa waktu
38:20yang lalu
38:20alokasi
38:21BSPS
38:22atau
38:23renovasi rumah
38:24tahun
38:252026
38:26ini meningkat
38:27besar sekali
38:28menjadi
38:28400.000
38:30unit rumah
38:31pemerintah
38:33memperluas akses
38:34unian layak
38:34dan terjangkau
38:36program ini
38:37merupakan
38:38keberpihakan
38:38kepada masyarakat
38:39berpenghasilan rendah
38:40nomor 23
38:43pemulihan sektor
38:44pertanyaan
38:44pasca bencana
38:45mohon maaf
38:46tadi
38:46ini sebetulnya
38:48harusnya
38:49data-data
38:50FLPP
38:51dan BSPS
38:52ini
38:52serta
38:53Meikarta ini
38:54jangan masuk
38:55ke bagian
38:56penanganan
38:58bencana
38:58Sumatera
38:58tolong koreksi
38:59kepada tim KSP
39:01tolong dibedakan
39:02ini yang khusus
39:03dengan penanganan
39:04Sumatera
39:04dengan program
39:05yang umum
39:05jangan
39:06jangan nyasar ini
39:07mohon maaf ya
39:08teman-teman ya
39:08ini nyasar ini
39:09saya udah
39:10terlanjur baca ini
39:10jadi tolong
39:12dengan penjelasannya
39:12tolong
39:13teman-teman bisa
39:13pisahkan
39:14kemudian sektor
39:16pertanian pasca bencana
39:17sebanyak
39:1890.742 hektare sawah
39:21terdampak bencana
39:22di wilayah Aceh
39:23Sumatera Utara
39:24dan Sumatera Barat
39:25program ini
39:26difokuskan pada
39:27pemulihan
39:27lahan pertanian
39:28agar pertani
39:29dapat kembali
39:30berproduksi
39:31pemerintah
39:32memetakan
39:33tingkat kerusakan
39:34secara terukur
39:35penanganan
39:36diporitaskan
39:36pada lahan
39:37rusak
39:38ringan
39:38dan sedang
39:39jadi yang
39:40segera bisa
39:40ditangani
39:42program ini
39:44menjaga
39:44stabilitas
39:45produksi
39:45pangan
39:45di daerah
39:46terdampak
39:47upaya
39:47pemulihan
39:48dilakukan
39:48melalui
39:48intervensi
39:49teknis
39:49dan koordinasi
39:50dengan
39:50pemerintah
39:51daerah
39:53pemerintah
39:54memastikan
39:54agar
39:55dukungan
39:55alat
39:55dan tenaga
39:56lapangan
39:56tersedia
40:01bagian
40:02berikutnya
40:04ini
40:07oh ya
40:08oke
40:11mengenai
40:13MBG
40:13antisipasi
40:14pertanyaan
40:15ini mengenai
40:15kasus
40:16keamanan
40:17pangan
40:17soal
40:19keamanan
40:19pangan
40:19di
40:20Bengkulu
40:20pertama
40:22kami menyampaikan
40:23belasungkawa
40:24yang mendalam
40:25atas
40:26soafatnya
40:26siswa
40:28Madrasah
40:29Ibnitayah
40:30Negeri
40:31Min 2
40:32ketahun
40:33Bengkulu Utara
40:35keselamatan
40:36anak-anak
40:37adalah
40:37prioritas utama
40:38pemerintah
40:38setiap
40:39kejadian
40:39yang
40:40diduga
40:40terkait
40:41tidak pernah
40:42dianggap
40:43remeh
40:43dan pemerintah
40:44langsung
40:45menindah
40:45lanjuti
40:47mengenai
40:47seorang siswa
40:48bernama
40:48Fatih
40:49dari Min 2
40:49ketahun
40:50Bengkulu Utara
40:50yang wafat
40:51dan sempat
40:52dikaitkan
40:53dengan
40:53konsumsi
40:54paket
40:54MBG
40:55berupa burger
40:57namun
40:58hasil
40:59investigasi
40:59menyatakan
41:00ini sudah
41:01dari
41:02kepolisian ya
41:02badan
41:04izi nasional
41:05menegaskan bahwa
41:05kematian siswa tersebut
41:07tidak berkaitan dengan
41:08program MBG
41:09fakta di lapangan
41:11menunjukkan siswa tersebut
41:12sempat
41:13bingsan
41:13sebelum
41:14memakan
41:14menu MBG
41:15yang dibagikan
41:15pada hari itu
41:18hasil
41:19pemeriksaan medis
41:20CT scan
41:21di rumah sakit
41:21Bayangkara
41:22menunjukkan
41:23adanya
41:23pendaraan otak
41:24bukan
41:24gejala klinis
41:25keracunan
41:26makanan
41:26uji
41:28laboratorium
41:29BPOM
41:30terhadap
41:30sampel
41:31makanan
41:31di satuan
41:32pelayanan
41:33penuhan
41:33gizi
41:33giri
41:34kencana
41:34menunjukkan hasil
41:36negatif terhadap
41:37bakteri
41:38E. coli
41:39maupun
41:39cemaran
41:40bahaya
41:41lainnya
41:44pemerintah
41:45memberikan
41:45perhatian
41:46pada
41:47MBG
41:47dan untuk itu
41:48kami mengupdate
41:49data terbaru
41:50per 2 Maret
41:522026
41:53program MBG
41:54telah menjakau
41:5561,2 juta
41:56penerima manfaat
41:57di seluruh Indonesia
41:59ini tadi sudah ya
42:01di depan ya
42:01ini sudah di depan
42:03jadi saya kira
42:03tidak sudah diulangi lagi
42:08sampai dengan
42:0928 Februari
42:112026
42:13secara nasional
42:14teridentifikasi
42:1596 kejadian
42:16menonjol
42:17terdiri dari
42:1752 kejadian
42:19pada Januari
42:2044 kejadian
42:21pada Februari
42:22data ini
42:23menunjukkan
42:24tren penurunan
42:25pada Februari
42:25dibandingkan dengan
42:26Januari
42:272026
42:28sebagai langkah
42:29korektif
42:30dari BGN
42:3147 unit
42:32SPPG
42:33telah diberhentikan
42:34sementara
42:35operasionalnya
42:36dilakukan
42:37evaluasi
42:38operasional
42:39menyeluruh
42:40percepatan
42:41sertifikasi
42:43SLAS
42:43peningkatan
42:45pelatihan penjama
42:46pangan
42:47penguatan
42:48pengawasan
42:49bersama Pemda
42:50dan instansi kesehatan
42:51serta
42:51keselamatan
42:52penerima manfaat
42:54tetap menjadi
42:55prioritas utama
42:55demikian
42:57saya sampaikan
42:58terima kasih
42:59Assalamualaikum
43:00Warahmatullahi
43:01Wabarakatuh
43:01Waalaikumsalam
43:03Warahmatullahi
43:03Wabarakatuh
43:04terima kasih
43:05Kepala Staf
43:05Kepresidenan
43:06Bapak M. Kodani
43:07atas penjelasannya
43:08dan
43:09itu dia tadi
43:11kawan-kawan
43:11wartawan
43:12konferensi pers
43:13terkait dengan
43:13perkembangan terkini
43:15pencapaian
43:16program prioritas
43:17nasional
43:17pemerintah
43:18dan rencananya
43:20ini akan
43:20kami lakukan
43:21setiap minggu
43:23jadi kami
43:24berharap
43:26kawan-kawan
43:26media
43:27bisa memberikan
43:29masukan kepada kami
43:30terkait isu-isu
43:31yang berkembang
43:32di tengah masyarakat
43:33yang harus
43:34segera kami jawab
43:35begitu
43:38untuk sesi
43:40kali ini
43:40kita sudahi
43:42terima kasih
43:42atas kehadiran
43:44kawan-kawan
43:44warnawan
43:45kita jumpa lagi
43:46minggu depan
43:53terima kasih
Komentar