KOMPAS.TV - Rusia dan China adalah negara sekutu Iran, terlebih China merupakan importir minyak Iran. Namun, China tidak akan mengambil tindakan nyata.
Sementara Rusia mengajukan diri menjadi penengah atau mediator. Bagaimana peluangnya?
Kita akan bahas bersama Pakar Hukum Internasional Unpar, Yulius Purwadi Hermawan.
Baca Juga Dampak Perang Iran vs AS-Israel Meluas, UEA hingga Yordania Ikut Terdampak Konflik di https://www.kompas.tv/internasional/654426/dampak-perang-iran-vs-as-israel-meluas-uea-hingga-yordania-ikut-terdampak-konflik
#china #rusia #perang #iran #indonesia #bop
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/654429/perang-iran-vs-as-israel-buat-gejolak-geopolitik-peran-china-prancis-oman-indonesia-keluar-bop
Sementara Rusia mengajukan diri menjadi penengah atau mediator. Bagaimana peluangnya?
Kita akan bahas bersama Pakar Hukum Internasional Unpar, Yulius Purwadi Hermawan.
Baca Juga Dampak Perang Iran vs AS-Israel Meluas, UEA hingga Yordania Ikut Terdampak Konflik di https://www.kompas.tv/internasional/654426/dampak-perang-iran-vs-as-israel-meluas-uea-hingga-yordania-ikut-terdampak-konflik
#china #rusia #perang #iran #indonesia #bop
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/654429/perang-iran-vs-as-israel-buat-gejolak-geopolitik-peran-china-prancis-oman-indonesia-keluar-bop
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Kita akan kembali membahas mengenai serangan antara Amerika Serikat Israel dan juga Iran bersama Mas Yulius.
00:08Mas Yulius ini Rusia dan juga Tiongkok kan adalah negara sekutu Iran ya.
00:14Nah Rusia pun juga sudah mengecam serangan yang terjadi kemudian juga menawarkan mediasi.
00:21Sementara dari Tiongkok atau Cina sendiri mendesak untuk stop perang.
00:24Tapi apa kira-kira tindakan konkret dari sekutu Iran, Rusia dan Tiongkok supaya bisa menghentikan serangan dan perang yang saat
00:36ini terjadi antara Amerika, Israel dan juga Iran?
00:40Mampukah hal itu terjadi Mas Yulius?
00:45Apakah mereka bisa membantu segera menghentikan?
00:48Mbak Audrey kok saya enggak yakin ya, saya enggak yakin dalam situasi saat ini yang sudah dikontrol sedemikian rupa gitu
00:57ya, yang jalannya sudah mengikutin cara berpikir Trump gitu.
01:01Bahkan orang seperti Xi Jinping itu akan sangat berhati-hati menikapi perang ini gitu.
01:07Kemarin kan cara yang dilakukan oleh China adalah melakukan the terms gitu, dengan menyuplai senjataan ke Iran.
01:16Senjata supersoniknya, lalu balistiknya, itu kan satu hal ya.
01:21Dan itu diketahui oleh Amerika Serikat.
01:24Harapan dari Presiden Xi Jinping adalah kalau Amerika Serikat tahu bahwa China menyuplai senjataan, itu artinya Amerika Serikat harusnya berhati
01:34-hati untuk melakukan serangan ini.
01:36Nyatanya kan tidak ya, dan itu tetap dilakukan.
01:39Dan hanya sampai batas itu kelihatannya yang bisa dilakukan oleh China.
01:44Dia tidak mungkin, dalam panah khidmat saya, mengirimkan pasukan, lalu terlibat langsung dalam perang ini, dalam upaya untuk memaksa Amerika
01:52Serikat.
01:52Segera menentikan.
01:54Nah hal yang sama juga dengan Rusia gitu.
01:56Rusia sekarang juga sedang sibuk ya dengan Ukraina beberapa hari ini, eskalasinya meningkat lagi gitu.
02:02Dan itu saja tidak mudah.
02:04Sekalipun komitmennya, sama seperti China, memberikan, menyuplai senjataan untuk Iran.
02:10Tapi lagi hanya sebatas itu.
02:12Lalu kemudian kalau mereka menyerukan supaya dilakukan penghentian perang, kecantian senjata gitu ya.
02:22Saya kira itu kan semua negara melakukannya.
02:24Termasuk Perancis, Jerman, Inggris kan sudah melakukannya juga gitu.
02:28Kembali ke Meja Parudingan, kembali ke BBB, kembali ke DKBB, itu kan maunya ya gitu.
02:34Dan sayang gitu, di front ini, di bagian ini, BBB dan DKBB kan saya sudah sampaikan tadi lumpuh gitu.
02:40Tempat di mana Amerika Serikat, tempat di mana China, Rusia, lima negara pemegang Afrikan itu bisa bertemu.
02:49Itu kan di DKBB gitu.
02:51Dan saya sudah sampaikan dari awal bahwa mereka sudah lumpuh.
02:54Lembaga ini kan sudah lumpuh.
02:55Jadi dalam hari ini, Pak, tidak mencermati perkembangan konflik hari ini gitu ya.
03:03Tampaknya kita harus menyaksikan eskalasi yang akan terjadi terus-menerus dalam beberapa hari ke depan ini.
03:11Bawah dari kira-kira begitu.
03:13Lalu bagaimana dengan Indonesia yang sudah siap jika diperlukan untuk menjadi mediator?
03:21Nah itu gimmick orang menyebutnya ya gitu ya.
03:25Bahwa cara Indonesia memandang konflik ini gitu kan harusnya ya bayangan kita.
03:34Indonesia kan mendukung petertiban dunia.
03:37Indonesia juga mendukung musil lateralisme.
03:40Hukum internasional.
03:41Penegakan hak aksi manusia gitu kan gitu.
03:45Dan kalau orang melihat, ini kan kasat mata ya yang kita lihat.
03:49Apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel itu kan kasat mata.
03:55Ada pelanggaran kedaulatan gitu ya.
03:58Ada apa namanya tragedi kemanusiaan gitu ya.
04:03Artinya pelanggaran HAM.
04:04Dan Indonesia seyurianya itu mengutuk gitu.
04:08Karena dari awal pristik kita adalah menegakkan hukum internasional, menghormati kedaulatan, seperti itu.
04:15Nah Indonesia sepertinya sangat berhati-hati ya Mbak Ustrian.
04:19Nggak nyampe gitu ya.
04:21Pesan bahwa secara konsisional kita mendukung kedaulatan gitu ya.
04:26Dan nyatanya yang keluar adalah sangat menyayangkan perundingan batal gitu ya.
04:31Dan ini saya agak khawatir bahwa kita tidak menyimak dengan baik ya gitu.
04:35Negosiasi yang terjadi di hari Jumat kemarin.
04:39Itu Mbak Ustrian.
04:40Lalu kemudian yang bisa dilakukan kemudian adalah menawarkan dirinya.
04:44Ya itu niat baik ya.
04:45Itu niat baik dan kita harus apresiasi.
04:48Tetapi lagi apakah kita menyiapkan dengan serius?
04:52Ketika menawarkan diri sebagai mediator, apakah kita sudah melakukan kajian yang mendalam?
04:57Sesimpel, apakah kita mengikuti mediasi yang sudah dilakukan oleh Oma?
05:01Oma itu sudah melakukan berbagai macam strategi.
05:06Pertama untuk menghubungkan dua pihak yang berkonflik ini gitu ya.
05:10Iran, kemudian Amerika Serikat.
05:12Yang posisi Iran menolak gitu ya.
05:15Yang posisi Amerika Serikat memaksa gitu.
05:17Dan cukup berhasil loh ya.
05:19Paling tidak di Genewa kemarin gitu.
05:21Tidak ada komunikasi gitu ya.
05:23Bisa saja komunikasi indirect.
05:25Tapi paling tidak dari posisi Iran itu sudah positif.
05:28Nah saya khawatir ya pemerintah kita tidak mempelajari betapa passionnya Oman
05:34menginisiasi gitu ya komunikasi di antara dua pihak ini.
05:38Itu Mbak Odresa melihat ya kita apresiasi gitu ya.
05:42Tetapi apa betul gitu ya.
05:44Bahwa tawaran kita menjadi mediator itu didasarkan apa namanya kajian yang cukup kuat gitu.
05:51Termasuk kesiapan kita, termasuk apakah kita akan diperima oleh Iran maupun Israel.
05:56Masuk Amerika ya.
05:58Termasuk apakah kita nanti equal juga ya.
06:00Menjadi mediator itu kan satu hal yang lain yang benar-benar harus dilihat.
06:06Tapi mas Julius selama beberapa jam tadi sejak dari malam sampai tengah malam ya.
06:14Kita melihat kan Presiden Prabowo ini memanggil mantan Presiden, mantan Wakil Presiden.
06:21Ada juga Ketua Umum, Ketua DPR, Ketua Umum Partai Politik, bahkan Menteri-Menteri juga ada di sana.
06:28Membahas situasi yang terjadi saat ini.
06:30Apakah, apa yang kira-kira dibicarakan di dalam meskipun tadi pada saat kita tahu
06:35beberapa pernyataan seperti Menlu Sugiono menyatakan bahwa apa yang dikatakan
06:40atau yang dibahas adalah berkaitan dengan mengenai evakuasi bertahap begitu
06:46kemudian juga kita harus siap menghadapi situasi ke depan termasuk soal energi dan juga kesiapan pangan.
06:53Kira-kira apa yang sebenarnya hal-hal yang krusia juga dibahas tadi malam?
06:59Ya, kalau saya melihat itu yang dilakukan Presiden Prabowo itu mirip-mirip yang kemarin dilakukan ya.
07:06Bertemu dengan mantan-mantan menteri luar negeri, lalu kemudian penjabat diploma senior gitu ya.
07:11Lalu juga pakar ya, yang disalian.
07:14Karena pada waktu itu kan kita masuk ke BOP, lalu kemudian kritikannya sangat keras gitu ya.
07:22Kritikannya itu menunjukkan bahwa ketidaksetujuan Indonesia menjadi bagian dari BOP.
07:26Nah, saya juga dan pertemuan yang dulu itu akhirnya kan bisa meyakinkan bahwa BOP itu adalah satu-satunya jalan.
07:34Satu-satunya solusi kalau Indonesia mau berkontribusi, membangun pergamaian.
07:39Lalu kemudian yang hadir kan kemudian membantu Presiden Prabowo menjelaskan kepada publik.
07:44Oh, ini satu-satunya solusi ya.
07:47Yang kalau kita mau mendukung Palestina, ya ini harus dijalani gitu ya.
07:52Dan juga ada jaminan bahwa Indonesia akan keluar dari BOP.
07:55Saya menduga gitu bahwa yang dilakukan hari ini, mempertemukan mantan Presiden gitu ya.
08:02Kemudian juga pemimpin-pemimpin partai politik, ya itu juga dalam rangka yang sama.
08:07Pertama meminta bantuan ini, apa, tokoh-tokoh yang sangat penting untuk memperkuat legitimasi gitu.
08:16Dari pilihan politik yang sudah diambil oleh Presiden Prabowo.
08:20Itu yang pertama.
08:21Dan saya kan cukup alasan ya, kita mendengar salah satu mantan Presiden kan nyebut bahwa
08:25ada sesuatu nih gitu ya, yang keliru gitu.
08:29Sekali-kali bahasanya nggak eksplis seperti itu ya.
08:31Ketika kita bergabung dengan BOP, lalu kita menjadi mediator gitu ya.
08:35Itu kan ada sesuatu gitu.
08:37Dan sepertinya gitu, pesan yang mungkin tidak eksplisit itu ditangkap oleh Presiden Prabowo gitu.
08:42Bahwa ternyata ada tokoh penting bersuara berbeda gitu.
08:45Itu satu ya.
08:46Pertama kelihatan tujuannya untuk itu.
08:49Meyakinkan dan nanti meminta bantuan bahwa keluar, publik akan menjadi satu gitu suaranya.
08:55Bahwa apa yang dilakukan itu legitimin.
08:56Termasuk ide untuk mediator.
08:58Itu saya kira gitu.
08:59Yang pertama BOP.
09:01Nah yang berikutnya, kalau saya bisa menambahkan,
09:03itu saja benar gitu.
09:04Bahwa stok energi kita kan cukup untuk 20 hari ya gitu.
09:09Dari itu harus diantisipasi.
09:11Dan termasuk gejolak inflasi yang sudah di depan mata gitu ya.
09:16Karena begitu harga minyak naik gitu ya,
09:19bencin naik, semuanya akan ikut.
09:21Dan itu inflasi saya kira campaknya.
09:24Dan itu berikut juga nanti stabilitas keuangan juga akan terdampak dan cukup besar.
09:29Dan saya kira sah dalam hal ini,
09:32Perlidian meminta pendapat dari tokoh-tokoh politik.
09:36Bahwa dari itu kurang lebih.
09:37Oke, berarti kita klasifikasi menjadi tiga ya mas.
09:41Tadi soal mediator dan juga BOP,
09:43kemudian juga soal inflasi dan juga cadangan energi.
09:46Yang terakhir adalah evakuasi.
09:47Kita bahas satu-satu ya mas Julius ya.
09:49Yang soal tadi,
09:52kemungkinan kuat dugaannya adalah di dalam ini juga membahas bagaimana
09:56tawaran Indonesia untuk menjadi mediator antara Amerika Serikat, Israel, dan juga Iran.
10:01Dan juga mungkin saja ini juga menjadi
10:05waktu yang kemudian terbaik untuk Presiden,
10:08kemudian mengkaji ulang begitu.
10:09masuknya Indonesia menjadi negara bagian dari Board of Peace begitu.
10:13Nah, apakah ini kemudian keyakinan-keyakinan ini
10:16segera akan disampaikan oleh Presiden Prabowo
10:19untuk menyikapi soal tadi dua
10:20antara menjadi penyambung untuk mediator
10:23antara AS, Israel, dan juga Iran,
10:25termasuk juga dengan mengkaji ulang
10:27keberadaan Indonesia masuk dalam Board of Peace?
10:33Ya, bisa saja ya.
10:35Bisa saja gitu ya.
10:36Bisa saja gitu.
10:37Tapi dalam konteks ini,
10:39bahwa Presiden Prabowo sudah mengumumkan dirinya
10:41secara publik gitu.
10:43Itu kan faktanya ya gitu.
10:45Dan fakta berikutnya adalah kritiknya sangat besar ya.
10:49Dari pakar,
10:50termasuk sosial diplomat senior gitu ya.
10:52Bahwa apakah benar kita mengambil posisi sebagai mediator ya.
10:57Artinya sama dengan apakah betul kita masuk ke BOP gitu.
10:59Itu satu.
11:02Pak Prabowo,
11:03saya yakin ya,
11:04dia masih berusaha untuk memastikan bahwa
11:07apa yang dilakukan itu tepat.
11:08Karena ini resikonya kan kehilangan kepercayaan
11:11masyarakat gitu.
11:12Bahwa ternyata Presiden itu kurasa kursu ya.
11:16Tidak berpikir yang sangat rasional gitu.
11:20Berhitung cost and benefit-nya seperti apa gitu.
11:23Itu saya kira akan memeluhkan pemimpin kita gitu.
11:26Jadi yang akan dilakukan adalah
11:28pertemuan malam ini memastikan bahwa
11:31ada dukungan yang mencukupi,
11:32memadai
11:34terhadap pilihan-pilihan politik
11:36yang sudah dihubungkan publik
11:37dan sudah didengar oleh mitra-mitra kita
11:41seperti Iran kan sudah mendengar ya.
11:42Gagasan kita gitu.
11:44Nah, itu.
11:44Nah, kalau saya terkait dengan mediator,
11:48gagasannya sebetulnya begini.
11:50Begini ya,
11:51Oman kan sudah memediasi ya.
11:53Dan posisi saya,
11:56saya akan mengusulkan bahwa
11:57kenapa kita tidak mendukung
11:59berkuat peran Oman
12:00untuk menjadi mediator dan dibiarkan efeksi.
12:04Jadi, semisal misalnya kita berkaitan sama dengan Oman ya.
12:07dengan tujuan-tujuan yang baik gitu ya.
12:10Dengan kekuatan-kekuatan yang kita miliki.
12:13Ya, itu gitu ya.
12:15Yang saya lihat.
12:16Daripada kita menjadi mengusulkan diri dari mediator,
12:19lalu seolah-olah menjadi memulai dari awal.
12:22Jadi, cukup membahayakan.
12:23Cukup membahayakan dan tidak mudah.
12:26Itu, Mbak Audrey.
12:27Jadi, sangat panjang kalau kita ngomong
12:29peran kita sebagai mediator gitu.
12:32Yang saya yakin perlu negosiator,
12:35perlu pemimpin-pemimpin mediasi
12:36yang unggul, yang punya passion sangat kuat gitu.
12:39Ya, Mbak Audrey.
12:41Itu terkait dengan peran kita sebagai mediator.
12:43Oke.
12:44Kalau untuk menurut Anda sendiri,
12:45berarti negara yang kemungkinan paling bisa
12:49untuk menjadi mediator,
12:51siapa kira-kira Mas Yulis?
12:54Ya, yang sudah diberikan Oman.
12:56Tapi sayangnya Oman kan termasuk
12:58yang kena serangan dari Iran ya.
13:00Oke.
13:00Dan itu kebayang bagaimana rasanya Oman ya.
13:05Negaranya ternyata menjadi sataran target.
13:07Padahal dia kemarin mencoba menjadi penengah gitu ya.
13:10Seperti itu gitu.
13:11Oke.
13:11Nah, saya agak khawatir begini ya.
13:13Kenario yang sedang dijalankan oleh Trump adalah
13:18akan menyelesaikan perang ini
13:20dengan kemenangan Amerika Serikat.
13:22Dan itu pakai cara Irak.
13:26Mengirakkan Iran.
13:27Jadi, dulu kan sekalipun panjang,
13:30lama ya, sekian tahun gitu ya,
13:32untuk kasus Iran.
13:33Yang paling penting adalah
13:35menumbangkan regime,
13:37lalu mengganti orangnya
13:39sesuai dengan keinginan Amerika Serikat.
13:41Nah.
13:42Itu saya kira senarionya.
13:43Nah, kalau nanti terjadi penundingan,
13:46penundingan akan dilakukan setelah itu.
13:48Setelah Amerika Serikat memenangkan perang,
13:51setelah orang Amerika Serikat memimpin Iran.
13:54Dan kalau Indonesia menginisiasikan diri sebagai mediator,
13:58ini sangat berbahaya.
13:59Artinya, Indonesia terperangkap dalam skenario.
14:04Amerika Serikat itu.
14:06Menjadi mediator kok setelah perang menang.
14:08Setelah perang berakhir.
14:10Dan artinya membeli lesifikasi
14:12bahwa pemimpin Iran berikutnya adalah
14:15mereka yang lemah,
14:17mereka yang tidak independen,
14:19mereka yang tersantung pada Amerika Serikat.
14:20Dan ini saya juga agak khawatir bahwa dari sini ya.
14:24Bahwa kita kehilangan kekuatan penyimbang
14:26di kawasan Timur Tengah.
14:28Dan ini sangat berbahaya.
14:30Sangat berbahaya.
14:31Berarti bisa jadi pengumpulan Pak Presiden
14:35mengundang mantan Presiden,
14:38dia juga mantan Wakil Presiden
14:39berserta dengan jajaran,
14:41termasuk juga dengan Ketua Umum Parpol.
14:43Ini mungkin bisa jadi satu bentuk dilema
14:48atau mungkin bingung juga Presiden
14:50harus bersikap seperti apa.
14:52Tapi nampaknya bukan hanya Presiden kita juga ya.
14:55Seluruh pemimpin negara juga sangat berhati-hati sekali,
14:57Mas Julius ya.
15:00Iya, betul.
15:02Semua negara sangat berhati-hati.
15:04Dan saya berharap Indonesia juga sangat begitu ya.
15:06Berhati-hati, menunggu gitu ya.
15:08Sampai kita paham betul gitu ya.
15:11Apakah hidup agenda, agenda tersembunyi gitu ya.
15:14Yang dimiliki oleh Presiden Trump.
15:17Ini kan sekarang orkestranya ada di Presiden Amerika Serikat nih.
15:21Tujuan sebenarnya apa sih gitu ya?
15:23Perang Iran.
15:25Dan itu satu paket juga dengan tujuan sebenarnya
15:28membentuk BOP gitu.
15:29Membangun pergamaian di Timur Tengah.
15:32Itu kan satu paket itu gitu ya.
15:34Nah, kenapa negara-negara besar gitu ya?
15:38Negara-negara Eropa itu menunggu gitu.
15:41Karena mereka pengilmastikan dulu gitu.
15:43Tujuan Presiden Trump ini apa sebetulnya gitu ya.
15:47Nah, kita sayangnya ya gitu.
15:50Saya agak surika kita punya kepentingan tertentu gitu.
15:52Sehingga kita buru-buru gitu.
15:54Mengambil hati Trump gitu.
15:56Seolah-olah kita menjadi bagian inisiatif
15:59yang dikembangkan oleh Trump gitu ya.
16:03Tapi tetap dengan framing
16:05bahwa ini demi kemerdekaan Palestina,
16:09perjamaian Timur Tengah gitu ya.
16:11Lalu termasuk terkait dengan Iran
16:14adalah penyelesaian melalui jahperlulingan.
16:16Itu Mbak Udri ya gitu ya.
16:19Membantu menjelaskan kenapa negara-negara sangat berhati-hati.
16:21Mbak Udri ya.
Komentar