- 5 minggu yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Dalam pertemuan silaturahmi Presiden Prabowo bersama para tokoh lintas era dan pimpinan politik di Istana, dibahas situasi global terkini, khususnya eskalasi konflik di Timur Tengah serta dampaknya terhadap keamanan dan perdamaian dunia.
Mantan Menteri Luar Negeri 20012009, Hassan Wirajuda, menyampaikan bahwa diskusi menyoroti implikasi konflik terhadap stabilitas global, termasuk potensi dampak ekonomi dunia, terutama pada sektor minyak dan gas.
Ia juga menilai durasi perang masih sulit diprediksi.
Meski sebelumnya disebut dapat berlangsung singkat, konflik bisa melebar dan berkepanjangan jika melibatkan pasukan darat dan memicu perlawanan lebih luas di kawasan.
Menurutnya, Presiden memandang penting untuk mengkomunikasikan perkembangan situasi global tersebut kepada para tokoh yang diundang, disertai dialog dan sesi tanya jawab.
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah membahas kesiapan Indonesia menghadapi dinamika global, terutama dalam konteks ketahanan energi.
Ia menegaskan dukungan partai politik terhadap langkah-langkah antisipatif yang diambil Presiden.
Menteri Luar Negeri Sugiono menambahkan, Presiden juga membahas situasi global dan domestik, termasuk perkembangan terbaru di Timur Tengah.
Di tengah eskalasi yang meningkat, pemerintah telah memerintahkan Duta Besar RI di Teheran untuk menyiapkan evakuasi bagi warga negara Indonesia (WNI) yang ingin kembali ke Tanah Air.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Rizaldi
Baca Juga Timur Tengah Memanas! Begini Sikap Presiden Prabowo: Indonesia Siap Hadapi Segala Kemungkinan di https://www.kompas.tv/nasional/654420/timur-tengah-memanas-begini-sikap-presiden-prabowo-indonesia-siap-hadapi-segala-kemungkinan
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/654421/full-istana-bahas-dampak-perang-global-pemerintah-siaga-begini-kata-eks-menlu-hingga-bahlil
Mantan Menteri Luar Negeri 20012009, Hassan Wirajuda, menyampaikan bahwa diskusi menyoroti implikasi konflik terhadap stabilitas global, termasuk potensi dampak ekonomi dunia, terutama pada sektor minyak dan gas.
Ia juga menilai durasi perang masih sulit diprediksi.
Meski sebelumnya disebut dapat berlangsung singkat, konflik bisa melebar dan berkepanjangan jika melibatkan pasukan darat dan memicu perlawanan lebih luas di kawasan.
Menurutnya, Presiden memandang penting untuk mengkomunikasikan perkembangan situasi global tersebut kepada para tokoh yang diundang, disertai dialog dan sesi tanya jawab.
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah membahas kesiapan Indonesia menghadapi dinamika global, terutama dalam konteks ketahanan energi.
Ia menegaskan dukungan partai politik terhadap langkah-langkah antisipatif yang diambil Presiden.
Menteri Luar Negeri Sugiono menambahkan, Presiden juga membahas situasi global dan domestik, termasuk perkembangan terbaru di Timur Tengah.
Di tengah eskalasi yang meningkat, pemerintah telah memerintahkan Duta Besar RI di Teheran untuk menyiapkan evakuasi bagi warga negara Indonesia (WNI) yang ingin kembali ke Tanah Air.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Rizaldi
Baca Juga Timur Tengah Memanas! Begini Sikap Presiden Prabowo: Indonesia Siap Hadapi Segala Kemungkinan di https://www.kompas.tv/nasional/654420/timur-tengah-memanas-begini-sikap-presiden-prabowo-indonesia-siap-hadapi-segala-kemungkinan
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/654421/full-istana-bahas-dampak-perang-global-pemerintah-siaga-begini-kata-eks-menlu-hingga-bahlil
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00... yang baru saja keluar meninggalkan Istana Merdeka Jakarta.
00:25Ini adalah wakil atau mantan wakil Presiden Ma'ruf Amin yang bersama dengan Presiden ketujuh Joko Widodo didampingi seskap Teddy
00:38Indrawijaya meninggalkan Istana Merdeka Jakarta.
00:43Usai menghadiri pertemuan yang digelar oleh Presiden Prabowo Subianto.
00:50Sebelumnya juga terlihat Presiden ketujuh RI Joko Widodo juga didampingi oleh wakil Presiden Gibran Raka Buming Raka.
01:02Sebelumnya, Saudara, terlihat juga mantan wakil Presiden Yusuf Kala telah meninggalkan kompleks Istana Merdeka Jakarta.
01:11Kita usai menghadiri pertemuan yang digelar oleh Presiden Prabowo Subianto.
01:19Presiden Prabowo Subianto mengundang mantan Presiden, mantan wakil Presiden, ketua umum partai politik, dan sejumlah tokoh untuk berdiskusi dan bersilaturahmi
01:33terkait dengan sejumlah isu nasional dan juga global.
01:35Dan baru saja kita saksikan, ini adalah Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, yang nampaknya hendak meninggalkan kompleks Istana Merdeka
01:49Jakarta.
01:50Usai menghadiri pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto.
02:05Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono.
02:15Selain itu juga terlihat ada mantan wakil Presiden Budhoyono.
02:26Saudara belum diketahui apa agenda pertemuan yang digelar oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta.
02:36Ini adalah gambar wakil Presiden Budhoyono yang meninggalkan area kompleks Istana Merdeka Jakarta.
02:50Sebelumnya Sekretaris Kabinet Teddy Indrawijaya menyebut pertemuan Presiden Prabowo dengan Presiden atau dengan mantan Presiden dan WAPRES terdahulu.
03:01Kemudian juga Menteri Kabinet Merah Putih serta tokoh dan Ketua Umum Partai Politik dilakukan untuk diskusi dan mendengar masukan dari
03:09para tokoh terdahulu.
03:11Terkait dengan isu global yang saat ini sedang terjadi.
03:24Saat ini kita sudah terhubung dengan jurnalis Kompas TV, ada Jona Hamonangan di Istana Merdeka Jakarta yang memantau agenda pertemuan
03:33Presiden Prabowo dengan sejumlah tokoh.
03:35Selamat malam Jona.
03:42Jona, apa agenda pertemuan Presiden Prabowo dengan sejumlah tokoh malam hari ini?
03:52Ya, ini cukup menarik ya.
03:54Pertemuan sendiri ini berlangsung hampir 4 jam.
03:58Jadi kalau diagendakan tadi mulai 7.30, sekarang jam sudah masuki 11 lewat 17.
04:04Jadi ini sebenarnya 3,5 jam pertemuan berlangsung di dalam.
04:08Jadi memang untuk pertemuan sendiri ataupun diskusi seperti yang disebut di awal ini sebenarnya tidak disampaikan secara gamblang apa yang
04:16menjadi materi atau pembicaraannya.
04:18Namun kalau kita melihat dari situasi di regional atau di kawasan terjadinya konflik atau perang, khususnya Iran, Amerika, Sekretan, Israel,
04:30ini memang menjadi salah satu topik atau pembicaraan.
04:34Kalau kita lihat dari tamu yang datang, mulai dari mantan Presiden, mantan Wakil Presiden, dan juga ada para menteri ada
04:46di kabinet, bahkan ketua mempartai politik.
04:50Dan tadi saya juga melihat ada mantan menteri luar negeri juga ikuti undang.
04:55Jadi ini terlihat jelas bahwa sebenarnya agendanya adalah tidak hanya mungkin membicarakan isu-isu, khususnya mungkin isu-isu domestik, tapi
05:03juga membahas bagaimana kawasan yang ada.
05:06Seperti ketahui bahwa saat ini sudah masuki hari keempat, khususnya konflik yang ada khususnya dari Iran melawan Israel dan Amerika
05:16Serikat.
05:17Apalagi kalau kita melihat beberapa kebijakan Presiden Prabowo yang ingin ikut turut dan tanda kutip ingin menambahkan dunia melalui port
05:25office, bahkan di medial sosial juga sempat tercetus ingin menjadi pediator.
05:29Tampaknya pembicaraan mengenai geopolitik atau mungkin adanya di kawasan ini menjadi sangat sentral atau menjadi hal yang difokuskan dalam bicaraan.
05:39Tapi memang ini tidak disampaikan dan kami juga masih menunggu apa yang menjadi statement resmi, apakah nanti Presiden Prabowo Subianto
05:47akan berkena memberikan pernyataan setelah pertemuan ini,
05:50atau mungkin nanti akan diwakilkan mungkin dengan oleh Mensesnek atau Menseskab, atau mungkin orang nanti akan ditunjuk atau dimakan.
06:01Namanya yang pasti adalah pertemuan ini bisa dikatakan cukup strategis atau cukup penting mengundang mantan Presiden, mantan Wakil Presiden, mengundang
06:13beberapa orang,
06:15itu saja ini dibilang dianggap sebagai ketokohan dan diminta pendapatnya terkait dengan apakah langkah-langkah sudah lakukan ini benar atau
06:22lain.
06:23Tapi memang ini belum dipastikan apakah ini menjadi topik utama atau tidak, kita masih menunggu adanya mungkin statement resmi terkait
06:31dengan...
06:32Oke, Jona kita akan kembali dengan lamporan Anda dari Istana Merdeka Jakarta, tapi selesai jeda, sodara tetaplah di Breaking News
06:40Kompas TV, kami masih akan kembali.
06:47Saya apalagi kalau itu berkaitan dengan negara-negara besar, beliau maksudnya Bapak Presiden menggambarkan bagaimana kita harus menafigasi hidup kita
06:59di antara bukan hanya dua karang,
07:01tapi sekarang beberapa karang, dan itu tidak mudah, karena itu didiskusikan tentang implikasinya ini terhadap keseluruhan masalah keamanan dan perdamaian
07:18dunia,
07:19tapi juga potensi efek dari perang ini terhadap ekonomi dunia, khususnya yang menyangkut suplai, oil, minyak, dan gas.
07:31Kita berhitung semua, apa efeknya terhadap kita, dari sisi itu saja.
07:37Tapi juga dari sisi kalkulasi berapa lama perang ini akan berlangsung.
07:44Semula Trump mengatakan akan berapa hari, sekarang sudah bicara beberapa minggu,
07:49tapi juga kalau misalnya, Amerika akan menggelar pasukan daratnya bisa jadi lebih panjang,
07:59dan reaksi perlawanan di sekitar negara-negara Timur Tengah juga akan besar, membesar, dan akan karena itu perang berlangsung lama.
08:09Ini persoalan atau dilema yang kita hadapi, yang dihadapi oleh banyak negara, bukan hanya kita sendiri,
08:15karena itu Presiden menganggap penting untuk mengomunikasikan permasalahan-permasalahan dihadapi oleh pemerintah,
08:22daripada Presiden kepada kita yang diminta datang pada malam hari ini,
08:27tapi juga sebelumnya kita tahu kesempatan briefing oleh Presiden terhadap berbagai kelompok melalui pertemuan seperti ini.
08:37Sifatnya briefing, kemudian dialog atau tanya-jawab, dan selebihnya ya masing-masing kita mencoba memberikan kontribusi pemikiran,
08:46dan Presiden sangat terbuka dalam menanggapi usul-usul pemikiran dari para peserta.
09:01Sikap kita, sejujurnya kalau kita lihat perang ini kan merupakan tindakan sepihak,
09:08bukan perang, ada perang yang dimandatkan oleh PBB.
09:13Di Teluk ini sudah ada tiga kali terjadi perang dalam waktu 30 tahun terakhir.
09:21Pertama perang pada masa Presiden Bush Senior yang lawan Irak Saddam Hussein ketika Irak menyerbu Kuwait.
09:30Yang kedua perang 2003 ketika Bush Junior melakukan agresi terhadap Irak dengan tuduhan Irak memiliki senjata pemusnah masal.
09:41Ini yang ketiga.
09:42Jadi terakhir memang kawasan ini menjadi lahan perang dan perang-perang besar yang membawa dampak besar bagi dunia
09:55karena sumber minyak dan gas banyak berasal dari wilayah ini.
10:01Itu yang juga kita harus berhitung.
10:02Gampang terhadap kita apa?
10:04Pak, terkait Indonesia ingin menjadi mediator.
10:08Cara menjadi mediator itu kan harus kita dipercaya buat riak ya Pak.
10:10Menurut Pak tadi diperimaskan, tidak diperimpin, apakah Indonesia mampu menjadi mediator?
10:15Kita tidak membicarakan apa Indonesia mampu atau tidak.
10:19Itu kan pemikiran awal.
10:21Dengan kata lain, untuk menjadi mediator kan harus juga ada penerimaan dari dua pihak yang bertikai.
10:27Dan kita belum lihat tanda-tanda itu.
10:33Dimana?
10:38Kita bahas.
10:39Tapi juga dalam konteks perkembangan mutakhir.
10:42Apakah dengan perang yang tercambuk di Iran ini akan melemahkan kemungkinan melemahkan posisi dan mandat BOP?
10:51Kita akan berhitung lagi dari sisi itu.
10:55Terima kasih Pak.
10:56Terima kasih Pak.
10:57Terima kasih Pak.
11:00Ya Saudara, baru saja kita dengarkan pernyataan dari Menteri Luar Negeri RI,
11:05periode 2001-2009.
11:08Dan saat ini kita akan mendengar pernyataan dari Menteri S.M. Bahwa Ila Dalia.
11:14Saya bersama Pak Haye, Ketum Demokrat, kemudian Pak Zul, Ketumpan, dan Presiden PKS,
11:23Bapak Uzamil, mohon maaf.
11:26Ini nama harus benar semua.
11:28Kami baru selesai melakukan pertemuan dengan Bapak Presiden.
11:32Bapak Presiden menjelaskan berbagai hal terkait dengan perkembangan geopolitik
11:36dan kesiapan Indonesia dalam menghadapi semua dinamika global,
11:41khususnya dalam konteks energi dan beberapa persoalan lain.
11:45Prinsipnya adalah kami dari partai politik sangat memahami posisi yang dilakukan oleh Bapak Presiden
11:53dan juga adalah kesiapan-kesiapan langkah-langkah untuk mengantisipasi ini.
11:57Semuanya ini kita lakukan dalam rangka bagaimana mendorong
12:02agar kejadian di global bisa kita antisipasi untuk mengambangkan negara kita.
12:06Saya pikir itu, kalau ada pertanyaan silahkan, kalau tidak ada jauh lebih baik.
12:11Cukup ya? Cukup ya? Makasih.
12:28Pertama, pertemuan ini Pak Prabowo menjelaskan tentang BOP
12:34dan juga tentang perkembangan Iran.
12:39Dari penjelasan Pak Prabowo tentang BOP itu adalah penjelasan yang mungkin sudah Pak Prabowo sampaikan kepada MUI dan Ormas Islam.
12:49Penjelasan yang menurut saya beliau menjelaskan pilihan yang memang terberat dari yang ada,
13:01yang paling mungkin dari yang ada, bukan pilihan-pilihan ideal.
13:04Beliau menjelaskan itu, mungkin juga sudah beliau menjelaskan pada waktu di MUI dan Ormas Islam.
13:11Lalu beliau juga menjelaskan tentang perkembangan di, tentang Iran, Israel hari ini.
13:18Intinya pada pertahanan kita, pada kesiapan kita menghadapi krisis itu,
13:24beliau menjelaskan tentang kesiagaan pangan kita, kesiagaan energi kita,
13:30dan dialog elit kita, beliau mengundang para tokoh-tokoh ini untuk menyatukan elit,
13:35dan beliau sendiri insya Allah akan menyampaikan kepada publik mungkin, ya.
13:39Sikap-sikap resmi beliau, gitu.
13:41Saya kira, saya tidak ingin memperpanjang, karena itu saya kira Pak Prabowo akan bisa sangat sempurna menjelaskannya.
13:49Tapi poin pembicaraan kita seputar itu, ya.
13:53BOP dan kesiagaan, kesiapan Indonesia untuk menghadapi situasi politik dunia yang kita tahu sekarang ini sedang memanas.
14:02Oke? Cukup ya?
14:04Makasih ya.
14:10Ya itu dia tadi, pernyataan dari sejumlah tokoh.
14:13Baru saja kita mendengarkan pernyataan dari...
14:18Kita akan dengarkan pernyataan dari Menteri Luar Negeri Sugiyono.
14:22Tadi, seperti yang sudah juga disampaikan Bapak Presiden, menyampaikan beberapa hal terkait perkembangan situasi baik global maupun domestik
14:35selama beberapa waktu belakangan ini, termasuk juga situasi terakhir yang kita ketahui bersama sedang berkembang di Timur Tengah.
14:46Dan khusus untuk masalah Timur Tengah ini, saya juga ingin menyampaikan kepada rekan-rekan sekalian bahwa di tengah eskalasi yang
14:55semakin meningkat,
14:58tadi siang juga saya sudah memerintahkan kepada Dubes kita di Teheran
15:05untuk mengambil langkah-langkah evakuasi yang segera jika memang ada masyarakat Indonesia yang menginginkan untuk dievakuasi.
15:16Karena perlu diketahui dari semua WNI yang ada di wilayah-wilayah terdampak,
15:21tidak semuanya kemudian menyampaikan keinginan untuk dievakuasi,
15:26tapi tadi disampaikan ada beberapa yang bersedia untuk dievakuasi dari wilayah Iran
15:33dan saya perintahkan untuk melaksanakan evakuasi bertahap tersebut.
15:40Saya kira situasi ke depan masih akan terus berkembang,
15:47kita akan melihat apa yang akan terjadi,
15:52tapi tadi juga disampaikan oleh Bapak Presiden bahwa apapun yang akan terjadi,
15:58kita harus siap untuk menghadapi segala kemungkinan.
16:03Saya kira itu saja yang ingin saya sampaikan pada kesempatan terima kasih.
16:14Itu juga disampaikan dan tadi ditanya,
16:19ya saya juga sudah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Iran kemarin,
16:24beliau menelpon saya, kemudian menjelaskan posisi Iran,
16:30tentu saja kami menyampaikan juga sikap Indonesia bahwa kita menyesalkan perundingan yang terjadi kemudian gagal,
16:42yang berakibat pada terjadinya eskalasi,
16:45kemudian kita juga menekankan lagi prinsip-prinsip penghormatan kita terhadap integritas wilayah,
16:53terhadap kedaulatan wilayah satu negara,
16:56kemudian kita juga menekankan kembali,
17:00pentingnya untuk kembali ke meja perundingan,
17:05dan juga yang pasti kami menyampaikan lagi keinginan dari Bapak Presiden
17:12untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut,
17:19dan ini merupakan pandangan-pandangan yang juga beliau terima.
17:24Saya juga menyampaikan concern dari rekan-rekan kita yang ada di negara-negara Teluk
17:33terhadap serangan yang mereka dapatkan di wilayah-wilayah mereka.
17:37Saya kira itu saja intinya.
17:51Ya, seperti yang disampaikan, bahwa jika kedua belah pihak berkeinginan,
17:57ya Pak Presiden bersedia untuk menjadi mediator,
18:01tetapi kalau misalnya ada pandangan seperti itu, ya kita kembalikan kepada mereka.
18:06Yang pasti Indonesia ingin ada dalam posisi bahwa
18:10bagaimana kita bisa menjadi jembatan dari perbedaan,
18:14menawarkan kesiapan kita, menuarkan diri kita.
18:17Itu saja ya. Thank you.
18:20Makasih.
18:23Itu tadi saudara pernyataan dari Menteri Luar Negeri Sugiono terkait dengan agenda pertemuan Presiden Prabowo Subianto
18:30bersama sejumlah tokoh, yakni diantaranya membahas terkait efek konflik Timur Tengah
18:38yang saat ini tengah terjadi, terutama dampak langsung yang dirasakan oleh Indonesia,
18:44utamanya adalah di sektor ekonomi, sehingga tadi sejumlah tokoh menyampaikan
18:50bahwa dalam pertemuan malam hari ini Presiden Prabowo membahas terkait dengan langkah-langkah antisipatif,
18:56salah satunya adalah membahas soal kesiap siagaan pangan dan energi dalam negeri
19:02menghadapi dampak eskalasi yang terus meningkat di Timur Tengah,
19:07kemudian juga Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan soal rencana evakuasi WNI
19:14yang berada di Iran atau negara-negara teluk jika kondisi eskalasi di Timur Tengah juga semakin meningkat.
19:28Terima kasih.
19:29Terima kasih.
19:30Tengah baik.
19:31Terima kasih.
19:32Terima kasih.
Komentar