Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Selasa (3/3/2026), Menteri ESDM, Bahlil Lahadia memberi keterangan soal kondisi minyak dunia di tengah perang di Timur Tengah.

#bahlillahadalia #timurtengah #minyak

Baca Juga Perampokan Maut di Bekasi, Keluarga Harap Pelaku Segera Ditangkap | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/nasional/654311/perampokan-maut-di-bekasi-keluarga-harap-pelaku-segera-ditangkap-kompas-petang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/654315/bahlil-ungkap-kondisi-minyak-indonesia-di-tengah-perang-as-israel-vs-iran-kompas-petang
Transkrip
00:00Tabaril Perdi itu termasuk dalamnya adalah Indonesia melakukan improkrut dari Middle East yang melewati Selatormus.
00:14Namun, dengan berbagai...
00:16Kita menuju dulu ke kementerian SDM, kita dengarkan pernyataan dari Menteri SDM, Pahlila Hadalia.
00:22Dari total improkrut kita dari Middle East itu kurang lebih sekitar 20-25 persen.
00:30Selebihnya kita ambil dari Afrika, dari Anggola, dari Amerika, kemudian dari beberapa negara lain seperti Brazil.
00:39Jadi, secara keseluruhan impor kita untuk crude, 20-25 persen dari Selatormus, selebihnya tidak dari sana.
00:49Apa strategi yang harus kita lakukan agar kita tidak terperangkap dengan dinamika global?
00:56Jujur saya katakan bahwa dari intelijen kami, dari kajian kami, dari komunikasi kami dengan berbagai negara di dunia,
01:06Sekalipun informasi disampaikan bahwa ketegangan ini akan selesai dalam waktu ada yang mengatakan lima hari, ada yang mengatakan empat minggu.
01:23Sekali lagi saya katakan bahwa ketegangan ini tidak bisa kita meramalkan kapan selesai.
01:29Bisa cepat, bisa lambat.
01:32Nah, dalam rangka itu kami mengambil alternatif terjelek.
01:35Katakanlah ini lambat.
01:36Maka apa skenarionya?
01:39Skenarionya adalah sekarang ini untuk crude yang kita ambil dari Middle East, sebagian kita alihkan untuk ambil di Amerika.
01:49Supaya apa? Ada kepastian ketersediaan crude kita.
01:54Yang kedua, impor kita kan untuk solar kan sudah selesai.
01:59Yang kita impor sekarang bensin.
02:01RON 90, 93, 95, 98.
02:05Alhamdulillah secara kebetulan, untuk mengimpor jenis bahan BBM seperti ini, tidak kita lakukan dari Middle East.
02:14Tapi kita lakukan dari negara-negara di luar Middle East, termasuk dalamnya adalah Asia Tenggara.
02:20Jadi ini relatif, tidak ada masalah.
02:23Yang ketiga adalah persoalan LPG.
02:27LPG kita impor 7,3 juta ton per tahun.
02:31Dan tahun ini dinaikkan menjadi 7,8 juta ton.
02:3670 persennya sekarang kita ambil dari Amerika.
02:4030 persennya dari Middle East.
02:42Dari Saudi Aramco.
02:44Kita tahu bahwa dari informasi,
02:46dinamika ketegangan di Timur Tenggara juga terkait dengan Saudi Aramco.
02:51Itu juga kena kemarin dinamika di sana.
02:55Maka alternatifnya adalah kita sweet lagi, supaya kita tidak mau ambil risiko.
03:01Sebagiannya kita sweet lagi untuk kita belanja di negara yang tidak ada kaitannya dengan selat hormos.
03:10Yang ketiga, yang keempat adalah pasti dampaknya kepada persoalan harga.
03:17Kita tahu bahwa di dalam APBN kita, harga ICP itu 70 dolar per barel.
03:26Dan sekarang sudah naik menjadi 78 sampai 80 dolar per barel.
03:32Ini yang akan kita harus hati-hati, ini berdampak pada kenaikan subsidi yang akan ditanggung oleh negara.
03:43Tapi di sisi lain, dengan kenaikan harga ICP, itu juga negara mendapatkan pendapatan.
03:49Karena kan kita berkontribusikan kurang lebih sekitar 600 ribu barel sampai 600 ribu lebih barel per day.
03:56Nah selisih ini yang sedang kita hitung, arahan Bapak Presiden kepada kami adalah
04:01kita harus sangat berhati-hati untuk menghitung semuanya
04:06dengan tetap memastikan ketersediaan BBM dalam negeri
04:10untuk memberikan kepastian kepada pelayanan kepada masyarakat kita.
04:15Khusus untuk menyangkut dengan persiapan hari raya,
04:19Raya Idul Fitri, bulan puasa.
04:22Alhamdulillah teman-teman, saya menyampaikan bahwa untuk stok BBM kita,
04:27kruh BBM LPG, itu semua rata-rata di atas standar minimum nasional.
04:34Kita tahu bahwa standar minimum nasional adalah 21 hari.
04:38Ini semuanya di atas 21 hari.
04:41Dan memang secara faktanya ketahanan energi kita, storage kita,
04:45itu maksimal di angka 25 sampai 26 hari.
04:48Tidak lebih dari itu.
04:49Makanya sekarang pemerintah lagi sedang berusaha untuk membangun storage
04:53yang kapasitasnya bisa sampai dengan 3 bulan.
04:57Karena itu standar internasional.
05:00Berikut, pasti ada pertanyaan adalah,
05:04bagaimana dengan persoalan PLN?
05:06Saya mencoba untuk melihat dinamika itu juga.
05:10Teman-teman media, bahwa RKAB untuk batu bara dan nikel,
05:16itu memang kita lagi menata, kita melakukan penyesuaian.
05:19Kenapa kita menata?
05:21Karena memang ini kita hitung betul antara supply and demand.
05:25Idealnya adalah,
05:28batu bara kita produksi banyak,
05:30volumenya besar,
05:32tapi harganya juga harus bagus.
05:34Tapi apa yang terjadi?
05:36Sekarang kita produksi banyak,
05:38tapi harganya kan lagi jatuh.
05:4043 persen dari total batu bara yang diperdagangkan,
05:44itu disuplai dari Indonesia.
05:46total batu bara yang diperdagangkan di dunia,
05:49itu 1,3 miliar ton.
05:51Dan kita menyuplai kurang lebih sekitar 500-550 juta ton.
05:55Tapi apa yang terjadi?
05:57Harganya bukan kita yang mengendalikan.
05:59Harganya di luar yang mengendalikan.
06:02Ideal harganya bagus,
06:04karena supply and demand-nya,
06:05supply-nya besar, demand-nya seharganya jadi murah.
06:10Bahwa pengelolaan sumber daya elam kita,
06:12ini barang milik negara.
06:14Dan negara ini dikelola harus dengan hati-hati.
06:19Pemerintahan tidak akan pernah berhenti.
06:22Pemimpinnya yang berganti suatu saat bukan lagi saya jadi menteri.
06:26Kita mempersiapkan ini kepada generasi berikut.
06:29Jadi jangan kita mengobrol murah barang-barang kita.
06:33Nah kaitan dengan itu,
06:34dengan kita melakukan penataan terhadap RKB,
06:37dengan memprioritaskan
06:39untuk memaksimalkan memenuhi kebutuhan nasional.
06:43Termasuk dalamnya adalah kebutuhan PLN.
06:46Untuk kebutuhan PLN,
06:48teman-teman media dan seluruh rakyat Indonesia,
06:51saya memastikan,
06:53bahwa sampai dengan bulan Maret,
06:55April, no issue.
06:58Karena kita mengikuti terus
06:59perkembangan kebutuhan
07:02batu barat terhadap PLN.
07:05dengan tetap memperhatikan kualitas dan harga yang ekonomis.
07:10Ini yang sekarang kita lagi tata.
07:13Tujuannya apa?
07:15Agar jaminan pasokan dalam negeri bisa kita
07:20pastikan tersedia,
07:21tapi juga harga
07:23juga bagus,
07:25supaya pengusaha juga bisa dapat harga yang baik.
07:26Tapi juga mampu kita mengerolah
07:29sumber dalam kita
07:29dengan
07:32berkesinambungan yang baik.
07:33Kita harus
07:34menjaga ini agar
07:36anak cucu kita
07:37yang suatu saat
07:38akan memimpin negara ini juga,
07:40mereka harus juga
07:41bisa melanjutkan dengan baik.
07:43Lingkungan kita juga harus melakukan dengan baik.
07:45Tidak boleh kita melakukan penambangan dengan jorjoran
07:48tanpa memperhatikan nilai yang baik
07:50dan lingkungan yang baik.
07:52Saya pikir itu beberapa hal penting
07:54yang perlu saya sampaikan pada kesempatan yang berbahagia ini
07:57terkait dengan hasil rapat Dewan Energi Nasional
08:01yang diperintahkan oleh Bapak Presiden
08:04sebagai Ketua Umum Dewan Energi Nasional kepada kami
08:07untuk mampu menjabarkan
08:09membuat hal-hal yang penting strategis
08:12untuk keberlangsungan dan stabilitas energi nasional kita.
08:16Silahkan kalau ada yang mau ditanyakan.
08:33Terima kasih.
08:49Yang pertama adalah menyangkut dengan dua kapal
08:53yang dari Selat Hormusi yang sekarang lagi balik
08:56tadi juga dibahas oleh Pertamina.
08:58Kita lagi upaya diplomasi
09:00agar ada cara yang lebih baik
09:03untuk mereka bisa dikeluarkan.
09:05Andakan pun itu tidak dikeluarkan
09:07kita sudah cara alternatif
09:08untuk mencari sumber krud dari yang lain
09:11dan sudah dapat.
09:12Sudah dapat.
09:13Kita sudah dapat.
09:14Jadi saya pikir itu tidak menjadi sesuatu yang...
09:19Pemerintah mengakui ada 20-30 persen minyak
09:22kita yang diimpor melalui lewat Selat Hormus
09:26namun karena tidak bisa diprediksi
09:27kapan eskalasi ini akan berakhir
09:29sehingga pemerintah menyiapkan
09:30beberapa skenario untuk memastikan
09:33ketersediaan di dalam negeri.
09:34Salah satu adalah dengan mengalihkan
09:36sumber impor dari Amerika Serikat
09:38maupun negara Asia Tenggara.
Komentar

Dianjurkan