00:00Informasi lainnya, Sudara Usai Ramai disorot dan menuai kritik pemerintah Provinsi Kalimantan Timur
00:06mengembalikan mobil dinas mewah gubernur ke pihak penyedia kendaraan.
00:15Mobil gubernur Kalimantan Timur dimasuk senilai 8,5 miliar rupiah
00:21dikembalikan ke penyedia barang yang ditunjuk langsung untuk pembelian.
00:25Pengajuan pengembalian mobil dilakukan melalui surat yang dikirim ke penyedia barang pada Jumat lalu.
00:31Usai pengembalian disetujui penyedia jasa nantinya akan mengembalikan uang 8,5 miliar kekas daerah.
00:39Selain mengembalikan mobil dinas, Sudara Gubernur Kalimantan Timur dimasuk juga minta maaf
00:44atas pengadaan mobil mewah yang menuai kritik.
00:57Penyediaan mahasiswa dan peluruhan semponen masyarakat ya,
01:01akhirnya Pak Gubernur mengambil keputusan untuk mengembalikan mobil itu.
01:05Sebenarnya nanti kami menunggu balasan dari penyedia,
01:10apakah berkenan, bisa mengembalikan atau tidak.
01:13Tetapi secara informal kami sudah bicara dan mereka berkenan.
01:27Persoalan harga, ada rupa, ada harga.
01:31Ada mutu, ada kualitas, ada harganya.
01:34Kami tidak mengikuti berapa harganya, kami hanya pesan mobilnya itu.
01:37Mobilnya ada di Jakarta, karena memang dipakai untuk di Jakarta.
01:42Usai menuai kritik soal pengadaan kendaraan dinas yang mencapai 8,5 miliar rupiah,
01:46Gubernur Kalimantan Timur akhirnya meminta maaf.
01:49Pemerintah Provinsi Kaltim berjanji mengembalikan kendaraan mewah tersebut
01:53ke penyedia barang yang ditunjuk langsung untuk pembelian.
01:57Pengembalian telah diupayakan sejak 27 Februari lalu.
02:01Nantinya penyedia jasa pembelian mobil akan mengembalikan uang 8,5 miliar ke kas daerah.
02:07Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memutuskan untuk membatalkan
02:11mobil dinas Gubernur yang sebelumnya direncanakan.
02:14Keputusan ini kami ambil setelah mendengar dan mempertimbangkan secara serius
02:19aspirasi serta masukan positif masyarakat Kalimantan Timur.
02:23Kami menegaskan keputusan ini insya Allah tidak akan mengganggu kinerja kerja pemerintahan.
02:29Teriring permohonan maaf kami kepada seluruh masyarakat Indonesia,
02:33khususnya masyarakat Kalimantan Timur.
02:35Kami mengucapkan terima kasih atas masukan masyarakat kritik yang membangun.
02:40Sebelumnya, pengadaan kendaraan dinas Gubernur Rudi Mas'ud memicu polemik dan sorotan publik.
02:46Kebijakan ini memantik perdebatan tentang prioritas belanja daerah
02:50serta sensitivitas pemimpin terhadap suara rakyat di Kalimantan Timur.
02:54Anggota Komisi 2 DPR RI, Fraksi Golkar Ahmad Irawan,
02:58menyampaikan pesan Sekjen DPP Partai Golkar
03:01agar Gubernur Kaltim yang juga kader partai dapat mendengar masukan publik.
03:06Irawan bilang, meski Kaltim salah satu provinsi yang memiliki APBD kuat,
03:11namun aspek kepantasan harus tetap dijadikan pertimbangan dalam pengadaan belanja daerah.
03:17Kalimantan Timur tetap menjadi provinsi yang APBD-nya sangat cukup kuat.
03:24Setelah Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan yang kelima kemungkinan Kalimantan Timur.
03:30Nah, meskipun punya kemampuan APBD yang demikian,
03:34tentu Pak Gubernur harus melihat sesuatu dari aspek kepantasan itu sendiri.
03:42Respons anggaran mobil dinas juga datang dari politisi PDI Perjuangan,
03:46Aryo Seno Bagaskoro.
03:48Ia menyayangkan pengadaan mobil mewah bagi kepala daerah
03:51di tengah kondisi masyarakat yang mengalami kesulitan.
03:53Dan seharusnya, kepala daerah menjadi teladan bagi rakyatnya.
03:59Kondisi dunia dan rakyat kita hari ini yang sedang mengalami kesulitan,
04:04lalu pejabatnya justru bermewah-mewahan.
04:07Pejabatnya justru menampilkan suatu semangat hedonisme.
04:12Itu yang menjadi petolak belakang,
04:14seperti sedang membangun jarak dengan realitas yang terjadi hari ini.
04:19Pengadaan kendaraan dinas untuk Gubernur Kalimantan Timur
04:22menuai polemik karena harganya yang dinilai fantastis.
04:26Gubernur Kaltim Rudi Masud sebelumnya menyatakan,
04:29jika kendaraan tersebut ada di Jakarta,
04:32karena penggunaannya akan dilakukan saat dirinya dinas di Jakarta.
04:37Tim Liputan Kompas TV
04:41Terima kasih.
Komentar