00:06Lisan Bahar dan ATR berada di pusaran ilegal mining di Provinsi Kalimantan Barat.
00:11Lisan Bahar, adik kandung Siman Bahar Bongkin Pin,
00:15tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi, KPK, kedua kali sejak, Senin, 5 Juni 2023.
00:22Siman Bahar Bongkin Pin di jaring melakukan tindak pidana pencucian uang,
00:26TPPU, lewat PT Lokomontrado dan emas diproses di PT Simba Jaya Utama.
00:31Berkantor di Jalan Berbek Industri 2 No. 31A, Surabaya, milik Deni Handoko Bahar, diduga salah satu anak Siman Bahar Bongkin
00:40Pin.
00:41Emas batangan produksi PT Simba Jaya Utama dikenal merek Simba,
00:45semata-mata mengandalkan pasokan bahan baku ilegal dari seluruh Indonesia.
00:49Siman Bahar Bongkin Pin, menurut KPK, memanipulasi impor emas batangan dengan modus sebagai berikut.
00:55Merekayasa emas impor seolah-olah diolah menjadi perhiasan untuk diekspor sebabkan kerugian negara Rp189 triliun,
01:022009-2013.
01:05Lisan Bahar dan ATR pemain lama beberapa dekade sebagai penampung emas ilegal di Provinsi Kalimantan Barat,
01:11latar belakang moral sangat buruk.
01:13Lisan Bahar, mantan narapidana 4 tahun penjara,
01:17terlibat peredaran narkoba dalam lembaga pemasyarakatan, jaringan Freddy Budiman.
01:21Freddy Budiman, narapidana hukuman mati,
01:25setelah tiga kali peninjauan kembali ditolak Mahkamah Agung, 29 Juli 2016.
01:30Konferensi Pers Badan Narkotika Nasional di Surabaya,
01:34Selasa, 31 Juli 2018,
01:37sebut peralisan Bahar mengatur mutasi uang di rekening ban.
01:39Perputaran uang peredaran narkoba di lembaga pemasyarakatan Rp181 triliun,
01:45menurut putusan Pengadilan Tinggi Jakarta, 11 Februari 2019.
01:50Lisan Bahar, Direktur Utama PT Golden Suri Aliances,
01:54pemilik PT Purnama Cahaya Mas, PT Platinum Exchange, Valuta Asing.
01:59Lisan Bahar terlibat skandal dodol durian Supadio 1998,
02:04menyelundupkan emas batangan 2,1 kg di Bandara Supadio Pontianak.
02:08Penggeledahan dipimpin Kolonel, PNB, Wijayantono,
02:13Kepala Cabang PT Angkasapura 2 Pontianak, 20 Februari 1998.
02:18Lisan Bahar bawa emas batangan dalam bungkusan dodol durian,
02:21tapi dilepas setelah timbul pembelaan dari kantor bea dan cukai.
02:25Berbekalkan fotokopi dokumen pemberitahuan ekspor barang,
02:28Lisan Bahar, lolos dari semua jeratan hukum.
02:32Wiantono, Kepala Cabang PT Angkasapura 2 Pontianak, 1998,
02:37geram lantaran petugas tidak sejalan tegakan supremasi hukum.
02:41Lisan Bahar kabur saat kepolisian resort kota Pontianak melakukan penggerbekan di Perdana Square Pontianak,
02:46Sabtu, 3 Mei 2025.
02:49Dua laporan polisi, yaitu LP No.17 dan LP No.18.
02:54Dalam LP No.17, polisi mengamankan 44 batang emas, 28.403 gram.
03:02Serta merek Simba, 1.338 gram.
03:06LP No.18, 3 batang emas berat 3.163 gram,
03:11kata kepolisian resort kota Pontianak, Rabu, 21 Mei 2025.
03:16Jumlah tersangka ada 4 orang berinisial DN, SR, SM dan A dan sudah ditahan.
03:21Lisan Bahar selaku pemilik, tetap bisa leluasa menghirup udara bebas sampai sekarang,
03:27tidak mampu disentuh aparat penegak hukum.
03:30ATR, jaringan Siman Bahar Bong Kim Pin,
03:33pemain lama seperti Lisan Bahar, penampung hasil ilegal mining di Provinsi Kalimantan Barat.
03:38ATR terlibat manipulasi manifest di Bandara Supadio Pontianak tujuan berisi emas batangan, Jumat, 19 Mei 2023.
03:46ATR menyelundupkan belasan kilogram emas batangan lewat usaha kargo milik Mulyono,
03:50Manipulasi Manifest.
03:52Mulyono sengaja tidak mengirim emas batangan belasan kilogram milik ATR dari Pontianak tujuan Jakarta.
03:58Tiba di Jakarta dari Pontianak, emas batangan ATR tidak ditemukan,
04:03dan lewat berbagai upaya, setelah beberapa hari, baru ditemukan.
04:07Pemusutan dilakukan kepolisian daerah Kalimantan Barat, gagal total, terlalu banyak tekanan eksternal.
04:13Pasca insiden pada 19 Mei 2023, ATR leluasa selundupkan emas batangan Pontianak ke Jakarta lewat pesawat,
04:21memanipulasi manifest.
04:23ATR memiliki banyak rumah, salah satunya di sekitar kawasan perhotelan, Jalan Gajah Mada, Pontianak Selatan.
04:31ATR memiliki reputasi moral buruk, terlibat pelecehan gender terhadap staf perempuan,
04:36ditangkap polisi, dibebaskan tanpa proses hukum.
04:39Fakta membuktikan lisan bahar dan ATR jaringan Siman Bahar Bongkin Pin,
04:43manusia kebal hukum di Provinsi Kalimantan Barat.