00:00Saya mengurus pemilik ijazahnya, jadi saya mengurus benda hidupnya, karena dalam ijazah itu ada benda matinya,
00:07yaitu dokumen-dokumen termasuk juga 709 dokumen yang mendukung dari adanya ijazah itu,
00:15yang diklaim oleh Polda Metro Jaya sudah mereka sita, dan kemudian ada benda hidup yang lupa untuk juga dilakukan penelitian.
00:25Nah ini bagian saya, jadi tiga pisau analisis yang saya gunakan nanti untuk memberikan penjelasan kepada majelis hakim,
00:34yang pertama adalah ilmu medis, ilmu kedokteran sendiri, terutama terkait dengan ilmu anatomi morfologi,
00:40ini yang saya gunakan untuk melakukan identifikasi terhadap foto, foto dari yang ada pada ijazah tersebut.
00:49Tentu saja saya akan membuat analisis komparasi dengan foto dari Joko Widodo.
00:55Baik, kemudian yang berikutnya, yang kedua adalah ilmu perilaku, dan kemudian ilmu yang berkaitan dengan dokumen forensik.
01:04Begitu yang bisa saya berikan.
01:06Sudah berhasil mengumpulkan lima sampling, lima ijazah dari KPU secara resmi,
01:14yang kalau bahasa penelitinya itu tergolong klaster data sekunder.
01:19Nah saya nanti mau menyaksikan bahwa ijazah tertinggi yang kita bisa lihat levelnya adalah data sekunder,
01:28meskinya seharusnya kita berhak juga melihat primer dan melihat aslinya.
01:33Makanya saya mendukung CLS ini supaya memberi keterangan,
01:38nanti kita pelan-pelan dari setelah kita mendapat data sekunder,
01:42kita berharap nanti data primer ditunjukkan KPU,
01:45dan kita berharap nanti melalui proses autentikasi,
01:49kita bisa melihat ijazah asli beliau dan diuji secara autentikasi oleh Andri atau Lembaga Kekarsipan Daerah Solo.
01:55Seperti itu saja mas.
01:56Bapak-bapak semua.
02:22Saudara Kecepatan Informasi dan Akurasi Data
02:26adalah komitmen kami.
02:28Satu langkah lebih dekat,
02:29satu langkah lebih terpercaya.
02:32Saksikan Sapa Indonesia Malam
02:34di Kompas TV Channel 11
02:36di televisi Anda.
Komentar