Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAWA BARAT, KOMPAS.TV - Lisnawati, ibu kandung N.S., melaporkan A.S., ayah kandung anaknya yang meninggal karena diduga dianiaya ibu tiri, ke Polres Sukabumi.

Dasar laporan dibuat karena terdapat unsur kelalaian, pembiaran, dan penelantaran ayahnya kepada almarhum semasa sakit.

Menurut kuasa hukum Lisnawati, laporan ini berdasarkan serangkaian fakta, mulai dari percakapan ayah korban dan kliennya.

Ibu kandung korban mengaku sudah empat tahun tidak bertemu anaknya karena dihalang-halangi mantan suaminya. Ia pun tidak berani mencari karena trauma dengan KDRT yang dialaminya selama berumah tangga.

#lisnawati #ibukandung #jawabarat

Baca Juga [FULL] Dirut Agrinas Klarifikasi! Impor Pikap dari India, Mengapa Produsen Lokal Tak Dipilih? di https://www.kompas.tv/nasional/652760/full-dirut-agrinas-klarifikasi-impor-pikap-dari-india-mengapa-produsen-lokal-tak-dipilih



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/652762/babak-baru-kasus-ibu-dianiaya-ibu-tiri-ayah-korban-dilaporkan-ke-polisi-kompas-petang
Transkrip
00:01Saudara Lisnawati, ibu kandung remaja 13 tahun yang tewas diduga dianiaya ibu tiri melaporkan mantan suaminya yang juga ayah kandung
00:11korban ke Polres Sukabumi.
00:13Dasar pelaporan adanya usur pembiaran, kelalaian dan penelantaran terhadap almarhum.
00:20Lisnawati, ibu kandung NS melaporkan AS, ayah kandung anaknya yang meninggal karena diduga dianiaya ibu tiri ke Polres Sukabumi.
00:29Dasar laporan dibuat karena terdapat unsur kelalaian, pembiaran dan penelantaran ayahnya kepada almarhum semasa sakit.
00:37Menurut kuasa hukum Lisnawati, laporan ini berdasarkan serangkaian fakta mulai dari percakapan ayah korban dan kliennya.
00:46Ibu kandung korban mengaku sudah 4 tahun tidak bertemu anaknya karena dihalang-halangi mantan suaminya.
00:51Ia pun tidak berani mencari karena trauma dengan KDRT yang dialami selama berumah tangga.
01:00Melapor sebagai korban yang telah kehilangan anaknya.
01:03Jadi patut diduga adanya kelalaian dan pembiaran di sini.
01:07Maka klien kami menguasakan kepada kami untuk melapor saudara AS.
01:14Saudara AS.
01:15Anak itu dari kecil sampai umur 7 tahun dirawat oleh ibunya dalam keadaan sehat, bahagia dan sebagainya.
01:22Nah, ketika saya akan berpindah dan alih kepada ayahnya, ya kan kalian tahu apa yang terjadi.
01:27Ya kan mengakibatkan apa. Kita nggak usah bicara lagi lah.
01:30Apa yang terjadi.
01:31Nah, yang kita bingung bahwa kan ada perubahan fisik, misalkan.
01:36Terakhir komunikasi, 7-4 tahun yang lalu nggak ada komunikasi sama sekali.
01:42Nggak sama sekali.
01:43Alasannya apa katanya, Bu?
01:45Alasannya emang dibatas-batas sama ayahnya.
01:48Batas sekali.
01:49Sering...
01:49Sering di...
01:51Sering...
01:53Termasuk sama alam alam alam tidak, Bu, waktu itu?
01:55Nggak, kan masih bayi juga.
01:56Masih bayi, ya.
01:57Waktu dalam kandungan juga, udahlah, kamu...
02:00Sama anak.
02:01Sama anak saya bawa motornya di...
02:14Tragedi memilukan kembali menjadi sorotan masyarakat
02:17ketika seorang remaja 13 tahun di Sukabumi Jawa Barat
02:21meninggal dunia karena diduga dianiaya ibu tiri.
02:25Dari pemeriksaan sementara, terdapat luka melepuh di sekujur tubuh korban
02:29yang disebabkan luka bakar.
02:31Selain itu, terdapat pembengkakan di dalam organ.
02:35Polisi kini masih menunggu hasil otopsi lanjutan di Laboratorium Jakarta
02:40untuk memastikan penyebab kematian korban.
02:44Ayah kandung korban, Anwar Satibi bilang,
02:46dirinya langsung pulang saat mengetahui sang anak mengalami demam tinggi.
02:51Anwar pun mengaku kaget ketika melihat kondisi anaknya
02:54yang mengalami luka melepuh di tubuhnya.
02:58Sampai di rumah, saya kaget melihat kondisi anak saya yang kulitnya pada melepuh.
03:04Saya tanya, ma kenapa ini kulitnya siranya seperti ini?
03:08Dia jawab, ini kan sakit panas ya, jadi pada melepuh.
03:12Ditanya lah ini anak, gitu.
03:14Ditanya, ya ngaku dikasih minum air panas.
03:20Kapolres Sukabumi, AKBP Samian menyatakan,
03:23pihaknya meyakini ada tindak pidana dalam kasus meninggalnya anak
03:28dengan luka bakar di Sukabumi, Jawa Barat.
03:31Selain menaikan kasus dari penyelidikan ke penyidikan,
03:35polisi telah memeriksa 16 saksi,
03:38termasuk terduga pelaku penganiayaan ibu tiri korban.
03:42Dan perkara sudah kita naikkan pada tingkat penyidikan.
03:46Karena kita sudah menemukan beberapa alat bukti
03:50yang tentunya bisa kita yakini ini ada peristiwa pidana.
03:55Yaitu pidana dugaan kekerasan,
03:58baik fisik ataupun psikis terhadap korban anak,
04:03yakni saudara NS.
04:06Sementara itu, ibu kandung korban telah membuat pengaduan
04:10ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia.
04:12Lisna Wati membuat aduan untuk mencari keadilan dan titik terang
04:16atas penyebab kematian anaknya yang meninggal dengan luka di tubuhnya.
04:22Ibu kandung korban mengaku terakhir bertemu anaknya
04:25saat sang anak masih berusia 7 tahun.
04:30Tidak boleh ketemu sama anak.
04:33Terakhir ketemu 7 tahun.
04:367 tahun kebelak.
04:377 tahun.
04:38Waktu umur 7 tahun.
04:39Waktu umur 7 tahun.
04:41Waktu umur 7 tahun.
04:42Terakhir kenapa tidak boleh ketemu sama Nizam itu kenapa?
04:46Karena disangka saya sudah meninggal, kata ayahnya.
04:51Sabar Nizam meninggal dunia,
04:54tahu dari siapa?
04:55Dari ayahnya, sempat dirubungi ayahnya.
04:59Bahkan anak saya sakit.
05:02Anak saya sempat ketemu pada saat anak saya di rumah sakit?
05:06NS, remaja berusia 13 tahun,
05:10meninggal dunia setelah 8 jam menjalani perawatan di rumah sakit.
05:15Tim Liputan, Kompas TV.
Komentar

Dianjurkan